Padang Pariaman--Tidak menunggu lama. Hanya butuh waktu setengah hari, Bupati Padang Pariaman Ali Mukhni mengambil keputusan untuk menyepakati kerjasama pengembangan proyek listrik tenaga surya dan kawasan ekonomi khusus yang fokus pada energi bersih dan sel bahan bakar hidrogen.
Keputusan tersebut dituangkan dalam nota kesepahamanan (Memorandum of Understanding) bersama empat perusahaan multi internasional di sebuah rumah makan di Kota Padang, Kamis (2/8) kemarin. Sebelumnya, pagi di ruang kerja bupati di Parit Malintang, keempat perusahaan internasional itu mempresentasikan rencana investasi di depan bupati dan Kepala OPD terkait.
Masing-masing yang menandatangani; Bupati Ali Mukhni mewakili Pemkab Padang Pariaman, Dr. Mohammad Rusydi, CEO Brisbane Capital Investment Pty Ltd (BCI), Daehyun Jin CEO CK E & Solution Co., Ltd (CK), Deddy Alfiansa, Direktur PT. General Management Asia (GMA) dan Ronny Pahlawan, Presiden Direktur PT. Romulo Indo Gemilang (RIG). Sedangkan Woo Gyou Park CEO PT. PIK Surya Palu (PIK) bertindak sebagai saksi.
Isi kesepakatan utama kerjasama tersebut adalah kerjasama dalam bidang pengembangan proyek listrik tenaga surya dan kawasan ekonomi khusus yang fokus pada energi bersih dan sel bahan bakar hidrogen. "Untuk tahap awal akan dikembangkan proyek listrik tenaga surya sebesar 50 MW di Tarok City," jelas Bupati Ali Mukhni.
Tarok City, lanjutnya, sangat membutuhkan pasokan energi listrik yang besar karena di sana akan berdiri banyak gedung yang membutuhkan energi listrik, terutama untuk rumah sakit yang akan didirikan oleh Kemenkes. "Kita antusias dan bersemangat dengan rencana calon investor ini. Selain untuk kebutuhan Tarok City juga untuk kebutuhan listrik masyarakat yang masih belum menikmati aliran listrik," katanya didampingi Kadis Perhubungan, Kadis DPMPTP dan Kadis Kominfo.
"Bapak Menteri Ristek dan Pendidikan Tinggi, tadi siang di Tarok City sudah kita kabarkan rencana ini dan beliau menyambut baik bahkan menyarankan beberapa hal penting terkait kerjasama pengembangan listrik tenaga surya ini," tambahnya. Terkait dengan banyaknya laporan tentang kurang terjaminnya kualitas produk energi listrik tenaga surya yang sudah dan sedang digunakan Pemkab Padang Pariaman, Daehyun Jin menjelaskan bahwa mereka akan menggunakan produk modul unggulan Korea dan inverter yang digunakan merupakan produk inverter unggulan Korea.
"Kami menjamin kualitas produk kami selama 25 tahun dan untuk lampu penerangan jalan akan digunakan sistem metering yang terukur dan standar Korea," jelas Daehyun Jin.
Menyikapi kerjasama bilateral dengan empat perusahaan skala internasional tersebut, Kadis Perhubungan Taslim dan Kadis DPMPTP Hendra Aswara menyambut baik dan gembira. Menurut Taslim, Pemkab Padang Pariaman menganggrakan Rp12 Milyar untuk membayar pajak lampu penerangan jalan.
"Setiap bulan kita bayar Rp1 Milyar untuk lampu jalan. Sistim penghitungannya pun sangat merugikan kita karena saat lampu mati tetap dihitung," jelasnya. "Jika rencana investor dari Korea ini terwujud, mudah-mudahan banyak rumah masyarakat kita yang belum dialiri listrik dan jalan yang belum punya penerangan dapat diterangi dengan biaya lebih murah dan hitungannya terukur," katanya.
Hendra Aswara juga menyambut senang dengan rencana investor dari Korea ini karena merupakan full investor yang akan mendatangkan investasi (akumulasi modal di daerah) dan membuka lapangan pekerjaan untuk masyarakat. "Sesuai dengan program kami, perizinan dari rencana ini akan kami percepat dan permudah asalkan semuanya sudah memenuhi prosedur aturan hukum nasional kita," kata Hendra. (501)
Jumat, 03 Agustus 2018
Imunisasi Adalah Upaya Pelayanan Kesehatan Dasar Menurunkan Angka Kematian Ibu, Bayi dan Anak.
Batang Anai--Pencanangan sekaligus kampanye imunisasi Measles dan Rubella (MR) untuk tingkat Kabupaten Padang Pariaman berlangsung di halaman Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Batang Anai, Kamis (2/8). Pencanangan dilakukan Sekretaris Daerah (Sekda), H. Jonpriadi atas nama bupati.
Jonpriadi mengemukakan, imunisasi merupakan satu di antara tindakan pencegahan penyebaran penyakit yang terbukti sangat cost efektif. Dalam hal ini, imunisasi satu upaya pelayanan kesehatan dasar yang memegang peranan dalam menurunkan angka kematian ibu, bayi dan anak.
Menurutnya, measles (penyakit campak) dapat menyebabkan radang paru (pneumonia), radang otak (ensefalitis), kebutaan, diare dan gizi buruk. Sedangkan rubella (penyakit campak jerman) dapat menyebabkan kelainan jantung, kelainan mata, tuli, keterlambatan perkembangan dan kerusakan jaringan otak.
“Penyakit campak sangat mudah menular yang disebabkan oleh virus serta ditularkan melalui batuk dan bersin. Penyakit ini dapat menyebabkan komplikasi seperti diare, meningitis, pneumonia bahkan kematian,” ujar Jonpriadi.
Sedangkan rubella, lanjut dia, adalah penyakit yang sering menginfeksi anak dan remaja yang rentan. Namun, yang menjadi perhatian apabila rubella ini menginfeksi wanita hamil dapat menyebabkan keguguran ada kehamilannya atau bayi yang dikandungnya akan lahir cacat seperti kelainan jantung, gangguan penglihatan, tuli atau mengalami keterlambatan perkembangan (congenital rubella syndrom).
Sebelumnya, Kepala Bidang Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit (P2P) Jasneli melaporkan, kegiatan pemberian imunisasi MR ini berlangsung serentak secara nasional sejak 1 Agustus s/d 30 September 2018. Untuk pencanangan tingkat kabupaten berlangsung di SMPN 1 Batang Anai, namun pemberian imunisasi (vaksin) sudah dimulai sejak kemarin.
Sasaran vaksinasi imunisasi MR, katanya, adalah anak berusia sembilan bulan hingga 15 tahun dengan target minimal 95 persen. “Sebelumnya kami sudah memberikan pelatihan kepada tenaga-tenaga medis puskesmas sebagai vaksinator,” katanya lagi.
Kepala Puskesmas Pasar Usang, Rikavia Anwar menyebutkan, untuk wilayah kerjanya terdapat 5 SMP, 20 sekolah dasar (SD) dan puluhan taman kanak-kanak (TK). Sesuai jadwal yang ditetapkan Kementerian Kesehatan RI, pelayanan imunisasi MR dilakukan hingga akhir Agustus. Selanjutnya, ada bulan September pelayanan dilakukan di Puskesmas, Posyandu, Poskesdes dan Polindes untuk bayi 9 bulan dan anak anak yang belum bersekolah.
Kegiatan pencanangan sekaligus kampanye imunisasi MR tersebut difasilitasi oleh Kepala SMPN 1 Batang Anai, Edison bekerjasama dengan Pimpinan Puskesmas Pasar Usang, dihadiri antara lain oleh utusan Dinas Kesehatan Provinsi Sumbar, Ali Akbar, Dokter Spesialis Anak RSUD Padang Pariaman – Ranti Adriani, Camat Batang Anai Suhardi dan Wali Nagari Sungai Buluh Agusta Alidin. (501)
Jonpriadi mengemukakan, imunisasi merupakan satu di antara tindakan pencegahan penyebaran penyakit yang terbukti sangat cost efektif. Dalam hal ini, imunisasi satu upaya pelayanan kesehatan dasar yang memegang peranan dalam menurunkan angka kematian ibu, bayi dan anak.
Menurutnya, measles (penyakit campak) dapat menyebabkan radang paru (pneumonia), radang otak (ensefalitis), kebutaan, diare dan gizi buruk. Sedangkan rubella (penyakit campak jerman) dapat menyebabkan kelainan jantung, kelainan mata, tuli, keterlambatan perkembangan dan kerusakan jaringan otak.
“Penyakit campak sangat mudah menular yang disebabkan oleh virus serta ditularkan melalui batuk dan bersin. Penyakit ini dapat menyebabkan komplikasi seperti diare, meningitis, pneumonia bahkan kematian,” ujar Jonpriadi.
Sedangkan rubella, lanjut dia, adalah penyakit yang sering menginfeksi anak dan remaja yang rentan. Namun, yang menjadi perhatian apabila rubella ini menginfeksi wanita hamil dapat menyebabkan keguguran ada kehamilannya atau bayi yang dikandungnya akan lahir cacat seperti kelainan jantung, gangguan penglihatan, tuli atau mengalami keterlambatan perkembangan (congenital rubella syndrom).
Sebelumnya, Kepala Bidang Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit (P2P) Jasneli melaporkan, kegiatan pemberian imunisasi MR ini berlangsung serentak secara nasional sejak 1 Agustus s/d 30 September 2018. Untuk pencanangan tingkat kabupaten berlangsung di SMPN 1 Batang Anai, namun pemberian imunisasi (vaksin) sudah dimulai sejak kemarin.
Sasaran vaksinasi imunisasi MR, katanya, adalah anak berusia sembilan bulan hingga 15 tahun dengan target minimal 95 persen. “Sebelumnya kami sudah memberikan pelatihan kepada tenaga-tenaga medis puskesmas sebagai vaksinator,” katanya lagi.
Kepala Puskesmas Pasar Usang, Rikavia Anwar menyebutkan, untuk wilayah kerjanya terdapat 5 SMP, 20 sekolah dasar (SD) dan puluhan taman kanak-kanak (TK). Sesuai jadwal yang ditetapkan Kementerian Kesehatan RI, pelayanan imunisasi MR dilakukan hingga akhir Agustus. Selanjutnya, ada bulan September pelayanan dilakukan di Puskesmas, Posyandu, Poskesdes dan Polindes untuk bayi 9 bulan dan anak anak yang belum bersekolah.
Kegiatan pencanangan sekaligus kampanye imunisasi MR tersebut difasilitasi oleh Kepala SMPN 1 Batang Anai, Edison bekerjasama dengan Pimpinan Puskesmas Pasar Usang, dihadiri antara lain oleh utusan Dinas Kesehatan Provinsi Sumbar, Ali Akbar, Dokter Spesialis Anak RSUD Padang Pariaman – Ranti Adriani, Camat Batang Anai Suhardi dan Wali Nagari Sungai Buluh Agusta Alidin. (501)
M. Nasir di Tarok City Aset Pembangunan Tiga PTN Menjadi Aset Kemenristekdikti
Kapalo Hilalang--Menristekdikti RI M. Nasir meninjau lokasi kawasan pendidikan terpadu di Tarok City, Nagari Kapalo Hilalang, Kecamatan 2x11 Kayutanam. Peninjauan ini sebagai tindak-lanjut serah terima aset dari Bupati Padang Pariaman untuk pembangunan tiga kampus perguruan tinggi negeri (PTN), yaitu Universitas Negeri Padang, Politeknik Negeri Padang (PNP) dan ISI Padang Panjang.
Aset pembangunan untuk tiga PTN tersebut selanjutnya akan tercatat sebagai aset Kemenristekdikti dan menjadi tanggungjawabnya dalam pembangunan kampus baru tiga PTN itu. "Kami sudah terima penyerahan aset dari bupati bulan lalu. Saya rasa lokasi Tarok City sangat strategis," kata M. Nasir.
Ia mengapresiasi Bupati Ali Mukhni yang telah membuka akses jalan selebar 75 meter dan juga telah dibuat pintu gerbang yang megah. Saat ini, kata M. Nasir, Kementerian yang dia pimpin sedang dalam proses seluruh administrasi terkait pembangunan dan pendanaan. Jika sudah tuntas, maka pekerjaan sudah dapat dimulai.
Bupati Ali Mukhni mengatakan, kawasan Tarok City telah didukung dengan adanya Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) yang dinamakan kawasan Kayutanam. Kawasan seluas 697 hektare ini direncanakan untuk pembangunan kampus, rumah sakit, gedung diklat dan perkantoran. "Izin Pak Menteri, kami juga telah serahkan tanah seluas 5 hektar untuk Kementrian Pertahanan yang berencana membangun gedung diklat," ujar alumni Lemhanas 2012 itu.
Orang nomor satu di Padang Pariaman itu juga telah mengganggarkan pembukaan jalan sebesar Rp20 miliar sekligus pintu gerbang. Jalan selebar 75 meter ini juga untuk memfasilitasi pejalan kaki, sepeda dan disabilitas. "Alhamduillah, Bapak Menteri mendukung pembangunan kampus. Tadi beliau sampaikan untuk percepatan administrasinya. Izin Allah SWT, administrasi selesai dan fisik mulai dibangun," ujar dia.
Kunjungan Menristekdikti juga didampingi Wagub Sumbar Nasrul Abit, Rektor UNP, Prof Ganefri, Rektor ISI Padang Panjang, Prof. Novesar Jamarun, Rektor Unand, Tafdil Husni beserta Direktorat Kemenristekdikti. (501)
Aset pembangunan untuk tiga PTN tersebut selanjutnya akan tercatat sebagai aset Kemenristekdikti dan menjadi tanggungjawabnya dalam pembangunan kampus baru tiga PTN itu. "Kami sudah terima penyerahan aset dari bupati bulan lalu. Saya rasa lokasi Tarok City sangat strategis," kata M. Nasir.
Ia mengapresiasi Bupati Ali Mukhni yang telah membuka akses jalan selebar 75 meter dan juga telah dibuat pintu gerbang yang megah. Saat ini, kata M. Nasir, Kementerian yang dia pimpin sedang dalam proses seluruh administrasi terkait pembangunan dan pendanaan. Jika sudah tuntas, maka pekerjaan sudah dapat dimulai.
Bupati Ali Mukhni mengatakan, kawasan Tarok City telah didukung dengan adanya Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) yang dinamakan kawasan Kayutanam. Kawasan seluas 697 hektare ini direncanakan untuk pembangunan kampus, rumah sakit, gedung diklat dan perkantoran. "Izin Pak Menteri, kami juga telah serahkan tanah seluas 5 hektar untuk Kementrian Pertahanan yang berencana membangun gedung diklat," ujar alumni Lemhanas 2012 itu.
Orang nomor satu di Padang Pariaman itu juga telah mengganggarkan pembukaan jalan sebesar Rp20 miliar sekligus pintu gerbang. Jalan selebar 75 meter ini juga untuk memfasilitasi pejalan kaki, sepeda dan disabilitas. "Alhamduillah, Bapak Menteri mendukung pembangunan kampus. Tadi beliau sampaikan untuk percepatan administrasinya. Izin Allah SWT, administrasi selesai dan fisik mulai dibangun," ujar dia.
Kunjungan Menristekdikti juga didampingi Wagub Sumbar Nasrul Abit, Rektor UNP, Prof Ganefri, Rektor ISI Padang Panjang, Prof. Novesar Jamarun, Rektor Unand, Tafdil Husni beserta Direktorat Kemenristekdikti. (501)
Rabu, 01 Agustus 2018
KKN Unitas Latih 40 Pelaku UMKM Palembayan Sintuak
Sintuak--Sebanyak 40 anggota masyarakat yang bergelud di Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Korong Palembayan, Nagari Sintuak, Kecamatan Sintuak Toboh Gadang, Padang Pariaman mengikuti pelatihan tentang pendampingan dan pelaporan keuangan, yang diadakan mahasiswa Universitas Tamansiswa (Unitas) Padang. Pelatihan itu merupakan salah satu program mahasiswa yang tengah melakukan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di korong tersebut.
Ketua KKN Unitas Kelompok 13, Doni Nofriadi Datuak Kayo menjelaskan, pelatihan yang dilakukan selama sehari itu cukup dapat sambutan antusias dari pelaku UMKM, terutama mereka yang aktif membuka usaha batu bata. "Dari lebih 75 orang yang kita undang, 40 orang di antaranya hadir. Tentu ini cerminan akan ada perbaikan usaha ini ke depannya," kata dia.
Bertempat di SDN 05 Sintuak Toboh Gadang, pelatihan ini, kata Doni Nofriadi, ditujukan khusus buat pemilik usaha batu bata. Bukan pekera. "Artinya, kita ingin ada perbaikan manajemen keuangan dalam usaha, meskipun para pekerjanya terdiri dari orang kampung biasa. Apalagi jenis usaha ini amat banyak di temukan di Palembayan," kata dia.
Menurut Doni, mahasiswa KKN yang tergabung dalam kelompok 13 ini berjumlah 25 orang dari Fakultas Ekonomi, Pertanian dan Fakultas Hukum Unitas Padang. "Pelatihan ini sekaligus memberikan pendampingan bagi kelangsungan usaha batu bata di Palembayan. Dengan ini, diharapkan para pekerja bisa merasa senang bekerja, meningkatkan pendapatan rumah tangganya lewat usaha tersebut," ungkapnya.
Pembina upacara
Senin kemarin, dibawah pimpinan Doni Nofriadi, mahasiswa ini juga bertindak sebagai pembina upaca di SDN 05 Sintuak Toboh Gadang. Diikuti seluruh murid SD yang terletak di Palembayan itu, para mahasiswa ini memainkan seluruh kegiatan upacara yang berlangsung pagi tersebut. Mulai dari seorang pembina, memasang bendera, memimpin nyanyi lagu Indonesia Raya, komandan upacara, pembacaan Pancasila, UUD 1945.
"Alhamdulillah, semuanya berjalan dengan baik. Terima kasih banyak kepada pihak sekolah yang telah memberikan kesempatan berharga ini. Diharapkan, tampilan kita ini akan menjadi pelajaran berharga bagi anak murid SDN 05 itu sendiri," ujar Doni.
Doni yang juga salah seorang niniak mamak di Balah Hilia Lubuk Alung ini minta kepada semua murid SDN itu utuk taat pada orangtua dan guru. Rajin belajar, dan jadilah calon pemimpin masa depan. "Guru dan orangtua adalah orang pertama yang mengajarkan kita dalam segala hal. Untuk itu, jadikanlah guru dan orangtua sebagai teladan dalam menuju masa depan," ungkapnya. (501)
Ketua KKN Unitas Kelompok 13, Doni Nofriadi Datuak Kayo menjelaskan, pelatihan yang dilakukan selama sehari itu cukup dapat sambutan antusias dari pelaku UMKM, terutama mereka yang aktif membuka usaha batu bata. "Dari lebih 75 orang yang kita undang, 40 orang di antaranya hadir. Tentu ini cerminan akan ada perbaikan usaha ini ke depannya," kata dia.
Bertempat di SDN 05 Sintuak Toboh Gadang, pelatihan ini, kata Doni Nofriadi, ditujukan khusus buat pemilik usaha batu bata. Bukan pekera. "Artinya, kita ingin ada perbaikan manajemen keuangan dalam usaha, meskipun para pekerjanya terdiri dari orang kampung biasa. Apalagi jenis usaha ini amat banyak di temukan di Palembayan," kata dia.
Menurut Doni, mahasiswa KKN yang tergabung dalam kelompok 13 ini berjumlah 25 orang dari Fakultas Ekonomi, Pertanian dan Fakultas Hukum Unitas Padang. "Pelatihan ini sekaligus memberikan pendampingan bagi kelangsungan usaha batu bata di Palembayan. Dengan ini, diharapkan para pekerja bisa merasa senang bekerja, meningkatkan pendapatan rumah tangganya lewat usaha tersebut," ungkapnya.
Pembina upacara
Senin kemarin, dibawah pimpinan Doni Nofriadi, mahasiswa ini juga bertindak sebagai pembina upaca di SDN 05 Sintuak Toboh Gadang. Diikuti seluruh murid SD yang terletak di Palembayan itu, para mahasiswa ini memainkan seluruh kegiatan upacara yang berlangsung pagi tersebut. Mulai dari seorang pembina, memasang bendera, memimpin nyanyi lagu Indonesia Raya, komandan upacara, pembacaan Pancasila, UUD 1945.
"Alhamdulillah, semuanya berjalan dengan baik. Terima kasih banyak kepada pihak sekolah yang telah memberikan kesempatan berharga ini. Diharapkan, tampilan kita ini akan menjadi pelajaran berharga bagi anak murid SDN 05 itu sendiri," ujar Doni.
Doni yang juga salah seorang niniak mamak di Balah Hilia Lubuk Alung ini minta kepada semua murid SDN itu utuk taat pada orangtua dan guru. Rajin belajar, dan jadilah calon pemimpin masa depan. "Guru dan orangtua adalah orang pertama yang mengajarkan kita dalam segala hal. Untuk itu, jadikanlah guru dan orangtua sebagai teladan dalam menuju masa depan," ungkapnya. (501)
Dalam Penetapan Nomor Urut Caleg PKB Merasa tak Nyaman
Pariaman--Calon anggota legislatif (caleg) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Syafri yang didaftarkan DPW PKB Sumbar di Daerah Pemilihan Sumbar 2 (Kabupaten Padang Pariaman dan Kota Pariaman) ke KPU Sumbar merasa kurang nyaman. Pasalnya, dirinya ditempatkan diurutan 5, sedangkan H. Dedy Edwar pendatang baru di PKB langsung ditempatkan pada nomor urut 2.
“Saya memang merasa tidak nyaman dengan daftar Caleg PKB Sumbar di Dapil 2 tersebut. Masak, saya sebagai Wakil Ketua DPW PKB Sumbar ditempatkan di nomor 5. Sementara Dedy Edwar yang lompat dari Partai Hanura Padang Pariaman langsung dapat nomor 2. Ini ada apa antara Dedy Edwar dengan Ketua DPW PKB Sumbar Febby Dt. Bangso,” kata Syafri, Rabu (1/8) di Pariaman.
Sebagaimana rekapitulasi hasil verifikasi dokumen syarat calon bakal calon anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat pada Pemilu 2019, nama caleg yang didaftarkan DPW PKB adalah di urutan (1) Firdaus, (2) H. Dedy Edwar, (3) Hartini Zahar, (4) Suhery, (5) Syafri, (6) Eva Wardani dan (7) Ali Nusir.
Dikatakan Syafri, yang kini anggota DPRD Kabupaten Padang Pariaman, sebelumnya sudah diinformasikan bahwa dirinya bakal ditempatkan di nomor 2. Sehingga diberbagai kesempatan bersosialisasi sudah disampaikan bahwa nomor partainya 1 (PKB) dan nomor urut 2. “Ternyata setelah keluar rekapitulasi dan daftar nama tersebut, ditempatkan di nomor 5. Ini tidak saja melemahkan semangat sebagai kader, tapi juga pemilih (pendukung) saya juga bakal berpengaruh,” kata Syafri menambahkan.
Syafri juga mengungkapkan, jika alasan Ketua DPW PKB menempatkan Dedy Edwar melihat perolehan suaranya pada Pemilu 2014 yang mencapai 7.937, perlu dianalisis lebih dalam. Kondisi dulu dengan sekarang beda. “Apalagi saya juga memiliki hubungan emosional dengan bakal calon pemilih/pendukung Dedy Edwar. Dulu saya hanya caleg Padang Pariaman. Tentu dukungan boleh jadi diberikan kepada Dedy Edwar. Tapi sekarang saya maju ke provinsi (DPRD Sumbar), sehingga dukungannya belum diberikan kepada Dedy Edwar, melainkan pada saya,” kata Syafri.
Menurut Syafri, semula masih tetap maju di Kabupaten Padang Pariaman. Namun dirinya bersama Ali Nusir ditolak DPC PKB Padang Pariaman mendaftar. “Sebagai anggota DPRD PKB, saya tentu harus tetap mencaleg. Walaupun harus naik kelas ke tingkat provinsi,” ujar Syafri.
Wakil Ketua DPC PKB Padang Pariaman Armaidi Tanjung, Kamis (2/8), menyebutkan kehadiran Dedy Edwar di PKB yang terlalu dianak-emaskan Ketua DPW PKB sehingga menyingkirkan kader sendiri mungkin bertujuan untuk mendokrak suara PKB di Dapil 2 ini. Bahkan Sekretaris DPW PKB menyebutkan Dedy Edwar rekomendasi Sekjen DPP PKB, Abdul Karding. Namun bisa malah menurunkan perolehan suara caleg PKB sendiri. Kader yang sudah berjuang dan turut membesarkan PKB, langsung didepak. “Penempatan nomor urut caleg kader dengan non kader pun tidak menjadi pertimbangan sehingga wajar Syafri merasa kecewa,” kata Armaidi Tanjung.
Di bagian lain Armaidi menyebutkan, Syafri dan Ali Nusir tidak pernah memasukkan berkas pencalegan ke DPC PKB Padang Pariaman. Selain keduanya, Syafrinaldi anggota DPRD Padang Pariaman yang juga Bendahara DPW PKB Sumbar, sebelumnya dianggap ditolak DPC PKB Padang Pariaman. “Nyatanya, Syafrinaldi mengikuti prosedur pendaftaran ke DPC PKB, diterima dan kembali maju di DPRD Padang Pariaman. Padahal itu satu Dapil dengan Ketua DPC PKB Zulhelmi. Harapan DPC PKB Padang Pariaman, dengan diterimanya Syafrinaldi, saya Wakil Ketua DPC Padang Pariaman juga diterima di DPW PKB. Nyatanya, saya tetap ditolak dan disingkirkan ke Pariaman Utara,” kata Armaidi santai. (501)
“Saya memang merasa tidak nyaman dengan daftar Caleg PKB Sumbar di Dapil 2 tersebut. Masak, saya sebagai Wakil Ketua DPW PKB Sumbar ditempatkan di nomor 5. Sementara Dedy Edwar yang lompat dari Partai Hanura Padang Pariaman langsung dapat nomor 2. Ini ada apa antara Dedy Edwar dengan Ketua DPW PKB Sumbar Febby Dt. Bangso,” kata Syafri, Rabu (1/8) di Pariaman.
Sebagaimana rekapitulasi hasil verifikasi dokumen syarat calon bakal calon anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat pada Pemilu 2019, nama caleg yang didaftarkan DPW PKB adalah di urutan (1) Firdaus, (2) H. Dedy Edwar, (3) Hartini Zahar, (4) Suhery, (5) Syafri, (6) Eva Wardani dan (7) Ali Nusir.
Dikatakan Syafri, yang kini anggota DPRD Kabupaten Padang Pariaman, sebelumnya sudah diinformasikan bahwa dirinya bakal ditempatkan di nomor 2. Sehingga diberbagai kesempatan bersosialisasi sudah disampaikan bahwa nomor partainya 1 (PKB) dan nomor urut 2. “Ternyata setelah keluar rekapitulasi dan daftar nama tersebut, ditempatkan di nomor 5. Ini tidak saja melemahkan semangat sebagai kader, tapi juga pemilih (pendukung) saya juga bakal berpengaruh,” kata Syafri menambahkan.
Syafri juga mengungkapkan, jika alasan Ketua DPW PKB menempatkan Dedy Edwar melihat perolehan suaranya pada Pemilu 2014 yang mencapai 7.937, perlu dianalisis lebih dalam. Kondisi dulu dengan sekarang beda. “Apalagi saya juga memiliki hubungan emosional dengan bakal calon pemilih/pendukung Dedy Edwar. Dulu saya hanya caleg Padang Pariaman. Tentu dukungan boleh jadi diberikan kepada Dedy Edwar. Tapi sekarang saya maju ke provinsi (DPRD Sumbar), sehingga dukungannya belum diberikan kepada Dedy Edwar, melainkan pada saya,” kata Syafri.
Menurut Syafri, semula masih tetap maju di Kabupaten Padang Pariaman. Namun dirinya bersama Ali Nusir ditolak DPC PKB Padang Pariaman mendaftar. “Sebagai anggota DPRD PKB, saya tentu harus tetap mencaleg. Walaupun harus naik kelas ke tingkat provinsi,” ujar Syafri.
Wakil Ketua DPC PKB Padang Pariaman Armaidi Tanjung, Kamis (2/8), menyebutkan kehadiran Dedy Edwar di PKB yang terlalu dianak-emaskan Ketua DPW PKB sehingga menyingkirkan kader sendiri mungkin bertujuan untuk mendokrak suara PKB di Dapil 2 ini. Bahkan Sekretaris DPW PKB menyebutkan Dedy Edwar rekomendasi Sekjen DPP PKB, Abdul Karding. Namun bisa malah menurunkan perolehan suara caleg PKB sendiri. Kader yang sudah berjuang dan turut membesarkan PKB, langsung didepak. “Penempatan nomor urut caleg kader dengan non kader pun tidak menjadi pertimbangan sehingga wajar Syafri merasa kecewa,” kata Armaidi Tanjung.
Di bagian lain Armaidi menyebutkan, Syafri dan Ali Nusir tidak pernah memasukkan berkas pencalegan ke DPC PKB Padang Pariaman. Selain keduanya, Syafrinaldi anggota DPRD Padang Pariaman yang juga Bendahara DPW PKB Sumbar, sebelumnya dianggap ditolak DPC PKB Padang Pariaman. “Nyatanya, Syafrinaldi mengikuti prosedur pendaftaran ke DPC PKB, diterima dan kembali maju di DPRD Padang Pariaman. Padahal itu satu Dapil dengan Ketua DPC PKB Zulhelmi. Harapan DPC PKB Padang Pariaman, dengan diterimanya Syafrinaldi, saya Wakil Ketua DPC Padang Pariaman juga diterima di DPW PKB. Nyatanya, saya tetap ditolak dan disingkirkan ke Pariaman Utara,” kata Armaidi santai. (501)
Di Padang Pariaman Pelaksanaan APBD 2017 Menjadi Tantangan untuk Bekerja Lebih Baik
Padang Pariaman--Semua usul dan saran anggota dewan akan menjadi masukan bagi Pemkab Padang Pariaman untuk mengambil langkah-langkah kebijakan selanjutnya dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat, sesuai harapan dan cita-cita bersama.
Wabup Padang Pariaman, Suhatri Bur Datuak Putiah menyampaikan hal itu, Rabu (1/8) dalam rapat paripurna DPRD soal Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) 2017. "Dengan ditetapkannya Ranperda pertanggungjawaban pelaksanaan APBD 2017 menjadi Peraturan Daerah (Perda) tentu ini akan menjadi dokumen berharga," kata dia
Menurut Suhatri Bur, pendapatan yang dianggarkan sebesarRp1.436.957.422.162, dan telah terealisasi sebesarRp1.388.638.247.011,52, atau 96,64 persen. Belanja dan Transfer yang dianggarkan sebesarRp1.489.990.512.934,64 direalisasikan sebesarRp1.414.773.624.147,00 atau 94,95 persen. Penerimaan pembiayaan yang dianggarkan sebesar Rp65.978.090.772,64, terealisasi sebesar Rp65.988.090.772,64. Sedangkan pengeluaran pembiayaan yang dianggarkan Rp12.945.000.000,00, terealisasi Rp12.945.000.000,00, sehingga diperoleh Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) 2017 sebesar Rp26.907.713.637,16.
"Dari sisi Laporan Perubahan Saldo Anggaran Lebih (LPSAL) untuk periode yang berakhir sampai 31 Desember 2017 memperlihatkan penggunaan penerimaan pembiayaan tahun berjalan sebesar Rp65.978.090.772,64. Sedangkan SiLPA sebesar Rp26.907.713.637,16 sehingga diperoleh Saldo Anggaran Lebih Akhir sebesar Rp26.907.713.637,16," katanya.
Sedangkan neraca daerah 2017 per 31 Desember 2017, kata Suhatri Bur, memperlihatkan posisi keuangan dan asset, yaitu total asset Rp1.293.847.951.538,90, kewajiban Rp7.462.455.392,97 dan total ekuitas dana sebesar Rp1.286.385.496.145,93.
Katanya lagi, dari segi Laporan Operasional (LO) untuk tahun yang berakhir sampai 31 Desember 2017 memperlihatkan jumlah Pendapatan-LO sebesar Rp1.409.175.956.702,47, jumlah beban Rp1.314.241.114.333,69 sehingga diperoleh surplus defisit dari operasi sebesar Rp94.934.842.368,78, selanjutnya dikurangi pos luar biasa sebesar Rp366.541.750,00 sehingga diperoleh surplus/defisit-LO sebesar Rp94.568.300.618,78.
Dia menyebutkan, Laporan Arus Kas (LAK) 2017 memperlihatkan saldo kas awal per 1 Januari 2017 sebesar Rp65.963.876.394,54, arus kas bersih dari aktivitas operasi sebesar Rp340.419.959.785,52. Sedangkan arus kas bersih dari aktivitas investasi minus Rp366.555.336.921,00, demikian juga arus kas bersih dari aktivitas pendanaan minus sebesar Rp12.935.000.000,00, dan arus kas bersih dari aktivitas transitoris minus sebesar Rp7.037.478,90.
"Laporan Perubahan Ekuitas (LPE) 2017 menunjukan ekuitas awal sebesar Rp1.293.925.229.342,43. Sedangkan surplus/defisit-LO sebesar Rp94.568.300.618,78. Selanjutnya terdapat koreksi ekuitas lainnya minus Rp102.108.033.815,28, dan diperoleh ekuitas akhir sebesar Rp1.286.385.496.145,93," ungkapnya.
Suhatri Bur menjelaskan, pelaksanaan APBD 2017 memberi banyak pengalaman yang berharga. Juga bahan pelajaran sekaligus menjadi tantangan untuk bekerja lebih baik, dengan motivasi yang tinggi dan semangat kerja keras yang ilandasi komitmen untuk memberi pelayanan terbaik bagi masyarakat Kabupaten Padang Pariaman," sebutnya.
Karena pada dasarnya, ujarnya, baik eksekutif maupun legislatif adalah pelaksana amanah rakyat. Terkait hal itu, beberapa hal yang perlu disampaikan; pertama, ucapan terima kasih dan apresiasi kepada ketua, wakil ketua dan seluruh anggota dewan yang telah menunjukan komitmen dan kerja keras sehingga pembahasan anggaran dan pertanggungjawaban pelaksanaan anggaran dapat dilaksanakan secara tepat waktu.
Kedua, sambungnya, tegas kepada SOPD yang menjadileader pelaksanaan e-planning, e-budgeting dan e-procurement sebagaimana yang di amanatkan oleh pemerintah pusat ke pemerintah daerah agar dapat merealisasikannya secara maksimal pada tahun ini. Ketiga, seluruh pimpinan SOPD dan jajaran Pemkab Padang Pariaman agar lebih meningkatkan kinerja yang disertai upaya pengelolaan dan pelaksanaan kegiatan sesuaidengan peraturan perundang-undangan yang berlaku, sehingga kita dapat kembali memperoleh predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK-RI untuk yang ketujuh kalinya, dan untuk tahun-tahun selanjutnya. (501)
Wabup Padang Pariaman, Suhatri Bur Datuak Putiah menyampaikan hal itu, Rabu (1/8) dalam rapat paripurna DPRD soal Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) 2017. "Dengan ditetapkannya Ranperda pertanggungjawaban pelaksanaan APBD 2017 menjadi Peraturan Daerah (Perda) tentu ini akan menjadi dokumen berharga," kata dia
Menurut Suhatri Bur, pendapatan yang dianggarkan sebesarRp1.436.957.422.162, dan telah terealisasi sebesarRp1.388.638.247.011,52, atau 96,64 persen. Belanja dan Transfer yang dianggarkan sebesarRp1.489.990.512.934,64 direalisasikan sebesarRp1.414.773.624.147,00 atau 94,95 persen. Penerimaan pembiayaan yang dianggarkan sebesar Rp65.978.090.772,64, terealisasi sebesar Rp65.988.090.772,64. Sedangkan pengeluaran pembiayaan yang dianggarkan Rp12.945.000.000,00, terealisasi Rp12.945.000.000,00, sehingga diperoleh Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) 2017 sebesar Rp26.907.713.637,16.
"Dari sisi Laporan Perubahan Saldo Anggaran Lebih (LPSAL) untuk periode yang berakhir sampai 31 Desember 2017 memperlihatkan penggunaan penerimaan pembiayaan tahun berjalan sebesar Rp65.978.090.772,64. Sedangkan SiLPA sebesar Rp26.907.713.637,16 sehingga diperoleh Saldo Anggaran Lebih Akhir sebesar Rp26.907.713.637,16," katanya.
Sedangkan neraca daerah 2017 per 31 Desember 2017, kata Suhatri Bur, memperlihatkan posisi keuangan dan asset, yaitu total asset Rp1.293.847.951.538,90, kewajiban Rp7.462.455.392,97 dan total ekuitas dana sebesar Rp1.286.385.496.145,93.
Katanya lagi, dari segi Laporan Operasional (LO) untuk tahun yang berakhir sampai 31 Desember 2017 memperlihatkan jumlah Pendapatan-LO sebesar Rp1.409.175.956.702,47, jumlah beban Rp1.314.241.114.333,69 sehingga diperoleh surplus defisit dari operasi sebesar Rp94.934.842.368,78, selanjutnya dikurangi pos luar biasa sebesar Rp366.541.750,00 sehingga diperoleh surplus/defisit-LO sebesar Rp94.568.300.618,78.
Dia menyebutkan, Laporan Arus Kas (LAK) 2017 memperlihatkan saldo kas awal per 1 Januari 2017 sebesar Rp65.963.876.394,54, arus kas bersih dari aktivitas operasi sebesar Rp340.419.959.785,52. Sedangkan arus kas bersih dari aktivitas investasi minus Rp366.555.336.921,00, demikian juga arus kas bersih dari aktivitas pendanaan minus sebesar Rp12.935.000.000,00, dan arus kas bersih dari aktivitas transitoris minus sebesar Rp7.037.478,90.
"Laporan Perubahan Ekuitas (LPE) 2017 menunjukan ekuitas awal sebesar Rp1.293.925.229.342,43. Sedangkan surplus/defisit-LO sebesar Rp94.568.300.618,78. Selanjutnya terdapat koreksi ekuitas lainnya minus Rp102.108.033.815,28, dan diperoleh ekuitas akhir sebesar Rp1.286.385.496.145,93," ungkapnya.
Suhatri Bur menjelaskan, pelaksanaan APBD 2017 memberi banyak pengalaman yang berharga. Juga bahan pelajaran sekaligus menjadi tantangan untuk bekerja lebih baik, dengan motivasi yang tinggi dan semangat kerja keras yang ilandasi komitmen untuk memberi pelayanan terbaik bagi masyarakat Kabupaten Padang Pariaman," sebutnya.
Karena pada dasarnya, ujarnya, baik eksekutif maupun legislatif adalah pelaksana amanah rakyat. Terkait hal itu, beberapa hal yang perlu disampaikan; pertama, ucapan terima kasih dan apresiasi kepada ketua, wakil ketua dan seluruh anggota dewan yang telah menunjukan komitmen dan kerja keras sehingga pembahasan anggaran dan pertanggungjawaban pelaksanaan anggaran dapat dilaksanakan secara tepat waktu.
Kedua, sambungnya, tegas kepada SOPD yang menjadileader pelaksanaan e-planning, e-budgeting dan e-procurement sebagaimana yang di amanatkan oleh pemerintah pusat ke pemerintah daerah agar dapat merealisasikannya secara maksimal pada tahun ini. Ketiga, seluruh pimpinan SOPD dan jajaran Pemkab Padang Pariaman agar lebih meningkatkan kinerja yang disertai upaya pengelolaan dan pelaksanaan kegiatan sesuaidengan peraturan perundang-undangan yang berlaku, sehingga kita dapat kembali memperoleh predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK-RI untuk yang ketujuh kalinya, dan untuk tahun-tahun selanjutnya. (501)
Masyarakat Diminta Bersiap Adanya Kota Satelit di Padang Pariaman
Kapalo Hilalang--Bupati Padang Pariaman Ali Mukhni membuka tiga akses jalan baru menuju Kawasan Pendidikan Terpadu Tarok City. Pembukaan jalan ini tentu akan membuka peluang investasi dan menggeliatnya ekonomi masyarakat.
Adapun tiga akses jalan tersebut; Pasa Limau - Tarok City sepanjang lima kilometer. Tarok City - Tandikek enam kilometer dan Tarok City - Malibo Anai tiga kilometer. Ali Mukhni mengatakan, pembangunan Tarok City menjadi prospek menjanjikan bagi masyarakat sekitar. Karena itu ia berinisitiaf membuka banyak akses dari dan menuju Tarok City agar masyarakat bersiap adanya kota satelit di Padang Pariaman.
"Tarok City ke depan, sebuah kota satelit. Di sini akan dihuni ratusan ribu mahasiswa dan masyarakat. Dari sekarang kita pikirkan infrastruktur pendukung, seperti jalan aksesnya, kalau bisa sebanyak-banyaknya," kata Ali Mukhni yang didampingi Kadis Kominfo Zahirman di Tarok City, Kecamatan 2x11 Kayutanam, Selasa (31/7).
Saat ini, kata Ali Mukhni, alat berat sedang bekerja untuk pembukaan lahan dan ditargetkan selesai pada akhir tahun ini. Diketahui Kawasan Tarok City merupakan kawasan pendidikan terpadu satu-satunya di Sumatera Barat. Di lahan seluas 697 hektare akan dibangun perguruan tinggi, rumah sakit vertikal, badan Diklat dan perkantoran.
Perguruan tinggi di antaranya UNP seluas 150 hektare, ISI Padang Panjang 40 hektare, Politeknik Unand 50 hektare, UIN Imam Bonjol seluas 50 hektare. "Kita sudah serahkan sertifikat lahan kepada Sekjen Kemeristek Dikti sekaligus peninjauan lokasi. Bahkan Kemenhan juga berencana bangun Bandiklat di sini," ujar alumni Harvard Keneddy School di Amerika Serikat itu.
Orang nomor satu di Padang Pariaman dan PAN Sumatera Barat tersebut memberikan apresiasi kepada masyarakat yang mendukung pembangunan Tarok City. Bahkan warga rela menyerahkan lahannya dan turut membantu petugas dalam pengerjaan pembukaan jalan dimaksud. "Basamo mangko manjadi. Masyarakat rindu pembangunan, masyarakat peduli dengan program pemerintah," ungkapnya. (501)
Adapun tiga akses jalan tersebut; Pasa Limau - Tarok City sepanjang lima kilometer. Tarok City - Tandikek enam kilometer dan Tarok City - Malibo Anai tiga kilometer. Ali Mukhni mengatakan, pembangunan Tarok City menjadi prospek menjanjikan bagi masyarakat sekitar. Karena itu ia berinisitiaf membuka banyak akses dari dan menuju Tarok City agar masyarakat bersiap adanya kota satelit di Padang Pariaman.
"Tarok City ke depan, sebuah kota satelit. Di sini akan dihuni ratusan ribu mahasiswa dan masyarakat. Dari sekarang kita pikirkan infrastruktur pendukung, seperti jalan aksesnya, kalau bisa sebanyak-banyaknya," kata Ali Mukhni yang didampingi Kadis Kominfo Zahirman di Tarok City, Kecamatan 2x11 Kayutanam, Selasa (31/7).
Saat ini, kata Ali Mukhni, alat berat sedang bekerja untuk pembukaan lahan dan ditargetkan selesai pada akhir tahun ini. Diketahui Kawasan Tarok City merupakan kawasan pendidikan terpadu satu-satunya di Sumatera Barat. Di lahan seluas 697 hektare akan dibangun perguruan tinggi, rumah sakit vertikal, badan Diklat dan perkantoran.
Perguruan tinggi di antaranya UNP seluas 150 hektare, ISI Padang Panjang 40 hektare, Politeknik Unand 50 hektare, UIN Imam Bonjol seluas 50 hektare. "Kita sudah serahkan sertifikat lahan kepada Sekjen Kemeristek Dikti sekaligus peninjauan lokasi. Bahkan Kemenhan juga berencana bangun Bandiklat di sini," ujar alumni Harvard Keneddy School di Amerika Serikat itu.
Orang nomor satu di Padang Pariaman dan PAN Sumatera Barat tersebut memberikan apresiasi kepada masyarakat yang mendukung pembangunan Tarok City. Bahkan warga rela menyerahkan lahannya dan turut membantu petugas dalam pengerjaan pembukaan jalan dimaksud. "Basamo mangko manjadi. Masyarakat rindu pembangunan, masyarakat peduli dengan program pemerintah," ungkapnya. (501)
Langganan:
Postingan (Atom)






