-Terkait Bantuan yang Mengancam Aqidah
MUI Padang Pariaman Sebar 103 Tim
Pariaman--Bantuan terhadap korban gempa di Padang Pariaman dari berbagai pihak,
baik dalam maupun luar negeri, yang sebagiannya mulai meresahkan
masyarakat, lantaran batuan tersebut terselip pesan-pesan yang bisa
merubah dan merusak aqidah masyarakat daerah yang mayoritas beragama
Islam itu. Tak heran berbagai elemen di Padang Pariaman sangat mengecam
keras aksi demikian.
Dewan penasehat tim relawan Lembaga Amil
Zakat (LAZ) Masjid Al-Madinah CBD Ciledug, Tanggerang, Provinsi Banten,
HM. Sa'ban, S.E merasa terkejut dengan pemberitaan demikian. Betapa
tidak, masyarakat Piaman terkenal kuat dengan nilai-nilai adat dan agama
itu akhirnya dimasuki oleh pihak Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), yang
kehadirannya memberikan berbagai
bantuan, namun dibalik itu semua ada fakta pemutar balikkan agama
masyarakat itu sendiri.
Kepada Singgalang, Selasa (27/10) via
ponselnya, Sa'ban melihat pemulihan dan memperkuat kembali akidah
masyarakat sangat dibutuhkan. "Sejak awal pulang kampung, kami memang
telah mengkhawatirkan akan hal demikin. Sebab, banyak fakta kita lihat
disetiap daerah yang terkena bencana, seperti Aceh, Yogyakarta dan
daerah lainya, selalu bantuan-bantuan LSM banyak yang berakhir pada
kehancuran aqidah masyarakat, "katanya.
Sa'ban bersama timnya
telah berupaya melakukan pembetengan aqidah masyarakat Piaman, dengan
melakukan zikir dan tausiah melalui ustad dan tenaga medis yang sengaja
didatangkan dari Jakarta. Terkait semakin merebaknya ancaman terhadap
aqidah masyarakat, maka pihaknya juga akan mendatangkan ustad Arifin
Ilham. "Kini tinggal lagi kesiapan pemerintah daerah, untuk melakukan
hal itu. Kalau saya sudah siap untuk
mendatangkan ustad tersebut, "katanya
Disamping itu, Sa'ban juga
mita Pemda serta Majelis Ulama Indonesia (MUI) setempat agar selalu
proaktif melakukan pemantauan terhadap bantuan asing, yang dianggap
mencurigakan. Kalau memang itu terbukti, pihak terkait tersebut harus
menyikapi dengan cepat dan tepat, sehingga tidak membahayakan. "Selaku
daerah yang menerima bantuan, daerah sangat berhak dan berkewajiban
untuk melakukan kontrol terhadap hal itu, "ujar Sa'ban.
Sementara
Ketua Bidang Dakwah MUI Padang Pariaman, Rahmat Tuanku Sulaiman, S.
Sos, M.M mengaku telah menerima masukan dari sejumlah ulama dan
masyarakat tentang hal itu, seperti laporan dari Padang Alai, Kecamatan V
Koto Timur dan Sikabu, Kecamatan Lubuk Alung. Namun, laporan itu semua
belum ada barang bukti yang bisa dijadikan pijakan, sehingga MUI belum
bisa memberikan klarifikasi tentang hal itu.
Menjawab Singgalang,
Selasa
(27/10) di Lubuk Alung, Rahmat yang juga Ketua Pengurus Cabang
Nahdlatul Ulama (PCNU) Padang Pariaman non aktif itu menyebutkan, bahwa
MUI setempat telah membentuk tim sebanyak 103 tim, yang terdiri dari
para ulama, tenaga pengajar, pimpinan ponpes, serta tokoh masyarakat.
Mereka telah dibekali dengan pelatihan, guna memantapkan kerja
dilapangan.
Memang, aku Rahmat, perubahan sikap dan perilaku
masyarakat Padang Pariaman pascagempa sudah terlihat, sehingga perlu
pemulihan nyata dari MUI itu sendiri. "Insya Allah Desember nanti,
seluruh tim yang telah disebar diseluruh perkampungan daerah ini, akan
dilakukan evaluasi. Dari hasil itulah nantinya, mana persoalan yang akan
ditangani MUI, dan mana pula yang langsung diserahkan kepada pihak
berwenang, seperti kepolisian misalnya, untuk diberikan tindakan tegas
terhadap pihak-pihak yang memberikan bantuan, tetapi berkedok merubah
agama masyarakat itu sendiri, "katanya.
(dam)
-----------------------------------------------------------
-Memaknai Sumpah Pemuda
Saatnya Pemuda Memberi, Bukan Menuntut
Pariaman--Pemuda adalah harapan dari segala-galanya. Untuk itulah generasi muda
butuh kematangan jiwa, agar mampu mengendalikan emosionalnya dengan
baik. Hari ini, hendaknya pemuda tidak lagi banyak menuntut, tetapi
bagaimana bisa memberikan yang terbaik buat kepentingan daerah, bangsa
dan negara ini.
Ketua Sementara DPRD Padang Pariaman, Eri
Zulfian, S. Pt melihat perkembangan pemuda daerah ini cukup siknifikan.
"Betapa banyak, saat ini para pemuda yang telah dan tengah diterpa
dengan berbagai organisasi kepemudaan telah mampu mewarnai, bahkan telah
berada pada posisi penentu kebijakan daerah. Namun, disana sini masih
perlu peningkatan, "katanya.
Menjawab Singgalang, Selasa (27/10)
kemarin Eri Zulfian yang juga mantan Ketua DPD Komite
Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Padang Pariaman itu melihat proses
seorang pemuda cukup mendapat sambutan dari masyarakat. Buktinya,
dilembaga DPRD saja hampir 60 persennya, itu dari pemuda. Begitu juga
dijajaran Pemkab, betapa banyak generasi muda yang jadi pejabat. Tinggal
lagi kontribusi yang harus diberikan oleh pemuda kepada masyarakat,
perlu menjadi perhatian tersendiri oleh pemuda itu.
Ditengah
daerah yang baru saja mengalami bencana, nampak kiprah pemuda belum
begitu menonjol. Padahal, pihak lain begitu gencar melakukan berbagai
aksinya, guna membantu korban gempa. Nah, disini peran OKP serta KNPI
harus bangkit secepat mungkin. Tunjukkan pada masyarakat, bahwa pemuda
Padang Pariaman mampu memberikan yang terbaik buat daerah ini, kata Eri
Zulfian.
Sebagai sebuah organisasi tempat berhimpun, nampak peran
KNPI agak mandet. Padahal, betapa banyak persoalan-persoalan yang
seharusnya disikapi oleh pemuda
melalui wadahnya. "Melalui sumpah pemuda, agaknya segenap pemuda Padang
Pariaman perlu melakukan evaluasi diri, sehingga nantinya bisa memberi
buat kepentingan daerah kearah yang lebih baik. Sumpah pemuda yang
selalu diperingati setiap tahunnya, hendaknya jangan dijadikan semacam
serimonial belaka. Tetapi, bagaimana isi kandungan dari sumpah pemuda
itu bisa dihayati lagi, "katanya. (dam)
---------------------------------------------------------------
LAZ Masjid Al-Madinah Siapkan Rumah Tahan Gempa
Pariaman--Bantuan tanggap darurat, berupa paket sembako dan tenda layak huni
terhadap korban gempa, dari Lembaga Amil Zakat (LAZ) Masjid Al-Madinah
CBD Ciledug, Tanggerang, Provinsi Banten di Padang Pariaman dan Kota
Pariaman berakhir sudah. Kini, lembaga itu tengah mempersiapkan bantuan
infrastruktur, seperti perumahan dan fasilitas umum lainya.
Dewan
penasehat tim relawan LAZ Masjid
Al-Madinah, HM. Sa'ban, S.E mengaku tengah mempersiapan bantuan
perumahan tersebut. Kini, pihaknya tengah melakukan berbagai komunikasi
dan bahkan telah ada pihak yang sengaja mendatangi lembaga itu untuk
menyalurkan bantuan. Sebab, yang namanya bantuan perumahan adalah
sesuatu yang sangat berat. Termasuk oleh pemerintah sendiri.
Untuk itu, kata Sa'ban, Selasa (27/10) kemarin, pihaknya tengah
menggalang kerjasama dengan berbagai pihak, termasuk yang dari Timur
Tengah. Sebab, bantuan perumahan sangat tidak memungkinkan dilakukan
sepenuhnya oleh Pemda setempat. "Pihak LAZ Masjid Al-Madinah telah punya
desain rumah-rumah tahan gempa, yang nantinya bakal dibangunkan untuk
masyarakat korban gempa di Pimanan, "katanya.
Menurut Sa'ban,
bantuan tanggap darurat yang diberikan pihaknya cukup mendapat sambutan
masyarakat Piaman. Bantuan itu berlangsung dalam dua tahap, sesuai apa
yang sangat dibutuhkan masyarakat kala
itu. Termasuk juga bantuan, berupa zikir dan tausiah, yang dilakukan
timnya bersama masyarakat di sejumlah surau dan masjid, konsultasi agama
serta penyembuhan melalui terapi yang langsung ditangani tenaga ahli
dari Jawa, yakni ustad Syofyan, cukup mewarnai ditengah masyarakat
setempat. (dam)
--------------------------------------------------
-Di Padang pariaman
Pimpinan DPRD Belum Dilantik
Pariaman--Musibah gempa yang melanda Padang Pariaman, agaknya ikut membuat
sejumlah agenda daerah banyak yang terkendala dan terundur. Buktinya,
sampai hari ini, pimpinan DPRD yang telah ditetapkan melalui paripurna,
namun belum juga dilantik.
Ketua Sementara DPRD setempat, Eri
Zulfian, S. Pt mengaku bahwa seluruh pimpinan, mulai dari pimpinan
dewan, sampai kepada pimpina fraksi telah siap. Bahkan, masing-masing
komisi telah melakukan kerjanya dengan Satuan Kerja Perangkat Daerah
(SKPD) terkait.
Namun, pelantikan pimpinan dewan belum terlaksana.
Menjawab
Singgalang, Selasa (27/10) kemarin di Pariaman, Eri Zulfian mengaku
bahwa usai ditetapkannya unsur pimpinan, yakni Eri Zulfian (Demokrat,
sebagai Ketua), Dasril Yani Pasha (Golkar, Wakil Ketua) dan Yusalman,
S.P (PAN, Wakil Ketua), dewan telah menaikkan hal itu ke Gubernur
Sumbar, melalui Bupati Padang Pariaman.
"Secara kelengbagaan hal
itu telah dilakukan. Namun, sejauh mana bupati melakukan rekomendasinya,
belum ada beritanya. Kita juga sangat menginginan, agar seluruh
pimpinan itu dapat segera dilantik, sehingga kebijakan daerah dapat
berjalan dengan aturan dan mekanisme yang berlaku. Apalagi seluruh
kabupaten dan kota di Sumbar ini telah melantik pimpinan DPRD-nya,
"katanya.
Eri Zulfian berharap, paling tidak minggu kedua
Novenber nanti, pimpinan dewan telah dilantik. Saat ini seluruh
kelengkapan dewan terus dirampungkan.
Begitu juga kerja komisi-komisi dengan SKPD terkait terus berjalan
dengan dinamikanya tersendiri. (dam)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar