Pertumbuhan ekonomi daerah akan sangat ditentukan oleh tersedianya potensi lokal yang dapat menjadi unggulan daerah dan sekaligus dapat menjadi andalan bagi pertumbuhan ekonomi daerah, Kabupaten Padang Pariaman lama (Padang Pariaman, Pariaman dan Mentawai) semenjak zaman Belanda dikenal sebagai daerah sentra produksi kelapa jenis tanaman tua dengan multy produksi.
Tanaman kelapa atau Cocus nucufera dari Kingdom Palntae merupakan anggota tunggal dalam marga Coocus jenis suku aren-arenn atau Areacaceae, dikenal sebagai tanaman tahunan, tumbuhan berbatang tunggal ini dapat dimamfaatkan manusia dan dianggap sebagai tanaman serba guna, dalam sejarahnya diduga berasal dari samudra Hindia dan saat ini menyebar didaerah berpantai diseluruh wilayah tropika dunia.
Tanaman kelapa pada mempunyai nilai ekonomis tinggi dan dapat menambah pendapatan masyarakat secara langsung, baik untuk pendapatan utama maupun pendapatan sampingan, hal ini disebabkan tanaman kelapa dapat diolah dan dikembangkan menjadi bermacam produk yang dapat dikonsumsi, baik sebagai produk unggulan rumah tangga berupa home indutri laiinya, bahan turunan kelapa dapat dijadikan sebagai kerajinan, mulai dari kipas, meja, kursi, kotak tisu sehingga dapat meningkatkan pendapatan masyarakat.
Menurut data 2005 yang dirilis 12 Juni 2005 dikemukan bahwa Sumatera Barat mampu memberikan kontribusi devisa sebesar $.2,64 Juta, dari sektor ekspor kelapa, nilai ini cukup bersar. Dirilis dari data Kepala Dinas Pertanian (2017) produksi kelapa Kabupaten Padang Pariaman mampu mencapai jumlah 35,6 ribu ton (antara new), jumlah ini sangat besar dan hampir menguasai 35% dari prouksi kelapa di Provinsi Sumatra Barat.
Padang Pariaman dikenal sebagai daerah produsen kelapa dan ikutannya berupa kopra sebagai hasil turunan kelapa merupakan bahan dasar minyak kelapa, disamping memberikan produksi akhir sebagai bahan dasar pembentukan VCO (Virgin Coconut Oil) produk yang dikenal mempunyai nilai besar terhadap kesehatan. Disampingitu kelapa dikenal sebagai bahan asal kerajinan sapu lidi, yang keseharian menjadi kebutuhan pada kehidupan rumah tangga.
Jauh sebelum zaman reformasi, daerah seperti Sungai Sariak, Sungai Limau, daerah persisir pantai merupakan kawasan unggulan potensi kelapa, disamping kawasan timur seperti Parit Malintang, Sicincin dan kawasan sepanjang aliran Sungai Batang Anai, sehingga dikenal sebagai sentra unggulan rendang karena tersedianya kelapa unggul dan berkualitas untuk bahan dasar produksi kuliner tersebut.
Perobahan zaman dan dinamika waktu dan peobahan selera masyarakat, kondisi ini sedikit mengalami perobahan, potensi ekonomi yang selama ini mengandalkan buah kelapa, lidi dan batok kelapa yang sempat terkenal sebagai bahan dasar arang (caron) dan sabut kelapa sebagai bahan dasar exspor untuk peternakan dan bahan penganti pembuatan sapu ijuk, mulai terendus dan mengalami perobahan yang amat siqnificant, Era tahun 2000 an kelapa tidak lagi menjadi ungulan, malah tanaman yang selama ini dikenal dengan nama tanaman tua dengan fungsi multy aspek mulai menjadi tidak idola, kondisi ini mulai mengalami alih fungsi dan produksi, kalau tadinya buah kelapa dan lidi kelapa menjadi unggulan, beralih fungsi dengan batang kelapa malah menjadi promadona untuk bahan export terutama tanaman kelapa tua diminati sebagai bahan exsport keluar negri dan dijual dengan harga memadai dan bernuansa dollar sehinga sempat menjadi komoditi eksport unggulan, kondisi ini setidaknya merajai untuk dikirim keluar Pulau Sumatera sehingga menyebabkan banyak pelaku ekonomi melakukan perdagangan dan berburu pohon kepala, sehingga nilai produksi tumbuhnya mengalami alih fungsi.
Perkembangan perobahan permintaan bahan basal ini akhirnya menumbangkan pohon pohon kelapa tua yang berumur diatas 20 tahun sebagai produk unggulan, ditandai dengan masuknya peminat bahan asal jenis kayu ini, terutama pada kawasan barat Kabupaten Padang Pariaman. Perkembangan permintaan yang drastis tajam ini amat disayangkan tidak diatur dalam aturan yang jelas, yang mampu mengayomi atau menjadi pedoman dalam proses produksi dan tataniga batang kelapa, sehingga kelapa produktif dapat diselmatkan.
Dalam memparahankan potensi daerah sebagai daerah unggulan produksi kelapa, secara teknis pertanian penebangan kelapa tidak pula diikuti dengan cepat dengan proses peremajaan terencana. Penanaman kembali oleh petani dan pemerintah yang tidak dikelola secara maksimal, menyebabkan terjadinya perobahan tata ekonomi kelapa dalam kehidupan masyarakat.
Dalam perjalanan, ternyata dalam perkembangan waktu kelapa kembali menjadi unggulan primadona yang diminati dan diminta pasar, terutama sebagai bahan pemenuhan untuk potensi kuliner, dan bahan asalan untuk pembuatan santan bagi santan pabrikan. Dalam jangka panjang kelalaian dalam pola peremajaan kelapa akan menimbukan effek samping yang dapat merugikan bagi daerah. Memang secara langsung tidak mempengaruhi pada APBD daerah tetapi berpengaruh nyata pada PAD Kabupaten, terutama sangat mempengaruhi tingkat ekonomi langsung masyarakat tani kita,
Dalam jangka panjang penangan industri perkebunan kelapa akan dapat menimbulkan fenomena ekonomis, secara langsung secaraa fluxtuatif akan menimbulkan kendala pertumbuhan bagi ekonomi disektor industri produksi kelapa ini, setidaknya dalam estimasi waktu jangka 2 atau 3 kali pengantian Jabatan Bupati kedepan. Jika hal ini tidak dilakukan kajian serius terhadap potensi tanaman ini maka waktu akan menentukan terhadap terjadinya perobahan siqnificant pada nilai basal kuliner dan produksi home indutri lainnya. Walau tulisan ini tidak menjadi fokus pemeritah daerah, setidaknya sebagai putra daerah kita wajib menyelamatkan potensi daerah ini demi masa depan anak negeri.
Senin, 04 Juni 2018
Jadikan Ibadah Membaca Quran sebagai Kebutuhan Hidup
Sungai Geringging--Masjid Darusalam, Korong Pasa Sungai Geringging di kunjungi Bupati Padang Pariaman Ali Mukhni beserta rombongan. Kunjungan ini dalam rangka kegiatan Tim Safari Ramdhan Khusus (TSRK). Kegiatan ini sangat efektif. Di samping melaksanakan ibadah shalat Isya dan Tarawih secara bersama, kegiatan ini juga di jadikan bupati untuk mempererat jalinan sillahturrahmi dan menyerap aspirasi dari masyarakat.
Seperti biasanya, dalam setiap kunjungan ke masjid, bupati yang sekaligus Ketua DPW PAN Sumatera Barat ini selalu memotivasi masyarakat agar meningkatkan amal ibadah di bulan yang penuh rahmat ini. Salah satunya dengan membaca Quran.
Adalah ibu Nurani. Berusia 70 tahun. Puasa tahun ini yang telah 20 hari berlalu, Nurani sudah khatam dua kali Qurran. Sedangkan Ibu Marni yang berusia 60 tahunm juga sudah khatam Qurran satu kali, tepatnya di malam ke-20 puasa Ramdhan tahun ini. "Allhamdulillah ada rizki yang dititipkan oleh Allah swt melalui saya. Hal ini semata-mata hanya memberikan motivasi bagi kita yang hadir, agar kita bisa menjadikan membaca Qurran sebagai kebutuhan dalam hidup," ungkap Ali Mukhni.
Bupati mengajak semua masyarakat untuk bisa menjadikan dua perempuan tua itu sebagai sumber inspirasi. Terutama dalam menamatkan bacaan kitab suci dalam bulan yang penuh berkah ini. Ikut mendampingi bupati, Kepala Bappeda, Kadis Perhubungan, Kadis Dukcapil, Kadis Pol PP dan Damkar, Kadis Perikanan, Kabag PUM, Kabag Hukum, Kabag Kesra, Kabag Humas.
Kata Ali Mukhni, membaca, memahami dan mengamalkan isi kandungan Quran merupakan ibadah yang memiliki keutamaan. Oleh sebab itu, dia memberi perhatian khusus kepada warganya yang melakukan hal itu.
Dalam setiap kunjungannya ke masjid/mushala dan surau, Bupati Ali Mukhni selalu mengajak jemaah agar selalu membaca, memahami dan mengamalkan isi kandungan Quran, lalu bertanya siapa yang sudah khatam. Hal itupun ia kemukakan dalam kunjungan Safari Ramadhan Khusus ke Masjid Ruhamak, Korong Bayur, Nagari Campago Barat, Kecamatan V Koto Kampung Dalam, Minggu (3/6/2018) malam.
“Siapa di antara jemaah yang sudah khatam Quran di Bulan Ramadhan 1439 Hijriyah ini,” tanya Ali Mukhni. Beberapa jemaah mengacungkan tangan, “Saya, Pak Bupati!”, umumnya kaum ibu.
Spontan, Bupati Ali Mukhni meminta ibu-ibu itu berdiri dan maju ke depan. Ia pun merogok dompet dan mengeluarkan lembaran-lembaran uang Rp100 ribu dan menyerahkan kepada ibu-ibu tersebut. “Ini semata-mata hadiah karena saya senang Ibu-ibu membaca dan mengkhatamkan Quran,” katanya.
Sebelumnya, dalam tausiyah di hadapan ratusan jemaah, Bupati Ali Mukhni mengajak dan menghimbau masyarakat untuk selalu meningkatkan amal ibadah di bulan yang penuh Rahmat, Maghfirah dan Pembebasan dari siksa neraka ini. Di antara amalan yang selalu disampaikan Bupati Ali Mukhni adalah membaca kitab suci Quran.
Kedatangan rombongan/Tim Safari Khusus Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Padang Pariaman di Masjid Ruhamak disambut Camat V Koto Kampung Dalam, Zulkarnaini, Walinagari Campago Barat, Junaidi serta pengurus dan sekitar 250 jemaah. Pada kesempatan itu, Bupati Ali Mukhni meminta dan menyaksikan Kadis Perhubungan Taslim menyerahkan bantuan Pemkab untuk Masjid Ruhamak. Bantuan berupa voucher barang seharga Rp5 juta dan paket kitab suci Quran. (501)
Seperti biasanya, dalam setiap kunjungan ke masjid, bupati yang sekaligus Ketua DPW PAN Sumatera Barat ini selalu memotivasi masyarakat agar meningkatkan amal ibadah di bulan yang penuh rahmat ini. Salah satunya dengan membaca Quran.
Adalah ibu Nurani. Berusia 70 tahun. Puasa tahun ini yang telah 20 hari berlalu, Nurani sudah khatam dua kali Qurran. Sedangkan Ibu Marni yang berusia 60 tahunm juga sudah khatam Qurran satu kali, tepatnya di malam ke-20 puasa Ramdhan tahun ini. "Allhamdulillah ada rizki yang dititipkan oleh Allah swt melalui saya. Hal ini semata-mata hanya memberikan motivasi bagi kita yang hadir, agar kita bisa menjadikan membaca Qurran sebagai kebutuhan dalam hidup," ungkap Ali Mukhni.
Bupati mengajak semua masyarakat untuk bisa menjadikan dua perempuan tua itu sebagai sumber inspirasi. Terutama dalam menamatkan bacaan kitab suci dalam bulan yang penuh berkah ini. Ikut mendampingi bupati, Kepala Bappeda, Kadis Perhubungan, Kadis Dukcapil, Kadis Pol PP dan Damkar, Kadis Perikanan, Kabag PUM, Kabag Hukum, Kabag Kesra, Kabag Humas.
Kata Ali Mukhni, membaca, memahami dan mengamalkan isi kandungan Quran merupakan ibadah yang memiliki keutamaan. Oleh sebab itu, dia memberi perhatian khusus kepada warganya yang melakukan hal itu.
Dalam setiap kunjungannya ke masjid/mushala dan surau, Bupati Ali Mukhni selalu mengajak jemaah agar selalu membaca, memahami dan mengamalkan isi kandungan Quran, lalu bertanya siapa yang sudah khatam. Hal itupun ia kemukakan dalam kunjungan Safari Ramadhan Khusus ke Masjid Ruhamak, Korong Bayur, Nagari Campago Barat, Kecamatan V Koto Kampung Dalam, Minggu (3/6/2018) malam.
“Siapa di antara jemaah yang sudah khatam Quran di Bulan Ramadhan 1439 Hijriyah ini,” tanya Ali Mukhni. Beberapa jemaah mengacungkan tangan, “Saya, Pak Bupati!”, umumnya kaum ibu.
Spontan, Bupati Ali Mukhni meminta ibu-ibu itu berdiri dan maju ke depan. Ia pun merogok dompet dan mengeluarkan lembaran-lembaran uang Rp100 ribu dan menyerahkan kepada ibu-ibu tersebut. “Ini semata-mata hadiah karena saya senang Ibu-ibu membaca dan mengkhatamkan Quran,” katanya.
Sebelumnya, dalam tausiyah di hadapan ratusan jemaah, Bupati Ali Mukhni mengajak dan menghimbau masyarakat untuk selalu meningkatkan amal ibadah di bulan yang penuh Rahmat, Maghfirah dan Pembebasan dari siksa neraka ini. Di antara amalan yang selalu disampaikan Bupati Ali Mukhni adalah membaca kitab suci Quran.
Kedatangan rombongan/Tim Safari Khusus Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Padang Pariaman di Masjid Ruhamak disambut Camat V Koto Kampung Dalam, Zulkarnaini, Walinagari Campago Barat, Junaidi serta pengurus dan sekitar 250 jemaah. Pada kesempatan itu, Bupati Ali Mukhni meminta dan menyaksikan Kadis Perhubungan Taslim menyerahkan bantuan Pemkab untuk Masjid Ruhamak. Bantuan berupa voucher barang seharga Rp5 juta dan paket kitab suci Quran. (501)
Untuk Merekam KTP-elektronik Lansia dan Penyandang Disabilitas Dapat Prioritas Khusus
Lubuk Alung--Momen hari lahirnya Pancasila diperingati dengan cara berbeda oleh petugas pelayanan administrasi kependudukan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Padang Pariaman.
Di sebuah jorong bernama Surantiah, Kecamatan Lubuk Alung, yang terletak di kaki bukit dan jauh dari keramaian, beberapa orang petugas pelayanan terlihat sibuk mempersiapkan peralatan perekaman KTP-elektronik. Lebih kurang 30 menit, petugas selesai mempersiapkan peralatan yang syarat teknologi itu. Ternyata di antara mereka ada yang berkompetensi menguasai jaringan dan yang bertugas sebagai operator.
Dari kejauahan, terlihat ibu-ibu yang umumnya lanjut usia, berbekal selembar kartu keluarga berjalan menuju meja petugas yang telah siap dengan peralatannya. Salah seorang penanggungjawab kegiatan ini bertanya, "ibu-ibu ada apa datang ke sini?" tanya Syamsul Bahri, penanggungjawab kegiatan. "Merekam KTP-elektronik," serentak mereka menjawab. Ternyata kegiatan ini telah diberitahukan sebelumnya agar msyarakat siap dan mendapatkan informasi yang jelas.
Syamsul Bahri yang merupakan Kepala Seksi Identitas Penduduk menjelaskan, bahwa tim pelayanannya akan mengunjungi wilayah-wilayah yang susah dijangkau atau yang terdapat banyak lansia dimana mereka tidak mampu mengunjungi pusat pelayanan.
"Kita akan mencari target seperti ini. Apabila terdapat di daerah masing-masing, silakan melaporkan kepada kami atau melalui layanan pengaduan," jelas Syamsul Bahri. Selama tahun 2018, Dinas Dukcapil membantu masyarakat untuk mendapatkan KTP-elektronik, terutama para lansia dan penyandang disabilitas. (501)
Di sebuah jorong bernama Surantiah, Kecamatan Lubuk Alung, yang terletak di kaki bukit dan jauh dari keramaian, beberapa orang petugas pelayanan terlihat sibuk mempersiapkan peralatan perekaman KTP-elektronik. Lebih kurang 30 menit, petugas selesai mempersiapkan peralatan yang syarat teknologi itu. Ternyata di antara mereka ada yang berkompetensi menguasai jaringan dan yang bertugas sebagai operator.
Dari kejauahan, terlihat ibu-ibu yang umumnya lanjut usia, berbekal selembar kartu keluarga berjalan menuju meja petugas yang telah siap dengan peralatannya. Salah seorang penanggungjawab kegiatan ini bertanya, "ibu-ibu ada apa datang ke sini?" tanya Syamsul Bahri, penanggungjawab kegiatan. "Merekam KTP-elektronik," serentak mereka menjawab. Ternyata kegiatan ini telah diberitahukan sebelumnya agar msyarakat siap dan mendapatkan informasi yang jelas.
Syamsul Bahri yang merupakan Kepala Seksi Identitas Penduduk menjelaskan, bahwa tim pelayanannya akan mengunjungi wilayah-wilayah yang susah dijangkau atau yang terdapat banyak lansia dimana mereka tidak mampu mengunjungi pusat pelayanan.
"Kita akan mencari target seperti ini. Apabila terdapat di daerah masing-masing, silakan melaporkan kepada kami atau melalui layanan pengaduan," jelas Syamsul Bahri. Selama tahun 2018, Dinas Dukcapil membantu masyarakat untuk mendapatkan KTP-elektronik, terutama para lansia dan penyandang disabilitas. (501)
Minggu, 03 Juni 2018
Ajakan PWPM Sumbar kepada Pemuda Lawan Narkoba secara Berjemaah
Padang--Sabtu, (2/6) Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah (PWPM) Sumatera Barat menurunkan dua Tim Safari Ramadhan (TSR) untuk melakukan kunjungan di dua tempat yang berbeda. Ini merupakan kunjungan ke-7 dan 8 TSR PWPM Sumbar.
Bersama rombongan; Medi Hendra, Zulfahmi, Ikmal, Penmardianto, Paimal Andri dan Fahrul Rizal mengunjungi jemaah Surau Nagari Lawang Tuo, Kabupaten Agam yang alhamdulillah mendapat sambutan baik dari jemaah dan warga Kecamatan Matur tersebut. Acara diawali dengan kegiatan ngabuburit dan silaturahmi jelang berbuka bersama, diikuti lebih kurang 200 warga yang hadir.
Menurut Walijorong setempat, Nofrizon dan salah seorang penghulu niniak mamak Lawang Tuo, Angku Dt. Mangkudun Nan Tuo, bahwa ngabuburit dan silaturrahmi jelang berbuka ini sudah menjadi tradisi di jorong ini setiap tahunnya, yaitu mengambil momen peringatan Nuzul Quran diawali dengan buka bersama warga yang terdiri dari jemaah 1 masjid dan 2 surauh dan satu surau nagari dalam jorong ini.
"Sebelumnya juga diadakan lomba-lomba bidang keagamaan, seperti lomba azan, MTQ dan hafalan surat pendek di surau nagari ini. Malam harinya dilanjutkan dengan Qiyamul Ramadhan dan ditutup dengan ceramah peringatan Nuzul Quran. Alhamdulillah, tahun ini dapat kunjungan Safari Ramadhan Pemuda Muhammadiyah Sumatera Barat," katanya.
Medi Hendra, Wakil Ketua Bidang Dakwah Pemuda Muhammadiyah Sumatera Barat mengatakan, bahwa Safari Ramadhan merupakan kegiatan rutin tahunan Pemuda Muhammadiyah bidang dakwah dan kajian keagamaan. "Ramadhan kali ini kita mengunjungi 10 masjid di kab/kota di Sumatera Barat," kata dia.
Selaku Ketua TSR, Medi Hendra menyampaikan sekaligus menyosialisasikan program unggulan Pemuda Muhammadiyah; “Berjamaah lawan Narkoba”. Program ini dilauncing diawal-awal perioderisasi kepengurusan sekarang, dan Pemuda Muhammadiyah tetap komit untuk selalu mensosialisasikan dan melakukan penyuluhan terhadap bahaya narkoba," ungkapnya.
Medi Hendra menghimbau kepada jemaah dan pada umumnya warga masyarakat untuk lebih peka dan perhatian terhadap kondisi lingkungan dan kehidupan sosial. Kepekaan dan perhatian ini bisa menjadi benteng terhadap berbagai ancaman penyakit masyarakat, terutama terhadap bahaya narkoba.
Senada yang disampaikan Muhayatul, Ketua PWPM Sumatera Barat sekaligus Ketua TSR yang mengunjungi jemaah Masjid Nurul Iman Muhammadiyah, Nagari Sikabu Lubuk Alung, Kabupaten Padang Pariaman, Sabtu (2/6) malam. Muhayatul menegaskan, Pemuda Muhammadiyah menjadikan gerakan berjamaah lawan narkoba sebagai program utama, sebagai komitmen ikut berpartisipasi dalam pemberantasan narkoba. Untuk itu, ia mengajak seluruh unsur masyarakat bersama-sama untuk menyatakan perang terhadap narkoba.
Pada kesempatan ini, TSR PWPM Sumatera Barat yang dipimpin Medi Hendra berpesan, pengedaran narkoba ini perlu diwaspadai karena narkoba sudah merambah sampai ke pelosok negeri. Makannya pemberantasan narkoba harus dilakukan seluruh unsur masyarakat, diawali dengan peran dan pengawasan orangtua. Anak-anak usia sekolah sering menjadi target peredaran narkoba karena memang anak usia sekolah itu dalam kondisi labil.
Generasi muda atau anak-anak usia remaja itu, kata dia, sebenarnya butuh panggung untuk mengekspresikan dirinya dalam upaya menunjukan jati dirinya. Tidak jarang mereka itu sering mencari panggung sendiri sehingga terjadilah perilaku-perilaku menyimpang yang jauh dari norma agama dan budaya, termasuk menjadi pemakai narkoba yang awalnya hanya coba-coba dan ikut-ikutan bahkan menjadi pengedar.
Untuk langkah antisipasi, lanjut Medi, sebagai generasi tua atau generasi pendahulu harus berpikir bagaimana menyediakan panggung untuk mereka, seperti kegiatan remaja masjid harus diaktifkan, organisasi pemuda mereka harus dilibatkan, kegiatan-kegiatan adat yang ada di daerah atau kampung, mereka diikutsertakan dan lain sebagainya. Ketika mereka sudah disibukan dengan hal-hal yang positif tentu mereka tidak punya kesempatan lagi untuk mencari panggung keluar yang bisa membahayakan masa depan mereka secara pribadi dan masa depan generasi bangsa pada umumnya. (501)
Bersama rombongan; Medi Hendra, Zulfahmi, Ikmal, Penmardianto, Paimal Andri dan Fahrul Rizal mengunjungi jemaah Surau Nagari Lawang Tuo, Kabupaten Agam yang alhamdulillah mendapat sambutan baik dari jemaah dan warga Kecamatan Matur tersebut. Acara diawali dengan kegiatan ngabuburit dan silaturahmi jelang berbuka bersama, diikuti lebih kurang 200 warga yang hadir.
Menurut Walijorong setempat, Nofrizon dan salah seorang penghulu niniak mamak Lawang Tuo, Angku Dt. Mangkudun Nan Tuo, bahwa ngabuburit dan silaturrahmi jelang berbuka ini sudah menjadi tradisi di jorong ini setiap tahunnya, yaitu mengambil momen peringatan Nuzul Quran diawali dengan buka bersama warga yang terdiri dari jemaah 1 masjid dan 2 surauh dan satu surau nagari dalam jorong ini.
"Sebelumnya juga diadakan lomba-lomba bidang keagamaan, seperti lomba azan, MTQ dan hafalan surat pendek di surau nagari ini. Malam harinya dilanjutkan dengan Qiyamul Ramadhan dan ditutup dengan ceramah peringatan Nuzul Quran. Alhamdulillah, tahun ini dapat kunjungan Safari Ramadhan Pemuda Muhammadiyah Sumatera Barat," katanya.
Medi Hendra, Wakil Ketua Bidang Dakwah Pemuda Muhammadiyah Sumatera Barat mengatakan, bahwa Safari Ramadhan merupakan kegiatan rutin tahunan Pemuda Muhammadiyah bidang dakwah dan kajian keagamaan. "Ramadhan kali ini kita mengunjungi 10 masjid di kab/kota di Sumatera Barat," kata dia.
Selaku Ketua TSR, Medi Hendra menyampaikan sekaligus menyosialisasikan program unggulan Pemuda Muhammadiyah; “Berjamaah lawan Narkoba”. Program ini dilauncing diawal-awal perioderisasi kepengurusan sekarang, dan Pemuda Muhammadiyah tetap komit untuk selalu mensosialisasikan dan melakukan penyuluhan terhadap bahaya narkoba," ungkapnya.
Medi Hendra menghimbau kepada jemaah dan pada umumnya warga masyarakat untuk lebih peka dan perhatian terhadap kondisi lingkungan dan kehidupan sosial. Kepekaan dan perhatian ini bisa menjadi benteng terhadap berbagai ancaman penyakit masyarakat, terutama terhadap bahaya narkoba.
Senada yang disampaikan Muhayatul, Ketua PWPM Sumatera Barat sekaligus Ketua TSR yang mengunjungi jemaah Masjid Nurul Iman Muhammadiyah, Nagari Sikabu Lubuk Alung, Kabupaten Padang Pariaman, Sabtu (2/6) malam. Muhayatul menegaskan, Pemuda Muhammadiyah menjadikan gerakan berjamaah lawan narkoba sebagai program utama, sebagai komitmen ikut berpartisipasi dalam pemberantasan narkoba. Untuk itu, ia mengajak seluruh unsur masyarakat bersama-sama untuk menyatakan perang terhadap narkoba.
Pada kesempatan ini, TSR PWPM Sumatera Barat yang dipimpin Medi Hendra berpesan, pengedaran narkoba ini perlu diwaspadai karena narkoba sudah merambah sampai ke pelosok negeri. Makannya pemberantasan narkoba harus dilakukan seluruh unsur masyarakat, diawali dengan peran dan pengawasan orangtua. Anak-anak usia sekolah sering menjadi target peredaran narkoba karena memang anak usia sekolah itu dalam kondisi labil.
Generasi muda atau anak-anak usia remaja itu, kata dia, sebenarnya butuh panggung untuk mengekspresikan dirinya dalam upaya menunjukan jati dirinya. Tidak jarang mereka itu sering mencari panggung sendiri sehingga terjadilah perilaku-perilaku menyimpang yang jauh dari norma agama dan budaya, termasuk menjadi pemakai narkoba yang awalnya hanya coba-coba dan ikut-ikutan bahkan menjadi pengedar.
Untuk langkah antisipasi, lanjut Medi, sebagai generasi tua atau generasi pendahulu harus berpikir bagaimana menyediakan panggung untuk mereka, seperti kegiatan remaja masjid harus diaktifkan, organisasi pemuda mereka harus dilibatkan, kegiatan-kegiatan adat yang ada di daerah atau kampung, mereka diikutsertakan dan lain sebagainya. Ketika mereka sudah disibukan dengan hal-hal yang positif tentu mereka tidak punya kesempatan lagi untuk mencari panggung keluar yang bisa membahayakan masa depan mereka secara pribadi dan masa depan generasi bangsa pada umumnya. (501)
PK PMII STIE Sumbar Bagikan 300 Takjil
Pariaman--Sebanyak 300 bungkus takjil (menu berbuka puasa) dibagikan oleh 35 kader dan Pengurus Komisariat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PK PMII) Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Sumatera Barat (STIE Sumbar) Pariaman kepada masyarakat di Kota Pariaman, Sabtu (2/6). Takjil dibagikan di lokasi Simpang Empat Padusunan, By Pass, tidak jauh dari kampus STIE tersebut.
Menurut Ketua PK PMII STIE Sumbar Pariaman, Adib Paisal di sela-sela pembagian takjil, tujuan acara ini dilakukan salah satu untuk mengenalkan PMII langsung ke masyaramat, mempererat tali silahturahmi PMII di STIE Sumbar Pariaman kepada masyarakat setempat.
“Kegiatan dimulai sekitar pukul 18.00 WIB, menjelang waktu berbuka puasa. Pembagian takjil mendapatkan apresiasi dari masyarakat yang melewati jalur By Pass ini,” kata Adib usai pembagian takjil.
Adib juga menyampaikan apresiasi semangat dari pengurus dan kader PMII STIE untuk menyukseskan acara ini. PMII sebagai organisasi mahasiswa terus berupaya memberikan kontribusi pada masyarakat.
“Takjil ini merupakan sumbangan dari kader, pengurus dan alumni PMII Kota Pariaman yang berhasil kami himpun. Mudah-mudahan kegiatan ini bermanfaat dalam berbagi di bulan suci Ramadhan ini,” kata Adib. (501)
Menurut Ketua PK PMII STIE Sumbar Pariaman, Adib Paisal di sela-sela pembagian takjil, tujuan acara ini dilakukan salah satu untuk mengenalkan PMII langsung ke masyaramat, mempererat tali silahturahmi PMII di STIE Sumbar Pariaman kepada masyarakat setempat.
“Kegiatan dimulai sekitar pukul 18.00 WIB, menjelang waktu berbuka puasa. Pembagian takjil mendapatkan apresiasi dari masyarakat yang melewati jalur By Pass ini,” kata Adib usai pembagian takjil.
Adib juga menyampaikan apresiasi semangat dari pengurus dan kader PMII STIE untuk menyukseskan acara ini. PMII sebagai organisasi mahasiswa terus berupaya memberikan kontribusi pada masyarakat.
“Takjil ini merupakan sumbangan dari kader, pengurus dan alumni PMII Kota Pariaman yang berhasil kami himpun. Mudah-mudahan kegiatan ini bermanfaat dalam berbagi di bulan suci Ramadhan ini,” kata Adib. (501)
Menambang di Zona Terlarang Palayangan Lubuk Alung Dua Unit Mesin Eksavator Diamankan
Lubuk Alung--Main gerak cepat, razia gabungan dibawah kondali Pol PP Sumatera Barat bersama Polres Padang Pariaman, Minggu (3/6) petang langsung menangkap dua unit alat berat yang tengah melakukan aksi tambang di kawasan terlarang, di bilangan Palayangan, Nagari Balah Hilia Lubuk Alung.
Mesin eksavator yang diambil sedang beraktivitas itu langsung dititipkan di Mapolres Padang Pariaman di Parit Malintang, malamnya dengan menggunakan mobil truk pengangkut alat berat. Di samping Pol PP Sumbar, Pol PP Padang Pariaman, pegawai kecamatan dan masyarakat juga ikut membantu jalannya razia penambang yang diduga tak memiliki izin, sekaligus menambang di lokasi terlarang.
"Alhamdulillah, razia berjalan sesuai target. Hanya saja pengusahanya yang belum ditemukan. Yang jelas, apa yang menjadi keresahan masyarakat Korong Palayangan sudah terobati," kata Ediyanto, Ketua LPM Nagari Balah Hilia Lubuk Alung.
Menurutnya, LPM Nagari Balah Hilia beserta Walinagari Syafruddin dan Seretaris Nagari Lubuk Alung Landi Efendi mengucapakan terima kasih kepada Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Barat serta anggota DPRD Sumbar, H. Darmon. "Kerja keras orang inilah, Pol PP Sumbar langsung turun tepat pada momennya. Darmon yang juga putra kelahiran Palayangan, tak bosan-bosannya menghubungi Gubernur dan Wagub untuk segera menindak para penambang demikian," kata Ediyanto.
"Kita ingin, hasil yang baik dari razia ini diproses secara hukum," ungkapnya. Diharapkan, ditangkapnya alat berat galian ini bisa menjadi evek jera bagi penambang lainnya, untuk segera menghentikan usahanya yang jelas-jelas merusak lokasi, serta mempertinggi ancaman bencana alam.
Menurut Pol PP Sumbar, dua mesin eksavator ini sebagai barang bukti, bahwa benar-benar terjadi aksi tambang liar, tak punya izin dan melakukan aksinya di zona terlarang. Di lokasi kejadian, hadir Dinas ESDM Padang Pariaman, Sekcam Lubuk Alung Khairil Anwar, Azminur, tokoh Lubuk Alung yang juga Sekretaris ESDM Sumbar. (501)
Mesin eksavator yang diambil sedang beraktivitas itu langsung dititipkan di Mapolres Padang Pariaman di Parit Malintang, malamnya dengan menggunakan mobil truk pengangkut alat berat. Di samping Pol PP Sumbar, Pol PP Padang Pariaman, pegawai kecamatan dan masyarakat juga ikut membantu jalannya razia penambang yang diduga tak memiliki izin, sekaligus menambang di lokasi terlarang.
"Alhamdulillah, razia berjalan sesuai target. Hanya saja pengusahanya yang belum ditemukan. Yang jelas, apa yang menjadi keresahan masyarakat Korong Palayangan sudah terobati," kata Ediyanto, Ketua LPM Nagari Balah Hilia Lubuk Alung.
Menurutnya, LPM Nagari Balah Hilia beserta Walinagari Syafruddin dan Seretaris Nagari Lubuk Alung Landi Efendi mengucapakan terima kasih kepada Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Barat serta anggota DPRD Sumbar, H. Darmon. "Kerja keras orang inilah, Pol PP Sumbar langsung turun tepat pada momennya. Darmon yang juga putra kelahiran Palayangan, tak bosan-bosannya menghubungi Gubernur dan Wagub untuk segera menindak para penambang demikian," kata Ediyanto.
"Kita ingin, hasil yang baik dari razia ini diproses secara hukum," ungkapnya. Diharapkan, ditangkapnya alat berat galian ini bisa menjadi evek jera bagi penambang lainnya, untuk segera menghentikan usahanya yang jelas-jelas merusak lokasi, serta mempertinggi ancaman bencana alam.
Menurut Pol PP Sumbar, dua mesin eksavator ini sebagai barang bukti, bahwa benar-benar terjadi aksi tambang liar, tak punya izin dan melakukan aksinya di zona terlarang. Di lokasi kejadian, hadir Dinas ESDM Padang Pariaman, Sekcam Lubuk Alung Khairil Anwar, Azminur, tokoh Lubuk Alung yang juga Sekretaris ESDM Sumbar. (501)
Sabtu, 02 Juni 2018
Walinagari Diminta Berhati-hati Menggunakan Anggaran
Padang Pariaman--Wakil Bupati Padang Pariaman Suhatri Bur melantik secara resmi 74 Walinagari hasil Pilwana serentak 4 April lalu, di Hall IKK, Kamis (31/5).
Suhatri Bur mengucapkan selamat kepada seluruh Walinagari yang dilantik serta Pj Walinagari atas jasa dan pengabdiannya. Terima kasih kepada seluruh panitia pemilihan Walinagari, tokoh masyarakat dan seluruh elemen yang terlibat sehingga Pilwana Serentak berjalan dengan baik dan sukses tanpa ada riak yang berarti.
Lebih lanjut, Wabup menjelaskan bahwa Walinagari yang dilantik adalah 31 nagari induk yang habis masa jabatan rentang tahun 2017-2018 ditambah 43 nagari pemekaran. Pilwana dilaksanakan 4 April secara umum berjalan sukses dengan tingkat partisipasi kurang lebih 70 persen.
Wabup mengharapkan kepada Walinagari untuk langsung bekerja, jangan berleha-leha, jangan terlalu larut dengan eforia dan menunggu harus mengerjakan apa karena waktu pelaksanaan pekerjaan tinggal enam bulan efektif. "Tugas berat menanti di pundak masing-masing Walinagari karena anggaran tahun 2018 tinggal enam bulan lagi," harap Wabup.
Wabup juga mengingatkan agar penggunaan DD dan ADN secara transparan, akuntabel karena banyak lembaga pemeriksa yang mengawasi termasuk LSM, media massa dan masyarakat. "Semua mata mengawasi pekerjaan Walinagari. Ada Kepolisian, Kejaksaan, BPK, BPKP, Inspektorat, DPMD, LSM dan masyarakat," katanya lagi.
"Butuh kerjasama dan peran serta seluruh masyarakat agar dapat memaksimalkan dana Nagari dengan maksimal dan bertanggung jawab," katanya mengajak. Wabup juga mengingatkan Walinagari untuk terus menggiatkan gotong royong, karena gotong royong di Padang Pariaman sudah menjadi rujukan atau contoh di Sumatera Barat.
"Banyak jalan-jalan yang menyempit karena ditumbuhi rumput ilalang. Ini perlu diragukan agar jalur transportasi ke nagari menjadi lancar dan umur jalan pun lebih lama," harapnya. RPJM Nagari yang belum sinkron dengan RPJM Daerah pun tak luput disinggung oleh mantan Ketua KPU Padang Pariaman itu. Termasuk status Camat di Kecamatan.
Sebagai bentuk apresiasi Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman kepada panitia pemilihan Walinagari yang telah sukses melaksanakan Pilwana Serentak, Pemkab memberikan penghargaan. Penghargaan diserahkan Wakil Bupati Padang Pariaman bersama Ketua DPRD dan Forkompinda. Penghargaan diterima Hardi Candra, Ketua Pilwana Anduriang, Kecamatan 2 x 11 Kayutanam, Darusman, Nagari Kampuang Tanjung Koto Mambang, Kecamatan Patamuan, Nasrul, Nagari Sungai Buluah, Kecamatan Batang Anai dan Afrizal Chan, Nagari Sungai Geringgiang. (501)
Suhatri Bur mengucapkan selamat kepada seluruh Walinagari yang dilantik serta Pj Walinagari atas jasa dan pengabdiannya. Terima kasih kepada seluruh panitia pemilihan Walinagari, tokoh masyarakat dan seluruh elemen yang terlibat sehingga Pilwana Serentak berjalan dengan baik dan sukses tanpa ada riak yang berarti.
Lebih lanjut, Wabup menjelaskan bahwa Walinagari yang dilantik adalah 31 nagari induk yang habis masa jabatan rentang tahun 2017-2018 ditambah 43 nagari pemekaran. Pilwana dilaksanakan 4 April secara umum berjalan sukses dengan tingkat partisipasi kurang lebih 70 persen.
Wabup mengharapkan kepada Walinagari untuk langsung bekerja, jangan berleha-leha, jangan terlalu larut dengan eforia dan menunggu harus mengerjakan apa karena waktu pelaksanaan pekerjaan tinggal enam bulan efektif. "Tugas berat menanti di pundak masing-masing Walinagari karena anggaran tahun 2018 tinggal enam bulan lagi," harap Wabup.
Wabup juga mengingatkan agar penggunaan DD dan ADN secara transparan, akuntabel karena banyak lembaga pemeriksa yang mengawasi termasuk LSM, media massa dan masyarakat. "Semua mata mengawasi pekerjaan Walinagari. Ada Kepolisian, Kejaksaan, BPK, BPKP, Inspektorat, DPMD, LSM dan masyarakat," katanya lagi.
"Butuh kerjasama dan peran serta seluruh masyarakat agar dapat memaksimalkan dana Nagari dengan maksimal dan bertanggung jawab," katanya mengajak. Wabup juga mengingatkan Walinagari untuk terus menggiatkan gotong royong, karena gotong royong di Padang Pariaman sudah menjadi rujukan atau contoh di Sumatera Barat.
"Banyak jalan-jalan yang menyempit karena ditumbuhi rumput ilalang. Ini perlu diragukan agar jalur transportasi ke nagari menjadi lancar dan umur jalan pun lebih lama," harapnya. RPJM Nagari yang belum sinkron dengan RPJM Daerah pun tak luput disinggung oleh mantan Ketua KPU Padang Pariaman itu. Termasuk status Camat di Kecamatan.
Sebagai bentuk apresiasi Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman kepada panitia pemilihan Walinagari yang telah sukses melaksanakan Pilwana Serentak, Pemkab memberikan penghargaan. Penghargaan diserahkan Wakil Bupati Padang Pariaman bersama Ketua DPRD dan Forkompinda. Penghargaan diterima Hardi Candra, Ketua Pilwana Anduriang, Kecamatan 2 x 11 Kayutanam, Darusman, Nagari Kampuang Tanjung Koto Mambang, Kecamatan Patamuan, Nasrul, Nagari Sungai Buluah, Kecamatan Batang Anai dan Afrizal Chan, Nagari Sungai Geringgiang. (501)
Langganan:
Postingan (Atom)






