Pilkada Padang Pariaman
Ali Mukhni Kuasai 15 Kecamatan, Alfikri Mukhlis Unggul di Dua Kecamatan
Padang Pariaman--Pasangan Ali Mukhni - Suhatri Bur, nampaknya masih unggul di sejumlah TPS di Padang Pariaman. Calon incumbent yang diusung banyak partai ini, dinilai masih dominan dan sepertinya mampu memenangkan Pilkada serentak kali ini. Namun, di sebagian TPS seperti di Kecamatan 2x11 Enam Lingkung lama, ada juga pasangan Alfikri Mukhlis yang unggul.
Seperti di TPS 07 Pungguang Kasiak Lubuk Alung, tepat pukul 14.00 pengihitungan suara, baik untuk Cagub - Cawagub maupun Cabub dan Cawabup berlangsung aman, tertib, dan kondisif. Jumlah suara untuk calon Gubernur dan Wakil Gubernur dengan no urut 1 berjumlah 128 suara, dan untuk no urut 2 berjumlah 70 suara. Jumlah suara tidak sah 3 suara. Total suara sah dan tidak sah 201.
Dengan rincian, 184 menggunakan undangan (C-6) dan 17 menggunakan KTP. Sedangkan untuk calon Bupati dan Wakil Bupati no 1 memperoleh suara 137 dan no urut 2 bejumlah 59 suara. Total suara sah 196 suara, tidak sah 5 suara. Jumlah suara sah dan tidak sah 201. Keterangan sama dengan Gubernur dan Wakil Gubernur. Pakai undangan 184 dan KTP 27.
Di TPS 06 Anduriang, Kecamatan 2x11 Kayutanam, justru Ali Mukhni - Suhatri Bur dapat 52 suara, dan Alfikri Mukhlis - Yulius Danil meraup 118 suara. Di TPS ini terdapat enam suara batal. Begitu juga di sejumlah TPS yang ada di Nagari Kapalo Hilalang, tempat kelahiran Alfikri, calon dengan nomor urut dua ini unggul.
Di Lurah Ampalu, Kecamatan VII Koto Sungai Sariak, dilaporkan kalau peroleharan suara Ali Mukhni dan Alfikri Mukhlis saling kejar-kejaran. "Dari total seluruh TPS yang saya pantau di nagari ini, nampak kekuatan nomor satu dan dua berimbang. Ada satu dua TPS yang Ali Mukhni unggul, dan ada pula yang Alfikri unggul," kata Nasruddin Subri, tokoh masyarakat Lurah Ampalu.
Darmon, anggota Pansus Pilkada DPRD Sumatera Barat yang sengaja melakukan pemantauan di sejumlah TPS di Dapil IV Padang Pariaman, yang meliputi Kecamatan Lubuk Alung, Sintuak Toboh Gadang, dan Kecamatan Batang Anai menilai pasangan Ali Mukhni - Suhatri Bur hanya menang tipis. "Untuk Sicincin sampai Kayutanam hampir semuanya disapu bersih oleh Alfikri Mukhlis," kata Darmon.
Seperti contoh di Nagari Aie Tajun Lubuk Alung, totalnya 1.000 an suara untuk Ali Mukhni dan 800 an suara untuk Alfikri. Artinya, beda tipis dan tak terlalu signifikan. "Dari lima nagari yang ada di Lubuk Alung, hampir kondisinya seperti demikian. Tak banyak selisihnya," sebut Darmon.
Politikus PAN ini menilai, partisipasi pemilih jauh berkurangnya saat ini. "Sampai berakhirnya masa pencoblosan, masih ada TPS yang kedatangan masyarakat pemilih tak lebih dari 50 persen. Ini tentunya kegagalan KPU dalam meningkatkan partisipasi pemilih di daerah ini," ungkap Darmon.
Berikut rakuman perolehan suara Cabub dan Cawabup di setiap kecamatan. Pertama Kecamatan 2x11 Kayutanam 1 = 4.052, 2 = 5.370, Sungai Limau 1 = 7.133, 2 = 3.539, Batang Anai 1 = 8.753, 2 = 4.347, Sintuak Toboh Gadang 1 = 3.887, 2 = 2.914,
Padang Sago 1 = 1.812, 2 = 1.508, Sungai Geringging 1 = 7.581, 2 = 2.732, V Koto Timur 1 = 5.050, 2 = 1.214, V Koto Kampuang Dalam 1 = 8.969, 2 = 1.458, Lubuk Alung 1= 6.583, 2 = 6.198, Nan Sabaris 1 = 5.737, 2 = 4.540, Enam Lingkung 1 = 5.631, 2 = 2.885.
Berikutnya Kecamatan Patamuan 1 = 3.068, 2 = 3.047, Batang Gasan 1 = 2.074, 2 = 1.559, 2x11 Enam Lingkung 1 = 3.495, 2 = 3.255, Ulakan Tapakis 1 = 4.196, 2 = 3.062, IV Koto Aua Mlintang 1 = 4.962, 2 = 2.081, VII Koto Sungai Sariak 1 = 5.783, 2 = 6.835,
Pemkab Padang Pariaman membentuk tim koordinasi dan monitoring pelaksanaan Pilkada serentak. Tim tersebut melaporkan hasil pemantauan sesuai dengan wilayah penugasan kepada bupati melalui Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) sebagai sekretariat. Tim terdiri dari SKPD, Kapolsek, Danramil dan Camat dibawah kendali Sekda Jonpriadi.
Tim monitoring ini juga menyusun langkah-langkah antisipasi dan responsif terhadap keamanan dan ketertiban menjelang, selama dan sesudah pelaksanaan Pilkada serentak," kata Sekda Jonpriadi.
Dijelaskannya, Padang Pariaman merupakan daerah percontohan terhadapa penyelenggaraan pesta demokrasi di Indonesia. Hal itu terlihat dalam pelaksanaan Pileg dan Pilpres yang berlansung aman dan demokratis tanpa gangguan yang berarti. Ia berharap kondisi serupa juga terjadi pada pelaksanaan pada Pilkada serentak, Rabu kemarin.
"Tidak ada darah, tidak ada kaca yang pecah dan tidak ada asap yang mengepul di Padang Pariaman. Begitu komitmen kita bersama stakeholders dan masyarakat dalm pelaksanaan Pilkada," tukuknya. Ia berharap, seluruh masyarakat berpartisipasi menggunakan hak pilihnya dan tidak ada yang golput sehingga target partisipasi pemilih sebanyak 80 persen dapat tercapai. "Masyarakat jangan terpancing untuk membuat kegaduhan sehingga Pilkada badusanak benar-benar terwujud," kata Jonpriadi. (501)
Rabu, 09 Desember 2015
Selasa, 08 Desember 2015
Berpartisipasi dalam Penyelenggaraan Pilkada, Kahmi dan PWI Gelar Diskusi
Berpartisipasi dalam Penyelenggaraan Pilkada, Kahmi dan PWI Gelar Diskusi
Pariaman--Tak ingin hanya menjadi penonton dalam arena Pemilu Kepala Daerah (Pilkada) Padang Pariaman, Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (Kahmi) menggandeng PWI menggelar hajatan Efaluasi Kesiapan KPU dan Masyarakat menghadapi Pilkada serentak 9 Desember mendatang dalam sebuah paket fokus grup diskusi (FGD) di ruang pertemuan rumah akan Pauh Pariaman Jumat (4/12) malam.
FGD yang dihadiri puluhan wartawan, personel Kahmi dan HMI serta personel badan eksekutif mahasiswa (BEM) sejumlah perguruan tinggi ini dimoderatori oleh Rahmat Tuanku Sulaiman, mantan anggota KPU Padang Pariaman yang juga Ketua Harian Presidium Majelis Daerah Kahmi.
Ketua KPU Vifner menyampaikan, apa yang menjadi tugas dan kewenangan lembaga yang dipimpinya sudah berupaya maksimal dan berjalan di atas rel yang sudah digariskan sebagaimana diatur dalam UU nomor 8 tahun 2915 yang merupakan perubahan atas UU No 1 tahun 2014 tentang pemilihan gubernur, bupati dan walikota.
Diawali dengan pemilih yang tertera dalam daftar pemilih tetap (DPT), kemudian dilanjutkan ke daftar pemilih tambahan (DPTB), dengan jumlah sedikit membuat KPU Padang Pariaman dinyatakan sebagai pelaksana prosesi daftar pemilih terbaik di Sumbar.
Selanjutnya dalam hal pembiayaan yang totalnya Rp17 miliar rupiah, jika dibanding dengan sejumlah daerah lain dengan jumlah penduduk dan luas daerah tidak begitu jauh berbeda tapi di sana jumlahnya jauh lebih besar. "Ini membuktikan keefisiensian KPU Padang Pariaman," jelasnya. Sementara persoalan logistik sudah hampir rampung dan sesuai dengan jadwal yang sudah ditetapkan.
Sukri Umar, mantan anggota panitia seleksi anggota KPU Padag Pariaman yang berasal dari unsur media dalam diskusi tersebut menilai, banyak terobosan dan aturan baru dalam pelaksanaan Pilkada serentak ini, yang sudah dipastikan tidak akan menguntungkan semua pihak. Di antara pihak yang tidak beruntung adalah awak media.
Jika pada Pemilu sebelumnya, peserta pemilu dibolehkan memasang iklan dan pariwara pencitraan, kni dengan aturan baru hal tersebut diakomodir oleh KPU tapi dengan dana yang terbatas.
Persoalan politik uang dalam Pemilu juga menjadi bahasan dalam diskusi tersebut. Karena pembuktian secara lansung sulit didapat, persoala sengketa ini selalu berakhir tanpa keputusan di persidangan.
Di antara sejumlah persoalan tersebut, peserta diskusi merekomendasikan sejumlah hal. Pembatasan pemasangan iklan dan pariwara oleh peserta pemilu yang terhalang aturan, jika memungkinkan akan dilakukan gugatan kepada pihak terait.
Persoalan politik uang yang sulit dibuktikan secara faktual, peserta FGD menyimpulkan untuk meminimalisir terjadinya, yang palig pas menyosialisasikan adalah penyuluh agama, seperti ustad dan tuanku yang memberikan tausyian di masjid-masjid serta mushala, termasuk soal mecapai target 80 persen kehadiran pemilih di TPS.
"Islam mewajibkan masyarakat memilih pemimpin. Pemimpin adalah lapisan ketiga yang harus diikuti, setelah Allah dan Rasul sebagaimana yang ditegaskan Allah dalam surat Al Anfal," kata Ikhlas, peserta diskusi. Di samping itu, dari riwayat yang ia terima, tuanku merupakan orang pertama nanti yang masuk sorga.
"Tapi karena dalam forum ini ada tiga orang tuanku, saya tidak tau tuanku mana yang akan masuk sorga duluan," kata Ikhlas yang disambut tawa peserta. Mereka adalah Rahmat Tuanku Sulaiman, Amirudin Tuanku Majolelo sekretaris MUI dan Damanhuri Tuanku Mudo sekretaris PWI. (501)
Pariaman--Tak ingin hanya menjadi penonton dalam arena Pemilu Kepala Daerah (Pilkada) Padang Pariaman, Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (Kahmi) menggandeng PWI menggelar hajatan Efaluasi Kesiapan KPU dan Masyarakat menghadapi Pilkada serentak 9 Desember mendatang dalam sebuah paket fokus grup diskusi (FGD) di ruang pertemuan rumah akan Pauh Pariaman Jumat (4/12) malam.
FGD yang dihadiri puluhan wartawan, personel Kahmi dan HMI serta personel badan eksekutif mahasiswa (BEM) sejumlah perguruan tinggi ini dimoderatori oleh Rahmat Tuanku Sulaiman, mantan anggota KPU Padang Pariaman yang juga Ketua Harian Presidium Majelis Daerah Kahmi.
Ketua KPU Vifner menyampaikan, apa yang menjadi tugas dan kewenangan lembaga yang dipimpinya sudah berupaya maksimal dan berjalan di atas rel yang sudah digariskan sebagaimana diatur dalam UU nomor 8 tahun 2915 yang merupakan perubahan atas UU No 1 tahun 2014 tentang pemilihan gubernur, bupati dan walikota.
Diawali dengan pemilih yang tertera dalam daftar pemilih tetap (DPT), kemudian dilanjutkan ke daftar pemilih tambahan (DPTB), dengan jumlah sedikit membuat KPU Padang Pariaman dinyatakan sebagai pelaksana prosesi daftar pemilih terbaik di Sumbar.
Selanjutnya dalam hal pembiayaan yang totalnya Rp17 miliar rupiah, jika dibanding dengan sejumlah daerah lain dengan jumlah penduduk dan luas daerah tidak begitu jauh berbeda tapi di sana jumlahnya jauh lebih besar. "Ini membuktikan keefisiensian KPU Padang Pariaman," jelasnya. Sementara persoalan logistik sudah hampir rampung dan sesuai dengan jadwal yang sudah ditetapkan.
Sukri Umar, mantan anggota panitia seleksi anggota KPU Padag Pariaman yang berasal dari unsur media dalam diskusi tersebut menilai, banyak terobosan dan aturan baru dalam pelaksanaan Pilkada serentak ini, yang sudah dipastikan tidak akan menguntungkan semua pihak. Di antara pihak yang tidak beruntung adalah awak media.
Jika pada Pemilu sebelumnya, peserta pemilu dibolehkan memasang iklan dan pariwara pencitraan, kni dengan aturan baru hal tersebut diakomodir oleh KPU tapi dengan dana yang terbatas.
Persoalan politik uang dalam Pemilu juga menjadi bahasan dalam diskusi tersebut. Karena pembuktian secara lansung sulit didapat, persoala sengketa ini selalu berakhir tanpa keputusan di persidangan.
Di antara sejumlah persoalan tersebut, peserta diskusi merekomendasikan sejumlah hal. Pembatasan pemasangan iklan dan pariwara oleh peserta pemilu yang terhalang aturan, jika memungkinkan akan dilakukan gugatan kepada pihak terait.
Persoalan politik uang yang sulit dibuktikan secara faktual, peserta FGD menyimpulkan untuk meminimalisir terjadinya, yang palig pas menyosialisasikan adalah penyuluh agama, seperti ustad dan tuanku yang memberikan tausyian di masjid-masjid serta mushala, termasuk soal mecapai target 80 persen kehadiran pemilih di TPS.
"Islam mewajibkan masyarakat memilih pemimpin. Pemimpin adalah lapisan ketiga yang harus diikuti, setelah Allah dan Rasul sebagaimana yang ditegaskan Allah dalam surat Al Anfal," kata Ikhlas, peserta diskusi. Di samping itu, dari riwayat yang ia terima, tuanku merupakan orang pertama nanti yang masuk sorga.
"Tapi karena dalam forum ini ada tiga orang tuanku, saya tidak tau tuanku mana yang akan masuk sorga duluan," kata Ikhlas yang disambut tawa peserta. Mereka adalah Rahmat Tuanku Sulaiman, Amirudin Tuanku Majolelo sekretaris MUI dan Damanhuri Tuanku Mudo sekretaris PWI. (501)
Memaksimalkan Pengawasan Pilkada, Panwaslu Padang Pariaman Gandeng PWI
Memaksimalkan Pengawasan Pilkada, Panwaslu Padang Pariaman Gandeng PWI
Pariaman--Dalam upaya pencapaian pelaksanaan pemilu Gubernur dan Wakil Gubernur Sumbar, serta Bupati dan Wakil Bupati Padang Pariaman sehingga melahirkan pemimpin yang amanah, serta pengawasan partisipatif, Panitia Pengawas Pemilihan (Panwaslu) menggandeng PWI setempat melalui kegiatan sosialisasi pada Jumat (4/12) lalu di Nan Tongga Hotel, Pariaman.
Selain dengan wartawan, Panwas juga menggandeng pihak lain seperti dengan sejumlah organisasi kepemudaan yang bernaung di bawah Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), penyuluh agama yang bernaung di bawah Majelis Ulama Indonesia (MUI), para niniak mamak yang bernaung di bawah Lembaga Kerapata Adat Alam Minangkabau (LKAAM) serta dengan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) sejumlah perguruan tinggi.
Ketua Panitia Penyelenggara Riky Falentino menyebutkan, semakin banyak pihak yang mengawasi penyelenggaraan Pilkada serentak pada 9 Desember mendatang, diyakini akan melahirkan pelaksanaan dan hasil yang lebih baik.
Sementara Ketua Panwaslu Syaiful Al Islami dalam sambutannya menyampaikan tekat bahwa lembaga yang dipimpinnya akan bekerja maksimal dan siap bekerjasama dengan pihak manapun, terutama dengan pemerintah daerah dan kepolisian, serta lembaga lainnya. "Di antara persoalan rumit yang mesti kita cegah adalah politik uang," tekatnya.
Bupati Padang Pariaman yang diwakili Kepala Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik Yusmanda berharap kerjasama dan dukungan semua pihak yang berkaitan dengan penyelenggaraan Pilkada, termasuk pasangan calon serta masyarakat demi terujudnya Pilkada badunsanak di Padang Pariaman tanpa ada persoalan sedikitpun.
"Dalam prosesi pelaksanaan Pilkada sejak tahapan pertama sampai pelantikan nanti harapan kami dan kita semua, semoga tidak ada kaca yang pecah, asap yang mengepul apalagi sampai darah yang menetes," katanya berumpama.
Khusus bagi aparatur sipil negara (ASN) yang dulunya bernama pegawai negeri sipil diingatkan Yusmanda agar jangan terlibat dukungan terhadap pasangan calon tertentu. "Jika masih ada yang nekad, berarti yang bersangkutan mencari mati," tegasnya.
Megantisipasi gesekan dan agar tidak terjadinya persoalan yang mengganggu keamanan, Kapolres Kota Pariaman yang diwakili Kasat Reskrim Hidup Mulia dan Kapolres Padang Pariaman yang diwakili Kasat Intel Ridwan menyatakan kesiapannya untuk itu. Ratusan personel yang terdiri dari aparat kepolisian, TNI dan Satpol Pamong Praja sudah disiagakan.
Turut menyampaikan materi pada kesempatan itu Ketua KPU Vifner yang menyebutkan bahwa target partisipasi pemilih sebesar 80 persen nanti bisa diujudkan jika semua pihak saling dukung. Khusus logistik, pelaksanaannya sudah mendekati sempurna.
Ketua PWI Padang Pariaman Ikhlas Bakri dalam makalah pendeknya menegaskan bahwa fungsi dan peran pers sebagai alat kontrol dan sebagai pemberi informasi kepada masyarakat luas serta keindependenan dengan tidak memihak kemanapun sudah digariskan dalan Undang-undang Pokok Pers 40 tahun 1999, terasuk dalam penyelenggaraan Pilkada. (501)
Pariaman--Dalam upaya pencapaian pelaksanaan pemilu Gubernur dan Wakil Gubernur Sumbar, serta Bupati dan Wakil Bupati Padang Pariaman sehingga melahirkan pemimpin yang amanah, serta pengawasan partisipatif, Panitia Pengawas Pemilihan (Panwaslu) menggandeng PWI setempat melalui kegiatan sosialisasi pada Jumat (4/12) lalu di Nan Tongga Hotel, Pariaman.
Selain dengan wartawan, Panwas juga menggandeng pihak lain seperti dengan sejumlah organisasi kepemudaan yang bernaung di bawah Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), penyuluh agama yang bernaung di bawah Majelis Ulama Indonesia (MUI), para niniak mamak yang bernaung di bawah Lembaga Kerapata Adat Alam Minangkabau (LKAAM) serta dengan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) sejumlah perguruan tinggi.
Ketua Panitia Penyelenggara Riky Falentino menyebutkan, semakin banyak pihak yang mengawasi penyelenggaraan Pilkada serentak pada 9 Desember mendatang, diyakini akan melahirkan pelaksanaan dan hasil yang lebih baik.
Sementara Ketua Panwaslu Syaiful Al Islami dalam sambutannya menyampaikan tekat bahwa lembaga yang dipimpinnya akan bekerja maksimal dan siap bekerjasama dengan pihak manapun, terutama dengan pemerintah daerah dan kepolisian, serta lembaga lainnya. "Di antara persoalan rumit yang mesti kita cegah adalah politik uang," tekatnya.
Bupati Padang Pariaman yang diwakili Kepala Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik Yusmanda berharap kerjasama dan dukungan semua pihak yang berkaitan dengan penyelenggaraan Pilkada, termasuk pasangan calon serta masyarakat demi terujudnya Pilkada badunsanak di Padang Pariaman tanpa ada persoalan sedikitpun.
"Dalam prosesi pelaksanaan Pilkada sejak tahapan pertama sampai pelantikan nanti harapan kami dan kita semua, semoga tidak ada kaca yang pecah, asap yang mengepul apalagi sampai darah yang menetes," katanya berumpama.
Khusus bagi aparatur sipil negara (ASN) yang dulunya bernama pegawai negeri sipil diingatkan Yusmanda agar jangan terlibat dukungan terhadap pasangan calon tertentu. "Jika masih ada yang nekad, berarti yang bersangkutan mencari mati," tegasnya.
Megantisipasi gesekan dan agar tidak terjadinya persoalan yang mengganggu keamanan, Kapolres Kota Pariaman yang diwakili Kasat Reskrim Hidup Mulia dan Kapolres Padang Pariaman yang diwakili Kasat Intel Ridwan menyatakan kesiapannya untuk itu. Ratusan personel yang terdiri dari aparat kepolisian, TNI dan Satpol Pamong Praja sudah disiagakan.
Turut menyampaikan materi pada kesempatan itu Ketua KPU Vifner yang menyebutkan bahwa target partisipasi pemilih sebesar 80 persen nanti bisa diujudkan jika semua pihak saling dukung. Khusus logistik, pelaksanaannya sudah mendekati sempurna.
Ketua PWI Padang Pariaman Ikhlas Bakri dalam makalah pendeknya menegaskan bahwa fungsi dan peran pers sebagai alat kontrol dan sebagai pemberi informasi kepada masyarakat luas serta keindependenan dengan tidak memihak kemanapun sudah digariskan dalan Undang-undang Pokok Pers 40 tahun 1999, terasuk dalam penyelenggaraan Pilkada. (501)
Kesejahteraan Guru Mengaji Harus Menjadi Perhatian Pemerintah
M. Yusuf Ungkapkan
Kesejahteraan Guru Mengaji Harus Menjadi Perhatian Pemerintah
Sunua--Kebijakan pemerintah tentang kembali ke nagari dan kembali ke surau, tanpa diiringi dengan pinansial pengelola surau itu sendiri, mustahil akan berjalan dengan maksimal. Sebab, persoalan kesejahteraan guru mengaji selalu menjadi problem krusial yang hingga kini belum bisa diberikan solusi terbaik.
"Kedepan hal ini harus kita prioritaskan, sehingga kesuksesan kembali ke surau betul-betul dirasakan oleh pelaku dan masyarakat itu sendiri. Kita tahu, apabila anak telah diisi dadanya dengan iman dan taqwa, lewat pengajian dan pembinaan yang dilakukan di surau, dan kepalanya diisi dengan ilmu lewat pendidikan di sekolah, maka kemanapun dia kita lepaskan, akan mampu melindungi dirinya dengan baik dan benar dari segala macam pengaruh yang begitu kuat saat ini," kata calon Bupati Padang Pariaman, HM. Yusuf, S.H, M.H, Minggu (25/4) di Surau Baitur Rahman, Korong Tikalak, Kenagarian Sunua, Kecamatan Nan Sabaris, saat meresmikan khatam quran di surau tersebut.
Hadir pada kesempatan tersebut, calon wakil bupati, H. zamzamil, S.T, Kepala KUA Kecamatan Nan Sabaris, Zul Azmi, S. Ag, pemuka masyarakat, serta sejumlah pimpinan partai politik pengusung pasangan yang lebih populer dengan sebutan YUZA itu.
"Program pemberdayaan masyarakat dibidang agama ini, adalah bagian terpenting dari program kerja yang akan kita lakukan nantinya di Padang Pariaman. Sepenuhnya kita sadari, betapa persoalan akhlak anak-anak saat ini menjadi persoalan krusial yang susah untuk dibentengi. Hanya pendidikan suraulah yang mampu meminimasir hal itu dengan baik. Tak salah lagi, persoalan kesejahteraan guru mengaji, kedepan harus menjadi perhatian tersendiri oleh pemerintahan yang baru nantinya," kata M. Yusuf.
Kemudian, lanjut M. yusuf, putra kelahiran Padang Bintungan, Sungai Limau itu bertekat menjadikan nagari sebagai pusat otonomi. Artinta, pembangunan kedepan harus berangkat dari bawah, langsung dari masyarakat akar rumput. "Hal itu kita lakukan, mengingat perjalanan nagari selama ini, belum sepenuhnya mampu membuat nagari itu mandiri, berdiri sendiri. Agaknya persoalan demikian, harus menjadi skala prioritas dalam melihat arti penting, betapa seluruh nagari punya potensi yang berhak dikembangkan oleh anak nagari itu sendiri, lewat pembinaan dari pemerintah," katanya.
Pada kesempatan tersebut, M. Yusuf bersama timnya didaulat oleh pengurus dan panitia khatam untuk melepas pawai takruf, menjelang dilakukannya prosesi khatam quran itu sendiri. "kami, pasangan yang ingin mengabdikan diri, demi Padang Pariaman yang jauh lebih baik lagi. Untuk itu, dukungan dari masyarakat Sunua dan nagari lainya, sangat kami harapkan. Yakinlah, perjuangan yang akan kita emban ini adalah perjuangan bersama masyarakat," kata M. Yusuf. (dam)
Kesejahteraan Guru Mengaji Harus Menjadi Perhatian Pemerintah
Sunua--Kebijakan pemerintah tentang kembali ke nagari dan kembali ke surau, tanpa diiringi dengan pinansial pengelola surau itu sendiri, mustahil akan berjalan dengan maksimal. Sebab, persoalan kesejahteraan guru mengaji selalu menjadi problem krusial yang hingga kini belum bisa diberikan solusi terbaik.
"Kedepan hal ini harus kita prioritaskan, sehingga kesuksesan kembali ke surau betul-betul dirasakan oleh pelaku dan masyarakat itu sendiri. Kita tahu, apabila anak telah diisi dadanya dengan iman dan taqwa, lewat pengajian dan pembinaan yang dilakukan di surau, dan kepalanya diisi dengan ilmu lewat pendidikan di sekolah, maka kemanapun dia kita lepaskan, akan mampu melindungi dirinya dengan baik dan benar dari segala macam pengaruh yang begitu kuat saat ini," kata calon Bupati Padang Pariaman, HM. Yusuf, S.H, M.H, Minggu (25/4) di Surau Baitur Rahman, Korong Tikalak, Kenagarian Sunua, Kecamatan Nan Sabaris, saat meresmikan khatam quran di surau tersebut.
Hadir pada kesempatan tersebut, calon wakil bupati, H. zamzamil, S.T, Kepala KUA Kecamatan Nan Sabaris, Zul Azmi, S. Ag, pemuka masyarakat, serta sejumlah pimpinan partai politik pengusung pasangan yang lebih populer dengan sebutan YUZA itu.
"Program pemberdayaan masyarakat dibidang agama ini, adalah bagian terpenting dari program kerja yang akan kita lakukan nantinya di Padang Pariaman. Sepenuhnya kita sadari, betapa persoalan akhlak anak-anak saat ini menjadi persoalan krusial yang susah untuk dibentengi. Hanya pendidikan suraulah yang mampu meminimasir hal itu dengan baik. Tak salah lagi, persoalan kesejahteraan guru mengaji, kedepan harus menjadi perhatian tersendiri oleh pemerintahan yang baru nantinya," kata M. Yusuf.
Kemudian, lanjut M. yusuf, putra kelahiran Padang Bintungan, Sungai Limau itu bertekat menjadikan nagari sebagai pusat otonomi. Artinta, pembangunan kedepan harus berangkat dari bawah, langsung dari masyarakat akar rumput. "Hal itu kita lakukan, mengingat perjalanan nagari selama ini, belum sepenuhnya mampu membuat nagari itu mandiri, berdiri sendiri. Agaknya persoalan demikian, harus menjadi skala prioritas dalam melihat arti penting, betapa seluruh nagari punya potensi yang berhak dikembangkan oleh anak nagari itu sendiri, lewat pembinaan dari pemerintah," katanya.
Pada kesempatan tersebut, M. Yusuf bersama timnya didaulat oleh pengurus dan panitia khatam untuk melepas pawai takruf, menjelang dilakukannya prosesi khatam quran itu sendiri. "kami, pasangan yang ingin mengabdikan diri, demi Padang Pariaman yang jauh lebih baik lagi. Untuk itu, dukungan dari masyarakat Sunua dan nagari lainya, sangat kami harapkan. Yakinlah, perjuangan yang akan kita emban ini adalah perjuangan bersama masyarakat," kata M. Yusuf. (dam)
Senin, 07 Desember 2015
KPU Go To Kampus Pemilih Pemula Diharapkan Mampu Jadi Pelopor Meningkatnya Partisipasi
KPU Go To Kampus
Pemilih Pemula Diharapkan Mampu Jadi Pelopor Meningkatnya Partisipasi
Lubuk Alung--Dua hari jelang pencoblosan, tepatnya Senin kemarin KPU Padang Pariaman masih memantapkan sosialisasi pentingnya ikut Pilkada bagi yang telah punya hak pilih. Acara yang diberi nama "KPU go to kampus", berlangsung di kampus Akbid Sumatera Barat, di Lubuk Alung.
Tentunya, acara demikian bagian dari sosialisasi Pilkada di kalangan pemilih pemula, terutama para mahasiswa yang tengah menuntut ilmu di kampus yang terletak di Jambak, Lubuk Alung ini. KPU ingin, sebaran informasi Pilkada harus menyeluruh di kalangan kampus, sehingga mampu meningkatkan partisipasi pemilih.
Ketua KPU Padang Pariaman, Vifner menyebutkan bahwa jumlah pemilih pemula pada Pilkada tahun ini cukup meningkat. "Mahasiswa merupakan pimilih potensial yang harus jadi pelepor gerakan ayo ke TPS, tentukan pilihan pada Rabu besok," ungkapnya.
Menurut dia, KPU go to kampus, adalah petugas penyelenggaran yang datang langsung ke kampus, untuk memantapkan target partisipasi pemilih yang harus mencapai 80 persen. Tidak kurang dari 300 an mahasiswa Akbid, tampak serius mengikuti rangkaian acara demikian. Di samping dari KPU, kita juga menghadirkan narasumber dari UNP Padang; Eka Vidya Putra," kata Vifner.
Istiqashah
Sebelumnya, Jumat (4/12) KPU Padang Pariaman menggelar istiqashah atau zikir bersama menjelang shalat Jumat, yang dipandu Ketua Tarbiyah Sumatera Barat, Boy Lestari Datuak Palindih, menghadirkan pasangan calon kepala daerah, simpatisan dan masyarakat. Istiqashah diadakan di Masjid Agung Syekh Burhanuddin, Ulakan.
"Zikir bersama ini, adalah bagian dari upaya mendinginkan situasi politik yang belakangan ini mulai memanas," kata dia. Setelah sejumlah tahapan Pilkada berjalan, dan tinggal lagi mencoblos, Rabu besok, saatnya para kontestan dan tim pendukung didinginkan kepalanya, agar fokus pada acara-acara yang bermanfaat bagi masyarakat banyak.
Sebagai penyelenggara Pilkada, ujar Vifner, KPU ingin hajatan lima tahun sekali ini mampu memberikan yang terbaik bagi masyarakat Padang Pariaman. Soal gesekan dalam suasana Pilkada, tentu hal yang biasa, dan itulah dinamika pesta demokrasi. Namun, akhir dari acara ini, adalah adanya titik kesepahaman bersama, untuk menjadikan pemimpin yang betul-betul dapat legitimasi dari rakyat. (501)
Pemilih Pemula Diharapkan Mampu Jadi Pelopor Meningkatnya Partisipasi
Lubuk Alung--Dua hari jelang pencoblosan, tepatnya Senin kemarin KPU Padang Pariaman masih memantapkan sosialisasi pentingnya ikut Pilkada bagi yang telah punya hak pilih. Acara yang diberi nama "KPU go to kampus", berlangsung di kampus Akbid Sumatera Barat, di Lubuk Alung.
Tentunya, acara demikian bagian dari sosialisasi Pilkada di kalangan pemilih pemula, terutama para mahasiswa yang tengah menuntut ilmu di kampus yang terletak di Jambak, Lubuk Alung ini. KPU ingin, sebaran informasi Pilkada harus menyeluruh di kalangan kampus, sehingga mampu meningkatkan partisipasi pemilih.
Ketua KPU Padang Pariaman, Vifner menyebutkan bahwa jumlah pemilih pemula pada Pilkada tahun ini cukup meningkat. "Mahasiswa merupakan pimilih potensial yang harus jadi pelepor gerakan ayo ke TPS, tentukan pilihan pada Rabu besok," ungkapnya.
Menurut dia, KPU go to kampus, adalah petugas penyelenggaran yang datang langsung ke kampus, untuk memantapkan target partisipasi pemilih yang harus mencapai 80 persen. Tidak kurang dari 300 an mahasiswa Akbid, tampak serius mengikuti rangkaian acara demikian. Di samping dari KPU, kita juga menghadirkan narasumber dari UNP Padang; Eka Vidya Putra," kata Vifner.
Istiqashah
Sebelumnya, Jumat (4/12) KPU Padang Pariaman menggelar istiqashah atau zikir bersama menjelang shalat Jumat, yang dipandu Ketua Tarbiyah Sumatera Barat, Boy Lestari Datuak Palindih, menghadirkan pasangan calon kepala daerah, simpatisan dan masyarakat. Istiqashah diadakan di Masjid Agung Syekh Burhanuddin, Ulakan.
"Zikir bersama ini, adalah bagian dari upaya mendinginkan situasi politik yang belakangan ini mulai memanas," kata dia. Setelah sejumlah tahapan Pilkada berjalan, dan tinggal lagi mencoblos, Rabu besok, saatnya para kontestan dan tim pendukung didinginkan kepalanya, agar fokus pada acara-acara yang bermanfaat bagi masyarakat banyak.
Sebagai penyelenggara Pilkada, ujar Vifner, KPU ingin hajatan lima tahun sekali ini mampu memberikan yang terbaik bagi masyarakat Padang Pariaman. Soal gesekan dalam suasana Pilkada, tentu hal yang biasa, dan itulah dinamika pesta demokrasi. Namun, akhir dari acara ini, adalah adanya titik kesepahaman bersama, untuk menjadikan pemimpin yang betul-betul dapat legitimasi dari rakyat. (501)
Orangtua Diminta Waspadai Anaknya Dari Pengaruh Negatif
Peredaran Informasi Semakin Canggih
Orangtua Diminta Waspadai Anaknya Dari Pengaruh Negatif
Sintuak--Masyarakat Kabupaten Padang Pariaman dihimbau untuk terus mengawasi anak kemenakan dari pengaruh paham keagamaan lain, yang tidak sesuai apa yang sudah dipahami para orangtua saat ini. Gencarnya perkembangan teknologi informasi dan komunikasi semakin memudahkan anak-anak muda terpengaruh oleh paham keagamaan, yang justru tidak sesuai dengan nilai-nilai agama itu sendiri.
Bupati Padang Pariaman Ali Mukhni diwakili Kabag Kesra Elda Husniwar mengungkapkan hal itu pada peringatan Israk Mi’raj Nabi Muhammad Saw, Minggu (26/4) malam di Pondok Pesantren Jamiatul Mukminin, Sintuak, Kecamatan Sintuak Toboh Gadang. Hadir Kepala Kantor Kemenag; Masrican Tuanku Marajo Basa, Pimpinan Pondok Pesantren Jamiatul Mukminin Azwar Tuanku Sidi, Camat Sintoga Defriatos, Walinagari Sintuk Anasril Nazar dan tausyiah disampaikan Pimpinan Pondok Pesantren Darul Ikhlas Surau Lubuak, Sarang Gagak, Pakandangan Kecamatan Enam Lingkung, Buya H. Zubir Tuanku Kuning.
Menurut Elda Husniwar, Padang Pariaman merupakan salah satu daerah yang menjadi sasaran utama oleh paham keagamaan yang tidak sesuai dengan apa yang sudah dipahami selama ini. Bila dibiarkan anak-anak muda kita terpengaruh, dapat dipastikan akan menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. "Ironisnya, mereka mengatasnamakan agama Islam. Seperti adanya gerakan ISIS yang menjadi perhatian dunia saat ini," kata Elda Husniwar.
Selain itu, kata Elda, kemajuan teknologi informasi dan komunikasi juga memberi pengaruh positif maupun negatif terhadap perilaku anak-anak. Untuk itu, orangtua harus memperhatikan dengan sungguh-sungguh agar anak-anak jangan sampai terpengaruh negatifnya dari perkembangan teknologi informasi dan komunikasi tersebut.
"Anak-anak yang menghabiskan waktunya di playstation, gameonline, internet yang dimanfaatkan untuk menyaksikan hal-hal yang negatif. Hal itu jelas akan merusak mental si anak. Mari bersama-sama mencegah anak-anak dari pengaruh yang tidak baik tersebut," ajak Elda.
Hal senada juga disampaikan Kepala Kemenag Masrican. Orangtua harus waspada terhadap apa yang dilakukan anak-anaknya di luar rumah. Jika orang tua lengah, bisa jadi si anak sudah dipengaruhi oleh paham keagamaan orang lain. Efeknya, bisa menyalahkan orangtuanya sendiri.
"Orangtua perlu memberikan arahan dan dorongan kepada anak-anak agar selalu mengikuti kegiatan keagamaan. Seperti mengaji belajar Al Qur’an di TPA/TPSA, di MDA, yang diselenggarakan di surau, masjid, musalla maupun di tempat tertentu. Selain itu, kegiatan wirid remaja diaktifkan, perlombaan-perlombaan bernuansa keislaman," kata Masrican.
Sedangkan Buya Zubir Tuanku Kuning menyampaikan peristiwa Israk Mi’raj Nabi Muhammad Saw. dan berbagai ajaran Islam yang patut diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga dapat hidup bahagia di dunia maupun di akhirat kelak. (501)
Orangtua Diminta Waspadai Anaknya Dari Pengaruh Negatif
Sintuak--Masyarakat Kabupaten Padang Pariaman dihimbau untuk terus mengawasi anak kemenakan dari pengaruh paham keagamaan lain, yang tidak sesuai apa yang sudah dipahami para orangtua saat ini. Gencarnya perkembangan teknologi informasi dan komunikasi semakin memudahkan anak-anak muda terpengaruh oleh paham keagamaan, yang justru tidak sesuai dengan nilai-nilai agama itu sendiri.
Bupati Padang Pariaman Ali Mukhni diwakili Kabag Kesra Elda Husniwar mengungkapkan hal itu pada peringatan Israk Mi’raj Nabi Muhammad Saw, Minggu (26/4) malam di Pondok Pesantren Jamiatul Mukminin, Sintuak, Kecamatan Sintuak Toboh Gadang. Hadir Kepala Kantor Kemenag; Masrican Tuanku Marajo Basa, Pimpinan Pondok Pesantren Jamiatul Mukminin Azwar Tuanku Sidi, Camat Sintoga Defriatos, Walinagari Sintuk Anasril Nazar dan tausyiah disampaikan Pimpinan Pondok Pesantren Darul Ikhlas Surau Lubuak, Sarang Gagak, Pakandangan Kecamatan Enam Lingkung, Buya H. Zubir Tuanku Kuning.
Menurut Elda Husniwar, Padang Pariaman merupakan salah satu daerah yang menjadi sasaran utama oleh paham keagamaan yang tidak sesuai dengan apa yang sudah dipahami selama ini. Bila dibiarkan anak-anak muda kita terpengaruh, dapat dipastikan akan menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. "Ironisnya, mereka mengatasnamakan agama Islam. Seperti adanya gerakan ISIS yang menjadi perhatian dunia saat ini," kata Elda Husniwar.
Selain itu, kata Elda, kemajuan teknologi informasi dan komunikasi juga memberi pengaruh positif maupun negatif terhadap perilaku anak-anak. Untuk itu, orangtua harus memperhatikan dengan sungguh-sungguh agar anak-anak jangan sampai terpengaruh negatifnya dari perkembangan teknologi informasi dan komunikasi tersebut.
"Anak-anak yang menghabiskan waktunya di playstation, gameonline, internet yang dimanfaatkan untuk menyaksikan hal-hal yang negatif. Hal itu jelas akan merusak mental si anak. Mari bersama-sama mencegah anak-anak dari pengaruh yang tidak baik tersebut," ajak Elda.
Hal senada juga disampaikan Kepala Kemenag Masrican. Orangtua harus waspada terhadap apa yang dilakukan anak-anaknya di luar rumah. Jika orang tua lengah, bisa jadi si anak sudah dipengaruhi oleh paham keagamaan orang lain. Efeknya, bisa menyalahkan orangtuanya sendiri.
"Orangtua perlu memberikan arahan dan dorongan kepada anak-anak agar selalu mengikuti kegiatan keagamaan. Seperti mengaji belajar Al Qur’an di TPA/TPSA, di MDA, yang diselenggarakan di surau, masjid, musalla maupun di tempat tertentu. Selain itu, kegiatan wirid remaja diaktifkan, perlombaan-perlombaan bernuansa keislaman," kata Masrican.
Sedangkan Buya Zubir Tuanku Kuning menyampaikan peristiwa Israk Mi’raj Nabi Muhammad Saw. dan berbagai ajaran Islam yang patut diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga dapat hidup bahagia di dunia maupun di akhirat kelak. (501)
Empat Calon Walinagari Perebutkan 6.509 Suara
Pilwana Sintuak Besok
Empat Calon Walinagari Perebutkan 6.509 Suara
Sintuak--Pemilihan Walinagari Sintuak, Kecamatan Sintuak Toboh Gadang, Padang Pariaman, Minggu (25/1) besok. Empat calon walinagari, masing-masing; Syahril, Anasril Nazar, Zeki Aliwardana, dan Rudy Efendi tampaknya sudah siap untuk merebut suara masyarakat nagari itu.
Data dari panitia Pilwana setempat, sebanyak 6.509 pemilih telah dipastikan masuk dalam daftar pemilih tetap (DPT), tersebar di sembilan korong yang ada di nagari itu. Mulai dari Korong Simpang Empat, Simpang Tigo, Balai Usang, Toboh Baru, Tembok, Palembayan, Batang Tapakih, Tanjung Pisang, dan Korong Rimbo Karanggo.
Awalnya, panitia menetapkan enam nama calon. Setelah verifikasi Bamus nagari itu, dua nama, yakni Sahlul dan Sulfan Karni tereliminasi. Hanya empat nama itulah yang melaju dan disahkan oleh Bupati Padang Pariaman sebagai calon yang akan dipilih masyarakat, Minggu besok.
Dari empat calon yang bersaing itu, Anasril Nazar merupakan calon incumbent yang saat ini masih menjabat sebagai Walinagari Sintuak. Tentunya, Anasril Nazar ingin melanjutkan bengkalai yang telah dia buat selama enam tahun belakangan.
Afrizal, Ketua Pilwana Sintuak kepada Singgalang, Jumat kemarin menyebutkan, pendistribusian surat undangan memilih dibagikan sejak Kamis dan Jumat kemarin berakhir. Jumlah tempat pemungutan suara (TPS) sebanyak 13 dari 19 TPS saat Pileg dan Pilpres.
"Jumlah ini sengaja dikurangi, karena setiap korong yang ada, itu hanya antara satu dan dua TPS yang disediakan. Kita berharap, hari ini semua undangan dan logistik Pilwana sampai di TPS korong masing-masing," ungkap Afrizal. (525)
Empat Calon Walinagari Perebutkan 6.509 Suara
Sintuak--Pemilihan Walinagari Sintuak, Kecamatan Sintuak Toboh Gadang, Padang Pariaman, Minggu (25/1) besok. Empat calon walinagari, masing-masing; Syahril, Anasril Nazar, Zeki Aliwardana, dan Rudy Efendi tampaknya sudah siap untuk merebut suara masyarakat nagari itu.
Data dari panitia Pilwana setempat, sebanyak 6.509 pemilih telah dipastikan masuk dalam daftar pemilih tetap (DPT), tersebar di sembilan korong yang ada di nagari itu. Mulai dari Korong Simpang Empat, Simpang Tigo, Balai Usang, Toboh Baru, Tembok, Palembayan, Batang Tapakih, Tanjung Pisang, dan Korong Rimbo Karanggo.
Awalnya, panitia menetapkan enam nama calon. Setelah verifikasi Bamus nagari itu, dua nama, yakni Sahlul dan Sulfan Karni tereliminasi. Hanya empat nama itulah yang melaju dan disahkan oleh Bupati Padang Pariaman sebagai calon yang akan dipilih masyarakat, Minggu besok.
Dari empat calon yang bersaing itu, Anasril Nazar merupakan calon incumbent yang saat ini masih menjabat sebagai Walinagari Sintuak. Tentunya, Anasril Nazar ingin melanjutkan bengkalai yang telah dia buat selama enam tahun belakangan.
Afrizal, Ketua Pilwana Sintuak kepada Singgalang, Jumat kemarin menyebutkan, pendistribusian surat undangan memilih dibagikan sejak Kamis dan Jumat kemarin berakhir. Jumlah tempat pemungutan suara (TPS) sebanyak 13 dari 19 TPS saat Pileg dan Pilpres.
"Jumlah ini sengaja dikurangi, karena setiap korong yang ada, itu hanya antara satu dan dua TPS yang disediakan. Kita berharap, hari ini semua undangan dan logistik Pilwana sampai di TPS korong masing-masing," ungkap Afrizal. (525)
Langganan:
Postingan (Atom)






