-Ketua Fraksi Bersatu, Masrizal
Camat Harus Berdomisili Diwilayah Tugasnya
Pariaman--Ketua Fraksi Bersatu DPRD Padang Pariaman, Masrizal melihat kedisiplinan aparatur dilingkungan Pemkab setempat masih lemah. Baik itu dari segi pelayanan, maupun kinerja aparat itu sendiri. Akibatnya, banyak persoalan yang semestinya bisa diselesaikan dalam waktu dekat, ternyata harus menunggu waktu berlama-lama.
Kepada Singgalang, Senin (5/9) di Pariaman, politisi PPP Padang Pariaman ini minta kepada Sekdakab, yang notabene selaku induk semangnya pegawai, untuk bisa memberikan tindakan tegas. Dia menyaksikan kedisiplinan yang lemah tersebut sudah merambah kelingkungan sebagian camat yang ada didaerah itu.
"Camat yang dapat tugas jauh dari pusat, seperti Camat IV Koto Aur Malintang, 2 X 11 Kayutanam, dan camat lainnya, dengan seenaknya memulai tugasnya jauh diatas mulainya jam kerja. Padahal, masyarakat yang sedang berurusan telah lama menunggu. Lantaran camat belum datang, maka terpaksalah masyarakat itu menunggu sangat lama camat bersangkutan," kata Masrizal.
Menurut dia, sudah sepantasnya seorang camat berdomisili diwilayah tugasnya. Dulu, para camat banyak yang mendiami rumah dinasnya. Tapi, kini hal itu tidak berlaku lagi agaknya. Hal ini harus dipertegas kembali oleh Bupati Padang Pariaman, selaku pemimpin didaerah ini.
"Kita ingin, pelayanan ditingkat yang paling bawah tersebut harus diselesaikan dengan baik dan benar, dan tidak menyulitkan masyarakat itu sendiri. Hingga kini, kita masih banyak menerima keluhan dari masyarakat, terkait banyaknya urusan masyarakat yang harus menunggu lama di kantor camat bersangkutan," ungkap dia.
Apalagi, lanjut Masrizal, saat ini bupati telah melakukan pelantikan camat diwilayah terkait. Tidak seperti biasanya. Dimana seorang camat dilantik bersamaan dengan pelantikan sejumlah pejabat di kantor bupati. Ini sebuah momen untuk mengembalikan kekuatan camat itu sendiri, sebagai wakil bupati di sebuah kecamatan. Dan sudah sepantasnya para camat tersebut berdomisili di wilayah kerjanya.
Kata Masrizal lagi, DPRD siap untuk menggiring anggaran, terutama bagi camat yang belum punya rumah dinas, agar bisa diwujudkan. Sementara, camat yang telah punya rumah dinas, tapi belum didiami, harus dianggarkan juga perawatannya. (dam)
---------------------------------------------------------------------
Pengurus Komplek Bung Hatta Terbentuk
Lubuk Alung--Pengurus komplek BUng Hatta, Pasa Kandang, Korong Balah Hilia, Kenagarian Lubuk Alung, Padang Pariaman periode 2011-2014 terbentuk beberapa waktu lalu, lewat sebuah pemilihan yang sangat demokratis. Kepengurusan itu dimaksudkan untuk melanjutkan estapet kepemimpinan dikalangan penghuni perumnas Kampung Ladang tersebut.
Terpilih sebagai Ketua Sunafri, Wakil Ketua Zulfa'i, Sekretaris Ferizal, Wakil Sekretaris Syahrial Labai, dan Bendahara dipercayakan kepada Ferdy Gunawan. Sementara, untuk dewan penasehat dipercayakan kepada Ruswan Tanjung sebagai Ketua, Kaspi, Zainal Bahri, Bujang Anjang, Ali Asar, dan Yusra Alro alias Ray, masing-masing sebagai anggota. Kepengurusan juga dilengkapi dengan sejumlah seksi, yang akan bertugas untuk memperkuat posisi pengurus harian dimaksud.
Kepada Singgalang, Senin (5/9) di Lubuk Alung, Ketua dewan penasehat, Ruswan Tanjung menyebutkan, kepengurusan itu telah dimulai sejak perumahan itu ada, dan terus berlanjut. Sebab, ditengah beragamnya penghuni perumnas, selalu mengedepankan azas kebersamaan dalam segala hal.
Menurut dia, kepengurusan yang baru terbentuk ini segera dilantik, dan disaksikan oleh seluruh penghuni komplek. "Insya Allah, Sabtu (17/9) nanti kepengurusan tersebut dilantik, sekaligus dalam rangka halal bi halal warga komplek. Hal itu telah menjadi kesepakatan bersama diantara pengurus dimaksud," kata Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Lubuk Alung ini.
Kepada pengurus harian yang telah terbentuk, Ruswan Tanjung berharap agar bisa menjalankan visi misi dari organisasi yang telah dirumuskan bersama sejak dulu. Apa yang telah menjadi tradisi dan kebiasaan baik, agar terus dilanjutkan. Dan apa-apa yang tidak lagi relefan dengan situasi dan kondisi saat ini, sebaik dibuang saja, agar kebersamaan itu terus terpatri dalam lingkungan bersama. (dam)
----------------------------------------------------------------
-Lubuk Alung Baralek Gadang
Belum Seorangpun Walinagari yang Mampu Satu Periode
Lubuk Alung---Gaung pesta Pemilihan Walinagari (Pilwana) Lubuk Alung, Padang Pariaman semakin bergema. Masing-masing calon walinagari, Harry Subrata, Yumardi, Firdaus, dan Taufiq Tanjung telah mulai mengambil ancang-ancang, mempetakan masyarakat yang akan memilihnya. Jadwal Pilwana itu sendiri sudah semakin dekat, yakni 25 September ini.
Ada sekitar 16 ribu pemilih yang punya hak suara. Masyarakat sebanyak itu tinggal dalam enam korong, masing-masing Korong Sungai Abang, Balah Hilia, Salibutan, Pasa Lubuk Alung, Koto Buruak, dan Korong Singguliang yang ada dalam kenagarian yang terkenal heterogen tersebut. Jumlah korong itu berkurang, sejak empat korong, yakni Pungguang Kasiak, Pasie Laweh, Sikabu, dan Aie Tajun berpisah, dan kini telah menjadi unit pemerintahan nagari pula, yang sejajar dengan nagari lainnya didaerah itu.
Menyimak perkembangan yang terjadi di nagari yang terkenal dengan panasnya itu, ternyata tak seorangpun walinagarinya yang sampai satu periode. Sejak kembali ke pemerintahan nagari, Lubuk Alung termasuk nagari yang punya banyak walinagari. Pertama kali sebagai Pjs. Walinagari Lubuk Alung, AM Datuak Ryk. Basa. Pjs tersebut yang menyelenggarakan Pilwana perdana, yang saat itu terpilih H. Sudirman Nazar.
Luar biasa kala itu. Sudirman Nazar yang dikenal sebagai pengusaha PO Transport itu dilantik dengan sangat meriah. Gubernur Sumbar, yang saat itu dijabat Zainal Bakar hadir. Maklum, ketokohan seorang Sudirman Nazar sudah sejak lama terkenal di Lubuk Alung. Namun, yang bersangkutan tidak lama menjadi walinagari. Hanya sekitar tiga tahun, lalu beliau mundur, akibat ada peraturan daerah yang melarang seorang walinagari menjadi ketua partai politik.
Memang, Sudirman Nazar terpilih juga menjadi Ketua DPC Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Padang Pariaman, disaat dia menjabat walinagari. Setelah terpilih, yang bersangkutan langsung mengantarkan surat pengunduran diri dari walinagarinya, langsung kemeja bupati setempat. Padang Pariaman yang saat itu dipimpin Muslim Kasim langsung mengambil tindakan. Maka diangkatlah Harissuddin Alm, sebagai Pjs walinagari berikutnya.
Sebagai Pjs, Harisuudin pun menjalankan tugasnya sesuai petunjuk yang jelas dari Pemkab Padang Pariaman. Masa itu dia juga menyelenggarakan Pilwana. Terpilih Jon Serli Datuak Marajo sebagai walinagari devenitif. Setelah dilantik, ternyata walinagari pilihan masyarakat Lubuk Alung itu juga tidak sampai satu periode, lalu tersandung oleh persoalan bantuan gempa akhir September 2009. Akibatnya, Jon Serli diberhentikan dari jabatannya.
Masa pemberhentian tersebut, membuat antara Jon Serli dengan Bupati Padang Pariaman berpolemik, yang berujung pada keputusan pengadilan. Jon Serli keluar, Nurhedi, seorang pegawai Camat Lubuk Alung yang juga warga Lubuk Alung dilantik menjadi Pjs walinagari selanjutnya. Hingga kini, Nurhedi masih menjabat sebagai Pjs walinagari tersebut.
Memang, Nagari Lubuk Alung terkenal banyak potensi. Sebut saja galian C yang sangat banyak sumbernya di nagari itu. Belum lagi potensi masyarakatnya yang hebat, yang telah mewarnai berbagai percaturan. Baik ditingkat Sumatra Barat, maupun pada tingkat nasional. Kini, harapan masyarakat tertumpang pada semua calon walinagari yang akan 'bertarung' pada 25 September mendatang.
Masing-masing calon telah dan akan menjual program kerjanya. Menurut Hilman, sang Ketua panitia Pilwana, pihaknya juga akan menggelar debat kandidat, yang nantinya juga akan dihadiri seluruh lapisan masyarakat setempat. Mantaplah. Takah Pilkada pulo jadinyo. Hal itu sangat penting dilakukan, mengingat Lubuk Alung nagari heterogen. Masyarakatnya sudah banyak yang cerdas, sehingga pantas untuk berdebat dulu sebelum terpilih.
Kepada Singgalang Hilman menginginkan, Pilwana yang akan digelar itu berlangsung aman, tertib dan sesuai dengan pilihan masyarakat Lubuk Alung itu sendiri.
Masa depan Lubuk Alung, setidaknya enam tahun mendatang sangat bergantung dari walinagari yang dipilih langsung oleh masyarakat. Mau baik, jalan ditempat, atau sama sekali mundur kebelakang. Sang calonlah yang akan mengendalikannya. Yang jelas, sejak pemerintahan nagari berlaku, belum ada walinagari setempat yang cukup satu periode menyandang jabatannya. Mereka ada yang mundur, dan ada pula yang dipaksa untuk mundur. Agaknya, para calon yang maju saat ini, banyak berkaca pada fakta sejarah tersebut, untuk melihat kepentingan yang lebih besar, mewujudkan perubahan di nagari itu sendiri. (damanhuri)
Sabtu, 05 November 2016
Rabu, 02 November 2016
KNPI Padang Pariaman Diminta Ikut Memberantas Narkoba
KNPI Padang Pariaman Diminta Ikut Memberantas Narkoba
Padang Pariaman--Wakil Bupati Padang Pariaman, Suhatri Bur mengatakan bahwa KNPI telah berkontribusi membantu pembangunan daerah ini. Hal tersebut ia sampaikan pada pelantikan Muhammad Ikhbal selaku Ketua DPD KNPI Padang Pariaman Periode 2016-2019 di Aula IKK, Rabu (2/11).
"Atas nama masyarakat, kami ucapkan selamat atas dilantiknya Ketua KNPI yang baru beserta pengurus. Semoga Allah SWT senantiasa meridhoi," kata mantan Ketua KPU Padang Pariaman itu.
Ia mengingatkan pengurus KNPI, agar menjadi pengurus yang elegan dan teladan masyarakat Padang Pariaman. KNPI sebagai 'rumah besar' seluruh elemen organisasi pemuda yang harus menjaga eksistensinya untuk mencapai tujuan organisas. "Kita yakin, Ikhbal dan wajah-wajah baru dalam kepengurusan KNPI mampu berbuat lebih banyak untuk daerah ini," kata mantan Ketua Baznas Padang Pariaman itu.
Suhatri mendorong agar KNPI Padang Pariaman lebih peka pada persoalan sosial kepemudaan yang terjadi, khususnya mengenai penyakit masyarakat dan penyalahgunaan narkoba. Apalagi telah terbitnya Peraturan Bupati nomor 13 tahun 2016 tentang penertiban orgen tunggal, yang bertujuan untuk pemberantasan narkoba. KNPI diharapkan mengambil peran dalam pemberantasan narkoba yang telah menjadi persoalan bangsa Indonesia saat ini.
"Kita tantang pengurus yang baru untuk segera membuat program pemberantasan narkoba," ujar Suhatri Bur. Ia mengajak KNPI untuk mendukung program strategis Pemda Padang Pariaman, sekaligus mengontrol tata kelola dan kebijakan Pemda, agar tetap pro rakyat. Padang Pariaman saat ini sudah jauh lebih baik. Berkat kerja keras bupati beserta masyarakat dan seluruh pihak yang peduli dengan kemajuan daerah tercinta ini.
Ketua DPD KNPI Sumatera Barat, Defika Yufindra mengakui kepemimpinan Ali Mukhni - Suhatri Bur telah banyak memberikan perubahan dan kemajuan untuk Padang Pariaman. Hal itu tidak terlepas dari peran pemuda yang selalu memberikan masukan terhadap program pembangunan yang bermuara pada kesejahteraan masyarakat.
Defika menegaskan, bahwa tidak ada dualisme kepengurusan KNPI Sumatera Barat, karena telah diakui legalitasnya. Ia juga meminta agar pengurus KNPI Padang Pariaman yang telah ia lantik fokus melakukan tugas kepemudaan melalui wadah organisasi ini.
Ketua KNPI Padang Pariaman, M. Ikhbal mengatakan, pelantikan yang telah dilaksanakan ini merupakan titik awal untuk mengabdi di tengah masyarakat. Ia menyadari, amanah yang diemban itu tidaklah ringan. Perlu dukungan pemerintah daerah dan stakeholders lainnya.
"Ibarat lidi, jika hanya sebatang tentu mudah patah, karena tidak punya kekuatan. Tetapi jika seikat, maka akan semakin kokoh, tidak mudah dipecah-belah," kata dia.
Ditambahkannya, sesuai undang-undang nomor 40 tahun 2009 tentang pemuda, yang dimaksud dengan pemuda adalah masyarakat yang berusia 16 sampai 30 Tahun.
Ketua MPI, Vifner meminta pengurus yang baru agar terus menjalin komunikasi dan koordinasi dengan para senior-senior dan stakeholders, untuk menjalankan organisasi. Langkah itu diperlukan, agar sinergitas antar program yang telah dijalankan sebelumnya dapat dilanjutkan oleh pengurus yang baru. "Kita optimis, Ikhbal mampu merangkul seluruh organisasi pemuda dan menyusun program yang menyentuh masyarakat ke depannya," kata Vifner. (501)
Padang Pariaman--Wakil Bupati Padang Pariaman, Suhatri Bur mengatakan bahwa KNPI telah berkontribusi membantu pembangunan daerah ini. Hal tersebut ia sampaikan pada pelantikan Muhammad Ikhbal selaku Ketua DPD KNPI Padang Pariaman Periode 2016-2019 di Aula IKK, Rabu (2/11).
"Atas nama masyarakat, kami ucapkan selamat atas dilantiknya Ketua KNPI yang baru beserta pengurus. Semoga Allah SWT senantiasa meridhoi," kata mantan Ketua KPU Padang Pariaman itu.
Ia mengingatkan pengurus KNPI, agar menjadi pengurus yang elegan dan teladan masyarakat Padang Pariaman. KNPI sebagai 'rumah besar' seluruh elemen organisasi pemuda yang harus menjaga eksistensinya untuk mencapai tujuan organisas. "Kita yakin, Ikhbal dan wajah-wajah baru dalam kepengurusan KNPI mampu berbuat lebih banyak untuk daerah ini," kata mantan Ketua Baznas Padang Pariaman itu.
Suhatri mendorong agar KNPI Padang Pariaman lebih peka pada persoalan sosial kepemudaan yang terjadi, khususnya mengenai penyakit masyarakat dan penyalahgunaan narkoba. Apalagi telah terbitnya Peraturan Bupati nomor 13 tahun 2016 tentang penertiban orgen tunggal, yang bertujuan untuk pemberantasan narkoba. KNPI diharapkan mengambil peran dalam pemberantasan narkoba yang telah menjadi persoalan bangsa Indonesia saat ini.
"Kita tantang pengurus yang baru untuk segera membuat program pemberantasan narkoba," ujar Suhatri Bur. Ia mengajak KNPI untuk mendukung program strategis Pemda Padang Pariaman, sekaligus mengontrol tata kelola dan kebijakan Pemda, agar tetap pro rakyat. Padang Pariaman saat ini sudah jauh lebih baik. Berkat kerja keras bupati beserta masyarakat dan seluruh pihak yang peduli dengan kemajuan daerah tercinta ini.
Ketua DPD KNPI Sumatera Barat, Defika Yufindra mengakui kepemimpinan Ali Mukhni - Suhatri Bur telah banyak memberikan perubahan dan kemajuan untuk Padang Pariaman. Hal itu tidak terlepas dari peran pemuda yang selalu memberikan masukan terhadap program pembangunan yang bermuara pada kesejahteraan masyarakat.
Defika menegaskan, bahwa tidak ada dualisme kepengurusan KNPI Sumatera Barat, karena telah diakui legalitasnya. Ia juga meminta agar pengurus KNPI Padang Pariaman yang telah ia lantik fokus melakukan tugas kepemudaan melalui wadah organisasi ini.
Ketua KNPI Padang Pariaman, M. Ikhbal mengatakan, pelantikan yang telah dilaksanakan ini merupakan titik awal untuk mengabdi di tengah masyarakat. Ia menyadari, amanah yang diemban itu tidaklah ringan. Perlu dukungan pemerintah daerah dan stakeholders lainnya.
"Ibarat lidi, jika hanya sebatang tentu mudah patah, karena tidak punya kekuatan. Tetapi jika seikat, maka akan semakin kokoh, tidak mudah dipecah-belah," kata dia.
Ditambahkannya, sesuai undang-undang nomor 40 tahun 2009 tentang pemuda, yang dimaksud dengan pemuda adalah masyarakat yang berusia 16 sampai 30 Tahun.
Ketua MPI, Vifner meminta pengurus yang baru agar terus menjalin komunikasi dan koordinasi dengan para senior-senior dan stakeholders, untuk menjalankan organisasi. Langkah itu diperlukan, agar sinergitas antar program yang telah dijalankan sebelumnya dapat dilanjutkan oleh pengurus yang baru. "Kita optimis, Ikhbal mampu merangkul seluruh organisasi pemuda dan menyusun program yang menyentuh masyarakat ke depannya," kata Vifner. (501)
Selasa, 01 November 2016
Satpol PP Padang Pariaman Tertibkan Pelajar yang Keluyuran Saat Jam Belajar
Satpol PP Padang Pariaman Tertibkan Pelajar yang Keluyuran Saat Jam Belajar
Padang Pariaman--Semakin maraknya kenakalan remaja akhir-akhir ini tidak terlepas dari cara dan gaya pergaulan anak-anak remaja itu sendiri. Baik di lingkungan tempat bergaul maupun di sekolah tempat mereka menimba ilmu. Apabila pergaulan mereka bersifat positif maka hasilnya akan berbuah kebaikan, dan begitu pula sebaliknya.
Akhir-akhir ini semakin banyak laporan yang masuk dari pihak sekolah dan masyarakat yang peduli akan pendidikan terhadap generasi penerus bangsa ke Kantor Satpol PP. Menindaklanjuti laporan tersebut, Kasat Pol PP Kabupaten Padang Pariaman, M. Taufik langsung mengambil tindakan cepat dengan melakukan penertiban pelajar yang keluyuran saat jam belajar.
Selasa lalu, M. Taufik menurunkan personil Tim Reaksi Cepat (TRC) Satuan Pol PP ke lokasi yang diduga tempat berkumpulnya para pelajar di dalam jam pelajaran berlangsung. Lokasi yang dituju adalah kecamatan di wilayah utara Padang Pariaman. Di lokasi itu tertangkaplah delapan orang siswa yang terdiri dari tiga orang pelajar SMA 1 Sungai Limau, dan lima orang pelajar SMA 1 Batang Gasan.
Keesokan harinya, TRC kembali melakukan opersi dan berhasil menangkap pelajar yang berkeliaran di dalam jam pelajaran, yaitu sembilan orang pelajar SMA 1 Sungai Geringging, dua orang SMA 2 Sungai Limau, dan satu orang pelajar SMA 1 Aua Malintang. Di lokasi ini juga ditemukan pelajar yang berasal dari luar wilayah Kabupaten Padang Pariaman, yaitu satu orang pelajar SMA 6 Kota Pariaman dan satu orang pelajar MAS Muhammadiyah Lubuk Basung.
Penertiban pelajar ini dipimpin langsung oleh Provos Satuan Pol PP, Doni Muniza dan kemudian pembinaan dilakukan Kasat Pol PP di kantor bupati lama di Pariaman. Sebelum dilakukan pembinaan, pelajar yang ditangkap ini diberikan makan siang terlebih dahulu. Setelah itu, mereka membuat surat perjanjian dan dijemput orangtua mereka, baru boleh pergi.
"Pembinaan dilakukan agar memberikan efek jera kepada mereka untuk tidak mengulangi perbuatannya lagi," kata Kasat Pol PP M. Taufik. (501)
Padang Pariaman--Semakin maraknya kenakalan remaja akhir-akhir ini tidak terlepas dari cara dan gaya pergaulan anak-anak remaja itu sendiri. Baik di lingkungan tempat bergaul maupun di sekolah tempat mereka menimba ilmu. Apabila pergaulan mereka bersifat positif maka hasilnya akan berbuah kebaikan, dan begitu pula sebaliknya.
Akhir-akhir ini semakin banyak laporan yang masuk dari pihak sekolah dan masyarakat yang peduli akan pendidikan terhadap generasi penerus bangsa ke Kantor Satpol PP. Menindaklanjuti laporan tersebut, Kasat Pol PP Kabupaten Padang Pariaman, M. Taufik langsung mengambil tindakan cepat dengan melakukan penertiban pelajar yang keluyuran saat jam belajar.
Selasa lalu, M. Taufik menurunkan personil Tim Reaksi Cepat (TRC) Satuan Pol PP ke lokasi yang diduga tempat berkumpulnya para pelajar di dalam jam pelajaran berlangsung. Lokasi yang dituju adalah kecamatan di wilayah utara Padang Pariaman. Di lokasi itu tertangkaplah delapan orang siswa yang terdiri dari tiga orang pelajar SMA 1 Sungai Limau, dan lima orang pelajar SMA 1 Batang Gasan.
Keesokan harinya, TRC kembali melakukan opersi dan berhasil menangkap pelajar yang berkeliaran di dalam jam pelajaran, yaitu sembilan orang pelajar SMA 1 Sungai Geringging, dua orang SMA 2 Sungai Limau, dan satu orang pelajar SMA 1 Aua Malintang. Di lokasi ini juga ditemukan pelajar yang berasal dari luar wilayah Kabupaten Padang Pariaman, yaitu satu orang pelajar SMA 6 Kota Pariaman dan satu orang pelajar MAS Muhammadiyah Lubuk Basung.
Penertiban pelajar ini dipimpin langsung oleh Provos Satuan Pol PP, Doni Muniza dan kemudian pembinaan dilakukan Kasat Pol PP di kantor bupati lama di Pariaman. Sebelum dilakukan pembinaan, pelajar yang ditangkap ini diberikan makan siang terlebih dahulu. Setelah itu, mereka membuat surat perjanjian dan dijemput orangtua mereka, baru boleh pergi.
"Pembinaan dilakukan agar memberikan efek jera kepada mereka untuk tidak mengulangi perbuatannya lagi," kata Kasat Pol PP M. Taufik. (501)
PKK Padang Pariaman Wujudkan Kesehatan dan Keceriaan Lansia dengan Senam
PKK Padang Pariaman
Wujudkan Kesehatan dan Keceriaan Lansia dengan Senam
Padang Pariaman--Tim Penggerak PKK Kabupaten Padang Pariaman adakan lomba senam lansia antar kecamatan dalam daerah itu, Minggu lalu di Hall Saiyo Sakato.
Lomba senam ini dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-44, dengan tujuan mewujudkan lansia sehat, kreatif dan tangguh serta ceria sebagai wujud cinta PKK pada ibu-ibu Lansia.
Lomba dibuka secara resmi oleh Ketua TP PKK, Hj. Rena Ali Mukhni dan dihadiri Bupati Padang Pariaman, Ali Mukhni, camat se Kabupaten Padang Pariaman, Ketua PKK kecamatan, ibu-ibu lansia perwakilan dari masing-masing kecamatan.
Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Padang Pariaman, Eli Jonpriadi menyampaikan, bahwa lomba lansia diikuti oleh semua lansia dari 17 kecamatan yang ada, dengan diwakilkan 10 orang setiap kecamatan, dengan total peserta 170 orang serta turut dimeriahkan oleh camat dan isteri serta pengurus PKK kabupaten.
Ketua TP PKK, Hj. Rena Ali Mukhni menyampaikan, tujuan utama kegiatan lomba senam adalah bagaimana lansia yang ada menjadi kuat, sehat, ceria dan tangguh, sehingga ia bisa mandiri tanpa harus selalu bergantung dengan anaknya. Selain itu, lansia diharapkan menjadi kreatif dan inovatif dengan terus ikut mengembangkan tradisi dan budaya daerah, karena jejak dan sejarah ada pada ibu-ibu lansia.
Bupati Padang Pariaman Ali Mukhni mengapresiasi acara ini. "Acara ini sangat jarang dilaksanakan. Untuk itu, saya sangat mengapresiasi kegiatan PKK ini, karena dengan acara ini kita dapat menciptakan hubungan silaturrahmi yang baik sesama lansia, maupun dengan pemerintah," ungkapnya.
"Dengan demikian, akan terciptanya keceriaan dan kesegaran melalui senam lansia tersebut," katanya menambahkan. Menurut Ali Mukhni, kegiatan ini sejalan dengan program pemerintah, yaitu Indonesia Sehat, dimana ditargetkan tidak ada lagi masyarakat yang sakit.
PKK Padang Pariaman, kata dia, melalui Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) juga bergerak untuk menciptakan masyarakat sehat melalui program PKK dan Kesatuan Gerak PKK ini.
Kegiatan lomba menjadi tambah meriah oleh penampilan senam peserta karena peserta lomba yang menang akan mendapatkan hadiah yang sangat menggiurkan dari panitia. (501)
Wujudkan Kesehatan dan Keceriaan Lansia dengan Senam
Padang Pariaman--Tim Penggerak PKK Kabupaten Padang Pariaman adakan lomba senam lansia antar kecamatan dalam daerah itu, Minggu lalu di Hall Saiyo Sakato.
Lomba senam ini dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-44, dengan tujuan mewujudkan lansia sehat, kreatif dan tangguh serta ceria sebagai wujud cinta PKK pada ibu-ibu Lansia.
Lomba dibuka secara resmi oleh Ketua TP PKK, Hj. Rena Ali Mukhni dan dihadiri Bupati Padang Pariaman, Ali Mukhni, camat se Kabupaten Padang Pariaman, Ketua PKK kecamatan, ibu-ibu lansia perwakilan dari masing-masing kecamatan.
Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Padang Pariaman, Eli Jonpriadi menyampaikan, bahwa lomba lansia diikuti oleh semua lansia dari 17 kecamatan yang ada, dengan diwakilkan 10 orang setiap kecamatan, dengan total peserta 170 orang serta turut dimeriahkan oleh camat dan isteri serta pengurus PKK kabupaten.
Ketua TP PKK, Hj. Rena Ali Mukhni menyampaikan, tujuan utama kegiatan lomba senam adalah bagaimana lansia yang ada menjadi kuat, sehat, ceria dan tangguh, sehingga ia bisa mandiri tanpa harus selalu bergantung dengan anaknya. Selain itu, lansia diharapkan menjadi kreatif dan inovatif dengan terus ikut mengembangkan tradisi dan budaya daerah, karena jejak dan sejarah ada pada ibu-ibu lansia.
Bupati Padang Pariaman Ali Mukhni mengapresiasi acara ini. "Acara ini sangat jarang dilaksanakan. Untuk itu, saya sangat mengapresiasi kegiatan PKK ini, karena dengan acara ini kita dapat menciptakan hubungan silaturrahmi yang baik sesama lansia, maupun dengan pemerintah," ungkapnya.
"Dengan demikian, akan terciptanya keceriaan dan kesegaran melalui senam lansia tersebut," katanya menambahkan. Menurut Ali Mukhni, kegiatan ini sejalan dengan program pemerintah, yaitu Indonesia Sehat, dimana ditargetkan tidak ada lagi masyarakat yang sakit.
PKK Padang Pariaman, kata dia, melalui Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) juga bergerak untuk menciptakan masyarakat sehat melalui program PKK dan Kesatuan Gerak PKK ini.
Kegiatan lomba menjadi tambah meriah oleh penampilan senam peserta karena peserta lomba yang menang akan mendapatkan hadiah yang sangat menggiurkan dari panitia. (501)
Sebelum Dilanjutkan Pembangunan Asrama Haji Komisi VIII DPR RI Ingin Masalah Rekanan dan Masyarakat Sungai Buluah Tuntas
Sebelum Dilanjutkan Pembangunan Asrama Haji
Komisi VIII DPR RI Ingin Masalah Rekanan dan Masyarakat Sungai Buluah Tuntas
Padang Pariaman--Komisi VIII DPR RI meninjau pembangunan asrama haji embarkasi Padang didampingi oleh Bupati Padang Pariaman Ali Mukhni, saat melakukan kunjungan kerja ke Sumatera Barat. Kunjungan ini adalah yang kedua kalinya. Sebelumnya dilakukan pada 22 April lalu.
Dalam rombongan Komisi VIII DPR RI sebanyak 20 orang itu, Bupati Ali Mukhni mengatakan akan berjuang terus untuk kelanjutan pembangunan asrama haji dengan dukungan Komisi VIII DPR RI dan Gubernur Irwan Prayitno.
"Asrama haji nantinya yang terluas di Indonesia, dengan lahan 10 hektare di Sungai Buluah, Kecamatan Batang Anai, hanya lima menit dari bandara. Tentunya menjadi kebanggaan masyarakat Sumatera Barat," kata Ali Mukhni didampingi Kabag Humas Hendra Aswara, Senin (31/10).
Ditambahkannya, bahwa pembangunan asmara haji adalah marwah daerah Sumbar karena asrama haji yang berada di Tabing Padang tidak mampu menampung ribuan jamaah haji setiap tahunnya. Apalagi tidak ada lahan yang tersedia untuk pengembangan asrama haji itu.
"Pembangunan asrama haji ini akan diusulkan untuk dimultiyears-kan. Karena dijanjikan oleh Menteri Agama RI sewaktu peletakan batu pertama tahun lalu," kata bupati yang terkenal jago lobi itu.
Terkait adanya permasalahan antara rekanan dengan masyarakat Sungai Buluah, dimana adanya kewajiban yang belum dipenuhi, maka Ketua Komisi VIII DPR RI, H. Debing Ishak selaku Ketua Tim mengusulkan pertemuan antara kedua belah pihak untuk penyelesaian masalah. Ia tidak menginginkan ada pihak yang dirugikan sehingga pembangunan bisa dilanjutkan.
"Insya Allah, kita adakan pertemuan untuk mencarikan solusinya, sehingga pembangunan tidak terganggu," ucap politisi Partai Golkar itu.
Diketahui, bahwa Asrama haji embarkasi Padang melayani sekitar enam ribuan jamaah haji yang terdiri dari tiga provinsi, yaitu Sumatera Barat, Jambi dan Bengkulu dengan rincian Sumbar terdapat 4.500 jamaah, Jambi terdapat 1.200 jamaah dan Bengkulu sekitar 600 jamaah. (501)
Komisi VIII DPR RI Ingin Masalah Rekanan dan Masyarakat Sungai Buluah Tuntas
Padang Pariaman--Komisi VIII DPR RI meninjau pembangunan asrama haji embarkasi Padang didampingi oleh Bupati Padang Pariaman Ali Mukhni, saat melakukan kunjungan kerja ke Sumatera Barat. Kunjungan ini adalah yang kedua kalinya. Sebelumnya dilakukan pada 22 April lalu.
Dalam rombongan Komisi VIII DPR RI sebanyak 20 orang itu, Bupati Ali Mukhni mengatakan akan berjuang terus untuk kelanjutan pembangunan asrama haji dengan dukungan Komisi VIII DPR RI dan Gubernur Irwan Prayitno.
"Asrama haji nantinya yang terluas di Indonesia, dengan lahan 10 hektare di Sungai Buluah, Kecamatan Batang Anai, hanya lima menit dari bandara. Tentunya menjadi kebanggaan masyarakat Sumatera Barat," kata Ali Mukhni didampingi Kabag Humas Hendra Aswara, Senin (31/10).
Ditambahkannya, bahwa pembangunan asmara haji adalah marwah daerah Sumbar karena asrama haji yang berada di Tabing Padang tidak mampu menampung ribuan jamaah haji setiap tahunnya. Apalagi tidak ada lahan yang tersedia untuk pengembangan asrama haji itu.
"Pembangunan asrama haji ini akan diusulkan untuk dimultiyears-kan. Karena dijanjikan oleh Menteri Agama RI sewaktu peletakan batu pertama tahun lalu," kata bupati yang terkenal jago lobi itu.
Terkait adanya permasalahan antara rekanan dengan masyarakat Sungai Buluah, dimana adanya kewajiban yang belum dipenuhi, maka Ketua Komisi VIII DPR RI, H. Debing Ishak selaku Ketua Tim mengusulkan pertemuan antara kedua belah pihak untuk penyelesaian masalah. Ia tidak menginginkan ada pihak yang dirugikan sehingga pembangunan bisa dilanjutkan.
"Insya Allah, kita adakan pertemuan untuk mencarikan solusinya, sehingga pembangunan tidak terganggu," ucap politisi Partai Golkar itu.
Diketahui, bahwa Asrama haji embarkasi Padang melayani sekitar enam ribuan jamaah haji yang terdiri dari tiga provinsi, yaitu Sumatera Barat, Jambi dan Bengkulu dengan rincian Sumbar terdapat 4.500 jamaah, Jambi terdapat 1.200 jamaah dan Bengkulu sekitar 600 jamaah. (501)
Bupati Ali Mukhni Ingin Sinergi dengan Kepala BPK RI Sumbar Terus Berlanjut
Bupati Ali Mukhni Ingin Sinergi dengan Kepala BPK RI Sumbar Terus Berlanjut
Padang Pariaman--Bupati Ali Mukhni mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang tinggi kepada BPK RI Perwakilan Provinsi Sumatera Barat yang telah menjalin kerjasama yang baik dengan Kabupaten Padang Pariaman.
Hal tersebut ia sampaikan usai serah terima jabatan Kepala Perwakilan BPK Sumatera Barat dari pejabat lama Eldy Mustafa kepada pejabat baru; Eliza di aula BPK, Padang, Senin (31/10).
Dikatakannya, bahwa Eldy Mustafa telah memasuki masa pensiun. Dia telah berbuat banyak dalam tata kelola keuangan pemerintahan selama dua tahun menjabat di Sumbar. Buktinya, dari 20 instansi pemerintahan, 13 kabupaten dan kota termasuk Provinsi Sumbar meraih Opini Wajar Tanpa Pengeculian (WTP). Jadi tinggal tujuh daerah yang mendapatkan Opini Wajar Dengan Pengecualian (WDP).
"Atas nama Pemerintah kabupaten dan kota di Sumbar, kami ucapkan terima kasih atas pengabdian dan dedikasi Bapak Eldy Mustafa selama menjabat dan berkontribusi nyata di Sumbar. Kami juga mohon maaf jika sekiranya ada salah," kata Ketua Apkasi Sumbar itu.
Orang nomor satu di Padang Pariaman itu yakin pengganti Bapak Eldy, yakni Ibu Eliza dapat bersinergi dengan kabupaten dan kota dalam pengelolaan keuangan secara transparan dan akuntabel. Eliza berasal dari Bukittingigi itu sebelumnya menjabat Kepala Perwakilan BPK Jambi.
"Selamat datang kami ucapkan kepada Ibu Eliza selaku Kepala Perwakilan BPK Sumbar yang baru, semoga terjalin kerjasama yang baik ke depan," kata Peraih Opini WTP murni atas LKPD 2015 itu.
Diketahui, Kepala Perwakilan Sumbar Eliza mengimbau pemerintah daerah untuk menyajikan pertanggungjawaban laporan keuangan secara transparan dan akuntabel. Karena, tambahnya, Setiap rupiah yang dikeluarkan harus disusun dan dipertanggungjawabkan.
Ditambahkannya, bahwa BPK RI sesuai undang-undang melakukan pemeriksaan terhadap tiga hal, yaitu kinerja, keuangan dan pemeriksaan tujuan tertentu. "Terima kasih atas sambutan yang hangat pemerintah provinsi dan kabupaten/kota, semoga terjalin kerjasama yang baik ke depannya," kata alumni Fakultas Ekonomi Unand itu. (501)
Padang Pariaman--Bupati Ali Mukhni mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang tinggi kepada BPK RI Perwakilan Provinsi Sumatera Barat yang telah menjalin kerjasama yang baik dengan Kabupaten Padang Pariaman.
Hal tersebut ia sampaikan usai serah terima jabatan Kepala Perwakilan BPK Sumatera Barat dari pejabat lama Eldy Mustafa kepada pejabat baru; Eliza di aula BPK, Padang, Senin (31/10).
Dikatakannya, bahwa Eldy Mustafa telah memasuki masa pensiun. Dia telah berbuat banyak dalam tata kelola keuangan pemerintahan selama dua tahun menjabat di Sumbar. Buktinya, dari 20 instansi pemerintahan, 13 kabupaten dan kota termasuk Provinsi Sumbar meraih Opini Wajar Tanpa Pengeculian (WTP). Jadi tinggal tujuh daerah yang mendapatkan Opini Wajar Dengan Pengecualian (WDP).
"Atas nama Pemerintah kabupaten dan kota di Sumbar, kami ucapkan terima kasih atas pengabdian dan dedikasi Bapak Eldy Mustafa selama menjabat dan berkontribusi nyata di Sumbar. Kami juga mohon maaf jika sekiranya ada salah," kata Ketua Apkasi Sumbar itu.
Orang nomor satu di Padang Pariaman itu yakin pengganti Bapak Eldy, yakni Ibu Eliza dapat bersinergi dengan kabupaten dan kota dalam pengelolaan keuangan secara transparan dan akuntabel. Eliza berasal dari Bukittingigi itu sebelumnya menjabat Kepala Perwakilan BPK Jambi.
"Selamat datang kami ucapkan kepada Ibu Eliza selaku Kepala Perwakilan BPK Sumbar yang baru, semoga terjalin kerjasama yang baik ke depan," kata Peraih Opini WTP murni atas LKPD 2015 itu.
Diketahui, Kepala Perwakilan Sumbar Eliza mengimbau pemerintah daerah untuk menyajikan pertanggungjawaban laporan keuangan secara transparan dan akuntabel. Karena, tambahnya, Setiap rupiah yang dikeluarkan harus disusun dan dipertanggungjawabkan.
Ditambahkannya, bahwa BPK RI sesuai undang-undang melakukan pemeriksaan terhadap tiga hal, yaitu kinerja, keuangan dan pemeriksaan tujuan tertentu. "Terima kasih atas sambutan yang hangat pemerintah provinsi dan kabupaten/kota, semoga terjalin kerjasama yang baik ke depannya," kata alumni Fakultas Ekonomi Unand itu. (501)
Kompetesi Sains Madrasah MIN Gadur Harumkan Nama Padang Pariaman di Sumbar
Kompetesi Sains Madrasah
MIN Gadur Harumkan Nama Padang Pariaman di Sumbar
Enam Lingkung--Pada Kompetensi Sains Madrasah (KSM) tingkat Sumatera Barat yang diselenggaran beberapa waktu lalu di komplek Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) Model Gunung Pangilun, Padang, utusan Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) Gadur, Nagari Koto Tinggi, Kecamatan Enam Lingkung, Kabupaten Padang Pariaman berhasil meraih juara I bidang Studi Akidah Akhlak tingkat Sumatera Barat, atas nama Nurul Hafizah.
Kepala MIN Gadur, Sabri Yasin didampingi Pengawas Madrasah Kankemenag Padang Pariaman, Eliyati, Senin (31/10) lalu menyebutkan hal demikian. Menurutnya, pada KSM tingkat Sumbar 2016, MIN Gadur mengutus dua orang siswa lomba KSM mewakili Kabupaten Padang Pariaman. Kedua orang tersebut adalah Ramadhan Falwa (Bidang Studi Al Quran Hadits) dan Nurul Hafizah (Bidang Studi Akidah Akhlak).
"Sayangnya untuk Bidang Studi Agama KSM Tingkat Nasional tidak dilombakan. Namun, kami keluarga besar MIN Gadur sangat puas dan bersyukur atas prestasi ini. Alhamdulillah MIN Gadur telah mulai bangkit dalam meraih prestasi, baik bidang akademik maupun non akademik," terang Sabri Yasin.
Selain itu, tambahnya, pada 2015 MIN Gadur meraih peringkat I ujian sekolah/madrasah kelas VI dari 20 SD/MI yang ada di Kecamatan Enam Lingkung. Pada tahun yang sama, siswa MIN Gadur juga meraih prestasi dalam Aksioma tingkat Padang Pariaman di berbagai cabang. Di antaranya, juara I MTQ putri, juara II pidato putra dan putri, juara II lari putri.
"Alhamdulillah, cabang Tahfizh putri, kita meraih juara II atas nama Salsabila Febri Hanna. Untuk perkemahan pramuka, MIN Gadur juga meraih juara III. Lomba Tahfizh putri tingkat Sumbar 2015, juga meraih prestasi," tambah Sabri Yasin.
Sabri menambahkan, semua prestasi dan keberhasilan yang diraih MIN Gadur tidak terlepas dari bimbingan pengawas Madrasah, Eliyati dan kerjasama semua warga madrasah, yaitu komite, wali murid serta guru. "Mudah-mudahan untuk kedepannya, MIN Gadur tetap eksis," tuturnya.
Terpisah, Kepala Kantor Kementerian Agama Padang Pariaman, H. Masrican memberikan apreseasi pada keluarga besar MIN Gadur karena telah berhasil membawa harum nama Padang Pariaman di tingkat provinsi. (501)
MIN Gadur Harumkan Nama Padang Pariaman di Sumbar
Enam Lingkung--Pada Kompetensi Sains Madrasah (KSM) tingkat Sumatera Barat yang diselenggaran beberapa waktu lalu di komplek Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) Model Gunung Pangilun, Padang, utusan Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) Gadur, Nagari Koto Tinggi, Kecamatan Enam Lingkung, Kabupaten Padang Pariaman berhasil meraih juara I bidang Studi Akidah Akhlak tingkat Sumatera Barat, atas nama Nurul Hafizah.
Kepala MIN Gadur, Sabri Yasin didampingi Pengawas Madrasah Kankemenag Padang Pariaman, Eliyati, Senin (31/10) lalu menyebutkan hal demikian. Menurutnya, pada KSM tingkat Sumbar 2016, MIN Gadur mengutus dua orang siswa lomba KSM mewakili Kabupaten Padang Pariaman. Kedua orang tersebut adalah Ramadhan Falwa (Bidang Studi Al Quran Hadits) dan Nurul Hafizah (Bidang Studi Akidah Akhlak).
"Sayangnya untuk Bidang Studi Agama KSM Tingkat Nasional tidak dilombakan. Namun, kami keluarga besar MIN Gadur sangat puas dan bersyukur atas prestasi ini. Alhamdulillah MIN Gadur telah mulai bangkit dalam meraih prestasi, baik bidang akademik maupun non akademik," terang Sabri Yasin.
Selain itu, tambahnya, pada 2015 MIN Gadur meraih peringkat I ujian sekolah/madrasah kelas VI dari 20 SD/MI yang ada di Kecamatan Enam Lingkung. Pada tahun yang sama, siswa MIN Gadur juga meraih prestasi dalam Aksioma tingkat Padang Pariaman di berbagai cabang. Di antaranya, juara I MTQ putri, juara II pidato putra dan putri, juara II lari putri.
"Alhamdulillah, cabang Tahfizh putri, kita meraih juara II atas nama Salsabila Febri Hanna. Untuk perkemahan pramuka, MIN Gadur juga meraih juara III. Lomba Tahfizh putri tingkat Sumbar 2015, juga meraih prestasi," tambah Sabri Yasin.
Sabri menambahkan, semua prestasi dan keberhasilan yang diraih MIN Gadur tidak terlepas dari bimbingan pengawas Madrasah, Eliyati dan kerjasama semua warga madrasah, yaitu komite, wali murid serta guru. "Mudah-mudahan untuk kedepannya, MIN Gadur tetap eksis," tuturnya.
Terpisah, Kepala Kantor Kementerian Agama Padang Pariaman, H. Masrican memberikan apreseasi pada keluarga besar MIN Gadur karena telah berhasil membawa harum nama Padang Pariaman di tingkat provinsi. (501)
Langganan:
Postingan (Atom)





