Bupati Ali Mukhni
Dukungan Masyarakat dan Perantau Kunci Kesuksesan Pembangunan
Tapakis--Pembangunan mega proyek di kawasan Pantai Tiram, Kecamatan Ulakan Tapakis mendapat perhatian dari perantau dan tokoh masyarakat Ulakan, H. Sidi Dahlan. Perhatian itu tampak, saat ia bersama Bupati Padang Pariaman, H. Ali Mukhni meninjau gedung Badan Pendidikan dan Pelatihan Ilmu Pelayaran (BP2IP), Jumat lalu.
Sidi Dahlan mengaku bangga dengan keberadaan BP2IP yang sangat megah, dan akan menjadi yang terbesar di Indonesia. "Alhamdulillah, saya tidak menyangka gedung yang sangat megah ini dibangun di di Tiram, Ulakan Tapakis. Ini bukan suatu wacana lagi, tapi sudah fakta," katanya sambil melihat masterplan gedung BP2IP.
Ia menghimbau seluruh masyarakat Ulakan Tapakis, agar mendukung penuh pembangunan BP2IP. Kalau ada tanah yang terkena diselesaikan secara baik-baik, karena dampak pembangunan tersebut juga untuk masa depan anak cucu di wilayah sekitar, dan akan menjadi amal ibadah di hadapan Allah SWT.
"Bupati Ali Mukhni sudah capek-capek membangun nagari kita di Ulakan Tapakis, tapi kita pula yang tidak mendukung. Ini kan aneh. Pembangunan bertujuan untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat," katanya lagi.
Bupati Ali Mukhni terlihat bersemangat mendapat dukungan dari perantau, yang memang dari awal selalu melibatkan perantau dalam kegiatan pembangunan. Ia sependapat dengan Sidi Dahlan, bahwa program pembangunan hanya semata-mata untuk kepentingan masyarakat.
Dijelaskannya, saat ini telah selesai dua buah bangunan gedung BP2IP yang direncakan sebanyak 30 buah bangunan serupa. BP2IP akan dilengkapi bangunan asrama, laboratorium, simulator, ruangan makan, sarana ibadah, olahraga, perumahan dosen, rektorat dan sarana pendukung lainnya. Pembangunan yang menelan biaya Rp1,5 triliun ini akan menampung 6.000 siswa dari seluruh Indonesia.
"Kita patut bersyukur, karena mega proyek nasional bisa diletakkan di Padang Pariaman. Mulai BP2IP, pelabuhan, asrama haji, jalan lingkar, MAN Insan Cendikia, Main Stadion, makam Syekh Burhanuddin, Akademi Komunitas dan masih banyak lagi pembangunan lainnya. Semua itu berjalan sukses, apabila mendapat dukungan dari perantau dan masyarakat," kata Ali Mukhni yang didampingi Kabag Humas Hendra Aswara. (525)
-----------------------------------------
DPT Pileg Jadi DPS Pilpres
Golkar, NasDem dan Demokrat Pimpin DPRD Padang Pariaman
Padang Pariaman--Sesuai jadwal yang sudah ditetapkan KPU selaku pihak penyelenggara Pileg 9 April lalu, 11 Mei nanti nama 40 orang wakil rakyat hasil pilihan masyarakat ditetapkan. Tahapan yang selesai, baru penetapan suara yang didapatkan 12 partai politik peserta.
Ketua KPU Padang Pariaman, Vifner kepada Singgalang, Minggu (27/4) lalu menyebutkan, dari 302.990 daftar pemilih tetap (DPT) daerah itu saat Pileg, secara resmi telah jadi daftar pemilih sementara (DPS) untuk Pilpres yang akan datang. Dari sebanyak itu, hanya 65,23 persen partisipasi pemilih yang datang ke TPS, menggunakan hak suaranya selaku warga negara.
Hasil pleno terbuka rekap suara yang dilakukan pekan lalu, ternyata Partai Golkar keluar sebagai juara satu. Partai berlambang pohon beringin ini mampu meraup 28.517 suara atau 14,55 persen. Melihat perolehan suara yang didapatkan partai pimpinan Aburizal Bakrie ini di empat Dapil, dipastikan Golkar dapat lima kursi. Caleg Golkar yang dipastikan duduk itu; H. Faisal Arifin Rangkayo Majo Basa, Zuardin (Dapil I), Syafrizal (Dapil II), Desril Yani Pasha (Dapil III), dan Syahrul Datuak Lung (Dapil IV).
Sedangkan juara dua direbut Partai NasDem. Partai yang mengusung gerakan perubahan ini mampu membuat kejuatan yang sangat luar biasa ditengah dinamika politik Padang Pariaman. Partai pimpinan Surya Paloh ini mendapatkan 20.709 suara atau 10,57 persen. Dari peta suara yang dirangkum, dipastikan pula partai ini mengirim wakilnya sebanyak lima orang. Kelima caleg-nya yang melenggang ke DPRD daerah itu; Kamarsam (Dapil I), Alfa Edison (Dapil II), Mothia Azis Datuak Nan Basa dan Suhardiman (Dapil III), Munafestoni (Dapil IV).
Urutan ketiga diambil Partai Demokrat. Partai yang saat ini di pimpin Presiden SBY ini agaknya harus puas dengan posisi demikian, meskipun Pileg 2009 Partai Demokrat juara satu di Padang Pariaman dan di nasional. Dukungan yang didapatkan Demokrat pada Pileg 9 April lalu sebanyak 19.847 suara atau 10,13 persen. Dengan ini, dari enam kursinya saat ini, hanya tinggal empat kursi untuk lima tahun depan. Keempat caleg Demokrat yang dapat dukungan itu; Zul Efendi (Dapil I), Basir (Dapil II), Pepforil (Dapil III), dan Januar Bakri (Dapil IV).
Sedangkan posisi keempat disambet PKB. Partai yang hanya dapat satu kursi pada Pileg lima tahun lampau ini, ternyata 9 April lalu PKB melaju kencang. Partai berlambang bintang sembilan, yang mengusung motto; 'membela yang benar' itu mampu mendapatkan suara sebanyak 19.689 atau 10,05 persen. Besar keberuntungan bagi partai berbasiskan Islam Ahlussunnah waljamaah ini, mampu menempatkan empat kursi nantinya. Nama caleg PKB yang duduk itu; Ali Nusir (Dapil I), Syafri CR (Dapil II), Syafrinaldi (Dapil III), dan Hasan Basri (Dapil IV).
Berikutnya urutan lima direbut Partai Gerindra. Partai dengan lokomotif Prabowo Subianto ini dapat 19.357 suara yang setara 9,88 persen. Caleg Gerindra yang selalu mengusung pendiri partainya di setiap baliho, dan alat peraga kampanye itu adalah; Tri Suryadi (Dapil I), Ramli (Dapil II), Jempol (Dapil III), dan Happy Neldy (Dapil IV).
PKS berada di urutan enam. Pileg 9 April, tampak perjalanan PKS stabil, dan tetap dapat empat kursi, dengan perolehan suara sebanyak 15.842 suara yang setara dengan 8,08 persen. Hebatnya, keempat caleg PKS yang beruntung itu, orang baru semua. Mereka adalah; Jon Hendri (Dapil I), Bahzar (Dapil II), Hendrawati (Dapil III), dan Suryadi Zukri Ali (Dapil IV).
Meskipun PDI Perjuangan partai pemenang utama tingkat nasional versi hitungan cepat, di Padang Pariaman partai yang dipimpin Megawati Soekarnoputri ini hanya bertengger pada posisi ke tujuh. Walau demikian, PDI Perjuangan meningkat jumlah kursinya dari Pileg 2009 silam. Lewat suara sebanyak 15.079 atau 7,69 persen. Keempat caleg-nya yang duduk itu; Salman Hardani (Dapil I), M. Defriadi Datuak Rangkayo Basa (Dapil II), Zaiful Leza (Dapil III), dan Herry Syahnil (Dapil IV).
Dibawah PDI Perjuangan adalah PPP. Partai berazaskan Islam ini dapat 14.944 suara atau 7,63 persen. Dengan posisi delapan, partai berlambang ka'bah ini mampu menambah satu kursi, yakni menjadi tiga bila dibandingkan dengan Pileg 2009. Ketiga caleg-nya yang duduk; (Dwi Warman Chan (Dapil I), Syafruddin (Dapil II), Zaldi Rajo Intan (Dapil III). PAN sepertinya harus ikhlas pada posisi sembilan yang dapat suara sebanyak 14.772 atau 7,54 persen. Artinya, berkaca pada Pileg 2009, partai pimpinan Hatta Rajasa ini kehilangan satu kursi. Dari empat menjadi tiga. Yusalman, yang Ketua DPD PAN Padang Pariaman harus merelakan harus mengakhiri pengabdiannya di DPRD daerah itu. Ketiga caleg PAN yang akan duduk; Nasdini Indriani (Dapil II), Makmur (Dapil III), dan Bagindo Rosman (Dapil IV).
Hanura sama dengan nomor urut partainya, yakni 10. Partai pimpinan Wiranto ini dapat 12.501 suara atau 6,38 persen. Dengan demikian, Hanura juga dapat tiga kursi. Posisi itu berkurang, karena 2009 Hanura dapat empat kursi di Padang Pariaman. Caleg Hanura yang duduk; Bastian Desa Putra (Dapil II), Sukiman (Dapil III), dan Jalius Budhi (Dapil IV).
Posisi 11 diambil PBB. Partai ini dapat 8.562 suara atau 4,37 persen. Dan juara terakhir PKPI. Partai ini dapat 6.144 suara atau 3,14 persen. Hebatnya, suara PBB yang tinggi dari PKPI, tak bisa masuk dewan. Kursi panas terakhir itu diambil PKPI yang suaranya hanya dibawah PBB. Dengan demikian, senanglah Erfan Ganef alias Mak Itam Transport yang berhasil jadi anggota dewan terhormat, dan satu-satunya pula yang punya satu kursi di daerah itu. (damanhuri)
----------------------------------------------------------------
Perkenalkan Budaya Bangsa Kepada Anak Usia Dini
Padang Pariaman--Sekitar 300 an anak PAUD dan TK di Kecamatan Lubuk Alung, Kabupaten Padang Pariaman ikut menyemarakkan hari Kartini yang jatuh setiap tanggal 21 April. Acara dalam bentuk pawai bersama guru dan orangtua anak itu dilepas langsung Camat Azminur dan Kapolsek AKP Arsyal.
Pawai yang mengambil rute star dari lapangan sepak bola Sungai Abang itu berakhir di kantor camat Lubuk Alung. Berjarak sekitar setengah kilometer. Kegiatan pawai tersebut bertambah meriah, karena tampilan Marching Band SMP Negeri 3 Lubuk Alung yang membuat peserta terpukau.
Pawai sempat memacetkan jalan raya Padang–Bukittinggi itu, karena banyaknya peserta, dan antusiasnya warga yang menyaksikan. Walau matahari cukup terik panasnya, anak TK dan PAUD itu terlihat bersemangat mengikutinya. Mereka memakai pakaian adat, kebaya, seragam polisi, seragam TNI, dokter, dan profesi lainnya. Penampilan mereka mengundang decak kagum warga yang melihatnya.
Camat Lubuk Alung Azminur menyambut baik pelaksanaan pawai tersebut. Katanya, pawai bertujuan memperkenalkan kepada anak TK dan PAUD beragamnya budaya bangsa. "Anak-anak kita berpakaian adat dan kebaya. Sejak dini mereka harus diperkenalkan budaya luhur kita sendiri," katanya. (525)
-----------------------------------------------
Pasie Laweh Lubuk Alung Kembali Gelar Alek Nagari
Padang Pariaman--Bulan Mei depan masyarakat Korong Kampuang Kalawi, Nagari Pasie Laweh Lubuk Alung, Padang Pariaman baralek gadang. Alek nagari namanya. Digelar segala macam kesenian urang awak di laga-laga, tempat rencana acara anak nagari itu.
Walinagari Nagari Pasie Laweh Lubuk Alung, Adnan kepada Singgalang, Minggu (27/4) lalu menyebutkan, seperti kelaziman setiap alek nagari selalu di mulai dengan silek dan luambek, termasuk juga buru babi besar-besaran.
"Setelah habis itu, baru dimulai pula kesenian indang yang menjadi tren dalam alek nagari demikian. Direncanakan ada sekitar 15 klub indang yang sudah terkenal di Padang Pariaman yang akan tampil ambil bagian nantinya, disamping lima klub indang tuan rumah," kata Adnan.
Artinya, lanjut Adnan, malam kesenian indang akan tampil sebanyak lima kali naik, dan lima kali lambung. "Insya Allah, saat ini sedang dilakukan berbagai persiapan. Mulai dari membenahi tempat, melatih grup indang yang ada di Pasie Laweh, sebagai tuan rumah," ujar dia.
Adnan melihat, hampir semua korong dalam Nagari Pasie Laweh Lubuk Alung melakukan alek nagari. Tentunya ini bagian terpenting oleh anak nagari itu sendiri. Apalagi, saat ini era nagari kembali punya kekuatan ditengah masyarakat sebagai nama lembaga pemerintahan terendah.
Katanya lagi, dengan acara alek nagari ini pulalah caranya masyarakat menumbuh-kembangkan tradisi dan budaya nagari yang pernah jaya dan kuat dulunya. "Alek nagari yang akan dilakukan selama sebulan ini, merupakan keinginan bersama masyarakat, kemudian di dudukung penuh oleh perantau Pasie Laweh yang ada di berbagai daerah," ungkapnya. (525)
------------------------------------------------------------
Padang Pariaman
Kursi Wakil Ketua DPRD Jadi Rebutan di Internal NasDem dan Demokrat
Padang Pariaman--Kursi wakil Ketua DPRD Padang Pariaman yang menjadi milik partai NasDem dan Partai Demokrat jadi rebutan di internal partai terkait. Sedangkan kursi Ketua DPRD sudah bisa dipastikan diduduki H. Faisal Arifin Rangkayo Majo Basa, Ketua DPD Partai Golkar daerah itu. Khusus lima kursi yang didaptkan NasDem dari Pileg 9 April lalu, tak seorangpun pengurus inti partai itu yang duduk.
Mothia Azis Datuak Nan Basa, caleg NasDem yang berhasil mendapatkan suara pribadi terbanyak menyebutkan, bahwa pimpinan dewan itu urusan pimpinan partai. "Memang, dari lima kursi yang dapat, hanya saya yang masuk dalam jajaran pengurus harian. Tapi belum ada SK-nya," kata mantan Walinagari Lubuk Pandan ini pada Singgalang, Minggu kemarin.
Menurut dia, tugas pimpinan dewan tidak mudah. Apalagi dalam situasi saat ini DPRD Padang Pariaman jadi sorotan publik, terkait mencuat dan meletusnya sejumlah kasus hukum yang menimpa para wakil masyarakat yang dipilih pada Pileg 2009 silam.
Sedangkan untuk posisi Partai Demokrat, dari empat kursi yang didapatkannya, tiga orang merupakan pengurus harian DPC Partai Demokrat daerah itu. Basir yang kembali dapat kursi di Dapil II, adalah Sekretaris DPC Demokrat. Sedangkan Januar Bakri dan Pepforil adalah wakil ketua DPC.
Mungkinkah kursi wakil ketua DPRD ini akan diberikan kepada Basir, karena faktor orang kedua? Tidak ada kepastian soal itu. Eri Zulfian, yang hingga kini Ketua DPRD Padang Pariaman punya hak peto untuk memutuskan, karena dia Ketua DPC Partai Demokrat itu sendiri.
Januar Bakri ketika dihubungi hanya bisa memberikan istilah dan kemungkinan pembagian kekuasaan politik. "Bupati dan Wabup berasal di Dapil II. Ketua DPRD di Dapil I. Wakil Ketua DPRD, kalau tidak meleset berasal dari Dapil III, yakni Mothia Azis. Tentu kalau bisa wakil yang seorang lagi harus dari Dapil IV," kata Ketua Komisi II DPRD Padang Pariaman ini.
Namun demikian, kata Januar lagi, Demokrat punya cara tersendiri dalam menempatkan kadernya. Baik sebagai pimpinan dewan, pimpinan komisi dan fraksi nantinya. (525)
Sabtu, 24 Februari 2018
Pencabulan Bocah Memprihatinkan Pertanda Keluarga Semakin Lepas Kontrol Terhadap Anak
Pariaman--Peristiwa pencabulan terhadap bocah-bocah perempuan kian merisaukan. Terungkapnya bocah SD dicabuli pelajar SMP bergiliran di kandang kambing sebagaimana dirilis media online beberapa waktu lalu, patut menjadi perhatian semua pihak. Jika tidak ada tindakan preventif dari pihak terkait, baik pemerintah, masyarakat, maupun keluarga, maka kasus ini akan terus bermunculan di tengah masyarakat.
Demikian kesimpulan yang diungkapkan pemerhati masalah sosial, Armaidi Tanjung dan Pimpinan Rumah Penitipan Sosial Anak (RPSA) Delima Kota Pariaman, Fatmi Yetti Kahar yang dihubungi secara terpisah, Jumat (23/2) di Pariaman.
Sebagaimana diberitakan, 4 orang pelajar, 2 di SMP dan 2 di kelas 4 SD, diduga mencabuli bocah perempuan yang masih berusia di bawah umur. Pelaku, sebut saja Buyung (13), bukan nama sebenarnya, bersama tiga orang rekannya diduga cabuli Melati (9), bukan nama sebenarnya, pelajar kelas 3 SD. Akibatnya Buyung, warga salah satu desa/kelurahan di Kecamatan Pariaman Tengah, dilaporkan oleh orangtua Melati ke Polres Pariaman pada Kamis (15/2) silam. Dari keterangan terlapor, terungkap, perbuatan cabul dilakukan Buyung Cs sejak Oktober 2017 hingga Februari 2018, terakhir 5 Februari 2018 silam.
Menurut Armaidi, peristiwa ini harus menyadarkan kita bahwa perilaku seks diluar nikah sudah menimpa anak-anak. "Karena pelakunya masih di usia anak-anak atau remaja, maka korbannya pun dapat dipastikan perempuan bocah. Karena perempuan bocahlah yang bisa ditundukkan oleh anak, sipelaku," kata Armaidi, Sekretaris Lembaga Konsultasi Kesejahteran Keluarga (LK3) Padang Pariaman itu.
"Di tengah keterbukaan informasi melalui internet, hape android, media sosial, whatshapp, siapa saja tanpa terkecuali bocah dan anak-anak, dapat dengan leluasa menyaksikan adengan pornografi," ujar dia.
Tayangan laki-laki dan perempuan, tambah Armaidi, tengah berhubungan intim tanpa sehelai busana pun bisa disaksikan berulang-ulang oleh anak. Hal ini sangat mungkin mendorong anak laki-laki meniru dan melakukan hubungan intim dengan perempuan. Tentu saja sasarannya adalah perempuan bocah yang dapat ditunduhkannya.
Menurutnya, semakin kurangnya keakraban dan kedekatan orangtua dengan anak, maka semakin mendorong terjadinya kasus pencabulan. "Bayangkan, kasus pencabulan yang menimpa si bocah sudah berbulan-bulan dan berkali-kali dilakukan, ternyata orangtua, khususnya ibunya tidak mengetahui kejadian demikian. Seharusnya bisa melihat dan mengamati perubahan pada diri anak perempuan yang dinodai laki-laki. Artinya kontrol keluarga terhadap anak semakin longgar,” ungkapnya.
Hal senada juga diungkapkan Pimpinan RPSA Delima Pariaman Fatmi Yetti Kahar. Katanya, peristiwa pencabulan menunjukan kontrol keluarga terhadap anak semakin menipis. Di samping itu, akibat anak tidak paham dengan pendidikan seks, apa akibat dan risiko dari perbuatan seks diluar nikah. Mungkin sudah sepatutnya ada pendidikan seks kepada anak-anak sehingga mereka tidak berbuat yang salah. Apalagi seks tidak tabu bagi mereka, karena informasi yang tidak mendidik dengan mudah diperolehnya.
Dari data yang ada di RPSA, kata Fatmi yang akrab disapa Teta Sabar ini, selama 2018 ini saja sudah terjadi 6 kasus cabul. Sebanyak 4 kasus terjadi di Kota Pariaman, dan 2 kasus di Padang Pariaman. Sedangkan 11 kasus terkait dengan anak berhadapan dengan hukum (ABH).
"Kasus pencabulan ini memang memprihatinkan. Harus ada tindakan nyata dari Pemerintah Daerah mengantisipasinya, jangan terulang kasus pencabulan terhadap bocah-bocah perempuan," kata Teta mengakhiri. (501)
Demikian kesimpulan yang diungkapkan pemerhati masalah sosial, Armaidi Tanjung dan Pimpinan Rumah Penitipan Sosial Anak (RPSA) Delima Kota Pariaman, Fatmi Yetti Kahar yang dihubungi secara terpisah, Jumat (23/2) di Pariaman.
Sebagaimana diberitakan, 4 orang pelajar, 2 di SMP dan 2 di kelas 4 SD, diduga mencabuli bocah perempuan yang masih berusia di bawah umur. Pelaku, sebut saja Buyung (13), bukan nama sebenarnya, bersama tiga orang rekannya diduga cabuli Melati (9), bukan nama sebenarnya, pelajar kelas 3 SD. Akibatnya Buyung, warga salah satu desa/kelurahan di Kecamatan Pariaman Tengah, dilaporkan oleh orangtua Melati ke Polres Pariaman pada Kamis (15/2) silam. Dari keterangan terlapor, terungkap, perbuatan cabul dilakukan Buyung Cs sejak Oktober 2017 hingga Februari 2018, terakhir 5 Februari 2018 silam.
Menurut Armaidi, peristiwa ini harus menyadarkan kita bahwa perilaku seks diluar nikah sudah menimpa anak-anak. "Karena pelakunya masih di usia anak-anak atau remaja, maka korbannya pun dapat dipastikan perempuan bocah. Karena perempuan bocahlah yang bisa ditundukkan oleh anak, sipelaku," kata Armaidi, Sekretaris Lembaga Konsultasi Kesejahteran Keluarga (LK3) Padang Pariaman itu.
"Di tengah keterbukaan informasi melalui internet, hape android, media sosial, whatshapp, siapa saja tanpa terkecuali bocah dan anak-anak, dapat dengan leluasa menyaksikan adengan pornografi," ujar dia.
Tayangan laki-laki dan perempuan, tambah Armaidi, tengah berhubungan intim tanpa sehelai busana pun bisa disaksikan berulang-ulang oleh anak. Hal ini sangat mungkin mendorong anak laki-laki meniru dan melakukan hubungan intim dengan perempuan. Tentu saja sasarannya adalah perempuan bocah yang dapat ditunduhkannya.
Menurutnya, semakin kurangnya keakraban dan kedekatan orangtua dengan anak, maka semakin mendorong terjadinya kasus pencabulan. "Bayangkan, kasus pencabulan yang menimpa si bocah sudah berbulan-bulan dan berkali-kali dilakukan, ternyata orangtua, khususnya ibunya tidak mengetahui kejadian demikian. Seharusnya bisa melihat dan mengamati perubahan pada diri anak perempuan yang dinodai laki-laki. Artinya kontrol keluarga terhadap anak semakin longgar,” ungkapnya.
Hal senada juga diungkapkan Pimpinan RPSA Delima Pariaman Fatmi Yetti Kahar. Katanya, peristiwa pencabulan menunjukan kontrol keluarga terhadap anak semakin menipis. Di samping itu, akibat anak tidak paham dengan pendidikan seks, apa akibat dan risiko dari perbuatan seks diluar nikah. Mungkin sudah sepatutnya ada pendidikan seks kepada anak-anak sehingga mereka tidak berbuat yang salah. Apalagi seks tidak tabu bagi mereka, karena informasi yang tidak mendidik dengan mudah diperolehnya.
Dari data yang ada di RPSA, kata Fatmi yang akrab disapa Teta Sabar ini, selama 2018 ini saja sudah terjadi 6 kasus cabul. Sebanyak 4 kasus terjadi di Kota Pariaman, dan 2 kasus di Padang Pariaman. Sedangkan 11 kasus terkait dengan anak berhadapan dengan hukum (ABH).
"Kasus pencabulan ini memang memprihatinkan. Harus ada tindakan nyata dari Pemerintah Daerah mengantisipasinya, jangan terulang kasus pencabulan terhadap bocah-bocah perempuan," kata Teta mengakhiri. (501)
Kemelud Pilwana Anduriang Berawal tak Lolos Tiga Orang Balon, Bamus Bakal Membubarkan Panitia
Anduriang--Menjelang ditetapkannya Balon Walinagari Anduriang menjadi calon lewat SK Bupati Padang Pariaman, ketegangan antara Bamus dan panitia Pilwana setempat terus terjadi. Ada kesan, Bamus bakal membubarkan panitia yang sudah dibentuknya sendiri.
Ketua Bamus Nagari Anduriang, Kecamatan 2x11 Kayutanam, Yosefrizal menilai panitia memang telah bekerja melakukan tahapan Pilwana, sejak mulai ditetapkan Bamus, dengan hasilnya, dari sembilan nama yang mendaftar, tiga gagal dan enam orang naik menjadi Balon.
"Selaku Ketua Bamus, saya telah berkali-kali mendatangi Pemkab Padang Pariaman, dalam hal ini Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD), agar semua Balon yang masuk itu diloloskan saja," kata dia pada Singgalang, Minggu (25/2).
Menurut Yosefrizal, Balon yang gagal dalam verifikasi panitia; Ibrahim Z, Ahmad Basri, dan Dr. Munafri Alwys. Sementara, balon yang lolos; Arman Joni, Syawiruddin, Mukhlis, Dedi Swandi, Misterlis, dan Eli Suarni. "Saya minta evaluasi kepada panitia, dan sampai sekarang belum terlaksana," ungkapnya.
Untuk masalah ini, kata Yosefrizal, DPMD berjanji satu dan dua hari ini pada Kamis lalu, menyangkut tuntutan Bamus. "Dasar saya memperjuangkan hal ini, adalah surat resmi dari Ikatan Keluarga Anduriang dan Sekitarnya (IKAS) DKI Jakarta, Jawa Barat dan Banten yang meminta kejelasan dalam rekrutmen Balon walinagari. Hari ini, kita juga menggelar pertemuan di nagari membahas masalah kejelasan itu," ungkapnya.
"Kami akan mengambil sikap, setelah hasil verikasi dan evaluasi terhadap panitia kami lakukan. Apakah panitia Pilwana akan dibubarkan, agar balon yang tiga itu bisa lolos? Saya belum bisa pastikan hal itu. Tunggu saja. Akan ada keputusan yang tegas," ungkapnya.
Ketua panitia Pilwana Anduriang, Hardi Candra menyebutkan, panitia tidak menggugurkan Balon. Tetapi, aturan main berupa Perbub dan Perda yang mengatur hal demikian. Sesuai yang dilakukan dalam verifikasi panitia, nama Ibrahim Z, Ahmad Basri, dan Dr. Munafri Alwys, setelah diverifikasi ternyata administrasinya tak memenuhi Perbub nomor 23 tahun 2017 bab III, bagian kesatu, pasal 22, poin (d) dan (r).
"Berkas ijazah yang dimasukan Ahmad Basri tidak ada legalisirnya," kata Candra. Sedangkan Balon Ibrahim Z, adanya pencabutan legalisir dari Kemenag, lantaran adanya kekeliruan dalam ijazah, yakni tamat Madrasah Ibtidaiyah 1983, Stanawiyah 1984, dan Aliyah 1986. Sementara, ujar dia lagi, ijazah setingkat SMP Munafri Alwys tidak pula pakai legalisir.
Menurut Candra, di awal-awal masa pendaftaran Balon, dia telah mengingatkan agar seluruh Balon memeriksa ulang semua berkas yang akan diajukan, agar tidak terjadi kesalahan. "Delapan kali kami melakukan klarifikasi kepada Bamus, perantau, DPMD, masyarakat, jawabannya tetap sama, perihal tahapan yang telah diputuskan demikian," katanya.
AK. Jailani, salah seorang tokoh masyarakat Anduriang menilai tak tahu banyak, apakah panitia Pilwana yang dibentuk Bamus punya keleluasaan dalam menjalankan tugas atau tidak. "Respon masyarakat dan perantau Anduriang yang sengaja pulang kampung, saya dengar cukup bagus terhadap kinerja panitia. Hanya saja, panitia dinilianya lupa mengembalikan ijazah SMP salah seorang Balon yang belum dilegalisir," kata dia.
Jailani berharap, sepanjang tidak ada kesalahan panitia yang fatal yang ditemukan Bamus, proses yang sedang berjalan teruskan saja sampai selesai. Dan itulah hasil yang terbaik dari dinamika politik yang terjadi.
Sebab, katanya lagi, panitia Pilwana punya tugas dan wewenang yang diatur dalam Perda dan Perbup dalam menjalankan tugasnya. "Lain halnya, kalau kesalahan panitia itu fatal, maka ada keputusan yang akan dilahirkan Bamus," tegas dia. (501)
Ketua Bamus Nagari Anduriang, Kecamatan 2x11 Kayutanam, Yosefrizal menilai panitia memang telah bekerja melakukan tahapan Pilwana, sejak mulai ditetapkan Bamus, dengan hasilnya, dari sembilan nama yang mendaftar, tiga gagal dan enam orang naik menjadi Balon.
"Selaku Ketua Bamus, saya telah berkali-kali mendatangi Pemkab Padang Pariaman, dalam hal ini Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD), agar semua Balon yang masuk itu diloloskan saja," kata dia pada Singgalang, Minggu (25/2).
Menurut Yosefrizal, Balon yang gagal dalam verifikasi panitia; Ibrahim Z, Ahmad Basri, dan Dr. Munafri Alwys. Sementara, balon yang lolos; Arman Joni, Syawiruddin, Mukhlis, Dedi Swandi, Misterlis, dan Eli Suarni. "Saya minta evaluasi kepada panitia, dan sampai sekarang belum terlaksana," ungkapnya.
Untuk masalah ini, kata Yosefrizal, DPMD berjanji satu dan dua hari ini pada Kamis lalu, menyangkut tuntutan Bamus. "Dasar saya memperjuangkan hal ini, adalah surat resmi dari Ikatan Keluarga Anduriang dan Sekitarnya (IKAS) DKI Jakarta, Jawa Barat dan Banten yang meminta kejelasan dalam rekrutmen Balon walinagari. Hari ini, kita juga menggelar pertemuan di nagari membahas masalah kejelasan itu," ungkapnya.
"Kami akan mengambil sikap, setelah hasil verikasi dan evaluasi terhadap panitia kami lakukan. Apakah panitia Pilwana akan dibubarkan, agar balon yang tiga itu bisa lolos? Saya belum bisa pastikan hal itu. Tunggu saja. Akan ada keputusan yang tegas," ungkapnya.
Ketua panitia Pilwana Anduriang, Hardi Candra menyebutkan, panitia tidak menggugurkan Balon. Tetapi, aturan main berupa Perbub dan Perda yang mengatur hal demikian. Sesuai yang dilakukan dalam verifikasi panitia, nama Ibrahim Z, Ahmad Basri, dan Dr. Munafri Alwys, setelah diverifikasi ternyata administrasinya tak memenuhi Perbub nomor 23 tahun 2017 bab III, bagian kesatu, pasal 22, poin (d) dan (r).
"Berkas ijazah yang dimasukan Ahmad Basri tidak ada legalisirnya," kata Candra. Sedangkan Balon Ibrahim Z, adanya pencabutan legalisir dari Kemenag, lantaran adanya kekeliruan dalam ijazah, yakni tamat Madrasah Ibtidaiyah 1983, Stanawiyah 1984, dan Aliyah 1986. Sementara, ujar dia lagi, ijazah setingkat SMP Munafri Alwys tidak pula pakai legalisir.
Menurut Candra, di awal-awal masa pendaftaran Balon, dia telah mengingatkan agar seluruh Balon memeriksa ulang semua berkas yang akan diajukan, agar tidak terjadi kesalahan. "Delapan kali kami melakukan klarifikasi kepada Bamus, perantau, DPMD, masyarakat, jawabannya tetap sama, perihal tahapan yang telah diputuskan demikian," katanya.
AK. Jailani, salah seorang tokoh masyarakat Anduriang menilai tak tahu banyak, apakah panitia Pilwana yang dibentuk Bamus punya keleluasaan dalam menjalankan tugas atau tidak. "Respon masyarakat dan perantau Anduriang yang sengaja pulang kampung, saya dengar cukup bagus terhadap kinerja panitia. Hanya saja, panitia dinilianya lupa mengembalikan ijazah SMP salah seorang Balon yang belum dilegalisir," kata dia.
Jailani berharap, sepanjang tidak ada kesalahan panitia yang fatal yang ditemukan Bamus, proses yang sedang berjalan teruskan saja sampai selesai. Dan itulah hasil yang terbaik dari dinamika politik yang terjadi.
Sebab, katanya lagi, panitia Pilwana punya tugas dan wewenang yang diatur dalam Perda dan Perbup dalam menjalankan tugasnya. "Lain halnya, kalau kesalahan panitia itu fatal, maka ada keputusan yang akan dilahirkan Bamus," tegas dia. (501)
Terungkap dalam Pertemuan KKG PAI Jangan Ada Pembatas Antara Guru PNS dan Non PNS
Sungai Limau--Budaya guru Pendidikan Agama Islam (PAI) adalah keteladanan, yang akan ditiru oleh semua pihak, terutama oleh anak didiknya sendiri. Untuk itu, guru PAI jangan sampai membuat kesalahan, dimana hal demikian akan merugikan guru itu sendiri.
Kepala Kemenag Padang Pariaman, Dr. H. Helmi menyampaikan hal itu, Sabtu (24/2) di SDN 08 Kecamatan Sungai Limau, dalam acara pertemuan bulanan Kelompok Kerja Guru Pendidikan Agama Islam (KKG PAI) daerah itu.
Pada pertemuan yang intinya untuk meningkatkan kompetensi guru PAI tersebut, Helmi minta para guru melestarikan budaya itu sepanjang masa. "Di samping menjadi teladan di kalangan anak didik, guru PAI juga harus mampu menjadi teladan di tengah masyarakat. Dan masyarakat akan selalu memperhatikan gerak-gerik guru," kata dia.
Sementara, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Padang Pariaman, Rahmang meminta tidak ada skat atau pembatas antara guru honorer dengan yang PNS. "Semua guru hakikatnya sama, yakni bertanggungjawab dalam mencerdaskan kehidupan bangsa dan negara," ujar dia.
Hanya saja, kata Rahmang, kesempatan untuk jadi PNS itu yang berbeda-beda waktu datang kepada para guru. "Mari kita jalin kebersamaan, persatuan dan kesatuan, sehingga melahirkan anak didik yang hebat pula di kemudian hari," sebut Rahmang.
Rahmang juga menyinggung pentingnya guru PAI mengajarkan nilai-nilai Islam rahmatan lil alamain, dan mencegah tumbuh dan berkembangnya budaya radikalisme, LGBT, pergaulan bebas serta narkoba di sekolah. "Ini penting, karena radikalisme, LGBT dan narkoba sangat membahayakan," ungkapnya.
Ketua KKG PAI Kabupaten Padang Pariaman, Hendriadi menyebutkan, pertemuan guru PAI ini rutin dilakukan setiap bulan, membahas berbagai hal, terutama menyangkut kompetensi guru PAI itu sendiri.
"Alhamdulillah, pertemuan yang melibatkan sekitar 60 an guru PAI di seluruh kecamatan yang ada di Padang Pariaman ini amat luar biasa. Baru ini pertama kalinya, lengkap hadir Kepala Dinas Pendidikan dengan Kasi Kurikulum, dan Kepala Kemenag dengan Kasi PAI-nya. Kemudian Kepala Unit Pelaksana Wilayah (UPW) Sungai Limau, Latifah, Pengawas PAI Kemenag Padang Pariaman, Suardi Aminsyah Koto," ujar Hendriadi.
Menurutnya, pada kesempatana kali ini, secara simbolis juga diserahkan master soal ujian PAI dari Kemenag ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. "Ini tentunya bagian dari penguatan nilai-nilai agama di seluruh sekolah yang ada," ulasnya.
Kasi Kurikulum Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Padang Pariaman, Hasanuddin menambahkan, bahwa dalam ujian nanti, seluruh anak kelas enam SD tetap dilaksanakan ujian praktek PAI, meskipun dalam ijazah tak tercantum hal itu.
"Ujian praktek PAI, seperti praktek tatacara berwudhuk, tatacara shalat dan mengaji Quran dengan tilawah yang bagus adalah bagian dari ujian tertulis," kata Hasanuddin. (501)
Kepala Kemenag Padang Pariaman, Dr. H. Helmi menyampaikan hal itu, Sabtu (24/2) di SDN 08 Kecamatan Sungai Limau, dalam acara pertemuan bulanan Kelompok Kerja Guru Pendidikan Agama Islam (KKG PAI) daerah itu.
Pada pertemuan yang intinya untuk meningkatkan kompetensi guru PAI tersebut, Helmi minta para guru melestarikan budaya itu sepanjang masa. "Di samping menjadi teladan di kalangan anak didik, guru PAI juga harus mampu menjadi teladan di tengah masyarakat. Dan masyarakat akan selalu memperhatikan gerak-gerik guru," kata dia.
Sementara, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Padang Pariaman, Rahmang meminta tidak ada skat atau pembatas antara guru honorer dengan yang PNS. "Semua guru hakikatnya sama, yakni bertanggungjawab dalam mencerdaskan kehidupan bangsa dan negara," ujar dia.
Hanya saja, kata Rahmang, kesempatan untuk jadi PNS itu yang berbeda-beda waktu datang kepada para guru. "Mari kita jalin kebersamaan, persatuan dan kesatuan, sehingga melahirkan anak didik yang hebat pula di kemudian hari," sebut Rahmang.
Rahmang juga menyinggung pentingnya guru PAI mengajarkan nilai-nilai Islam rahmatan lil alamain, dan mencegah tumbuh dan berkembangnya budaya radikalisme, LGBT, pergaulan bebas serta narkoba di sekolah. "Ini penting, karena radikalisme, LGBT dan narkoba sangat membahayakan," ungkapnya.
Ketua KKG PAI Kabupaten Padang Pariaman, Hendriadi menyebutkan, pertemuan guru PAI ini rutin dilakukan setiap bulan, membahas berbagai hal, terutama menyangkut kompetensi guru PAI itu sendiri.
"Alhamdulillah, pertemuan yang melibatkan sekitar 60 an guru PAI di seluruh kecamatan yang ada di Padang Pariaman ini amat luar biasa. Baru ini pertama kalinya, lengkap hadir Kepala Dinas Pendidikan dengan Kasi Kurikulum, dan Kepala Kemenag dengan Kasi PAI-nya. Kemudian Kepala Unit Pelaksana Wilayah (UPW) Sungai Limau, Latifah, Pengawas PAI Kemenag Padang Pariaman, Suardi Aminsyah Koto," ujar Hendriadi.
Menurutnya, pada kesempatana kali ini, secara simbolis juga diserahkan master soal ujian PAI dari Kemenag ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. "Ini tentunya bagian dari penguatan nilai-nilai agama di seluruh sekolah yang ada," ulasnya.
Kasi Kurikulum Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Padang Pariaman, Hasanuddin menambahkan, bahwa dalam ujian nanti, seluruh anak kelas enam SD tetap dilaksanakan ujian praktek PAI, meskipun dalam ijazah tak tercantum hal itu.
"Ujian praktek PAI, seperti praktek tatacara berwudhuk, tatacara shalat dan mengaji Quran dengan tilawah yang bagus adalah bagian dari ujian tertulis," kata Hasanuddin. (501)
Rabu, 21 Februari 2018
Gerindra Bedah Rumah Ayu Tinggal di Rumah tak Layak Huni Anak Masih Kecil-kecil Suami Stroke Pula
Batang Anai--Rasa haru dan gembira tak bisa disembunyikan Ayu. Rumah yang ditinggalinya bersama suaminya, Zainal dan lima orang anak-anaknya tak layak huni, dapat bantuan perbaikan dari keluarga besar Partai Gerindra Padang Pariaman, dan saat ini masih dalam tahap penyelesaian.
Ayu, ibu muda berusia 38 tahun sebenarnya merasa tak kuat lagi mengayuh biduk kehidupan. Suaminya, Zainal yang selama ini seorang petani kampung baru saja mengalami penuyakit stroke, dan tak bisa lagi bekerja mencari sesuap pagi dan petang untuk dia dan keluarganya. Lima anak-anaknya masih kecil-kecil. Pasca stroke itulah, Ayu merangkap sebagai ibu dan bapak bagi anak-anaknya yang sebagian telah menjalani pendidikan di sekolah dasar.
Tinggal di Korong Kali Aie Timur, Nagari Sungai Buluah Barat, Kecamatan Batang Anai, tak banyak yang bisa dilakukan Ayu. Maklum, sebagai perempuan yang dikarunia banyak anak yang masih kecil, butuh perawatan tiap hari. Atas prakarsa Walikorong Kali Aie Timur, Eka Putra, akhirnya kediaman Ayu dapat direhab.
Ayu pun merasa terkejut, lantaran rumah yang buruk itu tak pernah terbayangkan olehnya akan ada perbaikan. "Ndak ada pemikiran untuk itu. Awak hanya fokus bagaimana anak-anak ini bisa sekolah, ada yang akan dimakannya tiap hari. Soal rumah, rasanya sudah cukup saja seperti ini," cerita Ayu.
Dia menyampaikan terima kasih yang tak terhingga-hingganya kepada walikorongnya, Eka Putra dan Ketua DPC Gerindra Padang Pariaman, Happy Neldy serta pihak lainnya yang ikut berbuat untuk keselamatannya bersama keluarganya.
Happy Naldy, anggota DPRD Padang Pariaman yang sekaligus Ketua DPC Partai Gerindra daerah itu merasa terpanggil untuk berbuat. Apalagi, keberadaan rumah Ayu di Kali Aie Timur merupakan daerah pemilihan Happy Neldy saat Pileg 2014 lalu. "Alhamdulillah, bersama Pemuda Pancasila, tokoh masyarakat, pengusaha sukses, Edi Kasang yang juga kader Gerindra, rumah Ayu kita perbaiki," kata Happy Neldy.
"Kasihan kita melihat Ayu dan keluarganya yang tinggal di gubuk yang lusuh, tak layak huni. Sebab, kondisi demikian rentan akan berbagai penyakit. Jadi, secara bersama kita melakukan patungan dan gotong royong, akhirnya rumah Ayu sudah layak untuk ditinggali," ungkapnya.
Menurut Happy Neldy, gambaran kehidupan Ayu bersama keluarganya adalah pelecut bagi seluruh masyarakat untuk bisa berbuat. Apalagi, sang suaminya, Zainal dapat penyakit stroke pula. "Kita bisa bayangkan, jangan untuk memperbaiki rumah, untuk memenuhi makan sehari-hari saja sudah susah dia. Patut sekali rehab rumah ini kita persamakan, agar Ayu bisa senang dan nyaman tinggal dalam rumahnya," ungkap Happy Neldy.
Happy Neldy menyampaikan terima kasih kepada semua pihak, mulai dari Walikorong Kali Aie Timur yang aktif mengontrol masyarakatnya. Begitu juga personil Pemuda Pancasila Padang Pariaman, Babinkamtibmas Sungai Buluah Barat, kader Gerindra yang tak dapat disebutkan satu-persatunya, yang ikut berbuat dan berkontribusi dalam program bedah rumah ini.
"Semoga Ayu bisa senang dan betah tinggal dalam rumah itu nantinya. Suaminya yang stroke cepat pula sembuh, dan bisa kembali beraktivitas seperti biasa dalam menjalani hidup dan kehidupan," harapnya. (501)
Ayu, ibu muda berusia 38 tahun sebenarnya merasa tak kuat lagi mengayuh biduk kehidupan. Suaminya, Zainal yang selama ini seorang petani kampung baru saja mengalami penuyakit stroke, dan tak bisa lagi bekerja mencari sesuap pagi dan petang untuk dia dan keluarganya. Lima anak-anaknya masih kecil-kecil. Pasca stroke itulah, Ayu merangkap sebagai ibu dan bapak bagi anak-anaknya yang sebagian telah menjalani pendidikan di sekolah dasar.
Tinggal di Korong Kali Aie Timur, Nagari Sungai Buluah Barat, Kecamatan Batang Anai, tak banyak yang bisa dilakukan Ayu. Maklum, sebagai perempuan yang dikarunia banyak anak yang masih kecil, butuh perawatan tiap hari. Atas prakarsa Walikorong Kali Aie Timur, Eka Putra, akhirnya kediaman Ayu dapat direhab.
Ayu pun merasa terkejut, lantaran rumah yang buruk itu tak pernah terbayangkan olehnya akan ada perbaikan. "Ndak ada pemikiran untuk itu. Awak hanya fokus bagaimana anak-anak ini bisa sekolah, ada yang akan dimakannya tiap hari. Soal rumah, rasanya sudah cukup saja seperti ini," cerita Ayu.
Dia menyampaikan terima kasih yang tak terhingga-hingganya kepada walikorongnya, Eka Putra dan Ketua DPC Gerindra Padang Pariaman, Happy Neldy serta pihak lainnya yang ikut berbuat untuk keselamatannya bersama keluarganya.
Happy Naldy, anggota DPRD Padang Pariaman yang sekaligus Ketua DPC Partai Gerindra daerah itu merasa terpanggil untuk berbuat. Apalagi, keberadaan rumah Ayu di Kali Aie Timur merupakan daerah pemilihan Happy Neldy saat Pileg 2014 lalu. "Alhamdulillah, bersama Pemuda Pancasila, tokoh masyarakat, pengusaha sukses, Edi Kasang yang juga kader Gerindra, rumah Ayu kita perbaiki," kata Happy Neldy.
"Kasihan kita melihat Ayu dan keluarganya yang tinggal di gubuk yang lusuh, tak layak huni. Sebab, kondisi demikian rentan akan berbagai penyakit. Jadi, secara bersama kita melakukan patungan dan gotong royong, akhirnya rumah Ayu sudah layak untuk ditinggali," ungkapnya.
Menurut Happy Neldy, gambaran kehidupan Ayu bersama keluarganya adalah pelecut bagi seluruh masyarakat untuk bisa berbuat. Apalagi, sang suaminya, Zainal dapat penyakit stroke pula. "Kita bisa bayangkan, jangan untuk memperbaiki rumah, untuk memenuhi makan sehari-hari saja sudah susah dia. Patut sekali rehab rumah ini kita persamakan, agar Ayu bisa senang dan nyaman tinggal dalam rumahnya," ungkap Happy Neldy.
Happy Neldy menyampaikan terima kasih kepada semua pihak, mulai dari Walikorong Kali Aie Timur yang aktif mengontrol masyarakatnya. Begitu juga personil Pemuda Pancasila Padang Pariaman, Babinkamtibmas Sungai Buluah Barat, kader Gerindra yang tak dapat disebutkan satu-persatunya, yang ikut berbuat dan berkontribusi dalam program bedah rumah ini.
"Semoga Ayu bisa senang dan betah tinggal dalam rumah itu nantinya. Suaminya yang stroke cepat pula sembuh, dan bisa kembali beraktivitas seperti biasa dalam menjalani hidup dan kehidupan," harapnya. (501)
Diminta Menyukseskan Pilwana Serentak Pejabat Walinagari Pungguang Kasiak dan Sikabu Dilantik Bersamaan
Lubuk Alung--Pejabat Walinagari Pungguang Kasiak, Mulyadi dan Nagari Sikabu, Hikmat, Rabu (21/2) dilantik secara bersamaan di Aula Unit Pendidikan Wilayah (UPW) kecamatan setempat oleh Camat Lubuk Alung, Imran Rafi'i. Dengan demikian, sembilan nagari yang ada di kecamatan itu telah punya Pejabat Walinagari, sebelum terlaksananya Pilwana serentak, April mendatang.
Mulyadi yang sehari-hari bertugas di Dinas KB Padang Pariaman merupakan warga Pungguang Kasiak, yang dinilai tepat menjalankan roda pemerintahan nagari di kampungnya. Begitu juga Hikmat, yang sehari-hari bertugas di Dinas Pertanian dan Perkebunan Padang Pariaman, juga orang Sikabu yang patut memangku jabatan demikian.
"Kita minta kepada dua Pejabat Walinagari demikian untuk menjembatani Pilwana serentak yang akan berlangsung di nagarinya masing-masing dengan baik dan benar," kata Camat Imran Rafi'i.
Jadi, kata Imran, tugas utama Pejabat Walinagari adalah menyukseskan Pilwana. Perlakukan seluruh calon walinagari dengan adil, dan jangan terkesan memihak alias membedakan antara calon yang akan maju dalam Pilwana tersebut. "Suksesnya Pilwana tentu akan menjadi kunci kesuksesan para Pejabat Walinagari menjalankan tugasnya di nagari terkait," ungkapnya.
Di samping itu, Imran juga minta seluruh masyarakat Pungguang Kasiak dan Sikabu untuk memberikan dukungan penuh kepada Pejabat Walinagari, agar bisa bersama-sama menjalankan tugas dan wewenangnya selama menjabat. "Dukungan itu amat penting. Apalagi di tengah berlangsungnya suksesi pesta demokrasi di nagari," pinta dia.
Kepada dua Pejabat Walinagari demikian, Imran menekankan untuk segera melakukan konsolidasi dan sosialisasi di tengah masyarakat, tentang banyak hal yang menyangkut jalannya roda pemerintahan di nagari tersebut. "Jalinlah kerjasama dengan semua pihak yang ada di nagari, termasuk dengan panitia Pilwana yang telah bekerja melakukan tahapan Pilwana itu, agar helat enam tahun sekali ini berjalan sesuai aturan yang berlaku," kata Imran. (501)
Mulyadi yang sehari-hari bertugas di Dinas KB Padang Pariaman merupakan warga Pungguang Kasiak, yang dinilai tepat menjalankan roda pemerintahan nagari di kampungnya. Begitu juga Hikmat, yang sehari-hari bertugas di Dinas Pertanian dan Perkebunan Padang Pariaman, juga orang Sikabu yang patut memangku jabatan demikian.
"Kita minta kepada dua Pejabat Walinagari demikian untuk menjembatani Pilwana serentak yang akan berlangsung di nagarinya masing-masing dengan baik dan benar," kata Camat Imran Rafi'i.
Jadi, kata Imran, tugas utama Pejabat Walinagari adalah menyukseskan Pilwana. Perlakukan seluruh calon walinagari dengan adil, dan jangan terkesan memihak alias membedakan antara calon yang akan maju dalam Pilwana tersebut. "Suksesnya Pilwana tentu akan menjadi kunci kesuksesan para Pejabat Walinagari menjalankan tugasnya di nagari terkait," ungkapnya.
Di samping itu, Imran juga minta seluruh masyarakat Pungguang Kasiak dan Sikabu untuk memberikan dukungan penuh kepada Pejabat Walinagari, agar bisa bersama-sama menjalankan tugas dan wewenangnya selama menjabat. "Dukungan itu amat penting. Apalagi di tengah berlangsungnya suksesi pesta demokrasi di nagari," pinta dia.
Kepada dua Pejabat Walinagari demikian, Imran menekankan untuk segera melakukan konsolidasi dan sosialisasi di tengah masyarakat, tentang banyak hal yang menyangkut jalannya roda pemerintahan di nagari tersebut. "Jalinlah kerjasama dengan semua pihak yang ada di nagari, termasuk dengan panitia Pilwana yang telah bekerja melakukan tahapan Pilwana itu, agar helat enam tahun sekali ini berjalan sesuai aturan yang berlaku," kata Imran. (501)
PAUD Azzahra Ma’arif Toboh Palabah Semakin Diminati
Pariaman--Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) penting bagi anak-anak pra sekolah dasar. Dengan memasukkan anak ke PAUD, berarti orangtuanya sudah mulai membekali pendidikan yang baik bagi pertumbuhan anaknya.
Demikian diungkapkan Pendiri PAUD Azzahra Ma’arif, Desa Toboh Palabah, Kecamatan Pariaman Selatan, Kota Pariaman Armaidi Tanjung, dihadapan orangtua dan murid PAUD Azzahra Ma’arif, Rabu (21-2-2018). Hadir Kepala Desa Toboh Palabah, Sudirman Harun dan Pengelola PAUD Fathimah Azzahro Ibnu Abbas, Miftahur Rohmah.
Menurut Armaidi, paling tidak anak-anak yang belajar di PAUD, sebagian waktunya anak yang dihabiskan di depan televisi sejak pagi hingga sore hari, sudah bisa dialihkan menjadi lebih bermanfaat dengan belajar di PAUD. Kalau mau jujur, sangat banyak tayangan di media televisi yang tidak cocok dengan perkembangan dan pertumbuhan anak.
Kepala Desa Toboh Palabah, Sudirman Harun menyambut baik kehadiran PAUD Azzahra Ma’arif. "Hal ini diharapkan dapat mendidik anak-anak ke arah yang lebih baik," katanya.
Sementara itu, Pimpinan Azzahra Ma’arif, Elfa Rahmi menyebutkan, PAUD Azzahra Ma’arif sudah berdiri sejak 2007 lalu. Namun, beberapa tahun belakangan sempat mengalami kevakuman. Kemudian akhir tahun 2017 mulai diaktifkan kembali. Alhamdulillah mendapat sambutan dari masyarakat di sekitarnya. Saat ini jumlah murid sudah mencapai 26 orang. Visi dari pendidikan PAUD di Azzahra Ma’arif adalah membetuk anak yang cerdas, kreatif, terampil, berakhlak mulia, dan sholeh.
"Sedangkan misinya adalah menanamkan pendidikan agama Islam sejak dini, membiasakan membaca dan memahami Alquran, melatih sikap dan perilaku Islami. Melatihan dan membiasakan untuk beribadah, menanamkan dan melatih kemampuan dasar, membantu peserta didik menyiapkan diri pada pendidik yang lebih tinggi," kata Elfa menambahkan.
Dikatakan, program unggulan meliputi praktek dan bacaan shalat, hafalan ayat pendek, iqra dan pengembangan potensi anak. Tujuan dari PAUD ini adalah menyiapkan generasi yang beriman dan bertakwa, siap menghadapi perkembangan zaman. (501)
Demikian diungkapkan Pendiri PAUD Azzahra Ma’arif, Desa Toboh Palabah, Kecamatan Pariaman Selatan, Kota Pariaman Armaidi Tanjung, dihadapan orangtua dan murid PAUD Azzahra Ma’arif, Rabu (21-2-2018). Hadir Kepala Desa Toboh Palabah, Sudirman Harun dan Pengelola PAUD Fathimah Azzahro Ibnu Abbas, Miftahur Rohmah.
Menurut Armaidi, paling tidak anak-anak yang belajar di PAUD, sebagian waktunya anak yang dihabiskan di depan televisi sejak pagi hingga sore hari, sudah bisa dialihkan menjadi lebih bermanfaat dengan belajar di PAUD. Kalau mau jujur, sangat banyak tayangan di media televisi yang tidak cocok dengan perkembangan dan pertumbuhan anak.
Kepala Desa Toboh Palabah, Sudirman Harun menyambut baik kehadiran PAUD Azzahra Ma’arif. "Hal ini diharapkan dapat mendidik anak-anak ke arah yang lebih baik," katanya.
Sementara itu, Pimpinan Azzahra Ma’arif, Elfa Rahmi menyebutkan, PAUD Azzahra Ma’arif sudah berdiri sejak 2007 lalu. Namun, beberapa tahun belakangan sempat mengalami kevakuman. Kemudian akhir tahun 2017 mulai diaktifkan kembali. Alhamdulillah mendapat sambutan dari masyarakat di sekitarnya. Saat ini jumlah murid sudah mencapai 26 orang. Visi dari pendidikan PAUD di Azzahra Ma’arif adalah membetuk anak yang cerdas, kreatif, terampil, berakhlak mulia, dan sholeh.
"Sedangkan misinya adalah menanamkan pendidikan agama Islam sejak dini, membiasakan membaca dan memahami Alquran, melatih sikap dan perilaku Islami. Melatihan dan membiasakan untuk beribadah, menanamkan dan melatih kemampuan dasar, membantu peserta didik menyiapkan diri pada pendidik yang lebih tinggi," kata Elfa menambahkan.
Dikatakan, program unggulan meliputi praktek dan bacaan shalat, hafalan ayat pendek, iqra dan pengembangan potensi anak. Tujuan dari PAUD ini adalah menyiapkan generasi yang beriman dan bertakwa, siap menghadapi perkembangan zaman. (501)
Langganan:
Postingan (Atom)






