Nagari Gadur Bangun Kantor Walinagari
Enam Lingkung--Impian masyarakat Nagari Gadua, Kecamatan Enam Lingkung, Kabupaten Padang Pariaman tentang kantor walinagari yang representatif, bakal terwujud dengan telah tersedianya tanah untuk bangunan tersebut.
Walinagari Gadua, Irkhaswandi kepada Singgalang menyebutkan, kantor yang akan dibangun berukuran 20x16 meter itu dijadikan dua lantai. "Luas tanah 540 meter persegi, merupakan tanah masyarakat yang dibeli oleh nagari," kata dia.
"Sejak pemerintahan Nagari Gadua ada, inilah baru adanya kantor walinagari. Kantor yang kita pakai sekarang, merupakan kantor KAN lama yang sudah sekian kali direnovasi," ungkap Irkhaswandi.
Menurutnya, pihak nagari sekarang tengah menunggu sertifikat tanah dari BPN Padang Pariaman. "Saya ingin, pembangunan kantor yang telah direncanakan ini selesai jelang jabatan saya berakhir pada akhir 2017 nanti," sebut Irkhaswandi.
Rencananya, kata Irkhaswandi, sampai selesai nanti pembangunan kantor itu akan memakan biaya sebanyak Rp1,5 miliar. "Anggaran sebanyak itu tentu tidak akan mampu dibebankan ke anggaran nagari sendiri. Butuh dukungan dari semua masyarakat, baik yang di kampung maupun yang tinggal di perantauan," ujar dia.
Di samping itu, dia juga minta dukungan dari Pemkab Padang Pariaman. Katanya, impian pembangunan kantor baru itu telah lama diinginkan. Sebab, kantor yang dipakai sekarang di samping sudah lama, kondisinya juga tidak layak lagi untuk dipakai lama. (501)
Minggu, 13 November 2016
Sabtu, 12 November 2016
Dokumen SSK Padang Pariaman Dimutakhirkan
Dokumen SSK Padang Pariaman Dimutakhirkan
Padang Pariaman--Dokumen Strategi Sanitasi Kabupaten (SSK) mulai mendekati hasil akhir. Guna percepatan penyusunan dokumen SSK, tim Pokja Sanitasi Kabupaten Padang Pariaman melakukan konsinyering dokumen SSK selama tiga hari di Hotel Pangeran City, Padang, Kamis-Sabtu (3-6/11) lalu.
Mengawali kegiatan konsiyering, Sekdakab Padang Pariaman, Jonpriadi yang juga Ketua Tim Pokja Sanitasi kembali menegaskan bahwa sanitasi merupakan bagian dari prioritas tahun 2017 Kabupaten Padang Pariaman.
Untuk itu, Sekda mengharapkan melalui kegiatan konsiyering, penyusunan dan pemutakhiran dokumen SSK dapat dipercepat mengingat waktu yang semakin sempit.
Pada kegiatan itu, tim penyusun melakukan percepatan penyusunan yang disingkronkan dengan penyusunan draf KUA PPAS 2017. Dari hasil penyusunan dokumen diketahui bahwa kebutuhan dana air limbah domestik tahun 2017 sebesar Rp177 miliar, dan ini jauh di atas pendanaan APBD Kabupaten Padang Pariaman yang direncanakan adanya perimbangan dana dari APBD kabupaten, APBD provinsi dan APBN.
Finalisasi dan persiapan konsultasi publik diagendakan selama November bersamaan dengan agenda KUA PPAS 2017. Pada kesempatan ini, tim penyusun dipimpin langsung oleh Koordinator Sekretariat Tim Pokja, Teguh Widodo yang juga Kabag Ekbang Setdakab Padang Pariaman dan difasilitasi oleh CF PPSP, Teddy Yantaria Riza.
Peserta konsinyering terdiri dari beberapa SKPD, yaitu DPPKA, Bappeda, Dinas Kesehatan, Kantor Lingkungan Hidup, Dinas Pendidikan, Dinas Pekerjaan Umum dan Bagian Ekbang. (501)
Padang Pariaman--Dokumen Strategi Sanitasi Kabupaten (SSK) mulai mendekati hasil akhir. Guna percepatan penyusunan dokumen SSK, tim Pokja Sanitasi Kabupaten Padang Pariaman melakukan konsinyering dokumen SSK selama tiga hari di Hotel Pangeran City, Padang, Kamis-Sabtu (3-6/11) lalu.
Mengawali kegiatan konsiyering, Sekdakab Padang Pariaman, Jonpriadi yang juga Ketua Tim Pokja Sanitasi kembali menegaskan bahwa sanitasi merupakan bagian dari prioritas tahun 2017 Kabupaten Padang Pariaman.
Untuk itu, Sekda mengharapkan melalui kegiatan konsiyering, penyusunan dan pemutakhiran dokumen SSK dapat dipercepat mengingat waktu yang semakin sempit.
Pada kegiatan itu, tim penyusun melakukan percepatan penyusunan yang disingkronkan dengan penyusunan draf KUA PPAS 2017. Dari hasil penyusunan dokumen diketahui bahwa kebutuhan dana air limbah domestik tahun 2017 sebesar Rp177 miliar, dan ini jauh di atas pendanaan APBD Kabupaten Padang Pariaman yang direncanakan adanya perimbangan dana dari APBD kabupaten, APBD provinsi dan APBN.
Finalisasi dan persiapan konsultasi publik diagendakan selama November bersamaan dengan agenda KUA PPAS 2017. Pada kesempatan ini, tim penyusun dipimpin langsung oleh Koordinator Sekretariat Tim Pokja, Teguh Widodo yang juga Kabag Ekbang Setdakab Padang Pariaman dan difasilitasi oleh CF PPSP, Teddy Yantaria Riza.
Peserta konsinyering terdiri dari beberapa SKPD, yaitu DPPKA, Bappeda, Dinas Kesehatan, Kantor Lingkungan Hidup, Dinas Pendidikan, Dinas Pekerjaan Umum dan Bagian Ekbang. (501)
Balah Aia Jadi Tiga Pemerintahan Nagari
Balah Aia Jadi Tiga Pemerintahan Nagari
VII Koto--Nagari Balah Aia, Kecamatan VII Koto Sungai Sariak, Kabupaten Padang Pariaman kini sudah menjadi tiga pemerintahan nagari. Disamping Balah Aia, ada dua lagi tambahannya, yakni Balah Aia Utara dan Balah Aia Timur.
Walinagari Balah Aia, Indra kepada Singgalang menyebutkan, bahwa pemekaran nagari demikian tak terlepas dari luas wilayah dan jumlah penduduk yang semakin membengkak. "Sesuai undang-undang, pelayanan itu harus diperdekat dengan masyarakat. Dan masyarakat pun merasakan urusannya bisa diselesaikan dalam waktu yang tak begitu lama," ujar dia.
"Yang masuk wilayah Balah Aia Utara, adalah Korong Balai Jumaik, Sungai Karuah, Lubuak Pua, dan Sungai Tareh," kata Indra. Sedangkan Balah Aia Timur meliputi Korong Duku Banyak, Kampuang Paneh, dan Pincuran Songsang.
Kata dia lagi, dengan adanya pemerintahan nagari baru itu, dan telah pula dilantik pejabat walinagarinya oleh Bupati Padang Pariaman, maka perangkat nagari induk yang berasal dari nagari pemekaran akan pindah dengan sendirinya.
Dia ingin, pemerintahan nagari baru ini mampu memberikan yang terbaik. "Kini, tengah berlangsung penataan dan pembentukan kelembagaan nagari tersebut. Dalam waktu dekat, semua walikorong dan mungkin Bamus-nya akan dilantik pula," tambah Indra.
Dengan pemekaran ini pula, kata Indra, akan membuka lapangan pekerjaan bagi anak nagari. "Kita punya potensi yang cukup untuk mengendalikan nagari demikian. Baik untuk staf, maupun untuk memimpin lembaga nagari yang tersedia, sesuai peraturan dan perundang-undangan yang berlaku," sebutnya. (501)
VII Koto--Nagari Balah Aia, Kecamatan VII Koto Sungai Sariak, Kabupaten Padang Pariaman kini sudah menjadi tiga pemerintahan nagari. Disamping Balah Aia, ada dua lagi tambahannya, yakni Balah Aia Utara dan Balah Aia Timur.
Walinagari Balah Aia, Indra kepada Singgalang menyebutkan, bahwa pemekaran nagari demikian tak terlepas dari luas wilayah dan jumlah penduduk yang semakin membengkak. "Sesuai undang-undang, pelayanan itu harus diperdekat dengan masyarakat. Dan masyarakat pun merasakan urusannya bisa diselesaikan dalam waktu yang tak begitu lama," ujar dia.
"Yang masuk wilayah Balah Aia Utara, adalah Korong Balai Jumaik, Sungai Karuah, Lubuak Pua, dan Sungai Tareh," kata Indra. Sedangkan Balah Aia Timur meliputi Korong Duku Banyak, Kampuang Paneh, dan Pincuran Songsang.
Kata dia lagi, dengan adanya pemerintahan nagari baru itu, dan telah pula dilantik pejabat walinagarinya oleh Bupati Padang Pariaman, maka perangkat nagari induk yang berasal dari nagari pemekaran akan pindah dengan sendirinya.
Dia ingin, pemerintahan nagari baru ini mampu memberikan yang terbaik. "Kini, tengah berlangsung penataan dan pembentukan kelembagaan nagari tersebut. Dalam waktu dekat, semua walikorong dan mungkin Bamus-nya akan dilantik pula," tambah Indra.
Dengan pemekaran ini pula, kata Indra, akan membuka lapangan pekerjaan bagi anak nagari. "Kita punya potensi yang cukup untuk mengendalikan nagari demikian. Baik untuk staf, maupun untuk memimpin lembaga nagari yang tersedia, sesuai peraturan dan perundang-undangan yang berlaku," sebutnya. (501)
Rajang Kapuah Sudah Bisa Dilewati Rp642 ADD di Nagari Gadua untuk Pembangunan Sarana Umum dan Pemberdayaan
Rajang Kapuah Sudah Bisa Dilewati
Rp642 ADD di Nagari Gadua untuk Pembangunan Sarana Umum dan Pemberdayaan
Enam Lingkung--Rajang itu kembali enak dilewati. Sebagian lantainya yang lapuk sudah diganti dengan papan yang baru. Dengan ini, arus lalu lintas bagi masyarakat Nagari Gadua, Kecamatan Enam Lingkung, Kabupaten Padang Pariaman tak lagi punya kendala yang berarti.
Walinagari Gadua, Irkhaswandi kepada Singgalang menyebutkan, bahwa sebanyak Rp642 juta lebih Alokasi Dana Desa (ADD) untuk nagarinya digelontorkan untuk pembangunan sarana umum. satu diantaranya, adalah rehab rajang atau jembatan gantung yang ada di Korong Kapuah ini.
Kemudian, kata dia, pihaknya juga membuka jalan baru sepanjang 325 meter. "Ini merupakan jalan kuburan nagari. Sebelumnya, setiap musim ziarah jelang puasa dan sehabis lebaran, hanya jalan setapak yang digunakan. Kini, sudah ada jalan baru, tetapi belum diaspal," ujar Irkhaswandi.
"Rabat beton jalan Bawah Kampung sepanjang 183 meter. Pembuatan jalan lingkar di Korong Kapuah, rehab gedung PAUD Melati, dan rabat beton jalan lingkar Gudang di Korong Kampuang Dalam sepanjang 155 meter," ungkapnya.
Menurut Irkhaswandi, semua pembangunan yang berasal dari dana pusat itu adalah keinginan dan kebutuhan yang paling vital di tengah masyarakat korong terkait. Tentunya, dengan selesai pengerjaan bangunan dari dana tahap satu ini, pihak nagari menyelesaikan pula laporannya, untuk mendapatkan anggaran tahap kedua.
Disamping untuk pembangunan sarana umum, ujar dia, pihaknya juga melakukan pemberdayaan lewat anggaran sebanyak itu. Yakni, pelatihan kader Posyandu dan sulaman bordir. "Pelatihan demikian, penting artinya dalam menunjang perekonomian pengrajin dan kader Posyandu itu sendiri," sebutnya.
Irkhaswandi menyebutkan, kalau anggaran yang berasal dari Alokasi Dana Nagari (ADN) dia peruntukkan buat honor imam, khatib, garin, bilal, guru mengaji, kader posyandu, dan guru PAUD/TK.
"Sebanyak sembilan orang imam, khatib, garin, bilal dan guru mengaji kita berikan insentif masing-masingnya Rp100 ribu setiap bulan. Dan dibayarkan selama 10 bulan," ungkapnya. Sedangkan guru PAUD/TK ada 11 orang, yang masing-masingnya menerima Rp300 ribu setiap bulannya, juga untuk 10 bulan.
Sedangkan kader Posyandu, Irkhaswandi memberikan honor setiap bulannya Rp75 ribu juga untuk 10 bulan, sebanyak 25 orang kader yang tersebar di Nagari Gadua. "Kita ingin, semua honor dan insentif yang jumlahnya jauh dari cukup ini mampu memberikan yang terbaik buat semua yang tersebut itu," harapnya. (501)
Rp642 ADD di Nagari Gadua untuk Pembangunan Sarana Umum dan Pemberdayaan
Enam Lingkung--Rajang itu kembali enak dilewati. Sebagian lantainya yang lapuk sudah diganti dengan papan yang baru. Dengan ini, arus lalu lintas bagi masyarakat Nagari Gadua, Kecamatan Enam Lingkung, Kabupaten Padang Pariaman tak lagi punya kendala yang berarti.
Walinagari Gadua, Irkhaswandi kepada Singgalang menyebutkan, bahwa sebanyak Rp642 juta lebih Alokasi Dana Desa (ADD) untuk nagarinya digelontorkan untuk pembangunan sarana umum. satu diantaranya, adalah rehab rajang atau jembatan gantung yang ada di Korong Kapuah ini.
Kemudian, kata dia, pihaknya juga membuka jalan baru sepanjang 325 meter. "Ini merupakan jalan kuburan nagari. Sebelumnya, setiap musim ziarah jelang puasa dan sehabis lebaran, hanya jalan setapak yang digunakan. Kini, sudah ada jalan baru, tetapi belum diaspal," ujar Irkhaswandi.
"Rabat beton jalan Bawah Kampung sepanjang 183 meter. Pembuatan jalan lingkar di Korong Kapuah, rehab gedung PAUD Melati, dan rabat beton jalan lingkar Gudang di Korong Kampuang Dalam sepanjang 155 meter," ungkapnya.
Menurut Irkhaswandi, semua pembangunan yang berasal dari dana pusat itu adalah keinginan dan kebutuhan yang paling vital di tengah masyarakat korong terkait. Tentunya, dengan selesai pengerjaan bangunan dari dana tahap satu ini, pihak nagari menyelesaikan pula laporannya, untuk mendapatkan anggaran tahap kedua.
Disamping untuk pembangunan sarana umum, ujar dia, pihaknya juga melakukan pemberdayaan lewat anggaran sebanyak itu. Yakni, pelatihan kader Posyandu dan sulaman bordir. "Pelatihan demikian, penting artinya dalam menunjang perekonomian pengrajin dan kader Posyandu itu sendiri," sebutnya.
Irkhaswandi menyebutkan, kalau anggaran yang berasal dari Alokasi Dana Nagari (ADN) dia peruntukkan buat honor imam, khatib, garin, bilal, guru mengaji, kader posyandu, dan guru PAUD/TK.
"Sebanyak sembilan orang imam, khatib, garin, bilal dan guru mengaji kita berikan insentif masing-masingnya Rp100 ribu setiap bulan. Dan dibayarkan selama 10 bulan," ungkapnya. Sedangkan guru PAUD/TK ada 11 orang, yang masing-masingnya menerima Rp300 ribu setiap bulannya, juga untuk 10 bulan.
Sedangkan kader Posyandu, Irkhaswandi memberikan honor setiap bulannya Rp75 ribu juga untuk 10 bulan, sebanyak 25 orang kader yang tersebar di Nagari Gadua. "Kita ingin, semua honor dan insentif yang jumlahnya jauh dari cukup ini mampu memberikan yang terbaik buat semua yang tersebut itu," harapnya. (501)
Menghindari Musibah Dengan Ratik Tolak Bala
-HUT 65 Polri
Menghindari Musibah Dengan Ratik Tolak Bala
Lubuk Alung--Program ratik tolak bala yang akan dilakukan bersama Pemkab Padang Pariaman, menurut Kapolres setempat, AKPB. Eko Nugrohadi adalah sebuah langkah positif, yang harus didukung sepenuhnya. Sebab, hingga kini daerah bekas ini masih dirundung berbagai persoalan yang erat kaitannya dengan musibah. Mulai dari pencurian barang ternak, pencurian barang dalam rumah yang sedang ditinggalkan, serta musibah lainnya, yang mesti dituntaskan secara pesan moral.
Demikian antara lain pesan Kapolres Eko Nugrohadi Rabu (22/6) di Mapolsek Lubuk Alung, saat peringatan 65 tahun Polri. Katanya, tingkat kecelakaan juga terbilang tinggi di Padang Pariaman ini. Dalam sepekan saja 5-6 kali terjadi peristiwa kecelakaan. Itukan sama saja dengan setiap hari. Korbannya ada yang langsung meninggal, dan ada pula yang terluka parah.
Peristiwa demikian, kata dia, banayak terjadi dikalangan anak muda dan pelajar. "Untuk itu, kita mengajak tokoh masyarakat, Forum Kemitraan Polisi Masyarakat (FKPM), agar bersama-sama memberikan yang terbaik, sehingga peritiwa itu tidak mempunyai rentetan yang panjang," harapnya.
Camat Lubuk Alung, Sapnul Maisyah cukup salut dan bangga dengan peran Polsek Lubuk Alung, yang mampu menyelesaikan banyak persoalan yang terjadi diwilayah kerjanya, yang mencakupi Lubuk Alung dan Kecamatan Sintuak Toboh Gadang. "70 ribu lebih penduduk Lubuk Alung dan Sintuak Toboh Gadang mampu ditangani satu Polsek," kata dia.
Pada kesempatan yang dihadiri lengkap tokoh masyarakat, camat dan walinagari di dua kecamatan itu, Ketua FKPM Lubuk Alung, Aljufri menyampaikan, bahwa peran FKPM ditengah masyarakat cukup baik dan mampu memberikan yang terbaik, dalam berbagai persoalan. "Sejak dilantik jadi Ketua FKPM beberapa waktu lalu, kita telah menangani 37 persoalan dengan baik. Diselesaikan secara kekeluargaan, tanpa melalui proses yang panjang," katanya.
Menurut Ketua HIPMI Padang Pariaman ini, FKPM di Lubuk Alung cukup menonjol. Keberadaannya telah sampai pada tingkat korong, yang diisi oleh niniak mamak dan tokoh pemuda. "Menghadapi Ramadhan tahun ini, kita menggalakkan kembali pos siskambling, agar tidak terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan ditengah masyarakat," sebutnya.
Sementara, Buya Azwar Tuanku Sidi dalam ceramahnya menyambut baik kerjasama yang antara Polisi dengan masyarakat, dalam memerangi berbagai bentuk persoalan yang meresahkan ditengah masyarakat Padang Pariaman ini. "Kalaulah tokoh masyarakat, Polisi, ulama bisa bersatu seperti ini, kita yakin daerah ini kedepannya, jauh lebih baik, dan terhindar dari segala macam musibah," ujar Pimpinan Pondok Pesantren Jami'atul Mukminin Sintuak ini.
Buya Azwar melihat, bahwa kesewenang-wenangan pertunjukkan orgen tunggal ditengah masyarakat, yang kadang-kadang sampai pukul 04.00 WIB dinihari, harus ada politicall will dari pemerintah. Tanpa tangan besi pemerintah, hal itu tidak bisa dicegah, walaupun ulama secara terus menerus selalu memberikan pengajian ditengah masyarakat itu sendiri. (dam)
---------------------------------------------------------------------
PKB Padang Pariaman Tetus Rampungkan Verifikasi Partai
Pariaman--Ketua DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Padang Pariaman, Zulhelmi Tuanku Sidi bertekad menyelesaikan persoalan verifikasi partai yang dia pimpin, sesuai batas waktu yang diberikan kepadanya oleh internal partai itu sendiri. Dari 17 DPAC yang ada di seluruh kecamatan, 12 diantaranya telah selesai, dan punya legalitas SK dari DPW PKB Sumbar.
Kepada Singgalang, Rabu (22/6) di Pariaman, anggota Komisi I DPRD Padang Pariaman ini menilai persiapan yang terus dirampungkan partainya, cukup luar biasa. "Kita tengah membentuk kader di setiap nagari dan korong. Itu sedang dalam penjajakan, tinggal memberikan momen terbaiknya. Setiap korong punya tiga kader yang akan bekerja dalam membesarkan partai ini," kata dia.
Menurutnya, saat ini DPAC yang belum punya SK ada lima DPAC, yakni Kecamatan Batang Gasan, IV Koto Aur Malintang, V Koto Timur, Patamuan dan Kecamatan Sungai Limau. Namun demikian, pihaknya juga telah menyerahkan kepengurusan partai pada tingkat kecamatan tersebut kepada tokoh masyarakat yang ada di kecamatan terkait.
Disamping itu, kata dia lagi, pihaknya juga telah menerima Surat Keterangan Terdaftar (SKT) yang diberikan oleh Kesbangpol dan Linmas Padang Pariaman. "Kita menargetkan, awal Juli semua DPAC itu selesai dengan baik dan benar, dan diserahkan pula kepada Kesbangpol, sebagai prasyarat dari verifikasi partai itu sendiri," kata Zulhelmi.
Zulhelmi yakin, partai yang dia kendalikan didaerah bekas gempa itu mampu memberikan yang terbaik pada Pemilu 2014 nanti. Langkah kearah itu terus dilakukannya, bersama seluruh personil yang ada, dalam membenahi apa yang menjadi tuntutan partai, terutama yang berhubungan dengan kesuksesan dari verifikasi dimaksud. (dam)
Menghindari Musibah Dengan Ratik Tolak Bala
Lubuk Alung--Program ratik tolak bala yang akan dilakukan bersama Pemkab Padang Pariaman, menurut Kapolres setempat, AKPB. Eko Nugrohadi adalah sebuah langkah positif, yang harus didukung sepenuhnya. Sebab, hingga kini daerah bekas ini masih dirundung berbagai persoalan yang erat kaitannya dengan musibah. Mulai dari pencurian barang ternak, pencurian barang dalam rumah yang sedang ditinggalkan, serta musibah lainnya, yang mesti dituntaskan secara pesan moral.
Demikian antara lain pesan Kapolres Eko Nugrohadi Rabu (22/6) di Mapolsek Lubuk Alung, saat peringatan 65 tahun Polri. Katanya, tingkat kecelakaan juga terbilang tinggi di Padang Pariaman ini. Dalam sepekan saja 5-6 kali terjadi peristiwa kecelakaan. Itukan sama saja dengan setiap hari. Korbannya ada yang langsung meninggal, dan ada pula yang terluka parah.
Peristiwa demikian, kata dia, banayak terjadi dikalangan anak muda dan pelajar. "Untuk itu, kita mengajak tokoh masyarakat, Forum Kemitraan Polisi Masyarakat (FKPM), agar bersama-sama memberikan yang terbaik, sehingga peritiwa itu tidak mempunyai rentetan yang panjang," harapnya.
Camat Lubuk Alung, Sapnul Maisyah cukup salut dan bangga dengan peran Polsek Lubuk Alung, yang mampu menyelesaikan banyak persoalan yang terjadi diwilayah kerjanya, yang mencakupi Lubuk Alung dan Kecamatan Sintuak Toboh Gadang. "70 ribu lebih penduduk Lubuk Alung dan Sintuak Toboh Gadang mampu ditangani satu Polsek," kata dia.
Pada kesempatan yang dihadiri lengkap tokoh masyarakat, camat dan walinagari di dua kecamatan itu, Ketua FKPM Lubuk Alung, Aljufri menyampaikan, bahwa peran FKPM ditengah masyarakat cukup baik dan mampu memberikan yang terbaik, dalam berbagai persoalan. "Sejak dilantik jadi Ketua FKPM beberapa waktu lalu, kita telah menangani 37 persoalan dengan baik. Diselesaikan secara kekeluargaan, tanpa melalui proses yang panjang," katanya.
Menurut Ketua HIPMI Padang Pariaman ini, FKPM di Lubuk Alung cukup menonjol. Keberadaannya telah sampai pada tingkat korong, yang diisi oleh niniak mamak dan tokoh pemuda. "Menghadapi Ramadhan tahun ini, kita menggalakkan kembali pos siskambling, agar tidak terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan ditengah masyarakat," sebutnya.
Sementara, Buya Azwar Tuanku Sidi dalam ceramahnya menyambut baik kerjasama yang antara Polisi dengan masyarakat, dalam memerangi berbagai bentuk persoalan yang meresahkan ditengah masyarakat Padang Pariaman ini. "Kalaulah tokoh masyarakat, Polisi, ulama bisa bersatu seperti ini, kita yakin daerah ini kedepannya, jauh lebih baik, dan terhindar dari segala macam musibah," ujar Pimpinan Pondok Pesantren Jami'atul Mukminin Sintuak ini.
Buya Azwar melihat, bahwa kesewenang-wenangan pertunjukkan orgen tunggal ditengah masyarakat, yang kadang-kadang sampai pukul 04.00 WIB dinihari, harus ada politicall will dari pemerintah. Tanpa tangan besi pemerintah, hal itu tidak bisa dicegah, walaupun ulama secara terus menerus selalu memberikan pengajian ditengah masyarakat itu sendiri. (dam)
---------------------------------------------------------------------
PKB Padang Pariaman Tetus Rampungkan Verifikasi Partai
Pariaman--Ketua DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Padang Pariaman, Zulhelmi Tuanku Sidi bertekad menyelesaikan persoalan verifikasi partai yang dia pimpin, sesuai batas waktu yang diberikan kepadanya oleh internal partai itu sendiri. Dari 17 DPAC yang ada di seluruh kecamatan, 12 diantaranya telah selesai, dan punya legalitas SK dari DPW PKB Sumbar.
Kepada Singgalang, Rabu (22/6) di Pariaman, anggota Komisi I DPRD Padang Pariaman ini menilai persiapan yang terus dirampungkan partainya, cukup luar biasa. "Kita tengah membentuk kader di setiap nagari dan korong. Itu sedang dalam penjajakan, tinggal memberikan momen terbaiknya. Setiap korong punya tiga kader yang akan bekerja dalam membesarkan partai ini," kata dia.
Menurutnya, saat ini DPAC yang belum punya SK ada lima DPAC, yakni Kecamatan Batang Gasan, IV Koto Aur Malintang, V Koto Timur, Patamuan dan Kecamatan Sungai Limau. Namun demikian, pihaknya juga telah menyerahkan kepengurusan partai pada tingkat kecamatan tersebut kepada tokoh masyarakat yang ada di kecamatan terkait.
Disamping itu, kata dia lagi, pihaknya juga telah menerima Surat Keterangan Terdaftar (SKT) yang diberikan oleh Kesbangpol dan Linmas Padang Pariaman. "Kita menargetkan, awal Juli semua DPAC itu selesai dengan baik dan benar, dan diserahkan pula kepada Kesbangpol, sebagai prasyarat dari verifikasi partai itu sendiri," kata Zulhelmi.
Zulhelmi yakin, partai yang dia kendalikan didaerah bekas gempa itu mampu memberikan yang terbaik pada Pemilu 2014 nanti. Langkah kearah itu terus dilakukannya, bersama seluruh personil yang ada, dalam membenahi apa yang menjadi tuntutan partai, terutama yang berhubungan dengan kesuksesan dari verifikasi dimaksud. (dam)
Kamis, 10 November 2016
Bank Nagari Lubuk Alung Serahkan Dana CSR
Bank Nagari Lubuk Alung Serahkan Dana CSR
Padang Pariaman--Bank Nagari Lubuk Alung, Kamis (10/11) menyalurkan dana CSR kepada 200 orang siswa-siswi dari SD sampai SLTA se-Kabupaten Padang Pariaman. Dana tersebut secara simbolis diserahkan Bupati Ali Mukhni, Wabup Suhatri Bur, Kepala Cabang Bank Nagari Lubuk Alung, Eka Andria Putra di Aula IKK Parit Malintang.
Bupati Ali Mukhni minta semua siswa-siswi yang menerima dana bantuan CSR Bank Nagari Lubuk Alung ini, untuk mempergunakannya buat kemajuan dan perkembagan pendidikan. "Sekarang baru 200 orang siswa-siswi dari SD sampai SLTA se Padang Pariaman. Tahun depan dapat ditambah," ujar dia.
Pemkab Padang Pariaman, tambah Ali Mukhni, mendukung apa yang telah diberikan Bank Nagari Lubuk Alung dalam membantu dunia pendidikan di daerah ini dengan menyalurkan dana CRS nya sebayak Rp85 juta. Semoga program Bank Nagari Lubuk Alung dalam membantu perkembangan pendidikan semakin meningkat.
Kepala Bank Nagari Lubuk Alung, Eka Andria Putra menyatakan, beasiswa yang diberikan, untuk SD masing-masing medapatkan Rp325 ribu, SMP Rp425 ribu dan SLTA Rp500 ribu. Dana CSR ini adalah bentuk komitmen Bank Nagari dalam memajukan dunia pendidikan.
"Kita berharap, dana CSR ini dapat bermanfaat untuk kemajuan pendidikan Padang Pariaman," ujarnya.(501)
Padang Pariaman--Bank Nagari Lubuk Alung, Kamis (10/11) menyalurkan dana CSR kepada 200 orang siswa-siswi dari SD sampai SLTA se-Kabupaten Padang Pariaman. Dana tersebut secara simbolis diserahkan Bupati Ali Mukhni, Wabup Suhatri Bur, Kepala Cabang Bank Nagari Lubuk Alung, Eka Andria Putra di Aula IKK Parit Malintang.
Bupati Ali Mukhni minta semua siswa-siswi yang menerima dana bantuan CSR Bank Nagari Lubuk Alung ini, untuk mempergunakannya buat kemajuan dan perkembagan pendidikan. "Sekarang baru 200 orang siswa-siswi dari SD sampai SLTA se Padang Pariaman. Tahun depan dapat ditambah," ujar dia.
Pemkab Padang Pariaman, tambah Ali Mukhni, mendukung apa yang telah diberikan Bank Nagari Lubuk Alung dalam membantu dunia pendidikan di daerah ini dengan menyalurkan dana CRS nya sebayak Rp85 juta. Semoga program Bank Nagari Lubuk Alung dalam membantu perkembangan pendidikan semakin meningkat.
Kepala Bank Nagari Lubuk Alung, Eka Andria Putra menyatakan, beasiswa yang diberikan, untuk SD masing-masing medapatkan Rp325 ribu, SMP Rp425 ribu dan SLTA Rp500 ribu. Dana CSR ini adalah bentuk komitmen Bank Nagari dalam memajukan dunia pendidikan.
"Kita berharap, dana CSR ini dapat bermanfaat untuk kemajuan pendidikan Padang Pariaman," ujarnya.(501)
Basyafa di Ulakan Bakal Jadi Kalender Nasional
Basyafa di Ulakan Bakal Jadi Kalender Nasional
Padang Pariaman--Sebagai deswtinasi wisata relegius di Padang Pariaman, makam Syekh Burhanuddin di Ulakan terus dibenahi. Rabu (16/11) adalah puncak kermaian yang dinamakan dengan Syafa Gadang.
"Dukungan semua pihak sangat menentukan. Makam Syekh Burhanuddin segera menjadi icon Padang Pariaman dalam soal wisata religius," kata Bupati Padang Pariaman, Ali Mukhni didampingi Wabup Suhatri Bur, Kabid Pariwisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumbar, Reza, Kadis Pariwisata Padag Pariaman, Syafriwal Alek, di Aula IKK Parit Malintang, Kamis kemarin.
Katanya, penataan para pedagang di sekitar lokasi makam Syekh Burhanuddin segera diakukan Pemkab Padang Pariaman. Relokasi para pedagang dilakukan ke Pulau Toseng. "Kita sediakan dana Rp1,5 miliar untuk pembenahan Masjid Agung Ulakan dan sarana lain di sekitar masjid," ujarnya.
Apalagi, katanya, kegiatan Syafa Gadang yang menjadi tradisi setiap tahun oleh masyarakat Islam Minangkabau. Makanya, penataan pedagang di sekitar makam itu sangat mendesak. "Kita lengkapi sarana dan prasarana di sekitar makam. Mulai dari jembatan ke Pulau Toseng untuk relokasi pedagang, hingga pembenahan yang membuat jamaah merasa senang. Kita meminta semua pihak medukungnya," ungkap Ali Mukhni.
Kabid Pariwisata Dinas Pariwisata Sumbar, Reza menyatakan, tradisi Basyafa segera masuk ke dalam kaleder wisata nasional. Tinggal menunggu waktu yang tepat untuk diusulakan ke tingkat pusat. Saat ini Dinas Pariwisata Sumbar mempunyai komitmen dalam memajukan dunia pariwisata, seperti Basyafa ini.
Dia menyebutkan, Basyafar tidak ada di daerah lain. "Dalam memeriahkan Basyafa, Rabu depan, kita menggelar lomba layang-layang," ujarnya.
Kadis Kebudayaan Pariwisata dan Olahraga Padang Pariaman, Syafriwal Alek menyatakan, saat ini dinasnya komitmen mengembangkan pariwisata dan budaya. "Berbagai program telah kita laksanakan untuk perkembangan objek wisata religius makam Syekh Burhanuddin," sebutnya. (501)
Padang Pariaman--Sebagai deswtinasi wisata relegius di Padang Pariaman, makam Syekh Burhanuddin di Ulakan terus dibenahi. Rabu (16/11) adalah puncak kermaian yang dinamakan dengan Syafa Gadang.
"Dukungan semua pihak sangat menentukan. Makam Syekh Burhanuddin segera menjadi icon Padang Pariaman dalam soal wisata religius," kata Bupati Padang Pariaman, Ali Mukhni didampingi Wabup Suhatri Bur, Kabid Pariwisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumbar, Reza, Kadis Pariwisata Padag Pariaman, Syafriwal Alek, di Aula IKK Parit Malintang, Kamis kemarin.
Katanya, penataan para pedagang di sekitar lokasi makam Syekh Burhanuddin segera diakukan Pemkab Padang Pariaman. Relokasi para pedagang dilakukan ke Pulau Toseng. "Kita sediakan dana Rp1,5 miliar untuk pembenahan Masjid Agung Ulakan dan sarana lain di sekitar masjid," ujarnya.
Apalagi, katanya, kegiatan Syafa Gadang yang menjadi tradisi setiap tahun oleh masyarakat Islam Minangkabau. Makanya, penataan pedagang di sekitar makam itu sangat mendesak. "Kita lengkapi sarana dan prasarana di sekitar makam. Mulai dari jembatan ke Pulau Toseng untuk relokasi pedagang, hingga pembenahan yang membuat jamaah merasa senang. Kita meminta semua pihak medukungnya," ungkap Ali Mukhni.
Kabid Pariwisata Dinas Pariwisata Sumbar, Reza menyatakan, tradisi Basyafa segera masuk ke dalam kaleder wisata nasional. Tinggal menunggu waktu yang tepat untuk diusulakan ke tingkat pusat. Saat ini Dinas Pariwisata Sumbar mempunyai komitmen dalam memajukan dunia pariwisata, seperti Basyafa ini.
Dia menyebutkan, Basyafar tidak ada di daerah lain. "Dalam memeriahkan Basyafa, Rabu depan, kita menggelar lomba layang-layang," ujarnya.
Kadis Kebudayaan Pariwisata dan Olahraga Padang Pariaman, Syafriwal Alek menyatakan, saat ini dinasnya komitmen mengembangkan pariwisata dan budaya. "Berbagai program telah kita laksanakan untuk perkembangan objek wisata religius makam Syekh Burhanuddin," sebutnya. (501)
Langganan:
Postingan (Atom)




