Lubuk Alung--Innalillahi wainnailaihi rajiun. Sekitar pukul 00.15 wib Jumat (25/1) dini hari, Firdaus Amin menghembuskan nafas terakhir di kediamannya, Kampuang Tangah, Nagari Balah Hilia Lubuk Alung. Dalam usia 71 tahun, mantan Walikotif Pariaman ini menghadap Yang Maha Kuasa. Beberapa saat menjelang ajal menjeputnya, dia mengalami tensi tinggi, setelah sebelumnya lama diserang stroke.
Sejak pagi para pelayat berdatangan. Mantan Walikota Pariaman Mukhlis Rahman termasuk deretan tokoh yang pertama datang menjenguk, setelah itu banyak lagi yang tiba. Firdaus Amin meninggalkan seorang istri dan tiga orang putra dan putri. Asli Kampung Jawo Pariaman, Firdaus Amin pernah lama jadi Camat di Kecamatan Lubuk Alung.
Terkenal tegas, dan memilih tinggal di Lubuk Alung sejak 1980 an. Istrinya asli Lubuak Napa, Nagari Batukalang, Kecamatan Padang Sago. Sehabis Jumat, jenazah Firdaus Amin dimakamkan di Lubuak Napa, sesuai permintaan keluarganya. Di tengah masyarakat Kampuang Tangah yang terkenal dengan kawasan elit Lubuk Alung, sosok Firdaus Amin sudah tak asing lagi.
Jauh sebelum pensiun dari ASN, Firdaus Amin mewakafkan dirinya untuk masyarakat. Ditetapkan sebagai pengurus Masjid Baitul Hajar, sekalian jadi guru mengaji. Para anak-anak mengaji memanggil dia "Gaek". "Oi, Gaek tibo, masuak lai," begitu seruan sebagian anak-anak memanggil kawannya saat Firdaus Amin akan memasuki ruangan mengaji di komplek masjid yang terletak di pinggir jalan Padang - Bukittinggi tersebut.
"Firdaus Amin memilih mundur dari Ketua Pengurus Masjid Baitul Hajar dan guru mengaji sejak dua bulan terakhir," kata Sutan Yardi, salah seorang generasi yang melanjutkan tonggak kepemimpinan di masjid tersebut.
Mungkin, kata Sutan Yardi, dia merasa tak kuat lagi, karena diserang penyakit stroke. Dia mulai aktif di masjid ini sejak 1991 sampai Desember 2018. "Kita semua merasa kehilangan tokoh hebat, tegas. Semoga keluarganya tabah, dan almarhum dapat tempat di sisi Allah swt," harap Yardi.
Menurut Yardi, sesuai kesepakatan bersama, setelah jenazah di shalatkan di Masjid Baitul Hajar usai Shalat Jumat, langsung diangkut dan disemayamkan di Kantor Walikota Pariaman untuk selanjutnya dielapas secara kedinasan. "Di jajaran Pemko Pariaman, Firdaus Amin pernah jadi Asisten, Sekdako, dan sejumlah jabatan lainnya. Bahkan, pernah ikut maju menjadi calon Wakil Walikota bersama calon Walikota Mahyuddin pada Pilkada 2008 lalu," ujar Yardi. (501)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar