Padang Pariaman--Semakin dekatnya waktu pelaksanaan Pemilu dan Pilpres hingga Pilkada secara langsung, membuat jajaran KPU Padang Pariaman berupaya untuk bergerak cepat. Salah satunya seperti terlihat, Kamis kemarin, Ketua KPU Padang Pariaman, Zulnaidi mengadakan audiensi atau pertemuan khusus dengan Bupati Ali Mukhni, di ruang kerja bupati.
Bupati Ali Mukhni sendiri tampak merespon positif berbagai agenda penting yang akan dilaksanakan ke depannya. “Memang, dalam pertemuan tadi, setidaknya kami dari KPU menyampaikan beberapa hal penting kepada bupati, di antaranya mengingat pelaksanaan tahapan pemilu tinggal menghitung hari. Untuk itu tentu dibutuhkan berbagai persiapan, seperti perlunya gudang logistik, baik itu di tingkat kantor kecamatan maupun di kantor nagari. Dan perlu dikoordinasikan lebih jauh lagi,” kata dia.
Poin penting lainnya, sebut Zulnaidi, untuk persiapan tahapan pelaksanaan Pilkada sendiri sebenarnya juga sudah akan segera dimulai pada penghujung 2019 ini. “Kita telah menyampaikan serta mengingatkan kepada kepala daerah bahwa anggaran untuk persiapan tahapan itu sudah harus masuk pada APBD 2019 ini,” ujar Zulnaidi.
Demikian pula anggaran untuk pelaksanaan Pilkada yang akan berlangsung tahun 2020 mendatang, juga diharapkan sudah harus dimasukkan atau dianggarkan dalam APBD mendatang. “Khusus untuk persiapan tahapan Pilkada nantinya, kita rencananya akan menggelar Rakor dan seminar Pilkada, di samping akan melakukan penelitian untuk mengetahui penyebab rendahnya partisipasi pemilih. Di samping juga akan melakukan study banding ke beberapa daerah,” ungkapnya.
Sedangkan pembicaraan ketiga, kata Zulnaidi, Bupati Ali Mukhni menyatakan akan menyanggupi mengadakan pertemuan khusus sebagai lanjutan pada minggu depan. “Sekalian dalam pertemuan khusus itu nantinya kita akan membawa beberapa dokumen yang dibutuhkan,” ulas dia. (501)
Kamis, 31 Januari 2019
Nilai SAKIP Padang Pariaman Naik 5,67 Point Pemerintah Daerah Tidak Lagi Berorientasi Menghabiskan Anggaran
Padang Pariaman--Nilai penerapan Sistem Akuntabilitas Kinerja Pemerintah (SAKIP) Kabupaten Padang Pariaman tahun 2018 naik 5,67 point dari 60,13 menjadi 65,80. Nilai ini mensyahkan penghargaan hasil evaluasi SAKIP Kabupaten Padang Pariaman dengan prediket B atau kategori Baik.
Penghargaan diterima Bupati Padang Pariaman Ali Mukhni langsung dari Menteri PAN dan RB Syafruddin pada acara Penyerahan Laporan Hasil Evaluasi Akuntabilitas Kinerja Pemerintah Kab/Kota dan Provinsi Wilayah I di Bandung 28 Januari lalu.
Penghargaan yang diterima Bupati Ali Mukhni di awal tahun ini menunjukkan bahwa Pemkab Padang Pariaman memperlihatkan performance yang sangat baik berdasarkan hasil evaluasi SAKIP sehingga sejajar dengan pemerintah provinsi, kabupaten dan kota lainnya di wilayah I. Usai menerima penghargaan, bupati dua periode itu menyampaikan rasa syukur dan bahagianya atas penghargaan itu.
"Tahun kemaren nilai SAKIP kita 60,13 sekarang naik 5,67 poin, alhamdulillah, walau angkanya sedikit tambahnya namun itu merupakan usaha yang sangat serius dan sungguh-sungguh dari semua pimpinan OPD, Tim SAKIP terutama yang membidangi Perencanaan," ucapnya bahagia didampingi Sekretaris Daerah Jonpriadi, Kabag Organisasi Azwarman dan Ketua TP PKK Rena Sovia ALi Mukhni.
Walaupun Kabupaten Padang Pariaman belum dapat mencapai target BB, sambungnya, setidaknya sudah berbuat banyak sesuai kemampuan yang ada. "Insya Aalah, tahun ini berkat kerjasama kita berusaha semaksimal mungkin sehingga hasil predikat kembali meningkat dan mencapai nilai terbaik. Terima kasih kepada kita semua," kata dia.
Menurut Ali Mukhni, saat ini masyarakat terus menuntut negara untuk dapat hadir memberikan layanan yang terbaik, sementara anggaran yang dimiliki pemerintah terbatas. Sehingga sudah menjadi suatu kewajiban bagi setiap instansi pemerintah untuk dapat mewujudkan efektivitas dan efisiensi dalam birokrasi.
Ali Mukhni tak menampik bahwa hasil capaian 2018 akan menjadi bahan evaluasi bagi OPD di lingkungan Pemkab Padang Pariaman, selain juga tetap melakukan koordinasi dengan Kemenpan RB untuk melihat sejauh apa yang telah dicapai beradasarkan standar.
Sementara itu Menpan Syafruddin menyebutkan, untuk mewujudkan pelayanan yang prima tidak cukup hanya dengan memotong anggaran pada pertengahan tahun berjalan. Efisiensi harus dibangun secara sistimatik bukan melalui kebijakan-kebijakan temporal yang mengakibatkan efisiensi tidak dilaksanakan secara berkelanjutan. Efisiensi seharusnya dimulai dengan memperbaiki pola pemanfaatan anggaran sejak pertama kali birokrasi merencanakan kinerjanya sebagaimana prinsip akuntabilitas yang berorientasi pada hasil sesuai dengan amanat Undang-undang.
"Makanya, melalui penataan birokrasi yang baik akan terbangun sistem yang baik dan tepat sasaran sehingga akan terwujud SAKIP yang dilegalkan melalui beberapa peraturan yang diturunkan, baik itu PP maupun Perpres," katanya.
Melalui penerapan SAKIP, papar Syafruddin, pemerintah daerah tidak lagi berorientasi untuk sekedar menghabiskan anggaran, melainkan lebih tertumpu pada program perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan kegiatan yang dilaksanakan tepat sasaran. Melalui penearapn SAKIP, efisensi anggaran dari tahun sebelumnya bisa digunakan untuk kesejahteraan rakyat. Secara Nasional hasil Evaluasi SAKIP pada 2018 masih menunjukkan 5 Kab/Kota predikat D, 97 Kab/Kota C, 162 Kab/Kota CC, 185 kab/kota B, 40 Kab/kota BB dan 9 Kota berpredikat A. (501)
Penghargaan diterima Bupati Padang Pariaman Ali Mukhni langsung dari Menteri PAN dan RB Syafruddin pada acara Penyerahan Laporan Hasil Evaluasi Akuntabilitas Kinerja Pemerintah Kab/Kota dan Provinsi Wilayah I di Bandung 28 Januari lalu.
Penghargaan yang diterima Bupati Ali Mukhni di awal tahun ini menunjukkan bahwa Pemkab Padang Pariaman memperlihatkan performance yang sangat baik berdasarkan hasil evaluasi SAKIP sehingga sejajar dengan pemerintah provinsi, kabupaten dan kota lainnya di wilayah I. Usai menerima penghargaan, bupati dua periode itu menyampaikan rasa syukur dan bahagianya atas penghargaan itu.
"Tahun kemaren nilai SAKIP kita 60,13 sekarang naik 5,67 poin, alhamdulillah, walau angkanya sedikit tambahnya namun itu merupakan usaha yang sangat serius dan sungguh-sungguh dari semua pimpinan OPD, Tim SAKIP terutama yang membidangi Perencanaan," ucapnya bahagia didampingi Sekretaris Daerah Jonpriadi, Kabag Organisasi Azwarman dan Ketua TP PKK Rena Sovia ALi Mukhni.
Walaupun Kabupaten Padang Pariaman belum dapat mencapai target BB, sambungnya, setidaknya sudah berbuat banyak sesuai kemampuan yang ada. "Insya Aalah, tahun ini berkat kerjasama kita berusaha semaksimal mungkin sehingga hasil predikat kembali meningkat dan mencapai nilai terbaik. Terima kasih kepada kita semua," kata dia.
Menurut Ali Mukhni, saat ini masyarakat terus menuntut negara untuk dapat hadir memberikan layanan yang terbaik, sementara anggaran yang dimiliki pemerintah terbatas. Sehingga sudah menjadi suatu kewajiban bagi setiap instansi pemerintah untuk dapat mewujudkan efektivitas dan efisiensi dalam birokrasi.
Ali Mukhni tak menampik bahwa hasil capaian 2018 akan menjadi bahan evaluasi bagi OPD di lingkungan Pemkab Padang Pariaman, selain juga tetap melakukan koordinasi dengan Kemenpan RB untuk melihat sejauh apa yang telah dicapai beradasarkan standar.
Sementara itu Menpan Syafruddin menyebutkan, untuk mewujudkan pelayanan yang prima tidak cukup hanya dengan memotong anggaran pada pertengahan tahun berjalan. Efisiensi harus dibangun secara sistimatik bukan melalui kebijakan-kebijakan temporal yang mengakibatkan efisiensi tidak dilaksanakan secara berkelanjutan. Efisiensi seharusnya dimulai dengan memperbaiki pola pemanfaatan anggaran sejak pertama kali birokrasi merencanakan kinerjanya sebagaimana prinsip akuntabilitas yang berorientasi pada hasil sesuai dengan amanat Undang-undang.
"Makanya, melalui penataan birokrasi yang baik akan terbangun sistem yang baik dan tepat sasaran sehingga akan terwujud SAKIP yang dilegalkan melalui beberapa peraturan yang diturunkan, baik itu PP maupun Perpres," katanya.
Melalui penerapan SAKIP, papar Syafruddin, pemerintah daerah tidak lagi berorientasi untuk sekedar menghabiskan anggaran, melainkan lebih tertumpu pada program perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan kegiatan yang dilaksanakan tepat sasaran. Melalui penearapn SAKIP, efisensi anggaran dari tahun sebelumnya bisa digunakan untuk kesejahteraan rakyat. Secara Nasional hasil Evaluasi SAKIP pada 2018 masih menunjukkan 5 Kab/Kota predikat D, 97 Kab/Kota C, 162 Kab/Kota CC, 185 kab/kota B, 40 Kab/kota BB dan 9 Kota berpredikat A. (501)
PT Pos Indonesia Dukung Percepatan Layanan Kepada Masyarakat
Padang Pariaman--Bupati Padang Pariaman Ali Mukhni mengapresiasi kinerja PT Pos Indonesia Kantor Pos Pariaman, yang begitu intens menjalin kerjasama dengan jajaran Pemkab setempat selama ini.
“Harapan kita ke depannya, kerjasama yang telah terjalin dengan baik selama ini hendaknya bisa terus ditingkatkan lagi. Karena masih banyak program OPD di lingkungan Pemkab Padang Pariaman yang bisa dikerjasamakan dengan PT Pos Indonesia,” kata Ali Mukhni, saat serah terima jabatan Kepala PT Pos Indonesia, Kantor Pos Pariaman dari pejabat lama Hendri Joni kepada Roza Matra, Kamis (31/01), di Parit Malintang.
Apapun itu bentuknya, sebut bupati, asalkan untuk kepentingan menunjang kemudahan pelayanan dan percepatan pelayanan kepada masyarakat. “Kita dari Pemkab Padang Pariaman juga menyadari kerjasama yang dilakukan dengan PT Pos Pariaman selama ini sangat mendukung program percepatan pelayanan kepada masyarakat di dukung biayanya yang relatif murah dan bersifat lebih praktis,” terangnya.
Hal itu, menurut Ali Mukhni, juga sejalan dengan motto Pemkab Padang Pariaman, yaitu dengan taglinenya "Saatnya Masyarakat Menikmati". Dan dengan alasan itu pula di lingkungan Pemkab sudah saatnya masyarakat dilayani dan diperlakukan layaknya bak seorang raja.
Kepala Regional II PT Pos Indonesia Sumbar Kepri, Wendy Bermana mengapresiasi perhatian yang diberikan Bupati Ali Mukhni selama ini dalam mendukung pencapaian dan kinerja PT Pos Indonesia, khususnya Kantor Pos Pariaman. “Untuk itu ke depannya, program kerjasama selama ini agar bisa terus ditingkatkan lagi. Cukup banyak program PT Pos Indonesia yang bisa disinergikan dengan program Pemkab,” tegasnya.
Wendy juga senang dan salut dengan perhatian Bupati Ali Mukhni kepada PT Pos Pariaman yang menyediakan waktu dan tempat pelaksanaan serah terima jabatan Kepala Pos Pariaman. "Terakhir, Bupati Solok Gamawan Fauzi 20 tahun yang lalu melakukan hal yang sama seperti hari ini di Padang Pariaman," kenang Wendy disambut tepuk tangan yang hadir.
Lebih jauh ditambahkannya, PT Pos Indonesia Regional II saat ini terus meningkatkan program kerjasama dengan sejumlah pihak. Salah satunya, program pengurusan surat-surat kendaraan bermotor atau STNK. “Jadi ke depannya masyarakat yang akan mengurus STNK cukup datang ke PT Pos Indonesia, tidak mesti harus repot-repot lagi mengurusnya ke Kantor Samsat seperti selama ini,” terangnya.
Di pihak lain, saat ditanya kiat PT Pos, Wendy Bermana menegaskan, PT Pos Indonesia Regional II Sumbar Kepri selama ini juga telah intens menerapkan sistem layanan berbasis digitalisasi. Hal itu tidak terlepas untuk menyikapi perkembangan kemajuan era informasi yang terjadi di tengah masyarakat. “Namun tentunya semua itu tidak mengurangi komitmen layanan yang telah diberikan PT Pos selama ini, seperti pengiriman surat dan lain sebagainya,” ungkapnya. (501)
“Harapan kita ke depannya, kerjasama yang telah terjalin dengan baik selama ini hendaknya bisa terus ditingkatkan lagi. Karena masih banyak program OPD di lingkungan Pemkab Padang Pariaman yang bisa dikerjasamakan dengan PT Pos Indonesia,” kata Ali Mukhni, saat serah terima jabatan Kepala PT Pos Indonesia, Kantor Pos Pariaman dari pejabat lama Hendri Joni kepada Roza Matra, Kamis (31/01), di Parit Malintang.
Apapun itu bentuknya, sebut bupati, asalkan untuk kepentingan menunjang kemudahan pelayanan dan percepatan pelayanan kepada masyarakat. “Kita dari Pemkab Padang Pariaman juga menyadari kerjasama yang dilakukan dengan PT Pos Pariaman selama ini sangat mendukung program percepatan pelayanan kepada masyarakat di dukung biayanya yang relatif murah dan bersifat lebih praktis,” terangnya.
Hal itu, menurut Ali Mukhni, juga sejalan dengan motto Pemkab Padang Pariaman, yaitu dengan taglinenya "Saatnya Masyarakat Menikmati". Dan dengan alasan itu pula di lingkungan Pemkab sudah saatnya masyarakat dilayani dan diperlakukan layaknya bak seorang raja.
Kepala Regional II PT Pos Indonesia Sumbar Kepri, Wendy Bermana mengapresiasi perhatian yang diberikan Bupati Ali Mukhni selama ini dalam mendukung pencapaian dan kinerja PT Pos Indonesia, khususnya Kantor Pos Pariaman. “Untuk itu ke depannya, program kerjasama selama ini agar bisa terus ditingkatkan lagi. Cukup banyak program PT Pos Indonesia yang bisa disinergikan dengan program Pemkab,” tegasnya.
Wendy juga senang dan salut dengan perhatian Bupati Ali Mukhni kepada PT Pos Pariaman yang menyediakan waktu dan tempat pelaksanaan serah terima jabatan Kepala Pos Pariaman. "Terakhir, Bupati Solok Gamawan Fauzi 20 tahun yang lalu melakukan hal yang sama seperti hari ini di Padang Pariaman," kenang Wendy disambut tepuk tangan yang hadir.
Lebih jauh ditambahkannya, PT Pos Indonesia Regional II saat ini terus meningkatkan program kerjasama dengan sejumlah pihak. Salah satunya, program pengurusan surat-surat kendaraan bermotor atau STNK. “Jadi ke depannya masyarakat yang akan mengurus STNK cukup datang ke PT Pos Indonesia, tidak mesti harus repot-repot lagi mengurusnya ke Kantor Samsat seperti selama ini,” terangnya.
Di pihak lain, saat ditanya kiat PT Pos, Wendy Bermana menegaskan, PT Pos Indonesia Regional II Sumbar Kepri selama ini juga telah intens menerapkan sistem layanan berbasis digitalisasi. Hal itu tidak terlepas untuk menyikapi perkembangan kemajuan era informasi yang terjadi di tengah masyarakat. “Namun tentunya semua itu tidak mengurangi komitmen layanan yang telah diberikan PT Pos selama ini, seperti pengiriman surat dan lain sebagainya,” ungkapnya. (501)
HPN 2019 SIWO PWI Pusat Anugerahkan Ali Mukni Bupati Peduli Olahraga
Padang--Seksi Wartawan Olahraga (SIWO) PWI Pusat menganugerahkan gelar “Bupati Peduli Olahraga” kepada Bupati Padang Pariaman Drs. H. Ali Mukhni dalam rangka Hari Pers Nasional (HPN) 2019. Penyerahan anugerah SIWO ini akan dilakukan di Gedung Grahadi Surabaya, Jum’at 8 Februari 2019 yang dihadiri Presiden RI Joko Widodo.
Keputusan penganugerahan gelar tertinggi SIWO PWI Pusat ini disampaikan melalui surat resmi, yang diserahkan secara langsung kepada Ali Mukhni oleh Ketua PWI Sumbar H. Heranof Firdaus, S.Sos, Kamis (31/1) di Kantor Bupati Parit Malintang. Turut hadir dalam penyerahan ini Anggota Dewan Kehormatan PWI Gusfen Khairul dan Sekretaris SIWO PWI Sumbar Syaiful Husein.
Terpilihnya Bupati Ali Mukhni melewati seleksi yang cukup ketat, sebab PWI Provinsi dari seluruh Indonesia juga mengusulkan kepala daerahnya yang berprestasi, terutama di bidang olahraga. Namun Ali Mukhni unggul karena adanya terobosan pembangunan Main Stadium yang megah dan penyelenggaraan Porprov yang sukses. “Ali Mukhni adalah salah satu dari sedikit kepala daerah yang berasal dari guru olahraga,” kata Ketua SIWO PWI Pusat Aagwa Ariwangsa mengomentari terpilihnya bupati dua periode ini.
Penyerahan gelar “Bupati Peduli Olahraga” ini akan dilakukan dalam Golden Award Malam Anugerah Olahraga SIWO PWI 2019, yang berlangsung Jumat 8 Februari 2019 pukul 20.00 WIB di Gedung Grahadi, Surabaya, Jawa Timur yang dihadiri langsung oleh Presiden RI Joko Widodo bersama sejumlah menteri Kabinet Kerja. Besoknya, Sabtu 9 Februari 2019 Presiden RI menghadiri Acara Puncak HPN 2019 di Grand City Convention, Surabaya.
Bupati Ali Mukhni mengucapkan terima kasih dan rasa syukurnya atas anugerah SIWO PWI Pusat ini. Bagi dirinya, berbuat yang terbaik untuk masyarakat adalah tujuan yang paling utama. “Pengabdian saya adalah berbuat yang terbaik, termasuk di bidang olahraga. Jika SIWO PWI Pusat memberikan apreasiasi, jawab saya tentu syukur Alhamdulillah,” kata Ali Mukni yang didampingi Sekda Padang Pariaman Jhon Priadi dan Kabag Humas Andri Satria Masri. (*)
Keputusan penganugerahan gelar tertinggi SIWO PWI Pusat ini disampaikan melalui surat resmi, yang diserahkan secara langsung kepada Ali Mukhni oleh Ketua PWI Sumbar H. Heranof Firdaus, S.Sos, Kamis (31/1) di Kantor Bupati Parit Malintang. Turut hadir dalam penyerahan ini Anggota Dewan Kehormatan PWI Gusfen Khairul dan Sekretaris SIWO PWI Sumbar Syaiful Husein.
Terpilihnya Bupati Ali Mukhni melewati seleksi yang cukup ketat, sebab PWI Provinsi dari seluruh Indonesia juga mengusulkan kepala daerahnya yang berprestasi, terutama di bidang olahraga. Namun Ali Mukhni unggul karena adanya terobosan pembangunan Main Stadium yang megah dan penyelenggaraan Porprov yang sukses. “Ali Mukhni adalah salah satu dari sedikit kepala daerah yang berasal dari guru olahraga,” kata Ketua SIWO PWI Pusat Aagwa Ariwangsa mengomentari terpilihnya bupati dua periode ini.
Penyerahan gelar “Bupati Peduli Olahraga” ini akan dilakukan dalam Golden Award Malam Anugerah Olahraga SIWO PWI 2019, yang berlangsung Jumat 8 Februari 2019 pukul 20.00 WIB di Gedung Grahadi, Surabaya, Jawa Timur yang dihadiri langsung oleh Presiden RI Joko Widodo bersama sejumlah menteri Kabinet Kerja. Besoknya, Sabtu 9 Februari 2019 Presiden RI menghadiri Acara Puncak HPN 2019 di Grand City Convention, Surabaya.
Bupati Ali Mukhni mengucapkan terima kasih dan rasa syukurnya atas anugerah SIWO PWI Pusat ini. Bagi dirinya, berbuat yang terbaik untuk masyarakat adalah tujuan yang paling utama. “Pengabdian saya adalah berbuat yang terbaik, termasuk di bidang olahraga. Jika SIWO PWI Pusat memberikan apreasiasi, jawab saya tentu syukur Alhamdulillah,” kata Ali Mukni yang didampingi Sekda Padang Pariaman Jhon Priadi dan Kabag Humas Andri Satria Masri. (*)
Senin, 28 Januari 2019
Akibat Tebing yang Terban Aliran Air Irigasi Ujuang Gunuang Kembali Terhenti
VII Koto--Saluran air Irigasi Ujuang Gunuang kembali terputus. Terbannya tebing di bagian atas membuat masyarakat petani di bagian bawah yang banyak bergantung pada air itu mengeluh. Solusi sementara, masyarakat Balah Aie yang banyak bergantung pada air irigasi yang berpusat di Ujuang Gunuang Sungai Sariak itu harus turun tangan.
"Ada sekitar 300 an hektare sawah di Balah Aie, Kecamatan VII Koto Sungai Sariak, Padang Pariaman ini sangat bergantung pada Irigasi Ujuang Gunuang," kata Walinagari Balah Aie Indra. Belum lagi kolam ikan sebagai usaha oleh masyarakat. Dan kondisi sekarang, masyarakat akan turun ke sawah, dan tentunya butuh air. Yang seluas itu hanya di Balah Aie. Belum termasuk sawah di nagari pecahan yang dua lagi; Balah Aie Utara dan Balah Aie Timur.
Kepada Singgalang, Selasa (29/1) kemarin Indra menjelaskan, terban sebuah tebing tak tuntas dibersihkan satu kali gotong royong, Sabtu lalu. "Melihat kondisinya, ada kemungkinan dua kali Sabtu lagi gotong royong kita lakukan secara bersama," sebutnya.
Menurut Indra, Irigasi Ujuang Gunuang termasuk irigasi yang rapuh dan berkali-kali jebol, terkena tebing runtuh. Dan setiap kali ada bencana itu, setiap itu pula pihaknya melakukan gotong royong dari Balah Aie ke Sungai Sariak. Irigasi ini punya sejarah panjang oleh masyarakat Sungai Sariak dan Balah Aie.
Dan merupakan satu-satu irigasi yang mengaliri sawah dan kolam ikan masyarakat Balah Aie. "Karena ini, kebutuhan irigasi yang lancar airnya amat vital sekali, masyarakat tak pula bosan untuk melakukan gotong royong. Bahkan, khusus irigasi ini hampir tiap tahun selalu ada masalah. Jadi, perlu perbaikan yang kuat, serta coran dinding tebing di sepanjang aliran irigasi, agar tidak lagi longsor dan terban," ungkapnya.
Indra mengajak seluruh masyarakat Balah Aie, agar bisa bersama-sama lagi melakukan gotong royong Sabtu depan. "Mudah-mudahan, pasir tebing yang menggunung menimbun aliran irigasi bisa kita atasi dengan baik, dan air kembali normal seperti sediakala, sehingga petani merasa senang turun ke sawah," harapnya. (501)
"Ada sekitar 300 an hektare sawah di Balah Aie, Kecamatan VII Koto Sungai Sariak, Padang Pariaman ini sangat bergantung pada Irigasi Ujuang Gunuang," kata Walinagari Balah Aie Indra. Belum lagi kolam ikan sebagai usaha oleh masyarakat. Dan kondisi sekarang, masyarakat akan turun ke sawah, dan tentunya butuh air. Yang seluas itu hanya di Balah Aie. Belum termasuk sawah di nagari pecahan yang dua lagi; Balah Aie Utara dan Balah Aie Timur.
Kepada Singgalang, Selasa (29/1) kemarin Indra menjelaskan, terban sebuah tebing tak tuntas dibersihkan satu kali gotong royong, Sabtu lalu. "Melihat kondisinya, ada kemungkinan dua kali Sabtu lagi gotong royong kita lakukan secara bersama," sebutnya.
Menurut Indra, Irigasi Ujuang Gunuang termasuk irigasi yang rapuh dan berkali-kali jebol, terkena tebing runtuh. Dan setiap kali ada bencana itu, setiap itu pula pihaknya melakukan gotong royong dari Balah Aie ke Sungai Sariak. Irigasi ini punya sejarah panjang oleh masyarakat Sungai Sariak dan Balah Aie.
Dan merupakan satu-satu irigasi yang mengaliri sawah dan kolam ikan masyarakat Balah Aie. "Karena ini, kebutuhan irigasi yang lancar airnya amat vital sekali, masyarakat tak pula bosan untuk melakukan gotong royong. Bahkan, khusus irigasi ini hampir tiap tahun selalu ada masalah. Jadi, perlu perbaikan yang kuat, serta coran dinding tebing di sepanjang aliran irigasi, agar tidak lagi longsor dan terban," ungkapnya.
Indra mengajak seluruh masyarakat Balah Aie, agar bisa bersama-sama lagi melakukan gotong royong Sabtu depan. "Mudah-mudahan, pasir tebing yang menggunung menimbun aliran irigasi bisa kita atasi dengan baik, dan air kembali normal seperti sediakala, sehingga petani merasa senang turun ke sawah," harapnya. (501)
Kantor Walikorong Pasar Lubuk Alung Harus Diperbaharui
Lubuk Alung--Masyarakat ingin Kantor Walikorong Pasar Lubuk Alung direnovasi. Karena gedungnya masih Kantor Desa lama yang sudah lama pula bangunannya, dan dinilai tak lagi layak untuk zaman sekarang. Kemudian pembangunan jalan Kabun Kopi, kawasan padat penduduk yang belum memadai saat ini.
Harapan itu terlontar saat reses anggota DPRD Padang Pariaman, Bagindo Rosman Palito Rajo Endah ke Lubuk Alung yang merupakan daerah pemilihannya, Senin (28/1) kemarin. "Sesuai peraturan, reses itu menghimpun seluruh aspirasi yang berkembang di tengah masyarakat, untuk selanjutnya ditindaklanjuti dengan pembangunanya oleh eksekutif," kata Rosman.
Bagi Rosman, anggota dewan dari PAN ini masukan masyarakat itu amat penting. "Semua permintaan dan keinginan masyarakat tadi telah kita catat, dan selanjutnya jadi masukan nantinya dalam pembahasan anggaran pembangunan dengan Pemkab Padang Pariaman. Menurut dia, di samping yang tersebut tadi, juga ada permintaan pengembangan Usaha Kecil Menengah (UKM) yang ada di Pasar Lubuk Alung.
Kemudian, katanya, masyarakat Kampuang Durian juga minta adanya bangunan pos ronda, yang dilengkapi dengan alat kesenian. "Sesuai prosedurnya, tolong dulu pastikan tanah bangunan. Sewa atau hibah dari yang punya tanah. Kalau tanahnya sudah oke, insya Allah, pembangunan pos ronda itu bisa dicarikan solusinya," ulas Rosman.
Sebagai tokoh yang pernah lama berkiprah di Lubuk Alung lewat lembaga pendidikan non formal, Rosman tahu banyak kondisi dan keadaan yang sedang berkembang di nagari yang terkenal dengan panasnya itu. "Memang, jalan untuk Kabun Kopi itu amat dibutuhkan. Sebagai wilayah terpadat, bila terjadi kondisi terburuk, tentu dengan mudahnya dicarikan solusinya. Seperti kebakaran misalnya. Bila jalan ada, pemadam dengan mudahnya menjangkau lokasi tersebut," katanya. (501)
Harapan itu terlontar saat reses anggota DPRD Padang Pariaman, Bagindo Rosman Palito Rajo Endah ke Lubuk Alung yang merupakan daerah pemilihannya, Senin (28/1) kemarin. "Sesuai peraturan, reses itu menghimpun seluruh aspirasi yang berkembang di tengah masyarakat, untuk selanjutnya ditindaklanjuti dengan pembangunanya oleh eksekutif," kata Rosman.
Bagi Rosman, anggota dewan dari PAN ini masukan masyarakat itu amat penting. "Semua permintaan dan keinginan masyarakat tadi telah kita catat, dan selanjutnya jadi masukan nantinya dalam pembahasan anggaran pembangunan dengan Pemkab Padang Pariaman. Menurut dia, di samping yang tersebut tadi, juga ada permintaan pengembangan Usaha Kecil Menengah (UKM) yang ada di Pasar Lubuk Alung.
Kemudian, katanya, masyarakat Kampuang Durian juga minta adanya bangunan pos ronda, yang dilengkapi dengan alat kesenian. "Sesuai prosedurnya, tolong dulu pastikan tanah bangunan. Sewa atau hibah dari yang punya tanah. Kalau tanahnya sudah oke, insya Allah, pembangunan pos ronda itu bisa dicarikan solusinya," ulas Rosman.
Sebagai tokoh yang pernah lama berkiprah di Lubuk Alung lewat lembaga pendidikan non formal, Rosman tahu banyak kondisi dan keadaan yang sedang berkembang di nagari yang terkenal dengan panasnya itu. "Memang, jalan untuk Kabun Kopi itu amat dibutuhkan. Sebagai wilayah terpadat, bila terjadi kondisi terburuk, tentu dengan mudahnya dicarikan solusinya. Seperti kebakaran misalnya. Bila jalan ada, pemadam dengan mudahnya menjangkau lokasi tersebut," katanya. (501)
Setelah 16 Tahun Mulai Pondasinya Pembangunan Surau Attaqwa Sikumbang Katapiang Kembali Dilanjutkan
Katapiang--Sejak 16 tahun lalu pondasi bangunan Surau Attaqwa Sikumbang Nagari Katapiang, Kecamatan Batang Anai dimulai hingga sekarang masih tetap pondasi itu saja. Bahkan semak belukar sudah setinggi surau lama pula memenuhi halaman dan podasi bangunan tersebut. Selasa (29/1) kemarin pengurus dan masyarakat Katapiang, terutama kaum Suku Sikumbang kembali bangkit.
Pagi kemarin secara berurutan masyarakat berdatangan ke surau yang terletak di Korong Pilubang itu. Ada yang membawa mesin untuk merambah semak, ada pula yang membawa cangkul dan pedang agar bisa membersihkan semak yang sangat merimba itu. "Kita bersepakat, bahwa pembangunan surau ini dimulai kembali," kata Bagindo Rosman Palito Rajo Endah, tokoh masyarakat Katapiang yang kini jadi anggota DPRD Kabupaten Padang Pariaman.
Sebagai salah seorang yang menggagas gotong royong, Rosman sengaja tiba pertama. Bahkan jauh sebelum yang lain datang, Rosman memulai dulu merambah semak tersebut. "Saya selalu mengajarkan kepada yang muda-muda, bahwa memimpin di tengah masyarakat itu bagaikan memandikan kuda. Bukan dengan cara memandikan beruk," katanya.
"Kalau memandikan kuda, yang tukang madikan harus masuk pula ke sungai. Sedangkan kalau memandikan beruk, tukang mandikan cukup berdiri saja di tepinya. Artinya, harus kita yang mulai duluan. Kita yang tiba duluan," ungkapnya.
Jadi, kata anggota dewan dari PAN yang pada Pemilu tahun ini kembali maju di Dapil II Padang Pariaman itu, dengan kebersamaan, hanya satu jam lebih bekerja semuanya telah tampak bersih kembali. "Bangunan surau yang baru ini sengaja besar dibuat dari bangunan yang lama. Mencapai 16x15 meter. Kaum Suku Sikumbang di Katapiang termasuk suku yang besar, punya banyak anggota dan jemaah, makanya surau harus besar pula dibuat," ungkap Rosman.
Usai goro, masyarakat dan pengurus yang hadir melanjutkan dengan rapat membahas rencana tabliq akbar, yang tujuannya menggalang dana untuk memulai pembangunan Surau Attaqwa Sikumbang tersebut. "Atas kesepakatan bersama, kita akan undang H. Muhammad Jali Sadana Tuanku Sinaro Mangkuto untuk memberikan siraman rohani pada awal April mendatang," sebut Rosman.
Seperti biasa, lanjutnya, ceramah agama dengan penceramah yang tenar, masyarakat Suku Sikumbang yang perempuan membawa makanan dan minuman. Sedangkan rang sumando yang perempuan dibebani dengan membawa kue. "Soal sumbangan terserah mau dibawa berapa. Kita tidak menetapkan batasan jumlah sumbangan bagi sipangka. Sekalipun sedang tak berpunya, datang sajalah ke surau, agar acara kita nantinya meriah dan menghasilkan banyak masukan sumbangan," ulas Rosman.
"Insya Allah, seluruh perantau Katapiang, terutama kaum Suku Sikumbang yang ada di berbagai daerah perantauan telah diberitahu, dan mereka ingin ikut badoncek untuk penyelesaian pembangunan ini," tambah Rosman. (501)
Pagi kemarin secara berurutan masyarakat berdatangan ke surau yang terletak di Korong Pilubang itu. Ada yang membawa mesin untuk merambah semak, ada pula yang membawa cangkul dan pedang agar bisa membersihkan semak yang sangat merimba itu. "Kita bersepakat, bahwa pembangunan surau ini dimulai kembali," kata Bagindo Rosman Palito Rajo Endah, tokoh masyarakat Katapiang yang kini jadi anggota DPRD Kabupaten Padang Pariaman.
Sebagai salah seorang yang menggagas gotong royong, Rosman sengaja tiba pertama. Bahkan jauh sebelum yang lain datang, Rosman memulai dulu merambah semak tersebut. "Saya selalu mengajarkan kepada yang muda-muda, bahwa memimpin di tengah masyarakat itu bagaikan memandikan kuda. Bukan dengan cara memandikan beruk," katanya.
"Kalau memandikan kuda, yang tukang madikan harus masuk pula ke sungai. Sedangkan kalau memandikan beruk, tukang mandikan cukup berdiri saja di tepinya. Artinya, harus kita yang mulai duluan. Kita yang tiba duluan," ungkapnya.
Jadi, kata anggota dewan dari PAN yang pada Pemilu tahun ini kembali maju di Dapil II Padang Pariaman itu, dengan kebersamaan, hanya satu jam lebih bekerja semuanya telah tampak bersih kembali. "Bangunan surau yang baru ini sengaja besar dibuat dari bangunan yang lama. Mencapai 16x15 meter. Kaum Suku Sikumbang di Katapiang termasuk suku yang besar, punya banyak anggota dan jemaah, makanya surau harus besar pula dibuat," ungkap Rosman.
Usai goro, masyarakat dan pengurus yang hadir melanjutkan dengan rapat membahas rencana tabliq akbar, yang tujuannya menggalang dana untuk memulai pembangunan Surau Attaqwa Sikumbang tersebut. "Atas kesepakatan bersama, kita akan undang H. Muhammad Jali Sadana Tuanku Sinaro Mangkuto untuk memberikan siraman rohani pada awal April mendatang," sebut Rosman.
Seperti biasa, lanjutnya, ceramah agama dengan penceramah yang tenar, masyarakat Suku Sikumbang yang perempuan membawa makanan dan minuman. Sedangkan rang sumando yang perempuan dibebani dengan membawa kue. "Soal sumbangan terserah mau dibawa berapa. Kita tidak menetapkan batasan jumlah sumbangan bagi sipangka. Sekalipun sedang tak berpunya, datang sajalah ke surau, agar acara kita nantinya meriah dan menghasilkan banyak masukan sumbangan," ulas Rosman.
"Insya Allah, seluruh perantau Katapiang, terutama kaum Suku Sikumbang yang ada di berbagai daerah perantauan telah diberitahu, dan mereka ingin ikut badoncek untuk penyelesaian pembangunan ini," tambah Rosman. (501)
Langganan:
Postingan (Atom)






