Bila Dikelola dengan Baik, Pariwisata Pasti Mendatangkan PAD
Padang Pariaman--Ketua Komisi IV DPRD Padang Pariaman, Dwiwarman gencar mempromosikan daerahnya sebagai pusat destinasi wisata di Sumatera Barat. Apalagi daerahnya sebagai pintu gerbang ranah Minangkabau dengan keberadaan Bandara Internasional Minangkabau (BIM). Potensi wisata pantai di Padang Pariaman sangat menjanjikan dalam peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Hal itu diungkapkannya ketika kunjungan kerja ke Kabupaten Gianyar, Provinsi Bali, untuk saling berbagi informasi, Rabu kemarin. "Padang Pariaman adalah daerah yang mempesona, dianugerahi potensi wisata yang indah dan sebagai penyangga ibukota provinsi," kata politisi PPP itu.
Dikatakannya, kunjungan kerja dilakukannya adalah untuk berdiskusi dan mencari masukan dalam empat hal, yaitu strategi memberdayakan masyarakat yang berkaitan dengan pelaksanaan budaya untuk para pengunjung wisata, strategi pengembangan dan pengelolaan pariwisata serta kontribusi terhadap PAD, dan strategi penanggulangan kemiskinan dan pengangguran, penertiban pedagang kaki lima sehingga tercipta lingkungan bersih dan sehat. Dan terakhir mengenai pengelolaan keuangan BLUD.
"Kita ingin ke depan pariwisata sebagai sumber PAD. Kita lihat sekarang masih belum dominan," kata Dwiwarman.
Bupati Gianyar diwakili Asisten Administrasi Pembangunan, Ketut Astawa Suyasa mengekspos bahwa penduduknya mencapai 532 ribu yang terdiri dari 7 kecamatan, 6 kelurahan, 64 desa dan 271 desa adat. Diakuinya, bahwa Gianyar sebagai daerah wisata yang menjadi sumber utama PAD dari tahun ke tahun.
"Sekitar 60 persen sumber PAD dari Pariwisata, yaitu sebesar Rp610 miliar per tahun," kata mantan Kepala Bappeda tersebut. Untuk lebih menarik kunjungan wisatawan, Gianyar akan membangun Kebun Raya Gianyar, seperti Kebun Raya Bogor di Jawa Barat. Kebun Raya Gianyar akan menjadi destinasi wisata alam pembeda dari daerah lain di Bali.
"Kita rencanakan bulan Juli 2017 sudah mulai dibangun," katanya. Pemerataan pembangunan pada masing-masing wilayah kecamatan juga menjadi perhatian Pemda. Untuk itu telah ditetapkan Zona pengembangan wilayah yang dituangkan dengan Perda. "Jadi, kita punya tujuh zona wilayah yang memiliki ciri khas masing-masing," ujarnya.
Ditambahkannya, faktor utama dalam pengembangan pariwisata di Bali, khususnya Gianyar adalah masalah keamanan. Ada tamu yang datang ke Bali harus nyaman dan dilayani dengan sempurna. Kemudian menjaga adat dan budaya Bali yang sudah dikenal di seluruh dunia baik pakaian, tarian, kuliner dan lain sebagainya. "Percayalah, apabila pariwisata dikelola dengan benar, akan menguntungkan daerah," ungkapnya. (501)
Rabu, 07 Desember 2016
Minggu, 04 Desember 2016
Bulan Depan di Pariaman Jambore PTK-PNFI se Sumtara Barat
-Bulan Depan di Pariaman
Jambore PTK-PNFI se Sumtara Barat
Pariaman--Jambore Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Non Formal dan Informal (PTK-PNFI), Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Provinsi Sumatra Barat, untuk tahun ini dilaksanakan oleh Unit Pelaksana Tekhnis Daerah (UPTD) Balai Pengembangan Kegiatan Belajar (BPKB) Sumbar di Pariaman. Kegiatan tersebut merupakan yang kelima kalinya diadakan sejak 2007 lalu.
Kegiatan yang mengikutsertakan seluruh komponen yang bergerak dibidang PNFI, akan diadakan bulan depan, minggu kedua di Pariaman, setelah melalui seleksi dimasing-masing kabupaten/kota, yang saat ini akan segera berlangsung di masing-masing SKB/Dinas Pendidikan kabupaten/kota.
Menurut Ketua pelaksana, Ruswan Tanjung, adapun cabang yang akan dilombakan dalam kegiatan tersebut, karya nyata berupa guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), pengelolaan PAUD, Pengelola Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), Pengelola Taman Bacaan Masyarakat (TBM), dan tutor pendidikan keaksaraan.
"Selanjutnya, karya tulis ilmiah yang akan diikuti oleh pamong belajar SKB dan BPKB, penilik, pengelola kursus dan pengelola program PAUD NI. Sementara dibidang olahraga, diikuti oleh instruktur senam, dengan jenis lomba senam erobik, terakhir dibidang seni yang akan diikuti oleh instruktur kursus seni tari, PTK PAUD NI, instruktur kursus tata rias pengantin dan instruktur seni musik," kata Ruswan Tanjung yang didampingi Madrian, selaku PPTK kegiatan pada Singgalang, Rabu (4/5) di Pariaman.
Semua pesertanya 14 orang dari kabupaten/kota se Sumatra Barat, dari 14 cabang yang dilombakan. "Diharapkan, semua peserta tersebut bisa mengikuti kegiatan dimaksud. Sebab, hal itu bertujuan untuk meningkatkan mutu pendidik, dan tenaga kependidikan non formal dan informal, serta memberikan penghargaan kepada PTK-PNFI yang dinilai punya prestasi dibidangnya masing-masing," kata Madrian.
Menurut dia, juri dalam kegiatan demikian sebanyak 42 juri. Sebab, satu cabang yang dilombakan, itu dengan tiga juri. Juri itu berasal dari Dinas Pendidikan, BPKB, Asosiasi Profesi PTK-PNFI Sumbar, UNP, Taman Budaya, Unitas Padang dan ISI Padang Panjang. "Pekan depan, yakni Rabu (11/5) seluruh juri berkumpul di BPKB Sumbar di Pariaman, untuk membicarakan instrumen penilaian yang akan ditetapkan pada jambore tersebut," tambah Ruswan Tanjung. (dam)
Jambore PTK-PNFI se Sumtara Barat
Pariaman--Jambore Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Non Formal dan Informal (PTK-PNFI), Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Provinsi Sumatra Barat, untuk tahun ini dilaksanakan oleh Unit Pelaksana Tekhnis Daerah (UPTD) Balai Pengembangan Kegiatan Belajar (BPKB) Sumbar di Pariaman. Kegiatan tersebut merupakan yang kelima kalinya diadakan sejak 2007 lalu.
Kegiatan yang mengikutsertakan seluruh komponen yang bergerak dibidang PNFI, akan diadakan bulan depan, minggu kedua di Pariaman, setelah melalui seleksi dimasing-masing kabupaten/kota, yang saat ini akan segera berlangsung di masing-masing SKB/Dinas Pendidikan kabupaten/kota.
Menurut Ketua pelaksana, Ruswan Tanjung, adapun cabang yang akan dilombakan dalam kegiatan tersebut, karya nyata berupa guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), pengelolaan PAUD, Pengelola Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), Pengelola Taman Bacaan Masyarakat (TBM), dan tutor pendidikan keaksaraan.
"Selanjutnya, karya tulis ilmiah yang akan diikuti oleh pamong belajar SKB dan BPKB, penilik, pengelola kursus dan pengelola program PAUD NI. Sementara dibidang olahraga, diikuti oleh instruktur senam, dengan jenis lomba senam erobik, terakhir dibidang seni yang akan diikuti oleh instruktur kursus seni tari, PTK PAUD NI, instruktur kursus tata rias pengantin dan instruktur seni musik," kata Ruswan Tanjung yang didampingi Madrian, selaku PPTK kegiatan pada Singgalang, Rabu (4/5) di Pariaman.
Semua pesertanya 14 orang dari kabupaten/kota se Sumatra Barat, dari 14 cabang yang dilombakan. "Diharapkan, semua peserta tersebut bisa mengikuti kegiatan dimaksud. Sebab, hal itu bertujuan untuk meningkatkan mutu pendidik, dan tenaga kependidikan non formal dan informal, serta memberikan penghargaan kepada PTK-PNFI yang dinilai punya prestasi dibidangnya masing-masing," kata Madrian.
Menurut dia, juri dalam kegiatan demikian sebanyak 42 juri. Sebab, satu cabang yang dilombakan, itu dengan tiga juri. Juri itu berasal dari Dinas Pendidikan, BPKB, Asosiasi Profesi PTK-PNFI Sumbar, UNP, Taman Budaya, Unitas Padang dan ISI Padang Panjang. "Pekan depan, yakni Rabu (11/5) seluruh juri berkumpul di BPKB Sumbar di Pariaman, untuk membicarakan instrumen penilaian yang akan ditetapkan pada jambore tersebut," tambah Ruswan Tanjung. (dam)
Dianggarkan dalam APBD Padang Pariaman 2017 Pembangunan Jembatan Lubuak Tano tak Boleh Lagi Gagal
Dianggarkan dalam APBD Padang Pariaman 2017
Pembangunan Jembatan Lubuak Tano tak Boleh Lagi Gagal
Padang Sago--Impian panjang masyarakat Nagari Koto Baru, Kecamatan Padang Sago soal perubahan jembatan gantung ke jembatan permanen di Lubuak Tano agaknya akan terwujud, dengan telah dianggarkannya pembangunan itu dalam APBD Padang Pariaman tahun depan.
Walinagari Koto Baru, H. Zulhendrayani menilai masyarakatnya sudah hampir putus asa soal keberadaan jembatan demikian. "Berkali-kali lokasi jembatan gantung yang membelah Sungai Batang Mangoi ini ditinjau dan diukur oleh pihak terkait, tapi ndak pernah terlaksana pembangunannya," ujar dia pada Singgalang, Senin kemarin.
"Alhamdulillah, untuk anggaran tahun depan sudah masuk dalam daftar kegiatan pada APBD Padang Pariaman yang baru saja disahkan DPRD bersama Pemkab," ungkap Zulhendrayani bersama Ketua Bamus Nagari Koto Baru, Tuanku Afredison.
Menurut dia, ada Rp6,9 miliar anggaran tahap awal untuk menjadikan jembatan gantung yang dibangun tahun 1980 an itu jadi jembatan permanen. Untuk diketahui, kata dia lagi, dalam mewujudkan keinginan ini sangat luar biasa perjuangan bersama masyarakat Nagari Koto Baru dengan Nagari Sungai Sariak dan Sungai Durian.
Sebab, lanjut Sekretaris FKPM Padang Pariaman ini, dampak dari keberadaan rajang itu adalah keuntungan bagi masyarakat di tiga nagari tersebut. Bagi masyarakat Koto Baru akan mempersingkat jalur ke Sungai Sariak. Begitu juga bagi masyarakat Sijangek, Nagari Sungai Durian untuk ke Sungai Sariak juga bisa cepat.
Dia melihat, keberadaan jembatan itu nanti lebih panjang dari jembatan Campago, V Koto Kampuang Dalam yang saat ini sedang dibangun. Begitu juga dengan jembatan Kampuang Galapuang yang telah selesai dibangun. "Jembatan Lubuak Tano, di samping agak panjang juga mempunyai medan yang cukup berat, dan butuh anggaran yang tidak sedikit untuk bisa selesai nantinya," tambah Zulhendrayani.
Agar penganggaran jembatan permanen itu tak salah jalan, Zulhendrayani bersama Walinagari Sungai Durian, Nusirwan Nazar, Walinagari Sungai Sariak, Syamsuar Ambo bersama seluruh anggota dewan asal Kecamatan VII Koto Sungai Sariak lama terus mewanti-wati. "Kali ini tak boleh lagi gagal. Dan lagi, Bupati Ali Mukhni telah mempastikan pembangunan itu. Kita berharap, awal tahun depan pembangunannya dimulai," ujarnya. (501)
Pembangunan Jembatan Lubuak Tano tak Boleh Lagi Gagal
Padang Sago--Impian panjang masyarakat Nagari Koto Baru, Kecamatan Padang Sago soal perubahan jembatan gantung ke jembatan permanen di Lubuak Tano agaknya akan terwujud, dengan telah dianggarkannya pembangunan itu dalam APBD Padang Pariaman tahun depan.
Walinagari Koto Baru, H. Zulhendrayani menilai masyarakatnya sudah hampir putus asa soal keberadaan jembatan demikian. "Berkali-kali lokasi jembatan gantung yang membelah Sungai Batang Mangoi ini ditinjau dan diukur oleh pihak terkait, tapi ndak pernah terlaksana pembangunannya," ujar dia pada Singgalang, Senin kemarin.
"Alhamdulillah, untuk anggaran tahun depan sudah masuk dalam daftar kegiatan pada APBD Padang Pariaman yang baru saja disahkan DPRD bersama Pemkab," ungkap Zulhendrayani bersama Ketua Bamus Nagari Koto Baru, Tuanku Afredison.
Menurut dia, ada Rp6,9 miliar anggaran tahap awal untuk menjadikan jembatan gantung yang dibangun tahun 1980 an itu jadi jembatan permanen. Untuk diketahui, kata dia lagi, dalam mewujudkan keinginan ini sangat luar biasa perjuangan bersama masyarakat Nagari Koto Baru dengan Nagari Sungai Sariak dan Sungai Durian.
Sebab, lanjut Sekretaris FKPM Padang Pariaman ini, dampak dari keberadaan rajang itu adalah keuntungan bagi masyarakat di tiga nagari tersebut. Bagi masyarakat Koto Baru akan mempersingkat jalur ke Sungai Sariak. Begitu juga bagi masyarakat Sijangek, Nagari Sungai Durian untuk ke Sungai Sariak juga bisa cepat.
Dia melihat, keberadaan jembatan itu nanti lebih panjang dari jembatan Campago, V Koto Kampuang Dalam yang saat ini sedang dibangun. Begitu juga dengan jembatan Kampuang Galapuang yang telah selesai dibangun. "Jembatan Lubuak Tano, di samping agak panjang juga mempunyai medan yang cukup berat, dan butuh anggaran yang tidak sedikit untuk bisa selesai nantinya," tambah Zulhendrayani.
Agar penganggaran jembatan permanen itu tak salah jalan, Zulhendrayani bersama Walinagari Sungai Durian, Nusirwan Nazar, Walinagari Sungai Sariak, Syamsuar Ambo bersama seluruh anggota dewan asal Kecamatan VII Koto Sungai Sariak lama terus mewanti-wati. "Kali ini tak boleh lagi gagal. Dan lagi, Bupati Ali Mukhni telah mempastikan pembangunan itu. Kita berharap, awal tahun depan pembangunannya dimulai," ujarnya. (501)
Kamis, 01 Desember 2016
Tingkatkan Hasil Panen Petani, ABT Terapkan Pupuk Migro Green
Tingkatkan Hasil Panen Petani, ABT Terapkan Pupuk Migro Green
Pariaman--Guna meningkatkan pangan di Padang Pariaman, Asosiasi Beras Tani (ABT) setempat bekerjasama dengan CV. Pelangi Group Padang, khusus dalam persoalan pemakaian pupuk cair hayati migro green. Kerjasama tersebut ditandatangani kedua belak pihak sejak enam bulan belakangan.
Ketua ABT Padang Pariaman, Ali Nurdin M. Nur kepada Singgalang, Senin (30/5) melihat jika petani menggunakan pupuk itu, maka kelangkaan pangan bisa diatasi. Sebab, disamping peningkatan buah padi yang dihasilkan pupuk produk Pelangi itu, juga mengandung hemat kimia yang mencapai 70 persen, dan mampu memacu pertumbuhan akar tanaman padi itu sendiri.
Sebagai perusahan yang memegang lisensi pupuk, katanya, sangat diharapkan hasil pertanian Padang Pariaman tahun ini mampu mengatasi krisis pangan. "Kita telah sosialisasikan pemakaian pupuk itu keseluruh petani yang ada di daerah bekas gempa ini. Dan Alhamdulillah, hasilnya cukup lumayan. Hampir seluruh petani telah memulainya, terutama yang telah tergabung dalam ABT diseluruh kecamatan yang ada," kata dia.
Menurut dia, dilakukannya kerjasama demikian, mengingat adanya kemudahan yang akan ditimbulkan akibat dari memakai pupuk yang diproduksi oleh Pelangi itu. "Dengan itu pula kita berharap, hasil panen petani bisa meningkat, sehingga berhasil menanggulangi krisi pangan itu sendiri," katanya. (dam)
---------------------------------------------------------------------
Wacana Kota Palapa Jauh Sebelum Pariaman Jadi Kotif
Pariaman--Antau AS, salah seorang pemuka masyarakat Lubuk Alung, Padang Pariaman melihat jauh sebelum Pariaman jadi kotif dulu, kekuatan untuk mendirikan Kota Palapa tersebut telah ada. Sebab, wilayah demikian saat itu telah termasuk kawasan yang sangat strategis juga.
Kepada Singgalang, Senin (30/5) pensiunan pegawai Kantor Bupati Padang Pariaman ini sangat mendukung apa yang telah menjadi pembicaraan luas dikalangan masyarakat Dapil IV itu. Menurut dia, keunggulan demikian harus dikembangkan dengan lebih mantap lagi, sekaligus untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya sendiri.
Sementara, Dr. Irwandi Sulin, salah seorang tim yang akan merumuskan kajian Kota Palapa itu beralasan, dengan terbentuknya Kota Palapa, bakal mendorong terjadinya percepatan pembangunan dibagian wilayah tengah dan utara Padang Pariaman. "Kota itu dapat dijadikan nantinya, sebagai wajah kota setelah Kota Padang, karena dapat dibentuk dengan baik, lantaran masih terbuka.
"Disamping itu, kata Dekan Fakultas Pertanian Universitas Tamansiswa Padang ini, wilayah itu memiliki potensi ekonomi sebagai pusat pertumbuhan ekonomi dengan adanya PIP, bandara dan Lubuk Alung yang berpotensi untuk dikembangkan, sebagai kota ekonomi penyangga. Kemudian, memiliki sarana pasar yang eklusif, dan hanya menunggu perkembangannya," kata dia.
Ketua DPRD Padang Pariaman, Eri Zulfian melihat keinginan sebagian besar masyarakat di Dapilnya itu merupakan langkah maju. Tinggal lagi, bagaimana sinyal pusat terhadap pemakaran daerah itu sendiri. "Namun demkikian, landasan masyarakat itu harus dilandasi dengan pertimbangan rasional, dan bukan atas emosional," kata Ketua DPC Partai Demokrat Padang Pariaman ini.
Dia melihat, kajian strategis tentang hal itu belum pernah dibahas secara detail, dan melibatkan banyak unsur serta pihak yang patut dan mungkin dalam masalah demikian. "Kajian itu menyangkut soal wilayah, sosial politik dan terlepas dari kepentingan golongan tertentu. Dan lagi, kajian itu harus dapat dipertanggungjawabkan dengan baik dan benar," ujarnya.
Selaku anak Nagari Lubuk Alung, Eri Zulfian mengajak seluruh masyarakat setempat, dan Dapil IV secara umum, untuk mengutamakan kepentingan banyak orang. "Kalau hanya akan menimbulkan persoalan baru, sebaiknya persoalan Padang Pariaman yang kini kita hadapai saja diselesaikan secara bersama. Apa kepentingan masyarakat yang rasanya belum terakomodir, kita persamakan dengan potensi yang ada," ungkap Eri Zulfian. (dam)
--------------------------------------------------------------------
Jambore PTK PAUDNI Tingkat Sumbar Segera Digelar
Pariaman--Pelaksanaan jambore Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) Pendidikan Anak Usia Dini Non Formal Informal (PAUDNI) tingkat Provinsi Sumatra Barat siap digelar pada 18-19 Juni mendatang, di Unit Pelaksana Tekhnis Daerah Balai Pengembangan Kegiatan Belajar (UPTD BPKB) Dinas Dikporan Sumbar di Pariaman.
Ketua panitia pelaksana, Ruswan Tanjung melihat jadwal itu disepakati dengan Kabid PNFI Dinas Pendidikan kabupaten/kota, dan Kepala Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) se Sumatra Barat, pada rapat sosialisasi jambore tersebut, yang juga dihadiri oleh Ketua jambore nasional, Abubakar Umar, di Padang pekan lalu.
Menurut Ruswan Tanjung, Ketua Dewan juri pada jambore itu, Prof. H. Jamaris Jamna mengingatkan kepada anggota dewan juri agar betul-betul bekerja dan menilai secara profesional dan objektif. "Pelaksanaan jambore ini, seluruh dewan juri akan didampingi oleh panitia pendamping untuk mengumpulkan penilaian, sekaligus memasukkan kedalam entri nilai. Hal itu dimaksudkan, agar tidak terbuka lagi peluang negosiasi dari berbagai pihak, terutama peserta," kata dia pada Singgalang, Senin (30/5).
Sementara, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Provinsi Sumatra Barat, Syamsulrizal yang diwakili Kabid PNFI, Yunirwan mengingatkan kepada panitia pelaksana agar bekerja secara maksimal, terutama dalam hal akomodasi peserta, tempat pelaksanaan kegiatan, transportasi, MCK, dan kelengkapan lainnya, sehingga jambore itu sukses, sesuai harapan bersama.
Yunirwan minta kepada semua pihak untuk menjadikan pengalaman jambore empat tahun yang lalu sebagai pelajaran berharga, dalam memperbaiki kinerja panitia pada pelaksanaan jambore tahun ini. "Untuk Lomba Karya Nyata (LKN) dan Lomba Karya Tulis (LKT), peserta tidak diperkenankan lagi keluar masuk ruangan, saat lomba berlangsung. Selain itu, khusus untuk lomba tatarias penganten, senam erobik, dan instruktur seni tari, agar membawa modelnya dari daerah masing-masing. Sebab, hal itu tidak disediakan panitia," katanya.
Panitia berharap, pembukaan jambore kali ini dapat dibuka langsung oleh Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno, sehingga bertambahlah gregetnya PNFI dimata masyarakat lainnya didaerah ini. (dam)
Pariaman--Guna meningkatkan pangan di Padang Pariaman, Asosiasi Beras Tani (ABT) setempat bekerjasama dengan CV. Pelangi Group Padang, khusus dalam persoalan pemakaian pupuk cair hayati migro green. Kerjasama tersebut ditandatangani kedua belak pihak sejak enam bulan belakangan.
Ketua ABT Padang Pariaman, Ali Nurdin M. Nur kepada Singgalang, Senin (30/5) melihat jika petani menggunakan pupuk itu, maka kelangkaan pangan bisa diatasi. Sebab, disamping peningkatan buah padi yang dihasilkan pupuk produk Pelangi itu, juga mengandung hemat kimia yang mencapai 70 persen, dan mampu memacu pertumbuhan akar tanaman padi itu sendiri.
Sebagai perusahan yang memegang lisensi pupuk, katanya, sangat diharapkan hasil pertanian Padang Pariaman tahun ini mampu mengatasi krisis pangan. "Kita telah sosialisasikan pemakaian pupuk itu keseluruh petani yang ada di daerah bekas gempa ini. Dan Alhamdulillah, hasilnya cukup lumayan. Hampir seluruh petani telah memulainya, terutama yang telah tergabung dalam ABT diseluruh kecamatan yang ada," kata dia.
Menurut dia, dilakukannya kerjasama demikian, mengingat adanya kemudahan yang akan ditimbulkan akibat dari memakai pupuk yang diproduksi oleh Pelangi itu. "Dengan itu pula kita berharap, hasil panen petani bisa meningkat, sehingga berhasil menanggulangi krisi pangan itu sendiri," katanya. (dam)
---------------------------------------------------------------------
Wacana Kota Palapa Jauh Sebelum Pariaman Jadi Kotif
Pariaman--Antau AS, salah seorang pemuka masyarakat Lubuk Alung, Padang Pariaman melihat jauh sebelum Pariaman jadi kotif dulu, kekuatan untuk mendirikan Kota Palapa tersebut telah ada. Sebab, wilayah demikian saat itu telah termasuk kawasan yang sangat strategis juga.
Kepada Singgalang, Senin (30/5) pensiunan pegawai Kantor Bupati Padang Pariaman ini sangat mendukung apa yang telah menjadi pembicaraan luas dikalangan masyarakat Dapil IV itu. Menurut dia, keunggulan demikian harus dikembangkan dengan lebih mantap lagi, sekaligus untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya sendiri.
Sementara, Dr. Irwandi Sulin, salah seorang tim yang akan merumuskan kajian Kota Palapa itu beralasan, dengan terbentuknya Kota Palapa, bakal mendorong terjadinya percepatan pembangunan dibagian wilayah tengah dan utara Padang Pariaman. "Kota itu dapat dijadikan nantinya, sebagai wajah kota setelah Kota Padang, karena dapat dibentuk dengan baik, lantaran masih terbuka.
"Disamping itu, kata Dekan Fakultas Pertanian Universitas Tamansiswa Padang ini, wilayah itu memiliki potensi ekonomi sebagai pusat pertumbuhan ekonomi dengan adanya PIP, bandara dan Lubuk Alung yang berpotensi untuk dikembangkan, sebagai kota ekonomi penyangga. Kemudian, memiliki sarana pasar yang eklusif, dan hanya menunggu perkembangannya," kata dia.
Ketua DPRD Padang Pariaman, Eri Zulfian melihat keinginan sebagian besar masyarakat di Dapilnya itu merupakan langkah maju. Tinggal lagi, bagaimana sinyal pusat terhadap pemakaran daerah itu sendiri. "Namun demkikian, landasan masyarakat itu harus dilandasi dengan pertimbangan rasional, dan bukan atas emosional," kata Ketua DPC Partai Demokrat Padang Pariaman ini.
Dia melihat, kajian strategis tentang hal itu belum pernah dibahas secara detail, dan melibatkan banyak unsur serta pihak yang patut dan mungkin dalam masalah demikian. "Kajian itu menyangkut soal wilayah, sosial politik dan terlepas dari kepentingan golongan tertentu. Dan lagi, kajian itu harus dapat dipertanggungjawabkan dengan baik dan benar," ujarnya.
Selaku anak Nagari Lubuk Alung, Eri Zulfian mengajak seluruh masyarakat setempat, dan Dapil IV secara umum, untuk mengutamakan kepentingan banyak orang. "Kalau hanya akan menimbulkan persoalan baru, sebaiknya persoalan Padang Pariaman yang kini kita hadapai saja diselesaikan secara bersama. Apa kepentingan masyarakat yang rasanya belum terakomodir, kita persamakan dengan potensi yang ada," ungkap Eri Zulfian. (dam)
--------------------------------------------------------------------
Jambore PTK PAUDNI Tingkat Sumbar Segera Digelar
Pariaman--Pelaksanaan jambore Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) Pendidikan Anak Usia Dini Non Formal Informal (PAUDNI) tingkat Provinsi Sumatra Barat siap digelar pada 18-19 Juni mendatang, di Unit Pelaksana Tekhnis Daerah Balai Pengembangan Kegiatan Belajar (UPTD BPKB) Dinas Dikporan Sumbar di Pariaman.
Ketua panitia pelaksana, Ruswan Tanjung melihat jadwal itu disepakati dengan Kabid PNFI Dinas Pendidikan kabupaten/kota, dan Kepala Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) se Sumatra Barat, pada rapat sosialisasi jambore tersebut, yang juga dihadiri oleh Ketua jambore nasional, Abubakar Umar, di Padang pekan lalu.
Menurut Ruswan Tanjung, Ketua Dewan juri pada jambore itu, Prof. H. Jamaris Jamna mengingatkan kepada anggota dewan juri agar betul-betul bekerja dan menilai secara profesional dan objektif. "Pelaksanaan jambore ini, seluruh dewan juri akan didampingi oleh panitia pendamping untuk mengumpulkan penilaian, sekaligus memasukkan kedalam entri nilai. Hal itu dimaksudkan, agar tidak terbuka lagi peluang negosiasi dari berbagai pihak, terutama peserta," kata dia pada Singgalang, Senin (30/5).
Sementara, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Provinsi Sumatra Barat, Syamsulrizal yang diwakili Kabid PNFI, Yunirwan mengingatkan kepada panitia pelaksana agar bekerja secara maksimal, terutama dalam hal akomodasi peserta, tempat pelaksanaan kegiatan, transportasi, MCK, dan kelengkapan lainnya, sehingga jambore itu sukses, sesuai harapan bersama.
Yunirwan minta kepada semua pihak untuk menjadikan pengalaman jambore empat tahun yang lalu sebagai pelajaran berharga, dalam memperbaiki kinerja panitia pada pelaksanaan jambore tahun ini. "Untuk Lomba Karya Nyata (LKN) dan Lomba Karya Tulis (LKT), peserta tidak diperkenankan lagi keluar masuk ruangan, saat lomba berlangsung. Selain itu, khusus untuk lomba tatarias penganten, senam erobik, dan instruktur seni tari, agar membawa modelnya dari daerah masing-masing. Sebab, hal itu tidak disediakan panitia," katanya.
Panitia berharap, pembukaan jambore kali ini dapat dibuka langsung oleh Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno, sehingga bertambahlah gregetnya PNFI dimata masyarakat lainnya didaerah ini. (dam)
Nagari Koto Baru Kembangkan Kesenian Gandang Tambua Tasa
Nagari Koto Baru Kembangkan Kesenian Gandang Tambua Tasa
Padang Sago--Kesenian gandang tambua tasa sudah sejak lama hadir di Nagari Koto Baru, Kecamatan Padang Sago, Kabupaten Padang Pariaman. Permainan anak nagari ini mampu memberikan warna tersendiri di tengah beragamnya kesenian yang hadir akhir-akhir ini di tengah masyarakat.
Walinagari Koto Baru, H. Zulhendrayani menyebutkan, bahwa kesenian yang satu ini memang peninggalan orang tua-tua dulunya. Dan gandang tambua tasa ini ada di setiap korong dalam nagari ini. Kesenian itu dikelola oleh anak muda korong bersangkutan.
"Tahun ini ada tiga set gandang tambua tasa yang kita bantu untuk tiga korong pula, yakni tambua tasa Korong Tungka Kampuang Panyalai, Kampuang Cubadak, dan Korong Pintu Gabang," kata Zulhendrayani, Jumat lalu.
Menurut dia, kelompok gandang tambua tasa yang tiga itu patut dapat bantuan, lantaran peralatannya sudah banyak yang punah karena dimakan waktu. "Pemerintahan nagari mendorong untuk tumbuh dan berkembangnya kesenian demikian. Insya Allah, tahun depan akan ada tiga set lagi tambua tasa untuk tiga korong yang belum kebagian tahun ini," ujar Sekretaris Forum Kemitraan Polisi Masyarakat (FKPM) Padang Pariaman ini.
Dia melihat, dengan diberlakukannya Perbup nomor 13 tahun 2016 tentang larangan orgen tunggal malam hari, membuat kesenian gandang tambua tasa semakin bergairah. Hampir seluruh alek baralek di rumah orang tua pengantin selalu pakai kesenian ini.
Untuk inilah, Zulhendrayani ingin mematenkan keberadaan lembaga kesenian ini secara nagari. "Langkah awal, laga-laga nagari sebagai pusat kegiatan kesenian nagari perlu kita adakan kembali. Dan perlu pula lembaga sanggar yang menaungi kesenian tersebut, agar punya legalitas di mata hukum," ujarnya.
Pihak Nagari Koto Baru, lanjut Zulhendrayani, sedang menunggu masyarakat yang mau menghibahkan tanahnya untuk bangunan laga-laga itu. Sebab, anggaran untuk ganti rugi tanah tidak ada. Nagari hanya bisa membangun fasilitas itu, untuk kemajuan permainan anak nagari. Dan lagi keinginan untuk punya laga-laga seperti zaman dulu yang pernah ada dan berkembang dengan baik itu sudah mulai tampak dari masyarakat. (501)
Padang Sago--Kesenian gandang tambua tasa sudah sejak lama hadir di Nagari Koto Baru, Kecamatan Padang Sago, Kabupaten Padang Pariaman. Permainan anak nagari ini mampu memberikan warna tersendiri di tengah beragamnya kesenian yang hadir akhir-akhir ini di tengah masyarakat.
Walinagari Koto Baru, H. Zulhendrayani menyebutkan, bahwa kesenian yang satu ini memang peninggalan orang tua-tua dulunya. Dan gandang tambua tasa ini ada di setiap korong dalam nagari ini. Kesenian itu dikelola oleh anak muda korong bersangkutan.
"Tahun ini ada tiga set gandang tambua tasa yang kita bantu untuk tiga korong pula, yakni tambua tasa Korong Tungka Kampuang Panyalai, Kampuang Cubadak, dan Korong Pintu Gabang," kata Zulhendrayani, Jumat lalu.
Menurut dia, kelompok gandang tambua tasa yang tiga itu patut dapat bantuan, lantaran peralatannya sudah banyak yang punah karena dimakan waktu. "Pemerintahan nagari mendorong untuk tumbuh dan berkembangnya kesenian demikian. Insya Allah, tahun depan akan ada tiga set lagi tambua tasa untuk tiga korong yang belum kebagian tahun ini," ujar Sekretaris Forum Kemitraan Polisi Masyarakat (FKPM) Padang Pariaman ini.
Dia melihat, dengan diberlakukannya Perbup nomor 13 tahun 2016 tentang larangan orgen tunggal malam hari, membuat kesenian gandang tambua tasa semakin bergairah. Hampir seluruh alek baralek di rumah orang tua pengantin selalu pakai kesenian ini.
Untuk inilah, Zulhendrayani ingin mematenkan keberadaan lembaga kesenian ini secara nagari. "Langkah awal, laga-laga nagari sebagai pusat kegiatan kesenian nagari perlu kita adakan kembali. Dan perlu pula lembaga sanggar yang menaungi kesenian tersebut, agar punya legalitas di mata hukum," ujarnya.
Pihak Nagari Koto Baru, lanjut Zulhendrayani, sedang menunggu masyarakat yang mau menghibahkan tanahnya untuk bangunan laga-laga itu. Sebab, anggaran untuk ganti rugi tanah tidak ada. Nagari hanya bisa membangun fasilitas itu, untuk kemajuan permainan anak nagari. Dan lagi keinginan untuk punya laga-laga seperti zaman dulu yang pernah ada dan berkembang dengan baik itu sudah mulai tampak dari masyarakat. (501)
Program Kotaku Fokus di Lubuk Alung dengan Lima Nagari
Program Kotaku Fokus di Lubuk Alung dengan Lima Nagari
Padang Pariaman--Meningkatnya jumlah penduduk yang bertempat tinggal di perkotaan, menuntut penyediaan sarana dan prasarana dasar permukiman yang memadai. Di sisi lain, keterbatasan kemampuan pemerintah daerah dan daya dukung lahan menjadi kendala penyedian itu, yang pada akhirnya memicu tumbuhnya kawasan permukiman kumuh.
Program kota tanpa kumuh (Kotaku) hadir Untuk mengurangi dan mencegah tumbuhnya permukiman kumuh. Untuk itu diperlukan upaya bersama antara pemerintah daerah, masyarakat dan pemangku kepentingan lainnya, melalui program dan kegiatan inovatif dan tepat sasaran.
"Tanpa dukungan dari segenap pemangku kepentingan, program Kotaku tidak akan terwujud," ujap Sekdakab Padang Pariaman, Jonpriadi, Rabu lalu.
Jonpriadi yang mewakili Bupati Ali Mukhni saat membuka lokakarya sosialisasi dan workshop strategi komunikasi program Kotaku Kabupaten Padang Pariaman, di Hall IKK Parit Malintang, menyampaikan demikian.
Sosilaisasi diikuti anggota DPRD Padang Pariaman, Kepala Badan, Dinas, Kantor dan Bagian, Pokja PKP tingkat Padang Pariaman, Camat, Walinagari, BUMN dan perusahaan swasta yang memiliki program CSR, perguruan tinggi, LSM, City Changer, Media Massa, Forum KBM, KBP dan stakeholder terkait lainnya.
Menurut dia, program Kotaku menggunakan sinergi platform kolaborasi antara pemerintah daerah dan pemangku kepentingan lainnya, serta pembangunan infrastruktur berbasis masyarakat, untuk mempercepat penanganan kumuh perkotaan dan gerakan 100-0-100 dalam rangka mewujudkan permukiman yang layak huni, produktif dan berkelanjutan.
Kabid Sosbud Bappeda, Harmen Aminuddin melaporkan, tujuan sosialisasi dan workshop ini membangun pemahaman dan keterampilan peserta dalam penyusunan strategi komunikasi, jaringan, dan mengembangkan media sosialisasi, membangun komitmen Pemda sebagai nahkoda dan stakeholder dalam melakukan sosialisasi program dan mengembangkan jaringan komunikasi.
Asisten Comunity Developmen (CD) Mandiri Padang Pariaman, Herman Orba mengatakan, program Kotaku merupakan transpormasi dari program PNPM Mandiri Perkotan yang sudah diluncurkan sejak 2008 lalu, dan tahun ini yang menjadi lokasi progran Kotaku adalah Kecamatan Lubuk Alung, dengan lima nagari.
Dia berharap, lokakarya ini akan terbangun kolaborasi antara tim koordinasi pemerintah daerah dengan SKPD terkait dan stakeholders lainnya. Sehingga tercapai progran Kotaku di Padang Pariaman. (501)
Padang Pariaman--Meningkatnya jumlah penduduk yang bertempat tinggal di perkotaan, menuntut penyediaan sarana dan prasarana dasar permukiman yang memadai. Di sisi lain, keterbatasan kemampuan pemerintah daerah dan daya dukung lahan menjadi kendala penyedian itu, yang pada akhirnya memicu tumbuhnya kawasan permukiman kumuh.
Program kota tanpa kumuh (Kotaku) hadir Untuk mengurangi dan mencegah tumbuhnya permukiman kumuh. Untuk itu diperlukan upaya bersama antara pemerintah daerah, masyarakat dan pemangku kepentingan lainnya, melalui program dan kegiatan inovatif dan tepat sasaran.
"Tanpa dukungan dari segenap pemangku kepentingan, program Kotaku tidak akan terwujud," ujap Sekdakab Padang Pariaman, Jonpriadi, Rabu lalu.
Jonpriadi yang mewakili Bupati Ali Mukhni saat membuka lokakarya sosialisasi dan workshop strategi komunikasi program Kotaku Kabupaten Padang Pariaman, di Hall IKK Parit Malintang, menyampaikan demikian.
Sosilaisasi diikuti anggota DPRD Padang Pariaman, Kepala Badan, Dinas, Kantor dan Bagian, Pokja PKP tingkat Padang Pariaman, Camat, Walinagari, BUMN dan perusahaan swasta yang memiliki program CSR, perguruan tinggi, LSM, City Changer, Media Massa, Forum KBM, KBP dan stakeholder terkait lainnya.
Menurut dia, program Kotaku menggunakan sinergi platform kolaborasi antara pemerintah daerah dan pemangku kepentingan lainnya, serta pembangunan infrastruktur berbasis masyarakat, untuk mempercepat penanganan kumuh perkotaan dan gerakan 100-0-100 dalam rangka mewujudkan permukiman yang layak huni, produktif dan berkelanjutan.
Kabid Sosbud Bappeda, Harmen Aminuddin melaporkan, tujuan sosialisasi dan workshop ini membangun pemahaman dan keterampilan peserta dalam penyusunan strategi komunikasi, jaringan, dan mengembangkan media sosialisasi, membangun komitmen Pemda sebagai nahkoda dan stakeholder dalam melakukan sosialisasi program dan mengembangkan jaringan komunikasi.
Asisten Comunity Developmen (CD) Mandiri Padang Pariaman, Herman Orba mengatakan, program Kotaku merupakan transpormasi dari program PNPM Mandiri Perkotan yang sudah diluncurkan sejak 2008 lalu, dan tahun ini yang menjadi lokasi progran Kotaku adalah Kecamatan Lubuk Alung, dengan lima nagari.
Dia berharap, lokakarya ini akan terbangun kolaborasi antara tim koordinasi pemerintah daerah dengan SKPD terkait dan stakeholders lainnya. Sehingga tercapai progran Kotaku di Padang Pariaman. (501)
Rakyat Butuh Korpri yang Disiplin dan Bertanggungjawab
Rakyat Butuh Korpri yang Disiplin dan Bertanggungjawab
Padang Pariaman--Wabup Padang Pariaman Suhatri Bur mengapresiasi Korpri yang dalam HUT ke-45 mengangkat tema; Meneguhkan Netralitas dan meningkatkan Profesionalisme Aparatur Sipil Negara.
"Tema ini sangat tepat dalam menyambut pesta demokrasi Pilkada serentak 2017," kata dia Selasa lalu saat upaca HUT Korpri di IKK Parit Malintang.
Menurut dia, jadikan momentum Pilkada serentak 2017 sebagai ajang ujian atas netralitas dan profesionalisme. Ujian untuk menerapkan panca prasetya Korpri.
"Ingatlah, bahwa pengabdian anggota Korpri bukanlah kepada kepentingan kelompok maupun individu. Melainkan pengabdian kepada negara, bangsa dan rakyat," ungkap suhatri Bur.
Kepada seluruh anggota Korpri, Suhatri Bur berharap untuk menjadi garda terdepan dalam perjuangan pemberantasan praktik KKN, Pungli, peningkatan kualitas pelayanan publik, memenangkan kompetisi global dengan pelayanan publik yang prima.
Agar bisa menjadi bangsa pemenang dalam era kompetisi global, kata dia, rakyak membutuhkan anggota Korpri yang disiplin, bertangungjawab, dan berorientasi kerja.
Suhatri Bur minta Korpri untuk terus melakukan inovasi-inovasi agar pelayanan publik bisa semakin murah, cepat, akurat, dan baik.
Upacara di ikuti seluruh ASN dan Muspida se Padang Pariaman. Usai Upacara dilakukan penyerahan beasiswa berprestasi kepada anak anggota Korpri, penyerahan pin emas bagi purna bhakti atau pensiunan PNS, dan penyerahan hadiah perlombaan yang dilaksanakan sekretaris Korpri Padang Pariaman. (501)
Padang Pariaman--Wabup Padang Pariaman Suhatri Bur mengapresiasi Korpri yang dalam HUT ke-45 mengangkat tema; Meneguhkan Netralitas dan meningkatkan Profesionalisme Aparatur Sipil Negara.
"Tema ini sangat tepat dalam menyambut pesta demokrasi Pilkada serentak 2017," kata dia Selasa lalu saat upaca HUT Korpri di IKK Parit Malintang.
Menurut dia, jadikan momentum Pilkada serentak 2017 sebagai ajang ujian atas netralitas dan profesionalisme. Ujian untuk menerapkan panca prasetya Korpri.
"Ingatlah, bahwa pengabdian anggota Korpri bukanlah kepada kepentingan kelompok maupun individu. Melainkan pengabdian kepada negara, bangsa dan rakyat," ungkap suhatri Bur.
Kepada seluruh anggota Korpri, Suhatri Bur berharap untuk menjadi garda terdepan dalam perjuangan pemberantasan praktik KKN, Pungli, peningkatan kualitas pelayanan publik, memenangkan kompetisi global dengan pelayanan publik yang prima.
Agar bisa menjadi bangsa pemenang dalam era kompetisi global, kata dia, rakyak membutuhkan anggota Korpri yang disiplin, bertangungjawab, dan berorientasi kerja.
Suhatri Bur minta Korpri untuk terus melakukan inovasi-inovasi agar pelayanan publik bisa semakin murah, cepat, akurat, dan baik.
Upacara di ikuti seluruh ASN dan Muspida se Padang Pariaman. Usai Upacara dilakukan penyerahan beasiswa berprestasi kepada anak anggota Korpri, penyerahan pin emas bagi purna bhakti atau pensiunan PNS, dan penyerahan hadiah perlombaan yang dilaksanakan sekretaris Korpri Padang Pariaman. (501)
Langganan:
Postingan (Atom)




