Minggu, 05 Agustus 2018

Angin Kencang Tengah Malam Sebuah Rumah Ditimpa Pohon Kelapa di Padang Sago

Padang Sago--Musibah datangnya secara tiba-tiba. Tidak pakai pemberitahuan sebelumnya. Seperti halnya yang dialami Yeni. Tepat pada pukul 00.00 pergantian hari dari Minggu ke Senin, rumahnya di Korong Ambalau, Nagari Koto Dalam, Kecamatan Padang Sago ditimpa pohon kelapa yang tumbang akibat angin kencang yang melanda tengah malam itu.
Meskipun tidak ada korban jiwa, rumah staf Nagari Koto Dalam itu punah juga akibat kerasnya hempasan pohon kelapa. "Setelah diberitahu, tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Padang Pariaman cepat datangnya. Pagi-pagi sekali, raungan mesin memotong pohon kelapa berbunyi keras, sekalian membersihkan rumah itu," kata anggota DPRD Padang Pariaman Alfa Edison.
Anggota dewan dari Partai NasDem ini memang terkenal peduli dengan sosial kemasyarakatan. Asal dia diberitahu, apapun persoalan yang sedang terjadi di daerah pemilihan, dia tetap hadir. "Pagi-pagi sekali walikorong Ambalau menelepon, dan saya langsung saja ke lokasi sekalian sarapan pagi," ujar Alfa Edison yang juga mantan Walinagari Koto Dalam tersebut.
"Apresiasi sekali terhadap tim BPBD yang dengan cepat melakukan gerakannya. Tidak ada korban jiwa. Kerugian ditaksir sekitar Rp10 juta," ungkapnya.
Menurut Alfa Edison, Padang Pariaman, khususnya Padang Sago memang terkenal rawan bencana angin kencang, longsor. Apalagi kampung ini banyak ditumbuhi pohon kelapa yang merupakan tanaman tua, sekaligus tempat masyarakat menggantungkan kehidupannya. "Akhir-akhir ini kita dihadapkan dengan situasi hari yang tak menentu. Kadang dalam kemarau yang cukup hangat datang hujan yang disertai angin kencang," sebutnya.
"Kita beharap, Yeni bersama keluarganya bisa sabar dan tabah menerima cobaan ini. Jadikan musibah ini sebagai pelajaran yang berharga dalam melangsungkan hidup dan kehidupan," harap Alfa Edison.
Alfa Edison menceritakan, korban masih beruntung karena pas kejadian belum ada anggota keluarga yang tertidur pulas. Mereka masih melihat siaran televisi yang saat ini ramai dengan musibah gempa bumi di Nusa Tenggaran Barat (NTB). "Semoga ini ada hikmahnya. Terima kasih BPBD yang telah cepat menanggapi masalah ini, dan masyarakat pun merasa diperhatikan," ujar dia. (501)

Ambuang Kapua Kembangkan Wisata Panorama Lamin

VII Koto--Panorama Jambak. Ini nama objek wisata di Korong Jambak Lamin, Nagari Ambuang Kapua, Kecamatan VII Koto Sungai Sariak, Padang Pariaman. Pemerintahan nagari setempat mempopulerkan lokasi itu sebagai tempat untuk dikunjungi, yang tentunya berbuah pemasukan untuk nagari dalam jangka panjangnya.
Walinagari Ambuang Kapua, Kardimon kepada Singgalang menyebutkan, lokasi Panorama Lamin itu amat menarik untuk dinikmati. Berada di ketinggian, membebaskan mata memandang ke bagian bawah dan ke sekelilingnya. Terlihat betapa karunia yang diberikan Tuhan terhadap nagari ini.
Bersama Camat VII Koto Sungai Sariak, Masremfi Nur, tokoh masyarakat, Jon Kenedi Martin, Kardimon mengajak mahasiswa Unand Padang yang tyengah melakukan KKN di nagari itu untuk melihat dan menikmati indahnya panorama tersebut.
"Hanya jalan yang belum beraspal ke lokasi panorama. Jalan ini hanya hasil manuggal TNI tahun 1972 silam," kata Kardinom. Menurutnya, jalan Jambak Lami menghubungkan ke Korong Mandiangin Kandang Gadang dan terus ke Koto Dalam serta Koto Baru, Kecamatan Padang Sago. Ada sekitar empat kilometer jalan tanah yang butuh aspal tersebut.
Katanya lagi, jalan yang dibuka pada saat manunggal puluhan tahun yang silam ini cukup lebar. Mencapai delapan meter. "Jalan yang lancar, beraspal jelas akan sangat mendukung keberadaan panorama ini untuk ajang pariwisata. Di samping panorama ini, kita juga mengembangkan wisata ziarah, dengan memperbaiki makam Sekh Tampaik Lagundi di Korong Bengke," ujarnya.
Kardinom menyebutkan, jalan yang sepanjang dan selebar itu sangat tidak memungkinkan untuk diaspal dengan anggaran yang ada di nagari. Pihaknya berharap, Pemkab Padang Pariaman bisa memberikan yang terbaik. "Kita telah ajukan pengaspalan jalan Jambak Lamin - Mandiangin Kandang Gadang itu ke Pemkab. Semoga ada realisasinya, sehingga menambah kemajuan panorama tersebut," harapnya.
Katanya lagi, pengembangan Panorama Lamin telah dapat persetujuan dari berbagai pihak yang ada di Ambuang Kapua. "Dukungan dari masyarakat telah diputuskan lewat rembuk korong dan nagari. Bahkan, saat turun ke lapangan, kita juga mengajak kelompok sadar wisata Padang Pariaman," sebutnya.
Dan lagi, katanya, mahasiswa yang tengah KKN di Ambuang Kapua juga memfokuskan kegiatannya pada pengembangan panorama itu. "Insya Allah sudah bisa dinkmati, meskipun jalan ke sana masih jalan tanah. Mobil bisa sampai, apalagi motor bisa lancar ke panorama yang membuat rasa takjub melihat keindahannya," ujar dia. (501)

Sungai Limau Banjir Jalan Lintas Sungai Geringging Putus Akibat Longsor

Sungai Limau--Hujan lebat sejak Minggu pagi membuat Pasar Sungai Limau, Kabupaten Padang Pariaman banjir. Air luapan sungai menggenangi pasar sampai menyebabkan macet, dan menggangu aktivitas karena Minggu kemarin itu sedang hari pasarnya di Sungai Limau. Tak Pasar Sungai Limau, tepatnya di Korong Lampanjang, terjapi pula longsor, yang membuat terputusnya jalan Sungai Limau - Sungai Geringging.
Tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut. Hanya jalan terputus. Jalan tembus Padang Pariaman - Lubuk Basung, Kabupaten Agam itu lam tak bisa dilalui akibat tumpukan material longsor yang terjadi Minggu pagi. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dibawah komando Budi Mulya langsur terjun ke lokasi bersama Sekdakab Jonpriadi.
Dibantu sejumlah personil Satpol PP, walinagari, walikorong, Camat Sungai Limau, BPBD dan masyarakat tampak melakukan pembersihan tumpukan longsor yang menghambat jalan. "Padang Pariaman termasuk daerah yang rawan longsor. Semoga musibah ini menjadi pelajaran bagi kita semua dalam menjalani kehidupan," kata Sekda Jonpriadi.
Bersama Kepala BPBD Budi Mulya, Jonpriadi mengharapkan kerja mempersihkan tumpukan longsor ini bisa cepat selesainya, sehingga kembali menirmalkan laju transportasi Sungai Limau - Sungai Geringging.
Hafiz Piliang, salah seorang pemuda Pasar Sungai Limau menyebutkan, bajir menerjang pasar sejak pagi. Menjelang para pedagang menggelar dagangan, air telah menggenai pasar. Hingga siang, air belum surut. Jalan Padang - Pasaman tergenang air banjir. "Memang, setiap hujan lebat Pasar Sungai Limau selalu dapat banjir," kata dia.
"Meskipun tak ada korban jiwa, kata Hafiz, banjir jelas mengganggu aktivitas pasar. Solusi yang terbaik sebagai antisipasi banjir adalah normalisasi sungai yang ada dekat pasar ini," kata dia.
Dia menyebutkan, aktivitas hujan di Sungai Limau cukup tinggi. Selama dua hari sejak Sabtu hingga Minggu membuat luapan sungai susah untuk dikendalikan. Semua rumah dan kedai warga di komplek pasar ini dimasuki air yang merupakan limpahan dari air sungai serta hujan lebat. (501)

Liga Futsal Antar Nagari Lubuk Alung Kalahkan Balah Hilia dan Pungguang Kasiak

Lubuk Alung--Tim futsal perangkat Nagari Lubuk Alung berhasil mengkandaskan impian tim perangkat Nagari Pungguang Kasik. Berakhir dengan skor 6-2 pada laga perdana iven futsal antar nagari se Kecamatan Lubuk Alung, yang diadakan Nagari Balah Hilia, Sabtu (4/8) di Lubuk Alung, tim nagari induk ini merasa senang atas kemenangan demikian.
Syafrizal alias Bujang yang sehari-hari sebagai Walikorong Surantiah memperkuat tim Lubuk Alung keluar sebagai hetrick. "Permainan cukup seru. Kita tetap melaju ke babak selanjutnya," kata Taufik, Manajer tim Lubuk Alung.
Pada hari yang sama, tim futsal U-19, Lubuk Alung juga mampu menahan laju permainan tim tuan rumah, Nagari Balah Hilia, dengan skor 2-1. "Alhadulillah, dua tim kita mampu meraih yang terbaik. Semoga kita bisa merebut piala Walinagari Balah Hilia ini," kata Taufik yang juga staf walinagari Lubuk Alung.
Bersama Manajer U-19, Kunten yang juga Walikorong Kampuang Durian, Dino Walikorong Kayu Gadang, Taufik mengajak timnya untuk bermain secara sehat, mengutamakan sportivitas.
Walinagari Lubuk Alung, Hilman H bersama Kaur Kesra, Sutan Yardi menyambut baik prestasi tersebut. "Ini tentunya peluang yang bagus untuk terus melaju pada permainan berikutnya. Memang, kita mempersiapkan tim futsal ini untuk menang dan keluar sebagai yang terbaik pada akhir pertandingan," ujarnya.
Namun demikian, katanya, pertandingan futsal antar nagari ini tentu yang paling utama itu adalah untuk membangun silaturrahim antar anggota masyarakat. Kemudian meningkatkan semangat olahraga futsal di kalangan remaja dan pemuda. Di samping kesehatan terjaga, silaturrahim terbangun, prestasi pun di dapatkan. (501)

Kepala KUA Harus Jadi Acuan dan Motivator Berhasil Membawa Padang Pariaman ke Nasional Pemkab Janjikan Kasmir Reward

Enam Lingkung--Berhasil melahirkan inovasi yang berujung pada prestasi, Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Enam Lingkung, Kabupaten Padang Pariaman harus bisa jadi acuan dan motivator bagi KUA lainnya di daerah itu. Mewakili Sumatera Barat di kancah nasional, Kepala KUA Kasmir adalah aset yang amat berharga.
Wakil Ketua DPRD Padang Pariaman, Januar Bakri merasa bangga dan senang mendengar kabar bahwa Kepala KUA di daerahnya mewakili Sumbar di nasional. "Semoga perjuangan berhadapan dengan Kepala KUA lainnya di Indonesia mampu menarik perhatian, sehingga prestasi nasional bisa diangkutnya di kampung," kata dia, Minggu (5/8) kemarin.
Menurut Januar Bakri, Wakil Ketua DPRD Padang Pariaman dari Partai Demokrat ini, prestasi kali ini yang cukup melampauan prestasi-prestasi sebelumnya, merupakan buah dari kerja keras dan kerja ikhlas, serta dukungan semua pihak. "Kita doakan, semoga Kasmir bisa menjadi yang terbaik di nasional," harapnya.
Wabup Suhatri Bur Datuak Putiah menjelaskan, prestasi yang sampai ke tingkat nasional ini memang sudah lama tak didapatkan Padang Pariaman. Lebih dari 19 tahun lama, jajaran Kemenag tak membawa prestasi apa-apa di nasional. "Kasmir penuh dengan inovasi, dekat dengan masyarakat. Tak heran, dukungan banyak berdatangan dari masyarakat Enam Lingkung dan Padang Pariaman," ungkap Suhatri Bur yang juga tokoh masyarakat Pakandangan, Kecamatan Enam Lingkung tersebut.
Menurutnya, program bersama seperti Layangpadu dan Panter amat sangat membantu masyarakat Enam Lingkung dalam soal nikah kawin. "Bayangkan. Selama ini masyarakat amat susahnya mendapatkan dokumen penting ketika sudah menikah. Dengan program itu, ada sembilan dokumen penting yang diserahkan di tempat," ujar Suhatri Bur.
"Kita berharap, Sumbar pacah telor, dan itu langsung pula ke Padang Pariaman dari tingkat nasional," harapnya. Wabup Suhatri Bur berharap banyak seluruh kecamatan di Padang Pariaman menerapkan program Panter demikian. Sebab, memudahkan bagi masyarakat.
Suhatri Bur menjelaskan, Pemkab Padang Pariaman memberikan dukungan penuh atas prestasi Kepala KUA Enam Lingkung itu. "Kita akan bicarakan ke Bupati Ali Mukhni, apa kira-kira reward yang akan diberikan pada Kasmir, karena telah membawa nama daerah ini sampai ke tingkat nasional.
Yang jelas, kata Suhatri Bur, dari Kanwil Kemenag Sumbar sudah reward berupa umroh buat Kasmir yang berhasil jadi teladan satu di Sumatera Barat, menyisihkan enam Kepala KUA lainnya yang ikut lomba tahun ini. (501)

Sabtu, 04 Agustus 2018

Investor Korsel Butuh Lahan 80 Hektare untuk Pembangunan PLTS

Padang Pariaman--Bupati Padang Pariaman Ali Mukhni menyambut kedatangan investor dari Korea Selatan yang ingin berinvestasi di bidang energi ketenagalistrikan. Rombongan terdiri dari CEO & Presiden CK E&Solution, Daehyun Jin, Direktur PT Palu GMA Refinery Consortium Woogyou Park beserta rombongan. Pertemuan dilanjutkan dengan penandatanganan MoU antara pemerintah daerah dengan investor.
Ali Mukhni mengatakan, investor luar negeri tersebut ingin berinvestasi di bidang ketenagalistrikan karena potensi peluang investasi pembangkit listrik di Kabupaten Padang Pariaman cukup menjanjikan. "Kebutuhan pasokan listrik di Sumbar sangat tinggi khususnya Padang Pariaman. Kita sambut baik rencana investor untuk pembangunan PLTS," kata Ali Mukhni di Parit Malintang, Kamis lalu.
Diliriknya Kabupaten Padang Pariaman oleh investor, kata Ali Mukhni, cukup beralasan. Daerahnya sebagai pusat pembangunan infrastruktur, Bandara Internasional Minangkabau (BIM) yang dekat, dan adanya kawasan industri. "Tentunya Padang Pariaman dikenal daerah yang ramah investasi. Buktinya, kita langsung adakan MoU usai pertemuan. Artinya, kita cepat merespon peluang untuk kebutuhan masyarakat," ujar dia bersama Kadis Kominfo Zahirman.
PLTS, lanjutnya, sangat mungkin direalisasikan karena sejalan dengan program smart city yang tengah dirancang oleh Dinas Kominfo. Artinya, suatu daerah yang berbiaya rendah dengan memanfaatkan teknologi informasi dan memiliki pembangkit listrik yang murah. "Kondisi sekarang hampir 95 persen masyarakat sudah teraliri listrik. Ke depan, kita tentu sediakan pasokan listrik untuk mega proyek Tarok City, Asrama Haji dan jalan tol Kasang-Sicincin," ungkapnya.
Sementara CEO & Presiden CK E&Solution, Daehyun Jin mengapresiasi Bupati Ali Mukhni yang telah menjadikan Padang pariaman sebagai daerah ramah investasi. Ia mengaku kagum dengan posisi strategis Padang Pariaman yang memiliki garis pantai dan juga pegunungan. "Terima kasih Bapak Bupati sudah menyambut kami. Padang Pariaman negeri yang indah," ujarnya.
Saat ini, kata Mr. Daehyun, perusahaan konsorsiumnya telah berinvestasi di PLTS di Kota Palu, Sulawesi Tengah. Pembangunan PLTS berkapasitas 50 megawatt untuk mendukungan kawasan ekonomi khusus di Palu. Ia berharap PLTS juga dapat dibangun di Padang Pariaman. PLTS ini nantinya dapat digunakan untuk perumahan, komersil, perkantoran dan industri. Adanya PLTS akan mengurangi ketergantungan dengan batu bara maupun tenaga uap. "PLTS itu ramah lingkungan, tidak ada polusi udara dan suara serta mendukung program smart city," kata dia.
Kadis Penanaman Modal Pelayanan Terpadu dan Perindustrian, Hendra Aswara mengatakan bahwa investor dari Korsel membutuhkan lahan sedikitnya 80 hektare untuk pembangunan PLTS. "Kita siapkan di dua tempat, pertama di Sintoga dan kedua di kawasan Kayutanam. Nanti dicek lokasi dan menyusun studi kelayakannya," ujar Hendra.
Terikat perizinan, Hendra mengatakan saat ini telah diterapkan Online Single Submission (OSS) atau Pelayanan secara elektronik terintegrasi. Artinya, investor bisa langsung bekerja setelah mendaftar secara online melalui website www.oss.go.id. "Setelah mendaftar di OSS, paling lama 60 menit. Investor mendapat izin usaha kemudian memenuhi komitmen yang ditetapkan. Seperti izin lokasi, IMB dan Izin Lingkungan," kata Kadis yang pernah menjabat Kabag Humas itu. (501)

KKN Unitas dan FKS Padang Pariaman Gelar Penyuluhan Reproduksi Sehat

Sintuak--Penyebaran penyakit kelamin dan penderita HIV/AIDS yang semakin banyak di tengah masayarakat harus diantisipasi dengan pengetahuan reproduksi sehat yang benar. Akibat pengetahuan dan informasi yang tidak tepat, penderita banyak yang kaget ketika mengetahui dirinya sudah terkena penyakit tersebut.
Demikian terungkap dalam penyuluhan reproduksi sehat, Sabtu (4/8), di Masjid Nurul Mubin, Korong Tanjung Pisang, Nagari Sintuak, Kecamatan Sintuak Toboh Gadang, Kabupaten Padang Pariaman yang diselenggarakan kelompok 10 mahasiswa KKN Universitas Tamansiswa Padang bekerjasama dengan Forum Kabupaten Sehat Padang Pariaman. Tampil sebagai narasumber Sekretaris Forum Kabupaten Sehat Padang Pariaman Armaidi Tanjung, Pengelola KIA Puskesmas Sintuak, Nur Octavia Syamsul dan Bhabinkamtibmas Sintuak Aipda Roy Martin.
Menurut Armaidi Tanjung, jika tempo dulu orang dari kampungnya merantau ke luar daerah tatkala berhasil di perantauan akan  mengirimkan wesel berupa uang. Kalaupun pulang dari rantau dirinya akan berbagi rezeki dengan orang kampungnya. “Namun saat ini, orang yang merantau tidak hanya mengirimkan uang ke kampungnya. Tapi sekarang penyakit pun sudah dikirimkannya ke kampung yang didapatkan ketika di perantauan,” kata Armaidi Tanjung.
Dikatakan Armaidi Tanjung, dari tiga kasus HIV/AIDS yang ditemukan di Puskesmas Sintuak ternyata dua orang diperolehnya di perantauan. Satu kasus akibat hubungan seksual laki-laki suka laki-laki (LSL). Ini membuktikan bahwa merantau tidak hanya mendapatkan uang, tapi juga penyakit yang membahayakan. “Di perantauan mereka bebas melakukan hubungan seksual dengan lawan jenisnya tanpa diketahui apakah terkena HIV/AIDS atau tidak. Sehingga kemungkinan terinfeksi HIV/AIDS tidak dapat dihindari,” kata Armaidi penulis buku Free Seks No, Nikah Yes ini.
Cara yang aman dan terbebas dari HIV/AIDS tersebut adalah menjauhi perilaku seks bebas. Ini sesuai dengan peringatan Allah Swt. “Dan janganlah kamu mendekati zina; (zina) itu sungguh suatu perbuatan keji, dan suatu jalan yang buruk.” (Q.S. Al-Isra’ : 32). Jangankan melakukannya, mendekati saja kita sudah dilarang. “Setidaknya ada 12 akibat dari perilaku seks bebas ini. Sehingga sangat wajar adanya larangan mendekati zina tersebut,” kata Armaidi Tanjung menambahkan.
Nur Octavia Syamsul menyebutkan, penyebaran HIV/AIDS selain melalui hubungan seks berganti pasangan, juga melalui air susu ibu (ASI). Dengan ditemukan kasus HIV/AIDS di Puskesmas Sintuak, sejak April sudah dilakukan wajib pemeriksaan kesehatan bagi calon pengantin (catin) di wilayah kerja Puskesmas. Hingga Juli sudah ada 30 orang catin yang melakukan pemeriksaan. Dengan pemeriksaan ini dapat diketahui catin yang terkena HIV/AIDS atau penyakit lainnya.
“Memang banyak yang protes, merepotkan. Sebelumnya catin dari Walinagari langsung ke KUA bisa dinikahkan. Kini dari Walinagari harus terlebih dahulu ke Puskesmas untuk menjalani pemeriksaan kesehatan. Setelah ada hasil pemeriksaan kesehatan, dilanjutkan ke KUA. Saat pemeriksaan, catin baik perempuan maupun laki-laki, yang pernah melakukan hubungan seks intim menolak keras diperiksa. Namun setelah dijelaskan manfaat, akibat dan konsekwensinya, mereka paham,” kata Nur Octavia. 
Penyuluhan dihadiri dosen pembimbing lapangan (DPL) Nurlina, Walikorong Tanjung Pisang Raziom, mahasiswa KKN Kelompok 10 Unitas, dan masyarakat setempat. (501)