Selasa, 08 Maret 2016

Walinagari Parit Malintang Syamsuardi Dilantik Senin

Walinagari Parit Malintang Syamsuardi Dilantik Senin

Parit Malintang--Walinagari Parit Malintang, Kecamatan Enam Lingkung terpilih, H. Syamsuardi, Senin (26/1) dilantik secara resmi oleh camat-nya. Dan dihadiri langsung oleh Bupati Padang Pariaman Ali Mukhni. Pelantikan itu sengaja dipercepat, dari tanggal 29 Januari berakhirnya masa bakti walinagari periode enam tahun lalu, yang juga dijabat Syamsuardi.
    Ketua Bamus Parit Malintang Usman Labai kepada Singgalang, Jumat kemarin memastikan jadwal pelantikan itu telah oke. Semua persiapan telah dan sedang dilakukan panitia bersama anak nagari tempat ibukota Padang Pariaman itu beroperasi.
    "Insya Allah, pelantikan berlangsung dalam rapat paripurna Bamus. Sesuai aturan yang telah diberlakukan, Walinagari Syamsuardi akan dilantik oleh Camat Enam Lingkung, Irsyaf Bujang, dan Bupati Ali Mukhni memberikan sambutan, sekaligus arahan," kata Usman Labai yang juga Kepala DKP Padang Pariaman itu.
    Usman Labai mengharapkan, pelantikan demikian menjadi tonggak sejarah yang akan ditancapkan walinagari terpilih untuk enam tahun mendatang, dalam melihat kepentingan masa depan nagari itu sendiri.
    "Kepada semua undangan, tokoh masyarakat dan segenap anak Nagari Parit Malintang, baik yang ada di kampung maupun yang berdomisili di rantau, termasuk juga para calon walinagari yang belum dapat kesempatan pada periode sekarang, untuk bisa bersama-sama memberikan yang terbaik pada nagari, dengan memperlihatkan dukungan," kata dia.
    Malam usai pelantikan, panitia sengaja melakukan hiburan bagi anak nagari dengan main KIM, yang tentunya disediakan berbagai hadiah menarik. Bergoyang sambil mengharapkan hadiah. Itulah hiburan yang paling trend saat ini yang menjadi keinginan panitia dan anak nagari itu sendiri. (525)

Calon Walinagari Sintuak yang Ingin Melanjutkan Perjuangan

Zeki Aliwardana
Calon Walinagari Sintuak yang Ingin Melanjutkan Perjuangan

Sintuak--Zeki Aliwardana, satu dari empat orang calon Walinagari Sintuak, Kecamatan Sintuak Toboh Gadang. Anak muda Palembayan ini memastikan dirinya maju, dan ikut 'melawan' walinagari incumbent Anasril Nazar, setelah adanya dukungan dari berbagai pihak yang ada di korong dan nagarinya.
    Baginya, ikut dalam pusaran politik lokal Nagari Sintuak, adalah bagian dari kelanjutan perjuangan yang pernah dilakukannya di nagari itu. Zeki merintis karir di nagari itu sendiri, sebagai salah seorang Kaur di Kantor Nagari Sintuak dibawah pimpinan Walinagari Anasril Nazar.
    Disamping itu, Zeki yang anak muda Nahdlatul Ulama bergelud dalam organisasi Gerapakn Pemuda Ansor Padang Pariaman tersebut, aktif melakukan berbagai kegiatan di tengah masyarakat Korong Palembayan dan Sintuak. Setiap bulan puasa, dia memimpin jalannya Pesantren Ramadhan di Masjid Nurul Iman Palembayan.
    Di kalangan petani, nama Zeki sudah tak asing lagi. Disamping mengelola sebuah kelompok tani, dia juga memimpin kelompok Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan), dan ikut mensponsori hadirnya pupuk organik dikalangan petani Nagari Sintuak.
    "Soal kalah dan menang dalam pertarungan, itu tentu harus ditempuh, dan wajid adanya. Tentu tidak semua calon yang akan terpilih. Pasti ada yang tidak terpilih, dan hanya satu dari empat calon yang akan keluar sebagai pilihan masyarakat," kata dia saat bersua Singgalang, Jumat kemarin di Sintuak.
    Dalam Pileg tahun lalu, Zeki satu dari ratusan caleg yang ikut gagal meraih kursi DPRD Padang Pariaman. Dia caleg dari partai yang didirikan Nahdlatul Ulama; PKB di Dapil IV.
    Nomor urut tiga yang didapatkannya dalam pengambilan nomor urut calon walinagari beberapa waktu lalu, sangat sesuai dengan visi misi yang diusungnya dalam membangun Nagari Sintuak enam tahun mendatang. "Tali tigo sapilin, tungku tigo sajarangan. Itu tidak dapat tidak, harus kita wujudkan dalam mensenyawakan pembangunan di nagari," ungkapnya. (525)

SMA 1 Lubuk Alung Layak Jadi Percontohan

Padukan Sains dan Budaya
SMA 1 Lubuk Alung Layak Jadi Percontohan

Lubuk Alung--Pendidikan berkarakter merupakan satu-satunya pilihan untuk melahirkan generasi berkualitas. Sebab, tantangan ke depan sangat berat akibat erosi peradaban yang dipicu oleh perkembangan teknologi informasi yang sangat dahsyat.
    Gubernur Sumatera Barat menyatakan hal itu melalui Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Syamsulrizal ketika membuka secara resmi Lomba Sains dan Festival Budaya untuk tingkat SMP dan SMA se-Sumbar. Kegiatan itu berlangsung di SMA Negeri 1 Lubuk Alung (Sekolah Unggul), Sabtu (5/3). Acara tersebut dihadiri Bupati Ali Mukhni dan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Padang Pariaman, Mulyadi.
    Pendidikan berkarakter dimaksud, lanjut Syamsulrizal, harus memadukan unsur sains, spritual dan nilai-nilai budaya lokal yang positif. Dengan demikian akan lahir intelektual yang beraklakul karimah dan berbudaya.
    Ia pun menyebutkan, untuk menghasilkan intelektual berkualitas ada empat tantangan yang harus dijawab dan dipenuhi pelaksana pendidikan di Indonesia. Pertama, kemampuan berkomunikasi. Dalam hal ini, siswa harus menguasai bahasa dunia serta teknologi informasi.
    Tantangan kedua, koneksi. Siswa hendaklah memiliki kemampuan aksesibilitas ke semua lini. Pintar pada bidang keilmuan saja tidaklah cukup, tetapi dituntut memiliki keshalihan dan kepekaan sosial. Ketiga, kritis. Seorang intelektual hendaklah selalu mempertanyakan hal-hal yang datang atau dia temui, tidak menerima begitu saja tanpa melakukan analisa terlebih dahulu.
    Selanjutnya tantangan keempat, intelektual Indonesia hendaklah memiliki kemampuan membangun jaringan usaha (networking) serta mampu berkolaborasi dengan semua kalangan yang akan mendukung bidang kegiatan yang dilakukannya. Sebab, untuk meraih sukses, seseorang tidak mungkin bekerja sendirian.
    "Atas nama Pak Gubernur, kami mengapresiasi dan memberikan penghargaan yang tinggi kepada SMA Negeri 1 Lubuk Alung yang telah menggagas iven ini. Hal tersebut tentu tidak terlepas dari pembinaan yang dilakukan oleh Bupati dan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Padang Pariaman," cetus Syamsulrizal.
    Sebelumnya, Bupati Ali Mukhni dalam kata sambutannya mengemukakan, kegiatan kreatif yang dibesut SMA Negeri 1 Lubuk Alung patut dicontoh oleh SMA dan SMK lain yang ada di Kabupaten Padang Pariaman. "Andai ada 10 SMA dan SMK saja yang sekreatif ini, kita yakin, kelak Presiden RI, para menteri dan tokoh-tokoh intelektual Indonesia akan berasal dari Kabupaten Padang Pariaman," ujar dia.
    Kepala SMA 1 Lubuk Alung Dian Mulyati Syarfie menyebutkan, rangkaian kegiatan lomba sains dan festival budaya terdiri dari lomba seni ber-kimia ke-14 tingkat SLTA (SMA, SMK, MA) se-Sumbar, lomba MIPA ke-2 tingkat SLTP se-Kabupaten Padang Pariaman, festival budaya malamang dan bajamba se-Kabupaten Padang Pariaman dan pameran hasil kreativitas siswa program sekolah model.
    Usai acara pembukaan secara resmi, gubernur dan bupati beserta rombongan didaulat panitia menyulut api untuk memasak lemang, meninjau stand pameran serta menikmati hidangan makan bajamba di ruang Masjid 'Ulul Albab kompleks sekolah itu. Uniknya, sebelum menikmati hidangan, dilaksanakan tausiyah dengan tema pengembangan Islam di Minangkabau serta kaitannya dengan budaya memasak lemang.
    Keunikan lainnya, setiap rangkaian acara didahului dengan rundingan kata pepatah-petitih adat yang dibawakan dua siswa, masing-masing bertindak atas nama tamu (alek nan tibo) dan tuan rumah (sipangka). Sedangkan hidangan bajamba yang disuguhkan kepada gubernur, bupati dan rombongan merupakan antaran SMA se-Kabupaten Padang Pariaman yang telah dinilai oleh tim juri. (501)

Yayasan Pondok Quran Raudhatul Karim Diresmikan

Yayasan Pondok Quran Raudhatul Karim Diresmikan

Sintuak--Yayasan Pondok Quran Raudhatul Karim namanya. Diresmikan keberadaannya, Jumat lalu di Sintuak, Kecamatan Sintuak Toboh Gadang, Padang Pariaman oleh Wabup Suhatri Bur, Kepala Kemenag Masrican Tuanku Marajo Basa. Diharapkan, pondok ini mampu memberikan yang terbaik pada anak-anak dan pelajar yang ada di kecamatan tersebut.
    Tuanku Damril, salah seorang pengurus Pondok Raudhatul Karim kepada Singgalang menyebutkan, bahwa keberadaan lembaga pendidikan kitab suci ini, di samping fokus pada hafidz Quran, juga menampung para pelajar yang minat pada bidang qori dan qoriah, serta khaligrafi alias tulisan indah.
    Menurutnya, sejak diresmikan, pihaknya langsung menerima santri baru, terhitung sejak tanggal 1 hingga 19 Maret nanti. "Santri yang kita tampung dari semua sekolah, mulai dari SD hingga SMA," ujar dia.
    Wabup Suhatri Bur dan Kepala Kemenag Masrican memberikan apresiasi pada masyarakat Sintuak Toboh Gadang yang telah mendiri lembaga tersebut. Sebab, lembaga yang mengkhususkan hafidz Quran dianggap penting, mengingat masa depan santri itu sendiri.
    Apalagi, MAN Insan Cedikia yang juga berdiri di Nagari Sintuak akan beroperasi. Salah satu syarat siswanya harus seorang hafidz Quran. "Nah, ini tentunya langkah maju sebagai persiapan, agar anak nagari tidak hanya jadi penonton manakala MAN Insan Cendikia mulai beraktivitas," ungkap mereka. (501)

Selasa, 01 Maret 2016

Wabup Suhatri Bur Respon Cepat Laporan Warga

Wabup Suhatri Bur Respon Cepat Laporan Warga

Batang Gasan--Berawal dari postingan Rudy Koto di akun facebook pribadinya, Wakil Bupati Padang Pariaman Suhatri Bur yang juga aktif menggunakan media sosial tersebut langsung menyikapi dengan mengunjungi Efriandi yang menderita sakit benjol di beberapa bagian tubuhnya.
    Berdasarkan informasi dari Rudy Koto, Efriandi adalah anak yatim piatu yang tinggal dengan eteknya (baca: tante) yang sehari-hari bekerja berjualan lontong sayur di rumahnya, di Korong Ujung Tanah, Nagari Malai V Suku, Kecamatan Batang Gasan, Kabupaten Padang Pariaman.
    Efriandi mengalami pembesaran atau pembekakan kelenjar pada beberapa bagian tubuhnya, terutama pada dahi dan punggung. Siangnya, beberapa hari lalu, Wabup Suhatri Bur dan rombongan beserta Ketua Ormas Pembela Kesatuan Tanah Air (PEKAT) Indonesia Bersatu Kabupaten Padang Pariaman, mendatangi kediaman Etek Efendi di Korong Ujuang Tanah.
    Selain rombongan Wabup Suhatri Bur, tampak pula hadir dalam kesempatan itu, Sekretaris Camat Sungai Geringging beserta jajarannya. "Saya minta Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dan Dinas Kesehatan Kabupaten Padang Pariaman bisa membantu anak ini," tegas Suhatri Bur.
    Masyarakat Kecamatan Batang Gasan dan Sungai Geringging yang menyaksikan dan ikut hadir dalam kesempatan itu, berdecak kagum dan mengapresiasi langkah cepat dari Suhatri Bur. Baru duduk di kursi amanahnya beberapa hari yang lalu, usai dilantik sebagai Wakil Bupati, tetapi sudah merespon dan memperhatikan kondisi rakyatnya dengan baik.
    Pihak keluarga Efriandi, sangat berterima kasih kepada Pemkab Padang Pariaman dan para pihak yang ikut membantu Efriandi. (501)

SKPD Diminta Tidak Lagi Lalai dalam Melaporklan Keuangan Daerah

SKPD Diminta Tidak Lagi Lalai dalam Melaporklan Keuangan Daerah

Padang Pariaman--Bupati Ali Mukhni menegaskan kepada seluruh pemangku kepentingan, khususnya pengelola keuangan untuk lebih serius terhadap penggunaan keuangan dan aset serta pelaporannya. Dikatakannya, realisasi dan laporan keuangan harus mengacu pada petunjuk teknis yang telah diberikan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
    "Kita tak boleh main-main ketika bicara soal pengelolaan keuangan daerah. Baik dari realisasi, implementasi di lapangan maupun dalam penyampaian pelaporannya. Jangan sampai ada kesalahan yang berpengaruh pada opini yang diberikan BPK nantinya," kata pria kelahiran 16 September 1956, Selasa (1/3) di kantornya.
    Pencapaian yang telah diraih oleh Pemda, yakni Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP), dua kali berturut-turut, Ali Mukhni berharap bisa mempertahankan prestasi tersebut. "Kita mendambakan hattrick opini WTP. Ini sulit diraih jika tidak ada
keseriusan untuk menggapainya. Apalagi pada masa Pilkada lalu kurang lebih enam bulan, saya melihat ada kelalaian SKPD dalam proses pelaporan keuangan akhir tahun. Ini harus menjadi catatan," kata Ali Mukhni.
    Ke depan untuk pembenahan kinerja SKPD, Ali Mukhni menginstruksikan untuk mendisain Standar Operasional Prosedur (SOP) untuk efisiensi yang mengacu kepada peraturan yang berlaku. "Melalui Bagian Organisasi, kita targetkan tahun ini telah ada SOP kegiatan dan program masing-masing SKPD," ujarnya. (501)

Komisi IV DPRD Padang Pariaman Belajar ke Manado Minahasa

Soal Peningkatan PAD
Komisi IV DPRD Padang Pariaman Belajar ke Manado Minahasa

Padang Pariaman--Komisi IV DPRD Padang Pariaman mengadakan kunjungan kerja ke Kota Manado dan Kabupaten Minahasa dari 28 Februari - 3 Maret. Rombongan dipimpin Ketua Komisi IV Dwiwarman dan anggota; Happy Neldy, Kamarsam, Rosman, Bastian Desa Putra, Defrianto, Hendrawati dan dua staf pendamping.
    Kabag Humas Setdakab Padang Pariaman Hendra Aswara yang ikut rombongan melaporkan, bahwa kunjungan kerja Komisi IV ini terasa istimewa karena diterima langsung oleh Bupati Minahasa Janjte W. Sajow diruang kerjanya, Senin (29/2). Bupati turut didampingi sebelas SKPD setempat, diantaranya Asisten Ekonomi Pembangunan, Bappeda, Dinkes, Direktur RSUD, DPPKA, Dinsosnaker, Disbudpar, Humas, BPBD dan BPMPKB.
    "Alhamdulillah, Kunker pertama tahun ini sangat istimewa karena langsung diterima oleh Bupati Minahasa," kata Dwiwarman. "Ini bukti, apabila kita berniat ikhlas membangun daerah maka Allah SWT akan memudahkan," sambunya lagi.
    Politisi PPP itu mengatakan, Kunker ke Kabupaten Minahasa untuk bersilaturahmi dan berbagi informasi terkait peningkatan PAD dan potensi daerah di segala bidang. Dikatakannya, bahwa Minahasa memiliki banyak kesamaan dengan Kabupaten Padang Pariaman dari segi geografis dan ekonomi yaitu sama-sama kabupaten induk dari daerah pemekaran.
    Dalam lima tahun terakhir, Kabupaten Minahasa lebih maju dari segi pendapatan daerah, pelayanan RSUD, sistem pengupahan tenaga kerja, pengelolaan pariwisata serta promosi daerah yang secara masif. "Kita perlu menggali kiat dan strategi yang dirumuskan oleh Pemkab Minahasa bersama DPRD dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya," kata putra Sungai Limau yang aktif di Pramuka itu
    Bupati Minahasa yang akrab disapa JWS, mengatakan kabupaten yang dia pimpin adalah yang tertua dari daerah pemekaran. Ada empat daerah otonom dilahirkannya, yaitu; Kabupaten Minahasa Utara, Minahasa Selatan, Minahasa Tenggara dan Kota Tomohon.
    Namun, adanya pemekaran itu menjadi berkah tersendiri bagi Kabupaten Minahasa karena bisa mengelola pemerintahan dan leluasa  menggali potensi daerah. Sehingga dalam sepuluh tahun terakhir terjadi peningkatan PAD secara signifikan. "Sebelum pemekaran, PAD hanya Rp6 miliar. Sekarang meningkat pesat menjadi Rp60 miliar. Sedangkan APBD lebih kurang Rp1,5 triliun. Ke depan kita bekerja keras untuk meningkatkannya lagi," kata bupati yang telah tiga periode menjadi anggota DPRD setempat.
    Di bidang kesehatan, ungkapnya, pihaknya menargetkan pada 2018 nanti seluruh Puskesmas telah memiliki gedung baru dengan fasilitas lengkap. Begitu juga dengan RSUD. Saat ini tengah dibangun penambahan rawat inap, ruang operasi, alat kesehatan dan ketersediaan tenaga medis dan paramedis.
    "Kita punya 20 Puskesmas. 11 unit sudah menempati gedung baru. Sisanya kita tuntaskan hingga tahun depan," kata
mantan Kadis Pendidikan MInahasa itu. Yang menariknya lagi, Kabupaten Minahasa memiliki Upah Minimum Kabupaten (UMK) yang menggiurkan sehingga diserbu oleh pencari kerja terutama dari luar Sulawesi.
    JWS mengatakan, salah satu resep utama dalam menjalankan pemerintahannya adalah harmonisasi eksekutif dan legislatif. Jika hubungan kepala daerah dengan DPRD berjalan baik, maka pembangunan akan semakin baik pula dan begitu juga sebaiknya. "Kita jalin komunikasi intensif dengan DPRD setiap program dan kegiatan agar dibahas bersama. Sehingga kepentingan masyarakat dapat diutamakan," kata dia. (501)