Rabu, 18 Januari 2017

Agar Tidak Berurusan dengan Hukum Gunakan Keuangan Daerah Sesuai Aturan

Bupati Ali Mukhni
Agar Tidak Berurusan dengan Hukum Gunakan Keuangan Daerah Sesuai Aturan

Padang Pariaman--Bupati Ali Mukhni meminta Inspektorat membuat program pengawasan berkala. Terkait tata cara pelaporan, kelengkapan administrasi dan penatausahaan keuangan daerah sesuai ketentuan yang berlaku. Auditor Inspektorat setiap minggu melakukan pembinaan ke Organisasi Perangkat Daerah (OPD) secara kontinyu.
    Hal ini perlu dilakukan, mengingat aturan keuangan sangat ketat dan adanya perubahan aturan yang mesti disosialisasikan ke seluruh stakeholders.
    "Jangan hangat-hangat tahi ayam. Sebulan jalan selanjutnya tidak jalan lagi. Ini untuk keamanan kita semua," kata Bupati Padang Pariaman Ali Mukhni, Rabu (18/1)
    Lebih spesifik, Bupati Ali Mukhni mewanti-wanti penggunaan dana desa sesuai aturan yang berlaku. Libatkan penegak hukum dari Kejaksaan melalui Tim Pengguna Anggaran Daerah (TPAD) dan Kepolisian dalam pembinaan pengelolaan dana desa. "Yang namanya uang negara, satu sen pun harus dipertanggungjawabkan," ujar bupati peraih Satya Lencana Pembangunan itu.
    Bupati Ali Mukhni dan Wakil Bupati Suhatri Bur bertekad mempertahankan prestasi dalam pengelolaan keuangan, yaitu Opini Wajar Tanpa Pengecualian Murni yang diraih tahun lalu. Saat ini Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) 2016 sudah disiapkan oleh BPKD beserta tim dari OPD. Kemudian laporan tersebut segera diserahkan kepada BPK RI Perwakilan Sumbar.
    Ali Mukhni juga mengapresiasi kinerja seluruh OPD dalam realisasi anggaran 2016 yang mencapai 94, 61 persen dari target sebesar 95 persen. Jumlah ini meningkat dari tahun sebelumnya yang hanya mencapai 91,51 persen. "Khusus untuk kegiatan fisik pada Dinas PU, dicapai 98 persen. Artinya, dari Rp206 miliar yang kita sediakan, hanya Rp3 miliar yang menjadi SILPA," ujar bupati yang terkenal jago lobi itu.
    Wabup Suhatri Bur minta Bagian Pengadaan Barang dan Jasa agar menyurati OPD yang ada, untuk belanja modal pada Januari segera lakukan proses tender. Kalau sudah ada masuk 10 kegiatan, maka segera umumkan melalui LPSE. "Seluruh pekerjaan proses tender sesuai aturan yang berlaku. Jangan sampai berurusan dengan penegak hukum," kata mantan Ketua KPU itu.
    Ditambahkannya, dipercepatnya proses lelang akan menguntungkan masyarakat seperti membuka tenaga kerja, mengurangi pengangguran, ekonomi berputar dan menghindari teguran dari DPRD.
    Plt Kadis Pekerjaan Umum Budi Mulia telah menyiapkan 35 paket lelang yang akan diumumkan pada Januari ini. Pihaknya juga akan melibatkan Kejaksaan Negeri Pariaman, mulai dari perencanaan dan pelaksanaan sesuai ketentuan yang berlaku. Termasuk kelanjutan pembangunan Masjid Agung Syekh Burhanuddin sebesar Rp4 miliar dan kelanjutan pembangunan RSUD Parit Malintang sebesar Rp37 miliar. (501)

Satpol PP Tidak Boleh Ada yang Sangar dalam Bertugas

Satpol PP Tidak Boleh Ada yang Sangar dalam Bertugas

Padang Pariaman--Bupati Ali Mukhni mengatakan, Satpol PP sebagai abdi masyarakat dalam menjalankan tugasnya, harus dengan disiplin dan bertanggungjawab.
    Dia tegaskan hal itu pada silaturahmi dan tatap muka dengan personil Satpol PP dan Pemadam Kebakaran di Aula IKK, Parit Malintang, Rabu (18/1). "Mulai dari bangun Subuh berjamaah, olahraga, sarapan dan persiapan apel pagi. Berpakaian rapi, humanis dan tidak sangar," kata Ali Mukhni yang didampingi Kepala BKSDM Anwar.
    Orang nomor satu di Padang Pariaman itu mengajak personil Satpol PP agar ramah dalam bertugas dan tegas dalam penegakan aturan. "Tegas bukan kasar dalam pengamanan Peraturan Daerah (Perda)," tambah Ali Mukhni.
    Terkait Peraturan Bupati Nomor 13 Tahun 2016, tentang Penertiban Orgen Tunggal, Satpol PP sangat diapresiasi oleh masyarakat baik ranah dan rantau. Jadi, sedang bertugas atau tidak, diminta personil Satpol PP punya tanggungjawab moral untuk menegur dan melarang orgen tunggal pada malam hari.
    "Insya Allah, Perbup akan ditingkatkan menjadi Perda," ujarnya. Bagi petugas Damkar, kata Ali Mukhni, agar selalu siaga 1x24 jam dan mobil Damkar harus dalam keadaan siap sedia, mulai persediaan air, BBM dan peralatan lainnya.
    Untuk keamanan kantor, Ali Mukhni meminta dibuatkan portal masuk dan keluar kantor. Bagi tamu, agar meninggalkan kartu indentitas kepada petugas jaga. "Saya tidak ingin mendengar adanya pencurian sepeda motor, kaca mobil dipecahkan. Malu kita," kata bupati peraih Satya Lencana Pembangunan itu.
    Kadis Satpol PP dan Damkar, Rianto melaporkan jumlah personilnya sebanyak 250 orang. Jumlah tersebut ditugaskan di seluruh perkantoran, rumah dinas pimpinan daerah dan lainnya. Adapun mobil Damkar disediakan sebanyak enam unit, namun hanya empat yang bisa dioperasionalkan. Ke empat mobil Damkar itu disiagakan di Lubuk Alung, Sungai Sariak dan Sungai Limau. (501)

Camat Batang Anai Diminta Menuntaskan Jalan Lingkar Duku - Sicincin

Camat Batang Anai Diminta Menuntaskan Jalan Lingkar Duku - Sicincin

Batang Anai--Suasana pisah sambut mengharukan bagi pegawai dan masyarakat yang ditinggalkan oleh Camat Batang Anai yang lama, Erman yang sekarang menjabat Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa. Adapun penggantinya, Suhardi yang sebelumnya menjabat Camat Lubuk Alung.
    Acara tersebut dihadiri langsung Wakil Bupati Padang Pariaman Suhatri Bur, Ketua Tim Penggerak PKK Hj. Rena Ali Mukhni, Asisten Pemerintahan Idarussalam, Kepala BKPSDM Anwar, Kabag Pemerintahan Umum Rosihan Anwar, Muspika, Direktur Bank Nagari Lubuk Alung serta jajaran Direksi PT. Angkasa Pura.
    Wabup Suhatri Bur berharap, dilantiknya Camat yang merupakan putra asli Batang Anai ini akan membawa suasana baru dan perubahan kecamatan ke arah yang lebih baik. "Kenapa demikian? Karena Kecamatan Batang Anai merupakan pintu gerbang Provinsi Sumbar dengan keberedaan Bandara Internasional Minangkabau. Mari kita dukung program kerja yang dilaksanakan camat yang baru," ujar Suhatri Bur.
    Mantan Ketua KPU Padang pariaman itu juga mengapresiasi keberhasilan Erman dalam memimpin Batang Anai dalam dua tahun terakhir. Khususnya dalam pembebasan lahan By Pass - Fly Over dan jalan lingkar Duku - Sicincin. "Alhamdulillah, pembebasan lahan jalur dua By Pass - Fly Over sudah tuntas. Ini berkat kebersamaan camat dengan masyarakat," kata dia.
    Kepada camat yang baru, Wabup Suhatri Bur minta tugas pembebasan lahan jalan masuk asrama haji, lahan jalan lingkar Duku - Sicincin, pengembangan kawasan wisata serta program kehutanan dilanjutkan. (501)

Minggu, 15 Januari 2017

Dengan OPD Baru Disiplin Kerja Harus Ditingkatkan

Dengan OPD Baru Disiplin Kerja Harus Ditingkatkan

Padang Pariaman--Sekretaris Daerah Padang Pariaman, Jonpriadi meminta Kabag-Kabag beserta Kasubag di jajaran Sekretariat agar meningkatkan koordinasi dengan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD).
"Bersyukurlah, apabila pernah bertugas di Sekretariat Daerah. Karena orangnya harus sesuai kriteria seperti pekerja keras, pengonsep dan sebagai koordinator SKPD," kata dia.
Diketahui, jumlah Bagian pada Sekretariat Daerah sesuai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tahun 2017 sebanyak 10 Kepala Bagian dan 28 Kepala Sub Bagian. Jumlah ini berkurang dari tahun sebelumnya yaitu sebanyak 11 kepala Bagian.
"Di awal tahun baru, dengan OPD baru, semangat baru dan bekerja lebih teliti sesuai ketentuan," ujarnya.
Dalam waktu dekat, kata Jonpriadi, akan dibuat kontrak kinerja masing-masing Kepala Bagian dan Kepala Sub Bagian sebagai bahan evaluasi dalam enam bulan ke depan.
"Kita minta Bagian Organisasi segera siapkan kontrak kinerja sesuai tugas dan fungsi," tegasnya.
Staf Ahli Bidang Sosial, Budaya dan Sumber Daya Manusia, Taslim meminta jajaran Sekretariat Daerah agar meningkatkan kedisiplinan. Mulai dari kehadiran apel pagi, berpakaian dinas beserta aksesoris dan etika ASN.
"Saya minta kepada yang merokok di tempat yang di sediakan dan puntungnya jangan dibuang ke pot bunga," kata Taslim.
Satu hal yang menjadi penekanan, tambah Taslim, agar masing-masing bagian hati-hati membuat surat yang akan ditekan oleh Seketaris Daerah. Lakukan pengecekan secara berjenjang, jika ada kesalahan  diperbaiki.
"Ketika surat yang ditekan Sekda ada kesalahan, dan sudah didistribusikan, maka itu kesalahan kita semua. Saya harap itu tidak terjadi," kata mantan Kabag Umum itu. (501)

Bupati Ali Mukhni Serapan Anggaran Pemkab Padang Pariaman 2016 Jauh Lebih Baik

Bupati Ali Mukhni
Serapan Anggaran Pemkab Padang Pariaman 2016 Jauh Lebih Baik  

Padang Pariaman--Suatu kegiatan akan dianggap tidak ada jika tidak disertai laporan pelaksanaannya, termasuk penggunaan anggaran. Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) melalui Inspektorat Daerah akan mewajibkan pengguna anggaran mengganti dana yang terpakai kalau laporan kegiatan tidak memenuhi syarat.
Bupati Ali Mukhni sepertinya sangat menyadari hal ini. Oleh sebab itu, ia sangat memperhatikan pelaksanaan kegiatan pada semua unit kerja di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Padang Pariaman. Setiap minggu ia melakukan rapat monitoring dan evaluasi (monev) dengan semua pejabat pengguna anggaran.
"Alhamdulillah, untuk tahun 2016 serapan anggaran kita jauh lebih baik dibanding tahun-tahun sebelumnya, terutama pada Dinas Pekerjaan Umum," ujar Ali Mukhni.
Ketika dihubungi, Sabtu (14/1), Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) H. Hanibal mengemukakan, akumulasi laporan semua unit kerja di Pemkab Padang Pariaman telah mencapai 94,48 persen dari total anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) tahun 2016 sebesar Rp1.321.844.524814,40 atau 1,32 triliun rupiah.
"Saya berkeyakinan, laporan akhir akan mencapai di atas 96 persen. Sebab, masih ada laporan yang belum masuk seperti dari unit-unit kesehatan di lingkungan Dinas Kesehatan," ujar pejabat yang sudah hampir 10 tahun mengepalai unit kerja keuangan Pemkab Padang Pariaman itu.
Ia menambahkan, di antara unit kerja yang memiliki kinerja keuangan terbaik adalah Dinas Pekerjaan Umum (DPU) dengan serapan anggaran 97,77 persen atau Rp252.261.268.657,00 dari total anggaran Rp258.019.962.906,33. Khusus untuk belanja modal Rp226.220.952.993,00 terserap 98,26 persen atau Rp222.285.465.773,00.
Hanibal menyebutkan, berkat perhatian yang serius dan intensif dari pimpinan daerah seperti Bupati Ali Mukhni, Wakil Bupati Suhatri Bur dan Sekdakab Jonpriadi, semua unit kerja bergerak cepat dan tersistem. Laporan keuangan harus masuk setiap bulan. Dengan demikian, tidak ada lagi kegiatan lembur menyelesaikan laporan keuangan menjelang tutup buku akhir tahun.
Prestasi terbaik di bidang kinerja anggaran ini, lanjut dia, tidak hanya sekadar kewajiban, tetapi disertai reward atau penghargaan dari pemerintah pusat. Untuk prestasi anggaran tahun 2015 lalu, Pemkab Padang Pariaman memperoleh Dana Insentif Daerah (DID) sebesar Rp51,2 miliar.
"Di seluruh Indonesia hanya 73 pemkab/pemko/pemprov yang menerima DID 2016 di atas Rp50 miliar. Untuk tahun 2017 ini kita yakin akan menerrima DID lebih besar lagi atas kinerja anggaran 2016," jelas pria kelahiran 17 Februari 1961 ini.
Ada sejumlah kriteria utama untuk mendapatkan DID. Antara lain penetapan APBD tepat waktu, meraih Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI, kinerja terbaik di bidang pendidikan dan kesehatan serta peningkatan kesejahteraan masyarakat yang signifikan.
"Atas kinerja tahun 2015 kita memperoleh WTP Murni, dengan kata lain tanpa pengecualian atau paragraf penjelasan. Melihat kinerja tahun 2016, saya yakin Padang Pariaman akan mempertahankan Opini WTP Murni," kata Hanibal yang didampingi Kepala Bidang Penagihan, Hj. Tripita Olina.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas PU, Budi Mulya menyatakan rasa syukurnya atas kinerja terbaik unit kerja yang dia pimpin. "Ini semua tak terlepas dari pembinaan intensif Pak Bupati yang sangat suka melakukan peninjauan kegiatan ke-PU-an ke lapangan," ujarnya.
Pengakuan keberhasilan tersebut tidak hanya datang dari Bupati Ali Mukhni. Ketika mengikuti Rapat Koordinasi Teknis Regional Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk tahun 2017 di Batam, November lalu, lanjut Budi, pihak Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU PR) malah menyatakan Dinas PU Padang Pariaman terbaik di Indonesia dalam kecepatan penyerapan anggaran.

Ganti nama tambah beban kerja

Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) merupakan unit kerja yang sebelumnya bernama Dinas Pendapatan dan Pengelolan Keuangan dan Aset (DPPKA). Seiring pergantian nama mulai awal tahun ini, beban kerjanya juga bertambah. Jika DPPKA terdiri dari satu sekretariat dan empat bidang, BPKD terdiri dari satu sekretariat dan enam bidang.
Dalam hal ini, jelas Hanibal, selaku Kepala BPKD ia didukung oleh tim kerja yang handal. Mereka terdiri dari Sekretaris; Zainil (dengan tiga sub bagian) serta Kepala Bidang (Kabid) Pendataan dan Penetapan; Ardison, Kabid Penagihan; Tripita Olina, Kabid Valerio Nova, Kabid Aset; Mardi, Kabid Perbendaharaan; Taslim Leter dan Kabid Akuntansi; Nelda Arliza. Setiap bidang juga diperkuat tiga sub bidang. (501)

Liga Nagari Lubuk Alung Menang Adu Pinalti Laskar Muda Singguliang Rebut Juara III

Liga Nagari Lubuk Alung
Menang Adu Pinalti Laskar Muda Singguliang Rebut Juara III

Lubuk Alung--Tendangan adu pinalti kembali menjadi penentu dalam hasil pertandingan pada Kamis sore lalu. Mempertemukan dua tim; Aie Tajun dan Singguliang dalam perebutan tempat ketiga di lapangan Sungai Abang.
Tim Singguliang yang pada pertandingan kali ini menurunkan delapan pemain muda mereka lebih beruntung dalam babak tos-tosan setelah sebelumnya bermain imbang 2-2 pada waktu normal.
Memperebutkan tempat ketiga, kedua tim bermain ngotot dan berambisi untuk memenangkan pertandingan. Serangan silih berganti diperagakan dalam tempo cepat dan tinggi dengan ditandakan diperolehnya peluang dari kedua tim. Peluang Singguliang diciptakan oleh Iqbal Refianda saat tendangan on tergetnya berhasil diamankan oleh penjaga gawang Aie Tajun, Rajes.
Singguliang unggul lebih dahulu melalui jenderal lapangan tengah, Yudi Fittorio pada menit ke-22, sebuah tendangan geledek berjarak 35 meter berhasil menghujam sudut kiri gawang Rajes. Tersentak dengan gol tersebut, Aie Tajun merespon dengan cepat melalui serangan cepat dan sporadis. Usaha Aie Tajun pun membuahkan hasil tendangan pinalti, setelah sebuah sapuan gagal palang pintu Singguliang mengenai kaki pemain Aie Tajun. Kies Juniuor yang maju sebagai algojo berhasil memperdaya penjaga gawang, Syahrul. Hasil imbang 1-1 bertahan hingga babak pertama berakhir.
Memasuki babak kedua tempo permainan semakin meninggi dan sekali-kali terjadi benturan keras yang sedikit menimbulkan insiden kecil. Namun dengan kepemimpian wasit Zainal Abidin yang baik dan tegas jalannya pertandingan kembali normal dan menarik. Pada menit ke-52, Singguliang kembali unggul, gol dari Roy Kasta Wijaya Kasta menjadi skor pembeda. Sebuah kerja sama skematis dan apik yang berawal dari lapangan tengah melauli sang kreator Yudi berhasil membongkar pertahanan Aie Tajun, dan umpan terobosan salon kedalam kotak pinalti berhasil diselesaikannya dengan sempurna ke tiang gawang oleh Roy.
Tertinggal 2-1, Aie Tajun semakin bersemangat mengejar ketertinggalan mereka. Berkali-kali tekanan ke jantung pertahanan membuat repot dan jatuh bangun penjaga gawang Syahrul Syaputral. Tekanan panjang Aie Tajun berhasil menyeimbangkan kedudukan setelah sebuah tendangan kaki kiri Kies Junior memanfaatkan bola liar merobek gawang Syahrul yang sebelumnya mengenai mistar gawang. Gol tersebut mengukuhkan Kies Junior sebagai top skorer sementara dengan torehan 6 gol, unggul dari Adlin.
Dalam kedudukan berimbang kembali jual beli serangan diperagakan untuk meraih kemenangan. Beberapa peluang berhasil bergantian diciptakan, namun penampilan kedua penjaga gawang yang baik berhasil menggagalkanya menjadi gol. Hingga babak kedua berakhir, skor imbang tidak berubah sehingga harus dilanjutkan dengan tendangan adu pinalti.
Tanda – tanda kemenagan Singguliang mulai terlihat ketika penjaga gawang Syahrul behasil mematahkan tendangan Jefri Safra. Singguliang sebenarnya berpeluang memenangkan dengan cepat, namun tendangan Dekra melambung keatas gawang Rajes. Kemenangan Singguliang akhirnya ditentukan oleh Yudi sebagai penendang terakhir Singguliang, tendangan ke sudut kanan tidak dapat dijangkau oleh Rajes dan menjadikan skor 4-2 untuk kemenangan Singguliang. (501)

Final Liga Nagari Lubuk Alung Lalui Perjuangan Keras Pungguang Kasiak Patrikan Nama Penguasa Lubuk Alung

Final Liga Nagari Lubuk Alung
Lalui Perjuangan Keras Pungguang Kasiak Patrikan Nama Penguasa Lubuk Alung

Lubuk Alung--Pecah. Suasana lapangan sepakbola Sungai Abang dalam Liga Nagari Lubuk Alung, Jumat lalu mencapai puncak klimaksnya. Laga partai final yang mempertemukan dua tim yang satu dekade terakhir memiliki prestasi yang mentereng. Duel yang seakan menghentikan denyut nadi kehidupan Lubuk Alung itu sendiri, bagaimana pandangan seolah terhipnotis dan tertuju ke laga krusial pada sore yang juga dimeriahkan dengan tambua tassa dari Sikabu, dan di tambah sporter yang suka nyeleneh, Sutan Yardi, membuat laga final semakin hidup dan bergairah pula.
Dan akhirnya, kiblat sepakbola Lubuk Alung, Kabupaten Padang Pariaman berpindah dari Sikabu ke Pungguang Kasiak. Melakoni laga puncak, kedua tim betul-betul menyuguhkan pertandingan menarik. Pemain kedua tim mengeluarkan kemampuan terbaiknya. Saling serang dan saling unjuk kekuatan dalam bertahan.
Di babak pertama, Sikabu lebih banyak menekan dengan penguasaan lapangan tengah yang dikomandoi Agung Saputra. Berkali – kali tekanan dari Sikabu mengancam dan membahayakan gawang Pungguang Kasiak yang dikawal oleh Ofra Kenzie. Namun dengan disiplinnya barisan belakang Pungguang Kasiak, pemain Sikabu kesulitan untuk menciptakan gol.
Memasuki babak kedua, situasi Pungguang Kasiak masih berada dalam tekanan Sikabu, Peluang terbaik Sikabu didapat melalui tendangan bebas Hikmat, namun tendangan keras ke gawang berhasil diselamatkan dengan gemilang oleh Ofra. Terpacu untuk menciptakan gol, Sikabu semakin meningkatkan tekanan. Kembali peluang didapat melalui Hikmat, cocoran jarak dekatnya dari gawang gagal berbuah gol, kembali seorang Ofra seakan menjadi karang kokoh yang sulit ditaklukan pemain-pemain Sikabu. Ofra pun layak menjadi man of the match pada pertandingan kali ini.
Gol tunggal kemenangan Pungguang Kasiak akhirnya hadir melalui pemain tengah, Teguh. Berawal dari tendangan bebas di sudut kanan gawang Sikabu yang kali ini dikawal Simet. Tendangan melengkung yang menukik ke bawah tidak dapat digapai oleh penjaga gawang Sikabu. Lapangan Sungai Abang pun seakan pecah oleh sorakan dan teriakan pendukung Pungguang Kasiak, bahkan Walinagari Pungguang Kasiak, Abizar Datuak Simarajo pun melonjak kegirangan menyaksikan gol yang dihadirkan oleh pemain yang juga merupakan pemain POP Polresta Padang Panjang ini.
Seakan tersengat dengan gol tersebut, Sikabu semakin menggebu dalam mengendalikan permainan. Praktis bola hanya digulirkan setengah lapangan, dan Sikabu pun seolah berpacu dengan waktu untuk memaksakan gol penyeimbang. Namun lagi-lagi menara-menara pertahanan Sikabu yang dikoordinir oleh Rieko "Botak" Adit dan Erick Nayoan begitu sulit ditembus oleh Rizqi Salam dan kawan-kawan. Serangan tujuh hari tujuh malam dari Sikabu pun akhirnya harus terhenti seiring dengan tiupan pluit panjang dari wasit Eri Gusman yang sangat baik dalam memimpin partai puncak ini. Enam kartu kuning dikeluarkan oleh Wasit, masing-masingnya empat untuk Pungguang Kasiak dan dua untuk Sikabu.
Dengan kemenangan ini, Pungguang Kasiak berhak memboyong piala Bergilir Walinagari Lubuk Aluang, Harry Subrata, piala bergilir dari Ikatan Keluarga Lubuk Alung (IKALA) Jakarta dan piala tetap, serta Tabanas sumbangan IKALA Jakarta.
Sementara itu, Sikabu harus puas berada di tempat kedua. Untuk Top Skorer berhasil diraih Kies Junior dari Aie Tajun, pemain terbaik diraih oleh Agung dari Sikabu yang juga pemain Diklat Pertamina Jakarta. Piala diserahkan oleh anggota DPRD Kabupaten Padang Pariaman, Jondedi Budur, Walinagari Lubuk Alung, Harry Subrata, Camat Lubuk Alung Suhardi, Sekum ASKAB PSSI Landi Efendi, Pj Walinagari Sungai Abang Amril Us, Walikorong Pasa Gaduang, Kiman, Ketua Panitia, Riyandi Jay dan pemerhati sepakbola, Izhar Ilyas.
Laga Final ini juga dimeriahkan dengan tendangan pinalti berhadiah yang disediakan oleh panitia dan sumbangan anggota DPRD Kabupaten Padang Pariaman Jondedi Budur. (501)