Padang Pariaman Layak Disebut Kabupaten Pendidikan
Pariaman--Bupati Ali Mukhni mengajukan permohonan pembangunan Politeknik Perikanan kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI, saat menghadiri Wisuda Sekolah Usaha Perikanan Menengah (SUPM) Negeri Pariaman tahun ajaran 2015/2016 di Aula SUPM, Pariaman, Jumat lalu. Adapun lahan yang disediakan seluas 10 hektare, tidak jauh dari SUPM tersebut.
Ia beralasan, Presiden Jokowi sangat fokus dalam bidang kemaritiman, baik infrastruktur maupun sumber daya manusia. Adapun dunia pelayaran membutuhkan sedikitnya 80 ribu orang awak kapal pertahunnya. Namun kebutuhan tersebut baru bisa dipenuhi hanya 40 persennya saja oleh Indonesia.
"Ini peluang yang besar sekali untuk memenuhi kebutuhan SDM dunia pelayaran. Kita mohon kepada Ibu Menteri KKP untuk mengabulkan permintaan masyarakat dengan mendirikan politeknik bidang kelautan dan perikanan," kata Bupati Ali Mukhni yang didampingi Kabag Humas Hendra Aswara.
Selanjutnya, Ali Mukhni memotivasi lulusan SUPM untuk berani merubah mindset dalam mencari pekerjaan. Jangan hanya terpaku untuk menjadi PNS saja, namun harus mampu menciptakan lapangan pekerjaan itu sendiri. "Implementasi ilmu selama pendidikan, cari peluang usaha dan tidak bercita-cita untuk jadi PNS saja. Dan kepada orangtua, jangan ragu-ragu menyekolahkan anaknya di SUPM. Belum tamat saja, lapangan pekerjaan sudah menunggu," ujarnya.
Direktur Pengembangan Investasi Kementerian Kelautan dan Perikanan RI Anang Nugroho mengaku bangga terhadap lulusan SUPM yang sudah dikenal di tingkat nasional. Hal itu terlihat dari lulusan yang berasal dari Jawa, Sulawesi. "SUPM ini layak dikembangkan menjadi Politeknik. Usulan Pak Bupati, akan jadi kajian bersama tim teknis KKP," kata Anang.
Gubernur Sumbar yang diwakil Staf Ahli Jefrinal Arifin memuji Kabupaten Padang Pariaman yang fokus terhadap infrastruktur pendidikan. Begitu banyak pembangunan infrastruktur bidang pendidikan, selayaknya daerah ini disebut sebagai kabupaten pendidikan di Sumbar. Seperti BP2IP, MAN Insan Cendikia, rencana pembangunan Politeknik Unand dan ISI Padang Pariaman dan Akademi Komunitas.
"Seperti kata Bapak Gubernur, Pak Ali Mukhni ini si kecil yang lincah. Jago lobi dan pintar mencari dana ke pusat. Dulu pembangunan masih kurang, namun sekarang Padang Pariaman sudah maju," kata pejabat asal Kurai Taji Pariaman itu.
Pada kesempatan tersebut juga dihadiri Kepala Pusat Penyuluhan dan Pemberdayaan Masyarakat KKP Endang Suhaedy yang memberikan reward kepada lulusan terbaik SUPM, diterima tanpa tes di Sekolah Tinggi Ilmu Perikanan dan Politeknik di Sidoarjo, Bitung atau Sorong.
"Reward ini sebagai bentuk kepedulian KKP terhadap peningkatan SDM bidang perikanan," kata Endang. Ia menjelaskaan, bangsa Indonesia saat ini harus mengembalikan jati dirinya sebagai bangsa yang kuat, mampu mengelola laut yang luas dan mampu bersaing dengan negara lain.
Menurutnya, ada tiga pilar menjadikan Indonesia yang kuat di bidang maritim, yaitu kedaulatan, keberlanjutan dan kesejahteraan. Artinya, pengelolaan sumber daya kelautan tidak boleh ada intervensi negara lain dan juga menyiapkan SDM pelaut handal serta meningkatkan kesejahteraan anak bangsa.
"Bapak Presiden Jokowi mengatakan, laut masa depan bangsa. Jalasveva jayamahe, di laut kita jaya. Insya Allah, dapat terwujud mulai dari pengembangan SUPM Pariaman ini," kata Endang. (501)
Senin, 06 Juni 2016
Masjid Raya Mujahidin Lubuk Alung Teladan Padang Pariaman
Masjid Raya Mujahidin Lubuk Alung Teladan Padang Pariaman
Lubuk Alung--Pemenang lomba masjid besar teladan tingkat Kabupaten Padang Pariaman diumumkan di Masjid Nur Ilahi, Lubuk Alung. Saat bersamaan juga di-launching Pondok Quran Kecamatan Lubuk Alung, Jumat lalu.
Hadir pada acara ini Bupati Padang Pariaman, Camat, KUA, Muspika Kecamatan Lubuk alung, Walinagari, Majelis Talim, IGM serta masyarakat. Penilaian dilaksanakan mulai 4 hingga 11 April 2016, dalam bentuk penilaian lapangan kepada masjid besar utusan KUA se-Kabupaten Padang Pariaman
Kepala Kemenag Padang Pariaman Masrican Tuanku Marajo Basa menyampaikan, tujuan dilaksanakan penilaian masjid besar ini, adalah untuk mempersiapkan masjid besar teladan
tingkat Padang Pariaman sekaligus mewakili ke penilaian masjid besar tingkat Sumatera Barat tahun ini.
Selanjutnya, kata dia, memberikan apresiasi, pembinaan, evaluasi dan penilaian kinerja kepada pengurus masjid, agar lebih terarah dalam melakukan aktivitasnya. Kemudian, meningkatkan fungsi masjid, sehingga dapat memberikan kontribusi bagi kemajuan masyarakat Islam.
Hadiah diserahkan Kepala Kemenag Masrican, diwakili Syafrizal, Plt Kasubag TU kepada Masjid Raya Mujahidin Lubuk Alung, yang terpilih sebagai masjid besar teladang tingkat Kabupaten Padang Pariaman. Hadiah diterima H. Azminur, selaku Ketua Pengurus Masjid Raya Mujahidin. Hadiah berupa paket, yang dapat dimanfaatkan dalam rangka melengkapi sarana masjid. (501)
Lubuk Alung--Pemenang lomba masjid besar teladan tingkat Kabupaten Padang Pariaman diumumkan di Masjid Nur Ilahi, Lubuk Alung. Saat bersamaan juga di-launching Pondok Quran Kecamatan Lubuk Alung, Jumat lalu.
Hadir pada acara ini Bupati Padang Pariaman, Camat, KUA, Muspika Kecamatan Lubuk alung, Walinagari, Majelis Talim, IGM serta masyarakat. Penilaian dilaksanakan mulai 4 hingga 11 April 2016, dalam bentuk penilaian lapangan kepada masjid besar utusan KUA se-Kabupaten Padang Pariaman
Kepala Kemenag Padang Pariaman Masrican Tuanku Marajo Basa menyampaikan, tujuan dilaksanakan penilaian masjid besar ini, adalah untuk mempersiapkan masjid besar teladan
tingkat Padang Pariaman sekaligus mewakili ke penilaian masjid besar tingkat Sumatera Barat tahun ini.
Selanjutnya, kata dia, memberikan apresiasi, pembinaan, evaluasi dan penilaian kinerja kepada pengurus masjid, agar lebih terarah dalam melakukan aktivitasnya. Kemudian, meningkatkan fungsi masjid, sehingga dapat memberikan kontribusi bagi kemajuan masyarakat Islam.
Hadiah diserahkan Kepala Kemenag Masrican, diwakili Syafrizal, Plt Kasubag TU kepada Masjid Raya Mujahidin Lubuk Alung, yang terpilih sebagai masjid besar teladang tingkat Kabupaten Padang Pariaman. Hadiah diterima H. Azminur, selaku Ketua Pengurus Masjid Raya Mujahidin. Hadiah berupa paket, yang dapat dimanfaatkan dalam rangka melengkapi sarana masjid. (501)
Ponpes Nurul Yaqin Jadi Rujukan Pesantren di Sumatera Barat
Ponpes Nurul Yaqin Jadi Rujukan Pesantren di Sumatera Barat
Pakandangan--Pondok Pesantren (Ponpes) Nurul Yaqin Ringan-Ringan, Nagari Pakandangan, Kecamatan Enam Lingkung, Kabupaten Padang Pariaman tetap konsisten dan komit dengan sistem pembelajaran yang menggunakan kitab-kitab para ulama terdahulu. Salah satunya kitab Tafsir Jalalein yang menjadi acuan pembelajaran. Dengan komitmen tersebut, Ponpes ini akan tetap menjadi penyangga Islam yang berpahamkan Ahlussunnah Waljamaah.
Ketua Yayasan Pondok Pesantren Nurul Yaqin Idarussalam mengungkapkan hal itu pada Lustrum ke-XI dan pengukuhan gelar tuanku/ustazah, penyerahan ijazah Ma’had Ali, Aliyah, Tsanawiyah dan TPQ, Kamis lalu di halaman Rusunawa. Lustrum dihadiri Gubernur Sumbar diwakili Kabiro Binsos Jumaidi, Kakanwil Kementerian Agama Sumbar diwakil Kasi Pontren Yosef Chairul, Wakil Bupati Padang Pariaman Suhatri Bur, Pimpinan Ponpes Nurul Yaqin Syekh H. Ali Imran Hasan, Kepala Kemenag Kabupaten Padang Pariaman Masrican, alumni, pengurus, majelis guru, dan orangtua santri yang diwisuda.
Menurut Idarussaliam, sejak berdiri 1960, sistem pembelajaran dan kitab-kitab yang diajarkan tidak pernah berubah. Hanya peningkatan sarana prasarana dan fasilitas belajar yang terus ditingkatkan agar santri semakin berkembang sesuai dengan tuntutan zaman.
"Kemasan pembelajaran yang dilakukan Nurul Yaqin tentu harus sesuai dengan apa yang digandrungi masyarakat. Di era teknologi informasi ini, Nurul Yaqin perlu pula memanfaatkan teknologi informasi untuk menunjang pembelajarannya. Dengan konsisten pembelajaran tersebut, hingga kini Nurul Yaqin terus menjadi incaran orangtua untuk menyerahkan anaknya mondok," kata Idarussalam.
Beberapa tahun belakangan ini, jumlah peminat yang ingin mondok di Nurul Yaqin terus membludak sehingga banyak yang ditolak. 2015 lalu ada sekitar 150 orang calon santri yang tidak bisa tertampung. Sebagian mereka disebarkan ke cabang-cabang Nurul Yaqin yang ada di Kabupaten Padang Pariaman.
Tahun 2016 ini, gelombang pertama saja sudah mendaftar sebanyak 300 orang. Padahal yang akan diterima hanya 180 orang. Direncanakan akan dibuka lagi pendaftaran gelombang kedua. Dengan kondisi ruang belajar dan asrama yang ada sekarang, Nurul Yaqin tidak bisa menerima santri baru, kata Idarussalam yang juga Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Padang Pariaman ini.
Untuk itu, kata Idarussalam, melalui seorang donatur, pihaknya mengkebut pembangunan delapan lokal yang digunakan untuk menampung calon santri tersebut. Kini pondasi dan tiangnya sudah selesai. Diharapkan saat belajar santri baru dimulai, ruangan tersebut sudah bisa dimanfaatkan santri baru.
"Kita juga berharap donator lain yang bisa membantu pembangunan ruangan belajar dan asrama santri. Sehingga dapat menampung santri yang lebih banyak. Saat ini jumlah santri sudah mencapai 800 orang," kata Idarussalam.
Yosef Chairul menyebutkan, fungsi dan sistem pembelajaran pesantren ini memang harus tetap dipertahankan. Sebagaimana permintaan Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin, bahwa pesantren tetap konsisten menjaga sistem pembelajaran yang sudah diajarkan sejak awal.
Yosef Chairul mengakui, Pesantren Nurul Yaqin sudah menjadi rujukan di Sumatera Barat. Banyak perlombaan yang melibatkan pesantren, hampir 50 persen pesertanya berasal dari pesantren ini. Bahkan MTQ tingkat Provinsi Sumatera Barat, meski juaranya dari luar Kabupaten Padang Pariaman, tapi sang juara tersebut berasal dari santri pesantren ini.
Lustrum dengan tema; Mengembangkan Potensi Tuanku untuk Membangun Masyarakat yang Berakhlak Mulia, mewisuda 155 santri dari tingkat Ma'had Ali, Aliyah, Tsanawiyah dan TPQ. Sehari sebelumnya, dilaksanakan aqiqah serentak 30 santri atau pembantaian 30 ekor kambing. (501)
Pakandangan--Pondok Pesantren (Ponpes) Nurul Yaqin Ringan-Ringan, Nagari Pakandangan, Kecamatan Enam Lingkung, Kabupaten Padang Pariaman tetap konsisten dan komit dengan sistem pembelajaran yang menggunakan kitab-kitab para ulama terdahulu. Salah satunya kitab Tafsir Jalalein yang menjadi acuan pembelajaran. Dengan komitmen tersebut, Ponpes ini akan tetap menjadi penyangga Islam yang berpahamkan Ahlussunnah Waljamaah.
Ketua Yayasan Pondok Pesantren Nurul Yaqin Idarussalam mengungkapkan hal itu pada Lustrum ke-XI dan pengukuhan gelar tuanku/ustazah, penyerahan ijazah Ma’had Ali, Aliyah, Tsanawiyah dan TPQ, Kamis lalu di halaman Rusunawa. Lustrum dihadiri Gubernur Sumbar diwakili Kabiro Binsos Jumaidi, Kakanwil Kementerian Agama Sumbar diwakil Kasi Pontren Yosef Chairul, Wakil Bupati Padang Pariaman Suhatri Bur, Pimpinan Ponpes Nurul Yaqin Syekh H. Ali Imran Hasan, Kepala Kemenag Kabupaten Padang Pariaman Masrican, alumni, pengurus, majelis guru, dan orangtua santri yang diwisuda.
Menurut Idarussaliam, sejak berdiri 1960, sistem pembelajaran dan kitab-kitab yang diajarkan tidak pernah berubah. Hanya peningkatan sarana prasarana dan fasilitas belajar yang terus ditingkatkan agar santri semakin berkembang sesuai dengan tuntutan zaman.
"Kemasan pembelajaran yang dilakukan Nurul Yaqin tentu harus sesuai dengan apa yang digandrungi masyarakat. Di era teknologi informasi ini, Nurul Yaqin perlu pula memanfaatkan teknologi informasi untuk menunjang pembelajarannya. Dengan konsisten pembelajaran tersebut, hingga kini Nurul Yaqin terus menjadi incaran orangtua untuk menyerahkan anaknya mondok," kata Idarussalam.
Beberapa tahun belakangan ini, jumlah peminat yang ingin mondok di Nurul Yaqin terus membludak sehingga banyak yang ditolak. 2015 lalu ada sekitar 150 orang calon santri yang tidak bisa tertampung. Sebagian mereka disebarkan ke cabang-cabang Nurul Yaqin yang ada di Kabupaten Padang Pariaman.
Tahun 2016 ini, gelombang pertama saja sudah mendaftar sebanyak 300 orang. Padahal yang akan diterima hanya 180 orang. Direncanakan akan dibuka lagi pendaftaran gelombang kedua. Dengan kondisi ruang belajar dan asrama yang ada sekarang, Nurul Yaqin tidak bisa menerima santri baru, kata Idarussalam yang juga Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Padang Pariaman ini.
Untuk itu, kata Idarussalam, melalui seorang donatur, pihaknya mengkebut pembangunan delapan lokal yang digunakan untuk menampung calon santri tersebut. Kini pondasi dan tiangnya sudah selesai. Diharapkan saat belajar santri baru dimulai, ruangan tersebut sudah bisa dimanfaatkan santri baru.
"Kita juga berharap donator lain yang bisa membantu pembangunan ruangan belajar dan asrama santri. Sehingga dapat menampung santri yang lebih banyak. Saat ini jumlah santri sudah mencapai 800 orang," kata Idarussalam.
Yosef Chairul menyebutkan, fungsi dan sistem pembelajaran pesantren ini memang harus tetap dipertahankan. Sebagaimana permintaan Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin, bahwa pesantren tetap konsisten menjaga sistem pembelajaran yang sudah diajarkan sejak awal.
Yosef Chairul mengakui, Pesantren Nurul Yaqin sudah menjadi rujukan di Sumatera Barat. Banyak perlombaan yang melibatkan pesantren, hampir 50 persen pesertanya berasal dari pesantren ini. Bahkan MTQ tingkat Provinsi Sumatera Barat, meski juaranya dari luar Kabupaten Padang Pariaman, tapi sang juara tersebut berasal dari santri pesantren ini.
Lustrum dengan tema; Mengembangkan Potensi Tuanku untuk Membangun Masyarakat yang Berakhlak Mulia, mewisuda 155 santri dari tingkat Ma'had Ali, Aliyah, Tsanawiyah dan TPQ. Sehari sebelumnya, dilaksanakan aqiqah serentak 30 santri atau pembantaian 30 ekor kambing. (501)
KDRT Juga Merambah Masyarakat Ekonomi Mapan
Wako Mukhlis Rahman
KDRT Juga Merambah Masyarakat Ekonomi Mapan
Pariaman--Persoalan Kekerasana Dalam Rumah Tangga (KDRT), perindungan anak, pemberantasan tindak pindana perdagangan orang atau trafficking dan porno grafi, sangat mendapat respon posif oleh Pemko Pariaman. Undang-undang yang telah ditelorkan terhadap hal demikian terus disosialisasikan ditengah masyarakat. Baik itu terhadap para generasi muda, majelis taklim, maupun masyarakat beserta Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dilingkungan Pemko itu sendiri.
Selama tiga hari dari Selasa hingga Kamis (20-22/4) Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BP2KB) kota Pariaman menggelar sosialisasi terhadap UUD tersebut. Kegiatan itu melibatkan semua stakeholders yang ada di Kota Tabuik tersebut, dengan setiap harinya secara bergantian. Kegiatan yang diadakan di gedung Pondok Indah Pariaman itu, cukup punya arti tersendiri, dalam melihat pentingnya persoalan yang akan menghancurkan masa depan anak dan generasi di kota itu.
Walikota Pariaman, Drs. H. Mukhlis Rahman, M.M dalam siaran persnya yang disampaikan Kasubag Kemitraan Humas Setdako, Batrizal, melihat program KB sangat membutuhkan untuk kesejahteraan masyarakat itu sendiri. "Untuk itu, kita lestarikan budaya KB demkikian, sehingga apa yang disebut dengan KDRT, akibat dari kurang terpenuhinya kemasukan yang seharuskan dilakukan dalam sebuah rumah tangga, guna memenuhi kebutuhan harian. Dengan budaya ber KB itulah, semua persoalan yang mengakibatkan rusaknya generasi yang akan dilahirkan mampu kita kurangi dengan baik dan benar," katanya.
"Untuk tahun 2010 ini kita mentargetkan 2884 peserta akseptor KB di Pariaman ini. Sementara, pencapaian yang telah dilakukan baru sebanyak 379 peserta. Yang kita kejar dalam menyeimbangi pertumbuhan penduduk ini adalah lewat alat kontrasepsi, iyudi. Sebab, alat demikian mencapai ketahanan selama lima tahun. Dengan demikian, kerja keras instansi terkait sangat dituntut dalam masalah ini," ujar Wako Mukhlis.
Disamping itu, lanjut Wako Mukhlis, masih banyaknya orangtua menggunakan kekerasan dalam membina dan mendidik anak-anaknya. Padahal, UUD telah mengatur hal itu tidak elok lagi dilakukan terhadap perbaikan masa depan anak itu sendiri. "Kemajuan zaman yang serba canggih, dan sangat tidak layak mengekang anak dengan seenaknya. Tetapi, memberikan keleluasaan pada anak dengan pengontrolan yang baik dan benar. KDRT tidak saja terjadi pada rumah tangga yang sulit ekonominya, tetapi juga merambah kedalam rumah tangga yang mempunyai ekonomi cukup mapan. Kita ingin yang namanya KDRT, jangan sampai merebak pada kehidupan bermasyarakat di kota ini. Hal itu terwujud, tentu adanya niat baik dan kemauan yang keras dari kita semua terhadap hal itu," kata Wako Mukhlis.
Begitu juga terhadap pencegahan yang akan mengakibatkan membudayanya porno aksi. "Pemko terus melakukan berbagai upaya kearah itu, dengan cara melakukan razia-razia diseluruh pengusaha warnet. Sebab, dalam ruangan yang sangat terbatas, yang disediakan oleh pengusaha warnet untuk konsumennya, sangat mengundang kecurigaan, terhadap hal-hal yang berbau porno. Namun demikian, para masyarakat dan orangtua belum sepenuhnya memahami hal itu sebagai upaya pencegahan. Malah, banyak yang mengejek aparat yang tengah melakukan perbaikan demikian. Seharusnya hal itu tidak boleh terjadi. Semua kegiatan itu harus kita dukung penuh, demi perbaikan generasi yang berakhlakul kharimah," ungkap Wako Mukhlis.
Pada kesempatan tersebut pihak BP2KB Kota Pariaman, yang dipimpin Drs. Indra Jaya, M. Pd melakukan kontrak kerjasama dengan Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) setempat, dengan pimpinannya Mahyareti. Kerjasama tersebut, meliputi antara lain, untuk bersama-sama melakukan Bina Keluarga Lansia (BKL) dan Bina Keluarga Remaja (BKR). (dam)
SMP 5 Pariaman Juara PIKR Sumbar
Kedepan, Tidak Ada Lagi Keluhan Guru Terhadap Perlakukan Kepsek
Pariaman--Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 5 Kota Pariaman akhirnya berhasil meraih terbaik satu tingkat Sumatra Barat, dibidang Pusat Informasi Konseling Remaja (PIKR) yang diadakan di Padang beberapa waktu lalu. Tak ayal lagi prestasi yang diraih sekolah yang terletak di Desa Kaluaik, Kecamatan Pariaman Timur itu langsung mendapatkan suppor dari Pemko Pariaman.
Sementara, SMP, SMA dan MAN yang ada di kota itu juga meraih prestasi untuk tingkat Kota Pariaman dibidang yang sama. Untuk kategori tumbuh, juara I diraih oleh SMP 5, Juara II, SMP 2, juara III, SMP 3. Sementara untuk kategori tegak, juara I diraih oleh SMP 2, juara II, SMA 4, juara III, SMA 2. Sedangkan untuk kategori tetap tegar, juara I, MAN Padusunan, juara II, SMK 2, juara III, SMA 1.
Selasa (20/4) lalu, Walikota Pariaman, Drs. H. Mukhlis Rahman, M.M bersama sejumlah pejabat terkait dilingkungan Pemko langsung menghadiri penyerahan hadiah tersebut yang diadakan di SMP 5 tersebut, sekaligus menyerahkan hadiah berupa piala dan uang tunai sebanyak Rp1 juta untuk juara I, Rp750 ribu untuk juara II dan Rp500 ribu untuk juara III.
Dalam siaran persnya yang disampaikan Kasubag Kemitraan Humas Setdako Pariaman, Batrizal, Wako Mukhlis Rahman melihat dalam mendidik anak, kesehatan merupakan faktor utama. Sebab, kalau kesehatan anak telah terjaga dengan baik, maka tingkat ekonomi pun meningkat tajam. Pendidikan menjadi lancar. "Prestasi yang telah diraih ini, harus kita pertahankan dan ditingkatkan terus dimasa mendatang. Jangan pernah puas dengan prestasi yang telah dicapai. Banyak yang harus kita kejar dalam meningkatkan daya saing anak-anak dalam berbagai bidang," katanya.
Untuk itu, lanjut Wako Mukhlis, kerja keras dari guru, orangtua siswa mutlak dilakukan sedini mungkin. "Kita tahu, prestasi demikian tidak datang begitu saja. Tapi ada kemauan dan kemampuan dari anak yang bersangkutan, setelah melewati bimbingan yang baik dari guru dan orangtua. Untuk itulah, peran kita semua sangat menentukan nasib pendidikan di kota ini," pungkas Wako Mukhlis.
Kepada seluruh penyelenggara pendidikan, Wako Mukhlis mengajak untuk melakukan proses belajar mengajar dengan baik dan benar. Melihat tampilan anak indang yang sengaja ditampilkan oleh pelajar SMP 5 tersebut, Wako Mukhlis merasa senang dan bangga dengan tampilan demikian. "Kita harus rawat dan pelihara budaya yang telah lama berkembang dikampung ini. Untuk itu, kepada Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berenccana (BP2KB), agar bisa membina kesenian indang ini, dalam rangka penyampaian informasi kepada masyarakat, sebagai sebuah budaya yang harus dilestarikan," harapnya.
"Saya telah perintahkan Kepala Dinas Pendidikan, untuk bisa melakukan pendataan tentang apa-apa saja yang dibutuhkan di setiap sekolah. Lakukan manajemen terbuka dalam membangun dunia pendidikan yang jauh lebih baik lagi. Saya tidak ingin lagi menerima laporan dari guru, terkait tingkah laku kepala sekolah yang kurang berkenan dilingkungan sekolah demikian," tegas Wako Mukhlis.
Sebelumnya Kepala BP2KB, Drs. Indra Jaya, M. Pd mengaku sangat komit dengan persoalan PIKR. Kini, seluruh sekolah yang ada di Kota Pariaman telah menyelenggarakan PIKR tersebut. "Kita ingin hal ini terus berjalan, sesuai harapan bersama Pemko dan masyarakat kota itu sendiri, dalam melihat arti penting peningkatan dunia pendidikan dimaksud," katanya. (dam)
KDRT Juga Merambah Masyarakat Ekonomi Mapan
Pariaman--Persoalan Kekerasana Dalam Rumah Tangga (KDRT), perindungan anak, pemberantasan tindak pindana perdagangan orang atau trafficking dan porno grafi, sangat mendapat respon posif oleh Pemko Pariaman. Undang-undang yang telah ditelorkan terhadap hal demikian terus disosialisasikan ditengah masyarakat. Baik itu terhadap para generasi muda, majelis taklim, maupun masyarakat beserta Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dilingkungan Pemko itu sendiri.
Selama tiga hari dari Selasa hingga Kamis (20-22/4) Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BP2KB) kota Pariaman menggelar sosialisasi terhadap UUD tersebut. Kegiatan itu melibatkan semua stakeholders yang ada di Kota Tabuik tersebut, dengan setiap harinya secara bergantian. Kegiatan yang diadakan di gedung Pondok Indah Pariaman itu, cukup punya arti tersendiri, dalam melihat pentingnya persoalan yang akan menghancurkan masa depan anak dan generasi di kota itu.
Walikota Pariaman, Drs. H. Mukhlis Rahman, M.M dalam siaran persnya yang disampaikan Kasubag Kemitraan Humas Setdako, Batrizal, melihat program KB sangat membutuhkan untuk kesejahteraan masyarakat itu sendiri. "Untuk itu, kita lestarikan budaya KB demkikian, sehingga apa yang disebut dengan KDRT, akibat dari kurang terpenuhinya kemasukan yang seharuskan dilakukan dalam sebuah rumah tangga, guna memenuhi kebutuhan harian. Dengan budaya ber KB itulah, semua persoalan yang mengakibatkan rusaknya generasi yang akan dilahirkan mampu kita kurangi dengan baik dan benar," katanya.
"Untuk tahun 2010 ini kita mentargetkan 2884 peserta akseptor KB di Pariaman ini. Sementara, pencapaian yang telah dilakukan baru sebanyak 379 peserta. Yang kita kejar dalam menyeimbangi pertumbuhan penduduk ini adalah lewat alat kontrasepsi, iyudi. Sebab, alat demikian mencapai ketahanan selama lima tahun. Dengan demikian, kerja keras instansi terkait sangat dituntut dalam masalah ini," ujar Wako Mukhlis.
Disamping itu, lanjut Wako Mukhlis, masih banyaknya orangtua menggunakan kekerasan dalam membina dan mendidik anak-anaknya. Padahal, UUD telah mengatur hal itu tidak elok lagi dilakukan terhadap perbaikan masa depan anak itu sendiri. "Kemajuan zaman yang serba canggih, dan sangat tidak layak mengekang anak dengan seenaknya. Tetapi, memberikan keleluasaan pada anak dengan pengontrolan yang baik dan benar. KDRT tidak saja terjadi pada rumah tangga yang sulit ekonominya, tetapi juga merambah kedalam rumah tangga yang mempunyai ekonomi cukup mapan. Kita ingin yang namanya KDRT, jangan sampai merebak pada kehidupan bermasyarakat di kota ini. Hal itu terwujud, tentu adanya niat baik dan kemauan yang keras dari kita semua terhadap hal itu," kata Wako Mukhlis.
Begitu juga terhadap pencegahan yang akan mengakibatkan membudayanya porno aksi. "Pemko terus melakukan berbagai upaya kearah itu, dengan cara melakukan razia-razia diseluruh pengusaha warnet. Sebab, dalam ruangan yang sangat terbatas, yang disediakan oleh pengusaha warnet untuk konsumennya, sangat mengundang kecurigaan, terhadap hal-hal yang berbau porno. Namun demikian, para masyarakat dan orangtua belum sepenuhnya memahami hal itu sebagai upaya pencegahan. Malah, banyak yang mengejek aparat yang tengah melakukan perbaikan demikian. Seharusnya hal itu tidak boleh terjadi. Semua kegiatan itu harus kita dukung penuh, demi perbaikan generasi yang berakhlakul kharimah," ungkap Wako Mukhlis.
Pada kesempatan tersebut pihak BP2KB Kota Pariaman, yang dipimpin Drs. Indra Jaya, M. Pd melakukan kontrak kerjasama dengan Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) setempat, dengan pimpinannya Mahyareti. Kerjasama tersebut, meliputi antara lain, untuk bersama-sama melakukan Bina Keluarga Lansia (BKL) dan Bina Keluarga Remaja (BKR). (dam)
SMP 5 Pariaman Juara PIKR Sumbar
Kedepan, Tidak Ada Lagi Keluhan Guru Terhadap Perlakukan Kepsek
Pariaman--Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 5 Kota Pariaman akhirnya berhasil meraih terbaik satu tingkat Sumatra Barat, dibidang Pusat Informasi Konseling Remaja (PIKR) yang diadakan di Padang beberapa waktu lalu. Tak ayal lagi prestasi yang diraih sekolah yang terletak di Desa Kaluaik, Kecamatan Pariaman Timur itu langsung mendapatkan suppor dari Pemko Pariaman.
Sementara, SMP, SMA dan MAN yang ada di kota itu juga meraih prestasi untuk tingkat Kota Pariaman dibidang yang sama. Untuk kategori tumbuh, juara I diraih oleh SMP 5, Juara II, SMP 2, juara III, SMP 3. Sementara untuk kategori tegak, juara I diraih oleh SMP 2, juara II, SMA 4, juara III, SMA 2. Sedangkan untuk kategori tetap tegar, juara I, MAN Padusunan, juara II, SMK 2, juara III, SMA 1.
Selasa (20/4) lalu, Walikota Pariaman, Drs. H. Mukhlis Rahman, M.M bersama sejumlah pejabat terkait dilingkungan Pemko langsung menghadiri penyerahan hadiah tersebut yang diadakan di SMP 5 tersebut, sekaligus menyerahkan hadiah berupa piala dan uang tunai sebanyak Rp1 juta untuk juara I, Rp750 ribu untuk juara II dan Rp500 ribu untuk juara III.
Dalam siaran persnya yang disampaikan Kasubag Kemitraan Humas Setdako Pariaman, Batrizal, Wako Mukhlis Rahman melihat dalam mendidik anak, kesehatan merupakan faktor utama. Sebab, kalau kesehatan anak telah terjaga dengan baik, maka tingkat ekonomi pun meningkat tajam. Pendidikan menjadi lancar. "Prestasi yang telah diraih ini, harus kita pertahankan dan ditingkatkan terus dimasa mendatang. Jangan pernah puas dengan prestasi yang telah dicapai. Banyak yang harus kita kejar dalam meningkatkan daya saing anak-anak dalam berbagai bidang," katanya.
Untuk itu, lanjut Wako Mukhlis, kerja keras dari guru, orangtua siswa mutlak dilakukan sedini mungkin. "Kita tahu, prestasi demikian tidak datang begitu saja. Tapi ada kemauan dan kemampuan dari anak yang bersangkutan, setelah melewati bimbingan yang baik dari guru dan orangtua. Untuk itulah, peran kita semua sangat menentukan nasib pendidikan di kota ini," pungkas Wako Mukhlis.
Kepada seluruh penyelenggara pendidikan, Wako Mukhlis mengajak untuk melakukan proses belajar mengajar dengan baik dan benar. Melihat tampilan anak indang yang sengaja ditampilkan oleh pelajar SMP 5 tersebut, Wako Mukhlis merasa senang dan bangga dengan tampilan demikian. "Kita harus rawat dan pelihara budaya yang telah lama berkembang dikampung ini. Untuk itu, kepada Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berenccana (BP2KB), agar bisa membina kesenian indang ini, dalam rangka penyampaian informasi kepada masyarakat, sebagai sebuah budaya yang harus dilestarikan," harapnya.
"Saya telah perintahkan Kepala Dinas Pendidikan, untuk bisa melakukan pendataan tentang apa-apa saja yang dibutuhkan di setiap sekolah. Lakukan manajemen terbuka dalam membangun dunia pendidikan yang jauh lebih baik lagi. Saya tidak ingin lagi menerima laporan dari guru, terkait tingkah laku kepala sekolah yang kurang berkenan dilingkungan sekolah demikian," tegas Wako Mukhlis.
Sebelumnya Kepala BP2KB, Drs. Indra Jaya, M. Pd mengaku sangat komit dengan persoalan PIKR. Kini, seluruh sekolah yang ada di Kota Pariaman telah menyelenggarakan PIKR tersebut. "Kita ingin hal ini terus berjalan, sesuai harapan bersama Pemko dan masyarakat kota itu sendiri, dalam melihat arti penting peningkatan dunia pendidikan dimaksud," katanya. (dam)
Jumat, 03 Juni 2016
Peran KAHMI Sangat Terasa di Piaman
Peran KAHMI Sangat Terasa di Piaman
Pariaman--Majelis Daerah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MD KAHMI) Padang Pariaman/Kota Pariaman mengadakan Musyawarah Daerah (Musda) Kedua. Acara yang bertema; "Peran KAHMI dalam Pembangunan Ekonomi Ummat" ini diadakan di Aula KONI Padang Pariaman, Rabu (1/6).
Masa kepengurusan Presidium MD KAHMI Padang Pariaman/Kota Pariaman periode 2011 - 2016 sudah berakhir pada Februari lalu. "Untuk itu, kami (Presidium) meminta agar Musda diselenggarakan secepat mungkin," kata Rahmat Tuanku Sulaiman, Ketua Harian Presidium MD.
Setiap tahun, sambung Rahmat, KAHMI selalu mengadakan kegiatan di dua daerah ini. Di antaranya, diskusi bahaya radikalisme, sosialisasi empat pilar kebangsaan, dan diskusi tentang pemilu tanpa kekerasan dan politik uang. Kegiatan tersebut hasil kerjasama dengan Pemkab Padang Pariaman, Pemko Pariaman, LKAAM, KPU, dan beberapa organisasi pemuda dan kemasyarakatan lainnya.
Zahirman, Staf Ahli Bupati Padang Pariaman menyampaikan, peran alumni HMI di Padang Pariaman dan Kota Pariaman sangat terasa. Terutama dalam hal ide dan pemikiran untuk membangun daerah yang dilakukan dalam beberapa acara formal maupun non formal. Termasuk kinerja bagus yang ditunjukkan oleh alumni HMI yang berprofesi sebagai aparatur sipil negara di beberapa instansi pemerintah.
"Dengan dilaksanakannya Musda II KAHMI ini, maka berakhirlah masa kepengurusan yang lama. Untuk itu, kami mengucapkan terima kasih atas peran-serta Presidium KAHMI dalam membangun daerah dan melakukan pemberdayaan di tengah masyarakat," ujar Zahirman.
Musda yang dihadiri puluhan alumni HMI yang berdomisili di Padang Pariaman dan Kota Pariaman itu berjalan baik dan penuh kekeluargaan. Dengan musyawarah mufakat, terpilih lima orang yang dipercaya menjadi Presidium MD KAHMI periode 2016 - 2021, yaitu Zahirman, Andri Satria Masri, Syahrial, Zulnaidi, dan Zarmis. Sedangkan Hasan Basri dan Fajar Rusvan Rasyid, masing-masing dipercaya menjadi sekretaris umum dan bendahara umum. (501)
Pariaman--Majelis Daerah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MD KAHMI) Padang Pariaman/Kota Pariaman mengadakan Musyawarah Daerah (Musda) Kedua. Acara yang bertema; "Peran KAHMI dalam Pembangunan Ekonomi Ummat" ini diadakan di Aula KONI Padang Pariaman, Rabu (1/6).
Masa kepengurusan Presidium MD KAHMI Padang Pariaman/Kota Pariaman periode 2011 - 2016 sudah berakhir pada Februari lalu. "Untuk itu, kami (Presidium) meminta agar Musda diselenggarakan secepat mungkin," kata Rahmat Tuanku Sulaiman, Ketua Harian Presidium MD.
Setiap tahun, sambung Rahmat, KAHMI selalu mengadakan kegiatan di dua daerah ini. Di antaranya, diskusi bahaya radikalisme, sosialisasi empat pilar kebangsaan, dan diskusi tentang pemilu tanpa kekerasan dan politik uang. Kegiatan tersebut hasil kerjasama dengan Pemkab Padang Pariaman, Pemko Pariaman, LKAAM, KPU, dan beberapa organisasi pemuda dan kemasyarakatan lainnya.
Zahirman, Staf Ahli Bupati Padang Pariaman menyampaikan, peran alumni HMI di Padang Pariaman dan Kota Pariaman sangat terasa. Terutama dalam hal ide dan pemikiran untuk membangun daerah yang dilakukan dalam beberapa acara formal maupun non formal. Termasuk kinerja bagus yang ditunjukkan oleh alumni HMI yang berprofesi sebagai aparatur sipil negara di beberapa instansi pemerintah.
"Dengan dilaksanakannya Musda II KAHMI ini, maka berakhirlah masa kepengurusan yang lama. Untuk itu, kami mengucapkan terima kasih atas peran-serta Presidium KAHMI dalam membangun daerah dan melakukan pemberdayaan di tengah masyarakat," ujar Zahirman.
Musda yang dihadiri puluhan alumni HMI yang berdomisili di Padang Pariaman dan Kota Pariaman itu berjalan baik dan penuh kekeluargaan. Dengan musyawarah mufakat, terpilih lima orang yang dipercaya menjadi Presidium MD KAHMI periode 2016 - 2021, yaitu Zahirman, Andri Satria Masri, Syahrial, Zulnaidi, dan Zarmis. Sedangkan Hasan Basri dan Fajar Rusvan Rasyid, masing-masing dipercaya menjadi sekretaris umum dan bendahara umum. (501)
Karang Taruna Diminta Ikut Membantu Pemerintan
Pecahkan Berbagai Persoalan
Karang Taruna Diminta Ikut Membantu Pemerintan
Pariaman--Kepala Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Padang Pariaman, Gusnawati, mewakili Bupati Padang Pariaman membuka secara resmi kegiatan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) Karang Taruna, Rabu kemarin.
Gusnawati menyatakan, peningkatan kualitas SDM Karang Taruna perlu diberdayakan di tengah masyarakat, baik di korong, nagari, kecamatan maupun di kabupaten. Sehingga Karang Taruna dapat berdaya guna dan berhasil guna dalam membantu pemerintah dalam memecahkan masalah dan mengembangkan potensinya, melalui pemanfaatan berbagai sumber daya alam dan sumber daya sosial yang ada.
"Dengan adanya kegiatan ini, Karang Taruna dapat meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, meningkatkan kelembagaan, mengembangkan aktivitas dan kreatifitas, meningkatkan sarana dan prasarana, dan mengembangkan jejaring kerja," jelas Gusnawati.
Menurut laporan Kepala Seksi Pemberdayaan dan Kelembagaan Sosial, Ali Aripin tujuan penyelenggaraan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan, dan menumbuh-kembangkan generasi muda yang taat, jujur, tanggap tangkas, terampil, berkarakter serta memiliki kesadaran dan tanggungjawab sosial dalam mengantisipasi berbagai masalah kesejahteraan sosial, dan membentuk semangat juang yang terampil dan berkepribadian serta mewujudkan koordinasi dan singkronisasi program.
Kegiatan ini diikuti sebanyak 100 orang anggota Karang Taruna Kabupaten Padang Pariaman. Sebagai narasumber, dari Dinas Sosial Provinsi Sumatera Barat, Ketua Karang Taruna Provinsi Sumatera Barat, Alwi, Ketua Karang Taruna Padang Pariaman, Asmarizal dan Dinas Sosial dan Tenaga Kerja sendiri. (501)
Karang Taruna Diminta Ikut Membantu Pemerintan
Pariaman--Kepala Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Padang Pariaman, Gusnawati, mewakili Bupati Padang Pariaman membuka secara resmi kegiatan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) Karang Taruna, Rabu kemarin.
Gusnawati menyatakan, peningkatan kualitas SDM Karang Taruna perlu diberdayakan di tengah masyarakat, baik di korong, nagari, kecamatan maupun di kabupaten. Sehingga Karang Taruna dapat berdaya guna dan berhasil guna dalam membantu pemerintah dalam memecahkan masalah dan mengembangkan potensinya, melalui pemanfaatan berbagai sumber daya alam dan sumber daya sosial yang ada.
"Dengan adanya kegiatan ini, Karang Taruna dapat meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, meningkatkan kelembagaan, mengembangkan aktivitas dan kreatifitas, meningkatkan sarana dan prasarana, dan mengembangkan jejaring kerja," jelas Gusnawati.
Menurut laporan Kepala Seksi Pemberdayaan dan Kelembagaan Sosial, Ali Aripin tujuan penyelenggaraan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan, dan menumbuh-kembangkan generasi muda yang taat, jujur, tanggap tangkas, terampil, berkarakter serta memiliki kesadaran dan tanggungjawab sosial dalam mengantisipasi berbagai masalah kesejahteraan sosial, dan membentuk semangat juang yang terampil dan berkepribadian serta mewujudkan koordinasi dan singkronisasi program.
Kegiatan ini diikuti sebanyak 100 orang anggota Karang Taruna Kabupaten Padang Pariaman. Sebagai narasumber, dari Dinas Sosial Provinsi Sumatera Barat, Ketua Karang Taruna Provinsi Sumatera Barat, Alwi, Ketua Karang Taruna Padang Pariaman, Asmarizal dan Dinas Sosial dan Tenaga Kerja sendiri. (501)
Perempuan Harus Bisa dalam Berbagai Aspek
Perempuan Harus Bisa dalam Berbagai Aspek
Sungai Limau--Jambore PKK merupakan salah satu kegiatan yang menjadi prioritas dari seluruh rangkaian kegiatan PKK. Tujuannya, merekatkan kebersamaan antar kader dan memperoleh kader terbaik yang mampu mengamalkan 10 prinsip PKK, baik untuk keluarga maupun lingkungan hidupnya, serta berprestasi baik di dalam rumah maupun di luar rumah, termasuk dunia kerja,
Ketua Dharma Wanita Provinsi Sumatera Barat, Anita Ali Asmar mewakili Ketua TP-PKK Provinsi Sumatera Barat menyampaikan hal itu ketika membuka kegiatan Jombore PKK Padang Pariaman, kemarin di Sungai Limau.
Pembukaan jambore diawali dengan penilaian langsung penampilan seni khas dari masing-masing kontingen PKK kecamatan. Dilanjutkan dengan pemukulan gong sebagai tanda resmi dibukanya jambore oleh Anita Ali Asmar.
Bupati Ali Mukhni menegaskan, kreatfitas para anggota PKK saat ini sangat penting. "Selaku pimpinan daerah, kami sangat berharap kegiatam PKK dapat berlangsung secara berkelanjutan dan penuh kreatifitas. Sebab, itu adalah kunci untuk membangun," kata Ali Mukhni.
Lewat ajang jambore ini, Ali MUkhni juga berharap prestasi kader PKK Padang Pariaman juga ditingkatkan, baik di level kabupaten, provinsi, maupun ke tingkat nasional.
"PKK juga merupakan salah satu ujung tombak prestasi kita. Keberhasilan PKK dalam meraih prestasi, menggambarkan keberhasilan kita bersama dalam meningkatkan peran wanita," sebutnya.
Ketua TP-PKK Kabupaten Padang Pariaman Rena Sofia Ali Mukhni, mengucapkan terima kasih kepada para kader dari seluruh kecamatan atas partisipasi dan antusiasnya dalam mengikuti jambore.
"Walaupun sempat dihalangi cuaca buruk di hari pertama, namun hari ini semua tetap siap untuk melanjutkan jambore, tetap dengan stand yang rapi dan bersih serta tertata dari setiap kontingen," pujinya.
Ibu tiga anak ini mengapresiasi peserta Jambore. Ia menyemangati para kader dengan mengatakan bahwa perempuan harus bisa dalam berbagai aspek, terutama dalam mendidik anaknya sehingga menghasilkan anak-anak yang cerdas dan berakhlak, harus mampu mengayomi keluarga dari penyakit masyarakat.
Kegiatan ini sangat berguna dalam pelaksanaan pembangunan daerah. "Melalui motto PKK; "Menerapkan Pola Asuh dengan Penuh Kasih Sayang dan pendidikan Kerkarakter" jambore harus mampu menciptakan SDM yang berkualitas," jelasnya.
Menurutnya, pendidikan sebagian besar berasal dari ibu yang dengan cerdasnya mendidikan anak-anaknya menjadi yang berkualitas. "sungguh hebat perempuan. Selain ia memperjuangkan kariernya dalam bekerja, ia tidak pernah lelah untuk melayani suami dan anaknya di rumah," ujarnya. (501)
Sungai Limau--Jambore PKK merupakan salah satu kegiatan yang menjadi prioritas dari seluruh rangkaian kegiatan PKK. Tujuannya, merekatkan kebersamaan antar kader dan memperoleh kader terbaik yang mampu mengamalkan 10 prinsip PKK, baik untuk keluarga maupun lingkungan hidupnya, serta berprestasi baik di dalam rumah maupun di luar rumah, termasuk dunia kerja,
Ketua Dharma Wanita Provinsi Sumatera Barat, Anita Ali Asmar mewakili Ketua TP-PKK Provinsi Sumatera Barat menyampaikan hal itu ketika membuka kegiatan Jombore PKK Padang Pariaman, kemarin di Sungai Limau.
Pembukaan jambore diawali dengan penilaian langsung penampilan seni khas dari masing-masing kontingen PKK kecamatan. Dilanjutkan dengan pemukulan gong sebagai tanda resmi dibukanya jambore oleh Anita Ali Asmar.
Bupati Ali Mukhni menegaskan, kreatfitas para anggota PKK saat ini sangat penting. "Selaku pimpinan daerah, kami sangat berharap kegiatam PKK dapat berlangsung secara berkelanjutan dan penuh kreatifitas. Sebab, itu adalah kunci untuk membangun," kata Ali Mukhni.
Lewat ajang jambore ini, Ali MUkhni juga berharap prestasi kader PKK Padang Pariaman juga ditingkatkan, baik di level kabupaten, provinsi, maupun ke tingkat nasional.
"PKK juga merupakan salah satu ujung tombak prestasi kita. Keberhasilan PKK dalam meraih prestasi, menggambarkan keberhasilan kita bersama dalam meningkatkan peran wanita," sebutnya.
Ketua TP-PKK Kabupaten Padang Pariaman Rena Sofia Ali Mukhni, mengucapkan terima kasih kepada para kader dari seluruh kecamatan atas partisipasi dan antusiasnya dalam mengikuti jambore.
"Walaupun sempat dihalangi cuaca buruk di hari pertama, namun hari ini semua tetap siap untuk melanjutkan jambore, tetap dengan stand yang rapi dan bersih serta tertata dari setiap kontingen," pujinya.
Ibu tiga anak ini mengapresiasi peserta Jambore. Ia menyemangati para kader dengan mengatakan bahwa perempuan harus bisa dalam berbagai aspek, terutama dalam mendidik anaknya sehingga menghasilkan anak-anak yang cerdas dan berakhlak, harus mampu mengayomi keluarga dari penyakit masyarakat.
Kegiatan ini sangat berguna dalam pelaksanaan pembangunan daerah. "Melalui motto PKK; "Menerapkan Pola Asuh dengan Penuh Kasih Sayang dan pendidikan Kerkarakter" jambore harus mampu menciptakan SDM yang berkualitas," jelasnya.
Menurutnya, pendidikan sebagian besar berasal dari ibu yang dengan cerdasnya mendidikan anak-anaknya menjadi yang berkualitas. "sungguh hebat perempuan. Selain ia memperjuangkan kariernya dalam bekerja, ia tidak pernah lelah untuk melayani suami dan anaknya di rumah," ujarnya. (501)
Langganan:
Postingan (Atom)

