Sungai Geringging--Wakil Bupati Padang Pariaman Suhatri Bur membuka inovasi Serentak Menggarap Kampung KB (Sergap Kakab) Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) 2019, Senin (30/12) di Kampung KB Air Tajun Kencana, Korong Ladang Rimbo Timur, Nagari Sungai Sirah Kuranji Hulu, Kecamatan Sungai Geringging.
Ia mengatakan, inovasi DPPKB Kabupaten Padang Pariaman teleh melahirkan banyak inovasi seperti Gerobak Kencana, Cakau, Bere-bere, Kopi Darat, Papa Paten Bana, dan yang terakhir Sergap Kakab. “Sergap Kakab merupakan pelaksanaan yang ketiga setelah sebelumnya di Kecamatan Enam Lingkung dan Batang Gasan beberapa waktu lalu. Kampung KB merupakan instruksi Presiden RI yang mana pada 14 Januari 2016 telah mencanangkan perwujudan Kampung KB di seluruh Indonesia,” ujarnya.
Mantan Ketua KPU itu menambahkan, Padang Pariaman saat ini telah memiliki 22 Kampung KB dan akan merencanakan dalam satu kecamatan terdapat dua Kampung KB, sehingga berjumlah 34 buah. "Ini merupakan pelaksanaan amanat Peraturan Presiden nomor 87 tahun 2014 tentang Perkembangan Kependudukan Negara Indonesia," katanya lagi.
“Program Kampung KB ini sesuai dengan program Nawacita Presiden RI ketiga yang berbunyi membangun Indonesia dari pinggiran, yang mana lebih fokus untuk memperkuat daerah dan desa. Program ini juga sesuai dengan Nawacita kelima, yakni meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan Nawacita kedelapan yang berbunyi revolusi karakter masyarakat yang berkaitan dengan pembenahan lingkungan agar terhindar dari penyakit pada balita, terhindar dari gizi buruk dan stunting, sehingga menyempurnakan sembilan Nawacita Presiden RI,” tambahnya.
Mantan Ketua Baznas ini juga menambahkan, Keluarga Berencana yang dituangkan dalam Peraturan Presiden memiliki banyak fungsi. Di antaranya fungsi kegamaan, Sosial Budaya dan fungsi pendidikan dan lima fungsi lainnya. "Kabupaten Padang Pariaman bertekad menjadi Kabupaten Open Defecation Free (ODF) atau Bebas Buang Air Besar Sembarangan (BABS), dimulai dari korong yang masyarakatnya telah memiliki pola hidup sesuai dengan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) salah satunya memiliki jamban di setiap rumah sehingga dengan mudah untuk mendapatkan korong ODF tersebut," tukuknya.
Mewakili Kepala BKKBN Provinsi Sumatra Barat, Santi Hariani memberikan apresiasi atas keterlibatan seluruh kepala OPD untuk mensosialisasikan dan mendukung Sergap Kakab ini. Hal ini dapat dicontoh oleh kabupaten/kota lainnya di Sumatra Barat. "Baru di Kabupaten Padang Pariaman saya liat seluruh Kepala OPD bersama-sama menggarap Kampung KB. Kampung KB memang bukan tangungjawab DPPKB saja. Secara nomenklatur memang di DPPKB tetapi mesti diurus seluruh OPD terkait kebutuhan masyarakat," kata Kasubbid Hubungan Antar Lembaga dan Bina Lini Lapangan BKKBN Sumbar ini.
Melihat keberhasilan Padang Pariaman menggarap Kampung KB, Santi mengingatkan Padang Pariaman untuk bersiap-siap membantu Kota Padang dalam pelaksanaan Peringatan Hari Keluarga Nasional (HARGANAS) yang tinggal empat bulan lagi. "Ada beberapa kegiatan yang lokusnya berada di beberapa kabupaten/kota di Sumbar, termasuk Padang Pariaman yang dinilai sukses menggarap Kampung KB ini. Untuk itu kami harap Padang Pariaman menyiapkan diri untuk menyukseskan kegiatan HARGANAS," tukuknya.
Kepala DPPKB Aspinudin mengatakan, program Sergap Kakab melibatkan 22 Kampung KB dengan cara satu bulan satu kampung. "Kegiatan ini bekerjasama dengan beberapa OPD dan instansi terkait pelayanan masyarakat, seperti Dinas Kesehatan, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, BPJS dan juga diisi dengan sosialisasi dari Dinas Peternakan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Damkar, LP2M dan Kementerian Agama Padang Pariaman," katanya.
Pada kegiatan ini juga dilakukan pemberian bantuan dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) berupa Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), jamban, beasiswa untuk siswa tingkat SD dan SMP. Juga ada pemberian Alquran dari Kementrian Agama, dan bantuan dari kegiatan DAK DPPKB tahun 2019. (501)
Selasa, 31 Desember 2019
74 Rumah Masyarakat Sungai Geringging Dapat Pasokan Listrik Lewat Program LISA
Sungai Geringging--Asisten Administrasi Umum Fakhriati mewakili Bupati Padang Pariaman Ali Mukhni bersama General Manager PLN Unit Induk Wilayah Sumbar resmikan Listrik Masuk Desa (LISA) di Nagari Kuranji Hulu, Kecamatan Sungai Geringging, Kamis lalu.
Fakhriati menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada PLN selaku BUMN dengan Program LISA yang menjangkau tiga Korong di wilayah Kecamatan Sungai Geringging. "Alhamdulillah, tiga korong telah menjadi lokasi Program LISA di Padang Pariaman, yakni Korong Tanjuang Alai Timur, Korong Sialangan dan Korong Duku Paik di Nagari Kuranji Hulu dengan jumlah 74 penerima manfaat," ujarnya.
Dengan dimulainya Program LISA di Sungai Geringging, Fakhriati menyatakan komitmen untuk membantu menyukseskan Program LISA dengan memperbaiki insfrastuktur yang ada di Padang Pariaman secara menyeluruh. "Masih banyak rumah yang belum mendapatkan aliran listrik, terutama wilayah utara ini. Untuk itu kami berharap PLN dapat menjangkau semua wilayah di Padang Pariaman. Pemkab akan membantu sepenuhnya jika ada kendala di lapangan nantinya," katanya berharap.
Tahun 2019 Program LISA mencakup empat kabupaten di Sumatera Barat, yakni Kabupaten Kepulauan Mentawai, Solok selatan, Sijunjung dan Kabupaten Padang Pariaman.
General Manager PLN Unit Induk Wilayah Sumatera Barat Bambang Dwiyanto mengatakan, tahun 2019 desa yang beraliran listrik PLN di wilayah Sumatera Barat sudah mencapai 98,5% dan sisanya akan dituntaskan pada tahun ini. "PLN juga akan menjamin pasokan listrik selama pelaksanaan tiga agenda besar yang akan dilaksanakan di Padang Pariaman selama 2020, yakni kegiatan Pekan Nasional Petani Nelayan (Penas Tani), Pembukaan MTQ Nasional dan Pilkada tahun ini," tutupnya. (501)
Fakhriati menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada PLN selaku BUMN dengan Program LISA yang menjangkau tiga Korong di wilayah Kecamatan Sungai Geringging. "Alhamdulillah, tiga korong telah menjadi lokasi Program LISA di Padang Pariaman, yakni Korong Tanjuang Alai Timur, Korong Sialangan dan Korong Duku Paik di Nagari Kuranji Hulu dengan jumlah 74 penerima manfaat," ujarnya.
Dengan dimulainya Program LISA di Sungai Geringging, Fakhriati menyatakan komitmen untuk membantu menyukseskan Program LISA dengan memperbaiki insfrastuktur yang ada di Padang Pariaman secara menyeluruh. "Masih banyak rumah yang belum mendapatkan aliran listrik, terutama wilayah utara ini. Untuk itu kami berharap PLN dapat menjangkau semua wilayah di Padang Pariaman. Pemkab akan membantu sepenuhnya jika ada kendala di lapangan nantinya," katanya berharap.
Tahun 2019 Program LISA mencakup empat kabupaten di Sumatera Barat, yakni Kabupaten Kepulauan Mentawai, Solok selatan, Sijunjung dan Kabupaten Padang Pariaman.
General Manager PLN Unit Induk Wilayah Sumatera Barat Bambang Dwiyanto mengatakan, tahun 2019 desa yang beraliran listrik PLN di wilayah Sumatera Barat sudah mencapai 98,5% dan sisanya akan dituntaskan pada tahun ini. "PLN juga akan menjamin pasokan listrik selama pelaksanaan tiga agenda besar yang akan dilaksanakan di Padang Pariaman selama 2020, yakni kegiatan Pekan Nasional Petani Nelayan (Penas Tani), Pembukaan MTQ Nasional dan Pilkada tahun ini," tutupnya. (501)
Padang Pariaman Rawan Berbagai Bencana
Padang Pariaman--Sekretaris Daerah Kabupaten Padang Pariaman Jonpriadi membuka Sosialisasi dan Diskusi Publik Kajian Resiko Bencana (KRB) dan Rencana Penanggulangan Bencana (PRB) serta Kesepakatan Seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Kecamatan dan Nagari Bersama Kepala Daerah, Senin lalu.
Dia mengucapkan terima kasih dan memberikan apresiasi kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Badan SAR Nasional (Basarnas), Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) serta seluruh pihak atas dedikasi dan peran serta dalam merespon pengurangan risiko bencana yang telah banyak dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
“Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman menyambut baik pelaksanaan sosialisasi dan diskusi publik KRB dan RPB. Kita harus menyadari daerah ini diberi anugerah dengan berbagai potensi yang dimiliki, namun dibalik itu dari komposisi geografis, geologis, hidrologis dan demografis Kabupaten Padang Pariaman menyimpan potensi yang besar,” ujarnya.
Jonpriadi melihat kondisi Padang Pariaman yang berhadapan langsung dengan Samudra Indonesia, sangat rentan terhadap ancaman bencana, memiliki efek yang besar kepada masyarakat, seperti banyak kehilangan nyawa, harta benda. “Dalam kesiapsiagaan bencana kita perlu mewaspadai segala macam dampak yang mungkin timbul dari bencana tersebut. Memerlukan perhatian bersama untuk pengurangan risiko bencana, diperlukan upaya untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat dalam meningkatkan kewaspadaan dan kesiapan serta kualitas lingkungan,” lanjutnya.
Mantan Kepala Bappeda itu menambahkan, pemerintah mengucapkan terima kasih kepada DRR Indonesia Consultant karena telah membantu dalam penyusunan dokumen terkait KRB dan RPB, serta terima kasih kepada seluruh peserta sosialisasi yang telah berpartisipasi.
Kepala Pelaksana BPBD Budi Mulya melaporkan, penyusunan KRB dan RPB ini sudah dilaksanakan sejak Juli 2019. Kegiatan ini melibatkan DRR Indonesia Consultan dengan tujuan untuk menginformasikan dan menyebarluaskan daerah rawan bencana kepada masyarakat Padang Pariaman.
“Dalam penyusunan KRB dan RPB sangat diharapkan kerjasama camat dan walinagari untuk menginformasikan kepada masyarakat tentang apa saja ancaman-ancaman yang sedang mengintai masyarakat. Masyarakat dapat menentukan strategi dan tindakan yang harus dilakukan pada saat terjadi bencana,” tambahnya.
Pada pembukaaan sosialisasi ini juga dilakukan penandatanganan kesepakatan bersama seluruh OPD, kecamatan dan nagari bersama kepala daerah tentang kajian risiko bencana dan rencana penanggulangan bencana. (501)
Dia mengucapkan terima kasih dan memberikan apresiasi kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Badan SAR Nasional (Basarnas), Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) serta seluruh pihak atas dedikasi dan peran serta dalam merespon pengurangan risiko bencana yang telah banyak dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
“Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman menyambut baik pelaksanaan sosialisasi dan diskusi publik KRB dan RPB. Kita harus menyadari daerah ini diberi anugerah dengan berbagai potensi yang dimiliki, namun dibalik itu dari komposisi geografis, geologis, hidrologis dan demografis Kabupaten Padang Pariaman menyimpan potensi yang besar,” ujarnya.
Jonpriadi melihat kondisi Padang Pariaman yang berhadapan langsung dengan Samudra Indonesia, sangat rentan terhadap ancaman bencana, memiliki efek yang besar kepada masyarakat, seperti banyak kehilangan nyawa, harta benda. “Dalam kesiapsiagaan bencana kita perlu mewaspadai segala macam dampak yang mungkin timbul dari bencana tersebut. Memerlukan perhatian bersama untuk pengurangan risiko bencana, diperlukan upaya untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat dalam meningkatkan kewaspadaan dan kesiapan serta kualitas lingkungan,” lanjutnya.
Mantan Kepala Bappeda itu menambahkan, pemerintah mengucapkan terima kasih kepada DRR Indonesia Consultant karena telah membantu dalam penyusunan dokumen terkait KRB dan RPB, serta terima kasih kepada seluruh peserta sosialisasi yang telah berpartisipasi.
Kepala Pelaksana BPBD Budi Mulya melaporkan, penyusunan KRB dan RPB ini sudah dilaksanakan sejak Juli 2019. Kegiatan ini melibatkan DRR Indonesia Consultan dengan tujuan untuk menginformasikan dan menyebarluaskan daerah rawan bencana kepada masyarakat Padang Pariaman.
“Dalam penyusunan KRB dan RPB sangat diharapkan kerjasama camat dan walinagari untuk menginformasikan kepada masyarakat tentang apa saja ancaman-ancaman yang sedang mengintai masyarakat. Masyarakat dapat menentukan strategi dan tindakan yang harus dilakukan pada saat terjadi bencana,” tambahnya.
Pada pembukaaan sosialisasi ini juga dilakukan penandatanganan kesepakatan bersama seluruh OPD, kecamatan dan nagari bersama kepala daerah tentang kajian risiko bencana dan rencana penanggulangan bencana. (501)
99 Peserta Ramaikan FDOJ #2 Pondok Quran Darul Furqan Pariaman
Sungai Rotan--Pondok Quran Darul Furqan kembali menggelar Four Days One Juz (FDOJ). Empat hari berinteraksi dengan Quran, membaca, memahami, hingga menghapalnya. Kegiatan yang dirancang untuk mengisi liburan anak sekolah ini dihelat pekan lalu di kampus utama Pondok Quran, Air Santok Sungai Rotan, Kota Pariaman.
Berbeda dengan FDOJ #1 yang dilaksanakan pada akhir Juni 2019 lalu, kali ini peserta ditawarkan dua pilihan. Pertama, Full Camp yaitu peserta menginap selama empat hari di Kampus. Kedua, Ruhi (paruh hari). Peserta datang jam delapan pagi dan pulang jam empat sore. Tema yang diangkat oleh panitia adalah "Kita Hebat Bersama Quran".
Tingginya antusias masyarakat untuk mengikutinya terlihat dari lompatan jumlah peserta. Jika sebelumnya hanya diikuti 59 peserta, kali ini 99 peserta memenuhi kampus Pondok Quran Darul Furqan setiap harinya. 40 orang di antaranya full camp (menginap). 59 orang memilih Ruhi (paruh hari). Mereka tidak hanya berasal dari dalam kota, tetapi juga berasal dari kabupaten/kota tetangga, seperti Padang Pariaman, Agam, bahkan Tanah Datar. Menariknya lagi tidak hanya diisi pelajar, tetapi ada dua orang yang masing-masing berusia 42 dan 75 tahun.
Saat memberikan laporan pelaksanaan kegiatan di sesi penutupan acara, Ustaz Muhammad Sabir, Pimpinan Pondok Darul Furqan menyampaikan bahwa empat hari bukanlah hal yang mustahil untuk menghapal satu juz Quran. "Alhamdulillah, Allah subhanahu wa ta'ala memudahkan anak kita menghapal kalam-Nya. Ada dua orang yang betul-betul dapat menghapal satu juz dengan tajwid yang benar," katanya.
Ia menambahkan, sisanya ada yang hapal lebih dari setengah juz, beberapa halaman, atau hanya beberapa surat saja. Semua tergantung juga dengan motivasi dan upaya masing-masing anak. Itulah yang baru dapat dilakukan bersama para ustaz-ustazah. "Jujur, kami senang dapat menemani putera-puteri ayah dan bunda selama liburan ini untuk menjadi pecinta Quran. Insya Allah, kami akan temani lagi di FDOJ yang akan datang," ujarnya.
Dalam sambutan sekaligus menutup secara resmi kegiatan ini, Ustaz Afrinaldi Yunas yang mewakili Yayasan Darul Furqan Pariaman mengapresiasi apa yang telah dilakukan oleh salah satu amal usahanya ini. "Kami senang Pondok Quran kembali dapat menyelenggarakan FDOJ ini," tuturnya.
"Kali ini kami baru bisa menggandeng travel Sianok Indah Holiday untuk memberikan voucher umrah untuk 4 peserta terbaik. Mohon doa ayah/bunda, insya Allah FDOJ yang akan datang, peserta terbaik akan diberangkatkan umrah gratis bersama orangtuanya," ujarnya.
Ia juga menyampaikan apa yang sedang dipersiapkan oleh Yayasannya. "Ayah/bunda, insya Allah di sini di tempat anak-anak bunda menghapal Quran ini, semester depan akan dimulai Ma'had Darul Furqan.
Lebih lanjut ia akan membuka dua program. Pertama, santri Sa'ad (Sabtu-Ahad). Mungkin di antara kita ada ASN, karyawan, atau siapa saja yang sudah dewasa tetapi tidak tahu di mana bisa belajar Quran dan ilmu agama lainnya secara serius dan terstruktur, maka silakan datang ke Ma'had Darul Furqan di dua hari itu, dan kedua santri reguler tamatan Sekolah Dasar atau setingkat SMP.
Kegiatan ini diakhiri dengan penyampaian hasil hapalan peserta terbaik, pemberian hadiah voucher umrah dan penyerahan sertifikat kegiatan, tak lupa juga berswapoto di depan kampus hijau Darul Furqan. (501)
Berbeda dengan FDOJ #1 yang dilaksanakan pada akhir Juni 2019 lalu, kali ini peserta ditawarkan dua pilihan. Pertama, Full Camp yaitu peserta menginap selama empat hari di Kampus. Kedua, Ruhi (paruh hari). Peserta datang jam delapan pagi dan pulang jam empat sore. Tema yang diangkat oleh panitia adalah "Kita Hebat Bersama Quran".
Tingginya antusias masyarakat untuk mengikutinya terlihat dari lompatan jumlah peserta. Jika sebelumnya hanya diikuti 59 peserta, kali ini 99 peserta memenuhi kampus Pondok Quran Darul Furqan setiap harinya. 40 orang di antaranya full camp (menginap). 59 orang memilih Ruhi (paruh hari). Mereka tidak hanya berasal dari dalam kota, tetapi juga berasal dari kabupaten/kota tetangga, seperti Padang Pariaman, Agam, bahkan Tanah Datar. Menariknya lagi tidak hanya diisi pelajar, tetapi ada dua orang yang masing-masing berusia 42 dan 75 tahun.
Saat memberikan laporan pelaksanaan kegiatan di sesi penutupan acara, Ustaz Muhammad Sabir, Pimpinan Pondok Darul Furqan menyampaikan bahwa empat hari bukanlah hal yang mustahil untuk menghapal satu juz Quran. "Alhamdulillah, Allah subhanahu wa ta'ala memudahkan anak kita menghapal kalam-Nya. Ada dua orang yang betul-betul dapat menghapal satu juz dengan tajwid yang benar," katanya.
Ia menambahkan, sisanya ada yang hapal lebih dari setengah juz, beberapa halaman, atau hanya beberapa surat saja. Semua tergantung juga dengan motivasi dan upaya masing-masing anak. Itulah yang baru dapat dilakukan bersama para ustaz-ustazah. "Jujur, kami senang dapat menemani putera-puteri ayah dan bunda selama liburan ini untuk menjadi pecinta Quran. Insya Allah, kami akan temani lagi di FDOJ yang akan datang," ujarnya.
Dalam sambutan sekaligus menutup secara resmi kegiatan ini, Ustaz Afrinaldi Yunas yang mewakili Yayasan Darul Furqan Pariaman mengapresiasi apa yang telah dilakukan oleh salah satu amal usahanya ini. "Kami senang Pondok Quran kembali dapat menyelenggarakan FDOJ ini," tuturnya.
"Kali ini kami baru bisa menggandeng travel Sianok Indah Holiday untuk memberikan voucher umrah untuk 4 peserta terbaik. Mohon doa ayah/bunda, insya Allah FDOJ yang akan datang, peserta terbaik akan diberangkatkan umrah gratis bersama orangtuanya," ujarnya.
Ia juga menyampaikan apa yang sedang dipersiapkan oleh Yayasannya. "Ayah/bunda, insya Allah di sini di tempat anak-anak bunda menghapal Quran ini, semester depan akan dimulai Ma'had Darul Furqan.
Lebih lanjut ia akan membuka dua program. Pertama, santri Sa'ad (Sabtu-Ahad). Mungkin di antara kita ada ASN, karyawan, atau siapa saja yang sudah dewasa tetapi tidak tahu di mana bisa belajar Quran dan ilmu agama lainnya secara serius dan terstruktur, maka silakan datang ke Ma'had Darul Furqan di dua hari itu, dan kedua santri reguler tamatan Sekolah Dasar atau setingkat SMP.
Kegiatan ini diakhiri dengan penyampaian hasil hapalan peserta terbaik, pemberian hadiah voucher umrah dan penyerahan sertifikat kegiatan, tak lupa juga berswapoto di depan kampus hijau Darul Furqan. (501)
Dapatkan Tiket Pilkada, 17 Nama Bersaing di Partai Demokrat Padang Pariaman
Pauh Kambar--Sebanyak 17 bakal calon bupati dan wakil bupati berebut tiket Partai Demokrat Padang Pariaman. Tokoh yang sebanyak itu, dua di antaranya; Januar Bakri dan Jhon Neri berasal dari kader partai pimpinan SBY tersebut. Proses pendaftaran dan pengembalian formulir di mulai pada 24 hingga 31 Desember 2019 di DPC Demokrat di Pauh Kambar, Kecamatan Nan Sabaris.
"Alhamdulillah, rentang waktu yang disediakan untuk proses ini telah kita selesaikan. Hasilnya, kita tetapkan 17 nama, yakni Yobana Samial, Endarmy, Maymuspi, Tosriadi Jamal, Suhatri Bur, Elfi, Bujang Pendawa, Rahmat Hidayat, HM. Yusuf, Tri Suryadi, Darmon, Iqbal Alan Abdullah, Jhon Neri, Idarussalam Tuanku Sutan, Damsuar Datuak Bandaro Putiah, dan Januar Bakri yang akan diajukan ke DPD dan DPP Partai Demokrat untuk proses selanjutnya," kata Ketua DPC Partai Demokrat Padang Pariaman, Januar Bakri.
Partai Demokrat Kabupaten Padang Pariaman memberikan kesempatan kepada tokoh masyarakat dan anak nagari, baik yang ada di kampung maupun yang beraktivitas di rantau untuk ikut dalam kontestasi Pilkada tahun depan. Sebagai partai papan atas yang memiliki empat kekuatan kursi di DPRD daerah itu, Demokrat ingin Padang Pariaman lima tahun mendatang jauh lebih baik.
Ketua Tim Pilkada DPC Partai Demokrat Padang Pariaman Amir Husin menyebutkan, pendaftaran bakal calon bupati dan wakil bupati telah dimulai sejak Rabu (25/12) dan berakhir Selasa (31/12). Rentang waktu itu disepakati bersama dalam rapat internal DPC Partai Demokrat. Tentunya, sesuai pula petunjuk dan arahan dari DPD dan DPP Demokrat.
Dia memastikan, bahwa setiap tokoh yang mengembalikan formulir langsung sekalian membacakan visi misinya di hadapan kader dan pengurus partai serta simpatisan yang dibawa oleh tokoh bersangkutan. "Visi misi ini penting, agar partai ini tahu mana tokoh yang mampu untuk dijadikan calon kepala daerah nantinya yang akan diusung oleh Demokrat," kata Ketua Badan Kehormatan DPRD Padang Pariaman ini.
Menurut Januar Bakri, dalam Pilkada tahun depan partai yang ia pimpin jelas membutuhkan partai lain untuk dapat mengusung satu paket pasangan calon bupati dan wakil bupati. Untuk ini, dia selalu membangun komunikasi politik dengan berbagai pimpinan partai politik, terutama yang memiliki kekuatan kursi di lembaga wakil rakyat.
"Saat ini peta kekuatan politik masih cair dan dinamis," ujar mantan Wakil Ketua DPRD Padang Pariaman ini. Penerimaan bakal calon yang dilakukan Demokrat adalah bagian terpenting, sekaligus menandakan ikutnya partai ini dalam ajang Pilkada serentak yang dihelat tahun depan.
Darmon
Seharusnya Kabupaten Padang Pariaman sudah maju dan sejahtera. Namun, kenyataan hari ini bertolak-belakang dengan kondisi yang terjadi saat ini. Sejarah panjang daerah ini dalam pergulatannya, melahirkan beberapa daerah, konsep ke depan harus jadi acuan dalam melangkah menata daerah ini ke arah yang lebih baik lagi.
Politisi PAN Sumatera Barat, H. Darmon menyampaikan hal itu, Selasa (31/12) dihadapan tim Pilkadan dan kader Partai Demokrat. Dengan suara lantang yang menjadi khasnya mantan anggota DPRD Sumbar itu menyampaikan gagasannya jika terpilih jadi Bupati Padang Pariaman dalam Pilkada tahun depan, membuat keluarga besar Demokrat menaruh harapan.
Bagi Darmon yang telah pernah jadi anggota DPRD Padang Pariaman dua periode, pemberdayaan ekonomi masyarakat mutlak adanya. "Kita punya potensi pertanian dan pesisir pantai yang panjang, yang keberadaannya belum tergarap secara maksimal. Nah, ini butuh kajian bersama, sehingga ekonomi masyarakat kuat dan bersaing," ungkapnya.
"Contoh yang paling nyata, setiap rumah masyarakat kita punya lahan yang cukup luas tetapi kosong alias tidak ada tanaman apa-apa selain kelapa yang merupakan peninggalan yang tua-tua dulunya," ujar dia. Persoalan lemparan hasil pertanian, Pemkab harus punya Perusda. Bagian ini harus serius karena Padang Pariaman sangat banyak aliran irigasi, batang air dan sungai sehingga ini akan mendatangkan makan tambahan pokok bagi masyarakat dan menimbulkan gizi yang cukup untuk kebutuhan hidup.
Dia melihat, sangat sedikit batang air yang ada di samping rumah masyarakat yang termanfaatkan. Untuk mendapatkan ikan masyarakat masih harus bergantung ke pasar yang jauh dari rumahnya. Pemerintah Padang Pariaman akan menganggarkan dan merealisasikan dengan RPJM dengan Dinas Perikanan yang akan ditunjuk merealisasikan dengan program yang jelas dan tegas, sekaligus dengan pengawasan yang tepat.
Begitu juga soal pendidikan. Ekonomi dan pendidikan, katanya, saling berkaitan. Sangat tidak mungkin pendidikan anak-anak akan sukses, bila ekonomi masyarakat masih jauh dari harapan. "Untuk ini, perlu kesediaan pupuk yang terjangkau, harga pertanian yang mampu memicu gairah pertanian itu sendiri," ulas Darmon.
Menurut Darmon, untuk mewujudkan ekonomi Padang Pariaman yang sejahtera lahir dan batin, harus memulainya dengan kehidupan keagamaan. Pemerintah menggerakkan, memfasilitasi masyarakatnya untuk bisa memakmurkan masjid, mengatasi berbagai penyakit masyarakat dan kekhawatiran terhadap lost generation. Kehilangan generasi emas ini harus ada gerakan massal dari seluruh lini, dan hanya kekuasaan Allah yang akan menggerakkan bupati dengan stakeholdernya sampai ke nagari dan ulama semuanya.
M. Yusuf
Nama M. Yusuf Sikumbang barangkali tak asing lagi bagi masyarakat Kabupaten Padang Pariaman. Mantan Ketua Persatuan Keluarga Daerah Piaman (PKDP) Kota Pekanbaru tiga periode ini terkenal sebagai "petarung handal" dalam politik. Pernah dua kali ikut Pilkada di kampungnya, yakni tahun 2005 dan Pilkada 2010.
Pilkada serentak 2020, Yusuf memastikan dirinya ikut kembali dalam pusaran politik praktis. Dia mendaftar ke banyak partai politik, termasuk ke Demokrat Padang Pariaman, dan berharap partai itu bisa mengusung putra Sungai Limau yang pernah jadi anggota DPRD Provinsi Riau dari PKB tersebut.
Sebelumnya, Yusuf juga telah mendaftar sebagai calon bupati di Partai NasDem. Mengusung slogan "Padang Pariaman Bangkit", Yusuf ingin daerahnya maju, mandiri, sejahtera, berakhlakul karimah yang berlandasan iman dan taqwa. "Padang Pariaman itu harus bangkit," katanya. Bangkit ekonomi, bangkit infrastruktur, pendidikan, kesehatan. Kita harus gerakkan semua elemen," lanjutnya.
Menurut pria kelahiran 27 September 57 tahun silam ini, jika diamanahkan memimpin Kabupaten Padang Pariaman, ia menginginkan pembangunan berbasis nagari. Anggaran daerah pada APBD lebih banyak dialokasikan untuk pembangunan di 103 nagari. "Pemerintah pusat membantu nagari, pemerintah Padang Pariaman juga harus membagi pembagunan di seluruh nagari," ulasnya.
Terkait pencalonan dirinya di Pilkada, Yusuf telah menyatakan sikap secara resmi kepada masyarakat di kampung dan di perantauan. Ia mengklaim telah mendapatkan restu atau dukungan dari masyarakat Padang Pariaman di seluruh perantauan di Indonesia.
Bujang Pendawa
Nama ini sangat familiar di Kabupaten Padang Pariaman. Mantan anggota dewan dari Partai Golkar ini mengaku satu dari dua kader Golkar yang akan ikut Pilkada serentak tahun depan. Tak heran, saat dia mendaftar ke Demokrat, sejumlah tokoh Golkar, seperti Achmad Syukri, Hendri Gusvira ikut mengantarkannya ke partai berlambang bintang mercy tersebut.
"Kita berharap, Demokrat bisa berkoalisi dengan Golkar dalam mengusung calon pasangan calon kepala daerah dan wakil nantinya," kata dia. Memang, katanya, untuk Pilkada Padang Pariaman tak satupun partai yang bisa jalan surang dalam mengusung pasangan calon ke KPU. Untuk ini, perlu kerjasama.
Bujang Pendawa dikenal punya banyak pengalaman kepemimpinan. Beraktivitas di DPD Partai Golkar Padang Pariaman sejak lama, pernah jadi Walikorong Puncuang Anam, Tandikek, Kecamatan Patamuan, dan lama bergelud di Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Padang Pariaman, serta sejumlah pengalaman organisasi lainnya dalam berinteraksi dengan masyarakat.
Tri Suryadi
Nama Tri Suryadi, satu dari sekian banyak bakal calon Bupati Padang Pariaman periode 2020 - 2025 kian melambung. Anggota DPRD Sumatera Barat dari Gerindra ini telah memantapkan langkahnya untuk ikut bersaing dalam Pilkada yang akan dihelat akhir tahun depan. Semua partai politik yang membuka pendaftaran pun didatanginya, agar dapat dukungan dalam hajatan serentak lima tahun sekali itu.
Wali Feri, begitu anak muda kelahiran Bangkinang, Provinsi Riau 31 Juli 1973 ini akrap disapa, merasa dapat dukungan dan sokongan dari berbagai pihak untuk maju dalam Pilkada. "Kini, situasi politik masih sangat cair dan dinamis. Segala kemungkinan bisa saja terjadi. Makanya, dalam memantapkan langkah ini, saya ingin calon wakil itu ditetapkan secara bersama," kata dia.
Komunikiasi politik terus dilakukannya. Termasuk komunikasi lintas partai yang kemungkinannya bisa berkoalisi dalam mengusung paket kepala daerah nantinya. Wali Feri termasuk tokoh muda yang karir politiknya sangat mulus. Pulang dari rantau 2006, dia memulai terjun di politik dengan kepercayaan pemuda kampungnya, Pinjauan, Nagari Pilubang, Kecamatan Sungai Limau.
Setahun memimpin organisasi pemuda, masyarakat memintanya jadi walikorong. Lewat pemilihan, anggota DPRD Padang Pariaman periode 2014 - 2019 ini pun terpilih jadi Walikorong Pinjauan. Hanya tiga tahun jadi walikorong, 2007 - 2010, suksesi Pilwana di Pilubang pun hadir. Sebagai anak muda progresif, masyarakat pun memintanya maju dan ikut dalam pemilihan walinagari tersebut.
Sang dewi fortuna lagi berpihak pada Wali Feri. Pilwana 2010 Pilubang dimenanginya. Jabatan yang seharusnya diembannya selama enam tahun itu, akhirnya dilepaskannya pada 2013, lantaran diminta jadi Caleg pada Pemilu 2014. Pilihannya tepat dan tembus. Hasil Pemilu 2014, Wali Feri resmi jadi anggota DPRD Padang Pariaman. Bersamaan dengan itu, juga hadir delapan orang walinagari aktif dan non aktif yang masuk ke kancah legislatif.
Lima tahun di DPRD Padang Pariaman, nama Wali Feri kian meroket. Nama aslinya Tri Suryadi sepertinya tak lagi populer. Untuk ini pula, dalam suksesi Pemilu 2019, dia sengaja memasang baliho dengan nama Wali Feri. "Padahal jadi walinagari dan walikorong saya hanya sebentar. Tetapi nama wali ini agaknya menjadi sakral di tengah masyarakat, sehingga tak bisa hilang begitu saja, meskipun saya tak lagi menjabat walinagari," ungkapnya.
Dia mengajak semua tokoh masyarakat dan pimpinan partai politik di Padang Pariaman untuk menyatukan visi dan misi. "Orang pintar sangat banyak. Tetapi yang mampu jadi pemimpin itu amat sulit. Untuk itu butuh kebersamaan kita dalam membangun Padang Pariaman lima tahun mendatang," sebutnya.
Alumni Fakultas Ekonomi Universitas Bung Hatta Padang ini selalu memulai karirnya dari bawah. Dari ketua pemuda korong, ketua PAC Gerindra Kecamatan Sungai Limau, sampai ke Wakil Ketua DPC Gerindra Padang Pariaman. Artinya, konsep membaur bersama masyarakat menjadi modal dasarnya dalam meniti karir.
Januar Bakri
Di DPRD dan DPC Partai Demokrat Padang Pariaman, nama Januar Bakri tak asing lagi. Hingga saat ini, putra asli Buayan Lubuk Alung, Kecamatan Batang Anai ini telah tiga periode jadi wakil rakyat. Satu periode penuh, tepatnya 2014-2019 anak muda gagah ini jadi pimpinan dewan bersama politisi Golkar, Faisal Arifin Rangkayo Majo Basa dan Mothia Azis Datuak Nan Basa.
Sebelumnya, di penghujung periodesasi DPRD Padang Pariaman 2009-2014 sendirian dia menjadi Ketua DPRD, lantaran tiga pimpinan dewan dan Sekwan tersandung persoalan hukum. Dengan ini, tentu Januar Bakri sudah tidak asing lagi bagi masyarakat di daerah pemilihannya; Batang Anai, Lubuk Alung dan Sintuak Toboh Gadang atau Dapil II Padang Pariaman.
Tak ada yang menghambatnya. Tiga periode di dewan itu dijalaninya dengan mulus bagaikan air mengalir. Kini, Ketua DPC Partai Demokrat Padang Pariaman itu memantapkan langkahnya untuk beralih ke eksekutif. Soal terpilih atau tidak, itu jalan lain. Yang utama, tiket untuk maju, separohnya sudah ada, yakni empat kekuatan Demokrat di DPRD daerah itu.
Sebab, untuk mengusung satu paket, harus ada delapan kursi dewan yang dipunyai partai politik. "Sebagai ketua partai, saya telah melakukan berbagai komunikasi dengan pimpinan partai lain, agar bisa nantinya berkoalisi. Komunikasi dengan Golkar, PPP, PKB, PKS dan partai lain cukup baik dan harmonis," kata dia.
Modal sosial yang dipunyai Januar Bakri lumayan memadai. Putra kelahiran Buayan 1973 ini lama beraktivitas di KNPI Padang Pariaman, organisasi sayap Partai Demokrat, Bamus Nagari Buayan Lubuk Alung serta sederet organisasi lainnya. (501)
"Alhamdulillah, rentang waktu yang disediakan untuk proses ini telah kita selesaikan. Hasilnya, kita tetapkan 17 nama, yakni Yobana Samial, Endarmy, Maymuspi, Tosriadi Jamal, Suhatri Bur, Elfi, Bujang Pendawa, Rahmat Hidayat, HM. Yusuf, Tri Suryadi, Darmon, Iqbal Alan Abdullah, Jhon Neri, Idarussalam Tuanku Sutan, Damsuar Datuak Bandaro Putiah, dan Januar Bakri yang akan diajukan ke DPD dan DPP Partai Demokrat untuk proses selanjutnya," kata Ketua DPC Partai Demokrat Padang Pariaman, Januar Bakri.
Partai Demokrat Kabupaten Padang Pariaman memberikan kesempatan kepada tokoh masyarakat dan anak nagari, baik yang ada di kampung maupun yang beraktivitas di rantau untuk ikut dalam kontestasi Pilkada tahun depan. Sebagai partai papan atas yang memiliki empat kekuatan kursi di DPRD daerah itu, Demokrat ingin Padang Pariaman lima tahun mendatang jauh lebih baik.
Ketua Tim Pilkada DPC Partai Demokrat Padang Pariaman Amir Husin menyebutkan, pendaftaran bakal calon bupati dan wakil bupati telah dimulai sejak Rabu (25/12) dan berakhir Selasa (31/12). Rentang waktu itu disepakati bersama dalam rapat internal DPC Partai Demokrat. Tentunya, sesuai pula petunjuk dan arahan dari DPD dan DPP Demokrat.
Dia memastikan, bahwa setiap tokoh yang mengembalikan formulir langsung sekalian membacakan visi misinya di hadapan kader dan pengurus partai serta simpatisan yang dibawa oleh tokoh bersangkutan. "Visi misi ini penting, agar partai ini tahu mana tokoh yang mampu untuk dijadikan calon kepala daerah nantinya yang akan diusung oleh Demokrat," kata Ketua Badan Kehormatan DPRD Padang Pariaman ini.
Menurut Januar Bakri, dalam Pilkada tahun depan partai yang ia pimpin jelas membutuhkan partai lain untuk dapat mengusung satu paket pasangan calon bupati dan wakil bupati. Untuk ini, dia selalu membangun komunikasi politik dengan berbagai pimpinan partai politik, terutama yang memiliki kekuatan kursi di lembaga wakil rakyat.
"Saat ini peta kekuatan politik masih cair dan dinamis," ujar mantan Wakil Ketua DPRD Padang Pariaman ini. Penerimaan bakal calon yang dilakukan Demokrat adalah bagian terpenting, sekaligus menandakan ikutnya partai ini dalam ajang Pilkada serentak yang dihelat tahun depan.
Darmon
Seharusnya Kabupaten Padang Pariaman sudah maju dan sejahtera. Namun, kenyataan hari ini bertolak-belakang dengan kondisi yang terjadi saat ini. Sejarah panjang daerah ini dalam pergulatannya, melahirkan beberapa daerah, konsep ke depan harus jadi acuan dalam melangkah menata daerah ini ke arah yang lebih baik lagi.
Politisi PAN Sumatera Barat, H. Darmon menyampaikan hal itu, Selasa (31/12) dihadapan tim Pilkadan dan kader Partai Demokrat. Dengan suara lantang yang menjadi khasnya mantan anggota DPRD Sumbar itu menyampaikan gagasannya jika terpilih jadi Bupati Padang Pariaman dalam Pilkada tahun depan, membuat keluarga besar Demokrat menaruh harapan.
Bagi Darmon yang telah pernah jadi anggota DPRD Padang Pariaman dua periode, pemberdayaan ekonomi masyarakat mutlak adanya. "Kita punya potensi pertanian dan pesisir pantai yang panjang, yang keberadaannya belum tergarap secara maksimal. Nah, ini butuh kajian bersama, sehingga ekonomi masyarakat kuat dan bersaing," ungkapnya.
"Contoh yang paling nyata, setiap rumah masyarakat kita punya lahan yang cukup luas tetapi kosong alias tidak ada tanaman apa-apa selain kelapa yang merupakan peninggalan yang tua-tua dulunya," ujar dia. Persoalan lemparan hasil pertanian, Pemkab harus punya Perusda. Bagian ini harus serius karena Padang Pariaman sangat banyak aliran irigasi, batang air dan sungai sehingga ini akan mendatangkan makan tambahan pokok bagi masyarakat dan menimbulkan gizi yang cukup untuk kebutuhan hidup.
Dia melihat, sangat sedikit batang air yang ada di samping rumah masyarakat yang termanfaatkan. Untuk mendapatkan ikan masyarakat masih harus bergantung ke pasar yang jauh dari rumahnya. Pemerintah Padang Pariaman akan menganggarkan dan merealisasikan dengan RPJM dengan Dinas Perikanan yang akan ditunjuk merealisasikan dengan program yang jelas dan tegas, sekaligus dengan pengawasan yang tepat.
Begitu juga soal pendidikan. Ekonomi dan pendidikan, katanya, saling berkaitan. Sangat tidak mungkin pendidikan anak-anak akan sukses, bila ekonomi masyarakat masih jauh dari harapan. "Untuk ini, perlu kesediaan pupuk yang terjangkau, harga pertanian yang mampu memicu gairah pertanian itu sendiri," ulas Darmon.
Menurut Darmon, untuk mewujudkan ekonomi Padang Pariaman yang sejahtera lahir dan batin, harus memulainya dengan kehidupan keagamaan. Pemerintah menggerakkan, memfasilitasi masyarakatnya untuk bisa memakmurkan masjid, mengatasi berbagai penyakit masyarakat dan kekhawatiran terhadap lost generation. Kehilangan generasi emas ini harus ada gerakan massal dari seluruh lini, dan hanya kekuasaan Allah yang akan menggerakkan bupati dengan stakeholdernya sampai ke nagari dan ulama semuanya.
M. Yusuf
Nama M. Yusuf Sikumbang barangkali tak asing lagi bagi masyarakat Kabupaten Padang Pariaman. Mantan Ketua Persatuan Keluarga Daerah Piaman (PKDP) Kota Pekanbaru tiga periode ini terkenal sebagai "petarung handal" dalam politik. Pernah dua kali ikut Pilkada di kampungnya, yakni tahun 2005 dan Pilkada 2010.
Pilkada serentak 2020, Yusuf memastikan dirinya ikut kembali dalam pusaran politik praktis. Dia mendaftar ke banyak partai politik, termasuk ke Demokrat Padang Pariaman, dan berharap partai itu bisa mengusung putra Sungai Limau yang pernah jadi anggota DPRD Provinsi Riau dari PKB tersebut.
Sebelumnya, Yusuf juga telah mendaftar sebagai calon bupati di Partai NasDem. Mengusung slogan "Padang Pariaman Bangkit", Yusuf ingin daerahnya maju, mandiri, sejahtera, berakhlakul karimah yang berlandasan iman dan taqwa. "Padang Pariaman itu harus bangkit," katanya. Bangkit ekonomi, bangkit infrastruktur, pendidikan, kesehatan. Kita harus gerakkan semua elemen," lanjutnya.
Menurut pria kelahiran 27 September 57 tahun silam ini, jika diamanahkan memimpin Kabupaten Padang Pariaman, ia menginginkan pembangunan berbasis nagari. Anggaran daerah pada APBD lebih banyak dialokasikan untuk pembangunan di 103 nagari. "Pemerintah pusat membantu nagari, pemerintah Padang Pariaman juga harus membagi pembagunan di seluruh nagari," ulasnya.
Terkait pencalonan dirinya di Pilkada, Yusuf telah menyatakan sikap secara resmi kepada masyarakat di kampung dan di perantauan. Ia mengklaim telah mendapatkan restu atau dukungan dari masyarakat Padang Pariaman di seluruh perantauan di Indonesia.
Bujang Pendawa
Nama ini sangat familiar di Kabupaten Padang Pariaman. Mantan anggota dewan dari Partai Golkar ini mengaku satu dari dua kader Golkar yang akan ikut Pilkada serentak tahun depan. Tak heran, saat dia mendaftar ke Demokrat, sejumlah tokoh Golkar, seperti Achmad Syukri, Hendri Gusvira ikut mengantarkannya ke partai berlambang bintang mercy tersebut.
"Kita berharap, Demokrat bisa berkoalisi dengan Golkar dalam mengusung calon pasangan calon kepala daerah dan wakil nantinya," kata dia. Memang, katanya, untuk Pilkada Padang Pariaman tak satupun partai yang bisa jalan surang dalam mengusung pasangan calon ke KPU. Untuk ini, perlu kerjasama.
Bujang Pendawa dikenal punya banyak pengalaman kepemimpinan. Beraktivitas di DPD Partai Golkar Padang Pariaman sejak lama, pernah jadi Walikorong Puncuang Anam, Tandikek, Kecamatan Patamuan, dan lama bergelud di Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Padang Pariaman, serta sejumlah pengalaman organisasi lainnya dalam berinteraksi dengan masyarakat.
Tri Suryadi
Nama Tri Suryadi, satu dari sekian banyak bakal calon Bupati Padang Pariaman periode 2020 - 2025 kian melambung. Anggota DPRD Sumatera Barat dari Gerindra ini telah memantapkan langkahnya untuk ikut bersaing dalam Pilkada yang akan dihelat akhir tahun depan. Semua partai politik yang membuka pendaftaran pun didatanginya, agar dapat dukungan dalam hajatan serentak lima tahun sekali itu.
Wali Feri, begitu anak muda kelahiran Bangkinang, Provinsi Riau 31 Juli 1973 ini akrap disapa, merasa dapat dukungan dan sokongan dari berbagai pihak untuk maju dalam Pilkada. "Kini, situasi politik masih sangat cair dan dinamis. Segala kemungkinan bisa saja terjadi. Makanya, dalam memantapkan langkah ini, saya ingin calon wakil itu ditetapkan secara bersama," kata dia.
Komunikiasi politik terus dilakukannya. Termasuk komunikasi lintas partai yang kemungkinannya bisa berkoalisi dalam mengusung paket kepala daerah nantinya. Wali Feri termasuk tokoh muda yang karir politiknya sangat mulus. Pulang dari rantau 2006, dia memulai terjun di politik dengan kepercayaan pemuda kampungnya, Pinjauan, Nagari Pilubang, Kecamatan Sungai Limau.
Setahun memimpin organisasi pemuda, masyarakat memintanya jadi walikorong. Lewat pemilihan, anggota DPRD Padang Pariaman periode 2014 - 2019 ini pun terpilih jadi Walikorong Pinjauan. Hanya tiga tahun jadi walikorong, 2007 - 2010, suksesi Pilwana di Pilubang pun hadir. Sebagai anak muda progresif, masyarakat pun memintanya maju dan ikut dalam pemilihan walinagari tersebut.
Sang dewi fortuna lagi berpihak pada Wali Feri. Pilwana 2010 Pilubang dimenanginya. Jabatan yang seharusnya diembannya selama enam tahun itu, akhirnya dilepaskannya pada 2013, lantaran diminta jadi Caleg pada Pemilu 2014. Pilihannya tepat dan tembus. Hasil Pemilu 2014, Wali Feri resmi jadi anggota DPRD Padang Pariaman. Bersamaan dengan itu, juga hadir delapan orang walinagari aktif dan non aktif yang masuk ke kancah legislatif.
Lima tahun di DPRD Padang Pariaman, nama Wali Feri kian meroket. Nama aslinya Tri Suryadi sepertinya tak lagi populer. Untuk ini pula, dalam suksesi Pemilu 2019, dia sengaja memasang baliho dengan nama Wali Feri. "Padahal jadi walinagari dan walikorong saya hanya sebentar. Tetapi nama wali ini agaknya menjadi sakral di tengah masyarakat, sehingga tak bisa hilang begitu saja, meskipun saya tak lagi menjabat walinagari," ungkapnya.
Dia mengajak semua tokoh masyarakat dan pimpinan partai politik di Padang Pariaman untuk menyatukan visi dan misi. "Orang pintar sangat banyak. Tetapi yang mampu jadi pemimpin itu amat sulit. Untuk itu butuh kebersamaan kita dalam membangun Padang Pariaman lima tahun mendatang," sebutnya.
Alumni Fakultas Ekonomi Universitas Bung Hatta Padang ini selalu memulai karirnya dari bawah. Dari ketua pemuda korong, ketua PAC Gerindra Kecamatan Sungai Limau, sampai ke Wakil Ketua DPC Gerindra Padang Pariaman. Artinya, konsep membaur bersama masyarakat menjadi modal dasarnya dalam meniti karir.
Januar Bakri
Di DPRD dan DPC Partai Demokrat Padang Pariaman, nama Januar Bakri tak asing lagi. Hingga saat ini, putra asli Buayan Lubuk Alung, Kecamatan Batang Anai ini telah tiga periode jadi wakil rakyat. Satu periode penuh, tepatnya 2014-2019 anak muda gagah ini jadi pimpinan dewan bersama politisi Golkar, Faisal Arifin Rangkayo Majo Basa dan Mothia Azis Datuak Nan Basa.
Sebelumnya, di penghujung periodesasi DPRD Padang Pariaman 2009-2014 sendirian dia menjadi Ketua DPRD, lantaran tiga pimpinan dewan dan Sekwan tersandung persoalan hukum. Dengan ini, tentu Januar Bakri sudah tidak asing lagi bagi masyarakat di daerah pemilihannya; Batang Anai, Lubuk Alung dan Sintuak Toboh Gadang atau Dapil II Padang Pariaman.
Tak ada yang menghambatnya. Tiga periode di dewan itu dijalaninya dengan mulus bagaikan air mengalir. Kini, Ketua DPC Partai Demokrat Padang Pariaman itu memantapkan langkahnya untuk beralih ke eksekutif. Soal terpilih atau tidak, itu jalan lain. Yang utama, tiket untuk maju, separohnya sudah ada, yakni empat kekuatan Demokrat di DPRD daerah itu.
Sebab, untuk mengusung satu paket, harus ada delapan kursi dewan yang dipunyai partai politik. "Sebagai ketua partai, saya telah melakukan berbagai komunikasi dengan pimpinan partai lain, agar bisa nantinya berkoalisi. Komunikasi dengan Golkar, PPP, PKB, PKS dan partai lain cukup baik dan harmonis," kata dia.
Modal sosial yang dipunyai Januar Bakri lumayan memadai. Putra kelahiran Buayan 1973 ini lama beraktivitas di KNPI Padang Pariaman, organisasi sayap Partai Demokrat, Bamus Nagari Buayan Lubuk Alung serta sederet organisasi lainnya. (501)
Sabtu, 28 Desember 2019
Berharap Dukungan untuk Pilkada Sejumlah Tokoh Merapat ke Partai Demokrat Padang Pariaman
Pauah Kamba--Partai Demokrat Kabupaten Padang Pariaman memberikan kesempatan kepada tokoh masyarakat dan anak nagari, baik yang ada di kampung maupun yang beraktivitas di rantau untuk ikut dalam kontestasi Pilkada tahun depan. Sebagai partai papan atas yang memiliki empat kekuatan kursi di DPRD daerah itu, Demokrat ingin Padang Pariaman lima tahun mendatang jauh lebih baik.
Ketua Tim Pilkada DPC Partai Demokrat Padang Pariaman Amir Husin menyebutkan, pendaftaran bakal calon bupati dan wakil bupati telah dimulai sejak Rabu (25/12) dan berakhir Selasa (31/12) besok. Rentang waktu itu disepakati bersama dalam rapat internal DPC Partai Demokrat. Tentunya, sesuai pula petunjuk dan arahan dari DPD dan DPP Demokrat.
"Dengan penerimaan ini, Partai Demokrat terbuka bagi semua kalangan. Baik dari kader maupun dari non kader," kata dia, Minggu (29/12) kemarin. Husin menyebutkan, di antara tokoh yang telah mengambil dan mengembalikan formulir, adalah Adrian Adek, Suhatri Bur, M. Yusuf, Ramal Saleh, Rahmat Hidayat, Tosriadi Jamal, Elfi, dan sejumlah tokoh lainnya.
Sementara, Ketua DPC Partai Demokrat Padang Pariaman Januar Bakri memastikan, bahwa setiap tokoh yang mengembalikan formulir langsung sekalian membacakan visi misinya di hadapan kader dan pengurus partai serta simpatisan yang dibawa oleh tokoh bersangkutan. "Visi misi ini penting, agar partai ini tahu mana tokoh yang mampu untuk dijadikan calon kepala daerah nantinya yang akan diusung oleh Demokrat," kata Ketua Badan Kehormatan DPRD Padang Pariaman ini.
Menurut Januar Bakri, dalam Pilkada tahun depan partai yang ia pimpin jelas membutuhkan partai lain untuk dapat mengusung satu paket pasangan calon bupati dan wakil bupati. Untuk ini, dia selalu membangun komunikasi politik dengan berbagai pimpinan partai politik, terutama yang memiliki kekuatan kursi di lembaga wakil rakyat.
"Saat ini peta kekuatan politik masih cair dan dinamis," ujar mantan Wakil Ketua DPRD Padang Pariaman ini. Penerimaan bakal calon yang dilakukan Demokrat adalah bagian terpenting, sekaligus menandakan ikutnya partai pimpinan SBY ini dalam ajang Pilkada serentak yang dihelat tahun depan. (501)
Ketua Tim Pilkada DPC Partai Demokrat Padang Pariaman Amir Husin menyebutkan, pendaftaran bakal calon bupati dan wakil bupati telah dimulai sejak Rabu (25/12) dan berakhir Selasa (31/12) besok. Rentang waktu itu disepakati bersama dalam rapat internal DPC Partai Demokrat. Tentunya, sesuai pula petunjuk dan arahan dari DPD dan DPP Demokrat.
"Dengan penerimaan ini, Partai Demokrat terbuka bagi semua kalangan. Baik dari kader maupun dari non kader," kata dia, Minggu (29/12) kemarin. Husin menyebutkan, di antara tokoh yang telah mengambil dan mengembalikan formulir, adalah Adrian Adek, Suhatri Bur, M. Yusuf, Ramal Saleh, Rahmat Hidayat, Tosriadi Jamal, Elfi, dan sejumlah tokoh lainnya.
Sementara, Ketua DPC Partai Demokrat Padang Pariaman Januar Bakri memastikan, bahwa setiap tokoh yang mengembalikan formulir langsung sekalian membacakan visi misinya di hadapan kader dan pengurus partai serta simpatisan yang dibawa oleh tokoh bersangkutan. "Visi misi ini penting, agar partai ini tahu mana tokoh yang mampu untuk dijadikan calon kepala daerah nantinya yang akan diusung oleh Demokrat," kata Ketua Badan Kehormatan DPRD Padang Pariaman ini.
Menurut Januar Bakri, dalam Pilkada tahun depan partai yang ia pimpin jelas membutuhkan partai lain untuk dapat mengusung satu paket pasangan calon bupati dan wakil bupati. Untuk ini, dia selalu membangun komunikasi politik dengan berbagai pimpinan partai politik, terutama yang memiliki kekuatan kursi di lembaga wakil rakyat.
"Saat ini peta kekuatan politik masih cair dan dinamis," ujar mantan Wakil Ketua DPRD Padang Pariaman ini. Penerimaan bakal calon yang dilakukan Demokrat adalah bagian terpenting, sekaligus menandakan ikutnya partai pimpinan SBY ini dalam ajang Pilkada serentak yang dihelat tahun depan. (501)
Refleksi Partisipatif dan Strategi Pengawasan Pilgub Sumbar 2020 Bawaslu Pariaman Launching Buku Kinerja "Catatan Pinggir Dinamika Pengawasan Pemilu 2019"
Pariaman--Bawaslu Pariaman launching buku kinerja pengawasan pemilu 2019 dengan judul Catatan Pinggir; Dinamika Pengawasan Pemilu 2019 Kota Pariaman, di Aula Sambalado, Kuraitaji, Pariaman, Sabtu (28/12). Kegiatan ini secara resmi dilaunching oleh pimpinan Bawaslu Provinsi Sumatera Barat, Nuhaida Yetti, SH, MH.
Ketua Bawaslu Pariaman, Riswan berharap buku ini bisa menjadi edukasi tentang gambaran pemilu 2019 di Pariaman. "ini juga bentuk keterbukaan informasi kami kepada publik. Kami siap menerima kritik dan saran publik terhadap kinerja kami yang tertuang dalam buku ini," kata dia.
Selain pimpinan Bawaslu Provinsi Sumbar, kegiatan ini dihadiri juga oleh Walikota Pariaman yang diwakili oleh Kadis Kominfo, Ketua DPRD Kota Pariaman, Kapolres, Kajari, Dandim, Camat, BKMT, KNPI, Pramuka, OKP, Ormas dan tamu undangan lainya.
Kadis Kominfo Kota Pariaman, Hendri yang mewakili Walikota Genius Umar menyampaikan selamat dan apresiasi atas peluncuran buku itu. "Terakhir, ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah menyukseskan pelaksanaan Pemilu 2019 yang lalu, khususnya pengawasan. Pimpinan Bawaslu Propinsi, Walikota Pariaman beserta seluruh jajaran, unsur Forkopinda, KPU, partai politik, stakeholder, tokoh masyarakat, OKP, LKAAM, bundo kanduang, media," ujarnya.
Tanggapan pimpin terhadap buku kinerja Bawaslu Kota Pariaman
Melalui buku “Catatan Pinggir; Dinamika Pengawasan Pemilu 2019 Kota Pariaman” ini, Bawaslu Kota Pariaman mencoba mengantarkan informasi seputar dinamika pemilu Kota Pariaman ke tangan Para pembaca. Ini sebagai sumbangsih kita terhadap perjalanan demokrasi di republik tercinta ini. (Riswan, ST. Ketua Bawaslu Kota Pariaman)
Pemilu Serentak adalah salah satu sejarah, dimana diskursus tentang demokrasi terus digulirkan secara kritis. Kompleksitasnya menyita dan menguras energi seluruh masyarakat. Melalui buku ini, sejarah itu kita abadikan, sebagai diskursus lanjutan untuk generasi yang akan datang. (Ulil Amri, S.HI. Koordiv. Pengawasan, Hubungan Masyarakat dan Hubungan Antar Lembaga)
“Pandanglah sejauh mungkin, namun gapaian hanyalah seuluran tangan. Ungkapan Wisran Hadi ini barangkali dapat menggambarkan isi buku yang tentu saja tidak sempurna ini. Meski demikian, kita berharap kehadiran buku “Catatan Pinggir; Dinamika Pengawasan Pemilu 2019 Kota Pariaman” ini dapat memperkaya khazanah kepemiluan kita kedepannya. (Elmahmudi, MA. Koordiv. Hukum, Penindakan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa)
Keterbukaan informasi dan publikasi itu penting untuk meningkatkan trust publik terhadap kinerja Bawaslu. Kerja baik kita kalau tidak diinformasikan ke publik, akan menjadi sia-sia. Untuk itu, melalui buku ini, kita harapkan seluruh masyarakat mengetahui kerja-kerja Bawaslu pada pemilu 2019 yang lalu, dan menjadi rujukan dalam menghadapi pemilihan Gubernur Sumatera Barat tahun 2020. (Riky Falantino, S.Kom., MM. Koordinator Sekretariat Bawaslu Kota Pariaman)
Ketua Bawaslu Pariaman, Riswan berharap buku ini bisa menjadi edukasi tentang gambaran pemilu 2019 di Pariaman. "ini juga bentuk keterbukaan informasi kami kepada publik. Kami siap menerima kritik dan saran publik terhadap kinerja kami yang tertuang dalam buku ini," kata dia.
Selain pimpinan Bawaslu Provinsi Sumbar, kegiatan ini dihadiri juga oleh Walikota Pariaman yang diwakili oleh Kadis Kominfo, Ketua DPRD Kota Pariaman, Kapolres, Kajari, Dandim, Camat, BKMT, KNPI, Pramuka, OKP, Ormas dan tamu undangan lainya.
Kadis Kominfo Kota Pariaman, Hendri yang mewakili Walikota Genius Umar menyampaikan selamat dan apresiasi atas peluncuran buku itu. "Terakhir, ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah menyukseskan pelaksanaan Pemilu 2019 yang lalu, khususnya pengawasan. Pimpinan Bawaslu Propinsi, Walikota Pariaman beserta seluruh jajaran, unsur Forkopinda, KPU, partai politik, stakeholder, tokoh masyarakat, OKP, LKAAM, bundo kanduang, media," ujarnya.
Tanggapan pimpin terhadap buku kinerja Bawaslu Kota Pariaman
Melalui buku “Catatan Pinggir; Dinamika Pengawasan Pemilu 2019 Kota Pariaman” ini, Bawaslu Kota Pariaman mencoba mengantarkan informasi seputar dinamika pemilu Kota Pariaman ke tangan Para pembaca. Ini sebagai sumbangsih kita terhadap perjalanan demokrasi di republik tercinta ini. (Riswan, ST. Ketua Bawaslu Kota Pariaman)
Pemilu Serentak adalah salah satu sejarah, dimana diskursus tentang demokrasi terus digulirkan secara kritis. Kompleksitasnya menyita dan menguras energi seluruh masyarakat. Melalui buku ini, sejarah itu kita abadikan, sebagai diskursus lanjutan untuk generasi yang akan datang. (Ulil Amri, S.HI. Koordiv. Pengawasan, Hubungan Masyarakat dan Hubungan Antar Lembaga)
“Pandanglah sejauh mungkin, namun gapaian hanyalah seuluran tangan. Ungkapan Wisran Hadi ini barangkali dapat menggambarkan isi buku yang tentu saja tidak sempurna ini. Meski demikian, kita berharap kehadiran buku “Catatan Pinggir; Dinamika Pengawasan Pemilu 2019 Kota Pariaman” ini dapat memperkaya khazanah kepemiluan kita kedepannya. (Elmahmudi, MA. Koordiv. Hukum, Penindakan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa)
Keterbukaan informasi dan publikasi itu penting untuk meningkatkan trust publik terhadap kinerja Bawaslu. Kerja baik kita kalau tidak diinformasikan ke publik, akan menjadi sia-sia. Untuk itu, melalui buku ini, kita harapkan seluruh masyarakat mengetahui kerja-kerja Bawaslu pada pemilu 2019 yang lalu, dan menjadi rujukan dalam menghadapi pemilihan Gubernur Sumatera Barat tahun 2020. (Riky Falantino, S.Kom., MM. Koordinator Sekretariat Bawaslu Kota Pariaman)
Langganan:
Postingan (Atom)


















