Rabu, 04 April 2018

Dapat Dukungan Mayoritas Ais Syuria Jadi Walinagari Lurah Ampalu

Padang Pariaman--Agusta Alidin unggul di Nagari Sungai Buluah, Kecamatan Batang Anai. Calon walinagari dengan nomor urut satu ini berhasil mendapatkan 362 suara, dalam Pilwana serentak, Rabu (4/4).
Dia berhasil mengalahkan empat calon lainnya; Deni Edima yang hanya 137 suara, Anasrul 299 suara, Khaidir Anwar 72 suara, dan Jamaris 140 suara. "Alhamduilillah, Pilwana berjalan lancar dan sukses dengan baik," kata Agusta Alidin.
Sementara, di Nagari Balah Aie Utara, Kecamatan VII Koto Sungai Sariak, Afrizal tercatat sebagai calon walinagari yang paling banyak dapat dukungan. Calon dengan nomor urut tiga ini dapat 511 suara. Sedangkan calon lainnya, Eri Jasman hanya dapat 363 suara. Suharman Syafni dapat 220 suara, dan Dedi Sartika kebagian 158 suara.
Ketua Pilwana setempat, Afrizal Arif Tuanku Mudo menyebutkan, Pilwana serentak kali ini adalah tonggak sejarah nagari. Sebab, Balah Aie Utara merupakan nagari baru yang merupakan pengembangan dari Nagari Balah Aie.
Lain pula halnya di Nagari Lareh Nan Panjang Sungai Sariak, Kecamatan VII Koto Sungai Sariak. Calon dengan nomor urut lima, H. Agus Salim Rasyid keluar sebagai calon yang meraih suara terbanyak.
Dia berhasil dengan 420 dukungan dari masyarakat. Sementara, M. Taher, calon nomor urut dua dapat 352 suara, Rochani 301 suara, Syaiful Putra 258 suara, dan Darlisman 161 suara.
Bagi Agus Salim Rasyid, di samping Pilwana serentak menjadi ajang langkah awal nagari sebagai jalan menuju masa depan, hasil Pilwana ini merupakan amanah yang harus dijalankannya dengan baik.
"Terima kasih atas dukungan dan pilihannya. Mari kita bangun Lareh Nan Panjang Sungai Sariak ini secara bersama-sama," ungkapnya.
Sementara, di Nagari Ambuang Kapua Sungai Sariak calon nomor urut dua, Kardimon keluar sebagai pemenang. Dia mengantongi 262 suara. Sedangkan pesaingnya, Akhirman, calon nomor urut satu dapat 220 suara, dan Dafid Andri harus puas dengan 77 perolehan suara.
Berdekatan dengan Ambuang Kapua, Nagari Lurah Ampalu, Kecamatan VII Koto Sungai Sariak, Ais Syuria, calon walinagari nomor urut satu mampu mencatat raihan suara mayoritas. 1.776 suara masyarakat di dapatkannya. Sedangkan pesaingnya, Zulkifli K hanya dapat 987 suara.
Menurut Pejabat Walinagari Lurah Ampalu, Kasril, partisipasi pemilih mencapai 60 persen. Sebab, DPT mencapai 5.000 an. "Alhamdulillah, Pilwana berjalan aman dan lancar. Semoga semua pihak menerima hasil akhir dari hajatan enam tahun sekali ini," ungkapnya. (501)

Alwis Jaya Raih Suara Terbanyak Nagari Ketaping Wujudkan Istana Rajo Sampono

Ketaping--Jangan persulit urusan masyarakat. Jangan sombong. Walinagari bukanlah jabatan yang harus diagung-agungkan. Tetapi walinagari hanya pelayan, yang hakikatnya budak masyarakat itu sendiri.
Pucuak adat Nagari Katapiang, Kecamatan Batang Anai, B. Rangkayo Rajo Sampono menegaskan hal itu, Rabu (4/4) malam saat sykuran atas terpilihnya Alwis Jaya sebagai Walinagari Kataping periode 2018-2024 dalam ajang Pilwana serentak, siangnya.
Rajo Sampono yang sekaligus penguasa Ulayat Katapiang minta pada Alwis Jaya dan seluruh tim pendukungnya untuk tidak berlebihan dalam merayakan kemenangan demikian. "Ingat pula lawan yang kalah. Mereka yang belum terpilih harus dirangkul, agar perjalanan nagari yang merupakan pintu gerbang Sumatera Barat ini sukses," tegas Rajo Sampono.
Alwis Jaya yang merupakan calon walinagari nomor urut satu berhasil mengumpulkan 1.552 suara. Pesaingnya, Dirman hampir saja mengejar suara Alwis Jaya, yakni 1.432 suara. Yulisman yang merupakan calon incumbent harus puas dengan dukungan 597 suara.
Arman yang juga pernah jadi Walinagari Ketaping hanya dapat 1.283 suara, dan Syamsulrizal 222 suara. Bertempat di Korong Olo Bangau, posko utama pemenangan Alwis Jaya, para pendukungan berkumpul, merayakan hasil akhir Pilwana demikian.
Senada dengan Rajo Sampono, Ja'far Tuanku Sidi, Ketua Ali Ulama Kataping berharap semua pihak menghilangkan semua perbedaan. Beda pilihan itu hal yang biasa dalam politik. "Hari ini kita mulai babak baru Kataping untuk enam tahun ke depan. Yang menang bukan Alwis Jaya, tetapi masyarakat Kataping itu sendiri," kata Ja'far.
Bagindo Rosman, Ketua tim sukses Alwis Jaya menilai, semua pihak yang terlibat selama ini dalam pemenangan ini harus mengawal jalannya pemerintahan nagari di bawah kendali Alwis Jaya.
"Visi misinya yang ingin mewujudkan Istana Rajo Sampono harus terwujud di Kataping," ungkap Rosman yang juga anggota Komisi IV DPRD Padang Pariaman ini. Kataping, kata dia, adalah nagari atau ulayat yang memiliki raja, tetapi istananya belum ada. Dan itu harus terwujud.
Rosman minta maaf kepada semua tim yang selama proses Pilwana banyak tersinggung, dan meletakan sesuatu bukan pada tempatnya. "Nan gadang acok tasuruah, nan ketek acok taarik. Dari lubuk hati yang paling dalam, saya minta," ujar Rosman, anggota dewan dari PAN ini.
Dia mengajak semua pihak, cukup sekali ini kesusahan terjadi mengantarkan Alwis Jaya jadi walinagari. Peride berikutnya tak perlu lagi. Biar masyarakat sendiri yang menilainya. Untuk itu, perlihatkan contoh yang baik. "Laksanakan semua pesan pucuk adat kita, Rajo Sampono, agar terus menuai sukses," katanya.
Sementara, Alwis Jaya dengan rasa harunya menyampaikan terima kasih atas dukungan semua pihak. Dia mengharapkan dukungan penuh dari semua pemangku kepentingan di Kataping. "Mari kita bersama mewujudkan impian nagari ini ke arah yang lebih baik lagi," harapnya. (501)

Pilwana Serentak Padang Pariaman Berjalan Sukses dan Lancar

Padang Pariaman---Secara umum pemilihan walinagari (Pilwana) di 74 nagari di Padang Pariaman berjalan lancar, aman dan tentunya membuahkan hasil sesuai pilihan masyarakat nagari itu sendiri. Tim 13 monitoring Pilwana Pemkab Padang Pariaman dibawah pimpinan Kadis Dukcapil yang diikuti Sekretarisnya, Martoni, Kabag Humas Setdakab, Andri Satri Masri, Khadijah, pegawai DPMD Padang Pariaman melakukan monitoring ke Kecamatan Lubuk Alung.
Dari sembilan nagari yang ikut Pilwana di Lubuk Alung, tim ini dapat jatah lima nagari, yakni Lubuk Alung, Singguliang, Pasie Laweh, Sikabu, dan Salibutan. Berbagai problema dan kekurangan serta kelebihan pun terlihat di nagari demikian. Mulai dari keluhan anggaran Pilwana yang dikemukana panitia Pilwana, sampai adanya kreativitas pejabat walinagari dan calon serta panitianya untuk menyukseskan helat demikian. Untuk Kecamatan Lubuk Alung, ada 87 TPS di sembilan nagari.
Nagari Lubuk Alung yang memiliki jumlah pemilih terbanyak, yakni 5.099 pemilih berhasil mengantarkan Hilman H sebagai walinagari terpilih. Dia berhasil mengalahkan empat calon lainnya; Abrizaldi, Dodi Mulyadi, Harry Subrata, dan Firdaus, lewat perolehan suara sebanyak 788. Meskipun partisipasi pemilih di nagari ini jauh berkurangnya, proses Pilwana berjalan aman dan sukses.
Lain halnya di Pasie Laweh. Meskipun panitia belum dapat dana untuk pelaksanaan hajatan demikian, kreativitas panitia bersama seluruh calon dan Pejabat Walinagari, Roni Abdilah dalam melaksanakan Pilwana cukup menarik. "Kita membuat kampanye bersama. Seluruh calon patungan dalam membuat alat peraga kampanye. Bahkan ada acara bedah rumah keluarga miskin yang dilakukan secara bersama dengan seluruh calon," kata Roni Abdilah.
Menurut Roni, di Pasie Laweh ada 13 TPS. Sementara, jumlah pemilih yang terdaftar itu mencapai 3.418. "Alhamdulillah, semua berjalan lancar. Tidak ada kendala. Namun, agaknya koordinasi dan aturan yang lebih jelas perlu dipertegas untuk Pilwana yang akan datang," ujarnya.
Sementara, Salibutan yang merupakan nagari baru, Jaidir berhasil memenangkan pemilihan. Dari 875 daftar pemilih tetap (DPT) melakukan pencoblosan di empat TPS yang ada di nagari itu. Dari informasi yang berkembang, Jaidir berhasil mengalahkan empat calon lainnya yang ikut Pilwana serentak tahun ini.
Ikcwan Boestami dilaporkan juga menang atas empat calon lainnya di Nagari Sungai Abang. Dari Aie Tajun Lubuk Alung di laporkan, Syahribul Rahmat juga berhasil mengalahkan calon incumbent Syamsulrizal. Para timnya telah berpesta pora merayakan kemenangan demikian. Dari Pungguang Kasiak calon Incumbent Abizal Datuak Simarajo juga kalah. Di nagari ini, Dodi Marten mampu merebut hati masyarakat, sehingga unggul dari calon lainnya.
Dari Nagari Anduriang, Kecamatan 2x11 Kayutanam di laporkan, calon walinagari nomor urut dua Syawiruddin unggul sementara. Dia mengantongi 1.601 suara. Dia dibayang-bayangi Eli Suarni, calon walinagari perempuan nomor urut tiga yang telah mengumpulkan 1.059 suara. Di Nagari Kataping, Kecamatan Batang Anai, Alwis Jaya unggul dan menang dari empat calon walinagari lainnya. Di Nagari Balah Hilia, Syafrudin unggul dan menang. Calon walinagari nomor urut lima ini berhasil mendapatkan 631 suara. Dia mengalahkan empat calon lainnya. (*)









Selasa, 03 April 2018

DPMPTP Padang Pariaman Siapkan Pelayanan Berbasis Aplikasi Android

Padang Pariaman--Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu dan Perindustrian (DPMPTP) Kabupaten Padang Pariaman siapkan pelayanan perizinan online berbasis aplikasi android. Inovasi baru ini sebagai komitmen Bupati Padang Pariaman menuju smart city khususnya dalam kemudahan berusaha.
Kepala DPMPTP Hendra Aswara menjelaskan, bahwa dalam pelayanan perizinan melalui aplikasi android ini, pelaku usaha atau warga cukup mengunduh pelayanan di Google Playstore dengan mengetik SIMPEL DPMPTP Padang Pariaman.
Setelah diunduh, maka akan masyarakat terdapat tiga menu yaitu KBLI, Scan QR Code, Tracking dan Layanan Perizinan Online serta terkoneksi dengan website www.perizinan.padangpariamankab.go.id.
"Sesuai arahan Bapak Bupati, Kami diminta membuat terobosan dalam perizinan untuk memudahkan masyarakat," kata Hendra saat soft lonching Aplikasi tersebut di Ruang Pelayanan, DPMPTP di Pariaman, Selasa (3/4).
Dikatakannya, alasan penggunaan aplikasi berbasis android  ini sendiri berawal dari asumsi bahwa saat ini, teknologi IT sudah begitu melekat di tengah masyarakat. Sekarang ini seluruh pengusaha rata-rata sudah menggunakan handphone android.
"Nah, SIMPEL juga ditujukan untuk kemudahan mengakses proses perizinan. Jadi para investor cukup mendownload selanjutnya mereka bisa mengakses langsung," kata jebolan STPDN angkatan XI itu.
Para pelaku usaha juga bisa langsung melakukan pengecekan (tracking) terhadap proses yang sedang dilalui dari pengurusan perizinan yang dilakukan. "Jadi, dengan begitu, pengusaha tidak perlu antre dan repot-repot lagi datang ke kantor kami. Cukup lewat HP saja, bisa mengetahui sampai dimana proses perizinan yang mereka urus. Jika sudah siap mereka tinggal ambil," kata Hendra didampingi staf TI Indra.
Melalui pelayanan berbasis aplikasi android, Hendra berharap bisa lebih mempermudah dan mempercepat pelayanan bagi masyarakat yang akan mengurus berbagai administrasi perizinan yang diperlukan.
"Tujuan utamanya itu, untuk mempercepat pelayanan. Kalau bisa dipercepat, mengapa diperlambat," kata Kadis termuda di Sumbar itu.
Dalam penerapan pelayanan melalui aplikasi android, menurut Hendra bahwa DPMPTP telah mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) yang mampu menguasai teknologi informasi (IT). "Untuk SDM sendiri, kiat punya programmer handal untuk penerapan aplikasi berbasis android," ujar pria yang prnah menjabat Kabag Humas ini.
Selain itu, Hendra juga berencana mengembangkan tanda tangan elektronik yang tujuannya untuk memberikan kemudahan kepada seluruh investor dan percepatan proses perizinan. "Jika Kepala DPMPTP sedang pergi dinas luar kota, warga tidak perlu risau proases pengurusan izin akan menjadi lama karena harus menunggu pejabat terkait kembali bertugas. Setiap berkas yang masuk akan langsung bisa ditandatangani melalui aplikasi tanda tangan elektronik. Semakin mudah dan cepat," ujar dia. (501)

Senin, 02 April 2018

Melalui Bimbingan Perkawinan Kemenag Padang Pariaman Antisipasi Perceraian dan KDRT

Padang Pariaman--Dalam rangka memberikan bekal pengetahuan, pemahaman, keterampilan dan penumbuhan serta kesadaran kepada usia nikah dan calon pengantin (Catin) tentang kehidupan rumah tangga dan keluarga, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Padang Pariaman melaksanakan bimbingan perkawinan angkatan I.
Kegiatan tersebut dilaksanakan selama dua hari, (2-3/4) di Aula Stikes Nan Tongga, Lubuk Alung dengan narasumber Kepala Kankemenag Kabupaten Padang Pariaman, Dr. H. Helmi, Kasi Bimbingan Masyarakat Islam, Epi Mayardi, dan Fasilitator Bimbingan Perkawinan Provinsi Sumatera Barat, Zulfikar, serta tenaga kesehatan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Padang Pariaman.
"Perkawinan menurut Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 adalah ikatan lahir bathin antara seorang pria dengan seorang wanita untuk membentuk sebuah keluarga yang bahagia," kata Helmi.
Menurutnya, bimbingan perkawinan adalah untuk mewujudkan keluarga sakinah, mawaddah warahmah. Bimbingan merupakan hal yang sangat penting dan bersifat vital sebagai bekal bagi kedua calon pasangan untuk memahami secara subtansial seluk-beluk kehidupan keluarga dalam rumah tangga.
"Jika kita lihat di Indonesia, angka perceraian rata-rata secara nasional lebih kurang 200 ribu pasang per tahun atau sekitar 10 persen dari peristiwa pernikahan yang terjadi setiap tahun. Maka bimbingan perkawinan merupakan salah satu solusi dan kebutuhan bagi masyarakat untuk mengurangi terjadinya krisis perkawinan yang berakhir pada perceraian," terangnya.
Lebih jauh Helmi memaparkan, terjadinya peningkatan angka perselisihan, perceraian dan kekerasan dalam rumah tangga, salah satunya disebabkan rendahnya pengetahuan dan pemahaman calon pengantin tentang kehidupan rumah tangga.
"Untuk itu, Kemenag Padang Pariaman memandang perlu melaksanakan kegiatan bimbingan perkawinan bagi calon pengantin," sebutnya.
Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam (Bimais) Kemenag Padang Pariaman, Epi Mayardi mengatakan, kegiatan ini juga bertujuan untuk mewujudkan program pemerintah dalam rangka pembinaan gerakan keluarga sakinah. "Selain untuk itu, tujuan kegiatan ini juga untuk mencegah terjadinya kekerasan dalam rumah tangga (KDRT)," tutupnya. (501)

Wujudkan Nagari Mandiri Lewat Potensi SDM dan SDA

Padang Pariaman--Nagari yang mandiri adalah nagari yang mampu menggali dan memaksimalkan seluruh potensi yang ada baik potensi Sumber Daya Manusia (SDM) maupun Sumber Daya Alam (SDA) yang berlandaskan adat dan agama sebagaimana falsafah Minang adaik basandi syarak, syarak basandi kitabullah.
Hal tersebut diungkapkan Calon Walinagari Sikucua Timur, Kecamatan V Koto Kampuang Dalam, Mardanis, Senin (2/4).
Calon Walinagari dengan nomor urut 4 tersebut mengatakan, nagari yang bersatu adalah menggali dan memanfaatkan seluruh potensi yang ada, untuk turut serta mewujudkan pembangunan nagari.
"Kita harus mampu meminimalkan potensi konflik, mengoptimalkan seluruh SDM dan SDA yang ada. Barek samo dipikue, ringan samo dijinjiang, nan elok baimbauan, nan buruak bahambauan. Elok dek awak, katuju dek urang. Basamo mambangun nagari," ungkapnya.
Ia mengatakan, seorang pemimpin harus mampu merangkul seluruh elemen masyarakat, mulai dari kaum tua sampa yang muda, dari masyarakat perantauan sampai masyarakat yang bertempat tinggal di nagari.
"Kita harus punya ide dan gagasan serta pikiran yang jernih dan terbuka dalam membangun nagari yang didasari niat yang tulus dan kerja keras," sambungnya.
Nagari yang sejahtera, tambahnya, adalah nagari yang masyarakatnya mempunyai kemampuan untuk memenuhi kebutuhan pokok dasar, sandang, pangan, pendidikan dan kesehatan secara wajar dan layak. Terwujudnya pembangunan yang bersifat partisipatif dalam bentuk pemberdayaan masyarakat sehingga aktivitas pertumbuhan ekonomi nagari diharapkan dapat berkembang secara adil dan merata.
"Nanti kita akan mewujudkan penyelenggaraan pemerintah yang baik, bersih dan transparan. Meningkatkan pembangunan infrastruktur sarana dan prasarana fasilitas umum nagari dan meningkatan kualitas sumberdaya manusia serta pemahaman dan pengamalan norma-norma agama dan adat istiadat," paparnya.
Selain itu, lanjutnya, kebijakan yang akan dilakukan untuk mencapai sasaran terwujudnya penyelenggaraan pemerintahan yang baik, menciptakan sistem penyelenggaraan pemerintahan yang baik, bersih dan transparan dimulai dari perangkat di tingkat nagari sampai ke tingkat korong. Melakukan pembinaan yang berkelanjutan terhadap aparatur pemerintahan nagari.
"Yang paling kita prioritaskan adalah menggelola keuangan nagari secara transparan yang bisa dipertanggungjawabkan dan menyediakan fasilitas penyaluran aspirasi masyarakat," ujar dia. (501)

Terkena Timbunan Longsor Kwarcab Pramukan Padang Pariaman Bersihkan Masjid Raya Beringin

Sungai Geringging--Melihat kondisi Masjid Raya Beringin yang dipenuhi tanah timbunan akibat hujan lebat yang disertai longsor, Senin lalu, membuat Kwarcab Pramuka 0305 Padang Pariaman turun tangan, melakukan abdi masyarakat.
Hampir seharian, Minggu (1/4) lalu keluarga besar Pramuka yang terdiri dari Dewan Kerja Kwarcab, Penegak Pandega sekitar 40 orang berbaur bersama melakukan pembersihan sarana ibadah milik masyarakat yang terletak di Korong Bungo Tanjuang, Nagari Sungai Sirah Kuranji Hulu, Kecamatan Sungai Geringging tersebut.
"Ini tentunya, bagian dari abdi masyarakat yang merupakan program Pramuka. Jadi, Pramuka itu tidak sekedar tepuk tangan dan kemah bakti saja. Ada nilai-nilai luhur, dan aktif di tengah masyarakat," kata Dewiwarman, Sekretaris Kwarcab Pramuka Padang Pariaman.
Dewiwarman yang juga anggota Komisi I DPRD Padang Pariaman ini menilai, masjid itu pantas dapat perhatian serius. Bayangkan, hampir satu pekan kejadian longsor yang ikut menimbun teras masjid, belum ada pihak yang membersihkannya.
Dan memang, kata dia, masjid itu letaknya cukup jauh dari pemukiman masyarakat Bungo Tanjuang. Jalan menuju masjid pun amat susah, sehingga menyulitkan orang datang ke situ. "Sepertinya, masjid itu hanya difungsikan setiap Jumat dan hari besar Islam lainnya," ungkap Dewiwarman yang didampingi pengurus Pramuka lainnya, Asmarizal Chan.
"Alhamdulillah, timbunan yang cukup menggunung yang nyaris memunahkan masjid itu selesai kita bersihkan selama setengah hari lebih," ujarnya.
Dia menilai, longsornya tebing di depan masjid itu memang sudah lama jadi ancaman. Jadi peristiwa hujan lebat yang disertai banjir sepertinya pemicu jatuhnya tebing yang ikut menghempas masjid demikian. (501)