Minggu, 08 Januari 2017

Masih Banyak yang Belum Terima Bantuan

-Di Padang Pariaman
Masih Banyak yang Belum Terima Bantuan Lauk Pauk

Pariaman--Bantuan lauk pauk yang diberikan pemerintah Padang Pariaman kepada masyarakat korban gempa yang rumahnya mengalami rusak berat, masih simpang siur. Buktinya, sampai hari ini telah hampir satu bulan bencana akhir September itu berlalu, namun masih banyak masyarakat yang belum menerima uang sebesar Rp150 ribu/rumah tersebut.
    Azwir, 60, salah seorang warga Korong Parit, Kenagarian Tapakis, Kecamatan Ulakan Tapakis, Padang Pariaman mengaku belum menerima bantuan tersebut. "Kami disini tidak tahu apa ada bantuan lauk pauk dari pemerintah. Kalau memang ada, inilah baru kami menerima informasi dari anda, "katanya.
    Menjawab Singgalang, Sabtu (24/10) lalu, Azwir yang rumahnya mengalami rusak berat, bahkan sebagiannya telah hancur itu, selama gempa baru menerima bantuan berupa beras dari pihak korong yang membagikan. Disamping itu juga banyak makanan, seperti indomie, roti serta bantuan lainya. Tetapi yang namanya bantuan lauk pauk, ya belum ada. "kami juga ndak tahu, apa warga disini ada jatahnya atau tidak, juga kami ndah tahu sama sekali, "ujarnya.
    Sementara, Camat Ulakan Tapakis, Wilson, S. Sos, MM mengakui bahwa bantuan lauk pauk untuk kecamatan itu belum dibagikan. Sebab, bantuan itu masih terkendala untuk membagikannya. "Insya Allah bantuan itu baru Senin ini dibagikan oleh dua walinagari dan 33 walikorong yang ada di Ulakan Tapakis ini, "katanya.
    Ditengah suasana peresmian dimulainya pembangunan 1.000 unit Huntara dari Dompet Dhuafa Singgalang/Republika, Sabtu (24/10) Wilson mengaku sangat tidak menginginkan adanya keributan setelah pembagian bantuan lauk pauk tersebut, seperti yang dialami sejumlah nagari lain di Padang Pariaman.
    "Pokoknya seluruh rumah rusak berat, sesuai data yang dinaikan, bakal mendapatkan bantuan tersebut. Uang itu telah siap untuk dibagikan, setelah melakukan sejumlah pertemuan dengan walinagari dan walikorong yang ada di kecamatan ini, "katanya.
    Sementara masyarakat Kecamatan Sintuak Toboh Gadang, Sungai Limau, Padang Sago belum merasakan bantuan, dimana orang lain yang menerima bantuan lauk pauk itu telah lama dimakan lagi oleh lauk dikolam ikan alias jadi cirik.
    Salmi, 34, salah seorang warga Korong Tembok, Kenagarian Sintuak, dan Cici Fatmawati, 30, warga V Hindu, Kenagarian Batu Kalang, Kecamatan Padang Sago kepada Singgalang, Senin (26/10) secara terpisah mengaku belum menerima bantuan lauk pauk dari pemerintah.
    Mereka tidak tahu pasti kapan bantuan itu dicairkan pihak nagarinya. "Ya dalam kondisi seperti ini, jelas bantuan sedikit apapun sangat berarti bagi kelangsungan hidup. Sebab, pascagempa yang namanya usaha untuk menghasilkan uang juga belum bisa dilakukan, lantaran masih membersihkan rumah dari puing-puing kehancuran akibat gempa, "kata Salmi dan Cici.
    Dilain pihak, Buyuang salah seorang warga Ambung Kapur, Kenagarian Sungai Sariak mengaku orangtuanya telah menerima bantuan lauk pauk. Namun, dia merasa terkejut, lantaran mendengar bantuan sebanyak Rp150 ribu. Betapa tidak, orangtuanya mengalami kehancuran rumah bersama masyarakat lainya, hanya menerima bantuan sebanyak Rp50 ribu.
    Dalam pembagian uang itu, aku Buyuang, walikorongnya mengaku bahwa tidak ada pemotongan uang bantuan tersebut. Lalu, kalau tidak ada dipotong, kok menerimanya hanya Rp50 ribu, sementara nagari lain Rp150 ribu. Apa berbeda bantuan itu di setiap nagari ? Katanya setengah bertanya.
    Ketua Badan Musyawarah (Bamus) Nagari Koto Baru, Kecamatan Padang Sago, Tuanku Afredison, AR kepada Singgalang, Senin (26/10) via ponselnya merasa nagarinya telah menerima bantuan lauk pauk, sesuai dengan laporan. "Untuk Koto Baru bantuan itu sebanyak Rp98 juta lebih, yang dalam dua hari ini akan dibagikan kepada masyarakat yang tersebar di empat korong, Tungka Kampuang Panyalai, Solok Pintu Gabang, Lapau Cubadak dan Korong Kapuah, "katanya.
    Bantuan tersebut sesuai petunjuk, masing-masing kepala keluarga yang rumah mengalami rusak berat akan mendapatkan Rp150 ribu. "Selaku perwakilan masyarakat di nagari, Bamus telah memberikan masukan kepada semua walikorong dan walinagari, agar semua batuan itu utuh diserahkan kepada masyarakat. Tidak satu sen pun yang dipotong, "katanya.
    Afredison melihat resiko pemotongan bantuan, apalagi yang namanya bantuan gempa, itu sangat tinggi. Kalau tidak didunia ini, di akhirat pun orang yang melakukan hal itu juga akan dapat ganjaran dari Yang Maha Kuasa.(dam)
-----------------------------------------------------------
-Sebanyak 800-1.000 Paket Setiap Hari
Tim Relawan Yobana Samial Siap Membangunkan Rumah

Pariaman--Sejak dua hari pascagempa sampai hari ini, Yobana Samial, S.H terus berkeliling disepanjang Padang Pariaman. Selaku insan yang diberikan kelebihan harta oleh Tuhan, Yobana Samial bersama keluarganya, Hendri Final, S.H, setiap harinya selalu membagikan paket sembako dari 800-1.000 paket yang diberikan kepada masyarakat yang sangat membutuhkan/hari.
    Kepada Singgalang, Senin (26/10) Yobana Samial yang juga Ketua DPC Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Padang Pariaman ini melihat bantuan tanggap darurat untuk masyarakat korban gempa, masih sangat dibutuhkan. Terutama masyarakat yang tinggal disepanjang pesisir pantai, mulai dari Ketaping, sampai ke Batang Gasan.
    Nyaris setiap hari, iring-iringan mobil yang membawa paket terus bergerelia disejumlah perkampungan, seperti Sungai Limau, Toboh Gadang, Sintuak, Sicincin, Pilubang, Pakandangan, Ulakan, Sunua dan lainnya. "Sementara, untuk Tandikek, Sungai Geringging dan Padang Sago memang saya belum masuk, lantaran banyak pihak sangat terfokus di tiga kecamatan tersebut.
    Disamping paket itu berisi lima kilo beras, juga diisi dengan indomie, gula, roti serta kain selimut. Semua bantuan yang telah disalurkan, tidak terhitung lagi jumlahnya. "Pokoknya, mengalir bantuan dari keluarga serta teman-teman saya dari Jakarta, selalu didistribusikan secepat mungkin, "katanya.
    Sementara, kata Yobana Samial, untuk masyarakat selain tersebut, saatnya dilakukan renovasi dan rekonsiliasi terhadap rumahnya. "Salama dua hari ini saya akan mengakhiri bantuan tanggap darurat berupa paket untuk masyarakat. Kini tengah dirancang bantuan untuk rumah masyarakat. Untuk itu saya tengah melakukan pelatihan terhadap 10 tenaga relawan, yang nantinya siap membangun rumah masyarakat, "katanya.
     "Nanti pihak relawan disiapkan dengan berbagai kelengkapan tukang, termasuk makan dan minum plus penginapannya, selama melakukan rekonsiliasi rumah masyarakat. Insya Allah dalam satu hari akan disipkan tiga rumah siap huni. Persiapan kearah itu telah dilakukan dengan matang, tinggal lagi untuk memulainya, "katanya. (dam)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar