Selasa, 30 April 2019

13 Hari Setelah Pencoblosan Ketua KPPS TPS I Lubuk Alung Meninggal Dunia

Lubuk Alung--13 hari pasca pencoblosan 17 April, tepatnya Rabu (1/5) pagi Irianto (50 tahun) meninggal dunia di kediamannya, Kampung Durian Lubuk Alung. Innalillahi wainnailaihi rajiun. Kabar duka menyeruak ke seantero nagari itu, karena sebelum meninggal, Ketua Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) Tempat Pemungutan Suara (TPS) I Nagari Lubuk Alung ini mengalami sakit kelelahan.
Ketua Panitia Pemungutan Suara (PPS) Nagari Lubuk Alung, Sutan Yardi kepada Singgalang membenarkan Iriato setelah pencoblosan mengalami down, dan kerja penghitungan suara di TPS yang terletak di Kampung Durian itu dilanjutkan oleh anggotanya. "Saat dia sakit itu kita belum tahu mekanismenya seperti apa, sehingga saat keluarganya nelpon belum saya tanggapi," ujar Yardi.
Menurut Yardi, saat rekapitualsi di tingkat Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Lubuk Alung, Irianto memang diminta hadir langsung di kantor camat. Awalnya dia menolak lantaran kondisinya sangat tidak memungkinankan. Namun, entah kenapa dia paksakan juga hadir saat rekapitualsi demikian.
"Kita semua dari penyelenggara di tingkat nagari turut berduka yang sedalam-dalamnya atas musibah ini. Semoga keluarganya tabah dalam menerima takdir dari Yang Maha Kuasa ini," hara Yardi.
Yardi menyebutkan, kejadian ini telah dilaporkannya secara berjenjang, yaitu ke Ketua PPK Kecamatan Lubuk Alung. Dan Ketua PPK Lubuk Alung Rahmanul Hidayat pun telah melapor secara lisan ke Ketua KPU Padang Pariaman. "Rabu ini pleno terbuka KPU Padang Pariaman di IKK Parit Malintang. Semoga ada ketentuan dalam KPU soal musibah meninggalnya petugas KPPS ini," ungkapnya.
Anggota DPRD Padang Pariaman terpilih, Jondedi yang datang membezuk ke rumah duka ikut berbelasungkawa atas wafatnya pejuang demokrasi tersebut. "Saat dia sakit beberapa saat usai Pemilu saya telah dapat kabar. Ini harus ada tindak-lanjutnya dari KPU. Apalagi, ini kasus pertama di Padang Pariaman," kata anggota dewan yang terpilih kembali dari PDI Perjuangan tersebut. (501)



Baru Tiga BUMNag di Padang Pariaman yang Punya Perizinan

Pariaman--Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu dan Perindustrian (DPMPTP) Kabupaten Padang Pariaman Sepno Fahmi mengharapkan Badan Usaha Milik Nagari (BUMNag) yang ada di daerah itu segera mendaftarkan perizinannya ke DPMPTP.
Harapan itu disampaikannya kepada Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Erman, saat menerimanya di kantor DPMPTP dalam rangka koordinasi. Koordinasi ini dilakukan mengingat masih kurangnya jumlah BUMNag yang mendaftarkan perizinannya.
“Koordinasi ini kita lakukan agar semua BUMNag yang ada di Padang Pariaman segera mendaftarkan perizinannya. Karena dari 53 BUMNag yang sudah terdaftar di DPMD baru tiga BUMNag yang sudah mendaftar,” ungkap Sepno.
Hal itu dibenarkan oleh Kabid Perizinan dan Non Perizinan Heri Sugianto, saat mendampingi Plt Kadis DPMPTP pada saat koordinasi tersebut.
“Ya benar. Dalam laporan dan catatan kita hanya ada tiga BUMNag yang sudah terdaftar di perizinan kita. Mereka adalah BUMNag Pakandangan Emas, Rangkiang Sarikat Kapalo Hilalang, dan BUMNag KAMI (Kasang Mandiri),” paparnya menjelaskan.
Lebih lanjut mantan Kasubbag Humas dan Media itu menjelaskan, bahwa perizinan BUMNag ini memiliki perbedaan dengan badan hukum lainnya. Tidak seperti badan hukum layaknya Perseroan Terbatas, Yayasan ataupun Koperasi, di mana ke semuanya mendapatkan statusnya sebagai badan hukum saat mendapatkan pengesahan dari kementerian terkait (Kemenkumham). Namun khusus untuk BUMNag tidak merlukan pengesahan dari kementerian terkait. "Oleh karena itu kita siap memfasilitasi dan mempermudah proses perizinan BUMNag yang ada di Padang Pariaman," katanya meyakinkan.
Menurut Heri, UU Nomor 6 tahun 2014 tentang Desa dan PP tentang Desa tidak disebutkan secara eksplisit saat mana BUMNag sah menjadi sebuah badan hukum. Namun dari pasal 88 UU Desa jo pasal 132 PP Desa yang menyebutkan bahwa pendirian BUMNag dilakukan melalui musyawarah nagari dan ditetapkan dengan peraturan nagari, maka dapat disimpulkan bahwa saat telah disahkannya kesepakatan dalam musyawarah nagari dan kesepakatan tersebut ditetapkan dalam suatu peraturan nagari, maka pada saat itu telah lahir BUMNag sebagai badan hukum.
Kepala DPMD, Erman mengatakan bahwa BUMNag merupakan salah satu lembaga ekonomi yang diharapkan dapat menjadi salah satu yang berkontribusi pada sumber pendapatan nagari. Oleh karena itu keberadaan BUMNag perlu mendapatkan justifikasi hukum yang pasti.
Menurut Erman, Ketentuan UU tentang Desa jelas menyebutkan bahwa BUMDes/Nag adalah badan usaha yang seluruh atau sebagian besar modalnya dimiliki oleh nagari melalui penyertaan secara langsung yang berasal dari kekayaan nagari yang dipisahkan guna mengelola aset, jasa pelayanan, dan usaha lainnya untuk sebesar-besarnya kesejahteraan masyarakat nagari.
“Kita berterima kasih atas koordinasi dari DPMPTP dan kita akan sampaikan Kepada seluruh walinagari yang telah memiliki BUMNag, tetapi belum mendaftarkan perizinannya untuk segera mendaftar,” ujar Erman. (501)

Peserta PKN Nasional Tingkat II Provinsi Jawa Timur Sumbang Saran Untuk Pengembangan UMKM Padang Pariaman

Parit Malintang--Peserta Visitasi Kepemimpinan Nasional (VKN) Pendidikan Pelatihan Kepemimpian Nasional (PKN) tingkat II Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Jawa Timur telah menuntaskan visitasinya di Padang Pariaman.

Selama dua hari 15 peserta VKN PKN tingkat II berada di Kabupaten Padang Pariaman telah mengunjungi empat Usaha Kecil Mikro dan Menengah (UMKM), yaitu Leriska (Lele Asap), Arfam's (Olahan Durian) dan Coklat Malibou di Kecamatan 2 x 11 Kayutanam serta Ul Bordir (Bordir Mukena Minang) di Kecamatan Nan Sabaris.


Setelah melakukan observasi langsung ke lapangan dengan tujuan empat pelaku UMKM, peserta VKN merampungkan hasilnya dalam bentuk laporan kelompok dan diserahkan secara resmi dalam bentuk Ringkasan Kebijakan (Policy Brief) kepada Pemkab Padang Pariaman, Selasa (30/4).

Secara resmi, Wakil Bupati Padang Pariaman, Suhatri Bur menerima Policy Brief yang diserahkan oleh Sugeng Hariadi di ruang kerja Wabup disaksikan oleh seluruh peserta VKN dan jajaran BKPSDM Padang Pariaman.


Dalam policy brief yang disusun 15 peserta VKN ikut sumbang saran untuk pengembangan sektor usaha kecil, mikro dan menengah (UMKM) Kabupaten Padang Pariaman.

"Produk UMKM Padang Pariaman sudah sangat bagus seperti cokelat, lele dan bordir. Perkembangannya juga bagus, bahkan sudah ada yang menembus pasar internasional. Kami memberi masukan agar pelaku UMKM memanfaatkan promosi digital, seperti memanfaatkan media sosial dan lainnya serta meningkatkan pemasaran direct dengan membuka sentra-sentra UKM di lokasi strategis," kata Siswo kepada Wabup Suhatri Bur.


Menurut Siswo, Kabupaten ini mulai mengandalkan industri yang awalnya beranjak dari sektor UMKM. Perkembangan positif inilah yang menarik dikaji karena sangat bagus ditiru dalam hal pengembangan sektor UMKM.

Peserta Diklat yang berasal dari Blitar, Malang, Sampit, Kotawaringin Timur, RSUD Dr. Soetomo Surabaya, Pacitan, Alor NTT, Jombang, Kejagung RI, Kejati Lampung, Kapuas Hulu, Tulungagung, Kota Metro, RSUD Soedono Madiun melakukan kegiatan sejak Senin (28/4) dan dilaksanakan selama 4 hari.

Beberapa kesamaan menjadi modal peserta yang berasal dari berbagai daerah, di antaranya di Indonesia untuk mengembangkan UMKM seperti yang dilakukan Padang Pariaman yang menjadikan cokelat sebagai ikon daerah sesuai potensi wilayah mereka.

Meski UMKM Padang Pariaman sudah cukup maju, namun penggunaan teknologi informasi disarankan harus lebih dioptimalkan, khususnya dalam memperluas pemasaran. Hal itulah yang menjadi perhatian tim visitasi saat berkunjung ke daerah tersebut.


"Kami peserta visitasi akan mengeluarkan saran kebijakan yang akan dipublikasikan dan disampaikan kepada pemerintah setempat. Ini juga diharapkan bisa menjadi pertimbangan bagi pemerintah daerah setempat dalam mengambil kebijakan," sambung Siswo.

Sumbangsih dalam hal digitalisasi, pemanfaatan teknologi informasi serta memberi saran kepada Padang Pariaman untuk menyediakan sentra-sentra UKM di lokasi strategis sehingga dapat membawa manfaat bagi pengembangan UMKM lokal menjadi lebih maju.


Wakil Bupati Suhatri Bur terlihat senang dan bahagia dengan hasil yang disampaikan peserta VKN. Dia mengakui bahwa banyak yang harus dibenahi dalam bidang UMKM.

"UMKM di Padang Pariaman memang belum sebanyak dan sebagus UMKM daerah yang sudah maju. Namun, kami selalu berupaya membenahi kekuarangan yang ada. Untuk itu, kami senang dan bahagia diberi masukan oleh peserta VKN yang terdiri dari pejabat eselon II seluruh Indonesia," kata Suhatri Bur didampingi Kabag HUmas dan Protokol Andri Satria MAsri dan Tafril dari BKPSDM.


Selain UMKM, lanjut Wabup, Padang Pariaman juga memiliki pemandagan yang indah untuk dikunjuungi. Kombinasi pegunungngan, dataran dan pantai membuat daerah ini surga wisata, baik wisata alam, pantai, kuliner maupun minat khusus.

"Di sini ada Lubuk Nyarai yang dinyatakan objek wisata kelas dunia oleh lembaga dunia," tambah mantan Ketua KPU Padang Pariaman itu. (501)

Kabupaten Padang Pariaman Jadi Lokus Visitasi Peserta PKN Tingkat II Provinsi Jawa Timur

Parit Malintang--Sebanyak 15 peserta Pendidikan Kepemimpinan Nasional (PKN) tingkat II Provinsi Jawa Timur kunjungi Kabupaten Padang Pariaman yang ditetapkan sebagai lokasi kunjungan atau visitasi ke best practice, Senin (29/4).

Peserta yang terdiri dari pejabat eselon dua dari berbagai daerah di Indonesia itu diterima langsung oleh Sekdakab Padang Pariaman, H. Jonpriadi didampingi Kepala Dinas Perdagangan, Tenaga Kerja, Koperasi dan UKM Dewi Roslaini dan jajaran BKPSDM.


Rombongan dipimpin Siswo Herutoto dari BPSDM Provinsi Jawa Timur menjelaskan maksud kedatangan rombongannya ke Padang Pariaman.

"Kami datang dalam rangka melakukan Visitasi Kepemimpinan Nasional (VKN) dalam rangka Pendidikan Kepemimpinan Nasional (PKN) tingkat II yang diselenggarakan oleh Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Jawa Timur," kata Siswo.


BPSDM Provinsi Jawa Timur, kata Siswo melanjutkan, menyelenggarakan PKN tingkat II ini dengan mengundang peserta pejabat eselon II seluruh Indonesia dengan total peserta sebanyak 60 orang kemudian dibagi menjadi empat kelompok, masing-masing kelompok berjumlah 15 peserta dengan lokasi visitasi empat kabupaten/kota di Sumatera Barat.

"Kelompok yang ke Padang Pariaman ini adalah satu dari empat kelompok yang mengunjungi empat kabupaten/kota di Sumatera Barat. Selain ke Padang Pariaman ada kelompok yang ke Kabupaten Solok, Kabupaten Pesisir Selatan dan Kota Bukittinggi. Masing-masing peserta berjumlah 15 orang," jelasnya lagi.


Siswo juga menjelaskan bahwa visitasi ke Padang Pariaman akan melakukan observasi, mengumpulkan informasi, data dan dokumentasi tentang perkembangan dan pertumbuhan ekonomi khususnya usaha kecil mikro dan menengah (UMKM).

"Dari pengamatan di lapangan peserta akan membuat laporan hasil observasi dan menyusun rekomendasi untuk Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman terkait pengembangan UMKM," pungkas Siswo.


Menyambut kedatangan VKN PKN BPSDM Jawa Timur, Sekda Jonpriadi mengaku senang dan bangga BPSDM Jawa Timur memilih Padang Pariaman sebagai lokus.

"Kami senang dan bangga, BPSDM Jawa Timur memilih Kabupaten Padang Pariaman sebagai lokasi VKN PKN tingkat II. Suatu kehormatan bagi kami dan masyarakat Padang Pariaman," kata Jonpriadi senang.
Katanya, peserta VKN PKN tingkat II dapat melaksanakan VKN dengan lancar tanpa gangguan berarti dan kemudian menghasilkan rumusan rekomendasi yang dapat diterapkan di Padang Pariaman.

"Kami sangat berharap bapak ibu yang berasal dari beberapa daerah tingkat provinsi, kabupaten/kota bahkan kementerian dan lembaga, mendapatkan kesan yang sangat positif terhadap Padang Pariaman kemudian menceritakan kepada keluarga, rekan kerja di daerah masing-masing. Kami sangat senang jika bapak ibu mempromosikan Padang Pariaman kepada orang lain untuk datang ke sini," harapnya.


Setelah saling berdiskusi tentang pengembangan perekonomian, ditutup dengan saling bertukar cenderamata. Selanjutnya rombongan diantar oleh BKPSDM Padang Pariaman melakukan observasi ke empat pelaku UMKM, yaitu Leriska (Lele Asap), Arfam's (Olahan Durian) dan Coklat Malibau di Kecamatan 2 x 11 Kayu Tanam serta Ul Bordir (Bordir Mukena Minang) di Kecamatan Nan Sabaris. (501)

Di Padang Pariaman Januari sampai Maret Ditemukan 34 Orang Penderita HIV-AIDS

Padang Pariaman--Visi pembangunan kesehatan sampai tahun 2025 adalah “Indonesia Sehat 2025”, yaitu keadaan masa depan masyarakat, bangsa, dan negara yang ditandai oleh penduduknya yang hidup dalam lingkungan dan dengan perilaku hidup sehat, serta memiliki kemampuan untuk menjangkau pelayanan kesehatan yang bermutu secara adil, merata, dan memiliki derajat kesehatan yang setinggi-tingginya.

Untuk mewujudkan visi tersebut, telah ditetapkan misi pembangunan kesehatan, yaitu menggerakkan pembangunan nasional berwawasan kesehatan,
 mendorong kemandirian masyarakat untuk hidup sehat, memelihara dan meningkatkan upaya kesehatan yang bermutu, merata, dan terjangkau, meningkatkan dan mendayagunakan sumber daya kesehatan
 dalam konteks ini, platform untuk mengatasi masalah kesehatan yang diprioritaskan kepada mobilisasi sosial dan pemberdayaan masyarakat, meningkatkan/memeratakan kualitas dan kuantitas pelayanan kesehatan yang terjangkau,
 meningkatkan surveilans dan monitoring.
Selanjutnya, meningkatkan pendanaan masyarakat
 untuk mencapai visi dan misi dari Kementerian Kesehatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman sudah mempunyai visi dan misi yang akan mendukung pembangunan, termasuk sektor kesehatan. Visi tersebut adalah terwujudnya Kabupaten Padang Pariaman yang Baru, Religius, Cerdas dan Sejahtera. MMelalui visi tersebut, ada empat misi yang ingin dicapai dan diwujudkan ke depan.
Wakil Bupati Padang Pariaman, Suhatri Bur menyampaikan hal demikian, Selasa (30/4) dalam rapat koordinasi pencegahan dan penanggulangan penyakit HIV-AID. Menurut dia, baru memiliki arti suatu perubahan wajah, ruang dan suasana, religius memiliki makna masyarakat yang menjunjung tinggi norma-norma agama, berpegang teguh kepada ajaran agama dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.
"Sejahtera memiliki arti sebuah kondisi tercapainya taraf kehidupan yang layak dari sisi ekonomi, pendidikan, kesehatan, sosial dan budaya. Cerdas memiliki arti sebagai suatu kondisi masyarakat yang berkualitas dan berilmu pengetahuan," ungkap Suhatri Bur.
Menurutnya, dalam mewujudkan visi dan misi tersebut, pemerintah dihadapkan pada berbagai masalah dan persoalan bangsa, terutama di bidang kesehatan. "Selain menghadapi transisi demografi, kita juga dihadapkan pada transisi epidemiologi penyakit. Artinya, di satu sisi kita masih dihadapkan pada masalah tingginya penyakit infeksi (baik re-emerging maupun new-emerging).
Mencermati situasi tersebut, kita perlu mewaspadai beberapa penyakit infeksi, terutama yang bersifat “new emerging diseases”, seperti HIV-AIDS, avian influenza (AI), maupun penyakit infeksi lain yang bersifat “re-emerging diseases”, seperti TBC, kusta, Demam Berdarah Dengue (DBD), malaria, termasuk penyakit kaki gajah (filariasis)," ujarnya.
"
Penyakit HIV-AIDS merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh virus. Sampai detik ini penyakit HIV-AIDS belum ada obatnya. 60 % penderita HIV-AIDS akan menderita penyakit TBC karena virus HIV ini menyerang sitem kekebalan tubuh penderita. TBC merupakan penyebab utama kematian pada orang dengan HIV-AIDS atau yang disebut ODHA (40 % kematian ODHA terkait dengan TBC).
 WHO memperkirakan jumlah pasien TBC dengan status HIV positif di Indonesia pada tahun 2013 sebesar 7,5 % terjadi peningkatan jika dibandingkan dengan tahun 2012 yang hanya 3,3 % (Global Report WHO 2013)," ulas Wabup.
Penemuan cakupan TB tahun 2016 sebanyak 298.125 orang dan penemuan kasus HIV sebanyak 7.491 orang. Jumlah kumulatif kasus HIV-AIDS dari tahun 1987 s/d 2016 sebanyak 86.780 orang.
Kegiatan kolaborasi TB-HIV di Indonesia merupakan rangkaian kegiatan bersama program pengendalian TB dan program pengendalian HIV yang bertujuan untuk mengurangi beban TB dan HIV pada masyarakat akibat kedua penyakit ini.

Data penemuan HIV-AIDS di Sumatera Barat dari tahun 2002 s/d 2017 HIV sebanyak 1.685 orang dan AIDS sebanyak 1.841 orang. Dan penemuan HIV-AIDS tahun 2018 Dinkes Sumatera Barat sebanyak 347 orang.
Jumlah penemuan kasus TB-HIV dari bulan tahun 2018 di Dinas Kesehatan Kabupaten Padang Pariaman sebanyak 4 orang dan jumlah penemuan kasus baru TBC sebanyak 730 orang.

Jumlah penemuan kasus HIV-AIDS tahun 2018 sebanyak 43 orang. Dari 43 orang yang tertular HIV-AIDS tersebut, penyebab atau faktor resiko yang paling tinggi adalah hubungan sek laki-laki sek laki-laki (LSL) sebanyak 21 orang, sek bebas sebanyak 10 orang, pasangan positif HIV sebanyak 8 orang dan bisek sebanyak 4 orang.
Ini sangat singnifikan sekali karena pada tahun 2017 penemuan kasus HIV-AIDS di Kabupaten Padang Pariaman ditemukan sebanyak 28 orang.
"Dan bulan Januari sampai dengan Maret 2019 ini saja sudah ditemukan sebanyak 34 orang penderita HIV-AIDS di Kabupaten Padang Pariaman.
Untuk mencegah penularan penyakit HIV-AIDS kita juga sudah melaksanakan upaya pencegahan melalui penyuluhan dan sosialisasi serta melaksanakan kegiatan GERNIS PAPA (Gerakan Nikah Sehat Padang Pariaman). Pada tahun 2018 sudah diperiksa sebanyak 5.258 orang dilakukan skrining/deteksi dini pada pasien TBC, ibu hamil dan calon pengantin.
Khusus calon pengantin sudah dilakukan pemeriksaan sebanyak 1.378 orang dan ditemukan HIV positif sebanyak 1 orang, shypilis sebanyak 2 orang, hepatitis sebanyak 4 orang dan positif hamil sebanyak 10 orang," ungkap Suhatri Bur.

Suhatri Bur menyebutkan, kegiatan GERNIS PAPA pada bulan Januari s/d Maret 2019 sudah dilakukan pemeriksaan kesehatan pada calon penganten sebanyak 718 orang dengan hasil pemeriksaan HIV 0, sipilis 1 orang, hepatitis 2 orang, TBC 1 orang dan hamil sebelum menikah sebanyak 8 orang.
Dengan banyaknya penemuan kasus ini, maka Padang Pariaman sudah melakukan upaya-upaya pencegahan dan pengendalian penyakit menular (TBC dan HIV) serta penyakit menular lainnya. Khusus untuk Kecamatan Lubuk Alung sudah terbentuk Yayasan Warga Peduli HIV (YWPH) dan Nagari Peduli TB dan HIV-AIDS. Kegiatan ini sudah terlaksana dan kegiatan sosialisasi atau penyuluhan tentang TBC dan HIV-AIDS kepada masyarakat Lubuk Alung juga sudah dilakukan pada tahun 2018.
Dana untuk kegiatan sosialisasi TB dan HIV tersebut dianggarkan dari dana nagari di Kecamatan Lubuk Alung.
 Pada tahun 2019 ini Kecamatan Lubuk Alung juga membuat suatu inovasi yang bernama SALIHODA (Sahabat Peduli Orang dengan HIV-AIDS) di Nagari Singguliang. Kegiatan yang dilakukan adalah pencegahan dan penanggulangan HIV-AIDS melalui sosialisasi pada masyarakat dan menempelkan stiker-stiker informasi HIV-AIDS di rumah-rumah masyarakat.
Kegiatan ini dilaksanakan oleh konselor-konselor sebaya sebanyak 12 orang. Konselor-konselor sebaya ini sudah dilatih terlebih dahulu oleh tim dari Puskesmas Lubuk Alung.
"Untuk itu diharapkan kepada kita semua agar dapat melaksanakan pencegahan dan penanggulangan penyakit menular. Semoga Kabupaten Padang Pariaman terbebas dari penularan penyakit menular," harapnya. (501)

Puskesmas Padang Alai Dinilai Tim Provinsi

Padang Alai--Puskesmas Padang Alai, Kecamatan V Koto Timur, Kabupaten Padang Pariaman didatangi oleh Tim Penilai Kompetisi Pelayanan Prima dan Inovasi Pelayanan Publik tingkat Provinsi Sumatera Barat, Senin (29/4).

Dalam kegiatan penilaian ini Puskesmas Padang Alai didampingi langsung oleh Bupati Padang Pariaman, DPRD, Kepala Dinas Kesehatan, Camat dan Walinagari.
Bupati Ali Mukhni menyampaikan apresiasi kepada Puskesmas Padang Alai yang sudah mengaplikasikan motto pemerintah daerah, yakni tiada hari tanpa inovasi dengan program inovasi unggulannya Jumsepase "Jumat Sehat Padang Alai Semangat".

Dalam sambutannya Bupati Padang Pariaman juga menyampaikan ajakan kepada seluruh Puskesmas yang ada untuk dapat berinovasi seperti Puskesmas Padang Alai yang mengutamakan pelayanan prima kepada masyarakat.


"Biarpun Puskesmas Padang Alai terletak di kaki bukit dan jauh dari perkotaan, tapi Puskesmas Padang Alai tidak kalah dari Puskesmas lain se Sumatera Barat," tambah Ali Mukhni.


Dalam bidang inovasi Padang Pariaman pada tahun 2018 berhasil meraih terbaik II se Indonesia.

Tim Penilai Kompetisi Pelayanan Prima dan Inovasi Pelayanan Publik Tingkat Sumatera Barat yang hadir terdiri dari Prof. Edy Safri dari MUI Sumatera Barat, Sawir Pribadi dari Media Harian Singgalang, Zikri Alhadi dari Universitas Negeri Padang, dan Dr. Ria Ariany, dari Universitas Andalas. (501)

Minggu, 28 April 2019

PMII Diminta Jadi Contoh di Tengah Masyarakat

Pariaman--Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Pariaman diminta harus mampu mengantisipasi dampak negatif dari kemajuan pariwisata yang tengah menjadi fokus pembangunan di kota itu. Jangan sampai kemajuan pariwisata merusak nilai-nilai kehidupan budaya yang sudah ada.
Demikian dikatakan Walikota Pariaman diwakili Kepala Bagian Kesra Sekretariat Pemko Pariaman, Armaizal saat membuka Musyawarah Pimpinan Cabang (Muspimcab) PMII Cabang Pariaman, di aula BP PAUD dan Dikmas, Rawang Kota Pariaman. Selain Muspimcab, juga digelar Pelantikan Komisariat, Tasyakarun Harlah dan dialog dengan dua senior PMII Kota Pariaman.
Menurut Armaizal, visi misi Walikota Pariaman Genius Umar adalah memajukan sektor pariwisata. Karena dengan menggenjot pariwisata akan mendatangkan banyak orang ke Pariaman. Jika banyak pengunjung, tentu diharapkan bisa meningkatkan perekonomian masyarakat.
“Selain pengembangan pariwisata, Pemko Pariaman juga memperhatikan peningkatan kehidupan keagamaan masyarakat. Seperti adanya penyuluh agama di setiap desa. Ini dimaksudkan agar masyarakat mendapatkan pendampingan dalam kehidupan beragama,” kata Armaizal.
Kader PMII Kota Pariaman, kata Armaizal, diminta dapat membentengi diri terhadap dampak negatif perkembangan informasi teknologi. Cara membentengi diri yang efektif adalah dengan nilai-nilai dan pemahaman agama yang lebih baik. “Kader PMII Pariaman mari bersama-sama memberikan contoh teladan yang baik kepada masyarakat tentang kehidupan beragama yang baik,” ajak Armaizal.
Pembukaan Muspimcab dihadiri Ketua PC PMII Kota Pariaman, Rizka Adilla, mantan Ketua PMII Kota Pariaman, Ory Sativa Tuanku Sutan Imam Basa dan Jupmaidi Ilham, Ketua PKC PMII Sumbar Rodi Indra Saputra, Pendiri PMII Kota Pariaman Armaidi Tanjung, Tim Kaderisasi Pengurus Besar PMII Satria Effendi Tuanku Kuning yang juga mantan Ketua PC PMII Kota Pariaman.

Pelantikan Pengurus Komisariat

Pengurus Komisariat (PK) yang dilantik masing-masing PK STIE Sumbar Pariaman periode 2019-2020, Ketua Hari Yanto, Sekretaris Irma Yulia Hadiarrahmi, Bendahara Atika Jasri. Korp Putri PMII Ketua Ninil Khaira Wahyuni, Sekretaris Intan Apriska Putrid an Bendahara Elsa.
Sedangkan PMII PK STIT Syekh Burhanuddin Ketua Rangga Putra, sekretaris Naldi, Bendahara Nur ‘Asmi. Korp Putri PMII Ketua Elsa Mahlita, Sekretaris Yeni Safitri dan Bendahara Julia Safitri. (501)