Sa'amar Kembali Jadi Anggota DPRD Padang Pariaman
Padang Pariaman--Politisi senior Partai Padang Pariaman, H Sa’amar Tuanku Sidi sudah dapat dipastikan bakal menjadi calon pengganti antar waktu (PAW) anggota DPRD daerah itu periode 2014 – 2019. Kepastian itu menyusul tuntasnya verifikasi kelengkapan administrasi oleh KPU.
"Benar, kami baru saja selesai melakukan verifikasi kelengkapan data administrasi untuk PAW anggota DPRD atas permintaan pimpinan dewan melalui surat yang kami terima tanggal 7 Maret lalu," kata Ketua KPU Padang Pariaman Vifner, Jumat (10/3).
Menurut Vifner, setelah melakukan verifikasi hasil pemilu 2014, pihaknya mendapatkan nama Sa’amar Tuanku Sidi sebagai calon PAW menggantikan Zuardin yang wafat beberapa waktu lalu. Oleh karena itu, ia segera menyurati DPRD guna menyampaikan nama Sa’amar.
Selanjutnya, papar Vifner, sesuai mekanisme, DPRD akan menyurati Gubernur Sumbar melalui Bupati Padang Pariaman guna meminta pengesahan Sa’amar menjadi PAW. "Jika dalam waktu tujuh hari bupati tidak meneruskan surat tersebut, Pimpinan DPRD dapat langsung menyurati gubernur.”
Sa’amar mengungkapkan kegembiraannya atas informasi tersebut. Ketua Harian DPD Partai Golkar Padang Pariaman ini menyatakan akan mengemban amanah yang akan disandangkan ke pundaknya dengan sebaik mungkin.
Menurutnya, jika jadi dilantik nanti, berarti sudah yang ke-4 kalinya dia menjadi anggota DPRD. Sebelumnya, ia menjadi PAW periode 1992 – 1997 menggantikan H. Iskandar Tuanku Mudo yang wafat tahun 1994. Selanjutnya Sa’amar terpilih pada pemilu 1997 dan pemilu 2004 dengan mengemban amanah sampai akhir periode.
"Saya merupakan kader sejati Partai Golkar. Semenjak mulai bergabung tahun 1971, satu menit pun saya belum pernah berpisah atau meninggalkan Partai Golkar," ujarnya.
Pria kelahiran tahun 1950 ini juga pernah mengabdikan diri sebagai Kepala Desa Durian Daun, Kecamatan Sungai Limau, pada periode 1983 – 1989. Bahkan, menjelang akhir masa jabatannya, Sa’amar terpilih sebagai kepala berprestasi dan terbaik tingkat nasional. Oleh sebab itu, ia diundang Presiden Soeharto ke Istana Negara guna mengikuti rangkaian kegiatan Peringatan Hari Kemerdekaan RI ke-44. (501)
Sabtu, 11 Maret 2017
HUT ke-13 Mazis Padang Pariaman Gelar Zikir Bersama dan Tabliq Akbar
HUT ke-13
Mazis Padang Pariaman Gelar Zikir Bersama dan Tabliq Akbar
Padang Pariaman--Memperingati 13 tahun Majelis Zikir Istiqamah Syattariyah (Mazis) Kabupaten Padang Pariaman, tepatnya Rabu (15/3) diadakan zikir bersama dan tabliq akbar di Pondok Pesantren Syekh Abdurrahman, Toboh Gadang Barat, Kecamatan Sintuak Toboh Gadang.
"Alhamdulillah, momen ulang tahun selalu kita peringati dengan agenda yang memberi manfaat bagi masyarakat, khususnya jemaah Mazis," kata Syafri Tuanku Imam Sutan Sari Alam, Ketua Mazis Padang Pariaman.
Menurut dia, sesuai kesepakatan bersama, zikir dan tabliq akbar kali ini diadakan di Toboh Gadang Barat. Zikir bersama dipimpin langsung Buya Azwar Tuanku Sidi, Pimpinan Pondok Pesantren Jamiatul Mukminin, Sintuak, dan tabliq akbar nantinya akan disampaikan oleh Boy Lestari Datuak Palindih, Ketua Tarbiyah Sumatera Barat.
Baginya, ulang tahun kali ini menjadi tonggak sejarah penting bagi keluarga besar Mazis yang selalu hadir dan eksis di tengah masyarakat daerah itu. "Jemaah tetap Mazis sudah mencapai seribuan orang yang tersebar di seluruh nagari yang ada di Padang Pariaman. Semuanya Insya Allah hadir dan ikut berzikir secara bersama," ungkapnya.
Katanya lagi, zikir bersama adalah ciri khas dan tradisi yang di organisasi ini. Dan juga menjadi kebiasaan bagi masyarakat Padang Pariaman itu sendiri. "Kita ingin, budaya dan tradisi yang erat kaitannya dengan nilai-nilai Islam ini terus berkembang di kalangan masyarakat," ujarnya.
Di samping memanfaat momen ulang tahun kali ini, kata Syafri, pihaknya juga rutin melakukan kegiatan yang sama di surau-surau dan masjid-masjid yang menjadi basisnya Mazis itu sendiri. "Sebulan sekali kita juga melakukan zikir bersama, yang tempatnya selalu dipergilirkan," ungkapnya. (501)
Mazis Padang Pariaman Gelar Zikir Bersama dan Tabliq Akbar
Padang Pariaman--Memperingati 13 tahun Majelis Zikir Istiqamah Syattariyah (Mazis) Kabupaten Padang Pariaman, tepatnya Rabu (15/3) diadakan zikir bersama dan tabliq akbar di Pondok Pesantren Syekh Abdurrahman, Toboh Gadang Barat, Kecamatan Sintuak Toboh Gadang.
"Alhamdulillah, momen ulang tahun selalu kita peringati dengan agenda yang memberi manfaat bagi masyarakat, khususnya jemaah Mazis," kata Syafri Tuanku Imam Sutan Sari Alam, Ketua Mazis Padang Pariaman.
Menurut dia, sesuai kesepakatan bersama, zikir dan tabliq akbar kali ini diadakan di Toboh Gadang Barat. Zikir bersama dipimpin langsung Buya Azwar Tuanku Sidi, Pimpinan Pondok Pesantren Jamiatul Mukminin, Sintuak, dan tabliq akbar nantinya akan disampaikan oleh Boy Lestari Datuak Palindih, Ketua Tarbiyah Sumatera Barat.
Baginya, ulang tahun kali ini menjadi tonggak sejarah penting bagi keluarga besar Mazis yang selalu hadir dan eksis di tengah masyarakat daerah itu. "Jemaah tetap Mazis sudah mencapai seribuan orang yang tersebar di seluruh nagari yang ada di Padang Pariaman. Semuanya Insya Allah hadir dan ikut berzikir secara bersama," ungkapnya.
Katanya lagi, zikir bersama adalah ciri khas dan tradisi yang di organisasi ini. Dan juga menjadi kebiasaan bagi masyarakat Padang Pariaman itu sendiri. "Kita ingin, budaya dan tradisi yang erat kaitannya dengan nilai-nilai Islam ini terus berkembang di kalangan masyarakat," ujarnya.
Di samping memanfaat momen ulang tahun kali ini, kata Syafri, pihaknya juga rutin melakukan kegiatan yang sama di surau-surau dan masjid-masjid yang menjadi basisnya Mazis itu sendiri. "Sebulan sekali kita juga melakukan zikir bersama, yang tempatnya selalu dipergilirkan," ungkapnya. (501)
Cokelat Padang Pariaman Tembus Pasar Internasional
Cokelat Padang Pariaman Tembus Pasar Internasional
Padang Pariaman--Promosi coklat kebanggaan masyarakat Padang Pariaman yaitu Coklat Adam, sedang gencar dilakukan jajaran pemerintah setempat. Coklat merupakan minuman yang memiliki segudang manfaat untuk kesehatan manusia baik tua dan muda.
"Coklat berkhasiat untuk kesehatan, seperti jantung, stamina dan vitalitas. Menurut penelitian, mengkonsumsi coklat juga membuat hati bahagia," kata Kadis Penanaman Modal Pelayanan Terpadu dan Perindustrian Padang Pariaman Hendra Aswara di Lapau Coklat, Anai Resort, Kayutanam, Kamis (9/3).
Dikatakannya, saat ini pemasaran Coklat Adam sudah menembus pasar internasional seperti Malaysia, Thailand dan Jepang. Hal itu dikarenakan Coklat Adam merupakan olahan murni masyarakat Padang Pariaman yang memiliki kadar lemak yang tinggi dan tanpa bahan pengawet. Jadi sangat diminati oleh penggemar coklat dalam dan luar negeri.
"Saya teringat ucapan artis senior Christin Hakim, Coklat Padang Pariaman lebih enak dari yang lain. Jadi belum lengkap ke Sumbar kalau belum bawa oleh-oleh Coklat Padang Pariaman," kata alumni STPDN angkatan XI itu.
Ke depan, kata Hendra, Padang Pariaman akan mengajukan proposal untuk pembangunan sentra coklat ke Kementerian Perindustrian. Untuk lahan sudah disiapkan seluas dua hektare yang berlokasi di Kawasan Rest Area Anai Resort.
"Bapak bupati sangat fokus dengan Coklat. Kita ingin mewujudkan harapan beliau agar berdiri sentra coklat di Sumbar. Mohon dukungan masyarakat dan rekan media," kata mantan Kabag Humas itu.
Kabid Industri Trisna Junaili mengatakan, saat ini Coklat Adam memiliki dua outlet yaitu di Anai Resort dan Pariaman. Adapun kemasan Coklat Adam dalam bentuk bubuk murni, bubuk 3 in 1, permen, biji kakao, coklat batang, es krim dan lainnya.
"Kemasan coklat dibuat menarik, higienis dan harga terjangkau. Silahkan mampir ke Lapau Coklat pasti menggoda selera," kata Trisna sambil promosi. (501)
Padang Pariaman--Promosi coklat kebanggaan masyarakat Padang Pariaman yaitu Coklat Adam, sedang gencar dilakukan jajaran pemerintah setempat. Coklat merupakan minuman yang memiliki segudang manfaat untuk kesehatan manusia baik tua dan muda.
"Coklat berkhasiat untuk kesehatan, seperti jantung, stamina dan vitalitas. Menurut penelitian, mengkonsumsi coklat juga membuat hati bahagia," kata Kadis Penanaman Modal Pelayanan Terpadu dan Perindustrian Padang Pariaman Hendra Aswara di Lapau Coklat, Anai Resort, Kayutanam, Kamis (9/3).
Dikatakannya, saat ini pemasaran Coklat Adam sudah menembus pasar internasional seperti Malaysia, Thailand dan Jepang. Hal itu dikarenakan Coklat Adam merupakan olahan murni masyarakat Padang Pariaman yang memiliki kadar lemak yang tinggi dan tanpa bahan pengawet. Jadi sangat diminati oleh penggemar coklat dalam dan luar negeri.
"Saya teringat ucapan artis senior Christin Hakim, Coklat Padang Pariaman lebih enak dari yang lain. Jadi belum lengkap ke Sumbar kalau belum bawa oleh-oleh Coklat Padang Pariaman," kata alumni STPDN angkatan XI itu.
Ke depan, kata Hendra, Padang Pariaman akan mengajukan proposal untuk pembangunan sentra coklat ke Kementerian Perindustrian. Untuk lahan sudah disiapkan seluas dua hektare yang berlokasi di Kawasan Rest Area Anai Resort.
"Bapak bupati sangat fokus dengan Coklat. Kita ingin mewujudkan harapan beliau agar berdiri sentra coklat di Sumbar. Mohon dukungan masyarakat dan rekan media," kata mantan Kabag Humas itu.
Kabid Industri Trisna Junaili mengatakan, saat ini Coklat Adam memiliki dua outlet yaitu di Anai Resort dan Pariaman. Adapun kemasan Coklat Adam dalam bentuk bubuk murni, bubuk 3 in 1, permen, biji kakao, coklat batang, es krim dan lainnya.
"Kemasan coklat dibuat menarik, higienis dan harga terjangkau. Silahkan mampir ke Lapau Coklat pasti menggoda selera," kata Trisna sambil promosi. (501)
Merusak Lingkungan Reklamasi Tambang Galian C di Lubuk Alung Sangat Mendesak
Merusak Lingkungan
Reklamasi Tambang Galian C di Lubuk Alung Sangat Mendesak
Lubuk Alung--Keberadaan tambang galian C, khususnya di Kecamatan Lubuk Alung dan Kayutanam dinilai belum berdampak terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD). Untuk itu, DPRD Padang Pariaman membentuk Panitian Khusus (Pansus) pendapatan guna meninjau lokasi tambang galian c tersebut. Baik lokasi tambang yang memiliki izin maupun ilegal. Tidak hanya itu, keberadaan Pansus pendapatan itu juga bertugas untuk menganalisa keterkaitan PAD dari galian C dengan dampaknya terhadap lingkungan baik kondisi jalan, kesehatan dan konflik sosial.
Wakil Ketua Pansus Pendapatan DPRD Padang Pariaman, Dwiwarman mengatakan, keberadaan galian C di Padang Pariaman ternyata tidak hanya merugikan daerah tetapi juga masyarakat. Contoh kerugian daerah akibat tambang itu, rusaknya fasilitas jalan dengan nilai mencapai miliaran rupiah.
"Dari laporan BPKD, bahwa PAD dari seluruh sektor galian C hanya Rp2,7 miliar per tahun. Ini tentu tidak sebanding dengan dampaknya terhadap lingkungan yang merugikan masyarakat,” ujar Dwiwarman usai meninjau kawasan tambang galian c di Jembatan Koto Buruak, Nagari Lubuk Alung, Sabtu lalu.
Selain masalah kurangnya kontribusi pertambangan itu terhadap daerah dan masyarakat, Dwiwarman menilai galian C sebagai pertambangan primadona di Padang Pariaman, ternyata juga menimbulkan permasalahan baru, seperti perselisihan pemilik tanah yang berstatus tanah ulayat.
"Melihat kondisi tambang galian c sekarang ini, ada masukan masyarakat untuk memoratorium tambang galian c itu terlebih dahulu, kemudia dikaji dan ditata ulang sesuai peraturan yang berlaku," tandas legislatif asal Dapil 1 Padang Pariaman itu.
Rosman, salah seorang anggota Pansus DPRD mengatakan, bahwa pengajuan moratorium memang langkah baik untuk pembenahan aktivitas tambang galian c. Pasalnya, dia melihat pertambangan itu lebih banyaknya berdampak negatif daripada positifnya.
"Setelah permasalahan dibahas dan diselesaikan, kami menyarankan nantinya aktivitas pertambangan galian c ini membuat jalan khusus. Jadi tidak merusak jalan umum dan tidak mengganggu lingkungan masyakat. Kemudian kita juga minta dana reklamasi dari penambang," ujar kader PAN itu.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Perumahan Kawasan Pemukiman dan Pertanahan Padang Pariaman, Yuniswan mengatakan, kawasan bekas tambang memang perlu direklamasi agar tidak memicu dampak buruk terhadap lingkungannnya.
"Selain kewajiban pengusaha yang dikeluarkan izin tambangnya, dana reklamasi juga ada dari Pemerintah Pusat. Sebab pengawasan tambang ini langsung oleh Pemerintah Pusat,” ujarnya.
Untuk itu, kata Yuniswan, pihaknya sekarang telah mengajukan permintaan dana reklamasi tersebut kepada Pemerintah Pusat sebesar Rp500 miliar. "Mudah-mudahan kita dapat dana reklamasi karena kebutuhan mendesak," ujarnya.
Yuniswan juga setuju apabila para penambang galian c membuat jalur kusus untuk kendaraannya nanti. Pasalnya dia melihat dampak dari penambangan tersebut memang sangat merusak lingkungan dan fasilitas umum. "Harapan kami, setiap pengusaha tambang, meskipun izin dari provinsi harus tetap mengurus rekomendasi dari kami," tandasnya. (501)
Reklamasi Tambang Galian C di Lubuk Alung Sangat Mendesak
Lubuk Alung--Keberadaan tambang galian C, khususnya di Kecamatan Lubuk Alung dan Kayutanam dinilai belum berdampak terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD). Untuk itu, DPRD Padang Pariaman membentuk Panitian Khusus (Pansus) pendapatan guna meninjau lokasi tambang galian c tersebut. Baik lokasi tambang yang memiliki izin maupun ilegal. Tidak hanya itu, keberadaan Pansus pendapatan itu juga bertugas untuk menganalisa keterkaitan PAD dari galian C dengan dampaknya terhadap lingkungan baik kondisi jalan, kesehatan dan konflik sosial.
Wakil Ketua Pansus Pendapatan DPRD Padang Pariaman, Dwiwarman mengatakan, keberadaan galian C di Padang Pariaman ternyata tidak hanya merugikan daerah tetapi juga masyarakat. Contoh kerugian daerah akibat tambang itu, rusaknya fasilitas jalan dengan nilai mencapai miliaran rupiah.
"Dari laporan BPKD, bahwa PAD dari seluruh sektor galian C hanya Rp2,7 miliar per tahun. Ini tentu tidak sebanding dengan dampaknya terhadap lingkungan yang merugikan masyarakat,” ujar Dwiwarman usai meninjau kawasan tambang galian c di Jembatan Koto Buruak, Nagari Lubuk Alung, Sabtu lalu.
Selain masalah kurangnya kontribusi pertambangan itu terhadap daerah dan masyarakat, Dwiwarman menilai galian C sebagai pertambangan primadona di Padang Pariaman, ternyata juga menimbulkan permasalahan baru, seperti perselisihan pemilik tanah yang berstatus tanah ulayat.
"Melihat kondisi tambang galian c sekarang ini, ada masukan masyarakat untuk memoratorium tambang galian c itu terlebih dahulu, kemudia dikaji dan ditata ulang sesuai peraturan yang berlaku," tandas legislatif asal Dapil 1 Padang Pariaman itu.
Rosman, salah seorang anggota Pansus DPRD mengatakan, bahwa pengajuan moratorium memang langkah baik untuk pembenahan aktivitas tambang galian c. Pasalnya, dia melihat pertambangan itu lebih banyaknya berdampak negatif daripada positifnya.
"Setelah permasalahan dibahas dan diselesaikan, kami menyarankan nantinya aktivitas pertambangan galian c ini membuat jalan khusus. Jadi tidak merusak jalan umum dan tidak mengganggu lingkungan masyakat. Kemudian kita juga minta dana reklamasi dari penambang," ujar kader PAN itu.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Perumahan Kawasan Pemukiman dan Pertanahan Padang Pariaman, Yuniswan mengatakan, kawasan bekas tambang memang perlu direklamasi agar tidak memicu dampak buruk terhadap lingkungannnya.
"Selain kewajiban pengusaha yang dikeluarkan izin tambangnya, dana reklamasi juga ada dari Pemerintah Pusat. Sebab pengawasan tambang ini langsung oleh Pemerintah Pusat,” ujarnya.
Untuk itu, kata Yuniswan, pihaknya sekarang telah mengajukan permintaan dana reklamasi tersebut kepada Pemerintah Pusat sebesar Rp500 miliar. "Mudah-mudahan kita dapat dana reklamasi karena kebutuhan mendesak," ujarnya.
Yuniswan juga setuju apabila para penambang galian c membuat jalur kusus untuk kendaraannya nanti. Pasalnya dia melihat dampak dari penambangan tersebut memang sangat merusak lingkungan dan fasilitas umum. "Harapan kami, setiap pengusaha tambang, meskipun izin dari provinsi harus tetap mengurus rekomendasi dari kami," tandasnya. (501)
Kamis, 09 Maret 2017
Labergo FC VS Gempas Berakhir Dengan Adu Finalti
-Lomba Pancing di Dola Fishing Group
Buyung Las Keluar Sebagai Pemenang Pertama
Lubuk Alung--Keluarga besar kolam pancing Dola Fishing Group Pungguang Kasiak Lubuk Alung, Padang Pariaman, Minggu (12/6) merasa senang dan bangga, karena alek lomba memancing yang mereka lakukan diikuti oleh banyak peserta. Pecandu memancing, disamping ada yang datang dari daerah bekas gempa itu, juga banyak yang datang dari Bukiitinngi, Kota Padang dan daerah lainnya.
Januardi, Ketua panitia kegiatan kepada Singgalang menjelaskan, kali ini peserta penuh, bahkan ada yang ditolak, lantaran tempat sudah penuh. Kolam ini hanya berkapasitas 90 lebih peserta. Dan itu semua terpenuhi, bahkan ada sebagian peserta yang terpaksa disuruh pulang, lantaran tidak ada lagi tempatnya.
Menurut dia, pada lompa pancing kali ini, ikan yang paling besar yang didapatkan peserta seberat 2,9 kg. Itu didapatkan oleh Buyung Las dari Lubuk Alung. Dia mendapatkan hadiah dari panitia berupa uang Rp2 juta. Sebuah hadiah yang cukup membanggakanlah untuk pemenang pertama. Sementara, peraih hadiah kedua, Aloy dari Padang. Dia berhasil mendapatkan ikan yang paling besar dengan berat 2,3 kg.
Pemenang nomor tiga, diraih oleh Oyon, juga dari Lubuk Alung dengan ikan yang paling besar seberat 1,3 kg. Sedangkan juara empat didapatkan Masrizal. "Semua perlombaan itu dilakukan secara kebersamaan, memasukkan ikan ke kolam yang diketahui oleh semua peserta yang telah hadir. Dan itulah tradisi lomba memancing di kolam," kata Januardi yang didampingi dewan pembinanya, Ramli Karanggo, AKP. Amral dan sejumlah panitia lainnya.
Katanya lagi, seluruh peserta wajib membayar inset sebanyak Rp170 ribu setiap pancingnya. Peserta diberi makan siang dan snack. Hal itu merupakan kesepakan bersama disetiap kelompok kolam ikan yang ada selama ini. "Kepuasan peserta adalah kesenangan panitia. Itulah dinamikanya alek lomba memancing. Dan itu pula dunianya," katanya. (dam)
------------------------------------------------------------------
Labergo FC VS Gempas Berakhir Dengan Adu Finalti
Nan Sabaris--Pertandingan semi final antara Labergo FC Pungguang Kasiak Lubuk Alung dengan Gempas Pasir Sunur, Minggu (12/6) di Lubuk Ipuh, Kenagarian Kurai Taji, Kecamatan Nan Sabaris, Padang Pariaman berlangsung seru. Ratusan penonton tampak memadati lapangan bola Kemuning Indah sore itu.
Permainan yang ditonjolkan kedua keseblasan tersebut, membuat banyak penonton tapurangah, dan kadang-kadang juga sedikit emosi, melihat tingkah anak-anak main, yang saat itu wasitnya terlalu banyak mengeluarkan kartu kuning. Dan menjelang permainan berakhir, satu buah kartu merah sempat dikeluarkan wasit, buat salah seorang pemain Gempas, lantaran melakukan kesalahan yang sangat luar biasa.
Babak pertama, Gempas berhasil membobol gawang Labergo. Sementara, pada babak kedua Labergo juga berhasil menyamakan kedudukan 1-1. Skor tidak berubah, sampai pluit panjang dibunyikan wasit, pertanda berakhirnya permainan.
Nampaknya penonton setia lapangan Kemuning Indah itu sudah memprediksi, kalau pertandingan demikian akan berakhir dengan adu finalti. Dan itupun terbukti dengan baik. Pas pluit panjang, gawang sebelah selatan, tempat adu finalti biasa dilakukan dilapangan itu, diburu penonton.
Tragis. Memang itulah perjuangan pahit yang dialami anak-anak Labergo. Mereka harus menerima kekalahan tipis, dengan skor akhir 5-4 atas kemenangan yang diraih Gempas tersebut. (dam)
Buyung Las Keluar Sebagai Pemenang Pertama
Lubuk Alung--Keluarga besar kolam pancing Dola Fishing Group Pungguang Kasiak Lubuk Alung, Padang Pariaman, Minggu (12/6) merasa senang dan bangga, karena alek lomba memancing yang mereka lakukan diikuti oleh banyak peserta. Pecandu memancing, disamping ada yang datang dari daerah bekas gempa itu, juga banyak yang datang dari Bukiitinngi, Kota Padang dan daerah lainnya.
Januardi, Ketua panitia kegiatan kepada Singgalang menjelaskan, kali ini peserta penuh, bahkan ada yang ditolak, lantaran tempat sudah penuh. Kolam ini hanya berkapasitas 90 lebih peserta. Dan itu semua terpenuhi, bahkan ada sebagian peserta yang terpaksa disuruh pulang, lantaran tidak ada lagi tempatnya.
Menurut dia, pada lompa pancing kali ini, ikan yang paling besar yang didapatkan peserta seberat 2,9 kg. Itu didapatkan oleh Buyung Las dari Lubuk Alung. Dia mendapatkan hadiah dari panitia berupa uang Rp2 juta. Sebuah hadiah yang cukup membanggakanlah untuk pemenang pertama. Sementara, peraih hadiah kedua, Aloy dari Padang. Dia berhasil mendapatkan ikan yang paling besar dengan berat 2,3 kg.
Pemenang nomor tiga, diraih oleh Oyon, juga dari Lubuk Alung dengan ikan yang paling besar seberat 1,3 kg. Sedangkan juara empat didapatkan Masrizal. "Semua perlombaan itu dilakukan secara kebersamaan, memasukkan ikan ke kolam yang diketahui oleh semua peserta yang telah hadir. Dan itulah tradisi lomba memancing di kolam," kata Januardi yang didampingi dewan pembinanya, Ramli Karanggo, AKP. Amral dan sejumlah panitia lainnya.
Katanya lagi, seluruh peserta wajib membayar inset sebanyak Rp170 ribu setiap pancingnya. Peserta diberi makan siang dan snack. Hal itu merupakan kesepakan bersama disetiap kelompok kolam ikan yang ada selama ini. "Kepuasan peserta adalah kesenangan panitia. Itulah dinamikanya alek lomba memancing. Dan itu pula dunianya," katanya. (dam)
------------------------------------------------------------------
Labergo FC VS Gempas Berakhir Dengan Adu Finalti
Nan Sabaris--Pertandingan semi final antara Labergo FC Pungguang Kasiak Lubuk Alung dengan Gempas Pasir Sunur, Minggu (12/6) di Lubuk Ipuh, Kenagarian Kurai Taji, Kecamatan Nan Sabaris, Padang Pariaman berlangsung seru. Ratusan penonton tampak memadati lapangan bola Kemuning Indah sore itu.
Permainan yang ditonjolkan kedua keseblasan tersebut, membuat banyak penonton tapurangah, dan kadang-kadang juga sedikit emosi, melihat tingkah anak-anak main, yang saat itu wasitnya terlalu banyak mengeluarkan kartu kuning. Dan menjelang permainan berakhir, satu buah kartu merah sempat dikeluarkan wasit, buat salah seorang pemain Gempas, lantaran melakukan kesalahan yang sangat luar biasa.
Babak pertama, Gempas berhasil membobol gawang Labergo. Sementara, pada babak kedua Labergo juga berhasil menyamakan kedudukan 1-1. Skor tidak berubah, sampai pluit panjang dibunyikan wasit, pertanda berakhirnya permainan.
Nampaknya penonton setia lapangan Kemuning Indah itu sudah memprediksi, kalau pertandingan demikian akan berakhir dengan adu finalti. Dan itupun terbukti dengan baik. Pas pluit panjang, gawang sebelah selatan, tempat adu finalti biasa dilakukan dilapangan itu, diburu penonton.
Tragis. Memang itulah perjuangan pahit yang dialami anak-anak Labergo. Mereka harus menerima kekalahan tipis, dengan skor akhir 5-4 atas kemenangan yang diraih Gempas tersebut. (dam)
Tingkatkan Tertib Administrasi Kepegawaian BKPSDM Padang Pariaman Lakukan Sosialisasi Perbup
Tingkatkan Tertib Administrasi Kepegawaian
BKPSDM Padang Pariaman Lakukan Sosialisasi Perbup
Padang Pariaman--Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Padang Pariaman menyelenggarakan sosialisasi beberapa Peraturan Bupati (Perbup), guna meningkatkan pemahaman seluruh Aparatur Sifil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab setempat, terutama mengenai disiplin dan hal lainnya yang menyangkut dengan kepegawaian, Kamis (9/3) di kantor bupati daerah itu.
BKPSDM sebagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang menaungi masalah kepegawaian memiliki tanggungjawab penuh terhadap manajemen kepegawaian, dan sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia ASN. Kehadiran BKPSDM memiliki andil besar terhadap kemajuan pemerintah. Pasalnya, salah satu indikator keberhasilan dalam pencapaian visi misi dan program kerja diawali dari kepemilikan terhadap SDM yang berkualitas dan berdaya saing.
Sosialisasi Perbup tersebut adalah dalam rangka menjawab arus globalisasi yang sangat tinggi, serta pesatnya kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Kemajuan dalam mengelola tata pemerintahan diawali dengan disiplin dari seluruh ASN, sehingganya dapat memicu peningkatkan kinerja dan produktivitas dalam melaksanakan pekerjaan.
Kepala BKPSDM Padang Pariaman, H. Anwar mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengawasan terhadap ASN dalam mentaati hari dan jam kerja, meningkatkan disiplin, tertib administrasi kepegawaian, serta berupaya meningkatkan kinerja dan produktivitas pada masing-masing OPD.
"Kita ingin menjamin terpeliharanya tata tertib, terlaksanaya ketentuan jam kerja, terwujudnya susunan ASN yang ideal dan sesuai kebutuhan, serta kelancaran administrasi kepegawaian," kata Anwar.
Anwar menambahkan, kegiatan ini nantinya dapat membawa peningkatan perubahan terhadap ASN di lingkungan Pemkab, baik dari segi kedisiplinan, kinerja, dan ketertiban dalam administrasi kepegawaian seperti penataan mutasi, pindah tugas, penempatan, dan kenaikan pangkat penyesuaian ijazah.
Menurutnya, Perbup yang disosialisasikan adalah nomor 80 tahun 2016 tentang disiplin hari dan jam kerja, Perbub No. 79 tahun 2016 tentang pendelegasian sebagian kewenangan penandatanganan keputusan dan surat dinas dalam bidang kepegawaian, Perbub No. 78 tahun 2016 tentang penataan mutasi, pindah tugas dan penempatan pegawai, serta Perbub No. 37 tahun 2017 tentang kenaikan pangkat penyesuaian ijazah dan ujian kenaikan pangkat.
Katanya lagi, sosialisasi diikuti Kasubag Umum & Kepegawaian seluruh OPD, kecamatan, Pukesmas dan UPTD, yang seluruhnya berjumlah 74 orang. Adapun narasumber adalah Dewi Anggraini, Revid Hidayat, Egi Juniardi dan Deni Zaminaldi dari BKPSDM Kabupaten Padang Pariaman. (501)
BKPSDM Padang Pariaman Lakukan Sosialisasi Perbup
Padang Pariaman--Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Padang Pariaman menyelenggarakan sosialisasi beberapa Peraturan Bupati (Perbup), guna meningkatkan pemahaman seluruh Aparatur Sifil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab setempat, terutama mengenai disiplin dan hal lainnya yang menyangkut dengan kepegawaian, Kamis (9/3) di kantor bupati daerah itu.
BKPSDM sebagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang menaungi masalah kepegawaian memiliki tanggungjawab penuh terhadap manajemen kepegawaian, dan sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia ASN. Kehadiran BKPSDM memiliki andil besar terhadap kemajuan pemerintah. Pasalnya, salah satu indikator keberhasilan dalam pencapaian visi misi dan program kerja diawali dari kepemilikan terhadap SDM yang berkualitas dan berdaya saing.
Sosialisasi Perbup tersebut adalah dalam rangka menjawab arus globalisasi yang sangat tinggi, serta pesatnya kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Kemajuan dalam mengelola tata pemerintahan diawali dengan disiplin dari seluruh ASN, sehingganya dapat memicu peningkatkan kinerja dan produktivitas dalam melaksanakan pekerjaan.
Kepala BKPSDM Padang Pariaman, H. Anwar mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengawasan terhadap ASN dalam mentaati hari dan jam kerja, meningkatkan disiplin, tertib administrasi kepegawaian, serta berupaya meningkatkan kinerja dan produktivitas pada masing-masing OPD.
"Kita ingin menjamin terpeliharanya tata tertib, terlaksanaya ketentuan jam kerja, terwujudnya susunan ASN yang ideal dan sesuai kebutuhan, serta kelancaran administrasi kepegawaian," kata Anwar.
Anwar menambahkan, kegiatan ini nantinya dapat membawa peningkatan perubahan terhadap ASN di lingkungan Pemkab, baik dari segi kedisiplinan, kinerja, dan ketertiban dalam administrasi kepegawaian seperti penataan mutasi, pindah tugas, penempatan, dan kenaikan pangkat penyesuaian ijazah.
Menurutnya, Perbup yang disosialisasikan adalah nomor 80 tahun 2016 tentang disiplin hari dan jam kerja, Perbub No. 79 tahun 2016 tentang pendelegasian sebagian kewenangan penandatanganan keputusan dan surat dinas dalam bidang kepegawaian, Perbub No. 78 tahun 2016 tentang penataan mutasi, pindah tugas dan penempatan pegawai, serta Perbub No. 37 tahun 2017 tentang kenaikan pangkat penyesuaian ijazah dan ujian kenaikan pangkat.
Katanya lagi, sosialisasi diikuti Kasubag Umum & Kepegawaian seluruh OPD, kecamatan, Pukesmas dan UPTD, yang seluruhnya berjumlah 74 orang. Adapun narasumber adalah Dewi Anggraini, Revid Hidayat, Egi Juniardi dan Deni Zaminaldi dari BKPSDM Kabupaten Padang Pariaman. (501)
Rabu, 08 Maret 2017
Kembangkan Kreativitas Mahasiswa Lewat Seminar Nasional dan Perlombaan
Meningkatkan Kreativitas Pemuda Lewat Liga Anak Nagari
Sintuak--Sebanyak sembilan klub bola yang ada di Kenagarian Sintuak, Kecamatan Sintuak Toboh Gadang (Sintoga), Padang Pariaman mengikuti liga anak nagari cup ke-4, yang diadakan dilapangan sepakbola Bedeang, Sintuak. Kegiatan itu juga diikuti klub Sekolah Sepak Bola (SSB) Sintoga. Menurut rencana kegiatan mencari bibit bola kaki itu akan berlangsung selama sebulan kedepan yang dimulai Senin lalu, sekaligus memperebutkan piala bergilir Walinagari Sintuak.
Zeki Aliwardana, Sekretaris panitia kegiatan kepada Singgalang menyebutkan, liga anak nagari ini sengaja dilakukan setiap tahunnya, disamping menumbuh-kembangkan minat dan bakat berolahraga, khusus dibidang bola kaki, juga menjadi sarana meningkatkan silaturrahim diantara sesama masyarakat Sintuak secara keseluruhan.
Sebab, kata dia, seluruh klub bola yang ikut liga demikian, adalah klub yang ada di seluruh korong yang ada di nagari ini. "Lewat kegiatan ini, kita ingin mengembangkan kreativitas anak muda Sintuak, menumbuhkan nilai kebersamaan, yang dicerminkan dari pertandingan itu sendiri. Untuk itulah liga ini melibatkan seluruh komponen yang ada di Nagari Sintuak," ujarnya.
"Alhamdulillah, dengan ajang ini anak Nagari Sintuak sudah ada yang mengukir prestasi sepak bola ini. Ada yang ikut memperkuat tim Persepar, yang pergi bertanding keluar daerah, seperti Medan misalnya. Disamping itu, anak nagari ini juga sudah ada yang jadi wasit nasional. Kita ingin, kegiatan ini terus berlangsung setiap tahunnya, sehingga pemain andal Padang Pariaman dan Sumatra Barat bisa kita lahirkan dari Sintuak ini," kata dia.
Sementara, Walinagari Sintuak Anasril Nazar mendukung sepenuhnya kegiatan tersebut. "Dengan liga ini, kita tingkatkan kualitas permainan diantara peserta. Tidak hanya sekedar memperbanyak gol ke gawang lawan, tetapi mampu membangun sebuah permainnan yang bagus, tim yang solid, sehingga bisa bersaing diajang yang lebih tinggi lagi," sebutnya.
Ikut memeriahkan kegiatan itu setiap harinya, Muspika Kecamatan Sintoga, tokoh masyarakat dan para kaula muda. Disamping itu, Syafruddin, sang anggota dewan Padang Pariaman dari Sintuak, ikut memberikan dukungan dan suppor. (dam)
------------------------------------------------------------------
-HUT Perak YDB Lubuk Alung
Kembangkan Kreativitas Mahasiswa Lewat Seminar Nasional dan Perlombaan
Lubuk Alung--Memeriahkan HUT ke-25 Yayasan Dharma Bakti (YDB) Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Lubuk Alung, Padang Pariaman, pihak Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) setempat menggelar sejumlah kegiatan, yang pada intinya menumbuh-kembangkan kreativitas mahasiswa itu sendiri.
Ketua STKIP, Harismawati, Pembantu Ketua III, Susi Delmiati, Presiden BEM, Neka Putra, Ketua dan Sekretaris panitia kegiatan, Ahmad Fahmi dan Irwadi, Kamis (19/5) dalam jumpa pers dengan sejumlah wartawan menyebutkan, diantara kegiatan yang akan digelar adalah seminar nasional. Seminar dengan tema 'paradigma pendidikan di Indonesia' ini, merupakan pertama kali dilakukan dikampus tersebut.
"Momen itu sengaja dilakukan pada saat ulang tahun perak, mengingat eksistensi STKIP ditengah masyarakat Sumatra Barat. Untuk itulah, pada seminar yang akan digelar pada 4 Juni itu melibatkan seluruh dosen, guru SMP dan SMA yang ada di Sumbar, dan sebagian juga mengundang SMP dan SMA yang ada di pulau Sumatra ini," kata dia.
Presiden BEM, Neka Putra mengatakan, disamping seminar nasional, pihaknya juga menggelar parade bend, solosongan, paduan suara, lomba pidato bahasa Inggris antar mahasiswa, dan ditutup dengan donor darah. "Kegiatan donor darah ini terbuka untuk umum. Hingga saat ini, telah mendaftar sebanyak 27 mahasiswa yang akan ikut kegiatan bakti sosial demikian," ujarnya.
Menurut dia, pada kegiatan yang sekaligus mengakhiri masa jabatannya selaku Presiden BEM tersebut, sengaja menghadirkan para pembicara yang tidak diragukan lagi kepintarannya, khusus didunia pendidikan. Diantaranya, Mustafa Ismael, dari pusat, Prof. Mahdi Bahar, dan Suleman Juneid, plus pembicara dari STKIP itu sendiri.
Buk Nana, panggilan akrap Ketua STKIP dan Susi Delmiati berharap banyak, kegiatan itu sukses dan berjalan sesuai harapan bersama. Sebab, kesukses acara pada momen sejarah keberadaan YDB yang menaungi kampus ini, adalah kesuksesan dari BEM itu sendiri selaku penyelenggaran kegiatan. "Lewat momen ini pula kita berharap, STKIP semaku maju, dan semakin diminati oleh mahasiswa dari berbagai daerah di Sumbar dan Sumatra ini secara umum," harapnya. (dam)
Sintuak--Sebanyak sembilan klub bola yang ada di Kenagarian Sintuak, Kecamatan Sintuak Toboh Gadang (Sintoga), Padang Pariaman mengikuti liga anak nagari cup ke-4, yang diadakan dilapangan sepakbola Bedeang, Sintuak. Kegiatan itu juga diikuti klub Sekolah Sepak Bola (SSB) Sintoga. Menurut rencana kegiatan mencari bibit bola kaki itu akan berlangsung selama sebulan kedepan yang dimulai Senin lalu, sekaligus memperebutkan piala bergilir Walinagari Sintuak.
Zeki Aliwardana, Sekretaris panitia kegiatan kepada Singgalang menyebutkan, liga anak nagari ini sengaja dilakukan setiap tahunnya, disamping menumbuh-kembangkan minat dan bakat berolahraga, khusus dibidang bola kaki, juga menjadi sarana meningkatkan silaturrahim diantara sesama masyarakat Sintuak secara keseluruhan.
Sebab, kata dia, seluruh klub bola yang ikut liga demikian, adalah klub yang ada di seluruh korong yang ada di nagari ini. "Lewat kegiatan ini, kita ingin mengembangkan kreativitas anak muda Sintuak, menumbuhkan nilai kebersamaan, yang dicerminkan dari pertandingan itu sendiri. Untuk itulah liga ini melibatkan seluruh komponen yang ada di Nagari Sintuak," ujarnya.
"Alhamdulillah, dengan ajang ini anak Nagari Sintuak sudah ada yang mengukir prestasi sepak bola ini. Ada yang ikut memperkuat tim Persepar, yang pergi bertanding keluar daerah, seperti Medan misalnya. Disamping itu, anak nagari ini juga sudah ada yang jadi wasit nasional. Kita ingin, kegiatan ini terus berlangsung setiap tahunnya, sehingga pemain andal Padang Pariaman dan Sumatra Barat bisa kita lahirkan dari Sintuak ini," kata dia.
Sementara, Walinagari Sintuak Anasril Nazar mendukung sepenuhnya kegiatan tersebut. "Dengan liga ini, kita tingkatkan kualitas permainan diantara peserta. Tidak hanya sekedar memperbanyak gol ke gawang lawan, tetapi mampu membangun sebuah permainnan yang bagus, tim yang solid, sehingga bisa bersaing diajang yang lebih tinggi lagi," sebutnya.
Ikut memeriahkan kegiatan itu setiap harinya, Muspika Kecamatan Sintoga, tokoh masyarakat dan para kaula muda. Disamping itu, Syafruddin, sang anggota dewan Padang Pariaman dari Sintuak, ikut memberikan dukungan dan suppor. (dam)
------------------------------------------------------------------
-HUT Perak YDB Lubuk Alung
Kembangkan Kreativitas Mahasiswa Lewat Seminar Nasional dan Perlombaan
Lubuk Alung--Memeriahkan HUT ke-25 Yayasan Dharma Bakti (YDB) Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Lubuk Alung, Padang Pariaman, pihak Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) setempat menggelar sejumlah kegiatan, yang pada intinya menumbuh-kembangkan kreativitas mahasiswa itu sendiri.
Ketua STKIP, Harismawati, Pembantu Ketua III, Susi Delmiati, Presiden BEM, Neka Putra, Ketua dan Sekretaris panitia kegiatan, Ahmad Fahmi dan Irwadi, Kamis (19/5) dalam jumpa pers dengan sejumlah wartawan menyebutkan, diantara kegiatan yang akan digelar adalah seminar nasional. Seminar dengan tema 'paradigma pendidikan di Indonesia' ini, merupakan pertama kali dilakukan dikampus tersebut.
"Momen itu sengaja dilakukan pada saat ulang tahun perak, mengingat eksistensi STKIP ditengah masyarakat Sumatra Barat. Untuk itulah, pada seminar yang akan digelar pada 4 Juni itu melibatkan seluruh dosen, guru SMP dan SMA yang ada di Sumbar, dan sebagian juga mengundang SMP dan SMA yang ada di pulau Sumatra ini," kata dia.
Presiden BEM, Neka Putra mengatakan, disamping seminar nasional, pihaknya juga menggelar parade bend, solosongan, paduan suara, lomba pidato bahasa Inggris antar mahasiswa, dan ditutup dengan donor darah. "Kegiatan donor darah ini terbuka untuk umum. Hingga saat ini, telah mendaftar sebanyak 27 mahasiswa yang akan ikut kegiatan bakti sosial demikian," ujarnya.
Menurut dia, pada kegiatan yang sekaligus mengakhiri masa jabatannya selaku Presiden BEM tersebut, sengaja menghadirkan para pembicara yang tidak diragukan lagi kepintarannya, khusus didunia pendidikan. Diantaranya, Mustafa Ismael, dari pusat, Prof. Mahdi Bahar, dan Suleman Juneid, plus pembicara dari STKIP itu sendiri.
Buk Nana, panggilan akrap Ketua STKIP dan Susi Delmiati berharap banyak, kegiatan itu sukses dan berjalan sesuai harapan bersama. Sebab, kesukses acara pada momen sejarah keberadaan YDB yang menaungi kampus ini, adalah kesuksesan dari BEM itu sendiri selaku penyelenggaran kegiatan. "Lewat momen ini pula kita berharap, STKIP semaku maju, dan semakin diminati oleh mahasiswa dari berbagai daerah di Sumbar dan Sumatra ini secara umum," harapnya. (dam)
Langganan:
Postingan (Atom)




