Rabu, 21 Agustus 2019

Air Mata Haru Lepas Kepergian Mahasiswa KKN Unitas Silakan Ambil yang Baik dan Jangan Lupakan Toboh Ketek

Enam Lingkung--Air mata haru tumpah di lapangan volli Toboh Ketek, Selasa (20/8) dini hari. Suara Walinagari Toboh Ketek, Muhammad Nasir Datuak Mangkudun serak, tertahan di kerengkongan saat menyampaikan selamat berpisah kepada seluruh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UNiversitas Tamansiswa (Unitas) Padang.
    Air mata walinagari yang juga seorang niniak mamak dalam kaumnya itu tumpah juga, setelah seorang mahasiswa, Armontoni, menyampaikan dengan suara serak, bahwa pihaknya memang tidak lagi di Toboh Ketek. Tetapi hati dan perasaan tetap ada dan tetap hadir di nagari yang berada di Kecamatan Enam Lingkung, Kabupaten Padang Pariaman tersebut.
    Sebelumnya, sejak Senin malam pihak Nagari Toboh Ketek bersama seluruh mahasiswa sengaja melakukan acara perpisahan dengan menampilkan hiburan orgen tunggal. Malam perpisahan sekalian juga penyerahan hadiah bagi pemenang dalam berbagai lomba yang diadakan pada momen 17 Agustus tersebut.
    Tawa dan joget antara mahasiswa dan pemuda serta walikorong yang ada malam itu meriah sekali. Masing-masing kelompok menampilkan dua buah lagu, sambil berjoget ria. Sampai-sampai Camat Enam Lingkung, Datuak Rustam yang menutup masa KKN di Toboh Ketek malam itu menyumbangkan sejumlah lagu dengan suara emasnya. Tak ketinggalan, tengah malam, Wabup Padang Pariaman Suhatri Bur menyempatkan diri hadir menyaksikan malam perpisahan demikian.
    Memang, selama 40 hari masa KKN di Toboh Ketek diminta oleh Walinagari Muhammad Nasir untuk menambah waktu, lantaran banyak kegiatan yang diadakan nagari pada momen HUT RI tersebut. "Ada momen besar di nagari yang diadakan setelah masa KKN berakhir. Makanya, kita minta waktunya ditambah," kata Muhammad Nasir.
    "Ada Idul Adha, Maulid Nabi Muhammad Saw di Pesantren Darul IKhlas, dan momen 17 Agustus dengan menggelar banyak lomba bagi masyarakat," ungkapnya.
    Idul Adha, katanya, adalah momen tersendiri yang berlaku di lingkungan Toboh Ketek. Tentunya, momen ini perlu bagi mahasiswa yang sedang ber-KKN, dimana hal ini adalah kearifal lokal yang tak dijumpai di nagari lainnya di Sumatera Barat. "Di Toboh Ketek, Shalat Id dilakukan di surau kaum. Masjid sengaja tak dipakai. Masyarakat yang berkurban, sebelum dimasak di rumahnya daging kurban dimasak dulu di surau," katanya.
    Setelah masak, lanjut Muhammad Nasir, diadakan mendoa sekalian jamuan makan sore menjelang senja. Tidak sekedar itu, masyarakat yang berkurban pun melakukan kenduri di rumahnya dengan seorang urang siak. "Silakan ambil semua yang baik-baik selama di Toboh Ketek. Dan tinggalkan yang buruknya," pinta Muhammad Nasir.
    Menerut Muhammad Nasir, selama ini Nagari Toboh Ketek berdiri, baru kali ini ada perpisahan dengan anak KKN yang sampai menitikan air mata. "Empat kelompok mahasiwa menempati empat korong; Korong Simpang Tigo, Labuah, Tanjuang Baring, dan Korong Parit Pontong, kita berlakukan sama. Semuanya, terutama yang tetap di poskonya selalu hadir di Kantor Walinagari," katanya.
    "Awalnya, saya minta hadir sesekali di kantor. Eh, nyatanya mereka bisa dan menyanggupi tiap pagi, terutama pada saat jam kerja," sebut Muhammad Nasir. Jadi, dengan itu pula banyak persoalan yang dipecahkan selama mereka hadir dan bicara sewaktu di kantor nagari tersebut.
    Alhamdulillah, lanjutnya, mungkin selama KKN mahasiswa tak pernah menemui kendala yang berarti. "Dimanapun kendalanya, selalu ada jalan keluar. Mau mencari bahan baku untuk pupuk, ada mobil yang disediakan. Pokoknya, mahasiswa bagaikan anak nagari Toboh Ketek itu sendiri," ungkapnya.
    Tak hanya Walinagari Muhammad Nasir yang menitikan air mata sampai membasahi wajahnya dari genangan banjir air mata haru, tetapi juga seluruh mahasiswa, tokoh pemuda, tokoh perantau, dan masyarakat secara umum yang hadir dan menyaksikan malam perpisahan dan hiburan yang berlangsung hingga dini hari tersebut.
    Apalagi, masing-masing kelompok mahasiswa KKN lumayan dan amat dekat dengan walikorong tempat mereka tinggal. "Bapisah bukannyo bacarai. Kita tetap bersama. Silakan kembali ke Toboh Ketek. Pintu selalu terbuka untuk mahasiswa Tamsis," kata Walikorong Simpang Tigo, Indra Yanuar.
    Ucok, begitu Indra Yanuar sering disapa banyak orang di Toboh Ketek, terkenal dengan walikorong gaul. Disebut demikian, lantaran Ucok juga pemain orgen tunggal. Senang bergaul dengan mahasiswa KKN. Sesekali dia mengajak mahasiswa membuat acara begadang, membakar ikan bersama. Dan bahkan ada pula diajak mandi-mandi ke luar daerah, sebagai hiburan sekalian menghilangkan rasa jenuh mahasiswa di posko KKN.
    Lagu yang diciptakan Armontoni, mahasiswa kelompok III membuat suasana antara mahasiswa dan masyarakat Toboh Ketek semangkin cair dan amat sangat akrap. Apalagi lagu itu menggambarkan seluruh potensi alam, gambaran alam Toboh Ketek, akan membuat perantau nagari itu ingin cepat pulang.
    Lagu telah disebar lewat sosial media youtube, dan dalam waktu sekecap lagu itu sudah banyak penggemarnya. Armontoni menyerahkan hak ciptanya ke Nagari Toboh Ketek. "Silakan diperbanyak CD-nya nanti. Boleh dikomersilkan sebagai pemasukan untuk nagari," pinta Armontoni yang juga Sekretaris Walinagari IV Koto Aua Malintang Selatan ini. (501)

Mahasiswa KKN Unitas di Toboh Ketek Dari Menciptakan Lagu Wajib Hingga Pembagian Bibit Tanaman Produktif

Enam Lingkung--Ratusan bibit tanaman produktif dari berbagai jenis di sebar oleh mahasiswa kelompok III Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Tamansiswa (Unitas) Padang, di KOrong Labuah, Nagari Toboh Ketek, Kecamatan Enam Lingkung, Kabupaten Padang Pariaman. Di samping upaya penghijauan, tentunya tanaman demikian bisa pula jadi nilai tambahan ekonomi oleh masyarakat itu sendiri.
    Ketua Kelompok III KKN Unitas, Rahmat Saputra bersama Sekretarisnya Rahma Qori Latifa menyebutkan, kegiatan pembagian bibit tanaman produktif ini adalah salah satu dari sekian banyak program yang dilakukannya di Labuah selama melakukan KKN.
    "Temanya, pemanfaatan pengolahan perkarangan rumah dengan menanam tanaman produktif seperti tomat, cabe, terong, seledri, pokat, dan lainnya. Kita berharap, tanaman ini menghasilkan penghijauan Nagari Toboh Ketek, khususnya Korong Labuah," ungkapnya.
    Menurut Puput, sapaan akrap Rahmat Saputra, bibit ini sengaja dibagikan kepada seluruh masyarakat Korong Labuah, sebuah korong yang indah, rancak dipenuhi oleh hamparan sawah nan menghijau, serta dikelilingi oleh lokasi pembuatan batubata. "Semoga saja ini menjadikan hubungan baik mahasiswa dengan masyarakat," sebutnya.
    Di samping itu, pihaknya juga melakukan sosialisasi berbagai penyakit masyarakat, seperti narkoba, LGBT, judi, kenakalan anak dan remaja, dan persoalan terkait program yang dibawa dari kampus. "Kita di kelompok III ini dari berbagai jurusan. Mulai dari Fakultas Hukum, Ekonomi, dan Pertanian," ungkapnya.
    KKN yang dilakukan sejak 1 Juli dan berakhir 10 Agustus, kata Puput, telah memberikan warna tersendiri bagi mahasiswa selama di Toboh Ketek. "Satu hal yang paling menarik dan yang berkesan, Armontoni, mahasiswa Fakultas Hukum secara bersama-sama menciptakan sebuah lagu yang berjudul Toboh Ketek," katanya.
    "Lagu ini telah diserahkan hak ciptanya ke Walinagari Toboh Ketek, Muhammad Nasir Datuak Mangkudun," ujar dia. Pihaknya berharap, lagu demikian bisa dijadikan sebagai lagu wajib di Nagari Toboh Ketek. Lagu ini menggambarnya seluruh potensi dan gambaran alam yang ada di empat korong yang ada di nagari itu.
    Sementara, Walikorong Labuah Syukran menyampaikan terima kasih banyak kepada mahasiswa kelompok III yang telah melakukan berbagai hal yang terkait dengan kemajuan korong. "Meskipun kita dipisahkan oleh waktu, hubungan silaturrahim antara masyarakat Labuah dengan mahasiswa Tamsis tidak terputus. Tetap tersambung. Kami dengan senang hati dan membuka ruang, kapan saja mahasiswa datang kembali ke kampung kami," ujarnya. (501)

Tanggapi Keluhan Direktur PDAM Padang Pariaman dan Jajaran Lansung Turun

Katapiang--Aksi cepat tanggap diperlihatkan oleh Perusahaan Daerah Air Mimun (PDAM) Padang Pariaman atas setiap keluhan masyarakat. Rabu (21/8) Direktur PDAM Padang Pariaman Aminuddin didampingi Kepala Bagian Teknik Hendri Agusta, Kabag Hubungan Langganan beserta staf lainnya dan juga Kepala Unit PDAM Batang Anai segera menyusuri kawasan Talao Mundam.
    Hal ini dilakukan oleh PDAM Batang Anai menyikapi keluhan masyarakat bahwa air PDAM ada yang tidak mengalir dan ada pula yang alirannya kecil di kawasan tersebut. Dari kawasan itu, rombongan direktur melanjutkan penyisiran ke kawasan sumber air di Lubuak Lonsong, Sikuliek, Nagari Sungai Buluah, Kecamatan Batang Anai.
    Ternyata di sumber air memang mengalami gangguan. Debet (ketersediaan) air yang jauh mengecil. Hal ini dipengaruhi kemarau beberapa waktu terakhir. “Ini faktor alam yang tidak bisa kita tolak. Tetapi solusinya tetap kita lakukan,” kata Aminuddin.
    Solusi yang dimaksud Aminuddin adalah memaksimalkan sumber lain yang bisa diarahkan ke lokasi Talao Mundam dan sekitarnya itu. Akan tetapi prosesnya tentu tak segampang yang difikirkan banyak orang. “Mudah-mudahan bisa dilaksanakan dalam waktu relatif singkat," ujar dia.
    Kepada masyarakat konsumen yang mengalami gangguan, Aminuddin menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan itu. “Kita akan bekerja maksimal untuk memberikan layanan terbaik kepada masyarakat sebagai konsumen,” tandas Aminuddin. (501)

Baznas Padang Pariaman Salurkan Rp340 Juta untuk Modal Usaha

Padang Pariaman--Bupati Padang Pariaman Ali Mukhni menyerahkan modal usaha program pemberdayaan ekonomi Padang Pariaman Makmur 2019, Rabu (21/08) di Gedung Saiyo Sakato Pariaman kepada 340 orang masyarakat penerima.
    Ali Mukni berpesan kepada seluruh masyarakat penerima bantuan Program Padang Pariaman Makmur ini agar dapat memanfaatkannya dengan baik untuk memajukan usaha yang dimiliki. "Dengan adanya bantuan dana zakat ini masyarakat Padang Pariaman dapat meningkatnya perkonomian dan kesejahteraannya," ujarnya.
    Ia juga menyampaikan terkait musibah kebakaran yang menimpa kantor Baznas (Badan Amil Zakat Nasional) Padang Pariaman bulan lalu, Pemkab Padang Pariaman tengah menyiapkan kantor baru untuk Baznas di Masjid Raya yang saat ini dalam proses pembangunan.
    Sebanyak 20 orang penerima modal usaha dari masing-masing kecamatan se Padang Pariaman menerima modal usaha berupa uang tunai senilai satu juta rupiah kepada setiap penerima bantuan dan dengan total bantuan senilai Rp340 juta. Program Pemberdayaan Ekonomi Padang Pariaman Makmur ini merupakan kegiatan tahunan dari Baznas yang diserahkan sebagai modal usaha untuk masyarakat yang sudah memiliki usaha.
    Syamsuardi Surma, Ketua Baznas Padang Pariaman menyampaikan bahwa program ini merupakan program tahunan yang dilaksanakan oleh Baznas. Ia juga menyampaikan, bahwa Baznas memiliki target pengumpulan zakat pada 2019 yakni Rp7,2 miliar dan sebagian sudah disalurkan kepada masyarakat melalui beberapa program unggulan.
    "Selain program Padang Pariaman Makmur, Baznas Padang Pariaman juga memiliki program unggulan lainnya seperti program Padang Pariaman Taqwa yang merupakan program bantuan kepada imam, khatib, gharin, guru TPA dan anak yatim yang sudah disalurkan pada Ramadan lalu. Selanjutnya program Padang Pariaman Sehat yang memberikan bantuan kepada masyarakat dalam pembayaran iuran BPJS," tutupnya. (501)

Tiga Orang Kader Jadi Anggota Dewan Pramuka Mengajarkan Pemimpin Baik Serta Bermanfaat Bagi Masyarakat, Bangsa dan Negara

Padang Pariaman--Tiga orang tokoh dan kader terbaik Pramuka Padang Pariaman berhasil menduduki posisi menjadi anggota DPRD daerah itu masa bakti 2019-2024. Ketiganya; Dewiwarman, yang saat ini menjadi Pejabatt Ketua Kwartir Cabang 0305 Gerakan Pramuka Kabupaten Padang Pariaman. Kemudian Happy Neldy, yang saat ini menjadi Wakil Ketua Kwarcab dan Aprinaldi, yang juga Wakil Ketua Kwarcab.
    Ketiga kader Pramuka tersebut menjadi anggota DPRD Padang Pariaman dari Daerah Pemilihan (Dapil) yang berbeda dan partai politik yang berbeda pula. Dewiwarman maju dari Dapil III dengan kendaraan politiknya PPP. Sedangkan Happy Neldy maju dari Dapil II dengan kendaraan politiknya Partai Gerindra dan Aprinaldi maju dari Dapil IV dengan PAN.
    Dari ketiga kader Pramuka tersebut hanya Aprinaldi yang baru menjadi anggota DPRD Padang Pariaman. Sementara Dewiwarman dan Happy Neldy sudah menjadi anggota DPRD pada priode 2014-2019. Dewiwarman atau yang lebih dikenal dengan Kak Dwi merupakan sosok yang sudah tidak asing lagi di lingkungan Kwartir Cabang 0305 Gerakan Pramuka Padang Pariaman. Hal itu terjadi karena kedekatannya baik secara pribadi maupun kelembagaan dengan hampir sebagian besar pengurus dan anggota Gerakan Pramuka mulai dari Gugus Depan, Kwartir Ranting, Kwartir Cabang, Satuan Karya Pramuka dan lain-lainnya.
    Mulai bergabung dan berkecimpung dengan Pramuka tahun 1982 lalu ketika bersekolah di SMP Negeri 1 Sungai Limau. "Ketika itu saya baru kelas II SMP," tuturnya. Kak Dwi mengaku awalnya bergabung dengan Pramuka karena diajak Almarhumah Buk Darmis, guru Bahasa Indonesia pada SMPN 1 Sungai Limau. Hal itu terus berlanjut sampai ke SMA. Setamat dari SMAN 1 Sungai Limau tahun 1986, ayah dari lima anak ini menjadi pembantu pembina Pramuka di almaternya SMPN 1 dan SMAN 1 Sungai Limau.
    Kemudian juga menjadi pembantu pembina di SMAN 1 V Koto Kampung Dalam. Lalu ketika diadakan Musyawarah Ranting Gerakan Pramuka Kecamatan V Koto Kampung Dalam, suami dari Nurliati, guru SMAN 2 Sungai Limau, yang lahir tanggal 12 April 1966 itu terpilih menjadi Andalan Ranting Urusan Sekretaris (Andruset). Kemudian terpilih menjadi Wakil Sekretariat, Sekretaris dan Ketua Harian Kwarcab Pramuka Padang Pariaman.
    Namun sejak tahun 2017 alumni Program Pasca Sarjana Fakultas Hukum Unes itu dipercayakan menjadi Pejabat Ketua karena Ketua Kwarcab Ali Mukhni mengundurkan diri. "Pramuka banyak mendidik dan membentuk kepribadian saya. Pramuka juga mengajarkan kepada saya bagaimana cara menjadi manusia yang beriman dan menjadi pemimpin yang baik dan bermanfaat bagi masyarakat, bangsa dan negara," katanya.
    Sementara Happy Neldy, ayah dari 2 putera dan suami dari Ferita Anggirani mulai bergabung dengan Kwartir Cabang 0305 Gerakan Pramuka Padang Pariaman sejak tahun 2015 dengan jabatan Wakil Ketua Kwarcab. Walau baru bergabung dengan Kwarcab bukan berarti Pramuka barang baru baginya. "Saya mulai bergabung dengan Pramuka sejak kelas II di SMPN 3 Tanjung Pinang. Kemudian terputus. Namun aktif lagi di Pramuka setelah satu tahun duduk sebagai mahasiswa pada Fakultas Ekonomi Unand. Sampai tamat tahun 1991 terus aktif di Racana Unand," kata Ketua DPRD Padang Pariaman ini.
    Pengalamannya memegang berbagai jabatan di organisasi baik organisasi sosial kemasyarakatan maupun organisasi sosial poliik, tidak bisa dipandang sebelah mata. Happy Neldy pernah menjadi Sekretaris Partai PKPI dan anggota DPRD Padang Pariaman priode 2004-2009. Sejak enam tahun lalu menjadi Ketua DPC Gerindra Padang Pariaman dan tanggal 14 Agustus 2019 kemaren kembali diambil sumpahnya menjadi anggota DPRD Padang Pariaman priode kedua, yaitu 2019-2024, dan sekaligus menerima palu sidang sebagai Ketua DPRD.
    Sementara Aprinaldi sudah dikenal sebagai orang yang karatan di dunia kepramukaan di Padang Pariaman. Bergabung di Pramuka sejak kelas V SD dan berlanjut terus sampai ke SMP, SMA dan UNP. Berbagai kegiatan kepramukaan mulai dari tingkat cabang, daerah, nasional, regional dan internasional sudah diikutinya.
    Suami Yona Arisca kekahiran Kubu, Kampung Dalam 15 April 1983 lalu ini pernah mewakili Kwarcab Padang Pariaman dalam kegiatan Jamboori Pengakap Malaysia di Malaka dan Negeri Sembilan. Kak Ap, begitu dia dipanggil, juga beberapa kali mengikuti Raimuna Nasional dan Perkemahan Wira Karya Nasional. Mantan Ketua Dewan Kerja Cabang Padang Pariaman ini dua priode menjadi Ketua Osis di SMAN 1 V Koto Kampung Dalam. Kemudian pernah menjadi Ketua Satma PP Padang Pariaman, Ketua Harian Perpani Sumbar dan Ketua KONI Padang Pariaman serta sejibun jabatan lainnya di banyak organisasi. (501)

Selasa, 20 Agustus 2019

BP4 Patamuan Dituntut untuk Terus Memberikan yang Terbaik

Patamuan--Badan Penasihatan Pembinaan dan Pelestarian Perkawinan (BP4) Kecamatan Patamuan, Kabupaten Padanmg Pariaman menggelar kursus calon pengantin (Catin), Selasa (20/8) di sekretariat BP4 setempat. Kursus Catin ini merupakan agenda rutin BP4 setiap ada peristiwa nikah di lingkungan kerjanya.
Ketua BP4 Patamuan Princ Ahmad Ruzy bersama Sekretarisnya Helvi Harmi menjelaskan, kursu kali ini diikuti enam pasang Catin. "Untuk ini pula, kita sengaja mendatangkan empat motivator sekaligus, yakni Basir, anggota DPRD Padang Pariaman tiga periode, Tuanku Damanhuri, Ketua PWI Padang Pariaman, Khairunnas, Walinagari Kampuang Tanjuang Koto Mambang Sungai Durian, Saharuddin, Walinagari Tandikek," katanya.
Bersama Kepala KUA Patamuan, Ahmad Ruzy menyebutkan, kursus yang mendatangkan motivator ini sudah yang kedua kalinmya dilakukan di wilayah kerja BP4 kecamatan ini. Sebelumnya, juga mendatangkan Camat Patamuan, Imran Rafi'i dan pakar ekonomi syariah Padang Pariaman.
"Kita ingin, para Catin ini mengetahui semua selub-beluk persoalan dalam rumah tangga, termasuk juga persoalan sosial kemasyarakat. Sehingga cita-cita mewujudkan keluarga sakinah, mawaddah, warrahmah akan bisa terkabul," ungkapnya.
Enam pasang Catin itu, katanya, adalah David Harlen Triandi dan Oppy Aspri Dinicha, Zainal Ambiai dan Sarah Hayati, M. Muliadi dan Nutri Afika, Syahrizal dan Mawarniatun, Ilham Sukriadi dan Pitria Deli, dan Ilfa Herfendi dan Nola Deli Harnika.
Basir yang memberikan materi soal kekerasan dalam rumah tangga menilai, pentingnya kerjasama yang baik di antara suami dan istri. Kerjasama berlanjut dengan saling pengertian, dan saling memahami satu sama lain. "Banyaknya terjadi kasus kekerasan dalam rumah tangga, lantaran tidak ada lagi saling percaya-mempercayai. Malah yang ada itu sebaliknya, sehingga rumah tangga rapuh dan akhirnya punah," ungkap anggota dewan dari Partai Demokrat ini.
Sementara, Tuanku Damanhuri mengajak para Catin untuk banyak belajar dari kasus yang telah terjadi. "Kurang ilmu dalam berumah tangga membuat pasangan pengantin mudah dihinggapi oleh berbagai pengaruh yang akan merusak rumah tangga itu sendiri. Untuk itu, jangan pernah lelah untuk terus belajar, sebagaimana ajaran Nabi Muhammad Saw, bahwa menuntut ilmu dimulai sejak dari buayan hingga maut menjemput kita," katanya.
Walinagari Tandikek Saharuddin dan Walinagari Kampuang Tanjung Koto Mambang Sungai Durian Khairunnas menyampaikan pentingnya kewaspadaan sang istri ketika usia mencapai 40 tahun. Dimana masa-masa itu adalah siklus puberitas kedua bagi kaum laki-laki.
"Kalau hal ini bisa antisipasi, maka harmonisasi rumah tangga akan tetap terjaga dengan baik," sebutnya. Artinya, kata mereka, yang paling penting dalam rumah tangga itu saling menjaga rahasia satu sama lain. Jangan sampai ada suami menjelek-jelekan istrinya didepan banyak orang. Begitu pula sebaliknya.
Kepala KUA Patamuan Kasmir terus mendorong BP4 untuk terus memberikan yang terbaik bagi pasangan pengantin. "Kita di jajaran KUA kecamatan itu terus meningkatkan pelayanan, dan bahkan semakin cepat proses akad nikah saat ini, bila dibandingkan dengan masa-masa sebelum ini. (501)

RSUD Padang Pariaman Diminta Menyamakan Persepsi dengan OPD

Parit Malintang--Sekretaris Daerah Padang Pariaman Jonpriadi membuka secara resmi rapat sinkronisasi dan persamaan persepsi antara RSUD dengan OPD, di Aula Puncak Anai RSUD Padang Pariaman, Selasa (20/08).

Rapat yang bertemakan Kemandirian RSUD dalam Peningkatan Pengelolaan Keuangan dan Mutu Layanan RSUD ini dihadiri Ketua Asosiasi Rumah Sakit Daerah (Arsada) Pusat Dr. R. Heru Ariyadi, Kepala Bagian Organisasi tata Laksana Kemenkes Ika Trisia, perwakilan BPKP Sumbar Hardiansyah, Ketua DPRD  Padang Pariaman, Happy Neldy, Staf Ahli, Asisten, Kepala OPD di lingkungan Pemkab Padang Pariaman.

Ketua DPRD Padang Pariaman Happy Neldy mengajak seluruh lapisan masyarakat, ASN hingga anggota DPRD agar berobat dan menggunakan layanan RSUD. Ajakannya ini bertujuan untuk turut membangun dan mempopulerkan RSUD milik daerah.

"Apalagi semua sarana dan prasarana yang ada di RSUD ini sudah sangat lengkap dengan pelayanan yang sudah prima dan melebihi standar," katanya.


Senada dengan itu, Sekda Jonpriadi juga menyampaikan harapan yang sama dan agar bekerjasama dalam meningkatkan produk pelayanan, mempromosikan RSUD Padang Pariaman.

"Supaya RSUD kita menjadi kunjungan pertama oleh masyarakat Padang Pariaman sehingga pengelolaan keuangan yang akan masuk di RSUD bisa tercapai sesuai dengan target yang ada," katanya.
Dia mengajak seluruh peserta yang hadir pada acara itu untuk dapat berkomitmen dalam peningkatkan pengelolaan keuangan dan mutu layanan RSUD sehingga bisa meningkatkan PAD Padang Pariaman.


Sementara itu, Direktur RSUD Padang Pariaman, dr. Lismawati M. Biomed menjelaskan bahwa rapat hari itu adalah dalam rangka menyamakan persepsi antara DPRD dan OPD terkait dengan RSUD tentang status RSUD yang sudah menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).


"Sebagai BLUD, RSUD Padang Pariaman sudah harus mengurus diri sendiri, mengelola keuangan sendiri, namun masih butuh bimbingan, pengawasan dan arahan dari Pemkab Padang Pariaman," papar Lismawati.


Lismawati juga menjelaskan, bahwa sistim keuangan RSUD terpisah dengan APBD Pemda namun tetap harus melaporkan ke bupati kondisi keuangannya untuk dicatatkan dalam APBD Padang Pariaman.

 "Hal inilah yang akan kita diskusikan bersama dalam rapat ini," tukas Lismawati. (501)