Antisipasi Rabies
Distanakhut Padang Pariaman Tangkap Sembilan Ekor Anjing Liar
VII Koto--Distanakhut respon cepat laporan masyarakat terkait anjing liar. Kemaren, di Korong Guguk, Nagari Lurah Ampalu dan Korong Apar, Nagari Lareh Nan Panjang, Kecamatan VII Koto Sungai Sariak, Distanakhut turun menindaklanjuti laporan masyarakat tentang banyaknya anjing liar yang mulai meresahkan masyarakat, dan telah menimbulkan kerugian pada masyarakat, yaitu anjing yang menggigit ternak kambing dengan kematian empat ekor dan menggigit dua orang anak.
Kepala Distannakhut Padang Pariaman, Yurisman lansung perintahkan Bidang Peternakan untuk melakukan pengendalian, dengan metode Human Euthanasia (HE) yang membunuh hewan penyebar rabies, dengan cara menenangkannya terlebih dahulu sesuai dengan prinsip Kesrawan.
Kegiatan yang dilaksanakan itu dihadiri juga oleh walikorong dan diketahui Walinagari, dilaksanakan oleh petugas medis dan paramedis UPT Pembibitan dan Keswan Wilayah II.
Tujuan dari kegiatan penangkapan anjing liar ini untuk menekan jumlah populasi anjing liar yang tidak berpemilik dan sudah meresahkan masyarakat. Kegiatan ini juga bertujuan untuk mencegah terjadinya penyebaran penyakit rabies dari hewan ke hewan dan dari hewan ke manusia. Dalam kegiatan pengendalian ini berhasil ditangkap sembilan ekor anjing liar.
"Teknis penanggulangan rabies yang sudah dilakukan selama ini adalah penyuluhan, vaksinasi rabies, sterilisasi, eliminasi dan HE. Dalam kasus ini diterapkan metode HE karena sudah meresahkan dan perlu segera dikendalikan. Terima kasih kepada masyarakat yang telah berinisiatif untuk melaporkan, sehingga dapat segera ditanggulangi," ujar Zulkhailisman, Kepala Bidang Peternakan.
Di tempat terpisah, Kepala Distanakhut Padang Pariaman Yurisman, menghimbau masyarakat agar mau menvaksinasi rabies hewan peliharaannya, dan mengikat hewan peliharaannya, khususnya anjing agar mengurangi penyebaran penyakit rabies. "Vaksinasi rabies gratis, tidak dipungut bayaran," jelas Yurisman didampingi Riska, TKIP Distanakhut. (501)
Minggu, 23 Oktober 2016
Soal Bahaya Narkoba IPNU Padang Pariaman Lahirkan Sembilan Pernyataan Sikap
Soal Bahaya Narkoba
IPNU Padang Pariaman Lahirkan Sembilan Pernyataan Sikap
Padang Pariaman--Peringatan Hari Santri 22 Oktober 2016, Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Kabupaten Padang Pariaman keluarkan sembilan pernyataan, terkait dengan penyebaran narkoba. IPNU tidak akan pernah tergoda narkoba yang membahayakan generasi muda itu.
Demikian diungkapkan Ketua IPNU Padang Pariaman, Fauzan Ahmad pada pembukaan Seminar dan Deklarasi Gerakan Pelajar Anti Narkoba, Sabtu (22/10) di pondok pesantaren Nurul Yaqin Ringan-Ringan, Pakandangan. Deklarasi dihadiri Wabup Suhatri Bur, Ketua Yayasan Pondok Pesantren Nurul Yaqin Idarussalam.
Menurut Fauzan, kegiatan ini merupakan yang pertama dilakukan di IPNU Padang Pariaman dan di Pondok Pesantren Nurul Yaqin Ringan-Ringan. "Momen ini menjadi makna yang penting bagi IPNU dan santri ke depannya," kata Fauzan menambahkan.
Pernyataan sikap yang dibacakan perwakilan pelajar SMA Negeri 1 Lubuk Alung, Firmansyah, menyatakan, pertama, dipundak kami dibebankan keberlanjutan bangsa Indonesia. Kami juga dilindungi oleh Undang-Undang No. 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak. Kedua, kami ingin maju, kami ingin sukses dan kami ingin berkarya untuk negeri ini.
Ketiga, kami Pelajar dan Santri Kabupaten Padang Pariaman bertekad menjadi anak-anak yang cerdas, sukses, menghormati orang tua, guru, menyayangi teman, mencintai lingkungan serta beribadah menurut paham agama Islam berhaluan Ahlussunnah Waljamaah.
Keempat, haram hukumnya segala bentuk penyalahgunaan narkoba dan sejenisnya. Kelima, kami mengutuk setiap pihak yang mengedarkan, menyebarkan dan mengajak pelajar serta generasi muda khususnya untuk terlibat/kecanduan dari narkoba dan sejenisnya yang merusak masa depan generasi muda bangsa Indonesia. Keenam, mendukung dan menghargai seluruh usaha Pemerintah Negara Kesatuan Republik Indonesia dalam memerangi dan menanggulangi bahaya penyalahgunaan narkoba dengan segala akibat yang ditimbulkannya.
Ketujuh, mendukung dan mendorong penegak hukum dan lembaga/instansi terkait untuk melakukan pemberantasan peredaran gelap narkoba dan semacamnya, sekaligus penegakan hukum yang tegas, professional dan memperlakukan setiap orang sama dimata hukum. Kedelapan, kepada semua pihak, lindungi kami dari bahaya narkoba dan sejenisnya yang akan merusak masa depan kami, masa depan agama kami dan masa depan bangsa Indonesia.
Kesembilan, kami tetap berpegang teguh kepada empat pilar kebangsaan yang meliputi keutuhan NKRI, Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945 dan Bhinneka Tunggal Ika. Deklarasi dihadiri ratusan santri Pondok Pesantren Nurul Yaqin dan utusan sekolah SMA di Padang Pariaman. (501)
IPNU Padang Pariaman Lahirkan Sembilan Pernyataan Sikap
Padang Pariaman--Peringatan Hari Santri 22 Oktober 2016, Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Kabupaten Padang Pariaman keluarkan sembilan pernyataan, terkait dengan penyebaran narkoba. IPNU tidak akan pernah tergoda narkoba yang membahayakan generasi muda itu.
Demikian diungkapkan Ketua IPNU Padang Pariaman, Fauzan Ahmad pada pembukaan Seminar dan Deklarasi Gerakan Pelajar Anti Narkoba, Sabtu (22/10) di pondok pesantaren Nurul Yaqin Ringan-Ringan, Pakandangan. Deklarasi dihadiri Wabup Suhatri Bur, Ketua Yayasan Pondok Pesantren Nurul Yaqin Idarussalam.
Menurut Fauzan, kegiatan ini merupakan yang pertama dilakukan di IPNU Padang Pariaman dan di Pondok Pesantren Nurul Yaqin Ringan-Ringan. "Momen ini menjadi makna yang penting bagi IPNU dan santri ke depannya," kata Fauzan menambahkan.
Pernyataan sikap yang dibacakan perwakilan pelajar SMA Negeri 1 Lubuk Alung, Firmansyah, menyatakan, pertama, dipundak kami dibebankan keberlanjutan bangsa Indonesia. Kami juga dilindungi oleh Undang-Undang No. 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak. Kedua, kami ingin maju, kami ingin sukses dan kami ingin berkarya untuk negeri ini.
Ketiga, kami Pelajar dan Santri Kabupaten Padang Pariaman bertekad menjadi anak-anak yang cerdas, sukses, menghormati orang tua, guru, menyayangi teman, mencintai lingkungan serta beribadah menurut paham agama Islam berhaluan Ahlussunnah Waljamaah.
Keempat, haram hukumnya segala bentuk penyalahgunaan narkoba dan sejenisnya. Kelima, kami mengutuk setiap pihak yang mengedarkan, menyebarkan dan mengajak pelajar serta generasi muda khususnya untuk terlibat/kecanduan dari narkoba dan sejenisnya yang merusak masa depan generasi muda bangsa Indonesia. Keenam, mendukung dan menghargai seluruh usaha Pemerintah Negara Kesatuan Republik Indonesia dalam memerangi dan menanggulangi bahaya penyalahgunaan narkoba dengan segala akibat yang ditimbulkannya.
Ketujuh, mendukung dan mendorong penegak hukum dan lembaga/instansi terkait untuk melakukan pemberantasan peredaran gelap narkoba dan semacamnya, sekaligus penegakan hukum yang tegas, professional dan memperlakukan setiap orang sama dimata hukum. Kedelapan, kepada semua pihak, lindungi kami dari bahaya narkoba dan sejenisnya yang akan merusak masa depan kami, masa depan agama kami dan masa depan bangsa Indonesia.
Kesembilan, kami tetap berpegang teguh kepada empat pilar kebangsaan yang meliputi keutuhan NKRI, Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945 dan Bhinneka Tunggal Ika. Deklarasi dihadiri ratusan santri Pondok Pesantren Nurul Yaqin dan utusan sekolah SMA di Padang Pariaman. (501)
BupatiAli Mukhni Hanya Pesantren yang Belum Disentuh Narkoba
BupatiAli Mukhni
Hanya Pesantren yang Belum Disentuh Narkoba
Padang Pariaman--Penyebaran narkoba di Indonesia sudah menyentuh semua lini profesi dan status sosial di tengah masyarakat. Mulai dari pejabat negara, politisi, polisi, tentara, guru, orangtua, ibu-ibu rumah tangga, mahasiswa, pelajar dan lainnya. Yang belum disentuh oleh narkoba hanyalah santri di pondok pesantren.
Bupati Padang Pariaman Ali Mukhni mengungkapkan hal itu ketika melepas pawai santri bersarung Pondok Pesantren Nurul Yaqin Ringan-Ringan, Pakandangan, Kecamatan Enam Lingkung, Sabtu (22/10) sore di halaman Rusunawa pesantren tersebut. Pawai diselenggarakan dalam rangka memeriahkan Hari Santri.
Pawai yang diikuti seribu santri keliling nagari dengan melintasi jalan raya Padang – Bukittinggi ini mencapai sepanjang satu kilometer yang dipandu aparat kepolisian tersebut sempat memacetkan arus lalu lintas.
Menurut Ali Mukhni, santri yang tengah belajar di pondok pesantren masih kuat dari serangan penyebaran penyalahgunaan narkoba. Karena santri selalu dibentengi dengan nilai-nilai agama Islam yang kuat.
"Narkoba itu ibarat setan dunia yang kedua. Karena narkoba merusak kehidupan orang dunia dan akhirat. Melalui kekuatan santri ini, kita berharap Padang Pariaman bisa mencegah penyebaran narkoba. Terutama di kalangan generasi muda sebagai harapan bangsa," kata Ali Mukhni.
Ali Mukhni juga memberikan apresiasi terhadap Hari Santri Nasional yang sudah diputuskan oleh Presiden RI Joko Widodo. Hari Santri merupakan bentuk penghargaan negara terhadap santri yang sudah berperan aktif dalam mengusir bangsa penjajah dari Indonesia dulunya.
Ketua Yayasan Pembangunan Islam El Imraniyah (PYII) Pesantren Nurul Yaqin Ringan-Ringan, Idarussalam Tuanku Sutan menyebutkan, pawai dan peringatan Hari Santri ini merupakan yang pertama di Nurul Yaqin. Para santri terlihat sangat antusias mengikutinya.
"Melalui pawai ini, kita menggugah perhatian santri agar lebih termotivasi untuk belajar. Jangan diantara mereka masih ada yang merasa orang nomor belakangan di negeri ini. Tapi mereka sebagai santri sudah diakui keberadaannya oleh negara," kata Idarussalam yang Mustasyar PCNU Padang Pariaman ini. (501)
Hanya Pesantren yang Belum Disentuh Narkoba
Padang Pariaman--Penyebaran narkoba di Indonesia sudah menyentuh semua lini profesi dan status sosial di tengah masyarakat. Mulai dari pejabat negara, politisi, polisi, tentara, guru, orangtua, ibu-ibu rumah tangga, mahasiswa, pelajar dan lainnya. Yang belum disentuh oleh narkoba hanyalah santri di pondok pesantren.
Bupati Padang Pariaman Ali Mukhni mengungkapkan hal itu ketika melepas pawai santri bersarung Pondok Pesantren Nurul Yaqin Ringan-Ringan, Pakandangan, Kecamatan Enam Lingkung, Sabtu (22/10) sore di halaman Rusunawa pesantren tersebut. Pawai diselenggarakan dalam rangka memeriahkan Hari Santri.
Pawai yang diikuti seribu santri keliling nagari dengan melintasi jalan raya Padang – Bukittinggi ini mencapai sepanjang satu kilometer yang dipandu aparat kepolisian tersebut sempat memacetkan arus lalu lintas.
Menurut Ali Mukhni, santri yang tengah belajar di pondok pesantren masih kuat dari serangan penyebaran penyalahgunaan narkoba. Karena santri selalu dibentengi dengan nilai-nilai agama Islam yang kuat.
"Narkoba itu ibarat setan dunia yang kedua. Karena narkoba merusak kehidupan orang dunia dan akhirat. Melalui kekuatan santri ini, kita berharap Padang Pariaman bisa mencegah penyebaran narkoba. Terutama di kalangan generasi muda sebagai harapan bangsa," kata Ali Mukhni.
Ali Mukhni juga memberikan apresiasi terhadap Hari Santri Nasional yang sudah diputuskan oleh Presiden RI Joko Widodo. Hari Santri merupakan bentuk penghargaan negara terhadap santri yang sudah berperan aktif dalam mengusir bangsa penjajah dari Indonesia dulunya.
Ketua Yayasan Pembangunan Islam El Imraniyah (PYII) Pesantren Nurul Yaqin Ringan-Ringan, Idarussalam Tuanku Sutan menyebutkan, pawai dan peringatan Hari Santri ini merupakan yang pertama di Nurul Yaqin. Para santri terlihat sangat antusias mengikutinya.
"Melalui pawai ini, kita menggugah perhatian santri agar lebih termotivasi untuk belajar. Jangan diantara mereka masih ada yang merasa orang nomor belakangan di negeri ini. Tapi mereka sebagai santri sudah diakui keberadaannya oleh negara," kata Idarussalam yang Mustasyar PCNU Padang Pariaman ini. (501)
HSN IPNU Padang Pariaman Nobar Sang Kiai dan Shalawat Nariyah
HSN IPNU Padang Pariaman Nobar Sang Kiai dan Shalawat Nariyah
Padang Pariaman--Sorak, tepuk tangan, menjijik, rasa takut dan kesedihan bercampur baur yang terjadi di kalangan pengurus IPNU Padang Pariaman dan santri Pondok Pesantaren Nurul Yaqin Ringan-Ringan, Nagari Pakandangan saat menyaksikan tayangan film Sang Kiai. Suasana spontan berubah dari keheningan menjadi tepuk tangan ketika menyaksikan tayangan santri berhasil menyerbu markas bangsa Sekutu.
Demikian sekelumit suasana nonton bareng Sang Kiai yang diselenggarakan Pengurus Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PC IPNU) Kabupaten Padang Pariaman dalam rangkaian Peringatan Hari Santri 2016, Sabtu (22/10) malam. Hampir seribuan penonton yang didominasi para santri dan santriwati pesantaren itu terlihat puas menyaksikannya.
Seperti diakui salah seorang santri kelas II, Abdurrahman Wahid Arni Putra, film Sang Kiai memberikan inspirasi baru bagi dia di pesantren ini. "Kami mengetahui bagaimana sosok perjuangan KH. Hasyim Asy’ari sebagai seorang ulama kharismatik dan pimpinan pesantren. Selain itu, bagaimana pula sosok santri yang rela berjuang mempertahankan jiwa raganya, agar bangsa penjajah angkat kaki dari bumi Indonesia," ujar dia.
Ketua PC IPNU Padang Pariaman, Fauzan Ahmad usai nonton bareng (Nobar) menyebutkan, kegiatan Nobar ini memang yang pertama melibatkan santri. "Dengan momen Hari Santri ini, kita ingin mendapatkan hiburan, pendidikan, dan pengetahuan baru. Sebelum Nobar, didahului dengan pembacaan Shalawat Nariyah yang dipimpin oleh Ketua Rijalul Ansor PW GP Ansor Sumatera Barat M. Asyraful Anam Tuanku Bagindo Batuah," ujarnya.
"Melalui film Sang Kiai ini terlihat semua santri puas dan mengikutinya dengan serius. Buktinya, tidak ada satupun pengurus IPNU dan santri yang meninggalkan aula tempat pemutaran film Sang Kiai,” kata Fauzan.
Harapannya, penayangan film tersebut dapat memberikan inspirasi baru bagi santri Nurul Yaqin. "Yang tidak kalah pentingnya, sejak masih sebagai santri di pesantren, kita sudah perkenalkan peran Nahdlatul Ulama dalam melahirkan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Mudah-mudahan para santri tersebut menjadi benteng NU dan NKRI kelak, setelah menyelesaikan pendidikan di Nurul Yaqin," tambah Fauzan. (501)
Padang Pariaman--Sorak, tepuk tangan, menjijik, rasa takut dan kesedihan bercampur baur yang terjadi di kalangan pengurus IPNU Padang Pariaman dan santri Pondok Pesantaren Nurul Yaqin Ringan-Ringan, Nagari Pakandangan saat menyaksikan tayangan film Sang Kiai. Suasana spontan berubah dari keheningan menjadi tepuk tangan ketika menyaksikan tayangan santri berhasil menyerbu markas bangsa Sekutu.
Demikian sekelumit suasana nonton bareng Sang Kiai yang diselenggarakan Pengurus Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PC IPNU) Kabupaten Padang Pariaman dalam rangkaian Peringatan Hari Santri 2016, Sabtu (22/10) malam. Hampir seribuan penonton yang didominasi para santri dan santriwati pesantaren itu terlihat puas menyaksikannya.
Seperti diakui salah seorang santri kelas II, Abdurrahman Wahid Arni Putra, film Sang Kiai memberikan inspirasi baru bagi dia di pesantren ini. "Kami mengetahui bagaimana sosok perjuangan KH. Hasyim Asy’ari sebagai seorang ulama kharismatik dan pimpinan pesantren. Selain itu, bagaimana pula sosok santri yang rela berjuang mempertahankan jiwa raganya, agar bangsa penjajah angkat kaki dari bumi Indonesia," ujar dia.
Ketua PC IPNU Padang Pariaman, Fauzan Ahmad usai nonton bareng (Nobar) menyebutkan, kegiatan Nobar ini memang yang pertama melibatkan santri. "Dengan momen Hari Santri ini, kita ingin mendapatkan hiburan, pendidikan, dan pengetahuan baru. Sebelum Nobar, didahului dengan pembacaan Shalawat Nariyah yang dipimpin oleh Ketua Rijalul Ansor PW GP Ansor Sumatera Barat M. Asyraful Anam Tuanku Bagindo Batuah," ujarnya.
"Melalui film Sang Kiai ini terlihat semua santri puas dan mengikutinya dengan serius. Buktinya, tidak ada satupun pengurus IPNU dan santri yang meninggalkan aula tempat pemutaran film Sang Kiai,” kata Fauzan.
Harapannya, penayangan film tersebut dapat memberikan inspirasi baru bagi santri Nurul Yaqin. "Yang tidak kalah pentingnya, sejak masih sebagai santri di pesantren, kita sudah perkenalkan peran Nahdlatul Ulama dalam melahirkan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Mudah-mudahan para santri tersebut menjadi benteng NU dan NKRI kelak, setelah menyelesaikan pendidikan di Nurul Yaqin," tambah Fauzan. (501)
Tarok Jadi Kawasan Terpadu Padang Pariaman
Tarok Jadi Kawasan Terpadu Padang Pariaman
Padang Pariaman--Menindaklanjuti arahan Bupati Ali Mukhni, Bagian Pertanahan Setdakab Padang Pariaman melakukan sosialisasi dan konsolidasi tanah erpach seluas 697 hektare di Tarok, Nagari Kapalo Hilalang, Kecamatan 2x11 Kayutanam bersama seluruh stakeholders dan masyarakat.
Sosialisasi bertujuan untuk bersilaturahmi dan persamaan persepsi, bahwa lahan tersebut akan dijadikan kawasan terpadu pendidikan, kesehatan dan olahraga di Kabupaten Padang Pariaman, yaitu kampus Politeknik Negeri Padang, Kampus Institut Seni Indonesia Padang Panjang, Rumah Sakit Vertikal, STIT Syekh Burhanuddin dan stadion.
Pada acara tersebut juga ada ekspos dari konsultan perencana masterplan pintu gerbang dan pembukaan jalan sepanjang 2,5 kilometer dengan lebar 80 meter menuju kawasan terpadu yang terdiri pintu gerbangnya, rest area dan ruang taman hijau. "Akses ke lokasi tersebut dari jalan Padang - Bukittinggi, persis di depan bekas pabrik PT. Statika," kata Aprizal, Kabag Pertanahan.
"Nanti ada penayangan gambar tiga dimensi grand disain pintu gerbang yang sangat bagus serta fasilitas untuk publik," ujarnya mengakhiri.
Kabag Humas Hendra Aswara mengatakan, sosialisasi intensif perlu dilakukan untuk melibatkan masyarakat dalam proses pembangunan dari awal hingga akhir. Artinya, pemerintah dan masyarakat saling bersinergi dalam Pembangunan.
"Percayalah, pembangunan kawasan pendidikan terpadu di Tarok, Kayutanam, akan menimbulkan multiplayer effect terhadap kesejahteraan dan taraf hidup masyarakat," kata dia. (501)
Padang Pariaman--Menindaklanjuti arahan Bupati Ali Mukhni, Bagian Pertanahan Setdakab Padang Pariaman melakukan sosialisasi dan konsolidasi tanah erpach seluas 697 hektare di Tarok, Nagari Kapalo Hilalang, Kecamatan 2x11 Kayutanam bersama seluruh stakeholders dan masyarakat.
Sosialisasi bertujuan untuk bersilaturahmi dan persamaan persepsi, bahwa lahan tersebut akan dijadikan kawasan terpadu pendidikan, kesehatan dan olahraga di Kabupaten Padang Pariaman, yaitu kampus Politeknik Negeri Padang, Kampus Institut Seni Indonesia Padang Panjang, Rumah Sakit Vertikal, STIT Syekh Burhanuddin dan stadion.
Pada acara tersebut juga ada ekspos dari konsultan perencana masterplan pintu gerbang dan pembukaan jalan sepanjang 2,5 kilometer dengan lebar 80 meter menuju kawasan terpadu yang terdiri pintu gerbangnya, rest area dan ruang taman hijau. "Akses ke lokasi tersebut dari jalan Padang - Bukittinggi, persis di depan bekas pabrik PT. Statika," kata Aprizal, Kabag Pertanahan.
"Nanti ada penayangan gambar tiga dimensi grand disain pintu gerbang yang sangat bagus serta fasilitas untuk publik," ujarnya mengakhiri.
Kabag Humas Hendra Aswara mengatakan, sosialisasi intensif perlu dilakukan untuk melibatkan masyarakat dalam proses pembangunan dari awal hingga akhir. Artinya, pemerintah dan masyarakat saling bersinergi dalam Pembangunan.
"Percayalah, pembangunan kawasan pendidikan terpadu di Tarok, Kayutanam, akan menimbulkan multiplayer effect terhadap kesejahteraan dan taraf hidup masyarakat," kata dia. (501)
Asep Virgo Ikuti G-AKSI 2011 Satu-satunya Siswa SMA di Padang Pariaman
-Asep Virgo Ikuti G-AKSI 2011
Satu-satunya Siswa SMA di Padang Pariaman
Lubuk Alung--Asep Virgo, siswa kelas XI SMAN I Lubuk Alung dinilai sebagai siswa yang mempunyai segudang prestasi di sekolahnya. Dengan prestasi tersebut, Ketua Umum Organisasi Intra Sekolah (OSIS) SMA tersebut diutus langsung oleh Kepala sekolahnya ke Jakarta pada 15-21 Mei tahun ini, dalam rangka mengikuti Gebyar Apresiasi Karakter Siswa Indonesia (G-AKSI) 2011.
Kepada Singgalang, Rabu (11/5) Asep Virgo menilai kegiatan tingkat nasional yang akan dia ikuti tersebut, merupakan pertama kalinya dalam sejarah hidupnya. Dan tentunya, menjadi sebuah kebanggaan tersendiri dalam menambah wawasan dan keilmuan, terutama yang berhubungan dengan karakter itu sendiri.
Menurut Asep, ada sembilan siswa SMA di Sumatra Barat yang akan ikut kegiatan dimaksud. Sementara, dari Padang Pariaman hanya dia satu-satunya yang dapat kesempatan tersebut. Kini, dia tengah mempersiapkan segala sesuatunya. Sebab, saat tampil nanti dia akan membawakan kebudayaan daerah Minangkabau.
Sementara, Kepala SMAN I Lubuk Alung, Dian Mulyati Syarfi melihat Asep Virgo pantas untuk ikut kegiatan itu. Sebab, dia satu dari sekian siswa yang paling banyak mempunyai prestasi di sekolah ini. Dia dikenal sebagai figur anak muda yang rajin, pekerja keras, pandai bergaul serta mampu menampilkan seluruh kesenian Minang, mulai dari tarian hingga berpetatah-petitih, layaknya seorang niniak mamak.
Disamping itu, lanjut Dian Mulyati, Asep Virgo layaknya sebagai seorang pemuda yang berwawasan global, namun kental dengan budaya lokalnya. Ketua OSIS yang santun, punya banyak keahlian. "Kita berharap, semoga dia mampu memberikan yang terbaik, dalam mengharumkan nama sekolah ini pada ajang G-AKSI tersebut," kata dia.
Kepada siswa lainnya, Dian Mulyati minta agar dapat meniru serta mengembangkan bakat serta kemampuannya, sebagaimana yang dilakukan Asep Virgo saat ini, terutama yang berhubungan dengan karakteristik siswa itu sendiri, dalam menatap masa depannya. (dam)
Satu-satunya Siswa SMA di Padang Pariaman
Lubuk Alung--Asep Virgo, siswa kelas XI SMAN I Lubuk Alung dinilai sebagai siswa yang mempunyai segudang prestasi di sekolahnya. Dengan prestasi tersebut, Ketua Umum Organisasi Intra Sekolah (OSIS) SMA tersebut diutus langsung oleh Kepala sekolahnya ke Jakarta pada 15-21 Mei tahun ini, dalam rangka mengikuti Gebyar Apresiasi Karakter Siswa Indonesia (G-AKSI) 2011.
Kepada Singgalang, Rabu (11/5) Asep Virgo menilai kegiatan tingkat nasional yang akan dia ikuti tersebut, merupakan pertama kalinya dalam sejarah hidupnya. Dan tentunya, menjadi sebuah kebanggaan tersendiri dalam menambah wawasan dan keilmuan, terutama yang berhubungan dengan karakter itu sendiri.
Menurut Asep, ada sembilan siswa SMA di Sumatra Barat yang akan ikut kegiatan dimaksud. Sementara, dari Padang Pariaman hanya dia satu-satunya yang dapat kesempatan tersebut. Kini, dia tengah mempersiapkan segala sesuatunya. Sebab, saat tampil nanti dia akan membawakan kebudayaan daerah Minangkabau.
Sementara, Kepala SMAN I Lubuk Alung, Dian Mulyati Syarfi melihat Asep Virgo pantas untuk ikut kegiatan itu. Sebab, dia satu dari sekian siswa yang paling banyak mempunyai prestasi di sekolah ini. Dia dikenal sebagai figur anak muda yang rajin, pekerja keras, pandai bergaul serta mampu menampilkan seluruh kesenian Minang, mulai dari tarian hingga berpetatah-petitih, layaknya seorang niniak mamak.
Disamping itu, lanjut Dian Mulyati, Asep Virgo layaknya sebagai seorang pemuda yang berwawasan global, namun kental dengan budaya lokalnya. Ketua OSIS yang santun, punya banyak keahlian. "Kita berharap, semoga dia mampu memberikan yang terbaik, dalam mengharumkan nama sekolah ini pada ajang G-AKSI tersebut," kata dia.
Kepada siswa lainnya, Dian Mulyati minta agar dapat meniru serta mengembangkan bakat serta kemampuannya, sebagaimana yang dilakukan Asep Virgo saat ini, terutama yang berhubungan dengan karakteristik siswa itu sendiri, dalam menatap masa depannya. (dam)
Demokrat Padang Pariaman Fokus Hadapi Verifikasi
-Ditengah Gonjangan
Demokrat Padang Pariaman Fokus Hadapi Verifikasi
Pariaman--Ketua DPD Partai Demokrat Padang Pariaman, Eri Zulfian kini sedang kosentrasi dalam menghadapi verifikasi partai yang akan diberlakukan bagi partai politik peserta Pemilu 2014. Momen verifikasi adalah langkah yang tepat untuk merajut semua komponen yang pernah ikut dan terlibat dalam membesarkan partai berlambang bintang segi tiga itu.
Menurut dia, ketentuan yang diberlakukan di internal Demokrat, yakni sebanyak 31 pengurus PAC disetiap kecamatan, mutlak tercapai dan diwujudkan dengan kebersamaan. "Sebab, PAC adalah lumbung suara, dan itu harus jelas dan fokus, serta menempatkan orang-orang yang punya banyak pengaruh ditengah masyarakat itu sendiri," kata Ketua DPRD Padang Pariaman ini pada Singgalang, Selasa (5/7).
Untuk itu pulalah, pihaknya terus melakukan penjaringan disetiap kecamatan yang ada di daerah bekas gempa tersebut. Katanya, pengurus PAC yang telah lama berkecimpung di kecamatan, punya potensi yang cukup, besar harapan untuk dimasukkan pada kepengurusan DPD Demokrat Padang Pariaman hasil Musda nantinya. "Kita ingin, ada regenerasi pada setiap level kepengurusan, sehingga partai ini berjalan dengan dinamika terbaiknya," ujar Eri Zulfian.
Sekaitan berbagai wacana dan opini yang akhir-akhir ini mencuat tentang kader partai yang didirikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ini, Eri Zulfian tidak menapik, bahwa itu semua bagian yang tak dapat dipisahkan dari dinamika politik yang tengah berjalan dibelahan negara ini. "Namun, kita harus menghadapinya dengan tidak emosional. Walau bagaimanapun, berbagai pihak sangat tidak ingin negara ini diurus oleh orang Demokrat," sebutnya.
Dia minta kepada seluruh kader dan simpatisan Demokrat di seluruh Padang Pariaman untuk tidak emosi, dalam menghadapi berbagai isu tersebut. Semua harus pada koridor, santun, sesuai dengan garis perjuangan partai itu sendiri. Ibarat pohon kayu yang semakian besar dan tinggi, akan selalu dapat terpaan angin yang paling kencang. Itulah posisi partai pemenang Pemilu 2009 itu saat ini. (dam)
Demokrat Padang Pariaman Fokus Hadapi Verifikasi
Pariaman--Ketua DPD Partai Demokrat Padang Pariaman, Eri Zulfian kini sedang kosentrasi dalam menghadapi verifikasi partai yang akan diberlakukan bagi partai politik peserta Pemilu 2014. Momen verifikasi adalah langkah yang tepat untuk merajut semua komponen yang pernah ikut dan terlibat dalam membesarkan partai berlambang bintang segi tiga itu.
Menurut dia, ketentuan yang diberlakukan di internal Demokrat, yakni sebanyak 31 pengurus PAC disetiap kecamatan, mutlak tercapai dan diwujudkan dengan kebersamaan. "Sebab, PAC adalah lumbung suara, dan itu harus jelas dan fokus, serta menempatkan orang-orang yang punya banyak pengaruh ditengah masyarakat itu sendiri," kata Ketua DPRD Padang Pariaman ini pada Singgalang, Selasa (5/7).
Untuk itu pulalah, pihaknya terus melakukan penjaringan disetiap kecamatan yang ada di daerah bekas gempa tersebut. Katanya, pengurus PAC yang telah lama berkecimpung di kecamatan, punya potensi yang cukup, besar harapan untuk dimasukkan pada kepengurusan DPD Demokrat Padang Pariaman hasil Musda nantinya. "Kita ingin, ada regenerasi pada setiap level kepengurusan, sehingga partai ini berjalan dengan dinamika terbaiknya," ujar Eri Zulfian.
Sekaitan berbagai wacana dan opini yang akhir-akhir ini mencuat tentang kader partai yang didirikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ini, Eri Zulfian tidak menapik, bahwa itu semua bagian yang tak dapat dipisahkan dari dinamika politik yang tengah berjalan dibelahan negara ini. "Namun, kita harus menghadapinya dengan tidak emosional. Walau bagaimanapun, berbagai pihak sangat tidak ingin negara ini diurus oleh orang Demokrat," sebutnya.
Dia minta kepada seluruh kader dan simpatisan Demokrat di seluruh Padang Pariaman untuk tidak emosi, dalam menghadapi berbagai isu tersebut. Semua harus pada koridor, santun, sesuai dengan garis perjuangan partai itu sendiri. Ibarat pohon kayu yang semakian besar dan tinggi, akan selalu dapat terpaan angin yang paling kencang. Itulah posisi partai pemenang Pemilu 2009 itu saat ini. (dam)
Langganan:
Postingan (Atom)




