VII Koto--Sebagai tuan rumah pelaksanaan Bupati Cup I yang digelar Pengurus Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) Kabupaten Padang Pariaman, SMAN 1 Kecamatan VII Koto Sungai Sariak cukup berhasil.
Dua timnya, putra dan putri turun dalam babak final, rasanya cukup membuat Kepala SMA yang terletak di Lubuak Pua, Nagari Balah Aie Utara, Akmal itu merasa gembira dan senang.
Tim basket putri SMAN 1 VII Koto Sungai Sariak berhasil merebut juara satu, setelah mengalahkan tim basket putri SMAN 1 2x11 Enam Lingkung, Senin pagi kemarin di lapangan SMAN 1 VII Koto Sungai Sariak.
Namun, saat tim basket putra sekolah itu berhadapan dengan SMAN 1 Lubuk Alung, sepertinya anak asuhan Afrido Romansyah ini harus mengakui keunggulan dan kehebatan SMAN 1 Lubuk Alung yang terkenal dengan sekolah rujukan itu.
Alhasil, piala bergilir Bupati Padang Pariaman Ali Mukhni diangkut ke SMAN 1 Lubuk Alung oleh anak asuhan Alfen Jenifel Abbas yang akrap dengan panggilan Oom. Sebab, yang berhak mendapatkan piala bergilir hanya tim putranya yang keluar sebagai juara satu.
"Meskipun basket, tetap saja bolanya bulat," kata Ketua Perbasi Padang Pariaman, H. Darmon, saat menutup iven yang berlangsung selama satu pekan itu. Artinya, kata anggota DPRD Sumatera Barat ini, jangan bangga dulu SMAN 1 Lubuk Alung. Segala kemungkinan bisa saja terjadi pada iven berikutnya.
Tetapi, Darmon merasa terharu dan semangat karena saat penutupan, babak final berlangsung sangat meriah. Supporter pemain hampir sama kuat memberikan dukungan moril agar tim jagoannya bisa menang.
Menurut Darmon, iven ini yang hakikatnya basket masuk sekolah akan terus berlanjut di masa yang akan datang. "Kita ingin, acara ini diadakan tingkat Sumbar," ungkap anggota Komisi V DPRD Sumbar ini.
Dia menyampaikan terima kasihnya kepada SMAN 1 VII Koto Sungai Sariak yang dengan senang hati jati tuan rumah. Begitu juga kepada seluruh panitia pelaksana, pihak sponsor, seperti Bank Nagari Cabang Lubuk Alung, Telkomsel Sumatera Barat, dan pihak lainnya yang telah memberikan dukungan moril dan materil dalam acara tersebut.
Darmon minta kesiapan para pemain terbaik. Sebab, pada Porprov nanti para pemain hari ini akan ikut jadi tim basket Porprov mewakili Padang Pariaman.
Ketua Panitia Khairil Anwar merasa puas atas kesuksesan iven demikian. "Alhamdulillah, ini berkat kerjasama semua pihak, termasuk keluarga besar SMAN 1 VII Koto Sungai Sariak," ujar dia. (501)
Senin, 18 Desember 2017
Aktifitas Tambang Galian C Lubuk Alung Kembali Bikin Kegaduhan
Lubuk Alung--Aktifitas galian C di sepanjang aliran Sungai Batang Anai, tepatnya di Nagari Balah Hilia Lubuk Alung kembali bikin kegaduhan antara pihak penambang dengan masyarakat itu sendiri.
Kegaduhan berakhir di kantor polisi setempat, setelah pihak berwajib turun langsung ke lokasi mendengar adanya keributan. Selepas pembubuaran oleh masyarakat, keributan di Korong Palayangan, Balah Hilia sore hingga malam hari beberapa waktu lalu, disebabkan adanya penolakan masyarakat terhadap pengerukan yang dilakukan oleh penambang sirtukil di dalam aliran Sungai Batang Anai.
Dan lagi, menurut sepengatahuan masyarakat, para penambang itu tak pula punya izin tambang yang jelas dari pihak terkait. Kalaupun punya izin, yang namanya dalam sungai adalah larangan untuk menambang galian.
"Kami masyarakat meminta kepastian hukum tentang pelaku ilegalmaning ini," kata Eri Rinal, saat petemuan di Polsek Lubuk Alung itu. Tapi sangat disayangkan, kata dia, pihak Polsek tidak dapat melakukan tindakan tegas, sehingga para penambang masih berbuat sesuka hatinya mengambil kekayaan alam Lubuk Alung ini.
Menurut masyarakat, dan memang banyak faktanya, bahwa akibat aktifitas galian C itu telah berkali-kali terjadi musibah banjir dan longsor. Apa ditunggu dulu musibah yang lebih besar yang akan menghanyutkan nagari dan kecamatan ini, baru dihentikan.
Soal laporan dari masyarakat yang mengatasnamakan Masyarakat Anti Galian C Illegas dan Cinta Nagari Lubuk Alung, telah lama membuat laporan tertulis ke Kapolda Sumbar, Gubernur, Bupati Padang Pariaman.
Camat Lubuk Alung Imran Rafi'i dan Pejabat Walinagari Balah Hilia Nasrizal mengaku, juga telah membuat laporan ke Pemkab Padang Pariaman. Malah laporan itu sudah lama dikirim. Hanya tanggapannya saja yang belum.
"Saya tak punya tembusan, kalau memang pengusaha itu punya izin," kata Camat Imran Rafi'i. Untuk membahas masalah ini, kata dia, pihaknya bersama Nagari Balah Hilia akan bertemu bersama Sabtu depan.
Sebab, katanya lagi, masalah ini harus dituntaskan secara bersama, agar jangan terjadi musibah yang akan memunahkan nagari ini. "Ibarat sakit, mencegah akan jauh lebih baik ketimbang mengobati pada saat sakit," ungkapnya. (501)
Kegaduhan berakhir di kantor polisi setempat, setelah pihak berwajib turun langsung ke lokasi mendengar adanya keributan. Selepas pembubuaran oleh masyarakat, keributan di Korong Palayangan, Balah Hilia sore hingga malam hari beberapa waktu lalu, disebabkan adanya penolakan masyarakat terhadap pengerukan yang dilakukan oleh penambang sirtukil di dalam aliran Sungai Batang Anai.
Dan lagi, menurut sepengatahuan masyarakat, para penambang itu tak pula punya izin tambang yang jelas dari pihak terkait. Kalaupun punya izin, yang namanya dalam sungai adalah larangan untuk menambang galian.
"Kami masyarakat meminta kepastian hukum tentang pelaku ilegalmaning ini," kata Eri Rinal, saat petemuan di Polsek Lubuk Alung itu. Tapi sangat disayangkan, kata dia, pihak Polsek tidak dapat melakukan tindakan tegas, sehingga para penambang masih berbuat sesuka hatinya mengambil kekayaan alam Lubuk Alung ini.
Menurut masyarakat, dan memang banyak faktanya, bahwa akibat aktifitas galian C itu telah berkali-kali terjadi musibah banjir dan longsor. Apa ditunggu dulu musibah yang lebih besar yang akan menghanyutkan nagari dan kecamatan ini, baru dihentikan.
Soal laporan dari masyarakat yang mengatasnamakan Masyarakat Anti Galian C Illegas dan Cinta Nagari Lubuk Alung, telah lama membuat laporan tertulis ke Kapolda Sumbar, Gubernur, Bupati Padang Pariaman.
Camat Lubuk Alung Imran Rafi'i dan Pejabat Walinagari Balah Hilia Nasrizal mengaku, juga telah membuat laporan ke Pemkab Padang Pariaman. Malah laporan itu sudah lama dikirim. Hanya tanggapannya saja yang belum.
"Saya tak punya tembusan, kalau memang pengusaha itu punya izin," kata Camat Imran Rafi'i. Untuk membahas masalah ini, kata dia, pihaknya bersama Nagari Balah Hilia akan bertemu bersama Sabtu depan.
Sebab, katanya lagi, masalah ini harus dituntaskan secara bersama, agar jangan terjadi musibah yang akan memunahkan nagari ini. "Ibarat sakit, mencegah akan jauh lebih baik ketimbang mengobati pada saat sakit," ungkapnya. (501)
Minggu, 17 Desember 2017
Bupati Cup I Perbasi Padang Pariaman Tim Basket Putra dan Putri SMAN 1 Kota Pariaman Raih Juara Tiga
VII Koto--Tim basket putri SMAN 1 Kota Pariaman akhirnya keluar sebagai juara tiga, setelah mengalahkan tim putri SMAN 1 Enam Lingkung. Sedangkan tim basket putra SMAN 1 Batang Anai, agaknya harus pula mengakui keunggulan tim putra SMAN 1 Kota Pariaman. Sehingga, kemenangan demikian tim putra SMAN 1 Kota Pariaman juga keluar sebagai juara tiga, dalam iven Bupati Padang Pariaman Cup I yang diadakan Perbasi daerah itu, Sabtu (16/12) di lapangan basket SMAN 1 VII Koto Sungai Sariak.
Afrido Romansyah, Panitia Lapangan iven Bupati Cup menyebutkan, untuk juara satu dan dua ditentukan pagi Senin (18/12) ini, yaitu antara tim basket putra SMAN 1 Lubuk Alung melawan SMAN 1 VII Koto Sungai Sariak. Sementara, final putri, behadapan tim basket putri SMAN VII Koto Sungai Sariak dengan tim putri SMAN 2x11 Enam Lingkung.
"Sengaja kita adakan final pagi, karena siangnya penutupan acara yang langsung dilakukan Bupati Padang Pariaman Ali Mukhni," kata Afrido Romansyah.
Bersama Ketua Panitia Khairil Anwar, Afrido menilai keberhasilan iven kali ini cukup membuahkan hasil yang mnaksimal. Apalagi, diikuti banyak sekolah SMA yang ada di Kota Pariaman dan Padang Pariaman. "Kita berharap, yang meraih juara satu hari ini, akan mampu menjadi yang terbaik pula pada kejuaraan selanjutnya," ungkapnya.
Khairil Anwar menambahkan, di samping piala bergilir Bupati Padang Pariaman dan piala tetap dari Perbasi, panitia juga menyediakan hadiah berupa tabanas yang nilainya Rp2 juta untuk juara satu, Rp1,5 juta untuk juara dua, dan Rp1 juta buat juara tiga.
"Momen ini tentunya bagian dari upaya kita dari Perbasi untuk memasyarakatkan basket di kalangan anak sekolah dan pelajar," ujar Khairil. (501)
Afrido Romansyah, Panitia Lapangan iven Bupati Cup menyebutkan, untuk juara satu dan dua ditentukan pagi Senin (18/12) ini, yaitu antara tim basket putra SMAN 1 Lubuk Alung melawan SMAN 1 VII Koto Sungai Sariak. Sementara, final putri, behadapan tim basket putri SMAN VII Koto Sungai Sariak dengan tim putri SMAN 2x11 Enam Lingkung.
"Sengaja kita adakan final pagi, karena siangnya penutupan acara yang langsung dilakukan Bupati Padang Pariaman Ali Mukhni," kata Afrido Romansyah.
Bersama Ketua Panitia Khairil Anwar, Afrido menilai keberhasilan iven kali ini cukup membuahkan hasil yang mnaksimal. Apalagi, diikuti banyak sekolah SMA yang ada di Kota Pariaman dan Padang Pariaman. "Kita berharap, yang meraih juara satu hari ini, akan mampu menjadi yang terbaik pula pada kejuaraan selanjutnya," ungkapnya.
Khairil Anwar menambahkan, di samping piala bergilir Bupati Padang Pariaman dan piala tetap dari Perbasi, panitia juga menyediakan hadiah berupa tabanas yang nilainya Rp2 juta untuk juara satu, Rp1,5 juta untuk juara dua, dan Rp1 juta buat juara tiga.
"Momen ini tentunya bagian dari upaya kita dari Perbasi untuk memasyarakatkan basket di kalangan anak sekolah dan pelajar," ujar Khairil. (501)
Masyarakat Pintir Kayu Antusias Ikut Program KB
Padang Pariaman--Launching Kampung KB di Korong Pintir Kayu, Nagari Sunur Barat, Kecamatan Nan Sabaris, Padang Pariaman di lakukan Kamis lalu. Berlangsung meriah, dan di hadiri oleh banyak orang di kampung itu.
Hasbullah, ketua kampung KB Nagari Sunur Barat mengatakan, bahwa KB ini dulunya tabu di kalangan masyarakat. Namun sekarang sudah ada perubahan dari tahun sebelumnya, dimana masyarakat sudah antusias untuk ikut program KB.
Ia menyampaikan, telah terjadi peningkatan warga Pintir Kayu, Sunur Barat yang ikut ber-KB. Pasangan usia subur di sini hanya 32 orang yang tidak ikut KB dari 84 pasangan. Dari tahun sebelumnya, pencangan KB sekarang sudah meningkat jadi 61 persen.
"Melalui program KB ini, kami berharap Pemkab Padang Pariaman untuk dapat meningkatkan kesejahteraan kampung KB ini. Karena masih banyak penduduk yang belum sejahtera," terang Hasbullah.
Sementara itu, Yustiardi, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Padang Pariaman menyampaikan, bahwa Korong Pintir Kayu diambil sebagai kampung KB karena memenuhi persyaratan-persyaratan yang telah ditentukan.
Di antara persyaratan untuk menentukan daerah tersebut menjadi kampung KB, adalah pasangan usia subur banyak, daerahnya terpencil, minat masyarakat kurang untuk ber-KB.
Wakil Bupati Padang Pariaman, Suhatri Bur menyampaikan, untuk memajukan masyarakat perlu kiranya membangun kampung KB. Ini dilihat dari pertumbuhan penduduk yang semakin hari semakin meningkat. "Satu sisi, daerah kita ini masih ada Kepala Keluarga (KK) yang perlu perhatian khusus. Dengan adanya kondisi seperti itu perlu kiranya kita mencanangkan kampung KB," kata dia.
Target, katanya, adalah satu kecamatan satu kampung KB. Oleh karena itu, perlu satu kata sepakat untuk menyukseskan program kampung KB ini. Jika program ini berhasil, maka pertumbuhan penduduk bisa ditekan. (501)
Hasbullah, ketua kampung KB Nagari Sunur Barat mengatakan, bahwa KB ini dulunya tabu di kalangan masyarakat. Namun sekarang sudah ada perubahan dari tahun sebelumnya, dimana masyarakat sudah antusias untuk ikut program KB.
Ia menyampaikan, telah terjadi peningkatan warga Pintir Kayu, Sunur Barat yang ikut ber-KB. Pasangan usia subur di sini hanya 32 orang yang tidak ikut KB dari 84 pasangan. Dari tahun sebelumnya, pencangan KB sekarang sudah meningkat jadi 61 persen.
"Melalui program KB ini, kami berharap Pemkab Padang Pariaman untuk dapat meningkatkan kesejahteraan kampung KB ini. Karena masih banyak penduduk yang belum sejahtera," terang Hasbullah.
Sementara itu, Yustiardi, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Padang Pariaman menyampaikan, bahwa Korong Pintir Kayu diambil sebagai kampung KB karena memenuhi persyaratan-persyaratan yang telah ditentukan.
Di antara persyaratan untuk menentukan daerah tersebut menjadi kampung KB, adalah pasangan usia subur banyak, daerahnya terpencil, minat masyarakat kurang untuk ber-KB.
Wakil Bupati Padang Pariaman, Suhatri Bur menyampaikan, untuk memajukan masyarakat perlu kiranya membangun kampung KB. Ini dilihat dari pertumbuhan penduduk yang semakin hari semakin meningkat. "Satu sisi, daerah kita ini masih ada Kepala Keluarga (KK) yang perlu perhatian khusus. Dengan adanya kondisi seperti itu perlu kiranya kita mencanangkan kampung KB," kata dia.
Target, katanya, adalah satu kecamatan satu kampung KB. Oleh karena itu, perlu satu kata sepakat untuk menyukseskan program kampung KB ini. Jika program ini berhasil, maka pertumbuhan penduduk bisa ditekan. (501)
Nilai Investasi Mengalami Kenaikan Lima Kali Lipat di Padang Pariaman
Padang Pariaman--Menjalankan amanat undang-undang nomor 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik, Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu dan Perindustrian (DPMPTP) Kabupaten Padang Pariaman gelar diskusi bersama wartawan.
"Sesuai arahan Pak Bupati Ali Mukhni, bahwa diskusi ini penting untuk evaluasi kinerja DPMPTP dalam satu tahun. Jadi kami ingin mengetahui bagaimana dinas ini dimata wartawan," kata Kadis PMPTP Hendra Aswara, pekan lalu.
Sejak awal 2017, kata Hendra, seluruh perizinan dan non perizinan sudah ditangani satu pintu. Artinya tidak ada lagi perizinan melalui Bupati ataupun Wakil Bupati. Hal itu dibuktikan dengan adanya Peraturan Bupati Nomor 4 Tahun 2017 tentang Pelimpahan Kewenangan Perizinan kepada DPMPTP yaitu sebanyak 122 Perizinan dan 6 Non Perizinan
Sistim perizinan online juga telah diterapkan dengan nama SIMPEL (Sistem Perizinan Elektronik) yang telah diberlakukan sejak Mei lalu. Sistim ini diadopsi dari Kabupaten Sidoarjo sesuai arahan dari KPK RI yang ditindaklanjuti oleh Bupati Padang Pariaman.
Kemudian juga telah disusun Standar Pelayanan Minimal (SPM) dan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang dipajang di ruang pelayanan dan telah dibukukan. Jadi, setiap izin akan jelas persyaratannya, berapa hari selesainya dan ada tidaknya biaya.
"Seluruh perizinan gratis, kecuali IMB. Ada retribusi sesuai peraturan daerah dan setornya pun melalui Bank karena kita tidak menerima setoran tunai," ujar Kadis yang pernah menjabat Kabag Humas itu. Terkait capaian target Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui retribusi IMB, Hendra mengatakan bahwa tahun ini target diberikan sebesar Rp500 juta. Pada awal September target itu tercapai dan kemudian ditambah lagi Rp200 juta sehingga menjadi Rp700 juta. Bulan November juga sudah melebihi Rp700 juta sehingga ditambah lagi menjadi Rp800 juta.
"Alhamdulillah, target Rp800 juta sudah tercapai per 11 Desember. Ini tentu berkat dukungan seluruh pihak, OPD Teknis, Camat, Walinagari dan masyarakat," kata dia. Berkaitan dengan penanaman modal investasi, bahwa Padang Pariaman diberikan target sebesar Rp46 miliar. Hingga Desember ini, tambah Hendra, tercatat investasi sebesar Rp184 miliar. Artinya mengalami kenaikan hampir lima kali lipat.
"Nilai investasi ini tercatat dalam LKPM online dan SPIPISE. Bisa dipantau okeh BKPM Pusat," ungkap alumni STPDN angkatan XI ini. Ke depan, ujar Hendra, akan diterapkan program service day. Ini terinspirasi oleh Bank BUMN maupun swasta dalam memanjakan masyarakat maupun pengusaha. (501)
"Sesuai arahan Pak Bupati Ali Mukhni, bahwa diskusi ini penting untuk evaluasi kinerja DPMPTP dalam satu tahun. Jadi kami ingin mengetahui bagaimana dinas ini dimata wartawan," kata Kadis PMPTP Hendra Aswara, pekan lalu.
Sejak awal 2017, kata Hendra, seluruh perizinan dan non perizinan sudah ditangani satu pintu. Artinya tidak ada lagi perizinan melalui Bupati ataupun Wakil Bupati. Hal itu dibuktikan dengan adanya Peraturan Bupati Nomor 4 Tahun 2017 tentang Pelimpahan Kewenangan Perizinan kepada DPMPTP yaitu sebanyak 122 Perizinan dan 6 Non Perizinan
Sistim perizinan online juga telah diterapkan dengan nama SIMPEL (Sistem Perizinan Elektronik) yang telah diberlakukan sejak Mei lalu. Sistim ini diadopsi dari Kabupaten Sidoarjo sesuai arahan dari KPK RI yang ditindaklanjuti oleh Bupati Padang Pariaman.
Kemudian juga telah disusun Standar Pelayanan Minimal (SPM) dan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang dipajang di ruang pelayanan dan telah dibukukan. Jadi, setiap izin akan jelas persyaratannya, berapa hari selesainya dan ada tidaknya biaya.
"Seluruh perizinan gratis, kecuali IMB. Ada retribusi sesuai peraturan daerah dan setornya pun melalui Bank karena kita tidak menerima setoran tunai," ujar Kadis yang pernah menjabat Kabag Humas itu. Terkait capaian target Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui retribusi IMB, Hendra mengatakan bahwa tahun ini target diberikan sebesar Rp500 juta. Pada awal September target itu tercapai dan kemudian ditambah lagi Rp200 juta sehingga menjadi Rp700 juta. Bulan November juga sudah melebihi Rp700 juta sehingga ditambah lagi menjadi Rp800 juta.
"Alhamdulillah, target Rp800 juta sudah tercapai per 11 Desember. Ini tentu berkat dukungan seluruh pihak, OPD Teknis, Camat, Walinagari dan masyarakat," kata dia. Berkaitan dengan penanaman modal investasi, bahwa Padang Pariaman diberikan target sebesar Rp46 miliar. Hingga Desember ini, tambah Hendra, tercatat investasi sebesar Rp184 miliar. Artinya mengalami kenaikan hampir lima kali lipat.
"Nilai investasi ini tercatat dalam LKPM online dan SPIPISE. Bisa dipantau okeh BKPM Pusat," ungkap alumni STPDN angkatan XI ini. Ke depan, ujar Hendra, akan diterapkan program service day. Ini terinspirasi oleh Bank BUMN maupun swasta dalam memanjakan masyarakat maupun pengusaha. (501)
Staf Nagari Diminta Menguasai Tekhnologi Informasi
Staf Nagari Diminta Menguasai Tekhnologi Informasi
Padang Pariaman, Singgalang
Meski pemerintahan terendah, staf kantor nagari dituntut memiliki kemampuan maksimal dalam melayani masyarakat khusus pada bidangnya. Oleh karena itu, semua aparatur mesti meguasai teknologi informasi.
Hal itu dikatakan Staf Ahli Bupati Padang Pariaman Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, H. Taslim saat membuka Pelatihan Aparatur Lembaga Nagari dalam Bidang Manajemen Pemerintahan Nagari, baru baru ini di Hall Saiyo Sakato Pariaman, yang diselenggarakan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa daerah itu.
Menurut Taslim, dengan penguasaan teknologi informasi urusan pelayanan publik dapat dilaksanakan dengan lebih mudah. Aparatur nagari tidak perlu lagi bolak-balik mengantar berkas administrasi ke kantor camat, misalnya. "Saya minta semua peserta mengikuti seluruh rangkaian pelatihan ini dengan sungguh-sungguh," pintanya. Selain itu.
Sebagai ujung tombak pemerintahan, kata dia, aparatur nagari hendaklah memiliki kepekaan sosial yang tinggi. Jika terjadi permasalan di tengah masyarakat, aparatur nagari-lah yang lebih dahulu turun tangan untuk mengatasi atau mencarikan solusinya.
Sebelumnya, Kepala Bidang Bina Pemerintahan Desa DPMD Heriza Syafani, selaku panitia pelaksana melaporkan, kegiatan pelatihan tersebut dimaksudkan untuk meningkatkan pengetahuan, pemahaman dan kemampuan aparatur nagari dalam bidang manajemen pemerintahan.
"Dengan ini diharapkan aparatur nagari dapat melaksanakan tata kelola pemerintahan yang baik sebagai ujung tombak pemerintah dalam melayani dan berinteraksi dengan masyarakat secara langsung," ujarnya.
Dia menyebutkan, peserta pelatihan berjumlah 206 orang. Mereka adalah sekretaris dan kaur pemerintahan di 103 nagari se-Kabupaten Padang Pariaman. Sedangkan narasumber berasal dari Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bapelitbangda), DPMD, Bagian Hukum dan Tenaga Ahli P3MD. (501)
Padang Pariaman, Singgalang
Meski pemerintahan terendah, staf kantor nagari dituntut memiliki kemampuan maksimal dalam melayani masyarakat khusus pada bidangnya. Oleh karena itu, semua aparatur mesti meguasai teknologi informasi.
Hal itu dikatakan Staf Ahli Bupati Padang Pariaman Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, H. Taslim saat membuka Pelatihan Aparatur Lembaga Nagari dalam Bidang Manajemen Pemerintahan Nagari, baru baru ini di Hall Saiyo Sakato Pariaman, yang diselenggarakan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa daerah itu.
Menurut Taslim, dengan penguasaan teknologi informasi urusan pelayanan publik dapat dilaksanakan dengan lebih mudah. Aparatur nagari tidak perlu lagi bolak-balik mengantar berkas administrasi ke kantor camat, misalnya. "Saya minta semua peserta mengikuti seluruh rangkaian pelatihan ini dengan sungguh-sungguh," pintanya. Selain itu.
Sebagai ujung tombak pemerintahan, kata dia, aparatur nagari hendaklah memiliki kepekaan sosial yang tinggi. Jika terjadi permasalan di tengah masyarakat, aparatur nagari-lah yang lebih dahulu turun tangan untuk mengatasi atau mencarikan solusinya.
Sebelumnya, Kepala Bidang Bina Pemerintahan Desa DPMD Heriza Syafani, selaku panitia pelaksana melaporkan, kegiatan pelatihan tersebut dimaksudkan untuk meningkatkan pengetahuan, pemahaman dan kemampuan aparatur nagari dalam bidang manajemen pemerintahan.
"Dengan ini diharapkan aparatur nagari dapat melaksanakan tata kelola pemerintahan yang baik sebagai ujung tombak pemerintah dalam melayani dan berinteraksi dengan masyarakat secara langsung," ujarnya.
Dia menyebutkan, peserta pelatihan berjumlah 206 orang. Mereka adalah sekretaris dan kaur pemerintahan di 103 nagari se-Kabupaten Padang Pariaman. Sedangkan narasumber berasal dari Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bapelitbangda), DPMD, Bagian Hukum dan Tenaga Ahli P3MD. (501)
Rabu, 13 Desember 2017
Kalah dalam Bupati Cup I Tim SMA 2x11 Enam Lingkung dan SMA Kampuang Dalam Pulang Kampung
VII Koto--Bupati Cup I antar SMA se Kota Pariaman dan Kabupaten Padang Pariaman yang diadakan Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) daerah itu semakin seru dan menegangkan.
Satu persatu SMA yang telah ikut dan kalah dalam bertanding nampaknya harus tersingkir, dan tak lagi bisa melanjutkan ke babak selanjutnya. SMAN 1 Kecamatan 2x11 Enam Lingkung harus menerima kekalahan atas tangguhnya tim basket SMAN 1 Lubuk Alung.
Afrido Romansyah, salah seorang panitia Bupati Cup kepada Singgalang menyebutkan, tim basket putra SMAN 1 Lubuk Alung menang 41-31 atas tim putra SMAN 1 2x11 Enam Lingkung, pada pertandingan Selasa lalu di lapangan basket SMAN 1 VII Koto Sungai Sariak.
Sebelum itu, kata Afrido Romansyah, SMAN 1 V Koto Kampuang Dalam harus menerima kekalahan dari lawannya, SMAN 1 Kota Pariaman dengan skor 23-13.
Menurut dia, tim yang kalah langsung pulang kampung, dan langsung gugur. Sedangkan tim yang menang akan terus main berhadapan dengan tim SMAN lainnya.
Dia menyebutkan, iven ini diikuti 18 SMA di Kota Pariaman dan Padang Pariaman, putra dan putri. "Alhamdulillah, pertandingan semakin menggairahkan," ujarnya.
Ketua Perbasi Padang Pariaman, H. Darmon bersama Ketua Panitia, Khairil Anwar berharap acara itu sukses dari awal sampai akhir. "Kita ingin mewujudkan generasi yang hebat. Sehat badannya, cerdas pula otaknya," ungkap mereka.
Darmon yang anggota Komisi V DPRD Sumbar ini memastikan, tahun depan Perbasi Padang Pariaman akan menggelar iven yang sama, yaitu antar SMA se Sumatera Barat. "Sekarang baru antar SMA di daerah kita. Tahun depan harus ikut 19 kabupaten dan kota," kata anggota dewan dari PAN ini.
Katanya lagi, olahraga basket, di samping menyehatkan badan, juga diharapkan mampu meminimalisir pengaruh narkoba di kalangan anak muda dan pelajar. (501)
Satu persatu SMA yang telah ikut dan kalah dalam bertanding nampaknya harus tersingkir, dan tak lagi bisa melanjutkan ke babak selanjutnya. SMAN 1 Kecamatan 2x11 Enam Lingkung harus menerima kekalahan atas tangguhnya tim basket SMAN 1 Lubuk Alung.
Afrido Romansyah, salah seorang panitia Bupati Cup kepada Singgalang menyebutkan, tim basket putra SMAN 1 Lubuk Alung menang 41-31 atas tim putra SMAN 1 2x11 Enam Lingkung, pada pertandingan Selasa lalu di lapangan basket SMAN 1 VII Koto Sungai Sariak.
Sebelum itu, kata Afrido Romansyah, SMAN 1 V Koto Kampuang Dalam harus menerima kekalahan dari lawannya, SMAN 1 Kota Pariaman dengan skor 23-13.
Menurut dia, tim yang kalah langsung pulang kampung, dan langsung gugur. Sedangkan tim yang menang akan terus main berhadapan dengan tim SMAN lainnya.
Dia menyebutkan, iven ini diikuti 18 SMA di Kota Pariaman dan Padang Pariaman, putra dan putri. "Alhamdulillah, pertandingan semakin menggairahkan," ujarnya.
Ketua Perbasi Padang Pariaman, H. Darmon bersama Ketua Panitia, Khairil Anwar berharap acara itu sukses dari awal sampai akhir. "Kita ingin mewujudkan generasi yang hebat. Sehat badannya, cerdas pula otaknya," ungkap mereka.
Darmon yang anggota Komisi V DPRD Sumbar ini memastikan, tahun depan Perbasi Padang Pariaman akan menggelar iven yang sama, yaitu antar SMA se Sumatera Barat. "Sekarang baru antar SMA di daerah kita. Tahun depan harus ikut 19 kabupaten dan kota," kata anggota dewan dari PAN ini.
Katanya lagi, olahraga basket, di samping menyehatkan badan, juga diharapkan mampu meminimalisir pengaruh narkoba di kalangan anak muda dan pelajar. (501)
Langganan:
Postingan (Atom)






