-Terungkap Dalam RAT
KPN Padang Pariaman Masih Minus, Karena Beban Hutang
Pariaman--Rapat Anggota Tahunan (RAT) bukan saja momen sangat penting untuk meningkatkan silaturahmi antara pengurus dan anggota, tetapi juga forum untuk mengevaluasi pelaksanaan program kerja tahun berjalan, dan menyusun program kerja baru yang akan datang.
Wakil Bupati Padang Pariaman, H. Damsuar Datuak Bandaro Putiah, menyebutkan hal itu Kamis (23/6) saat RAT Koperasi Pegawai Negeri (KPN) di Pariaman. Katanya lagi, peserta RAT hendaknya jangan banyak hadir ketika doorprize, tetapi aktif berpartisipasi sejak penyampaikan laporan pertanggunganjawaban pengurus, selanjutnya mengkoreksi dan mengkomfirmas sekaligus memberikan saran dan masukan untuk program ke depan.
Sebagai contoh, kata dia, jumlah kekayaan bersih tahun buku 2009 sebesar Rp5,03 miliar lebih, tahun buku 2010 naik menjadi Rp5,42 miliar lebih. Kewajiban jangka panjang seperti hutang yang harus dibayar kepada bank donasi modal, tahun buku 2009 sebesar Rp12,48 miliar lebih, tahun buku 2010 berkurang menjadi Rp9,4 miliar lebih.
Tahun 2010 pengurus KPN berhasil pula memperoleh suntikan modal atau kredit dari PKP-RI sebesar Rp500 juta, dan dari PT BKE sebesar Rp300 juta.
Menurut Damsuar, untuk memenuhi kebutuhan anggota, pada tahun buku lalu, sebanyak 618 anggota atau 51 persen lebih mendapat pelayanan kredit simpan pinjam, dengan jumlah dana sebesar Rp2,18 miliar lebih.
Sisa Hasil Usaha atau SHU, pada tahun buku 2010 sebelum dipotong pajak sebesar Rp27,25 juta lebih, dan itu menurun dibandingkan dengan tahun buku 2009 yang berjumlah Rp51 juta lebih, disebabkan naiknya beban administrasi dan umum serta beban organisasi.
"Membangun koperasi merupakan suatu proses pembelajaran yang berkelanjutan dan berpeluang tinggi. Selaras dengan adanya pergantian generasi, pertambahan jumlah anggota masyarakat, dan perkembangan yang ada, membangun koperasi tidak bisa menjadi monopoli pemerintah. Untuk mengembangkan dan menumbuhkan koperasi, organisasi koperasi sendiri yang harus didorong untuk secara aktif membangun dirinya. Hal ini tidak berarti bahwa pemerintah lepas tangan. Pemerintah tetap sangat diperlukan untuk menciptakan iklim kondusif yang dibutuhkan dan mendorong serta mengundang partisipasi positif pihak terkait dalam membangun koperasi," katanya.
Namun, ujar Damsuar lagi, permasalahannya adalah bahwa pada satu sisi pembangunan koperasi tergantung pada partisipasi aktif berbagai pihak, terutama dari kalangan koperasi sendiri meliputi anggota, pengurus dan pengelola serta partisipasi aktif pihak terkait baik pemerintah, dunia usaha maupun masyarakat. Pada sisi lain belum tentu terdapat pemahaman yang sama tentang tujuan, sasaran dan pengukuran serta kriteria penilaian hasilnya.
Sementara Sekretaris KPN Padang Pariaman, Rasyid menyampaikan peningkatan perkembangan modal sendiri akibat dari simpanan anggota. Dari data 2010 jumlah anggota berkurang karena banyak yang masuk pensiun, tetapi simpanan wajib jadi bertambah.
Menurut dia, saat ini KPN masih belum beruntung, karena banyaknya beban bunga yang harus dibayar pada bank. Untuk tahun ini, dapat diprediksi SHU kurang lebih Rp394 juta. Hal itu terjadi dengan berkurangnya beban hutang dimaksud. (dam)
Rabu, 18 Januari 2017
Di Bukittinggi 20 Warga Belajar LPK SIEC Padang Pariaman Ikuti UK
Di Bukittinggi
20 Warga Belajar LPK SIEC Padang Pariaman Ikuti UK
Lubuk Alung--Setelah mengikuti rangkaian kegiatan pelatihan selama 250 jam pelajaran atau kurang lebih sekitar tiga bulan di tahun 2016 lalu, Minggu (15/1) warga belajar Lembaga Pendidikan dan Kursus SIEC Kabupaten Padang Pariaman mengikuti Uji Kompetensi (UK) operator komputer di Tempat Uji Kompetensi (TUK) LPK Dynasty Bukittinggi.
Direktur LPK SIEC Padang Pariaman, Hilman H kepada Singgalang menjelaskan, warga belajar yang mengikuti UK tersebut ada 20 orang, tergabung dalam program Pendidikan Pelatihan Kerja (PPK). UK dilakukan selama sehari penuh di Kota Bukittinggi, dan hasilnya akan diumumkan beberapa hari lagi.
Menurut dia, di Sumatera Barat ini hanya dua tempat yang bisa dan boleh melakukan UK demikian. Di samping yang di Bukittinggi ini, ada satu lagi lembaga di Kabupaten Solok sana. "Kita pilih UK di LPK Dynasty Bukittinggi ini, lantaran dekat dari Lubuk Alung, tempat beroperasinya LPK SIEC Padang Pariaman," ujar Hilman.
Dia ingin, semua warga belajar yang ikut UK itu bisa lulus 100 persen. UK ini dilakukan, ujar Hilman, adalah rangkaian akhir dari kegiatan pelatihan selama tiga bulan. Diharapkan juga, ilmu operator kumputer yang didapatkannya di LPK SIEC ini bisa dimanfaatkannya dengan baik dan benar.
Bagi Hilman, suksesnya warga belajar itu mengikuti program PKK dan telah pula ikut UK, merupakan kepuasan tersendiri dalam memajukan lembaga yang dia pimpin. "Semoga saja, LPK SIEC Padang Pariaman lebih mampu lagi berbuat yang terbaik buat warganya di masa mendatang, terutama di bidang kemajuan tekhnologi informasi yang saat ini menjadi prasyarat utama dalam berbagai bidang kerja," ungkapnya. (501)
20 Warga Belajar LPK SIEC Padang Pariaman Ikuti UK
Lubuk Alung--Setelah mengikuti rangkaian kegiatan pelatihan selama 250 jam pelajaran atau kurang lebih sekitar tiga bulan di tahun 2016 lalu, Minggu (15/1) warga belajar Lembaga Pendidikan dan Kursus SIEC Kabupaten Padang Pariaman mengikuti Uji Kompetensi (UK) operator komputer di Tempat Uji Kompetensi (TUK) LPK Dynasty Bukittinggi.
Direktur LPK SIEC Padang Pariaman, Hilman H kepada Singgalang menjelaskan, warga belajar yang mengikuti UK tersebut ada 20 orang, tergabung dalam program Pendidikan Pelatihan Kerja (PPK). UK dilakukan selama sehari penuh di Kota Bukittinggi, dan hasilnya akan diumumkan beberapa hari lagi.
Menurut dia, di Sumatera Barat ini hanya dua tempat yang bisa dan boleh melakukan UK demikian. Di samping yang di Bukittinggi ini, ada satu lagi lembaga di Kabupaten Solok sana. "Kita pilih UK di LPK Dynasty Bukittinggi ini, lantaran dekat dari Lubuk Alung, tempat beroperasinya LPK SIEC Padang Pariaman," ujar Hilman.
Dia ingin, semua warga belajar yang ikut UK itu bisa lulus 100 persen. UK ini dilakukan, ujar Hilman, adalah rangkaian akhir dari kegiatan pelatihan selama tiga bulan. Diharapkan juga, ilmu operator kumputer yang didapatkannya di LPK SIEC ini bisa dimanfaatkannya dengan baik dan benar.
Bagi Hilman, suksesnya warga belajar itu mengikuti program PKK dan telah pula ikut UK, merupakan kepuasan tersendiri dalam memajukan lembaga yang dia pimpin. "Semoga saja, LPK SIEC Padang Pariaman lebih mampu lagi berbuat yang terbaik buat warganya di masa mendatang, terutama di bidang kemajuan tekhnologi informasi yang saat ini menjadi prasyarat utama dalam berbagai bidang kerja," ungkapnya. (501)
Syamsul Bachri Maju dalam Pilwana Majukan Sikucua Barat dengan Potensinya
Syamsul Bachri Maju dalam Pilwana
Majukan Sikucua Barat dengan Potensinya
Kampuang Dalam--Syamsul Bachri, satu dari sekian banyak tokoh masyarakat Nagari Sikucua Barat, Kecamatan V Koto Kampuang Dalam, Kabupaten Padang Pariaman yang ingin maju dan mencalonkan diri jadi calon walinagari setempat tahun ini.
Pria kelahiran 1970 ini ingin memajukan nagari yang baru saja mekar itu dari berbagai ketertinggalannya, dengan memanfaatkan seluruh potensi nagari yang ada. "Sikucua Barat, satu dari empat nagari baru pencahan dari induknya, Sikucua. Punya potensi lahan pertanian yang luas, yang sebagian besarnya penuh dengan tanaman kakao," kata dia saat bersua Singgalang, Senin kemarin di Pariaman.
Menurut Syamsul Bachri, Nagari Sikucua Barat terdiri dari tujuh korong. Yakni, Korong Koto Panjang, Koto Padang, Toboh, Marunggai, Alahan Tabek, Patamuan, dan Korong Air Sonsang Durian Angik. "Nagari yang luas ini, hanya pertanian yang bisa dibanggakan. Itupun jalannya masih di tempat, dan perlu pengembangan," katanya.
"Setelah berkomunikasi dengan berbagai pihak yang ada di Sikucua Barat, baik yang di kampung maupun yang tinggal di rantau, saya mantapkan diri untuk ikut berkompetesi dalam Pilwana tahun ini," ujarnya.
Syamsul Bachri sendiri belum tahu pasti, apakah jadi rencana Pemkab Padang Pariaman menggelar Pilawana serentak tahun ini atau tidak. Yang jelas, sebagai nagari baru pemekaran yang saat ini walinagarinya dijabat oleh seorang pejabat walinagari dari Pemkab daerah ini, tentu harus meletakkan pondasi dasar dalam penataan nagari ini ke depannya.
Katanya lagi, di samping punya lahan pertanian yang luas, Sikucua Barat juga punya potensi yang besar di peratauan. "Kita ingin, antara ranah dan ratau bisa terjalin dengan baik. Banyak hal yang bisa kita lakukan dengan para perantau," sebutnya.
Dalam konsepnya, Syamsul Bachri punya mimpin setiap korong yang ada di Sikucua Barat punya lembaga pendidikan, setidak-tidaknya lembaga pendidikan PAUD dan TK. Pendidikan usia dini ini sangat penting, dan harus jadi perhatian semua pihak. (501)
Majukan Sikucua Barat dengan Potensinya
Kampuang Dalam--Syamsul Bachri, satu dari sekian banyak tokoh masyarakat Nagari Sikucua Barat, Kecamatan V Koto Kampuang Dalam, Kabupaten Padang Pariaman yang ingin maju dan mencalonkan diri jadi calon walinagari setempat tahun ini.
Pria kelahiran 1970 ini ingin memajukan nagari yang baru saja mekar itu dari berbagai ketertinggalannya, dengan memanfaatkan seluruh potensi nagari yang ada. "Sikucua Barat, satu dari empat nagari baru pencahan dari induknya, Sikucua. Punya potensi lahan pertanian yang luas, yang sebagian besarnya penuh dengan tanaman kakao," kata dia saat bersua Singgalang, Senin kemarin di Pariaman.
Menurut Syamsul Bachri, Nagari Sikucua Barat terdiri dari tujuh korong. Yakni, Korong Koto Panjang, Koto Padang, Toboh, Marunggai, Alahan Tabek, Patamuan, dan Korong Air Sonsang Durian Angik. "Nagari yang luas ini, hanya pertanian yang bisa dibanggakan. Itupun jalannya masih di tempat, dan perlu pengembangan," katanya.
"Setelah berkomunikasi dengan berbagai pihak yang ada di Sikucua Barat, baik yang di kampung maupun yang tinggal di rantau, saya mantapkan diri untuk ikut berkompetesi dalam Pilwana tahun ini," ujarnya.
Syamsul Bachri sendiri belum tahu pasti, apakah jadi rencana Pemkab Padang Pariaman menggelar Pilawana serentak tahun ini atau tidak. Yang jelas, sebagai nagari baru pemekaran yang saat ini walinagarinya dijabat oleh seorang pejabat walinagari dari Pemkab daerah ini, tentu harus meletakkan pondasi dasar dalam penataan nagari ini ke depannya.
Katanya lagi, di samping punya lahan pertanian yang luas, Sikucua Barat juga punya potensi yang besar di peratauan. "Kita ingin, antara ranah dan ratau bisa terjalin dengan baik. Banyak hal yang bisa kita lakukan dengan para perantau," sebutnya.
Dalam konsepnya, Syamsul Bachri punya mimpin setiap korong yang ada di Sikucua Barat punya lembaga pendidikan, setidak-tidaknya lembaga pendidikan PAUD dan TK. Pendidikan usia dini ini sangat penting, dan harus jadi perhatian semua pihak. (501)
Setiap OPD Harus Punya Keunggulan dan Inovasi
Setiap OPD Harus Punya Keunggulan dan Inovasi
Padang Pariaman--Bupati Padang Pariaman Ali Mukhni menegaskan, setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) memiliki keunggulan dan inovasi masing-masing. Dalam 100 hari kerja, harus ada perubahan dalam pelayanan yang mengacu kepada visi dan misi kepala daerah. Mementingkan program yang besar daripada kantor yang megah.
"Biar kantornya kecil, tapi hatinya lapang. Intinya pelayanan masyarakat diutamakan dan diatas segala-galanya," kata Bupati Ali Mukhni didampingi Wabup Suhatri Bur, Senin (16/1).
Mengawali tahun anggaran 2017, kata Ali Mukhni, saatnya masyarakat menikmati. Artinya selama 12 tahun memimpin Padang Pariaman tentunya masyarakat harus merasakan kehadiran pemerintah di tengah masyarakat.
"Jadi jangan normatif saja. Datang jam 7 pagi pulang jam 4 sore. Tapi hasil tak ada. Jangan salahkan saya kala ditindak tegas nantinya," kata Alumni Harvard Kennedy School di Amerika Serikat itu.
Sekdakab Jonpriadi minta kepada masing-masing OPD untuk segera menyerahkan nama Pengguna Anggaran (PA), Kuasa Pengguna Anggaran (KPA), Pejabat Penatausahaan Keuangan (PPK) dan Bendahara.
"Paling lambat diserahkan besok (17/1) ke BPKD. Jadi langsung kita tetapkan dengan SK Bupati sehingga percepatan kegiatan dapat terealisasi dengan baik," kata dia.
Terkait pekerjaan fisik, tambah Jonpriadi, segera dikoordinasikan dengan Bagian Pengadaan Barang dan Jasa. Diharapkan bulan Januari ini telah mulai di beberapa OPD. Begitu juga dengan kegiatan rutin, agar kelengkapan administrasi keuangan dipercepat.
"Saat ini kita punya cukup banyak uang. Jika tidak segera dicairkan akan mengendap di kas daerah," ujarnya. (501)
Padang Pariaman--Bupati Padang Pariaman Ali Mukhni menegaskan, setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) memiliki keunggulan dan inovasi masing-masing. Dalam 100 hari kerja, harus ada perubahan dalam pelayanan yang mengacu kepada visi dan misi kepala daerah. Mementingkan program yang besar daripada kantor yang megah.
"Biar kantornya kecil, tapi hatinya lapang. Intinya pelayanan masyarakat diutamakan dan diatas segala-galanya," kata Bupati Ali Mukhni didampingi Wabup Suhatri Bur, Senin (16/1).
Mengawali tahun anggaran 2017, kata Ali Mukhni, saatnya masyarakat menikmati. Artinya selama 12 tahun memimpin Padang Pariaman tentunya masyarakat harus merasakan kehadiran pemerintah di tengah masyarakat.
"Jadi jangan normatif saja. Datang jam 7 pagi pulang jam 4 sore. Tapi hasil tak ada. Jangan salahkan saya kala ditindak tegas nantinya," kata Alumni Harvard Kennedy School di Amerika Serikat itu.
Sekdakab Jonpriadi minta kepada masing-masing OPD untuk segera menyerahkan nama Pengguna Anggaran (PA), Kuasa Pengguna Anggaran (KPA), Pejabat Penatausahaan Keuangan (PPK) dan Bendahara.
"Paling lambat diserahkan besok (17/1) ke BPKD. Jadi langsung kita tetapkan dengan SK Bupati sehingga percepatan kegiatan dapat terealisasi dengan baik," kata dia.
Terkait pekerjaan fisik, tambah Jonpriadi, segera dikoordinasikan dengan Bagian Pengadaan Barang dan Jasa. Diharapkan bulan Januari ini telah mulai di beberapa OPD. Begitu juga dengan kegiatan rutin, agar kelengkapan administrasi keuangan dipercepat.
"Saat ini kita punya cukup banyak uang. Jika tidak segera dicairkan akan mengendap di kas daerah," ujarnya. (501)
Enam Pejabat Eselon IV dan V Kemenag Padang Pariaman Dilantik
Enam Pejabat Eselon IV dan V Kemenag Padang Pariaman Dilantik
Padang Pariaman--Pejabat Kepala Kemenag Padang Pariaman, H. Syamsuir melantik dan mengambil sumpah enam orang pejabat Eselon IV dan V di lingkungan Kemenag setempat, Jumat lalu.
Keenam orang yang dilantik tersebut adalah H. Syfarizal Tuanku Sidi Sati sebagai Kepala Sub Bagian Tata Usaha (Kasubbag TU). Kemudian Irsyad, dilantik sebagai Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (Kasi PD dan Pontren) yang ditinggalkan H. Syfarizal.
Selanjutnya, Suhendiral dilantik sebagai Kepala Seksi Pendidikan Agama Islam (Kasi Pais), sebelumya menjabat Penyelenggara Syariah di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Agam.
Adrizal, yang sebelumnya menjabat Kepala Urusan Tata Usaha (Kaur TU) MTsN Sintuak berpindah menjadi Kaur TU MTsN Pauh Kambar.
Sedangkan jabatan Kaur TU MTsN Sintuak yang ditinggalkan Adrizal diisi oleh Alyusni, yang sebelumnya menjabat Pengelola Bahan Kepegawaian dan Ketatalaksanaan MTsN Sintuak. Sementara, Tando Reni dilantik sebagai Kaur TU MTsN Tandikek yang kosong ditinggal oleh Sadri, yang memasuki purnabhakti bulan Maret 2016 lalu.
Sebelumnya Tando Reni merupakan Pengelola Badan Kepegawaian dan Ketatalaksanaan Kankemenag Kabupaten Padang Pariaman.
"Jabatan adalah amanah dari pimpinan yang telah ditakdirkan oleh Allah SWT, di tangan saudaralah letaknya keberhasilan Kemenag Kabupaten Padang Pariaman, maka bekerjalah secara profesional, disiplin dan tidak menyimpang dari pakta integritas," kata Syamsuir.
Dia juga menegaskan, agar pejabat yang baru dilantik bisa menyesuaikan diri dengan pegawai di lingkungan ini, dimana yang bersangkutan di tempatkan (501)
Padang Pariaman--Pejabat Kepala Kemenag Padang Pariaman, H. Syamsuir melantik dan mengambil sumpah enam orang pejabat Eselon IV dan V di lingkungan Kemenag setempat, Jumat lalu.
Keenam orang yang dilantik tersebut adalah H. Syfarizal Tuanku Sidi Sati sebagai Kepala Sub Bagian Tata Usaha (Kasubbag TU). Kemudian Irsyad, dilantik sebagai Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (Kasi PD dan Pontren) yang ditinggalkan H. Syfarizal.
Selanjutnya, Suhendiral dilantik sebagai Kepala Seksi Pendidikan Agama Islam (Kasi Pais), sebelumya menjabat Penyelenggara Syariah di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Agam.
Adrizal, yang sebelumnya menjabat Kepala Urusan Tata Usaha (Kaur TU) MTsN Sintuak berpindah menjadi Kaur TU MTsN Pauh Kambar.
Sedangkan jabatan Kaur TU MTsN Sintuak yang ditinggalkan Adrizal diisi oleh Alyusni, yang sebelumnya menjabat Pengelola Bahan Kepegawaian dan Ketatalaksanaan MTsN Sintuak. Sementara, Tando Reni dilantik sebagai Kaur TU MTsN Tandikek yang kosong ditinggal oleh Sadri, yang memasuki purnabhakti bulan Maret 2016 lalu.
Sebelumnya Tando Reni merupakan Pengelola Badan Kepegawaian dan Ketatalaksanaan Kankemenag Kabupaten Padang Pariaman.
"Jabatan adalah amanah dari pimpinan yang telah ditakdirkan oleh Allah SWT, di tangan saudaralah letaknya keberhasilan Kemenag Kabupaten Padang Pariaman, maka bekerjalah secara profesional, disiplin dan tidak menyimpang dari pakta integritas," kata Syamsuir.
Dia juga menegaskan, agar pejabat yang baru dilantik bisa menyesuaikan diri dengan pegawai di lingkungan ini, dimana yang bersangkutan di tempatkan (501)
Manfaatkan KKG PAI untuk Mengasah Kemampuan Guru yang Luar Biasa
Manfaatkan KKG PAI untuk Mengasah Kemampuan Guru yang Luar Biasa
Lubuk Alung--Pelantikan dan pembekalan pengurus Kelompok Kerja Guru Pendidikan Agama Islam (KKG PAI) Kecamatan Lubuk Alung, Kabupaten Padang Pariaman, Selasa (17/1) periode 2017-2019, mengusung tema; Komitmen Bersama Pembentukan Karakter Peserta Didik.
Bertempat di gedung pertemuan SDN 01 Lubuk Alung, pelantikan demikian tentunya sebuah momen untuk melangkah ke depannya, memberikan yang terbaik buat pendidikan agama Islam itu sendiri.
Medi Hendra, Ketua Panitia menyebutkan, pelantikan pengurus KKG PAI Lubuk Alung ini tentunya setelah dipilih dan disusun dua bulan yang lewat. Dengan komposisi, Ketua; Masril Umar, wakil Ketua; Medi Hendra dan Welzani, Sekretaris; Nurhasni dan Ayu Afrina Sari, Bendahara; Hj. Marlisnetti dan Mulhidayati.
"Tema Komitmen Bersama Pembentukan Karakter Peserta Didik yang kita usung merupakan bagian dari revolusi mental yang dicanangkan Presiden Joko Widodo," kata Medi Hendra yang aktifis Pemuda Muhammadiyah Sumatera Barat itu.
Katanya lagi, hal itu bagian terpenting dalam Nawacita atau sembilan agenda pokok pemerintah secara nasional. Pada poin ke-8; melakukan revolusi karakter bangsa melalui kebijakan penataan kembali kurikulum pendidikan nasional. Artinya, guru punya peran penting dalam hal ini. Kurikulum 2013 edisi revisi maupun sebelumnya lebih menekankan pada pembentukan karakter. Guru dalam artian kolektif kolegial memiliki peran penting dan peran utama dalam pembentukan karakter peserta didik.
Dia menilai, pembentukan karakter tidak bisa dibebankan hanya pada satu guru bidang studi saja. Karakter itu tidak akan bisa dibayar hanya dengan tatap muka di dalam kelas. Pembentukan karakter peserta didik akan dapat dicapai dengan adanya kerjasama pendidik dengan tenaga kependidikan, juga orang tua, serta adanya kegiatan penunjang seperti eksrakurikuler dan program pengembangan diri. Untuk menjalani pendidikan karakter kepada peserta didik butuh komitmen bersama.
Ketua KKG PAI Lubuk Alung, Masril Umar berjanji akan lebih memaksimalkan peran organisasi yang dia pimpin untuk syiarnya Islam, terutama pada anak-anak SD. "Kami sangat mengharapkan dukungan bapak/ibu kepala sekolah, bimbingan pengawas serta pembinaan dari Kepala UPTD. Berilah peluang kepada KKG PAI untuk berinovasi," ujarnya.
Kepala UPTD Lubuk Alung, Alizwar menilai, untuk mencapai sasaran pendidikan harus menjadi guru yang luar biasa, mampu berkomunikasi dan memanfaatkan teknologi. KKG PAI adalah wadah untuk mengasah itu semua. "Kami sangat apresiasi KKG PAI. Selamat kepada pengurus yang telah dilantik. Teruslah berinovasi, manfaatkan wadah KKG ini untuk mengasah kemampuan menjadi guru yang luar biasa," harapnya.
Pelantikan KKG PAI Lubuk Alung juga dihadiri pengawas SD Lubuk Alung, Desmawati dan Hj. Mainar, serta Suardi Aminsyah Koto, Pengawas PAI Padang Pariaman sekaligus sebagai narasumber pembekalan untuk pengurus KKG PAI Lubuk Alung. (501)
Lubuk Alung--Pelantikan dan pembekalan pengurus Kelompok Kerja Guru Pendidikan Agama Islam (KKG PAI) Kecamatan Lubuk Alung, Kabupaten Padang Pariaman, Selasa (17/1) periode 2017-2019, mengusung tema; Komitmen Bersama Pembentukan Karakter Peserta Didik.
Bertempat di gedung pertemuan SDN 01 Lubuk Alung, pelantikan demikian tentunya sebuah momen untuk melangkah ke depannya, memberikan yang terbaik buat pendidikan agama Islam itu sendiri.
Medi Hendra, Ketua Panitia menyebutkan, pelantikan pengurus KKG PAI Lubuk Alung ini tentunya setelah dipilih dan disusun dua bulan yang lewat. Dengan komposisi, Ketua; Masril Umar, wakil Ketua; Medi Hendra dan Welzani, Sekretaris; Nurhasni dan Ayu Afrina Sari, Bendahara; Hj. Marlisnetti dan Mulhidayati.
"Tema Komitmen Bersama Pembentukan Karakter Peserta Didik yang kita usung merupakan bagian dari revolusi mental yang dicanangkan Presiden Joko Widodo," kata Medi Hendra yang aktifis Pemuda Muhammadiyah Sumatera Barat itu.
Katanya lagi, hal itu bagian terpenting dalam Nawacita atau sembilan agenda pokok pemerintah secara nasional. Pada poin ke-8; melakukan revolusi karakter bangsa melalui kebijakan penataan kembali kurikulum pendidikan nasional. Artinya, guru punya peran penting dalam hal ini. Kurikulum 2013 edisi revisi maupun sebelumnya lebih menekankan pada pembentukan karakter. Guru dalam artian kolektif kolegial memiliki peran penting dan peran utama dalam pembentukan karakter peserta didik.
Dia menilai, pembentukan karakter tidak bisa dibebankan hanya pada satu guru bidang studi saja. Karakter itu tidak akan bisa dibayar hanya dengan tatap muka di dalam kelas. Pembentukan karakter peserta didik akan dapat dicapai dengan adanya kerjasama pendidik dengan tenaga kependidikan, juga orang tua, serta adanya kegiatan penunjang seperti eksrakurikuler dan program pengembangan diri. Untuk menjalani pendidikan karakter kepada peserta didik butuh komitmen bersama.
Ketua KKG PAI Lubuk Alung, Masril Umar berjanji akan lebih memaksimalkan peran organisasi yang dia pimpin untuk syiarnya Islam, terutama pada anak-anak SD. "Kami sangat mengharapkan dukungan bapak/ibu kepala sekolah, bimbingan pengawas serta pembinaan dari Kepala UPTD. Berilah peluang kepada KKG PAI untuk berinovasi," ujarnya.
Kepala UPTD Lubuk Alung, Alizwar menilai, untuk mencapai sasaran pendidikan harus menjadi guru yang luar biasa, mampu berkomunikasi dan memanfaatkan teknologi. KKG PAI adalah wadah untuk mengasah itu semua. "Kami sangat apresiasi KKG PAI. Selamat kepada pengurus yang telah dilantik. Teruslah berinovasi, manfaatkan wadah KKG ini untuk mengasah kemampuan menjadi guru yang luar biasa," harapnya.
Pelantikan KKG PAI Lubuk Alung juga dihadiri pengawas SD Lubuk Alung, Desmawati dan Hj. Mainar, serta Suardi Aminsyah Koto, Pengawas PAI Padang Pariaman sekaligus sebagai narasumber pembekalan untuk pengurus KKG PAI Lubuk Alung. (501)
10.000 Batang Bibit Manggis Diserahkan ke Masyarakat Sintuak
10.000 Batang Bibit Manggis Diserahkan ke Masyarakat Sintuak
Sintuak--Sebanyak 10.000 batang bibit manggis mulai ditanam di Nagari Sintuak, Kecamatan Sintuak Toboh Gadang, Kabupaten Padang Pariaman. Bibit manggis tersebut diberikan kepada masyarakat yang memanfaatkan lahan kosong. Lima tahun ke depan, Nagari Sintuak bakal menjadi sentra manggis di daerah itu.
Wakil Bupati Padang Pariaman, Suhatri Bur mengatakan hal itu pada serah terima bibit manggis sekaligus penanaman perdana kepada kelompok tani manggis Nagari Sintuak dalam rangka meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat, di Korong Rimbo Karanggo, Selasa (17/1). Penyerahan disaksikan Dandim 0308 Pariaman Letkol. Endro, anggota DPRD Padang Pariaman Fraksi PKB Hasan Basri, Camat Sungai Limau Defriatos (sebelumnya Camat Sintoga), Camat Sintoga Elda Husniwar, Walinagari Sintuak Anasril Nazar, para walikorong di Sintuak dan perwakilan petani penerima bibit manggis.
Menurut Suhatri Bur, penyerahan bibit manggis ini merupakan langkah strategis Walinagari Sintuak dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. Walinagari Sintuak tidak hanya memikirkan fisiknya pembangunan, namun yang tidak kalah strategisnya adalah upaya dalam mendorong peningkatan ekonomi masyarakat.
"Dari 10.000 batang bibit manggis ini, jika berhasil saja separohnya, berarti ada 5.000 pohon manggis di Sintuak. Jika satu batang saja mampu menghasilkan uang Rp3 juta sekali musim manggis, berarti bisa Rp1,5 trilyun uang beredar di Nagari Sintuak. Ini merupakan potensi yang patut diberikan apresiasi," kata Suhatri Bur menambahkan.
Dandim Endro menyebutkan, masyarakat juga perlu mendukung program yang sudah dibuat oleh Walinagari. Artinya, masyarakat harus pula bertanggungjawab dari bantuan yang diberikan. Setelah menerima bibit, jangan dibiarkan saja tanamannya. Tetapi perlu dirawat dan dijaga agar hasilnya bisa maksimal.
"Tahun 2017 ini TNI akan mendukung program pengoptimalan lahan pertanian dengan memberdayakan lahan pertanian yang masih tidur. Saat ini negara kita diserang dari luar dengan produk-produk hasilan pertanian. Lihat saja berbagai jenis buah-buahan didatangkan dari luar. Sementara Indonesia memiliki lahan yang luas untuk diolah menjadi lahan pertanian," kata Endro.
Walinagari Sintuak Anasril Nazar menyebutkan, ide awal dari program pengadaan bibit manggis ini adalah informasi dari eksportir manggis yang banyak mendatangkan manggis. Ternyata manggis bukan hanya dikonsumsi oleh masyarakat di daerah ini, namun sudah menjadi konsumsi internasional. Pasar luar negeri sangat membutuhkan pasokan buah manggis.
"Selain itu, manggis tidak saja isi buahnya yang putih dimakan, namun juga bermanfaat untuk obat. Bahkan buah manggis bisa dibuat minuman jus. Sehingga manggis memiliki prospek ekonomis tinggi," ujar dia.
Menurut Anasril, pengadaan bibit ini berasal dari dana desa tahun 2016 dengan anggaran sekitar Rp150 juta. Mudah-mudahan lima tahun ke depan, Nagari Sintuak benar-benar menjadi sentra manggis di Kabupaten Padang Pariaman. (501)
Sintuak--Sebanyak 10.000 batang bibit manggis mulai ditanam di Nagari Sintuak, Kecamatan Sintuak Toboh Gadang, Kabupaten Padang Pariaman. Bibit manggis tersebut diberikan kepada masyarakat yang memanfaatkan lahan kosong. Lima tahun ke depan, Nagari Sintuak bakal menjadi sentra manggis di daerah itu.
Wakil Bupati Padang Pariaman, Suhatri Bur mengatakan hal itu pada serah terima bibit manggis sekaligus penanaman perdana kepada kelompok tani manggis Nagari Sintuak dalam rangka meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat, di Korong Rimbo Karanggo, Selasa (17/1). Penyerahan disaksikan Dandim 0308 Pariaman Letkol. Endro, anggota DPRD Padang Pariaman Fraksi PKB Hasan Basri, Camat Sungai Limau Defriatos (sebelumnya Camat Sintoga), Camat Sintoga Elda Husniwar, Walinagari Sintuak Anasril Nazar, para walikorong di Sintuak dan perwakilan petani penerima bibit manggis.
Menurut Suhatri Bur, penyerahan bibit manggis ini merupakan langkah strategis Walinagari Sintuak dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. Walinagari Sintuak tidak hanya memikirkan fisiknya pembangunan, namun yang tidak kalah strategisnya adalah upaya dalam mendorong peningkatan ekonomi masyarakat.
"Dari 10.000 batang bibit manggis ini, jika berhasil saja separohnya, berarti ada 5.000 pohon manggis di Sintuak. Jika satu batang saja mampu menghasilkan uang Rp3 juta sekali musim manggis, berarti bisa Rp1,5 trilyun uang beredar di Nagari Sintuak. Ini merupakan potensi yang patut diberikan apresiasi," kata Suhatri Bur menambahkan.
Dandim Endro menyebutkan, masyarakat juga perlu mendukung program yang sudah dibuat oleh Walinagari. Artinya, masyarakat harus pula bertanggungjawab dari bantuan yang diberikan. Setelah menerima bibit, jangan dibiarkan saja tanamannya. Tetapi perlu dirawat dan dijaga agar hasilnya bisa maksimal.
"Tahun 2017 ini TNI akan mendukung program pengoptimalan lahan pertanian dengan memberdayakan lahan pertanian yang masih tidur. Saat ini negara kita diserang dari luar dengan produk-produk hasilan pertanian. Lihat saja berbagai jenis buah-buahan didatangkan dari luar. Sementara Indonesia memiliki lahan yang luas untuk diolah menjadi lahan pertanian," kata Endro.
Walinagari Sintuak Anasril Nazar menyebutkan, ide awal dari program pengadaan bibit manggis ini adalah informasi dari eksportir manggis yang banyak mendatangkan manggis. Ternyata manggis bukan hanya dikonsumsi oleh masyarakat di daerah ini, namun sudah menjadi konsumsi internasional. Pasar luar negeri sangat membutuhkan pasokan buah manggis.
"Selain itu, manggis tidak saja isi buahnya yang putih dimakan, namun juga bermanfaat untuk obat. Bahkan buah manggis bisa dibuat minuman jus. Sehingga manggis memiliki prospek ekonomis tinggi," ujar dia.
Menurut Anasril, pengadaan bibit ini berasal dari dana desa tahun 2016 dengan anggaran sekitar Rp150 juta. Mudah-mudahan lima tahun ke depan, Nagari Sintuak benar-benar menjadi sentra manggis di Kabupaten Padang Pariaman. (501)
Langganan:
Postingan (Atom)




