Selasa, 05 Januari 2016

Karyawan Berlebih, Tetapi PDAM-nya Tetap Sakit dan Merugi

Pj Bupati Minta yang tak Disiplin Diberhentikan
Karyawan Berlebih, Tetapi PDAM-nya Tetap Sakit dan Merugi


Parit Malintang--Menindaklanjuti adanya laporan masyarakat Padang Pariaman terkait pelayanan air bersih, Pejabat Bupati Rosnini Savitri melakukan kunjungan kerja ke kantor Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) di Pariaman, Selasa (5/1).
    "Kita ingin bersilaturahmi sekaligus evaluasi kinerja Direksi PDAM," kata Rosnini yang didampingi Kabag Ekonomi dan Pembangunan Teguh Widodo.
    Ia mengaku prihatin dengan kondisi PDAM yang belum digarap secara profeional, yang nantinya akan banyak mendatangkan keuntungan bagi daerah. Padahal, potensi air bersih di Padang Pariaman sangat menjanjikan seiring banyaknya sumber air yang layak.
    Rosnini juga meminta penjelasan Direksi PDAM, terhadap permasalahan atau kendala apa saja yang menyebabkan rendahnya kinerja PDAM.
    Sementara, Pelaksana Tugas (Plt) Dirut PDAM Aminuddin menjelaskan, adanya beberapa indikator rendahnya kinerja PDAM sejak beberapa tahun terakhir. Pertama, adanya masalah perilaku karyawan. Contohnya, banyaknya yang tidak disiplin masuk kantor tanpa alasan yang jelas, yang sangat mengganggu pelayanan kepada konsumen.
    Dikatakannya, bahwa idealnya satu karyawan melayani 100 pelanggan. Sedangkan jumlah karyawan saat ini melebihi kebutuhan, sehingga membebani perusahaan dari jumlah gaji dan uang pensiun nantinya. "Kita lakukan pembinaan kepada karyawan yang tidak disiplin atau tidak pernah masuk kantor. Jika tidak bisa dibina lagi, ditindak sesuai aturan yang berlaku, bila perlu dirumahkan," kata pria yang baru tiga bulan menjabat Plt Dirut PDAM itu.
    Kedua, adanya sambungan liar. Dijelaskannya, bahwa sambungan liar yang dipasang tanpa meteran mengakibatkan tidak adanya kerugian pendapatan PDAM. "Sambungan liar perlu ditertibkan, karena merugikan daerah," ujarnya.
    Ketiga, kebocoran pipa yang lambat ditangani. Artinya, perlu aksi cepat tanggap apabila ada laporan masyarakat tentang aliran pipa yang bocor, sehingga air tidak bisa mengalir ke rumah masyarakat. Seperti yang dilakukannya beberapa hari terakhir adanya pengaduan masyarakat tentang kebocoran pipa di Sicincin dan Batang Anai, khususnya pipa di Bandara Internasional Minangkabau (BIM). Apabila tidak segera diantisipasi maka akan merugikan daerah.
    "Contohnya, sehari saja air di BIM tidak mengalir, maka kita sudah rugi jutaan rupiah," kata Aminuddin.
    Mendengar penjelasan Plt Direktur PDAM, Pejabat Bupati Rosnini Savitri meminta direksi untuk bergerak cepat membenahi lingkungan kerja PDAM. "Kita minta Plt Direktur PDAM lebih tegas. Jika ada karyawan yang tidak lagi mematuhi aturan, diberhentikan saja sesuai prosedur yang berlaku," tegas Rosnini.
    Rosnini juga berkomitmen untuk menjadikan PDAM sebagai perusahanaan yang sehat, akuntabel dan melayani seluruh masyarakat Padang Pariaman. Ia optimis, dibawah kepemimpinan Aminuddin kinerja PDAM akan lebih baik ke depan. "Bersama DPRD, kita akan awasi langsung kinerja PDAM," kata Rosnini. (501)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar