Terhadap Rumah Rusak Berat yang Susah Dirobohkan
Pemkab Padang Pariaman Berikan Kemudahan
Pariaman--Meskipun gempa akhir September lalu telah cukup lama, masyarakat yang tinggal di rumah sementara juga tidak sedikit. Baik rumah bantuan dari berbagai LSM dan NGO maupun rumah yang dibangun langsung oleh masyarakat itu sendiri. Namun, rumah rusak berat yang tidak lagi layak huni masih banyak yang berdiri lantaran susah untuk merobohkannya.
Ketika ditanya sejumlah masyarakat, yang rumahnya telah lama ditinggal, lantaran tidak layak huni, pada umumnya mereka merasa kewalahan mendapatkan tukang. Disamping itu, biaya untuk merobohkanpun lebih besar, bila dibandingkan dengan biaya untuk membuat rumah baru. "Nyaris setiap hari tukang yang ada dikampung ini punya jadwal yang penuh. Mereka terus bekerja diberbagai rumah masyarakat lainnya, sehingga ketika diminta hari, susah tukang itu untuk menentukannya," ujar Ajo Syaf salah seorang warga di Lubuk Alung.
Memang, lanjut Ajo Syaf pada Singgalang, Rabu (17/3) kemarin persoalan merobohkan rumah yang tidak layak huni menjadi problem yang sangat krusial ditengah masyarakat. Meskipun masyarakat telah punya tempat tinggal, namun rumah lama itu harus dirobohkan. Sebab, rumah apabila telah lama tinggal dan tidak dinaiki, rasanya takut juga masuk kedalamnya. Ada rasa-rasa yang menakutkan tersendiri, ketika melihat rumah tinggal itu.
Sementara Wakil Bupati Padang Pariaman, Drs. H. Ali Mukhni ketika dihubungi Rabu (17/3) kemarin melihat persoalan merobohkan rumah memang menjadi kendala yang cukup berarti. Namun demikian, Pemkab selalu memberikan yang terbaik dalam masalah ini. "Memang secara tertulis Pemkab tidak membunyikan hal itu, tetapi sejak gempa, tidak sedikit Pemkab memberikan bantuan alat berat, terutama untuk merobohkan fasilitas umum, seperti surau dan pondok pesantren," ujarnya.
"Cukup banyak pesantren yang tidak layak huni yang telah dirobohkan dengan eksapator Pemkab. Seperti yang dilakukan di Pilubang, Sungai Limau, Sikabu Lubuk Alung dan nagari lainnya. Begitu juga terhadap rumah masyarakat yang mengalami rusak berat, juga telah dilakukan hal itu. Namun, tentunya hal itu belum semua masyarakat, terutama rumahnya yang rusak berat yang belum terpenuhi," kata Ali Mukhni.
Yang jelas, lanjut Ali Mukhni yang juga kandidat calon Bupati Padang Pariaman terkuat itu, Pemkab tetap berupaya memberikan pelayanan demikian. "Bagi masyarakat yang merasa kewalahan, silakan saja ajukan permohonan untuk itu. Kita terus berupaya, bagaimana kesulitan untuk merobohkan rumah masyarakat bisa dibantu dengan semaksimal mungkin," katanya. (dam)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar