Minggu, 18 Juni 2017

Jelang Lebaran Nagari Lubuk Alung Bagikan Honor Guru Ngaji, Imam, Garin dan Kader Posyandu

Jelang Lebaran
Nagari Lubuk Alung Bagikan Honor Guru Ngaji, Imam, Garin dan Kader Posyandu

Lubuk Alung--Sebanyak 22 orang guru mengaji, 12 orang imam dan garin, 50 orang kader Posyandu, 13 orang guru PAUD di Nagari Lubuk Alung, Kabupaten Padang Pariaman menerima honor atau insentifnya, terhitung sejak Januari hingga Juni ini.
    Walinagari Lubuk Alung Harry Subrata bersama Kaur Kesra-nya, Sutan Yardi menyebutkan bahwa insentif yang diberikan itu jumlahnya bervariasi, sesuai juklak dan juknis yang ada tentang hal demikian. Dan lagi, honor mereka yang diberikan, adalah orang-orang yang tidak mnenerima dalam insentif yang telah dibagikan Baznas Padang Pariaman.
    "Untuk guru mengaji, itu setiap orangnya menerima Rp150 ribu sebulan. Yang akan mereka terima adalah honor untuk enam bulan kerja. Sedangkan imam dan garin masing-masingnya menerima Rp150 sebulan, juga untuk enam bulan," kata Yardi menambahkan, kemarin di Lubuk Alung.
    Menurutnya, untuk kader Posyandu diberikan insentif sebanyak Rp50 ribu sebulan juga untuk enam bulan gajian. Guru PAUD yang jumlahnya lebih kecil dibandingkan dengan kader Posyandu menerima masing-masingnya Rp350 ribu sebulan, juga untuk enam bulan honor.
    Di samping itu, lanjut Yardi yang juga Sekretaris PC Muhammadiyah Kecamatan Lubuk Alung ini, juga diberikan honor bagi Pemberian Makan Tambahan (PMT) untuk 10 Posyandu, yang setiap Posyandu menerima Rp150 ribu sebulannya, juga untuk enam bulan honor.
    "Total anggaran untuk itu, yang insya Allah akan dibagikan pada Rabu (21/6) besok berjumlah Rp81 juta lebih," ungkap Yardi. Dia mengharapkan pemberian honor itu berjalan sesuai aturan main yang berlaku, dan tentunya menjadi kebahagiaan tersendiri bagi yang menerimanya. (501)

Menuntut Bantuan Gempa Ditengah Berbagai Kecaman

Menuntut Bantuan Gempa Ditengah Berbagai Kecaman

Ketaping---Ketika musim hujan, Ita bersama anak dan suaminya terpaksa harus kena hempasan air, lantaran dia masih mendiami pondok darurat, yang diatap dengan rumbia, yang berdindingkan tikar pandan. "Beginilah nasib jadi orang kecil, yang selalu jadi permainan dalam soal pitih bantuan," kata dia ketika menerima Singgalang, Sabtu (30/4) lalu dikediamannya, Pilubang, Nagari Ketaping.
    Sebagai upaya, Ita kini dipercaya oleh sebagian besar masyarakat Pilubang, untuk bisa mendapatkan haknya. Sebab, dari seluruh data-data yang dia kumpulkan sejak dari nagari, kecamatan hingga ke Padang Pariaman, banyak kesalahan yang ditemukan dalam soal pembagian bantuan. Bahkan, ada kecendrungan tidak adanya rasa manusiawi lagi dalam mengutamakan pembagian bantuan tersebut.
    Dari semua catatan yang cukup susah didapatkan Ita tersebut, ternyata di Pilubang tersebut ada sebagian 'rumah hantu' yang telah berpuluh tahun tidak lagi didiami, masih mendapatkan bantuan gempa. Dan ada juga untuk satu nama, tapi dapat dua bantuan sekalian. "Yang lebih fatal itu ada pula rumah yang rusak ringan dijadikan rusak sedang, sehingga dapat bantuan Rp10 juta. Sementara, sekitar 70 rumah yang rata dengan tanah, hingga saat ini belum tahu nasibnya soal bantuan," kata dia.
    Kerja keras yang dilakukan Ita bersama masyarakat yang merasa dipinggirkan itu, sungguh banyak mendapat rintangan dan tantangan. Ita mengaku pernah diacam oleh oknum petugas di nagari dan pemuka masyarakat akan dikucilkan dalam kampung, kalau terus melakukan tuntutan ini dan itu dalam soal bantuan. Upaya yang dilakukannya itu dianggap sebagai provokator ditengah masyarakat. "Padahal, yang kita lakukan adalah meluruskan apa yang sebenarnya harus dilakukan. Kita tidak ingin ditengah banyaknya warga yang menjerit menunggu bantuan, ada pihak yang berlimpah harta yang tidak jelas sumbernya, beli sepeda motor, dan bermewah-mewah," sebutnya.
    Hingga hari, telah hampir dua tahun gempa berlalu, dimana kesalahan itu, Ita belum bisa pastikan. Yang jelas, dia bersama masyarakat yang menjerit itu melakukan upaya pengaduan ke Kapolres Padang Pariaman mencari keadilan. "Pengaduan atas nama Basri, 62, itu kita lakukan sepekan yang lewat. Kini, para saksi telah dipanggil, guna mengungkap semua kebobrokan pendistribusian bantuan gempa," cerita Ita lagi.
    "Seluruh dokumennya telah kita lengkapi, termasuk mendokumentasikan rumah yang sehat, tapi dapat bantuan juga. Kalau dugaan kita, orang itu jelas-jelas ada hubungan dengan pemimpin di korong ini. Kita berharap, pengaduan yang dilakukan kali ini membuahkan hasil yang sesuai dengan yang sebenarnya. Tidak lagi seperti pengaduan yang pernah juga dilakukan ke Kapolsek Batang Anai, yang akhirnya dipaksa mencabutnya," terangnya.
    Ita berharap, upaya pengaduan yang dia lakukan tersebut mendapat sambutan dari pihak-pihak yang berkopenten dalam masalah demikian. "Kita ingin memperlihatkan kepada semua pihak, bahwa orang kecil janganlah dipandang enteng dan dilecehkan begitu saja. Siapa yang berbuat, tentu dia yang akan memikul akibatnya. Yang jelas, kita tetap mencari keadilan, menuntut hak kita, sampai kapan pun, dan kemana saja yang semestinya juga mendapatkan bantuan gempa. Sedangkan Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno sudah jelas mengatakan, dalam pendistribusian bantuan, harus mengutamakan orang yang paling membutuhkan," tegasnya. (damanhuri)

Daya Beli Masyarakat Menurun, Omset Pedagang Berkurang

Daya Beli Masyarakat Menurun, Omset Pedagang Berkurang

Sicincin--Tim pemantau harga kebutuhan bahan pokok Pemkab Padang Pariaman melakukan kunjungan ke pasar Sicincin. Kunjungan tersebut dimaksudkan untuk pemantauan harga kebutuhan pokok dan sekaligus meninjau ketersediaan bahan pokok menjelang masuknya Hari Raya Idul Fitri 1438 H.
    Tim dipimpin oleh Asisten Pembangunan Netty Warni dan di dampingi oleh Staf Ahli Bupati, Dewi Roslaini, Kadis Perdagangan, Kadis Pertanian, Camat 2x11 Enam Lingkung, Walinagari serta tokoh masyarakat.
    Kehadiran tim disambut hangat oleh para pedagang dan pembeli yang tengah melakukan aktivitas jual beli di pasar, Jumat lalu itu, karena hari demikian adalah hari balainya di pasar Sicincin.
    Netty Warni membalas hangatnya sambutan warga pasar dengan cara menyapa ramah pedagang dan pembeli serta menyempatkan diri melakukan dialog singkat dengan para pedagang di sana, di antaranya pedagang cabe, daging dan beras.
    Dari dialog yang dilakukan, pedagang mengatakan bahwa harga stabil dan ketersediaan bahan pokok hingga Hari Raya Idul Fitri terjamin aman. Namun pedagang mengeluhkan turunnya omset mereka dikarenakan melemahnya daya beli masyarakat.
    Seperti dikatakan Ali Unardi, salah seorang pedagang cabe, terjadi penurunan omset dagangannya. "Untuk harga cabe, bawang merah, bawang putih dan yang lainnya tidak terjadi kenaikan harga. Hanya saja saat ini omset kami menurun," kata dia.
    Biasanya Ali Unardi mengakui omset dagangannya per hari mencapai Rp1 juta. Namun keadaan sekarang melemah dan menurun menjadi Rp800 ribu. Ia pun tidak mengetahui persis faktor penyebab melemahnya daya beli masyarakat. Akan tetapi, ia dan rekan-rekannya sesama pedagang berharap hal ini tidak terjadi setiap hari, apalagi sampai memasuki Hari Raya Idul Fitri.
    Hal yang sama juga terjadi pada pedagang beras. Mereka juga mengakui tidak ada masalah dengan harga dan stok beras hingga Hari Raya Idul Fitri tiba. Hanya saja terjadi penurunan pada omsetnya.
    Menurut pengakuan salah seorang pedagang beras, hal ini dikarenakan oleh serentaknya panen padi di daerah Kabupaten Padang Pariaman.
    Netty Warni, selaku ketua tim merasa lega karena stabilisasi harga dan ketersediaan bahan pokok hingga lebaran tiba tersedia dengan baik. Terkait dengan melemahnya daya beli masyarakat, ia mengatakan salah satu kemungkinannya adalah belum cairnya Tunjangan Hari Raya (THR) Aparatur Sipil Negara (ASN) dan karyawan swasta.
    Di samping itu, ia juga mengajak para pedagang untuk tidak berputus asa dan selalu memohon kepada Allah SWT agar dimudahkan rezekinya. (501)

Jelang Lebaran ASN Pemkab Padang Pariaman Terima Gaji 13 dan THR

Jelang Lebaran
ASN Pemkab Padang Pariaman Terima Gaji 13 dan THR

Parit Malintang--Kementerian Sekretariat Negara baru saja merilis empat Peraturan Pemerintah (PP) tentang gaji ke-13 dan Tunjangan Hari Raya (THR), yakni PP No.23/2017 tentang perubahan atas PP No.19/2016 tentang pemberian gaji, pensiunan atau tunjangan ke-13 kepada PNS, prajurit TNI, anggota Polri, pejabat negara dan penerima pensiunan atau tunjangan.
    Kemudian PP No.24/2017 tentang pemberian penghasilan ke-13 kepada pimpinan dan non PNS pada LNS, PP No. 25/2017 tentang pemberian THR dalam tahun anggaran 2017 kepada PNS, prajurit TNI, anggota Polri dan pejabat negara dan terakhir PP No.26/2017 tentang pemberian THR dalam tahun anggaran 2017 kepada pimpinan dan pegawai non PNS pada LNS menjadi angin segar yang dinanti para PNS se Indonesia, tidak terkecuali PNS di lingkungan Pemkab Padang Pariaman.
    Armeyn Rangkuti, Kepala Bagian Perencanaan & Keuangan telah menerima dan menindaklanjuti PP tentang gaji ke-13 dan THR tersebut. Ada perbedaan secara teknis gaji ke-13 dan THR tahun ini dibandingkan dengan tahun sebelumnya, yakni untuk THR dibayarkan sebelum lebaran Idul Fitri, sedangkan untuk gaji ke-13 dibayarkan di bulan Juli setelah diterimanya gaji bulan itu.
    Menurutnya, Saat ini telah dibuat amprah gaji Juli, gaji 13 dan THR oleh Bidang Perbendaharaan, Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) Padang Pariaman dan langsung dilanjutkan dengan pembuatan rekapitulasi gaji, SPP dan SPM oleh bendahara gaji masing-masing OPD, untuk diajukan kembali ke BPKD bagian Perbendaharaan agar diterbitkanya SP2D.
    "Saya sudah perintahkan bendahara gaji Sekretariat Daerah untuk mempercepat mempersiapkan administrasi pembayaran gaji-gaji tersebut," jelas Rangkuti didampingi bendahara gaji, Desi Sandra Dewi dan TKIP Bagian Perencanaan & Keuangan Rescy Herrico.
    Menurut Desi, proses administrasi biasanya paling lama memakan waktu dua hari kerja sampai diterbitkanya SP2D. Gaji 13 terdiri atas gaji pokok ditambah berbagai tunjangan. Sedangkan THR terdiri dari gaji pokok masing-masing pegawai berdasarkan golongan dan pangkat. Pada saat ini, terdapat 547 PNS yang gajinya berada di Sekretariat Daerah yang terdiri dari beberapa OPD, seperti Sekretariat Daerah, seluruh kecamatan, Dinas Lingkungan Hidup, Perumahan, Kawasan Pemukiman dan Pertanahan, Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran, Dinas Komunikasi dan Informatika, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan, Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu dan Perindustrian, Badan Penagulangan Bencana Daerah, Badan Pemberdayaan Perempuan & Keluarga Berencana, Sekretariat DPRD.
    Rangkuti menjelaskan, proses pembayaran gaji 13 dan THR PNS yang gajinya di Sekretariat Daerah dilakukan secara transfer ke rekening masing-masing. Gaji 13 sendiri  dimaksudkan adalah apresiasi pemerintah untuk biaya pendidikan sekolah putra-putri aparatur pemerintah
    "Sedangkan THR diberikan dengan pertimbangan meningkatkan kesejahteraan aparatur negara dalam menyambut hari raya keagamaan," ungkapnya. (501)

Talaok Kabau Gadang Sintuak Kearifan Lokal yang Perlu Dilestarikan

Talaok Kabau Gadang Sintuak Kearifan Lokal yang Perlu Dilestarikan

Sintuak--Beragam cara yang dilakukan masyarakat dalam persiapan menyambut Hari Raya Idul Fitri yang jatuh pada 1 Syawal. Selain dengan berbagai hal yang baru, baju baru, sepatu baru, atau perabot rumah baru. Berbeda dengan Nagari Sintuak, Kecamatan Sintuak Toboh Gadang Kabupaten Padang Pariaman yang menggelar kegiatan Talaok Kabau Gadang, yang menghadirkan ratusan ekor ternak kerbau untuk persiapan lebaran.
    Setidaknya ada 200-an ekor kerbau memadati Talaok Kabau Gadang, Nagari Sintuak, Kamis (15/6) lalu. Menurut Walinagari Sintuak Anasril Nazar, Talaok Kabau Gadang merupakan tempat berkumpulnya pedagang ternak kerbau yang berasal dari berbagai daerah. Para pedagang memamerkan ternak kerbaunya kepada masyarakat dan calon pembeli.
    "Calon pembelinya bukan dari kalangan individu, tetapi utusan masing-masing pengurus masjid, surau korong atau surau kaum yang ada di berbagai nagari di Kabupaten Padang Pariaman dan di luar Padang Pariaman. Di lokasi ini terjadi transaksi jual beli antara pedagang dengan utusan masjid dan surau tersebut," kata dia.
    Menurut Anasril Nazar, budaya dan tradisi yang ada di Nagari Sintuak, setiap jamaah masjid, surau korong dan surau kaum, membeli daging  kerbau bersama-sama yang difasilitasi pengurus dengan kesepakatan seluruh unsur yang ada di tempat masing-masing. Yaitu alim ulama, niniak mamak, cadiak pandai, bundo kanduang dan pemuda.
    "Pengurus masjid dan surau bermusyawarah pada patang 15 Ramadhan, untuk menentukan jumlah onggokkan (tumpukan) daging kerbau dan menentukan harga satu onggoknya. Musyawarah dihadiri pemuka masyarakat, baik kaum adat, kaum agama dan seluruh jemaah pembeli onggok daging," ujar Anasril Nazar.
    Panitia Pelaksana Zeki Aliwardana menyebutkan, Talaok Kabau Gadang sendiri merupakan tradisi yang sudah lama adanya di Sintuak ini. Tradisi yang merupakan kearifan lokal ini perlu dilestarikan. Setiap tahun kegiatan ini diadakan pada bulan Ramadhan.     "Dengan banyaknya kerbau yang datang, juga diselenggarakan perlombaan kerbau yang paling besar dengan kriteria tersendiri. Tim juri yang sudah berpengalaman menilai mana kerbau yang layak diberikan juara I, II dan III. Masing-masing pemenang diberikan tropy dan sejumlah uang," kata Zeki.
    Seorang pedagang ternak Zulkifli (46) menyebutkan,  pasar ternak Sintuak ini mulai dirintis sejak 2013 lalu. Ada 44 pedagang ternak yang setuju diadakannya pasar ternak. "Kami pun melapor kepada walikorong, walinagari dan camat. Alhamdulillah, hingga kini masih bisa jalan. Walaupun masih belum memiliki fasilitas pendukung layaknya pasar ternak," kata Zulkifli yang sudah menekuni profesi pedagang ternak selama 31 tahun atau sejak berusia 15 tahun itu.
    Setiap transaksi jual beli ternak, yang membutuhkan surat jual beli dikenai biaya Rp10.000 per transaksi. Sedangkan biaya tambangan ternak dikenai sebesar Rp15.000 per ekor.     Dari pengamatan di lokasi pasar ternak, selain dipadati ternak  kerbau, juga ratusan kendaraan roda dua yang parkir di sekitar pasar ternak ini. Tentu saja truk pembawa kerbau juga turut meramaikan parkir. Ramainya pengunjung di pasar ternak ini juga dimanfaatkan para pedagang. Seperti pedagang obat ramuan tradisional, perkakas senjata tajam seperti parang, pisau, sabik, belati dengan berbagai ukuran. Meksi di bulan puasa, ada juga yang berjualan makanan. Mungkin diperuntukan bagi orang yang tidak puasa di pasar ternak tersebut. (501)

Sabtu, 17 Juni 2017

PMII Bentuk Karakter Kepemimpinan Mahasiswa

PMII Bentuk Karakter Kepemimpinan Mahasiswa

Pariaman--Mahasiswa yang berorganisasi akan memiliki karakter kepemimpinan yang dibutuhkan dalam kehidupan masyarakat. Karena organisasi pada prinsipnya membentuk karakter kepemimpinan seseorang yang dibutuhkan dalam kehidupannya.
    Demikian diungkapkan mantan Ketua Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Pariaman Satria Effendi, Sabtu (17/6) dihadapan pengurus dan kader PC PMII daerah itu, usai buka puasa bersama di sekretariatnya. Buka bersama dihadiri mantan Sekretaris PKC PMII Sumbar Idris, Penerima mandat Pembentukan PMII Kota Pariaman Armaidi Tanjung, pengurus PKC PMII Sumbar dan pengurus PMII Kota Pariaman.
    "Organisasi PMII harus dijadikan sebagai ladang berbuat kebaikan. Dengan demikian setiap gerakan, kegiatan dan tindakan yang dilakukan di PMII tidak hanya semata untuk organisasi, tapi juga menjadi ladang amal kebaikan," kata Satria Effendi, kandidat doktor ini.
    Satria sendiri mengakui, apa yang sudah dicapainya saat ini, tidak terlepas dari pengalaman yang dilalui ketika menjadi kader dan Ketua PMII Kota Pariaman. Meski masih beberapa tahun lalu saja melepaskan jabatan sebagai Ketua PC PMII Kota Pariaman, kini amat dirasakan manfaatnya dalam menjalankan aktivitas keseharian. Terutama terkait dengan karir dan pekerjaan yang dilakukan dalam keseharian. 
    Dikatakan Satria, awal masuk PMII sang mahasiswa memiliki beragam tujuan. Bisa hanya sekedar memenuhi ajakan teman, mencari teman, iseng-iseng, ingin berorganisasi, atau sekedar memanfaatkan waktu luang. Namun, seiring dengan perjalanan waktu dan proses diri nantinya akan menemukan tujuan yang sesungguhnya ber-PMII.
    "Dalam nilai-nilai dasar perjuangan PMII dijelaskan bagaimana kader PMII menjalankan paham keagamaan Islam  yang sesuai dengan Ahlussunnah Waljamaah dalam bingkai nilai-nilai kebangsaan Negara Kesatuan Republik Indonesia," kata Satria yang juga dosen STIE Sumbar ini.
    Sebelumnya, Ketua PC PMII Kota Pariaman Masrizal melaporkan kegiatan Kongres PMII yang berlangsung di Palu Mei 2017 lalu, banyak pelajaran dan pengalaman yang diperoleh dalam mengembangkan PMII ke depan. Tentu berbagai keputusan Kongres PMII tersebut dapat dilaksanakan di tingkat cabang.
    Sedangkan program kerja yang mendesak dilakukan PC PMII Kota Pariaman usai lebaran, kata Masrizal, adalah Pelatihan Kader Dasar (PKD) se-Sumatera. Kegiatan ini penting dilakukan untuk penguatan kader. Selama ini dua komisariat PMII di Kota Pariaman, yakni STIT Syekh Burhanuddin dan STIE Sumbar sudah beberapa kali menggelar Masa Penerimaan Anggota Baru (Mapaba). Sehingga sangat diperlukan adanya PKD sebagai lanjutan kaderisasi setelah Mapaba. (501)

Kunjungi Masjid dan Surau Pj Walinagari Balah Hilia Tegaskan Isu Bantuan Rp15 Juta Itu Berita Bohong

Kunjungi Masjid dan Surau
Pj Walinagari Balah Hilia Tegaskan Isu Bantuan Rp15 Juta Itu Berita Bohong

Lubuk Alung--Beredarnya isu soal bantuan uang Rp15 juta di tengah masyarakat ditepis penuh oleh Pejabat Walinagari Balah Hilia Lubuk Alung Nasrizal, selama melakukan safari Ramadhan di surau dan masjid yang ada di sembilan korong di nagari yang baru saja mekar dari induknya, Lubuk Alung demikian.
    Kepada Singgalang, Minggu (18/6) Nasrizal menyampaikan, bahwa pihaknya baru saja menyelesaikan kegiatan safari Ramadhan, Sabtu (17/6) malam lalu di Surau Nizam, Korong Kabun Baru. Sedangkan kegiatan itu sendiri mulai pada 5 Juni lalu di Surau Kampuang V Koto.
    "Setiap surau yang kita kunjungi, itu kita berikan sebuah kipas angin dan 10 buah Quran. Sedangkan untuk masjid hanya Quran saja," ujar Nasrizal. Sedangkan surau atau masjid di nagari itu yang sudah dapat kunjungan tim safari Ramadhan kabupaten tidak dikunjunginya lagi.
    Menurutnya, sebagai unit pemerintahan nagari baru, punya kepadatan penduduk yang amat luar biasa, heterogen, tak dipungkiri lagi kalau masyarakatnya mudah menerima isu yang datang entah dari mana sumbernya.
    "Jadi, yang beredar itu adanya bantuan Rp15 juta, dengan syarat hanya mengumpulkan KTP, KK dan pas foto. Informasi itu beredar luas di tengah masyarakat Balah Hilia. Alhamdulillah, itu sudah kita nafikan, kalau hal demikian berita bohong yang tidak ada sumbernya, dan tak perlu dipercayai," ungkap Nasrizal.
    Di samping itu, kata Nasrizal, pihaknya juga sekalian melakukan sosialisasi Pemilihan Walinagari (Pilwana) yang akan dilakukan Pemkab Padang Pariaman secara serentak bagi nagari yang baru saja berdiri sendiri, dan termasuk Nagari Balah Hilia dalam waktu dekat ini.
    Yang tidak kalah pentinya, sebut Nasrizal, tentu menjalin jembatan hati antara pemerintahan nagari dengan masyarakatnya sendiri. "Kita minta semua masyarakat untuk melengkapi seluruh administrasi kependudukannya. Kemudian pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan di tengah masyarakat," harapnya.
    Nasrizal menyampaikan terima kasih banyak kepada semua pihak yang telah memberikan bantuan untuk kesuksesan safari Ramadhan yang digelar Nagari Balah Hilia ini. "Ada perorangan dan ada lembaga perekonomian yang ikut jadi donatur kita selama acara. Alhamdulillah, semoga amal ibadah itu dibalasi oleh Yang Maha Kuasa dengan pahala berlipat ganda," sebutnya. (501)