Peringatan Hardiknas Kota Pariaman
Wujudkan Peradaban Unggul, Lewat Pendidikan Akhlakul Karimah
Pariaman--Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2010 yang jatuh pada 2 Mei, diperingati Senin (3/5) untuk tingkat Kota Pariaman. Peringatan tersebut ditandai dengan upaca bersama Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dilingkungan Pemko, Muspida, Ketua PKK, Gabungan Organisasi Wanita (GOW) di halaman Balai Kota Pariaman.
Mendiknas RI, Muhammad Nuh dalam amanatnya yang disampaikan Walikota Pariaman, Drs. H. Mukhlis Rahman, M.M menyebutkan, bahwa tanggal 2 Mei, merupakan hari yang penuh makna, bagi seluruh pemangku kepentingan pendidikan, terutama para pendidik, tenaga kependidikan dan peserta didik, mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan tinggi. Baik jalur formal, non formal maupun in formal.
Lewat siaran persnya yang disampaikan Kasubag Kemitraan Humas Setdako, Batrizal, Wako Mukhlis melihat Hardiknas diperingati antara lain, untuk mengenang jasa bapak pendidikan Indonesia, Ki Hajar Dewantara, serta seluruh pejuang pendidikan lainnya, yang patut dikenang dan dihargai. "Hal itu, mengingat dunia pendidikan yang kita nikmati saat ini, adalah buang perjuangan yang dilakukan para pendahulu itu," katanya.
"Ada tiga makna penting dari rangkaian Hardiknas yang kita peringati saat ini. Pertama berkaitan erat dengan momentum, untuk merenungkan dan merefleksikan diri, terhadap perjalanan langkah panjang yang telah dilalui. Kedua, upaya dalam mengintrospeksi diri dari apa yang sedang kita lakukan, dalam menjalankan berbagai program pendidikan saat ini, untuk menatap masa depan yang jauh lebih baik lagi. Ketiga, bagaimana kita memprespektifkan apa yang telah, sedang dan akan dilakukan, untuk masa depan tersebut," kata Wako Mukhlis lagi.
Kata Wako Mukhlis, Seperti yang tercantum dalam konstitusi negara ini, serta diamanatkan dalam sistem perundang-undangan yang berlaku, dalam upaya mencerdaskan anak bangsa secara utuh, sehingga Hardiknas tidak sebatas dalam memperingati serimonial belaka, tetapi ada nilai-nilai yang terpatri yang mesti diambil didalamnya, guna meraih masa depan daerah dan bangsa ini.
Menurut Wako Mukhlis, kesempurnaan hidup anak-anak merupakan kata kunci menjadikan anak tersebut sebagai pribadi yang jujur. "Untuklah sebabnya dalam setiap UN, kita selalu mengkampanyekan, UN yang jujur dan berprestasi. Hasilnya, memang belum terlalu menggembirakan, tapi itulah bagian cara kita untuk mengetahui kekurangan dan kelebihan selama ini," ujar Wako Mukhlis.
Selanjutnya, kata Wako Mukhlis, pentingnya pengembangan pendidikan karakter, sebagaimana yang telah disampaikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Pembangunan watak atau character building amat penting. "Kita ingin membangun manusia Indonesia yang berakhlak, berbudi pekerti, berperilaku baik, sehingga memiliki peradaban yang unggul dan mulya. Hal itu bisa terwujud, tentu dengan adanya semangat, tekat, dan energi yang kuat, dengan pikiran positif, sikap optimis serta rasa persaudaraan, persatuan dan kebersamaan," tegas Wako Mukhlis. (dam)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar