19 Tahun Wafat Syekh Abdullah Aminuddin, Diwarnai Dengan Zikir dan Ziarah
Lubuk Pandan--Bulan Jumadil Akhir bagi alumni dan keluarga besar pondok pesantren (Ponpes) Madrasatul 'Ulum, Kenagarian Lubuk Panadan, Kecamatan 2 X 11 Enam Lingkung, Padang Pariaman adalah bulan yang penuh dengan sakral. Pada bulan itulah 19 tahun yang silam sang pendiri Ponpes, Hadratus Syekh H. Abdullah Aminuddin menghembuskan nafas terakhirnya. Untuk itu, setiap momen bulan Jumadil Akhir, tepatnya 19 Jumadil Akhir selalu diperingati hari wafat tersebut.
Jumat (3/6) malam lalu puluhan alumni dari berbagai daerah di Sumbar, serta Padang Pariaman tampak hadir dan memenuhi komplek Ponpes, guna mengikuti kegiatan dimaksud. Rangkaian kegiatan yang dimulai dengan zikir sekaligus ziarah bersama, guna kembali mengenang bersama jasa dan pengabdian yang pernah ditorehkan almarhum dulumnya. "Almarhum wafat pada 1996. Beliau hidup dan menganbdi dari 1908-1996, cukup punya kharisma ditengah masyarakat Lubuk Pandan dan Padang Pariaman," kata H. Marzuki Tuanku Nan Basa, sang pimpinan Ponpes.
Menurutnya, kegiatan sakral ini merupakan agenda tahunan yang selalu diadakan setiap kali momen hari wafat beliau. "Bagi keluarga besar Madrasatul 'Ulum, beliau adalah sosok guru sekaligus ayah dari santri yang berdatangan dari belahan daerah yang ada di Minangkabau ini. Betapa banyak dulunya santri yang tidak sekedar belajar, tetapi juga hidup bersama beliau. Inilah contoh yang paling besar yang ditinggalkannya untuk generasi yang kini tengah melanjutkan apa yang menjadi perjuangannya, terhadap kemajuan Ponpes dimaksud," ujar Marzuki.
Selesai kegiatan sakral berupa zikir dan ziarah, para alumni juga menyempatkan diri berdiskusi, terkait kemajuan yang harus dikembangkan di Madrasatul 'Ulum ini. Baik dari segi pola pendidikan, maupun kemajuan yang berhubungan dengan sarana prasarana Ponpes itu sendiri. "Kita ingin, alumni yang telah banyak berkiprah diberbagai latar belakang dunia usaha ini mampu jadi sumber kekuatan yang terus menopang kekuatan Ponpes kedepannya. Banyaknya santri yang belajar saat ini, tidak bisa dilepaskan dari peranserta alumni yang telah berkiprah ditengah masyarakat," ungkap Marzuki lagi.
Marzuki ingin kebersamaan yang telah lama terbangun antara alumni dengan pihak Ponpes harus terus dibina, dalam melihat arti penting kemajuan pendidikan ala surau tersebut. "Apalagi, pascagempa, sejumlah bangunan Ponpes dan gobah almarhum pendiri, sedikit mengalami kerusakan. Untuk rehabilitasi tersebut, butuh kebersamaan dari alumni. Begitu juga, kesejahteraan guru yang mengajar, mutlak dilakukan secara bersama-sama," kata Marzuki. (dam)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar