Minggu, 04 Maret 2018

Panitia Pilwana Bedah Visi Misi Calon Walinagari

Lubuk Alung--Dari lima orang Balon Walinagari Lubuk Alung yang mendaftar ke panitia Pilwana, kelimanya ditetapkan jadi calon Walinagari, Jumat (2/3) lalu. Hari itu juga dilansungkan pengambilan nomor urut calon di Kantor Walinagari setempat, di kawasan Bukik Lubuk Alung.
Ketua Pilwana Lubuk Alung, Sutan Yardi kepada Singgalang menyebutkan, pengambilan nomor urut tuntas, dan terlaksana dengan baik sesuai rencana. Dodi Mulyadi mendapat nomor urut satu. Firdaus nomor dua, Abrizaldi dapat nomor tiga.
Sedangkan Hilman H dapat nomor empat, dan Harry Subrata Datuak Rangkayo Basa meraih nomor lima. "Tahapan Pilwana selanjutnya, adalah penyampaian visi misi seluruh calon yang akan diadakan akhir bulan ini," kata Yardi.
Menurut dia, jumlah daftar pemilih tetap (DPT) di Lubuk Alung mencapai 4.800 an tersebar di delapan korong. Mulai dari Korong Kabun Kopi, Kampuang Durian, Pasa Mudiak, Koto Buruak, Gantiang, Padang Baru, Kayu Gadang, dan Korong Surantiah.
Dengan DPT sebanyak itu, pihaknya telah menetapkan jumlah tempat pemungutan suara (TPS) pada Pilwana 4 April mendatang sebanyak 15 unit yang nantinya di tempatkan di seluruh korong yang ada.

Balah Hilia

Sementara itu, panitia Pilwana Nagari Balah Hilia Lubuk Alung juga menetapkan lima orang calon walinagarinya, Jumat (2/3) juga dilakukan pengambilan nomor urut calon di kantor nagari setempat.
Ketua Pilwana Balah Hilia, Hendri Dunan Labai Mangkuto menyebutkan, nomor urut satu didapatkan Iskandar Bustami. Sedangkan nomor dua diraih Afrizal. Doni Nofriadi Datuak Kayo berhasil mendapatkan nomor urut tiga.
Nomor empat didapatkan Mailon Maneza, dan nomor lima alias nomor terakhir diambil Syafruddin. Menurutnya, tahapan Pilwana selanjutnya, adalah penyampaian visi misi seluruh calon di hadapan masyarakat Balah Hilia.
Hendri Dunan menyebutkan, pihaknya telah menetapkan 16 tempat pemungutan suara (TPS) yang tersebar di sembilan korong; Balah Hilia Utara, Palayangan, Pasa Kandang, Kampuang Sabalah, Kampuang Tangah, Kabun Baru, Kampuang Ladang, Pasa Jambak, dan Korong Kampuang V Koto.
"Dalam korong yang sebanyak itu pula tinggalnya pemilih yang telah terdaftar dalam pemilih tetap (DPT) Balah Hilia sebanyak 5.200 an. Kita berharap, hajatan yang dilakukan serentak di 74 nagari di Padang Pariaman ini sukses mengantarkan walinagari Balah Hilia yang defenitif," ungkapnya.

Sungai Abang

Penetapan dan pengambilan nomor urut calon walinagari juga dilakukan di Sungai Abang Lubuk Alung. Lima calon yang ditetapkan, Sabtu (3/3) malam berhasil mendapatkan nomor urut yang dipilih langsung oleh calon bersangkutan.
Asnawir Purnama, salah seorang panitia Pilwana Sungai Abang menyebutkan, pengambilan nomor urut calon dilakukan Sabtu malam, dan sukses dengan baik. Untuk nomor urut satu didapatkan Mashendri. Sedangkan nomor dua diambil Ichwan Boestami, nomor tiga Joni Efendi.
Selanjutnya, nomor empat diraih Syaiful dan nomor lima diambil Abdurrahman Datuak Rangkayo Balai. "Daftar pemilih tetap (DPT) mencapai 2.642 pemilih di empat korong, yakni Korong Rimbo Panjang, Sungai Abang Dalam, Pasa Gaduang, dan Korong Kampuang Ladang," kata Asnawir Purnama.
Dengan pemilih yang sebanyak itu, pihaknya juga telah menetapkan sembilan tempat pemungutan suara (TPS). "Sesuai tahapan yang diberikan panitia daerah, maka akhir bulan ini dilakukan penyampaian visi misi seluruh calon yang telah ditetapkan tersebut," ungkapnya. (501)

Kedepankan Azas umum Pemerintahan Walinagari tak Perlu Takut Menjalan Program Pembangunan

Parit Malintang--Program Pembinaan Masyarakat Taat Hukum (Binmatkum) merupakan kegiatan yang diprakarsai oleh Kajaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Barat bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman. Kegiatan berlangsung di Aula Kantor Bupati, Parit Malintang, Kamis lalu.
Kegiatan Binmatkum ini dibuka secara resmi oleh Bupati Ali Mukhni yang dihadiri oleh Wakajati Sumbar, Irdam beserta rombongan, Wakil Bupati Suhatri Bur dan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopinda) dengan peserta kurang lebih 300 orang yang terdiri dari unsur Organisasi Pimpinan Daerah (OPD), Camat, Walinagari dan Bamus Nagari di lingkungan Pemkab Padang Pariaman.
Bupati Ali Mukhni mengatakan, pihaknya meyambut baik dan mendukung sepenuhnya kegiatan ini guna mewujudkan visi misi kabupaten Padang Pariaman 2016 – 2021. Pemkab  berkomitmen tinggi untuk mewujudkan pemerintahan yang berwibawa, transparan dan bertanggungjawab.
Ali Mukhni mengingatkan pimpinan OPD (termasuk camat) serta walinagari tidak perlu takut dalam melaksanakan program dan kegiatan di lingkungan masing-masing. Meski demikian, hal itu tentu harus dilakukan dengan tetap mengedepankan asas-asas umum pemerintahan yang baik sehingga birokrasi sebagai alat pemerintah dapat bekerja lebih baik serta hasil atas setiap program dan kegiatan yang dilaksanakan dapat dipertanggungjawabkan dengan baik pula.
Khusus untuk walinagari, Ali Mukhni menekankan, sesuai Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, Pemerintahan Nagari mempunyai kewenangan besar dalam mengelola keuangan dan pembangunan di nagari. Apalagi saat ini anggaran yang dikelola oleh pemerintah nagari di Kabupaten Padang Pariaman cukup besar, baik yang bersumber dari APBD kabupaten, provinsi maupun dari APBN.
Wakajati Sumbar Irdam yang didampingi oleh Kajari (Kepala Kajaksaan Negeri) Pariaman Efrianto menyampaikan materi tentang Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi, Tim Pengawalan Pengamanan Pemerintahan dan Pembangunan Daerah (TP4D) dan Teknis Penggunaan Dana Desa.
Wakajati Irdam juga mempertegas apa yang disampaikan Bupati Ali Mukhni, Pimpinan OPD (termasuk camat) serta walinagari tidak perlu takut dalam melaksanakan program dan kegiatan yang sudah dianggarkan dengan tetap menjalankanya sesuai dengan mekanisme dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
"Sesuai dengan program pemerintah, membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah dan desa, artinya pembangunan tersebut berbasis di desa-desa atau nagari," papar Wakajati.
Kajari Pariaman Efrianto mengingatkan kepada para walinagari khususnya dalam pelaksanaan kegiatan pembangunan fisik harus berdasarkan pada standar harga yang telah ditetapkan oleh pemerintah daerah. Selain itu, ia juga mengingatkan sanksi terhadap walinagari dan perangkatnya yang melakukan penyelewengan dana desa /nagari. (501)

Harapan Nagari Kasang Mendatang Jangan Ada Lagi Ayam Mati Kelaparan di Lubung Padi

Batang Anai--Ditetapkannya Nagari Kasang sebagai "Nagari Mandiri" oleh Pemerintah Pusat pada 2017 lalu, tak menjamin habisnya masyarakat miskin di nagari itu. Buktinya, saat ini tercatat 382 kepala keluarga di nagari yang terletak di Kecamatan Batang Anai ini masih menerima beras miskin tiap bulan.
"Yang namanya kemiskinan itu tidak akan pernah habisnya. Berkurang iya. Sebab, pertama kali saya jadi Sekretaris di Pemerintahan Nagari Kasang, jumlah KK miskin itu mencapai 500 an. Kini hanya 300 an," kata Ali Amat, Sekretaris Nagari Kasang.
Penurunan jumlah KK miskin tersebut terus terjadi. "Alhamdulillah, tiap tahun datanya terus berkurang. Tentunya hal itu bagian dari tugas pemerintah terhadap masyarakatnya.
Di Samping itu, kata dia, pembangunan juga terus dilakukan. Di nagari yang penduduknya mencapai 12 ribu jiwa ini, tahun 2017 menerima Alokasi Dana Desa (ADD) sebesar Rp1 miliar lebih. Peruntukannya, Rp700 juta untuk pembangunan fisik, dan Rp300 juta untuk tambahan modal BumNag. Sedangkan Alokasi Dana Nagari (ADN) yang bersumber dari APBD Padang Pariaman, tahun kemarin itu diterima sebanyak Rp1,78 miliar.
Ali Amat menyebutkan, di antara pembangunan fisik yang dilakukan tahun lalu itu, pembangunan jalan rabat beton di Sungai Pinang dan Kampuang Jambak. Pembuatan batu baronjong di Kampung Sikumbang, pemasangan tembok penahan tebing di Kasai, Dusun Baru dan Kampuang Chaniago.
Selanjutnya, pembangunan drainase di Bintungan. Katanya lagi, dana dari ADN, di samping untuk pembangunan, juga ada buat pemberdayaan, seperti pemberian honor imam, khatib, bilal, garin yang seluruhnya berjumlah 32 orang di nagari ini. Masing-masingnya menerima Rp1,8 juta dalam setahun dalam dua tahap penerimaan. Untuk guru mengaji, kader Posyandu, guru TK/PAUD juga demikian.
Nagari Kasang, sebutnya, terdiri dari 10 korong. Mulai dari Korong Sungai Pinang, Duku, Kasai, Bintungan, Chaniago, Koto, Jambak, Guci, Tanjung dan Korong Sikumbang. "Nagari ini tidak ada pemekaran, seperti yang terjadi pada nagari lain di Padang Pariaman. Makanya, jumlah pemilih di nagari ini mencapai 10 ribu jiwa lebih yang nantinya akan diperebutkan oleh calon walinagari dalam Pilwana serentak April mendatang," ungkapnya.
"Orang lain mungkin senang melihat nagari ini lantaran banyaknya perusahan besar beraktivitas," sebutnya. Namun, kenyataannya, perusahan besar yang cukup banyak itu belum memberikan mafaat terhadap kemajuan nagari ini. Seperti yang ada dalam peraturan, bahwa 1,2 persen CSR perusahaan itu untuk bina lingkungan.
Dia berharap, Walinagari Kasang yang akan dihasilkan oleh Pilwana nanti mampu melakukan terobosan demikian. Di samping CSR yang belum jelas untuk nagari, para pekerja yang asli anak Nagari Kasang hanya kecil pula persentasenya di seluruh perusahaan tersebut.
Ini tentunya PR besar bagi walinagari yang akan memimpin nagari ini enam tahun mendatang. "Jangan lagi ada ayam mati kelaparan di lumbung padi. Hanya orang perorang yang memanfaatkan perusahaan demikian. Untuk kesejahteraan masyarakat, agaknya belum ada dan tak jelas pula," ulas Ali Amat. (Damanhuri)

Dilema dan Potensi Kegaduhan yang Tinggi Ketua Pilwana Lurah Ampalu Mengundurkan Diri dari Kepanitiaan

VII Koto--Kebutuan panitia Pemilihan Walinagari (Pilwana) Lurah Ampalu dalam menetapkan tiga Balon Walinagari setempat menjadi calon tak menemui alternatif solusi. Setelah surat Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Padang Pariaman 2 Maret lalu yang dinilai panitia tidak tegas, Baharuddin selaku Ketua Pilwana menyatakan mundur dari kepanitiaan.
Minggu (4/3) kemarin, Baharuddin awalnya ingin adanya penegasan dari panitia daerah, tentang seorang Balon Walinagari, Syofyan yang telah diklarifikasi keabsahan ijazahnya, ada ketegasan DPMD yang menyatakan, bahwa yang bersangkutan tidak boleh ikut.
Namun, DPMD melalui suratnya nomor 140/288/DPMD-2018 tanggal 2 Maret 2018, perihal Verifikasi keabsahan ijazah/STTB a.n Sdr Syofyan, meminta Camat VII Koto Sungai Sariak sebagai panitia daerah di kecamatan menjaga situasi dan kondisi tetap aman dan kondusif, serta memfasilitasi komunikasi pihak terkait yang ada di Lurah Ampalu.
Kemudian, panitia Pilwana Lurah Ampalu diminta tetap melaksanakan tahapan Pilwana sesuai aturan yang telah ditetapkan. "Panitia berhak melanjutkan Pilwana. Dan panitia daerah tak ingin pula terlalu dalam melakukan intervensi kelangsungan Pilwana," kata Erman, Kepala DPMD Padang Pariaman.
Kepala Singgalang, Erman mengaku terkejut tindakan mundurnya ketua panitia Pilwana Lurah Ampalu. "Kita tak ingin Pilwana yang telah diseting sedemikian rupa rusak akibat persoalan ini," ujar dia pada Singgalang, Minggu kemarin.
Baharuddin menyebutkan, Balon Walinagari yang mendaftar tiga orang; Syofyan, Zulkifli dan Ais Surya. Nah, dari tiga Balon, Syofyan yang juga Balon incumbent punya ijazah SMP yang dinilai membingungkan, dan jadi tanda tanya oleh penyelenggara.
Dia masuk sekolah SMP INS Kayutanam pada 1970, tamat pada 1977. "Kita klarifikasi ke sana. Hasilnya, INS Kayutanam pada 13 Februari mengeluarkan surat keterangan, bahwa yang namanya Syofyan tidak tamat dari SMP INS Kayutanam. Itu tegas dalam surat keterangan nomor 244/SMA-INS/HM/II-2018 yang ditandatangani Kepala SMA INS, H. Hendrizal," ujar Baharuddin.
Tak berselang lama, tepatnya pada 20 Februari, datang lagi surat keterangan INS Kayutanam dengan nomor 252/SMA-INS/HM/II-2018 yang menguatkan bahwa Syofyan adalah siswa SMP INS Kayutanam dari tahun 1973 hingga 1977, dengan nomor induk siswa 310 dan tamat dengan memperoleh ijazah.
Hebatnya, dalam surat yang sama, INS menegaskan kalau terjadi kekeliruan di kemudian hari, INS tak mau terlibat dalam konsekwensi hukum. Surat juga ditandatangani Hendrizal, selaku Kepala SMA INS Kayutanam.
Jadi, kata Baharuddin, mengingat kenyamanan pelaksanaan Pilwana dan amannya situasi di tengah masyarakat, dia lebih memilih mundur. Insya Allah, surat mundur tertanggal 4 Maret 2018 ini akan diberikannya ke Bamus, selaku lembaga yang telah mensyahkannya sebagai panitia.
"Ini situasinya serba sulit. Lanjut Pilwana dengan tiga orang calon walinagari punya risiko kegaduhan dan ketegangan yang amat tinggi. Begitu juga lanjut dengan dua calon, dengan menggugurkan Syofyan, juga punya risiko yang sangat riskan pula. Sebab, dari lima orang panitia, tiga setuju untuk menggugurkan Syofyan setelah klarifikasi ijazah yang bersangkutan. Sedangkan dua orang lagi, sangat tidak setuju menggugurkan Syofyan. Mundur dari panitia, adalah jalan terbaik," ujar dia.
Bersamaan dengan mundurnya Baharuddin jadi Ketua Pilwana Lurah Ampalu, panitia lainnya, yakni Ali Basir dan Saiful Anwar juga mengundurkan diri dari kepanitiaan Pilwana. Jadi, tiggalah dua orang panitia; Hj. Januarni Ali dan Hj. Nursini yang tidak atau belum mengundurkan diri.
Ketua Lembaga Perbadayaan Masyarakat (LPM) Lurah Ampalu, Hasan Basri ingin proses ajang demokrasi tingkat lokal itu mulus, dan tak punya kendala yang berarti. "Dengan kondisi ini, alangkah baiknya Pilwana Lurah Ampalu diundur saja tahun depan. Sebab, dinamika yang sedang terjadi sudah tidak sehat, dan besar kemungkinan akan menimbulkan kegaduhan," ungkapnya.
Berbekal mundurnya ketua panitia bersama sejumlah panitia lainnya, Hasan Basri minta Pemkab Padang Pariaman menegaskan untuk mengundurkan Pilwana serta memperpanjang masa tugas Pejabat Walinagari Lurah Ampalu sekarang. (501)

Sabtu, 03 Maret 2018

Polemik Pilwana Anduriang Berakhir Lima Calon Walinagari Siap Ikuti Debat Terbuka

Anduriang--Proses Pemilihan Walinagari (Pilwana) Anduriang yang diperkirakan bakal heboh, lantaran terjadinya ketegangan antara Bamus dengan panitia tersebab gugurnya tiga orang Balon menjadi calon, akhirnya proses itu berjalan sesuai harapan. Diharapkan, Pilwana yang akan berlangsung pada 4 April mendatang itu menghasilkan walinagari yang diinginkan oleh masyarakat setempat.
Jumat (2/3), setelah menerima hasil seleksi akhir Balon Walinagari dari panitia kabupaten, maka hari itu juga panitia langsung mengadakan rapat pleno penetapan calon walinagari. Hasilnya, dari enam orang Balon; Arman Joni, Eli Suarni, Dedi Swandi, Syawiruddin, Misterlis dan Mukhlis tereliminasi satu orang, yakni Mukhlis, dan calon Walinagari Anduriang ditetapkan lima orang.
Sabtu (3/3), panitia membacakan surat keputusan rapat pleno dihadapan Camat Kecamatan 2x11 Kayutanam, Ketua Bamus Anduriang Yosefrizal beserta anggota, dan sejumlah tokoh masyarakat setempat, dan sekaligus pengambilan nomor urut calon, yang dilakukan secara transparan dan terbuka.
Nomor urut satu didapatkan Misterlis. Mantan Walikorong Asam Pulau ini merasa senang dengan pilihan tersebut. Selanjutnya, nomor urut dua diperoleh Syawiruddin, tokoh Anduriang yang berkecimpung di Kelompok Tani Sepakat Korong Lubuak Aur. Kemudian, nomor urut tiga diraih Eli Suarni. Satu-satunya calon walinagari perempuan di nagari yang terletak di ikue darek kapalo rantau ini seperti mendapatkan nomor dambaannya.
Hingga Saat ini, Eli Suarni yang masih menjabat Walikorong Asam Pulau itu merasa mendapat anugrah atas nomor tersebut. Sementara, nomor urut empat diambil Arman Joni. Mantan Ketua Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) di Anduriang tersebut merasa beruntung dengan pilihan itu. Apalagi, Pilwana juga akan digelar pada tanggal 4 April mendatang.
Nomor lima sepertinya teruntuk buat Dedi Swandi. Mantan Sekretaris Pemerintahan Nagari Anduriang ini meskipun tak hadir dalam pengambilan nomor urut lantaran sakit, dia tetap menerima apa yang dihasilkan dalam pengudian yang diwakili oleh salah seorang timnya itu.
Mulyadi, Sekcam Kecamatan 2x11 Kayutanam yang mewakili Camat Ali Amri berharap, Pilwana Anduriang mampu melahirkan pemimpin yang baik, membawa perubahan ke arah yang lebih rancak lagi. "Biduak lalu, kiambang batauik," kata dia.
Artinya, kata Mulyadi, segala silang sengketa yang terjadi selama proses berjalan menjadi sirna dan hilang. Yang ada hanya satu, yakni terwujudnya Pilwana yang akan melahirkan walinagari yang diinginkan masyarakat Anduriang secara keseluruhan.
Ketua Pilwana Anduriang, Hardi Candra merasa lega dan senang, karena tahapan berjalan sesuai jadwal yang telah ditentukan. Tahapan selanjutnya adalah deklarasi kampanye damai yang akan dilakukan pada 25 Maret. Dua hari setelah itu, dilakukan penyampaian visi dan misi seluruh calon walinagari. Kemudian, selama tiga hari mulai 29-31 Maret dilakukan debat terbuka bagi seluruh calon walinagari.
"Setelah pengundian ini, kita langsung menempelkan hasil, yakni calon yang sudah ditetapkan tersebut ke seluruh korong yang ada di Nagari Anduriang," ujar Candra.
Dia berharap, masyarakat Anduriang yang telah punya hak pilih yang telah ditetapkan dalam daftar pemilih tetap (DPT) agar dapat memberikan hak suaranya pada hari yang telah ditentukan itu. "Kepada seluruh perantau Anduriang di seluruh Indonesia untuk ikut menyukseskan hajatan ini, tentunya dengan memberikan dorongan kepada dunsanak di kampung untuk datang ke TPS," harapnya. (501)

Pilwana Serentak Padangpariaman, Ansor Minta Jaga Stabilitas Daerah

Padang Pariaman--Pelaksanaan Pemilihan Walinagari (Pilwana) serentak di Kabupaten Padang Pariaman yang diadakan April mendatang mulai menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat. Dalam proses penetapan calon yang melebihi kuota lima orang, muncul protes dan ketidak-senangan di antara warga di nagari.
Ketua Gerakan Pemuda Ansor Padang Pariaman, Zeki Aliwardana menyebutkan, memanasnya suasana di nagari yang melaksanakan Pilwana patut menjadi perhatian. Dari 74 nagari yang melaksanakan Pilwana, sudah ada indikasi menimbulkan konflik antar kandidat dan pendukungnya.
“Kita ingin pelaksana Pilwana serentak ini menghasilkan walinagari yang berkualitas. Masing-masing pihak harus menjaga stabilitas dan ketentraman di tingkat lokal. Jangan sesama calon dan tim sukses saling menjelekan, memfitnah dan hindarilah konflik horizontal dan vertical di nagari,” kata Zeki menambahkan.
Dari informasi yang diperoleh di lapangan, sudah ada indikasi pertikaian perselisihan, baik calon, panitia, tim sukses maupun pihak lain yang berkepentingan di tingkat nagari. “Kita berharap semua unsur yang terlibat dalam Pilwana ini taat aturan, taat prosedur yang sudah ditetapkan. Baik secara perundung-undangan, Perda maupun Perbup. Jangan memaksakan kehendak, jika memang ada hal-hal yang tidak bisa dipenuhi secara aturan. Siapa pun hendaknya menerima keputusan yang sudah disepakati,” kata Zeki.
Ansor menghimbau kepada calon, panitia dan pihak terkait dalam Pilwana mengedepankan etika dan estetika dalam berdemokrasi di tingkat nagari. "Mari kita bangun demokrasi yang lebih santun, berwibawa dan professional. Semua pihak yang terkait senantiasa mengedepankan pemikiran positif dalam menanggapi setiap isu-isu yang dibangun pada proses politik di tingkat nagari ini,” kata Zeki menambahkan.
Menurutnya, Ansor Padang Pariaman mulai tingkat cabang hingga anak cabang tetap memonitor dan mengawasi penyelenggaraan Pilwana serentak yang berlangsung di masing-masing nagari. (501) 

Pilwana Lareh Nan Panjang Barat Zulfadli Optimis Raih Suara Terbanyak

VII Koto--Tokoh muda Nagari Lareh Nan Panjang Barat, Kecamatan VII Koto Sungai Sariak, Mhd. Zulfadli optimis mampu meraih suara terbanyak dalam pemilihan walinagari (Pilwana) setempat, 4 April mendatang. Dengan nomor urut 2, Zulfadli makin yakin mampu menyakinkan masyarakat nagari untuk berbuat maksimal nantinya jika dipercaya menjabat walinagari.
Demikian diungkapkan Zulfadli usai pencabutan nomor urut, Kamis (1//3) di kantor Walinagari Lareh Nan Panjang Barat. Meski Zulfadli mendapat kesempatan terakhir dalam pencabutan nomor, namun meraih nomor 2. Sedangkan calon lain, Taherman No. 1, Abasri No. 3 dan Asrul Maiyulis No. 4.
Ketua Panitia Pilwana Nagari Lareh Nan Panjang Ayang Setiawan, Jumat (2/3) menyebutkan, dengan ditetapkan nomor urut calon, maka tahapan berikutnya sosialisasi ke masyarakat. Diharapkan mampu memperkenalkan calon Walinagari masa bakti 2018-2024 yang akan memimpin nagari ini.
“Dengan sosialisasi yang dilakukan Panitia Pilwana maupun masing-masing calon, diharapkan masyarakat tidak salah pelihannya nanti. Masyarakat diharapkan memilih dengan cerdas,” kata Setiawan.
Menurut Setiawan dari empat calon, Zulfadli merupakan calon paling muda dan satu-satunya berpendidikan sarjana dari kandidat yang akan bertarung. “Tahapan berikutnya, penyampaian visi misi masing-masing calon pada 27 Maret mendatang. Diharapkan penyampaian visi misi calon ini dapat melihat kemampuan masing-masing calon yang akan dipilih,” kata Setiawan menambahkan.
Dibagian lain, Zulfadli menambahkan, siap menyampaikan visi dan misi jika dipercayakan masyarakat. “Insya Allah, saya akan sampaikan kenapa harus maju dalam Pilwana ini. Walaupun ada pihak yang mencoba memintanya mundur, tapi demi membangun Lareh Nan Panjang Barat, permintaan tersebut terpaksa ditolak,” kata kata Zulfadli alumni Fakultas Ushuluddin Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol Padang yang lulus dengan prediket cum laude (3,5) ini.
Dengan sudah ditetapkan nomor urut ini, kata Zulfadli, dirinya semakin optimis melakukan sosialisasi ke masyarakat. “Angka dua ini memiliki makna sendiri bagi saya. Mudah-mudahan angka dua ini memberikan pertanda keberhasilan dalam pemilihan walinagari nantinya,” kata Zulfadli.
Ketika kuliah Zulfadli termasuk aktif berorganisasi. Pernah menjabat Ketua Rayon Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Fakultas Ushuluddin UIN IB (2012-2013). Kini menjabat Komando Satuan Koordinasi Cabang (Satkorcab) Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Padang Paeiaman ini. (501)