Sabtu, 07 Desember 2019

Pelaku Pungli Bisa Dapat Ancaman Hukuman Pidana Suap

VII Koto--Tim Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) Kabupaten Padang Pariaman mengadakan sosialisasi ke sekolah-sekolah. Tim dipimpin oleh Inspektur Hendra Aswara bersama Polres, Kejaksaaan Negeri dan Auditor Inspektorat.
Mengawali pertemuan, Inspektur hendra Aswara mengajukan beberapa pertanyaan kepada peserta sosialisasi terhadap layanan publik di Padang pariaman.
“Apakah bapak/ibu guru pernah mendapatkan pelayanan publik? Pernahkah diminta pembayaran yang seharusnya tidak membayar atau retribusi tidak sesuai ketentuan? Jika pernah, itu namanya Pungli,” kata Inspektur Hendra Aswara dihadapan majelis guru di ruang rapat SMP 1 VII Koto Sungai Sariak, Rabu lalu.
Hendra menjelaskan, bahwa Pungli adalah perbuatan yang dilakukan seseorang Aparatur Sipil Negara (ASN), pejabat negara yang meminta sejumlah uang yang seharusnya tidak ada biaya atau tidak berdasarkan peraturan yang berkaitan dengan biaya tersebut.
Praktek pungli, kata Hendra, sangat meresahkan masyarakat. Adapun dampak buruk praktek Pungli antara lain tingginya biaya ekonomi, rusaknya tatanan masyarakat, terhambatnya pembangunan dan merugikan masyarakat. “Praktek Pungli juga mengakibatkan hilangnya kepercayaan publik kepada pemerintah,” ujar peraih peringkat 1 Inovasi Pelayanan Publik tingkat Sumbar 2018 ini.
Upaya Inspektorat dalam pemberantasan Pungli antara lain mendoorong implementasi e-planing, pembayaran non tunai, membentuk Unit Pengendalian Gratifikasi (UPG), Komitmen Zona Integritas Wilayah Bebas Korupsi dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBK-WBBM). Pada kesempatan tersebut, Inspektur Hendra Aswara menghimbau masyarakat agar melaporkan jika mendengar atau melihat praktek Pungli ke Inspektorat lewat nomor telepon 08116942000 dan email inspektorat@padangpariamankab.go.id.
Sementara Tanti Taher, Kasi Barang Bukti Kejari Pariaman, mengatakan pelaku Pungli bisa mendapat ancaman hukuman pidana suap, pemerasan dan gratifikasi. "Adanya sosialisasi ini untuk memberikan pemahaman kepada Bapak untuk menghindari praktek pungli. Kita apresisasi yang dilakukan Pemerintah Daerah,” kata Tanti. (501)

Peningkatan Daya Saing Berdampak pada Pelayanan Publik

Enam Lingkung--Sekretaris Daerah Kabupaten Padang Pariaman Jonpriadi membuka Sosialisasi Penguatan Kapasitas Kelitbangan dan Pemantapan Pengembangan Inovasi Daerah, Selasa lalu di Parik Malintang.
Dia menyebutkan, bahwa daya saing saat ini menjadi salah satu parameter dalam konsep pembangunan berkelanjutan. Tingkat daya saing suatu daerah juga menjadi salah satu ukuran kesejahteraan.
Berbicara tentang peningkatan daya saing daerah, katanya, maka tentu saja hal ini sangat erat kaitannya bagi daerah untuk melakukan inovasi di daerahnya berdasarkan Peraturan Pemerintah nomor 38 tahun 2017 tentang inovasi daerah yang bertujuan untuk meningkatkan kinerja penyelenggaraan pemerintah dengan sasaran untuk mempercepat terwujudnya kesejahteraan masyarakat.
Menurutnya, dalam rangka percepatan penerapan inovasi daerah pada Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman maka perlu adanya peningkatan dan penumbuhan ide-ide, kebijakan-kebijakan kreatif dan inovatif yang disesuaikan dengan karakteristik, kemampuan serta kearifan lokal dalam menciptakan inovasi secara berkesinambungan demi peningkatan daya saing daerah dan perbaikan pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat.
Katanya lagi, untuk mendorong tingkat daya saing dan optimalisasi otonomi daerah pemerintah pusat melalui Badan Penelitian dan Pengembangan (BPP) Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri) telah melakukan pengukuran tingkat inovasi suatu daerah melalui indeks inovasi daerah dan nantinya daerah yang terinovatif diberikan sebuah penghargaan innovative Government Award (IGA), dan pada tahun 2019 ini Kabupaten Padang Pariaman meraih peringkat ke-10 kabupaten terinovatif secara nasional.
"Saya berharap agar melalui pelaksanaan ini para peserta dapat mengambil manfaatnya sehingga dapat melahirkan inovasi-inovasi yang baru demi menuju Kabupaten Padang Pariaman yang baru, unggul, religius dan sejahtera," ungkapnya. (501)

Keterbukaan Informasi Publik Bawaslu Kota Pariaman Menilai Raihan Peringkat Satu Adalah Atas Kerjasama dengan PWI

Pariaman--Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Pariaman meraih peringkat I Anugerah Keterbukaan Informasi Publik Kategori Bawaslu kab/kota se Sumatera Barat. Terbaik II di raih Bawaslu Padang Pariaman dan terbaik III diraih Bawaslu Kota Solok. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Komisi Informasi Sumatera Barat di Hotel Kryat Bumiminang Padang, Jumat (6/12).
Terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan kontribusi positif untuk pencapaian ini. Beberapa indikator dalam penilaian lembaga yang informatif adalah; kuisioner keterbukaan informasi publik, informasi yang disajikan di website, visitasi oleh tim ke masing-masing kab/kota untuk memastikan kevalidan dan ketersediaan data yang disajikan, dan kemudian bekerjasama dengan media massa.
Sekretaris Bawaslu Kota Pariaman Riky Falantino menyebutkan, keterbukaan informasi itu penting agar meningkat terus publik terhadap kinerja Bawaslu. "Kerja baik kita kalau tidak diinformasikan ke publik akan menjadi sia-sia. Untuk itu kita harapkan seluruh jajaran Bawaslu selalu aktif menginformasikan kerja-kerja Bawaslu ke publik, khususnya dalam menghadapi Pilgub Sumbar 2020," kata Riky.
Dia menyampaikan terima ksih kepada seluruh tim Bawaslu dan semua pihak yang telah bekerjasama selama ini, khususnya kawan-kawan media yang selalu mempublikasikan kegiatan Bawaslu. "Harapan kita, penghargaan ini dapat kita pertahankan pada masa-masa yang akan datang dan kita jadikan sebagai motivasi," ujarnya.
Ketua Bawaslu Kota Pariaman Riswan merasa bersyukur atas penghargaan itu. "Alhamdulillah, Bawaslu Kota Pariaman menjadi yang terbaik dalam keterbukaan informasi. Ini merupakan kerja tim yang selalu bekerja dan menyampaikan serta melayani informasi yang dibutuhkan publik. Kedepannya tentu kita berharap pelayanan informasi kita lebih baik lagi demi terwujudnya Bawaslu yang terbuka dan terpercaya," ungkapnya.
Riswan menyampaikan terima ksih kepada Komisi Informasi Sumbar yang telah mempercayai Bawaslu yang cukup informatif 2019 ini. Semoga menjadi lembaga yang informatif untuk kedepannya. Serta terima kasih juga buat PWI Pariaman dan Dinas Kominfo Pariaman yang selalu mensupport  kegiatan Bawaslu. (501)

Senin, 02 Desember 2019

PC PMII Kota Pariaman Tabayyun ke Dinas Sosial

Pariaman--Kepala Dinas Sosial Kota Pariaman Afnil menjelaskan kondisi kemiskinan di daerahnya kepada Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam (PC PMII) kota itu, Senin (2/12).
Afnil menjelaskan, kabar yang tersebar di media sosial atas nama Naumar (72) telah mendapatkan bantuan oleh Kementerian Rumah Rakyat tahun (Kemenpera) 2012.
"Dinas Sosial menjadi rujukan dan mengawal masalah-masalah sosial. Selebihnya dilimpahkan kepada lembaga-lembaga yang dibagi seperti bidang Rumah Layak Huni di Dinas Lingkungan Hidup yang bisa dirujuk di Data Miskin Dinas Sosial," tambah Afnil
"Kami berterima kasih kepada PC PMII Kota Pariaman karena datang dan bertabayyun ke Dinas Sosial. Penangganan masalah sosial menjadi tugas kita bersama. Kita harus peka terhadap lingkungan sosial," tambah Afnil.
Ketua Umum PC PMII Kota Pariaman Khairul Rianda menjelaskan kedatangannya ke Dinas Sosial untuk mengklarifikasi hal tersebut. "Kami tidak mau mendengar sebelah pihak, baik dari media sosial, yang bersangkutan, ataupun dari Dinas Sosial sendiri. Agar tidak terjadi kesalah-pahaman," ujar Khairul Rianda. (501)

AMM Padang Pariaman Bertekad Antarkan Medi Hendra Jadi Ketua PWPM

Pakandangan--Jajaran Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM) Kabupaten Padang Pariaman mengadakan Rapat Koordinasi (Rakor) dengan Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) setempat. Rakor PCPM dan AMM berlangsung di MDA Masjid Muhammadiyah Pakandangan, Ahad (1/12).
Kegiatan itu dihadiri Wakil Ketua Pimpinan Wilayah (PW) PM Sumatera Barat yang juga Kader AMM Padang Pariaman, Medi Hendra, pengurus Ortom Muhammadiyah, Pemuda Muhammadiyah, Nasyiyatul Asyiyah, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah dan Ikatan Pelajar Muhammadiyah Padang Pariaman.
Ketika menyampaikan kata sambutan, Medi Hendra mengapresiasi kegiatan ini. Ia meminta agar kegiatan ini sedapat mungkin teragenda menjadi pertemuan rutin. "Program akan muncul dengan seringnya kita berkumpul, bermula dari ide-ide kecil, insya Allah akan menjadi sebuah agenda besar untuk kemaslahatan umat," ujarnya. 
Rakor tersebut menghasilkan keputusan, antara lain; untuk memperkuat ukhuwah dan militansi gerakan dakwah antar sesama Ortom Muhammadiyah disepakati bahwa AMM Padang Pariaman mengadakan kajian wirid bulanan setiap Ahad di awal bulan, yang insyaa Allah akan rutin dilaksanakan setiap bulannya.
AMM akan saling bertaawun dalam mensupport dan menyukseskan setiap agenda yang dilaksanakan seluruh Ortom Muhammadiyah serta menjadi garda terdepan untuk kegiatan Muhammadiyah dan Aisyiyah. AMM Padang Pariaman siap menyukseskan kadernya terpilih menjadi Ketua PWPM Sumatera Barat pada agenda Muswil Pemuda Muhammadiyah XVI di Painan, Kabupaten Pesisir Selatan, 19-22 Desember mendatang.
"Semua peserta rapat berkomitmen untuk merealisasikan setiap keputusan," kata Ketua PDPM Padang Pariaman Eriza Putra yang didampingi Komandan Kokam Pemuda Muhammadiyah Ade Arinando.
Terkait agenda Muswil Pemuda Muhammadiyah, lanjut Eriza, AMM Padang Pariaman ingin mengulang kesuksesan setelah sukses mengantarkan Ipmawan Raffi sebagai ketua IPM Sumatera Barat.
"Untuk Muswil Pemuda Muhammadiyah, 19 - 22 Desember mendatang, kita juga bertekat untuk menyukseskan kembali. Ada sederatan nama yang bisa kita perjuangkan untuk menjadi ketua PWPM, termasuk Kakanda Medi Hendra yang hari ini adalah wakil ketua PWPM Sumatera Barat. Beliau sudah sangat layak untuk menjadi ketua PWPM," katanya mengakhiri. (501)

Minggu, 01 Desember 2019

Ikut Maju dalam Pilkada Membaur Bersama Masyarakat Jadi Modal Dasar Wali Feri

Padang Pariaman--Nama Tri Suryadi, satu dari sekian banyak bakal calon Bupati Padang Pariaman periode 2020 - 2025 kian melambung. Anggota DPRD Sumatera Barat dari Gerindra ini telah memantapkan langkahnya untuk ikut bersaing dalam Pilkada yang akan dihelat akhir tahun depan. Semua partai politik yang membuka pendaftaran pun didatanginya, agar dapat dukungan dalam hajatan serentak lima tahun sekali itu.
Wali Feri, begitu anak muda kelahiran Bangkinang, Provinsi Riau 31 Juli 1973 ini akrap disapa, merasa dapat dukungan dan sokongan dari berbagai pihak untuk maju dalam Pilkada. "Kini, situasi politik masih sangat cair dan dinamis. Segala kemungkinan bisa saja terjadi. Makanya, dalam memantapkan langkah ini, saya ingin calon wakil itu ditetapkan secara bersama," kata dia.
Komunikiasi politik terus dilakukannya. Termasuk komunikasi lintas partai yang kemungkinannya bisa berkoalisi dalam mengusung paket kepala daerah nantinya. Wali Feri termasuk tokoh muda yang karir politiknya sangat mulus. Pulang dari rantau 2006, dia memulai terjun di politik dengan kepercayaan pemuda kampungnya, Pinjauan, Nagari Pilubang, Kecamatan Sungai Limau.
Setahun memimpin organisasi pemuda, masyarakat memintanya jadi walikorong. Lewat pemilihan, anggota DPRD Padang Pariaman periode 2014 - 2019 ini pun terpilih jadi Walikorong Pinjauan. Hanya tiga tahun jadi walikorong, 2007 - 2010, suksesi Pilwana di Pilubang pun hadir. Sebagai anak muda progresif, masyarakat pun memintanya maju dan ikut dalam pemilihan walinagari tersebut.
Sang dewi fortuna lagi berpihak pada Wali Feri. Pilwana 2010 Pilubang dimenanginya. Jabatan yang seharusnya diembannya selama enam tahun itu, akhirnya dilepaskannya pada 2013, lantaran diminta jadi Caleg pada Pemilu 2014. Pilihannya tepat dan tembus. Hasil Pemilu 2014, Wali Feri resmi jadi anggota DPRD Padang Pariaman. Bersamaan dengan itu, juga hadir delapan orang walinagari aktif dan non aktif yang masuk ke kancah legislatif.
Lima tahun di DPRD Padang Pariaman, nama Wali Feri kian meroket. Nama aslinya Tri Suryadi sepertinya tak lagi populer. Untuk ini pula, dalam suksesi Pemilu 2019, dia sengaja memasang baliho dengan nama Wali Feri. "Padahal jadi walinagari dan walikorong saya hanya sebentar. Tetapi nama wali ini agaknya menjadi sakral di tengah masyarakat, sehingga tak bisa hilang begitu saja, meskipun saya tak lagi menjabat walinagari," ungkapnya.
Dia mengajak semua tokoh masyarakat dan pimpinan partai politik di Padang Pariaman untuk menyatukan visi dan misi. "Orang pintar sangat banyak. Tetapi yang mampu jadi pemimpin itu amat sulit. Untuk itu butuh kebersamaan kita dalam membangun Padang Pariaman lima tahun mendatang," sebutnya.
Alumni Fakultas Ekonomi Universitas Bung Hatta Padang ini selalu memulai karirnya dari bawah. Dari ketua pemuda korong, ketua PAC Gerindra Kecamatan Sungai Limau, sampai ke Wakil Ketua DPC Gerindra Padang Pariaman. Artinya, konsep membaur bersama masyarakat menjadi modal dasarnya dalam meniti karir. (501)

98 WRSE di Padang Pariaman Terima Bantuan

Kayutanam--Anggota DPRD Provinsi Sumatra Barat Periode 2014 - 2019 Endarmy menyerahkan bantuan kepada 98 orang WRSE (Wanita Rawan Sosial Ekonomi) se-Kabupaten Padang Pariaman, Sabtu (30/11) di Kantor Camat Kayutanam.
Bantuan dengan nilai Rp3 juta / orang diberikan dalam bentuk barang sesuai kebutuhan usaha penerima. Bantuan ini merupakan bagian dari program pokir (pokok-pokok pikiran) Endarmy selaku wakil rakyat untuk tahun anggaran 2019. Selain bahan-bahan berusaha untuk WRSE, Endarmy juga menyerahkan bantuan berupa ternak sapi, kambing, ayam dan itik.
Kepada para penerima bantuan, Endarmy mengingatkan supaya memanfaatkan bantuan tersebut sebaik-baiknya dengan harapan dapat meningkatkan status sosial dan ekonomi masing-masing.
Endarmy menjelaskan, bantuan yang diberikan sesuai jenis usaha penerima. Contohnya, WRSE yang berusaha sebagai perajin makanan ringan menerima bahan-bahan yang mereka butuhkan seperti tepung, gula pasir, minyak goreng, kompor gas, bofet dan kulkas. Begitu pula bagi WRSE yang berusaha di sektor pertanian, menerima bantuan alat-alat yang mereka butuhkan, termasuk pupuk dan pestisida.
Para penerima bantuan tampak bersuka-cita. Ketika ditanya, seorang di antara penerima bantuan bernama Fifjn mengaku sangat bersyukur kepada Allah dan berterima kasih kepada Endarmy.
"Kami akan memanfaatkan bantuan ini untuk meningkatkan usaha membuat kue-kue di Simpang Singguliang - Lubuk Alung," kata Fifin yang didampingi suaminya, Farel.
Ungkapan senada juga dikemukakan Heriyani yang berusaha sebagai penjual gorengan di Pasar Kayutanam. Ia mengaku dan bersyukur dan berterima kasih.
Distribusi dan penyerahan bantuan dilakukan Endarmy, dengan dibantu beberapa orang tenaga pendamping, baik untuk pencocokan data administrasi maupun mengangkat barang-barang ke kendaraan yang disewa penerima. Kegiatan berlangsung sejak pukul 10.00 pagi hingga selesai menjelang sore dengan diselingi istirahat siang untuk shalat dan makan. (501)