Sungai Limau--Pemuda Cangkeh, Korong Sibaruas, Nagari Pilibang, Kecamatan Sungai Limau menggelar suatu kegiatan yang sangat positif di tengah masyarakat.
Hal ini dimulai dengan kegiatan festival pidato pasambahan adat antar grup di Nagari Pilubang, lomba antar anak-anak pada peryaan Hut RI ke-74, panjat batang pinang, pawai obor menyambut tahun baru Islam 1441 H para anak-anak mangaji TPQ/TPSQ yang diikuti kurang lebih 400 orang dan ditutup dengan pengajian akbar perayaan tahun baru Islam.
"Rangkaian kegiatan ini terlaksana dari semenjak 8 Agustus dan berakhir pada 2 September," kata Ali Refno, salah seorang pemuda nagari tersebut.
Alhamdullillah, katanya, semua rangkaian kegiatan tersebut terlaksana dengan semangat pemuda dan didukung penuh oleh para pemuka masyarakat yang berada di kampuang halaman dan perantuan.
"Kami pemuda berupaya bagaimana generasi muda selanjutnya bisa mengimplementasikan antara pelestarian nilai-nilai tradisonal adat dan syarak," ungkapnya.
"Kedepannya, kami juga berharap kepada pemerintah nagari agar kegiatan ini dapat dukungan, baik secara anggaran maupun secara perhatian khusus agar anak nagari mampu berkreasi terhadap hal yang baik," katanya.
Sesuai dengan informasi yang beredar di media masa, ujar dia, betapa banyak para generasi muda yang terjerumus kepada narkotika, kenakalan remaja dan hal lain semacamnya. "Insya Allah, kedepannya dengan perhatian kita bersama, khusus untuk generasi muda mampu menjadi generasi yang berkrepibadian yang baik sesuai dengan pedoman adak basandi syarak, syarak basandi kitabullah," ungkapnya. (501)
Selasa, 03 September 2019
Mulai Diminati Santri Ponpes Madrasatul 'Ulum Lubuak Pua Kekurangan Asrama
VII Koto--Pondok Pesantren Madrasatul 'Ulum Lubuak Pua semakin diminati santri. Kini, pesantren yang berdiri tahun 1991 ini kekurangan asrama, lantaran asrama yang ada penuh, dan bahkan ada yang kelebihan santri dalam sejumlah bilik asrama.
Salah satu cara yang dilakukan untuk antisipasi kekurangan asrama demikian, adalah menggalang kekuatan dengan seluruh alumni yang ada. Sabtu (31/8/2019) lalu diadakan pertemuan dengan alumni dan melahirkan berbagai keputusan terbaik untuk kemajuan pesantren itu tentunya.
"Secara bertahap, pembangunan tambahan asrama telah kita mulai. Tetapi baru sekedar pondasi tempat tonggak asrama berdiri yang bisa dibuat," kata H. Ahmad Yusuf, Pimpinan Pesantren Madrasatul 'Ulum memulai pertemuan dimaksud.
Asrama dari kayu itu rencananya dibangun di bagian belakang bangunan utama pesantren. Tepatnya di bagian agak ke pinggir Sungai Batang Mangoi, sesuai lahan dan lokasi yang tersedia.
Total santri dan majelis guru ada sekitar 100 an. "Tahun ini 37 santri baru yang masuk dan telah terdaftar sebagai santri. Jadi, untuk tuntasnya bangunan asrama ini butuh dukungan kita semua," sebut Ahmad Yusuf.
Kemudian, Ahmad Yusuf ingin melakukan roling para guru yang ada. "Artinya, para guru yang selama ini mengajar di kelas II, bagaimana bisa dipindahkan untuk mengajar di kelas III atau naik lagi ke kelas IV," ungkapnya.
Sebab, katanya, untuk meningkatkan kemampuan di pesantren, para santri harus bisa mengajar. "Malin murid dek anak sasian. Artinya, pintarnya seseorang itu mengaji lantaran murid atau santrinya hebat pula. Semakin tinggi kita mengajar, maka semakin pandai dan hebat pula ilmu yang kita tuntut," ungkapnya.
Terkait pengembangan kajian TPA/TPSA dan MDTA, pesantren ini ingin mengembalikan kelompok yang sudah lama tak diurus pesantren itu ke lokasi semula, yakni di Surau Pekuburan, nama lain dari Pesantren Madrasatul 'Ulum.
Ahmad Yusuf di dampingi pengasuh pesantren, H. Zainuddin Tuanku Bagindo Basa minta seluruh pengurus yang telah di tetapkan melalui sebuah yayasan tersebut bisa bekerja sesuai bidang tugasnya masing-masing.
"Alhamdulillah, seiring tegaknya bangunan Workshop Balai Latihan Kerja (BLK) Komunitas yang merupakan bantuan dari Kementerian Tenaga Kerja RI, pesantren kita juga terdaftar di Kemenkumham RI, sebagai sebuah badan hukum yang bernama; Yayasan Pondok Pesantren Madrasatul 'Ulum," ulas dia.
Keputusan pertemuan yang berakhir dengan makan siang dan Shalat Dzuhur berjemaah itu, adalah menggelar wirid pengajian bulanan, yang dilakukan setiap Jumat pagi minggu pertama setiap bulannya.
"Ini khusus pengajian buka kitab antara alumni dan pimpinan serta pengasuh. Sedangkan, wirid akbar akan dilakukan seminggu setelah itu, yakni Jumat (12/9/2019) melibatkan keluarga dan jemaah alumni serta masyarakat Lubuak Pua, Nagari Balah Aie Utara, Kecamatan VII Koto Sungai Sariak, Kabupaten Padang Pariaman," kata Afrizal Arif Tuanku Mudo, pimpinan rapat saat membacakan keputusan rapat hari itu. (501)
Salah satu cara yang dilakukan untuk antisipasi kekurangan asrama demikian, adalah menggalang kekuatan dengan seluruh alumni yang ada. Sabtu (31/8/2019) lalu diadakan pertemuan dengan alumni dan melahirkan berbagai keputusan terbaik untuk kemajuan pesantren itu tentunya.
"Secara bertahap, pembangunan tambahan asrama telah kita mulai. Tetapi baru sekedar pondasi tempat tonggak asrama berdiri yang bisa dibuat," kata H. Ahmad Yusuf, Pimpinan Pesantren Madrasatul 'Ulum memulai pertemuan dimaksud.
Asrama dari kayu itu rencananya dibangun di bagian belakang bangunan utama pesantren. Tepatnya di bagian agak ke pinggir Sungai Batang Mangoi, sesuai lahan dan lokasi yang tersedia.
Total santri dan majelis guru ada sekitar 100 an. "Tahun ini 37 santri baru yang masuk dan telah terdaftar sebagai santri. Jadi, untuk tuntasnya bangunan asrama ini butuh dukungan kita semua," sebut Ahmad Yusuf.
Kemudian, Ahmad Yusuf ingin melakukan roling para guru yang ada. "Artinya, para guru yang selama ini mengajar di kelas II, bagaimana bisa dipindahkan untuk mengajar di kelas III atau naik lagi ke kelas IV," ungkapnya.
Sebab, katanya, untuk meningkatkan kemampuan di pesantren, para santri harus bisa mengajar. "Malin murid dek anak sasian. Artinya, pintarnya seseorang itu mengaji lantaran murid atau santrinya hebat pula. Semakin tinggi kita mengajar, maka semakin pandai dan hebat pula ilmu yang kita tuntut," ungkapnya.
Terkait pengembangan kajian TPA/TPSA dan MDTA, pesantren ini ingin mengembalikan kelompok yang sudah lama tak diurus pesantren itu ke lokasi semula, yakni di Surau Pekuburan, nama lain dari Pesantren Madrasatul 'Ulum.
Ahmad Yusuf di dampingi pengasuh pesantren, H. Zainuddin Tuanku Bagindo Basa minta seluruh pengurus yang telah di tetapkan melalui sebuah yayasan tersebut bisa bekerja sesuai bidang tugasnya masing-masing.
"Alhamdulillah, seiring tegaknya bangunan Workshop Balai Latihan Kerja (BLK) Komunitas yang merupakan bantuan dari Kementerian Tenaga Kerja RI, pesantren kita juga terdaftar di Kemenkumham RI, sebagai sebuah badan hukum yang bernama; Yayasan Pondok Pesantren Madrasatul 'Ulum," ulas dia.
Keputusan pertemuan yang berakhir dengan makan siang dan Shalat Dzuhur berjemaah itu, adalah menggelar wirid pengajian bulanan, yang dilakukan setiap Jumat pagi minggu pertama setiap bulannya.
"Ini khusus pengajian buka kitab antara alumni dan pimpinan serta pengasuh. Sedangkan, wirid akbar akan dilakukan seminggu setelah itu, yakni Jumat (12/9/2019) melibatkan keluarga dan jemaah alumni serta masyarakat Lubuak Pua, Nagari Balah Aie Utara, Kecamatan VII Koto Sungai Sariak, Kabupaten Padang Pariaman," kata Afrizal Arif Tuanku Mudo, pimpinan rapat saat membacakan keputusan rapat hari itu. (501)
Senin, 02 September 2019
Enam Lingkung Juara Umum MTQ Padang Pariaman Remaja dan Pemuda Masih Banyak Diracuni Kegiatan Tidak Bermanfaat
Kayutanam--Wakil Bupati Suhatri Bur, menutup perhelatan MTQ Nasional ke-47 tingkat Kabupaten Padang Pariaman di mimbar utama di halaman kantor Camat 2 x 11 Kayutanam, Senin (2/9) malam.
Turut hadir Kepala kantor Kementrian Agama Provinsi Sumatra Barat, anggota DPRD Kabupaten Padang Pariaman, unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah Jonpriadi, Kepala Bagian Kesra Anwar, Kakankemenag Helmi, Ketua LPTQ Idarussalam.
Wabup Suhatri Bur mengapresiasi pelaksanaan MTQ ke 47 tersebut karena terlihat meriah dan semarak dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
"Pada tahun sebelumnya jumlah peserta MTQ ini tidak lebih dari 700 orang, namun pada MTQ nasional ke-47 ini terjadi perlonjakan jumlah peserta menjadi 771 orang yang berlomba untuk meraih prestasi setinggi-tingginya," ujarnya.
Suhatri Bur mensinyalir penyebabnya antara lain karena adanya penambahan cabang perlombaan dari delapan menjadi sebelas cabang dan juga penambahan golongan dalam cabang perlombaan. "Jumlah cabang dan golongan perlombaan bertambah ikut memotivasi kafilah dari masing-masing kecamatan untuk berlomba menjadi pengumpul medali terbanyak," kata dia.
Melihat antusias kafilah dan semangat dewan hakim mengawasi perlombaan, Suhatri Bur menyampaikan terima kasih seluruh kafilah, dewan hakim dan panitera yang telah melaksanakan tugas mulai dari awal hingga akhir pelaksanaan MTQ.
Namun Suhatri Bur menilai tugas yang dilaksanakan dewan hakim saat ini belum sepenuhnya memakai teknologi, sehingga dia mengharapkan tidak adanya keinginan bagi dewan hakim untuk memberikan nilai lebih terhadap anak didiknya atau memberikan nilai yang tidak sesuai dengan kemampuan anak didiknya.
Mantan Ketua Baznas itu juga mengapresiasi semua pihak yang telah ikut berpartisipasi membantu pelaksanaan MTQ baik moril dan materil. "Atas nama Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman dan Panitia Pelaksana kami ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang sudah membantu suksesnya pelaksanaan MTQ ini terutama donatur baik di ranah maupun di rantau," ujarnya.
Seperti yang selalu disampaikan Bupati Ali Mukhni, pelaksanaan MTQ di Padang Pariaman sangat istimewa karena dilaksanakan setiap tahun. "Ini merupakan suatu kelebihan dan kebanggaan bagi kabupaten Padan Pariaman karena MTQ dilaksanakan setiap tahun sehingga qori dan qoriah kita punya media untuk menguji kemampuannya," kata Suhatri.
Di lain pihak, Suhatri Bur mengingatkan bahwa remaja dan pemuda Padang Pariaman masih banyak diracuni kegiatan yang tidak bermanfaat, seperti penggunaan narkoba dan miras. Mencermati hal itu Suhatri mengajak seluruh masyarakat untuk ikut memimbing dan mengawasi anak-anak agar bisa cinta membaca Quran.
"Mari tingkatkan budaya membaca Quran sehingga bisa mewujudkan visi misi mewujudkan Padang Pariaman yang baru, religius, sejahtera dan sejahtera," hematnya.
Bakal Calon Bupati Padang Pariaman itu mengingatan bahwa pada 2020, MTQ tingkat nasional akan dilaksanakan di Sumatra Barat dan Padang Pariaman dipilih sebagai tuan rumah pembukaannya.
"Mari kita sambut dengan gembira pelaksanaan MTQ tingkat nasional yang pembukaannya di daerah kita, tepatnya di Main Stadion di Sikabu Lubuk Alung. Manfaat yang akan kita dapat dari pelaksanaan MTQ nasional tersebut selain daerah kita dikenal juga menjadi motivasi untuk anak-anak kita agar tidak hanya menjadi penonton di kampung sendiri dengan ikut serta sebagai qori dan qoriah," ungkapnya.
Juara umum MTQ Padang Pariaman diraih Kecamatan Enam Lingkung, disusul Kecamatan 2 x 11 Kayutanam dan Kecamatan Lubuk Alung sebagai peringkat 2 dan 3. (501)
Turut hadir Kepala kantor Kementrian Agama Provinsi Sumatra Barat, anggota DPRD Kabupaten Padang Pariaman, unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah Jonpriadi, Kepala Bagian Kesra Anwar, Kakankemenag Helmi, Ketua LPTQ Idarussalam.
Wabup Suhatri Bur mengapresiasi pelaksanaan MTQ ke 47 tersebut karena terlihat meriah dan semarak dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
"Pada tahun sebelumnya jumlah peserta MTQ ini tidak lebih dari 700 orang, namun pada MTQ nasional ke-47 ini terjadi perlonjakan jumlah peserta menjadi 771 orang yang berlomba untuk meraih prestasi setinggi-tingginya," ujarnya.
Suhatri Bur mensinyalir penyebabnya antara lain karena adanya penambahan cabang perlombaan dari delapan menjadi sebelas cabang dan juga penambahan golongan dalam cabang perlombaan. "Jumlah cabang dan golongan perlombaan bertambah ikut memotivasi kafilah dari masing-masing kecamatan untuk berlomba menjadi pengumpul medali terbanyak," kata dia.
Melihat antusias kafilah dan semangat dewan hakim mengawasi perlombaan, Suhatri Bur menyampaikan terima kasih seluruh kafilah, dewan hakim dan panitera yang telah melaksanakan tugas mulai dari awal hingga akhir pelaksanaan MTQ.
Namun Suhatri Bur menilai tugas yang dilaksanakan dewan hakim saat ini belum sepenuhnya memakai teknologi, sehingga dia mengharapkan tidak adanya keinginan bagi dewan hakim untuk memberikan nilai lebih terhadap anak didiknya atau memberikan nilai yang tidak sesuai dengan kemampuan anak didiknya.
Mantan Ketua Baznas itu juga mengapresiasi semua pihak yang telah ikut berpartisipasi membantu pelaksanaan MTQ baik moril dan materil. "Atas nama Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman dan Panitia Pelaksana kami ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang sudah membantu suksesnya pelaksanaan MTQ ini terutama donatur baik di ranah maupun di rantau," ujarnya.
Seperti yang selalu disampaikan Bupati Ali Mukhni, pelaksanaan MTQ di Padang Pariaman sangat istimewa karena dilaksanakan setiap tahun. "Ini merupakan suatu kelebihan dan kebanggaan bagi kabupaten Padan Pariaman karena MTQ dilaksanakan setiap tahun sehingga qori dan qoriah kita punya media untuk menguji kemampuannya," kata Suhatri.
Di lain pihak, Suhatri Bur mengingatkan bahwa remaja dan pemuda Padang Pariaman masih banyak diracuni kegiatan yang tidak bermanfaat, seperti penggunaan narkoba dan miras. Mencermati hal itu Suhatri mengajak seluruh masyarakat untuk ikut memimbing dan mengawasi anak-anak agar bisa cinta membaca Quran.
"Mari tingkatkan budaya membaca Quran sehingga bisa mewujudkan visi misi mewujudkan Padang Pariaman yang baru, religius, sejahtera dan sejahtera," hematnya.
Bakal Calon Bupati Padang Pariaman itu mengingatan bahwa pada 2020, MTQ tingkat nasional akan dilaksanakan di Sumatra Barat dan Padang Pariaman dipilih sebagai tuan rumah pembukaannya.
"Mari kita sambut dengan gembira pelaksanaan MTQ tingkat nasional yang pembukaannya di daerah kita, tepatnya di Main Stadion di Sikabu Lubuk Alung. Manfaat yang akan kita dapat dari pelaksanaan MTQ nasional tersebut selain daerah kita dikenal juga menjadi motivasi untuk anak-anak kita agar tidak hanya menjadi penonton di kampung sendiri dengan ikut serta sebagai qori dan qoriah," ungkapnya.
Juara umum MTQ Padang Pariaman diraih Kecamatan Enam Lingkung, disusul Kecamatan 2 x 11 Kayutanam dan Kecamatan Lubuk Alung sebagai peringkat 2 dan 3. (501)
30 Lansia Dapat Bantuan Rp200 Ribu Sebulan
Nan Sabaris--Sebanyak 30 masyarakat lanjut usia (Lansia) mendapat bantuan yang diserahkan langsung oleh Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DinsosP3A) Kabupaten Padang Pariaman.
"Sesuai arahan Bapak Bupati Ali Mukhni, bantuan ini jangan lihat dari besar atau kecilnya, namun inilah wujud kepedulian pemerintah kepada masyarakat," ujar Hendra di Kantor Walinagari Sunua Tengah, Kecamatan Nan Sabari, Senin (2/9).
Bantuan untuk Lansia, kata Hendra, diberikan sebesar Rp200 ribu per bulan kepada yang memenuhi syarat, di antaranya Lansia terlantar dan tidak menerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH). "Jadi Amak-amak jo apak-apak manarimo pitih Rp200 ribu per bulan. Kini dibayar sebanyak enam bulan. Total manarimo Rp1,2 juta. Tanpa potongan. Alhamdulillah," kata Hendra yang dijawab syukur oleh para Lansia.
Sementara Kabid Rehabilitasi Sosial Ratna Dewi mengatakan, bantuan Lansia ini diajukan ke Kementerian Sosial RI pada awal tahun lalu. Kemudian proposal yang diajukan diverifikasi dan divalidasi oleh tim pusat. Proposal yang diajukan sebanyak 124 Lansia namun yang disetujui 30 orang Lansia.
"Kita juga upayakan selain dana APBN, supaya bantuan Lansia ini juga ditampung pada APBD Padang Pariaman," kata Ratna Dewi.
Walinagari Sunua Tengah Hafrizal mengapresiasi Bupati Padang Pariaman melalui DinsosP3A yang telah memperhatikan masyarakat khususnya Lansia di nagari yang dia pimpin.
Ia berharap, bantuan ini dapat digunakan sebaik-baiknya untuk memenuhi kebutuhan dan keperluan rumah tangga atau kesehatan. "Kami harap bantuan ini tetap berlanjut, dan atas nama nagari kami ucapkan terima kasih," kata Hafrizal. (501)
"Sesuai arahan Bapak Bupati Ali Mukhni, bantuan ini jangan lihat dari besar atau kecilnya, namun inilah wujud kepedulian pemerintah kepada masyarakat," ujar Hendra di Kantor Walinagari Sunua Tengah, Kecamatan Nan Sabari, Senin (2/9).
Bantuan untuk Lansia, kata Hendra, diberikan sebesar Rp200 ribu per bulan kepada yang memenuhi syarat, di antaranya Lansia terlantar dan tidak menerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH). "Jadi Amak-amak jo apak-apak manarimo pitih Rp200 ribu per bulan. Kini dibayar sebanyak enam bulan. Total manarimo Rp1,2 juta. Tanpa potongan. Alhamdulillah," kata Hendra yang dijawab syukur oleh para Lansia.
Sementara Kabid Rehabilitasi Sosial Ratna Dewi mengatakan, bantuan Lansia ini diajukan ke Kementerian Sosial RI pada awal tahun lalu. Kemudian proposal yang diajukan diverifikasi dan divalidasi oleh tim pusat. Proposal yang diajukan sebanyak 124 Lansia namun yang disetujui 30 orang Lansia.
"Kita juga upayakan selain dana APBN, supaya bantuan Lansia ini juga ditampung pada APBD Padang Pariaman," kata Ratna Dewi.
Walinagari Sunua Tengah Hafrizal mengapresiasi Bupati Padang Pariaman melalui DinsosP3A yang telah memperhatikan masyarakat khususnya Lansia di nagari yang dia pimpin.
Ia berharap, bantuan ini dapat digunakan sebaik-baiknya untuk memenuhi kebutuhan dan keperluan rumah tangga atau kesehatan. "Kami harap bantuan ini tetap berlanjut, dan atas nama nagari kami ucapkan terima kasih," kata Hafrizal. (501)
Minggu, 01 September 2019
Kualitas Kehidupan Beragama Harus Ditingkatkan
Kayutanam--Bupati Ali Mukhni membuka MTQ Nasional ke-47 tingkat Kabupaten Padang Pariaman sekaligus melantik 67 dewan hakim dan 26 panitera di lapangan Kantor Camat 2 x 11 Kayutanam, Jumat (30/8). Lapangan Kantor Camat disesaki kafilah dari seluruh kecamatan dan masyarakat guna memeriahkan dan menyaksikan pembukaan MTQ.
Bupati Ali Mukhni memberikan apresiasi terhadap semua panitia yang telah terlibat dalam pelaksanaan MTQ ke-47 terutama Camat 2 x 11 Kayutanam selaku ketua panitia pelaksana. "Sebagaimana diketahui visi Padang Pariaman adalah mewujudkan kabupaten yang baru, religius, cerdas, dan sejahtera melalui tujuh misi utama, salah satunya meningkatkan kualitas kehidupan beragama berdasarkan falsafah adat basandi syarak, syarak basandi kitabullah," ujarnya.
Ia menyebutkan, pelaksanaan MTQ setiap tahunnya baik tingkat kecamatan sampai dengan tingkat kabupaten merupakan implementasi dari visi misi itu sendiri. "Kita perlu menyadari bahwa realitas hidup telah menjauhkan sebagian anggota masyarakat kita dari Allah Swt, ini merupakan dampak dari globalisasi dengan masuknya budaya asing, pergaulan bebas, peredaran dan penyalahgunaan narkoba, serta beratnya beban kehidupan ekonomi dan sosial masyarakat merupakan sebuah tantangan dan ujian untuk beribadah, menerapkan nilai-nilai Quran secara kaffah," hematnya.
Lebih jauh Ali Mukhni menjelaskan, tujuan MTQ ini adalah untuk mencari bibit khafilah yang berpotensi di tingkat kabupaten untuk menuju tingkat nasional, membangun rasa semangat dan percaya diri. Bupati mengatakan, bentuk apresiasi dan motivasi kepada qori dan qoriah berprestasi dihadiahi umrah ke tanah suci Mekkah yang juga sebagai wujud kepedulian pemerintah, dan memotivasi masyarakat membaca Quran setiap hari. "Jadikan membaca Quran sebagai aktivitas rutin setiap hari. Ini merupakan wujud yang hakiki dari tujuan pelaksanaan MTQ," katanya lagi.
"Kepada segenap khafilah, pelatih dan pendamping serta dewan hakim, hendaknya kegiatan musabaqah ini dijadikan sebagai bagian dari peningkatan ukhuwah Islamiyah, pengembangan nilai-nilai Quran sebagai pedoman hidup di dunia dan akhirat," pungkasnya.
Senada dengan itu, Camat 2 x 11 Kayutanam Syamsunar melaporkan, waktu pelaksanaan MTQ mulai 30 Agusutus sampai 2 September. "Peserta MTQ berjumlah 1.223 orang dengan rincian kontingen khafilah 17 kecamatan, official 159 orang, peserta 771 orang, dewan hakim 67 orang, panitera 26 orang dan panitia 200 orang," ujarnya. (501)
Bupati Ali Mukhni memberikan apresiasi terhadap semua panitia yang telah terlibat dalam pelaksanaan MTQ ke-47 terutama Camat 2 x 11 Kayutanam selaku ketua panitia pelaksana. "Sebagaimana diketahui visi Padang Pariaman adalah mewujudkan kabupaten yang baru, religius, cerdas, dan sejahtera melalui tujuh misi utama, salah satunya meningkatkan kualitas kehidupan beragama berdasarkan falsafah adat basandi syarak, syarak basandi kitabullah," ujarnya.
Ia menyebutkan, pelaksanaan MTQ setiap tahunnya baik tingkat kecamatan sampai dengan tingkat kabupaten merupakan implementasi dari visi misi itu sendiri. "Kita perlu menyadari bahwa realitas hidup telah menjauhkan sebagian anggota masyarakat kita dari Allah Swt, ini merupakan dampak dari globalisasi dengan masuknya budaya asing, pergaulan bebas, peredaran dan penyalahgunaan narkoba, serta beratnya beban kehidupan ekonomi dan sosial masyarakat merupakan sebuah tantangan dan ujian untuk beribadah, menerapkan nilai-nilai Quran secara kaffah," hematnya.
Lebih jauh Ali Mukhni menjelaskan, tujuan MTQ ini adalah untuk mencari bibit khafilah yang berpotensi di tingkat kabupaten untuk menuju tingkat nasional, membangun rasa semangat dan percaya diri. Bupati mengatakan, bentuk apresiasi dan motivasi kepada qori dan qoriah berprestasi dihadiahi umrah ke tanah suci Mekkah yang juga sebagai wujud kepedulian pemerintah, dan memotivasi masyarakat membaca Quran setiap hari. "Jadikan membaca Quran sebagai aktivitas rutin setiap hari. Ini merupakan wujud yang hakiki dari tujuan pelaksanaan MTQ," katanya lagi.
"Kepada segenap khafilah, pelatih dan pendamping serta dewan hakim, hendaknya kegiatan musabaqah ini dijadikan sebagai bagian dari peningkatan ukhuwah Islamiyah, pengembangan nilai-nilai Quran sebagai pedoman hidup di dunia dan akhirat," pungkasnya.
Senada dengan itu, Camat 2 x 11 Kayutanam Syamsunar melaporkan, waktu pelaksanaan MTQ mulai 30 Agusutus sampai 2 September. "Peserta MTQ berjumlah 1.223 orang dengan rincian kontingen khafilah 17 kecamatan, official 159 orang, peserta 771 orang, dewan hakim 67 orang, panitera 26 orang dan panitia 200 orang," ujarnya. (501)
Batajau Seni Piaman Gegerkan Panggung Penutupan SAF 2019
Agam--Kehadiran tim Batajau Seni Piaman dalam rangka penutupan Festival Silek Art 2019 mengundang decak kagum para hadirin yang memenuhi lokasi pasar Rabaa, Koto Kaciak, Maninjau, Kabupaten Agama, Sabtu (31/8) lalu. Kelompok yang berkekuatan 8 personil dan 2 official ini tampil maksimal membawakan karya berjudul "Sughuik Kamuko". Karya kolaborasi antara tari, silek dan musik kini di gubah oleh Roby Suhendra.
Ditonton langsung oleh Direktur Kesenian Kemendikbud RI Restu Gunawan, Walikota Padang Mahyeldi Ansyarullah, Ketua IPSI Sumbar Fauzi Bahar, Wakil Gubernur Nasrul Abit, Kepala Dinas Kebudayaan Sumbar Gemala Ranti serta Bupati Agam Indra Catri, Batajau Seni Piaman tampil dengan apik di bagian awal penutupan. Beberapa kali terdengar riuh rendah penonton. Sebagian besar tamu VVIP bahkan mengabadikan langsung penampilan tersebut di ponsel mereka.
Kreator karya Roby Suhendra mengatakan, Sughuik Kamuko beranjak dari responnya terhadap semakin kurangnya minat perempuan Minang hari ini dalam mempelajari silek. "Sementara, sebenarnya sebagian besar aliran Silek Minang menyediakan kesempatan bagi perempuan untuk turut mempelajarinya. Silek bagi perempuan Minang bisa dipelajari dari mamak atau suami masing-masing. Kini juga banyak sasaran yang bisa dijadikan sebagai tempat belajar bagi anak-anak, remaja bahkan dewasa," katanya. Dengan mengedepankan kelemah-lembutan yang menyimpan kekuatan, Robby ingin menunjukkan pesona terdalam perempuan pasilek Minang dari keteguhan pribadinya yang diasah lewat seni beladiri warisan leluhur.
Judul Sughuik Kamuko dipilih karena pengkarya ingin mengajak para perempuan Minang untuk kembali menelisik masa lalu, dimana silek menjadi bagian yang penting dalam dunia perempuan Minang. Dengan demikian, ke depannya, para perempuan dan seluruh elemen silek yang ada turut menyokong bagi pewarisan silek untuk generasi muda wanita Minang.
"Di sini kami juga memasukkan unsur-nusur musikal Piaman yang kental. Sementara, gerak silek lebih banyak ditunjukkan lewat penampilan satu orang pandeka dari perguruan Silek Sunua," kata Roby. Widya, tokoh utama dalam pertunjukan ini mengatakan, proses penggarapan pertunjukan Sughuik Kamuko sama sekali tidak mudah. 'Saya basic-nya silek. Meski sempat terlibat dalam berbagai kegiatan kesenian, ternyata untuk karya musikal seperti ini tidak mudah," katanya.
Suguhuik kamuko dipersiapkan selama beberapa bulan sebelum penutupan SAF 2019. Direktur SAF 2019, Dr. Ediwar mengucapkan terimakasih atas kehadiran Batajau Seni Piaman dalam kegiatan yang ia usung bersama tim, Platform Indonesiana serta Dinas Kebudayaan Provinsi SUmbar. "Kami sangat mengapresiasi pertunjukan Batajau Seni Piaman malam ini. Selain itu, kami juga sangat mendukung supaya Batajau Seni Piaman terus bergerak sebagai sebuah upaya pelestarian seni tradisi berbasis inovasi dan iven," sebutnya.
SAF 2019 merupakan gelaran perdana pada 2018 lalu. Tahun ini, produk ensiklopedi SIlek Minangm enjadi salah satu unggulan penyelenggaraan sebagai referensi umum tentang keragaman Silek Minang. Dalam kata sambutannya, Kepala Dinas Kebudayaan Sumbar berharap agar Silek Art Festival dapat menjadi salah satu kanal untuk memuluskan upaya menjadikan silek sebagai warisan dunia. (501)
Ditonton langsung oleh Direktur Kesenian Kemendikbud RI Restu Gunawan, Walikota Padang Mahyeldi Ansyarullah, Ketua IPSI Sumbar Fauzi Bahar, Wakil Gubernur Nasrul Abit, Kepala Dinas Kebudayaan Sumbar Gemala Ranti serta Bupati Agam Indra Catri, Batajau Seni Piaman tampil dengan apik di bagian awal penutupan. Beberapa kali terdengar riuh rendah penonton. Sebagian besar tamu VVIP bahkan mengabadikan langsung penampilan tersebut di ponsel mereka.
Kreator karya Roby Suhendra mengatakan, Sughuik Kamuko beranjak dari responnya terhadap semakin kurangnya minat perempuan Minang hari ini dalam mempelajari silek. "Sementara, sebenarnya sebagian besar aliran Silek Minang menyediakan kesempatan bagi perempuan untuk turut mempelajarinya. Silek bagi perempuan Minang bisa dipelajari dari mamak atau suami masing-masing. Kini juga banyak sasaran yang bisa dijadikan sebagai tempat belajar bagi anak-anak, remaja bahkan dewasa," katanya. Dengan mengedepankan kelemah-lembutan yang menyimpan kekuatan, Robby ingin menunjukkan pesona terdalam perempuan pasilek Minang dari keteguhan pribadinya yang diasah lewat seni beladiri warisan leluhur.
Judul Sughuik Kamuko dipilih karena pengkarya ingin mengajak para perempuan Minang untuk kembali menelisik masa lalu, dimana silek menjadi bagian yang penting dalam dunia perempuan Minang. Dengan demikian, ke depannya, para perempuan dan seluruh elemen silek yang ada turut menyokong bagi pewarisan silek untuk generasi muda wanita Minang.
"Di sini kami juga memasukkan unsur-nusur musikal Piaman yang kental. Sementara, gerak silek lebih banyak ditunjukkan lewat penampilan satu orang pandeka dari perguruan Silek Sunua," kata Roby. Widya, tokoh utama dalam pertunjukan ini mengatakan, proses penggarapan pertunjukan Sughuik Kamuko sama sekali tidak mudah. 'Saya basic-nya silek. Meski sempat terlibat dalam berbagai kegiatan kesenian, ternyata untuk karya musikal seperti ini tidak mudah," katanya.
Suguhuik kamuko dipersiapkan selama beberapa bulan sebelum penutupan SAF 2019. Direktur SAF 2019, Dr. Ediwar mengucapkan terimakasih atas kehadiran Batajau Seni Piaman dalam kegiatan yang ia usung bersama tim, Platform Indonesiana serta Dinas Kebudayaan Provinsi SUmbar. "Kami sangat mengapresiasi pertunjukan Batajau Seni Piaman malam ini. Selain itu, kami juga sangat mendukung supaya Batajau Seni Piaman terus bergerak sebagai sebuah upaya pelestarian seni tradisi berbasis inovasi dan iven," sebutnya.
SAF 2019 merupakan gelaran perdana pada 2018 lalu. Tahun ini, produk ensiklopedi SIlek Minangm enjadi salah satu unggulan penyelenggaraan sebagai referensi umum tentang keragaman Silek Minang. Dalam kata sambutannya, Kepala Dinas Kebudayaan Sumbar berharap agar Silek Art Festival dapat menjadi salah satu kanal untuk memuluskan upaya menjadikan silek sebagai warisan dunia. (501)
Dapat Bantuan Rp10 Juta KWT Matahari Bersinar Ditantang Berprestasi dan Jangan Sampai Bak Ekor Tikus
Katapiang--Kelompok Wanita Tani (KWT) Matahari Bersinar Batang Sariak, Nagari Katapiang, Kecamatan Batang Anai dapat bantuan uang tunai dari anggota DPRD Padang Pariaman, Bagindo Rosman Palito Rajo Endah, Rp10 juta, yang langsung diterima Ketua KWT, Sriwati. Diharapkan, KWT yang memiliki 32 orang anggota itu mampu mencatat nama baik di Sumatera Barat.
Menurut Rosman, bantuan uang yang telah ditransfer ke rekening KWT ini bukan janji kampanye, dan bukan pula bantuan pemerintah. Tetapi dari pribadi, selaku salah seorang pembina KWT ini. "Setelah terpilih kembali jadi anggota dewan, saya berpikir, apa yang bisa saya buat untuk masyarakat. Sebab, separoh jiwa saya ini merupakan miliknya masyarakat, terutama masyarakat yang diwakili," kata Rosman, saat menyerahkan bantuan itu, Minggu (1/9) di Batang Sariak.
Rosman yang sudah tiga periode, dan itu satu-satunya putra Katapiang yang mampu mencapai puncak jadi anggota dewan ingin KWT Matahari Bersinar punya nama baik, dan tentunya yang paling utama bisa mensejahterakan anggotanya, lewat berbagai kegiatan dan kreativitas memberdayakan lingkungan.
"Ini hanya pengabdian saya pada masyarakat, dan sangat ingin melihat kelompok ini bisa tampil kedepan," ulas anggota dewan dari PAN ini. Rosman bernostalgia, dimana ketika dia jadi Ketua Karang Taruna Katapiang dulunya, yakni zaman Orde Baru, dirinya bersama pengurus mampu membawa Katapiang tampil di Sumbar.
Rosman yang tidak punya besik di dunia politik ini mengaku tampil jadi caleg dan itu terus terpilih, lantaran kecewa dengan anggota dewan yang terpilih tapi tidak ada berbuat di Katapiang. "Dulu, betapa Katapiang ini jadi obok-obok oleh calon anggota dewan. Setelah mereka terpilih, tak lagi kenal dengan nagari ini. Dan saya sangat kecewa dengan hal itu, maka saya tinggalkan ribuan siswa saya di sejumlah lembaga kursus, demi untuk memperjuangkan nasib masyarakat," kata Ketua Umum DPD Hipki Sumatera Barat ini.
Walinagari Katapiang Alwis Jaya mengajak KWT Matahari Bersinar untuk terus berjuang. "Jangan sampai berhenti pada bantuan anggota dewan kita ini saja. Manfaatkan seluruh potensi yang ada. Dan Pemerintahan Nagari ikut memberikan dorongan dan motivasi, baik secara moril maupun materil," katanya.
Dia melihat, inilah baru anggota dewan yang mau dan mampu menyumbangkan uang pribadinya untuk kemajuan kelompok di tengah masyarakat. "Mari kita lahirkan ide dan kreatif. Sebab, usaha kecil apabila diberi kemasan yang bagus, akan menjadi nilai jual yang tinggi dan bermutu. Kita ingin, KWT Matahari Bersinar bisa menjadi percotohan di antara KWT yang ada di Padang Pariaman ini," ungkap Alwis yang juga salah seorang pembina KWT tersebut.
Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Katapiang, Syamsiwarni menekankan pentingnya kebersamaan dalam memajukan kelompok. "Ada sejumlah KWT di nagari ini. Diharapkan, anggota KWT Matahari Bersinar ini tidak jadi anggota pula di KWT lain. Selama ini banyak kejadian keanggotaan kelompok itu saling tumpang-tindih," sebutnya.
"Manfaatkan pekarangan dengan berbagai jenis tanaman, seperti kunyit, serai, cabai, dan lainya. Kemudian olah hasil pertanian itu dengan baik secara bersama. Jangan keanggotaan KWT ini seperti ekor tikus. Semakin besar dan berumur tikus itu, semakin mengecil ekornya. Artinya, ketika bantuan tidak ada, aktivitas kelompok hilang begitu saja," ulas dia. (501)
Menurut Rosman, bantuan uang yang telah ditransfer ke rekening KWT ini bukan janji kampanye, dan bukan pula bantuan pemerintah. Tetapi dari pribadi, selaku salah seorang pembina KWT ini. "Setelah terpilih kembali jadi anggota dewan, saya berpikir, apa yang bisa saya buat untuk masyarakat. Sebab, separoh jiwa saya ini merupakan miliknya masyarakat, terutama masyarakat yang diwakili," kata Rosman, saat menyerahkan bantuan itu, Minggu (1/9) di Batang Sariak.
Rosman yang sudah tiga periode, dan itu satu-satunya putra Katapiang yang mampu mencapai puncak jadi anggota dewan ingin KWT Matahari Bersinar punya nama baik, dan tentunya yang paling utama bisa mensejahterakan anggotanya, lewat berbagai kegiatan dan kreativitas memberdayakan lingkungan.
"Ini hanya pengabdian saya pada masyarakat, dan sangat ingin melihat kelompok ini bisa tampil kedepan," ulas anggota dewan dari PAN ini. Rosman bernostalgia, dimana ketika dia jadi Ketua Karang Taruna Katapiang dulunya, yakni zaman Orde Baru, dirinya bersama pengurus mampu membawa Katapiang tampil di Sumbar.
Rosman yang tidak punya besik di dunia politik ini mengaku tampil jadi caleg dan itu terus terpilih, lantaran kecewa dengan anggota dewan yang terpilih tapi tidak ada berbuat di Katapiang. "Dulu, betapa Katapiang ini jadi obok-obok oleh calon anggota dewan. Setelah mereka terpilih, tak lagi kenal dengan nagari ini. Dan saya sangat kecewa dengan hal itu, maka saya tinggalkan ribuan siswa saya di sejumlah lembaga kursus, demi untuk memperjuangkan nasib masyarakat," kata Ketua Umum DPD Hipki Sumatera Barat ini.
Walinagari Katapiang Alwis Jaya mengajak KWT Matahari Bersinar untuk terus berjuang. "Jangan sampai berhenti pada bantuan anggota dewan kita ini saja. Manfaatkan seluruh potensi yang ada. Dan Pemerintahan Nagari ikut memberikan dorongan dan motivasi, baik secara moril maupun materil," katanya.
Dia melihat, inilah baru anggota dewan yang mau dan mampu menyumbangkan uang pribadinya untuk kemajuan kelompok di tengah masyarakat. "Mari kita lahirkan ide dan kreatif. Sebab, usaha kecil apabila diberi kemasan yang bagus, akan menjadi nilai jual yang tinggi dan bermutu. Kita ingin, KWT Matahari Bersinar bisa menjadi percotohan di antara KWT yang ada di Padang Pariaman ini," ungkap Alwis yang juga salah seorang pembina KWT tersebut.
Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Katapiang, Syamsiwarni menekankan pentingnya kebersamaan dalam memajukan kelompok. "Ada sejumlah KWT di nagari ini. Diharapkan, anggota KWT Matahari Bersinar ini tidak jadi anggota pula di KWT lain. Selama ini banyak kejadian keanggotaan kelompok itu saling tumpang-tindih," sebutnya.
"Manfaatkan pekarangan dengan berbagai jenis tanaman, seperti kunyit, serai, cabai, dan lainya. Kemudian olah hasil pertanian itu dengan baik secara bersama. Jangan keanggotaan KWT ini seperti ekor tikus. Semakin besar dan berumur tikus itu, semakin mengecil ekornya. Artinya, ketika bantuan tidak ada, aktivitas kelompok hilang begitu saja," ulas dia. (501)
Langganan:
Postingan (Atom)






