Rabu, 17 Oktober 2018

Wabup Buka Bekraf Financial Club Sektor Kuliner

Padang Pariaman--Wakil Bupati Padang Pariaman Suhatri Bur membuka secara resmi "Bekraf Financial Club Sektor Kuliner" di Hotel Grand Inna Padang Hotel, Selasa (16/10).
Kegiatan yang difasilitasi Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) itu menghadirkan Nilam Sari, owner Baba Rafi dan tiga pengusaha Padang Pariaman, Afrina Adnan, Lili Suryani dan Hj Usniati. Selain pengusaha lokal, Bekraf juga mengundang perwakilan perbankan Konvensional, perwakilan perbankan Syariah, maupun OJK Sumatera Barat. Perwakilan perbankan yang hadir hampir 50 jumlahnya. Dan perbankan dari Kediri adalah undangan paling jauh hadir.
Wabup Suhatri Bur menyambut baik dan senang atas kesediaan Bekraf menyelenggarakan kegiatan yang sangat bermanfaat bagi pengembangan dan peningkatan usaha kecil menengah Padang Pariaman. "Terima kasih yang tidak terhingga kami ucapkan, khususnya kepada Bekraf, yang sudah memfasilitasi sehingga acara yang sangat baik ini dapat terlaksana," katanya senang.
Wabup turut bangga karena ada tiga orang pelaku usaha dari Padang Pariaman yang hadir menjadi narasumber terkait  perkembangan usaha mereka, sehingga dapat dinilai untuk keperluan pengembangan modal. Tiga pelaku usaha tersebut adalah Afrina Adnan, pelaku Ekonomi Kreatif VCO dari Kecamatan Batang Anai, Lili Suryani, pelaku Ekonomi Kreatif Lele Asap Leriska Kecamatan Kayu Tanam, dan Hj. Usniati, pelaku Ekonomi Kreatif Malibo Coklat dari Kecamatan Kecamatan 2x11 Kayu Tanam.
"Dengan kehadiran ketiga pelaku usaha yang kebetulan wanita ini kami harap dapat memperoleh perhatian lebih untuk pengembangan usaha mereka di masa mendatang," sebut Suhatri. Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman, sambung Wabup, sejak dulu berusaha keras agar ekonomi masyarakat meningkat, antara lain dengan memajukan serta mengembangkan para pelaku Ekraf di Padang Pariaman.
"Dari sisi Perizinan, contohnya, kami sudah berkomitmen dalam memberikan pelayanan prima kepada seluruh stakeholder atau pelaku usaha kecil dan menengah di Kabupaten Padang Pariaman," katanya lagi. Sebagaimana diketahui perizinan usaha di Padang Pariaman telah melahirkan inovasi pelayanan sejati (Sehari Jadi Gratis), termasuk izin pangan industri rumah tangga bagi industri kecil menengah.
SIUP dan TDP juga bisa diselesaikan dalam 15 menit sudah selesai bagi yang mengurusnya. Disamping itu, masyarakat dimanjakan dengan inovasi Ajep Papa, antar jemput perizinan Padang Pariaman, dimana pelaku usaha cukup berada di lokasi dengan menghubungi petugas Ajep segera tiba mengambil berkas perizinan, dan jika sudah selesai, maka izin juga segera diantarkan ke pemohon di lokasi.
"Selain perizinan, kami juga berusaha agar pelaku ekraf di daerah kami tetap berkembang, antara lain dengan mengikutsertakan dalam kegiatan-kegiatan pameran industri," pungkasnya.
Plt Direktur Akses Permodalan Bekraf, Yuke Sri Rahayu menjelaskan bahwa kegiatan Bekraf Financial Club Sektor Kuliner merupakan tindak lanjut dari Penilain Mandiri Kabupaten/Kota Kreatif (PMK31) Sub Sektor Kuliner dan ajang pelaku ekonomi kreatif sub sektor kuliner mempresentasikan karakteristik bisnis usahanya kepada lembaga keuangan baik perbankan maupun non perbankan sehingga lembaga keuangan memahmi dan bisa menyalurkan pembiayaan untuk mengembangkan usaha sub sektor mereka.
"Bagi pelaku usaha kreatif, permodalan menjadi salah satu kendala dalam mengembangkan usaha kreatif, baik dari sisi administrasi maupun sisi teknis di lapangan. Sedangkan dari sisi perbankan masih belum mengenal nature bisnis dari sub sektor ekonomi kreatif, sehingga perlu jembatan untuk mempretemukan keperluan pelaku ekonomi kreatif dan perbankan," tutup Yuka Sri Rahayu yang juga Kasubdit Perbankan Syariah Bekraf. (501)

Terungkap Saat Reses Anggota Dewan Pembangunan Kantor Walinagari dan Akses Jalan Tiga Nagari Dalam Dua Kecamatan Amat Dibutuhkan

Batang Anai--Sebagai nagari baru, Sungai Buluah Utara, Kecamatan Batang Anai butuh kantor walinagari yang representatif. Kini, sang walinagari masih mengontrak sebuah rumah masyarakat di nagari itu. Kantor Walinagari telah dibangun, tetapi hanya masih pondasi yang dimulai pada saat nagari dijabat oleh Pejabat walinagari dulunya.
Itu satu dari sekian banyak permintaan dan keinginan masyarakat yang terlontar pada reses anggota DPRD Padang Pariaman, Bagindo Rosman Palito Rajo Endah ke nagari itu, Rabu (17/10) kemarin. Reses anggota Komisi IV yang berasal dari PAN Dapil II ini mendapat sambutan masyarakat. Di samping hadir seluruh walinagari di kecamatan Batang Anai, Camat Suhardi dan tokoh penting nagari juga hadir.
Walinagari Sungai Buluah Utara, Indra Jaya, Walinagari Katapiang, Alwis Jaya, walinagari Sungai Buluah Timur, Zulkifli, Walinagari Sungai Buluah Barat, Yonedi, Walinagari Sungai Buluah, Agusta Alidin, punya keinginan masing-masing terhadap kemajuan nagari. Tentunya lewat pokok pikiran anggota dewan Rosman yang berangkat dari Dapil itu pada Pemilu 2014 silam.
Sementara, tokoh masyarakat Sungai Buluah Timur minta akses jalan mempertemukan tiga nagari, Sungai Buluah Timur, Lubuk Alung dan Sungai Buluah Utara, tepatnya di Surantiah Palak Pisang dalam dua kecamatan; Batang Anai dan Lubuk Alung bisa pula dilanjutkan pengaspalannya. Begitu juga akses jalan di Sungai Buluah Barat, tepatnya di Tanjung Basung II menuju bandara bisa diperlebar.
"Tanpa anggota dewan, suara kita tak akan didengar oleh yang diatas," kata Camat Batang Anai Suhardi dan Walinagari Sungai Buluah Utara, Indra Jaya.
Alhamdulillah, katanya, dari 40 anggota DPRD Padang Pariaman, empat orang berasal dari Batang Anai, termasuk seorang jadi pimpinan wakil rakyat. Ini tentunya sebuah anugerah bagi masyarakat untuk menyampaikan sebanyak mungkin apa yang menjadi kebutuhan di tengah masyarakat.
Bagi Rosman, hadir dalam reses amat penting artinya. "Yang paling susah itu para walikorong sebagian besarnya tak pandai membuat proposal, sehingga jatah itu lepas ke kampung orang lain," katanya. Jadi, katanya, mohon permintaan itu diajukan sebanyak mungkin. Nanti, dilihat dan diminta persetujuan bersama mana yang paling utama didahulukan.
Menurut Rosman, kantor walinagari adalah hal yang mendesak. Tolong dimasukan dulu dalam Musrenbang, agar bisa dikawal. Kemudian, masjid yang ada di Sungai Buluah Barat harus gagah dan rancak. "Alhamdulillah, tahun ini sudah ada anggaran pembangunan kubahnya dari APBD Padang Pariaman sebesar Rp150 juta. Tinggal lagi pengerjaannya," ujar Rosman.
Dia ingin, sebagai masyarakat yang bertetangga dengan masyarakat agama lainnya di Tanjung Basung II, jangan sampai masjid buruk pula dari gereja yang ada di nagari itu. (501)

Pemasangan Pagar Lapangan Sungai Abang Nyaris Menimbulkan Cakak Banyak

Lubuk Alung--Polemik lapangan sepakbola Sungai Abang Lubuk Alung, Kabupaten Padang Pariaman belum menemui titik terang. Rencana pemasangan pagar lapangan oleh pihak yang membeli atas suruhan Amir Hosen Datuak Mudo yang telah menjual lapangan itu, Kamis (18/10) kemarin dapat tantangan dari masyarakat.
Nyaris terjadi cakak banyak antara masyarakat Lubuk Alung dan Toboh Gadang. Tenaga yang akan memasang pagar lapangan itu, sengaja di datangkan dari Toboh Gadang, nagari sebelah yang bedekatan dengan Lubuk Alung. Pagar yang terbuat dari almunium itu telah disusun rapi di sekeliling lapangan, sejak Rabu malam.
Puluhan polisi dari Polres Padang Pariaman dan Polsek Lubuk Alung untung cepat datang, sehingga aksi adu mulut yang sempat main tangan sejumlah oknum masyarakat itu tak berbuntut panjang. Dua pemuda Lubuk Alung yang sempat mengeluarkan darah hidungnya akibat kena sambar tangan lawannya dilarikan ke Puskesmas dekat lapangan itu.
"Mereka minta mediasi dulu dengan masyarakat ini. Jadi pemasangan ditangguhkan," kata Datuak Mudo menjawab Singgalang. Tanah lapangan ini, katanya, telah dia jual kepada masyarakat Sungai Abang juga, yang akan dijadikan tempat usaha perdagangan.
Kalau mediasi untuk menghentikan pemasangan pagar ini, tambah Datuak Mudo, dia tidak mau. Semuanya sudah jelas. "Saya sendiri yang menjual. Tak ada lagi persoalan. Jadi apa maunya masyarakat yang melarangan ini, saya bingung pula," ungkapnya.
Sementara, Harry Amsar, tokoh masyarakat Sungai Abang yang dari pagi melarang orang-orang memasang pagar itu menjelaskan, kalau lapangan itu bukan sekedar kebanggaan Sungai Abang. Tetapi Lubuk Alung secara keseluruhan. "Ini marwah kita. Tempat banyak aktivitas olahraga anak muda dan seluruh sekolah yang ada. Tak bisa dilakukan pemagaran secara sepihak saja," sebutnya.
Puncak keramaian masyarakat Lubuk Alung di Sungai Abang itu membuat arus transportasi macet di jalur Padang Bukittinggi. Suara-suara perlawanan dan pencegahan saling membahana, membucahkan suasa, dan membuat masyarakat bertambah ramai mendatangi lapangan demikian. Negosiasi sementara, agar terjadi keamanan yang stabil antara Harry Amsar dan Datuak Mudo atas fasilitasi kepolisian, akhirnya pagar yang ada di sekeliling lapangan terpaksa diangkut ke laur lapangan. (501)

Selasa, 16 Oktober 2018

Untuk Duka Palu dan Donggala Kemenag Padang Pariaman Kumpulkan Rp51 Juta Dana Kemanusiaan

Padang Pariaman--Atas nama pimpinan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Padang Pariaman, saya memberikan apreseasi dan menghaturkan terima kasih pada teman-teman di madrasah dan di KUA karena telah ikut berpartisipasi dalam membantu saudara-saudara kita yang tertimpa musibah di Palu, Sigi dan Donggala, Provisi Sulawesi Tengah.
Hal tersebut disampaikan Kepala Kemenag Kabupaten Padang Pariaman, H. Helmi, Rabu (17/10) ketika menjadi Pembina Upacara Hari Kesadaran Nasional (HKN) Oktober 2018 di halaman Kantor Kemenag Padang Pariaman, Jl. Raya Padang-Bukittinggi, KM 44, Kiambang, Nagari Lubuk Pandan, Kecamatan 2x11 Enam Lingkung.
"Alhamdulillah, berkat kepedulian kita semua, Kemenag Kabupaten Padang Pariaman telah berhasil mengumpulkan bantuan dan donasi untuk tanggap darurat musibah gempa dan tsunami Palu, Sigi dan Donggala sinilai Rp51 juta lebih. Untuk itu saya menghaturkan terima kasih pada teman-teman ASN semua atas kebersamaanya karena telah ikut meringankan saudara kita yang tertimpa musibah," ungkap Helmi.
Menurut Helmi, bantuan dan donasi tersebut telah diserahkan pada Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Sumbar, Senin lalu dan Kakanwil juga telah menyerahkan pada Menteri Agama RI untuk disalurkan pada korban gempa dan tsunami Palu, Sigi dan Donggala. "Kita bersyukur karena kita sudah berhasil mengalang bantuan untuk saudara-saudara kita yang tertimpa musibah. Kemenag Padang Pariaman termasuk empat besar terbanyak se-Provinsi Sumbar soal penggalangan bantuan tersebut," ungkapnya senang.
Pada kesempatan tersebut, Kakankemenag Helmi memberikan penghargaan kepada Kepala MAN 1 Padang Pariaman (Lubuk Alung) sebagai Madrasah Aliyah penyumbang terbesar. Selain itu, penghargaan juga diberikan pada MTs Swasta Al Mukarram sebagai Madrasah Tsanawiyah penyumbang terbesar untuk korban gempa dan tsunami Palu, Sigi dan Donggala.
"Pada upacara ini, kita juga memberikan piagam penghargaan pada enam madrasah yang peduli pada kepramukaan dan menyerahkan SK JFU atas nama Syamsunar," tambah mantan Pymt Kantor Kemenag Kota Pariaman itu.
Keenam kepala madrasah yang menerima penghargaan Peduli Pramuka tersebut, papar Helmi, adalah H. Akhri Meinhardi (MAN 1 Padang Pariaman), Yulfaheri (MAN 2 Padang Pariaman), Amril (MTsN 1 Padang Pariaman), Zaitul Makmur (MTsN 2 Padang Pariaman), Salvina (MTsN 3 Padang Pariaman) dan Lismaini Amir (MTsN 5 Padang Pariaman).
Upacara tersebut dilaksanakan oleh MTsN 9 Padang Pariaman (Sintuak) dan dihadiri oleh Kasubbag TU, H. Syafrizal, Tk. Sidi Sati, Kasi PAI, Epi Mayardi, Kasi PD dan Pontren, H. Firtrison Effendi, Kasi PHU, Irsyad dan Penyelengara Syariah, Masrijal serta Kepala KUA, Kepala Madrasah, Pokjawas, Pokjaluh se-Kabupaten Padang Pariaman. (501)

Dari Pemrov Sumbar Ratusan Rumah Terkena Abrasi Pantai Ulakan dan Pasir Baru Segera Dapat Bantuan

Padang Pariaman--Wakil Bupati Padang Pariaman Suhatri Bur Datuak Putiah dampingi Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno meninjau dua lokasi berdampak abrasi di daerah itu, Selasa (16/10). Turut mendampingi, Kalaksa BPBD Padang Pariaman, Budi Mulya, Plt Kadis PUPR, Buyung Oktorizal dan Kabag Humas Andri Satria Masri.
Gubernur didampingi Kepala BPBD Sumbar E. Rahman dan Perwakilan Balai Wilayah Sungai Sumatera V turun langsung meninjau pemukiman nelayan di dua titik di pesisir Padang Pariaman, Nagari Manggopoh Palak Gadang Ulakan dan Pasir Baru, Nagari Pilubang, Kecamatan Sungai Limau, yang rusak diterjang abrasi, Kamis (11/10) lalu.
Di Ulakan, abrasi dan hujan deras menyebabkan kerusakan pada 24 rumah dan memaksa lebih kurang 90 penghuninya mengungsi ke kediaman keluarga atau mencari kontrakan sementara. “Kejadiannya Kamis lalu. Ini dipengaruhi juga oleh cuaca dan hujan lebat belakangan. Ada 24 KK yang kena,” terang Wabup Suhatri Bur kepada Gubernur di Ulakan.
Di kesempatan tersebut, Yuliarti, salah seorang warga yang rumahnya terdampak memohon kepada Gubernur agar pemerintah daerah segera memberi bantuan baginya dan warga lain yang terdampak. Menyambut permintaan Yuliarti, Gubernur menyebutkan Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Padang Pariaman akan segera memberi bantuan. Gubernur juga meminta Yuliarti dan warga lainnya untuk bersabar.
“Ibu yang sabar, ya? Nanti akan segera kita proses,” jawab Gubernur diamini Wabup. Sementara itu, abrasi di Pasir Baru Sungai Limau telah menyebabkan kerusakan pada 4 rumah warga dan 15 pondok nelayan setempat.
Walinagari Pilubang, Khaidir menyebutkan, jika tidak segera ditangani, kurang lebih 200 bangunan yang berada 20 meter dari garis pantai terancam. Ia juga menambahkan, 4 KK yang rumahnya rusak sementara telah diungsikan ke tempat keluarga masing-masing yang lebih aman.
Saat sampai ke lokasi, Gubernur mengarahkan jajarannya agar segera mengambil langkah yang diperlukan untuk mencegah abrasi menyebabkan kerusakan yang lebih parah. Menanggapi hal ini, perwakilan BWS menyebutkan, sebagai langkah antisipasi awal, pihaknya alan segera menurunkan 50 geobag di Pasir Baru.
“Geobag akan kami siapkan. Tadi kami siapkan 200 (Ulakan). Kami akan turunkan 50 untuk penanganan darurat sementara di sini,” paparnya. Di kesempatan yang sama, menyinggung sejumlah bencana banjir dan longsor yang melanda beberapa daerah di Sumbar, Gubernur mengungkapkan bahwa secara umum telah ditangani dengan baik.
Gubernur lebih lanjut menambahkan, Ia telah berkoordinasi dan meninjau langsung serta telah meminta Bupati/Wali Kota daeah bersangkutan untuk melakukan semua usaha yg dianggap perlu untuk keselamatan warga.
“Saya juga sudah minta agar kepala daerah melalui SKPD terkait segera melaporkan secara rinci kondisi terakhir di masing-masing daerah, agar nantinya Pemprov bisa memberikan bantuan sesegera mungkin. Mulai dari jumlah korban tewas dan hilang, lula berat, rumah rusak, lahan pertanian, dan lain-lain,” pungkasnya. (501)

Temuan Bawaslu Pemilih Ganda dan yang Meninggal Masih Masuk DPT-HP

Padang Pariaman--Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Padang Anton Ishaq meminta kepada jajaran Panwaslu Kecamatan untuk optimal dalam melaksanakan tugas pengawasan dan pencegahan di lapangan.
Penegasan tersebut diungkapkan Anton ketika membuka Rapat Kerja Teknis Pengawasan Tahapan Pemilu Legilatif dan Pemilu Presiden, Selasa (16/10), di aula Anai Resort, Nagari Guguak, Kecamatan 2 x 11 Kayutanam. Rapat Kerja tersebut diikuti anggota Panwascam dan Kepala Sekretariat se Kabupaten Padang Pariaman.
Menurut Anton, saat ini sudah memasuki tahapan kampanye, namun juga tengah berlangsung pengawasan pencermatan Daftar Pemilih Tetat Hasil Perbaikan (DPTHP-1). "Tidak masanya lagi untuk bersantai-santai. Karena ini adalah tahapan yang paling krusial. Kemudian masalah laporan pengawasan yang kami minta tolong diserahkan tepat waktu. Tugas yang kami berikan juga akan dilaporkan ke Bawaslu Provinsi selanjutnya Provinsi ke Bawaslu Republik Indonesia," tambahnya.
Sementara itu Koordiv PHL Bawaslu Sumatera Barat Vifner menyebutkan, banyak hal yang akan dihadapi pengawas pemilu. Namun, yang akan menjadi fokus saat ini adalah pengawasan pencermatan DPTHP-1 dan pengawasan kampanye.
"Pentingnya pengawasan DPTHP-1 agar seluruh masyarakat yang sudah memenuhi syarat bisa masuk dalam DPT. Pencermatan daftar pemilih bersama ini dilakukan sampai 28 Oktober ini. Ini penting dicermati karena masih ditemukan pemilih ganda, masih masuknya pemilih yang telah meninggal dunia," kata dia. (501)

Babinsa Goro Bersama Gubernur Pastikan Desember Bangun Talud Pemecah Ombak Pantai Ulakan

Ulakan--Kegiatan Babinsa Koramil 07/PK Zulkarnain beserta Babinsa lainnya, Selasa (16/10) adalah melaksanakan goro dengan masyarakat membuat pemecah ombah secara tradisional, untuk mencegah terjadinya abrasi di Nagari Ulakan yang kondisinya memprihatinkan. Di mana, warung-warung tidak dapat berjualan karena habis terseret ombak.
Kegiatan ini dilakukan, agar tidak timbul kerugian materil yang semakin besar. Di saat bersamaan, hadir Gubernur Sumbar Irwan Prayitno dan rombongan meninjau kondisi abrasi di Pantai Ulakan, Kecamatan Ulakan Tapakis, Padang Pariaman. Babinsa Zulkarnain mendampingi kunjungan  Gubenur Irwan Prayitno ke lokasi abrasi pantai.
Gubernur di dampingi Kepala Balai Pengawas Sumatera V Maryadi Utama, Kasatker PU Provinsi Sumbar, Adi Rahmat, Wakil Bupati Padang Pariman, Suhatri Bur, anggota DPRD, Sukiman, Walinagari Manggopoh Palak Gadang, Syopian. Pada Kesempatan itu, gubernur menyampaikan saran kepada warga dan wakil bupati agar mencari solusinya dan memperhatikan keadaan warga yang terkena langsung dari akibat abrasi.
Irwan Prayitno akan melanjutkan dan mempercepat pembuatan talud pemecah ombak Desember tahun ini. "Pemecah ombak ini penting untuk manfaat yang lebih besar, dan tentunya bagian dari upaya kita untuk menyelamatkan masyarakat yang tinggal di sepanjang pantai ini," ungkapnya.

Pengedaman sungai

Di sisi yang lain, karya bakti Koramil 06/Kampuang Dalam melakukan pengedaman pinggiran sungai yang longsor akibat banjir beberapa waktu lalu yang menyebabkan aliran anak sungai jadi terganggu, sehingga tidak bisa mengairi persawahan masyarakat.
Babinsa Koramil 06/Kampung Dalam, Kodim 0308/Prm, Sertu Jonferi dan Sertu Yonedi beserta warga masyarakat Korong Kampuang Tangah, Nagari Limau Puruik, Kecamatan V Koto Timur bekerjasama dengan anggota PPL dan Korlap Pertanian bersama-sama mengerjakan pengedaman pinggiran sungai Kampuang Tangah yang rusak akibat banjir itu.
Pengedaman dikerjakan bersama-sama secara manual, dengan memasukan pasir dan kerikil ke dalam karung sebagai bahan pengedaman agar air yang berada di aliran sungai Kampuang Tangah bisa kembali mengaliri persawahan masyarakat.
Menurut Beniman, salah seorang anggota Korlap Pertanian Kecamatan V Koto Timur yang turut membantu, hujan lebat beberapa hari ini serta kondisi pinggiran sungai yang mengalami longsor menyebab aliran air sungai beralih ke tempat lain. “Dengan dilaksanakannya karya bakti yang dipimpin Babinsa Koramil 06/ Kampung Dalam Sertu Jonferi dan Sertu Yonedi akhirnya pengedaman pinggiran sungai dapat dikerjakan dan air sungai kembali masuk ke perasawahan masyarakat," kata dia. (501)