Azwar Anas
Padang Pariaman Beruntung Punya Bupati Ali Mukhni
Padang Pariaman--Bupati Padang Pariaman, H. Ali Mukhni mendapat pujian dari tokoh nasional asal Minangkabau, Letjen TNI (Purn) H. Azwar Anas, atas capaian prestasi yang diraih Ali Mukhni sejak dilantik 2010 lalu.
Azwar Anas beralasan, saat Ali Mukhni dilantik sebagai Bupati Padang Pariaman, sebagian besar wilayah daerah itu porak-poranda akibat gempa yang mengguncang Sumatera Barat dengan berkekuatan 7,9 SR 2009 lalu. Bahkan, tingkat pertumbuhan ekonomi menurun tajam menjadi 3,6 persen. Namun berkat kerja keras dan bersungguh-sungguh, Padang Pariaman bangkit menjadi kabupaten yang patut diperhitungkan di tingkat nasional. Untuk 2013 lalu, tingkat pertumbuhan ekonomi Padang Pariaman diatas 6 persen menurut data BPS.
"Ali Mukhni luar biasa. Bayangkan saja, daerah terparah akibat gempa 2009 tapi sekarang sebagai pusat mega proyek nasional," kata mantan Menteri Perhubungan dan Mantan Menkokesra RI itu.
Dijelaskannya, beberapa mega proyek nasional tersebut adalah Pembangunan Badan Pendidikan dan Pelatihan Ilmu Pelayaran (BP2IP), Pelabuhan Tiram, Asrama Haji, Madrasah Insan Cendikia, Jalan Kereta Api Duku-BIM, Stadion Semen Padang yang terletak di Padang Pariaman.
"Tidak mungkin mega proyek nasional tersebut datang begitu saja. Tentunya butuh lobi dan kajian teknis. Saya kira Ali Mukhni jago lobi yang ulung, serta mampu menjalin jembatan hati dengan gubernur maupun menteri, bahkan perantau. Kalau tidak begitu, dengan apa membangun Padang Pariaman," ujar mantan Gubernur Sumbar itu.
Azwar Anas mengatakan, kemampuan melobi seorang Ali Mukhni sama persis yang dilakukannya saat menjadi Gubernur Sumbar dulu. Dengan kemampuan melobi pemerintah pusat kala itu, masa kepemimpinannya telah dapat membuka jalan sepanjang 1.080 km.
Disamping itu, Azwar Anas juga bercerita saat pertama kali mengunjungi Kantor Bupati Padang Pariaman di Parit Malintang yang ketika itu baru mulai dibangun. Dia sempat menaiki ojek dengan kondisi jalan yang becek, dan medan yang berat menuju kawasan Ibukota Kabupaten (IKK). Namun kini kawasan IKK sudah berdiri megah dan jalannya pun sudah diaspal.
"Ini juga sebagai bukti kesungguhan Ali Mukhni menjalankan amanah sebagai Bupati," ujar Azwar Anas yang telah berusia 83 tahun itu.
Mengenai pembangunan MAN Insan Cendikia di Sintuak Toboh Gadang, Azwar Anas bercerita bahwa lokasi tersebut bukan asing lagi baginya. Berada di bekas lapangan terbang zaman Jepang dulu. Azwar Anas menceritakan, dirinya sering kali melakukan gotong royong disana saat usianya 14 tahun. Pada zaman Jepang, gotong royong dinamakan dengan kingrohosi. Ketika itu lapangan terbang di Sintoga sebagai penyangga Bandara Tabing di Padang.
Azwar Anas menjelaskan, bahwa BP2IP yang terletak di Tiram adalah yang terbaik di Indonesia. Dengan disain tahan gempa dan dibuat pula shelter yang dapat menampung ribuan masyarakat ketika terjadi tsunami. Begitu juga dengan pelabuhan Tiram merupakan pelabuhan yang terbaik, bahkan lebih baik dari pelabuhan yang ada di Bali, karena memiliki lokasi yang strategis dan kedalaman yang memenuhi syarat untuk berlabuhnya kapal ukuran besar, serta ditunjang dengan keberadaan Bandara Internasional Minangkabau (BIM). Diharapkan nantinya akan berlabuh kapal-kapal pesiar dari mancanegara untuk menikmati liburan di Sumatera Barat.
Azwar Anas mendukung program gotong royong setiap Minggu di korong, nagari dan kecamatan di Padang Pariaman. Program tersebut pernah dirintis oleh almarhum Anas Malik yang sangat berdampak positif dengan melibatkan seluruh lapisan masyarakat untuk membangun nagari.
"Padang Pariaman sangat beruntung punya Bupati Ali Mukhni. Karena mengutamakan kepentingan masyarakat diatas segala-galanya. Saya bangga atas prestasi dan dedikasinya untuk masyarakat," ujarnya.
Bupati Ali Mukhni mengakui keberhasilan yang diraihnya dalam membangun Padang Pariaman pascagempa 2009 lalu hingga saat ini, tidak terlepas atas doa dan dukungan berbagai pihak yang telah memberikan masukan, saran dan kritik terutama tokoh nasional Azwar Anas.
"Ayahanda Azwar Anas sangat berjasa dalam pembangunan Padang Pariaman. Jika ada menemui kendala, saya ajak beliau untuk menemui pemerintah pusat. Begitu kecintaan dan kepedulian beliau untuk Sumatera Barat, khususnya Padang Pariaman," kata Bupati Ali Mukhni yang didampingi Kabag Humas Hendra Aswara.
Bupati Ali Mukhni juga mengajak masyarakat Sumatera Barat umumnya, dan Padang Pariaman khususnya untuk berdoa atas kesehatan Ayahanda Azwar Anas. "Mari kita doakan Ayahanda Azwar, agar diberi kesehatan dan selalu dalam lindungan Allah SWT," kata Ali Mukhni. (525)
------------------------------
Berdayakan Masyarakat Dengan Semangat Goro
Padang Pariaman--Bupati Padang Pariaman, H. Ali Mukhni berbaur bersama masyarakat saat mengadakan gotong royong di Nagari Guguak, Kecamatan 2x11 Kayutanam, Sabtu (8/2) lalu.
Gotong royong yang diikuti seluruh SKPD dan PNS dilingkungan Pemkab itu merupakan agenda daerah setiap pekannya, di korong dan nagari di Padang Pariaman.
Masyarakat Guguak, Kayutanam menyambut antusias program unggulan Bupati Ali Mukhni itu, dalam memberdayakan masyarakat dan kearifan lokal, membangun infrastruktur dan sosial budaya kemasyarakatan.
"Gotong-royong setiap minggu bersama PNS dan masyarakat ini rutin kita adakan untuk memberdayakan, dan menjalin jembatan hati dengan masyarakat," kata Bupati Ali Mukhni.
Pada kesempatan tersebut, Bupati Ali Mukhni bersama masyarakat Guguak, Kayutanam membuka dan membersihkan jalan dari sebelah masjid Anai Resort ke kawasan wisata pemandian Tirta Alami.
Dipilihnya lokasi gotong royong menuju akses pemandian Tirta Alami, adalah sebagai bentuk kepedulian Pemkab Padang Pariaman terhadap sektor pariwasata. Sebab, wisata merupakan bentuk program dalam menggerakan ekonomi masyarakat sekitar.
"Insya allah kegiatan gotong royong sebagai program unggulan ini akan terus dilanjutkan, untuk kepentingan masyarakat," kata Bupati Ali Mukhni yang didampingi Kabag Humas Hendra Humas. (525)
----------------------------------------------------
Ulakan Tapakis Dijadikan Kota Satelit
Padang Pariaman--Membangun Padang Pariaman, menurut Bupati Ali Mukhni butuh kebersamaan dengan masyarakat antara ranah dan rantau. Apalagi, budaya merantau paling kental di Padang Pariaman.
Ali Mukhni bicara demikian, Jumat lalu saat melakukan shalat Jumat di Masjid Raya Tapakis, Kecamatan Ulakan Tapakis kata Bupati Ali Mukhni kepada jamaah sholat jumat di Mesjid Raya Nagari Tapakis.
Setiap Jumat digunakan Bupati Ali Mukhni, untuk melakukan safari Jumat, sekalian menjemput aspirasi yang berkembang ditengah masyarakat itu sendiri. Untuk ini, selesai shalat Jumat, diadakan diskusi bersama jamaah dan pemuka masyarakat yang dikunjunginya.
Bupati Ali Mukhni juga mengucapkan terima kasih atas dukungan masyarakat Nagari Ulakan dan Tapakis, baik yang berada di ranah maupun di rantau. Masyarakat Kecamatan Ulakan Tapakis telah turut serta menyukseskan pelaksanaan mega proyek nasional.
Adapun pembangunan Badan Pendidikan dan Pelatihan Ilmu Pelayaran (BP2IP) dan Pelabuhan Tiram, dengan alokasi dana triluyan rupiah, akan merubah wajah Padang Pariaman, maupun Sumatera Barat. "Bersama kita wujudkan Kecamatan Ulakan Tapakis sebagai Kota Satelit di Provinsi Sumatera Barat," ungkap Bupati Ali Mukhni yang didampingi Kabag Humas Hendra Aswara.
Disamping itu Bupati Ali Mukhni juga mendukung pembangunan kembali Masjid Raya Nagari Tapakis, yang telah rusak akibat gempa tahun 2009 lalu. Dia juga meminta pengurus masjid harus berani memulai membangun dengan melibatkan seluruh lapisan masyarakat, sehingga masing-masing warga punya tanggungjawab moral dalam membangun masjid ini hingga selesai.
Saat itu Bupati Ali Mukhni juga mengisahkan, awal mula dibangunnya Masjid Taqwa di Nagari Ulakan, ketika dia masih menjabat Wakil Bupati, yang sekarang telah menjadi salah satu masjid termegah di Padang Pariaman.
"ketika itu saya sampaikan, pengurus dan masyarakat Ulakan harus berani memulai. Belum ada sejarahnya masjid yang tidak selesai, jika masyarakatnya saciok bak ayam, sadanciang bak basi. Apalagi telah ada dana awal sebanyak Rp165 juta," ujar Bupati Ali Mukhni mencontohkan.
Bupati Ali Mukhni meminta kepada konsultan perencana pembangunan masjid, agar tetap mempertahankan disain masjid raya ini. Masjid Raya Nagari Tapakis merupakan cagar budaya. Jadi Disainnya tidak boleh dirubah, konstruksinya harus dibuat ramah gempa.
Ali Mukhni berharap, jika masyarakat Tapakis sepakat, maka sebelum Pemilu 9 April telah dilakukan peletakan batu pertama yang rencananya mengundang Gubernur Irwan Prayitno. (525)
---------------------------------------------
Bupati Ali Mukhni
Kecamatan Lubuk Alung Pilot Project PATEN di Padang Pariaman
Lubuk Alung--Bupati Padang Pariaman, H. Ali Mukhni apresiasi Kecamatan Lubuk Alung, dalam rangka kesiapan melaksanakan standar Pelayanan Adminstrasi Terpadu Kecamatan (PATEN) di daerah itu.
Hal itu ditandai dengan selesainya bangunan loket untuk pelayanan PATEN tersebut. Loket PATEN yang dianggarkan pada tahun 2013 sebesar Rp80 juta itu telah berdiri megah, dan nyaman seperti layaknya lobby sebuah hotel berbintang.
Pada loket PATEN itu nantinya akan menerima tiga macam pelayanan, yaitu pelayanan dasar, pelayanan perizinan serta pelayanan kependudukan dan catatan sipil (Dukcapil).
"Untuk optimalnya pelayanan dasar, perizinan dan Dukcapil ditempatkan personil masing-masing satu orang," kata Camat Lubuk Alung Azminur di kantornya, Kamis (13/2) lalu.
Dijelaskannya, keberadaan loket PATEN ini dikerjakan dengan dana yang minim, tapi hasil yang maksimal. Sehingga akan memberikan kenyamanan masyarakat dalam berurusan di kecamatan. "Loket dibuat senyaman mungkin untuk pelayanan terbaik kepada masyarakat, khususnya di Lubuk Alung," cetus dia.
Lubuk Alung boleh berbangga karena dijadikan lokasi studi banding bagi kabupaten dan kota lain, baik dalam maupun luar Sumatera Barat. Baru-baru ini Lubuk Alung dikunjungi oleh Pemko Solok dan Pemko Aceh.
"Lubuk Alung sering dikunjungi daerah lain. Ini bukti keseriusan Pemkab Padang Pariaman untuk penyelenggaraan PATEN," kata Azminur.
Sementara itu Bupati Ali Mukhni yang didampingi Kabag Humas Hendra Aswara ketika dikonfirmasi menegaskan, Kecamatan Lubuk Alung sebagai pilot project PATEN di Padang Pariaman.
Dijelaskannya, PATEN merupakan pelayanan publik, mulai dari permohonan hingga penerbitan dokumen, dilakukan melalui satu loket pelayanan.
"Jadi, ketika masyarakat datang ke kantor camat, cukup menyerahkan berkas kepada petugas, lalu duduk sejenak, kemudian dipanggil untuk menerima dokumen yang sudah selesai. Jika ada biaya dicatat secara transparan," kata Bupati Ali Mukhni.
Untuk mendukung pelaksanaan PATEN tersebut, masih menunggu adanya Peraturan Bupati (Perbup) tentang pelimpahan kewenangan kepada kecamatan. Saat ini ada 25 kewenangan Bupati yang berada pada Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), yang sedang dalam proses untuk dilimpahkan kepada Camat. Hal itu bertujuan, agar terwujudnya cita-cita reformasi birokrasi yang transparan, cepat dan tepat waktu.
"Insya Allah, dalam waktu dekat akan terealisasi pelimpahan wewenang kepada kecamatan," kata Bupati Ali Mukhni mengakhiri. (525)
--------------------------------------------------
Pembangunan Wilayah Utara Padang Pariaman Difokuskan
Padang Pariaman--Fokus pembangunan Kabupaten Padang Pariaman tahun 2014 ini lebih diarahkan ke wilayah bagian utara. Mayoritas anggaran dialokasikan ke kawasan ini.
Informasi itu diungkapkan Bupati Ali Mukhni usai mengambil sumpah jabatan, dan melantik Syahrul Effendi sebagai walinagari III Koto Aua Malintang Utara, Kecamatan IV Koto Aua Malintang, Kamis (13/2) lalu. Terlihat hadir Wakil Ketua DPRD Sumbar Leonardy Harmaini.
Khusus untuk pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan, serta pengairan saja, lanjut Ali Mukhni, dialokasikan anggaran berkisar Rp6 miliar. "Jika digabung seluruh unit kerja pemerintah kabupaten, jumlahnya mencapai Rp15 miliar," kata Ali Mukhni.
Acara pelantikan walinagari tertunda lantaran sebelumnya Bupati Ali Mukhni menghadiri pelantikan tiga anggota DPRD Padang Pariaman pengganti antar waktu (PAW). Ketiganya adalah Syafri CR (dilantik kembali setelah diberhentikan selama tiga bulan), Syamsul Hidayat dan Arman.
Usai acara pelantikan walinagari langsung disambut adzan maghrib. Bupati beserta rombongan, antara lain Wabup Damsuar, Sekdakab Jonpriadi dan Kabag Humas Hendra Aswara, langsung menuju masjid terdekat untuk menunaikan shalat. (525)
--------------------------------------------------
Keinginan Bupati Ali Mukhni
Seluruh Rumah Warga Harus Mengalir Air PDAM
Padang Pariaman--Kabupaten Padang Pariaman dirahmati Allah SWT dengan kekayaan alam yang melimpah, terutama potensi sumber daya air yang menunjang kehidupan masyarakat. Kebutuhan akan sumber air bersih sudah mutlak dipenuhi oleh pemerintah daerah untuk harkat hidup orang banyak.
Untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat tersebut, Padang Pariaman sejak tahun 2010 telah membangun infrastruktur instalasi penyaringan air bersih yang berada diantara Korong Asam Pulau, Nagari Anduring, Kecamatan 2x11 Kayutanam dengan debit air 80 liter/detik, Nagari Tandikek, Kecamatan Patamuan dengan debit air 20 liter/detik dan Lubuak Longsong, Nagari Sungai Buluah, Kecamatan Batang Anai dengan debit air 100 liter/detik.
"Kapasitas air bersih yang ada saat ini baru mencapai 200 liter/detik dan terus ditingkatkan secara bertahap setiap tahunnya," kata Bupati Ali Mukhni ketika meninjau instalasi penyaringan air di Korong Asam Pulau.
Untuk instalasi penyaringan air bersih yang berkapasitas 80 liter/detik, bisa mengairi rumah penduduk sebanyak 5.000 KK. "Jika 5.000 KK terdapat 5 orang didalamnya, maka 25 ribu jiwa yang menikmati air bersih. Berarti sekitar 6 persen penduduk masyarakat Padang Pariaman telah mengkonsumsi air bersih sehari-hari," ujar Ali Mukhni yang didampingi Kabag Humas Hendra Aswara.
Rasa optimis Bupati Ali Mukhni untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat didukung Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno, Dinas PU Provinsi, Muspida dan DPRD untuk memenuhi target MDGs.
"Kita apresiasi kepada Gubernur melalui Dinas PU Provinsi, DPRD beserta Muspida yang fokus pemenuhan kebutuhan air bersih di Padang Pariaman," ucap Ali Mukhni.
Perhatian Pemrov Sumbar direaliasasikan dengan dibangunnya unit instalasi penyaringan air bersih, yang lokasinya bersebelahan dengan milik Pemkab Padang Pariaman.
Khusus kepada jajaran Kodim 0308, Bupati Ali Mukhni menyampaikan terima kasih atas dukungan dengan menugaskan personilnya dalam membantu kelancaran pembangunan instalasi penyaringan air di Asam Pulau.
Sementara itu, Direktur PDAM Dasril menyebutkan, PDAM akan terus bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan air masyarakat seluruhnya. Jadi tidak ada lagi masyarakat yang tidak mendapatkan air bersih. Bahkan Dasril menyimpan harapan, bahwa Padang Pariaman sebagai kabupaten dengan pengelolaan air bersih terbaik di Sumatera Barat. "Sesuai arahan Bapak Bupati Ali Mukhni, air bersih harus mengalir di setiap rumah penduduk," ucap Dasril. (525)
Minggu, 20 Agustus 2017
Korban Ambruknya Jembatan Kayu Gadang Nita Sri Wulandari Menjalani Operasi Pinggang dan Rahang di M. Djamil
Korban Ambruknya Jembatan Kayu Gadang
Nita Sri Wulandari Menjalani Operasi Pinggang dan Rahang di M. Djamil
Lubuk Alung--Musibah ambruknya Jembatan Kayu Gadang, Koto Buruak Lubuk Alung, Senin pekan lalu tak hanya menyisakan kepiluan bagi para korban dan keluarganya, tetapi juga melahirkan banyak kecaman yang dilontarkan oleh banyak kalangan terhadap pemerintah.
Sebagaimana diberitakan, jembatan yang sudah berusia tua itu disebutkan tidak lagi layak untuk dilewati, terlebih oleh truk-truk pengangkut bahan galian golongan C (Pasir, batu, kerikil) dengan muatan over kapasitas 10 ton lebih.
Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kabupaten Padang Pariaman Budi Utama menyebutkan, pemerintah sudah sejak lama mengantisipasi kemungkinan ambruknya jembatan tersebut. Antara lain dengan memasang rambu-rambu peringatan, bahwa jembatan itu hanya boleh dilewati oleh kendaraan dengan total tonase di bawah lima ton.
"Kenyataannya, bukan hanya tidak mengindahkan peringatan tersebut, melainkan malah menghilangkan rambu-rambu yang kami pasang," kata Budi Utama.
Terkait dengan penimbunan lantai jembatan dengan pasir dan kerikil hingga sangat tebal dan berat, menurut Budi Utama, pun sudah lama dilarang. Namun, larangan tinggal larangan, pengusaha galian C dan pengemudi truk angkutan sirtukil seperti tidak mau mempedulikan.
"Sesuai arahan dan perintah langsung Bupati Ali Mukhni melihat kondisi jembatan yang semakin memprihatinkan, Dishub bertindak pula. Rambu-rambu larangan untuk truk bermuatan melebihi kapasitas, hanya bertahan sebentar. Hari ini dipasang, besoknya langsung menghilang," kata dia.
Budi Utama menyebutkan, tak mungkinlah petugas Dishub tiap hari ada di situ. Pun kepada pemilik kendaraan, sudah diberikan peringatan tertulis, untuk berhati-hati melewati jembatan demikian. Dan tidak melewati jembatan bagi kendaraan bermuatan lebih.
Hingga saat ini, korban yang terjun ke bawah masih menjalani perawatan di RSUP M. Djamil Padang. Nita Sri Wulandari namanya. Siswi SMA N 1 Kecamatan Batang Anai ini merupakan warga Sikabu yang hendak pulang ke rumahnya, dari Pasa Usang, tempat dia belajar.
Walinagari Sikabu Hidayat yang dihubungi, Senin (21/8) kemarin mengaku penanganan korban telah dilakukannya bersama Bupati Ali Mukhni. "Alhamdulillah, Pemkab Padang Pariaman menanggung semua pengobatan Nita Sri Wulandari. Kemarin kita langsung ke rumah sakit, tempat yang bersangkutan dirawat," ujar Hidayat.
Nita Sri Wulandari untuk diketahui mengalami patah pinggang. Rahangnya juga mengalami patah. Dia harus diobati ekstra, yang tak bisa dianggap remeh. Darmon, anggota Komisi V DPRD Sumbar yang datang bersama Pemkab Padang Pariaman ke M. Djamil Padang menyebutkan, Nita Jumat kemarin jadwal operasi pinggangnya yang patah itu. Dan semua biaya yang ditimbulkan akibat itu sepenuhnya jadi tanggungan Pemkab.
Elfi, kakak sepupu Nita Sri Wulandari yang tengah berada di M. Djamil Padang mengaku seluruh biaya pengobatan telah ditanggung Pemkab. Biaya itu melalui Baznas. "Penjadwalan operasi pinggang dan rahangnya oleh rumah sakit itu, akan dilalukan Jumat depan, seperti yang disampaikan dokternya," kata Elfi.
Menurut Elfi, untuk biaya operasinalnya selama menunggui Nita Wulandari telah diterimanya dari Baznas.
Galang aksi kemanusiaan
Sehari pasca ambruknya jembatan Kayu Gadang, Koto Buruak, Karang Taruna (KT) Kecamatan Lubuk Alung langsung melakukan aksi kemanusiaan dengan menggalang dana. "Awalnya, kita dapat informasi para korban ini mengalami kesulitan pengobatan, lantaran ketiadaan biaya," kata Jasman Jay, Ketua KT Lubuk Alung.
Namun, saat aksi berjalan, korban yang dapat perawatan serius, sudah ditanggung Pemkab Padang Pariaman. "Alhamdulillah. Yang jelas, dana yang sudah terkumpul sekitar Rp3 juta lebih ini tetap digunakan untuk para korban," ujar Jasman Jay.
Bersama aktivis karang taruna lainnya, Jasman Jay juga akan melakukan goro, terkait terputusnya arus Sikabu - Lubuk Alung ini. "Umumnya, untuk belajar SMA, anak-anak Sikabu umumnya sekolah di Lubuk Alung, Batang Anai, dan Sintuak Toboh Gadang. Karena, di wilayah itu adanya sekolah tingkat atas. Sedangkan di Sikabu hanya Sekolah Dasar dan Taman Kanak-Kanak yang ada," ungkapnya.
Goro itu, lanjut Jasman Jay, adalah mengadakan rakik untuk penyeberangan yang pernah ada zaman saisuak, sebelum adanya jembatan. Rupanya, sudah ada pula alternatif dari masyarakat untuk rakik ini. Tetapi hanya sementara. "Kita ingin, rakik atau sampan untuk penyeberangan ini maksimal, memuat banyak orang, terutama buat anak sekolah bisa sekali jalan," kata dia. (501)
Nita Sri Wulandari Menjalani Operasi Pinggang dan Rahang di M. Djamil
Lubuk Alung--Musibah ambruknya Jembatan Kayu Gadang, Koto Buruak Lubuk Alung, Senin pekan lalu tak hanya menyisakan kepiluan bagi para korban dan keluarganya, tetapi juga melahirkan banyak kecaman yang dilontarkan oleh banyak kalangan terhadap pemerintah.
Sebagaimana diberitakan, jembatan yang sudah berusia tua itu disebutkan tidak lagi layak untuk dilewati, terlebih oleh truk-truk pengangkut bahan galian golongan C (Pasir, batu, kerikil) dengan muatan over kapasitas 10 ton lebih.
Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kabupaten Padang Pariaman Budi Utama menyebutkan, pemerintah sudah sejak lama mengantisipasi kemungkinan ambruknya jembatan tersebut. Antara lain dengan memasang rambu-rambu peringatan, bahwa jembatan itu hanya boleh dilewati oleh kendaraan dengan total tonase di bawah lima ton.
"Kenyataannya, bukan hanya tidak mengindahkan peringatan tersebut, melainkan malah menghilangkan rambu-rambu yang kami pasang," kata Budi Utama.
Terkait dengan penimbunan lantai jembatan dengan pasir dan kerikil hingga sangat tebal dan berat, menurut Budi Utama, pun sudah lama dilarang. Namun, larangan tinggal larangan, pengusaha galian C dan pengemudi truk angkutan sirtukil seperti tidak mau mempedulikan.
"Sesuai arahan dan perintah langsung Bupati Ali Mukhni melihat kondisi jembatan yang semakin memprihatinkan, Dishub bertindak pula. Rambu-rambu larangan untuk truk bermuatan melebihi kapasitas, hanya bertahan sebentar. Hari ini dipasang, besoknya langsung menghilang," kata dia.
Budi Utama menyebutkan, tak mungkinlah petugas Dishub tiap hari ada di situ. Pun kepada pemilik kendaraan, sudah diberikan peringatan tertulis, untuk berhati-hati melewati jembatan demikian. Dan tidak melewati jembatan bagi kendaraan bermuatan lebih.
Hingga saat ini, korban yang terjun ke bawah masih menjalani perawatan di RSUP M. Djamil Padang. Nita Sri Wulandari namanya. Siswi SMA N 1 Kecamatan Batang Anai ini merupakan warga Sikabu yang hendak pulang ke rumahnya, dari Pasa Usang, tempat dia belajar.
Walinagari Sikabu Hidayat yang dihubungi, Senin (21/8) kemarin mengaku penanganan korban telah dilakukannya bersama Bupati Ali Mukhni. "Alhamdulillah, Pemkab Padang Pariaman menanggung semua pengobatan Nita Sri Wulandari. Kemarin kita langsung ke rumah sakit, tempat yang bersangkutan dirawat," ujar Hidayat.
Nita Sri Wulandari untuk diketahui mengalami patah pinggang. Rahangnya juga mengalami patah. Dia harus diobati ekstra, yang tak bisa dianggap remeh. Darmon, anggota Komisi V DPRD Sumbar yang datang bersama Pemkab Padang Pariaman ke M. Djamil Padang menyebutkan, Nita Jumat kemarin jadwal operasi pinggangnya yang patah itu. Dan semua biaya yang ditimbulkan akibat itu sepenuhnya jadi tanggungan Pemkab.
Elfi, kakak sepupu Nita Sri Wulandari yang tengah berada di M. Djamil Padang mengaku seluruh biaya pengobatan telah ditanggung Pemkab. Biaya itu melalui Baznas. "Penjadwalan operasi pinggang dan rahangnya oleh rumah sakit itu, akan dilalukan Jumat depan, seperti yang disampaikan dokternya," kata Elfi.
Menurut Elfi, untuk biaya operasinalnya selama menunggui Nita Wulandari telah diterimanya dari Baznas.
Galang aksi kemanusiaan
Sehari pasca ambruknya jembatan Kayu Gadang, Koto Buruak, Karang Taruna (KT) Kecamatan Lubuk Alung langsung melakukan aksi kemanusiaan dengan menggalang dana. "Awalnya, kita dapat informasi para korban ini mengalami kesulitan pengobatan, lantaran ketiadaan biaya," kata Jasman Jay, Ketua KT Lubuk Alung.
Namun, saat aksi berjalan, korban yang dapat perawatan serius, sudah ditanggung Pemkab Padang Pariaman. "Alhamdulillah. Yang jelas, dana yang sudah terkumpul sekitar Rp3 juta lebih ini tetap digunakan untuk para korban," ujar Jasman Jay.
Bersama aktivis karang taruna lainnya, Jasman Jay juga akan melakukan goro, terkait terputusnya arus Sikabu - Lubuk Alung ini. "Umumnya, untuk belajar SMA, anak-anak Sikabu umumnya sekolah di Lubuk Alung, Batang Anai, dan Sintuak Toboh Gadang. Karena, di wilayah itu adanya sekolah tingkat atas. Sedangkan di Sikabu hanya Sekolah Dasar dan Taman Kanak-Kanak yang ada," ungkapnya.
Goro itu, lanjut Jasman Jay, adalah mengadakan rakik untuk penyeberangan yang pernah ada zaman saisuak, sebelum adanya jembatan. Rupanya, sudah ada pula alternatif dari masyarakat untuk rakik ini. Tetapi hanya sementara. "Kita ingin, rakik atau sampan untuk penyeberangan ini maksimal, memuat banyak orang, terutama buat anak sekolah bisa sekali jalan," kata dia. (501)
Tiga Walinagari Jadi Terbaik di Padang Pariaman
Tiga Walinagari Jadi Terbaik di Padang Pariaman
Padang Pariaman--Tim Penilai Lomba Kompetensi Walinagari tingkat Kabupaten Padang Pariaman telah menyelesaikan proses penilaian, Selasa pekan lalu. Penilaian berlangsung semenjak Kamis 10 Agustus 2017.
Ketua Tim Penilai, H. Idarussalam Tuanku Sutan (Asisten Bidang Pemerintahan Sekretariat Daerah Padang Pariaman) ketika dihubungi wartawan menyebutkan, proses penilaian diawali dengan presentasi peserta dan dilanjutkan verifikasi atau kunjungan tim penilai ke lapangan.
Para peserta, kata Idarussalam, merupakan utusan dari 17 kecamatan yang ada di Kabupaten Padang Pariaman. Sedangkan tim penilai terdiri dari unsur pemerintahan dan tokoh masyarakat.
Mereka antara lain Asisten Bidang Pemerintahan, Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setda, Hj. Netty Warni, Kepala Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bapelitbangda) c/q Kepala Bidang Sosial Budaya; Harmen Aminuddin, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa; Erman, Kepala Bidang Bina Pemerintahan Desa; Heriza Syafani, dan Tokoh Masyarakat; H. Martias Mahyuddin.
"Setelah melakukan rangkaian penilaian, tim sepakat menetapkan tiga peserta terbaik. Masing-masing adalah Edi Kusasih (walinagari III Koto Aua Malintang Selatan, Kecamatan IV Koto Aua Malintang), H. Jamarusti (walinagari Batu Kalang, Kecamatan Padang Sago) dan Hendri (walinagari Koto Tinggi, Kecamatan Enam Lingkung),” papar mantan Camat di Kabupaten Limapuluh Kota ini.
Sewaktu ditanya nama walinagari yang meraih terbaik pertama, kedua dan ketiga, Idarussalam menyakui, tim penilai memang telah menetapkan hal itu dalam pertemuan di sebuah masjid, Selasa sore kemarin, "Namun, kami pun telah sepakat akan mengumumkannya usai upacara Peringatan Hari Proklamasi Kemerdekaan RI,” katanya berkilah. (501)
Padang Pariaman--Tim Penilai Lomba Kompetensi Walinagari tingkat Kabupaten Padang Pariaman telah menyelesaikan proses penilaian, Selasa pekan lalu. Penilaian berlangsung semenjak Kamis 10 Agustus 2017.
Ketua Tim Penilai, H. Idarussalam Tuanku Sutan (Asisten Bidang Pemerintahan Sekretariat Daerah Padang Pariaman) ketika dihubungi wartawan menyebutkan, proses penilaian diawali dengan presentasi peserta dan dilanjutkan verifikasi atau kunjungan tim penilai ke lapangan.
Para peserta, kata Idarussalam, merupakan utusan dari 17 kecamatan yang ada di Kabupaten Padang Pariaman. Sedangkan tim penilai terdiri dari unsur pemerintahan dan tokoh masyarakat.
Mereka antara lain Asisten Bidang Pemerintahan, Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setda, Hj. Netty Warni, Kepala Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bapelitbangda) c/q Kepala Bidang Sosial Budaya; Harmen Aminuddin, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa; Erman, Kepala Bidang Bina Pemerintahan Desa; Heriza Syafani, dan Tokoh Masyarakat; H. Martias Mahyuddin.
"Setelah melakukan rangkaian penilaian, tim sepakat menetapkan tiga peserta terbaik. Masing-masing adalah Edi Kusasih (walinagari III Koto Aua Malintang Selatan, Kecamatan IV Koto Aua Malintang), H. Jamarusti (walinagari Batu Kalang, Kecamatan Padang Sago) dan Hendri (walinagari Koto Tinggi, Kecamatan Enam Lingkung),” papar mantan Camat di Kabupaten Limapuluh Kota ini.
Sewaktu ditanya nama walinagari yang meraih terbaik pertama, kedua dan ketiga, Idarussalam menyakui, tim penilai memang telah menetapkan hal itu dalam pertemuan di sebuah masjid, Selasa sore kemarin, "Namun, kami pun telah sepakat akan mengumumkannya usai upacara Peringatan Hari Proklamasi Kemerdekaan RI,” katanya berkilah. (501)
Kepedulian Yayasan SMALA 91 Nur Fitrisyam Mendiami Rumah Semi Permanen Layak Huni
Kepedulian Yayasan SMALA 91
Nur Fitrisyam Mendiami Rumah Semi Permanen Layak Huni
Batang Anai--Mimpi Nur Fitrisyam untuk tinggal di rumah yang layak huni akhirnya terwujud. Yayasan Alumni Sekolah Menengah Atas Lubuk Alung (SMALA 91) langsung turun tangan, membuatkan sebuah rumah tipe 36.
Sebelumnya, Nur Fitrisyam, warga Buayan Lubuk Alung, Kecamatan Batang Anai ini tinggal di rumah darudat bantuan gempa akhir 2009 silam. Yang namanya rumah bantuan gempa, hanya pakai dinding triplek tak bisa untuk tahan lama. Dan lagi, rumah demikian hanya berukuran kecil, dinilai tak layak untuk sebuah keluarga.
Ketua Yayasan SMALA 91, Aswirman kepada Singgalang, Senin (21/8) kemarin di Lubuk Alung menyebutkan, bedah rumah terhadap Nur Fitrisyam sudah yang kedua kali dilakukan yayasan ini, setelah sebelumnya sebuah rumah milik alumni SMALA 91 Lubuk Alung juga di Tanjuang Aua, Kecamatan Enam Lingkung.
Menurut dia, kegiatan bedah rumah yang dilakukan yayasan alumni SMA terkemuka di Lubuk Alung ini, tentunya setelah adanya acara reunian, dan terungkap adanya alumni yang seangkatan yang hidupnya susah, tinggal di rumah yang tidak layak.
"Dari yayasan ada sekitar Rp20 juta yang digelontorkan. Dana itu ditambah oleh Baznas Padang Pariaman sebanyak Rp10 juta. Dan kita dari yayasan menambah bangunan semi permanen tersebut dengan listrik, dapur dan WC," kata Aswirman.
Aswirman yang juga pengusaha proferti ini menilai, ajang pertemuan alumni yang sering dilakukan tidak lagi sekedar gelak tawa, kumpul-kumpul yang tidak ada manfaatnya. Melainkan, ada aksi sosial kemanusiaan yang dirajut untuk alumni itu sendiri dan masyarakat luas.
Kata Aswirman, setelah pihaknya melakukan survei ke Buayan, tempat Nur Fitrisyam tinggal, dia langsung menawarkan ke yang bersangkutan dua pilihan; rumah atau pilih unit usaha loundry. Dengan tegas, janda beranak dua ini memilih sebuah rumah, lantaran rumah yang dia huni sudah terlalu tua, dan tidak lagi layak untuk ditempati.
"Alhamdulillah, Nur Fitrisyam telah tinggal di rumah yang layak huni. Semoga saja, rumah ini mampu memberikan yang terbaik untuk penghuninya," ungkap Aswirman. (501)
Nur Fitrisyam Mendiami Rumah Semi Permanen Layak Huni
Batang Anai--Mimpi Nur Fitrisyam untuk tinggal di rumah yang layak huni akhirnya terwujud. Yayasan Alumni Sekolah Menengah Atas Lubuk Alung (SMALA 91) langsung turun tangan, membuatkan sebuah rumah tipe 36.
Sebelumnya, Nur Fitrisyam, warga Buayan Lubuk Alung, Kecamatan Batang Anai ini tinggal di rumah darudat bantuan gempa akhir 2009 silam. Yang namanya rumah bantuan gempa, hanya pakai dinding triplek tak bisa untuk tahan lama. Dan lagi, rumah demikian hanya berukuran kecil, dinilai tak layak untuk sebuah keluarga.
Ketua Yayasan SMALA 91, Aswirman kepada Singgalang, Senin (21/8) kemarin di Lubuk Alung menyebutkan, bedah rumah terhadap Nur Fitrisyam sudah yang kedua kali dilakukan yayasan ini, setelah sebelumnya sebuah rumah milik alumni SMALA 91 Lubuk Alung juga di Tanjuang Aua, Kecamatan Enam Lingkung.
Menurut dia, kegiatan bedah rumah yang dilakukan yayasan alumni SMA terkemuka di Lubuk Alung ini, tentunya setelah adanya acara reunian, dan terungkap adanya alumni yang seangkatan yang hidupnya susah, tinggal di rumah yang tidak layak.
"Dari yayasan ada sekitar Rp20 juta yang digelontorkan. Dana itu ditambah oleh Baznas Padang Pariaman sebanyak Rp10 juta. Dan kita dari yayasan menambah bangunan semi permanen tersebut dengan listrik, dapur dan WC," kata Aswirman.
Aswirman yang juga pengusaha proferti ini menilai, ajang pertemuan alumni yang sering dilakukan tidak lagi sekedar gelak tawa, kumpul-kumpul yang tidak ada manfaatnya. Melainkan, ada aksi sosial kemanusiaan yang dirajut untuk alumni itu sendiri dan masyarakat luas.
Kata Aswirman, setelah pihaknya melakukan survei ke Buayan, tempat Nur Fitrisyam tinggal, dia langsung menawarkan ke yang bersangkutan dua pilihan; rumah atau pilih unit usaha loundry. Dengan tegas, janda beranak dua ini memilih sebuah rumah, lantaran rumah yang dia huni sudah terlalu tua, dan tidak lagi layak untuk ditempati.
"Alhamdulillah, Nur Fitrisyam telah tinggal di rumah yang layak huni. Semoga saja, rumah ini mampu memberikan yang terbaik untuk penghuninya," ungkap Aswirman. (501)
Sabtu, 19 Agustus 2017
Disediakan Beasiswa untuk Madrasah Belajar ke Luar Negeri
Diserahkan Aljufri, Ali Anas dan Afrizal
300 Warga Sungai Kasikan Terima Kartu Asuransi Gratis
Patamuan--Sebanyak 300 orang masyarakat Sungai Kasikan, Nagari Tandikek, Kecamatan Patamuan, Padang Pariaman, Selasa malam lalu antusias menerima kartu asuransi gratis dari Hanura melalui Aljufri, caleg DPRD Provinsi Sumatera Barat Dapil II, Padang Pariaman dan Kota Pariaman nomor urut dua, Ali Anas, caleg DPRD Kabupaten Padang Pariaman Dapil II, yang saat ini duduk sebagai anggota DPRD, dan Afrizal, juga caleg Hanura untuk daerah itu di Dapil III. Aljufri yang juga Ketua VII Hipmi Provinsi Sumbar itu mengatakan, kartu asuransi kader penggerak Hanura ini bebas dimiliki oleh siapa saja. Terlebih kepada kader penggerak Partai Hanura itu sendiri.
Dengan memiliki kartu ini, kata Ketua FKPM Padang Pariaman ini, warga akan terlindungi apabila sewaktu-waktu terkena musibah seperti meninggal akibat kecelakaan, atau meninggal karena sakit. Bagi pemilik kartu yang meninggal dunia karena sakit, ahli warisnya menerima santunan sebesar Rp1 juta. Sedangkan yang meninggal akibat kecelakaaan, akan menerima santunan sebesar Rp9 juta. proses klaim paling lama tiga minggu.
Nursida, Bendahara Majelis Taklim Sungai Kasikan merasa bersyukur dan mengucapkan terima kasih dengan kedatangan Aljufri dan Ali Anas yang telah memberi kartu asuransi kepada warga masyarakat.
"Selama ini, untuk ikut asuransi harus mengeluarkan biaya untuk membayar premi. Dengan adanya asuransi ini masyarakat sangat terbantu dalam mendapatkan kartu asuransi secara gratis," katanya.
Hal yang sama juga disampaikan Datuak Rajo Nando, salah seorang tokoh masyarakat Sungai Kasikan. Menurutnya kehadiran Aljufri dan Ali Anas disambut dengan luar biasa. "Kami mendoakan, semoga Bapak Aljufri dan Bapak Ali Anas sukses dalam menghadapi Pileg tanggal 9 April nanti, dan tentunya mampu meraih impian menjadi wakil rakyat yang terhormat di Sumatera Barat dan Padang Pariaman," harapnya. (525)
----------------------------------------------------
Kemenag Padang Pariaman
Peringatan HAB ke-68 Ditandai Dengan Gerak Jalan Berhadian
Padang Pariaman--Keluarga besar Kementerian Agama Kabupaten Padang Pariaman mengadakan kegiatan gerak jalan jantung sehat, dalam rangka memperingati dan memeriahkan Hari Amal Bhakti (HAB) ke-68 tahun 2014. Acaranya berlangsung Rabu (8/1), star dari Kankemenag dan berputar dalam Kata Pariaman.
Acara ini diikuti kurang lebih 250 orang peserta yang terdiri dari pejabat dan pegawai pada Kemenag, serta pejabat KUA kecamatan, Kepala Madrasah serta Pengawas PAI dilingkungan Kemenag.
Kepala Kemenag Padang Pariaman, H. Masrican Tuanku Marajo Basa mengatakan, disamping telah mengikuti gerak jalan kerukunan umat beragama di Padang beberapa waktu lalu, namun tidak menyurutkan semangat peserta untuk memeriahkan gerak jalan di kabupaaten. "Ini tentunya demi kicintaan kita pada lembaga," kata dia.
Sekaligus melepas peserta gerak jalan yang langsung diikuti Kankemenag, Kasubag TU, Kasi-kasi serta diikuti pula oleh pejabat lainnya, dan para peserta.
Selesai gerak jalan, para peserta dihibur dengan penampilan Givo Saputra yang telah mengharumkan nama Keluarga besar Kementerian Agama Padang Pariaman sebagai juara I lomba bintang qasidah tingkat nasional di Samarinda, Kalimantar Timur bulan Desember yang lalu.
Disamping itu, juga dilakukan penarikan pencabutan hadiah doorprize bagi para peserta yang disumbangkan oleh Bank Nagari Pariaman satu buah sepeda, Bank Nagari Lubuk Alung satu buah sepeda, Bank Syari’ah Mandiri Cabang Pariaman dua voucher masing-masing Rp500 ribu, sumbangan rekanan, serta sumbangan dari kepala KUA dan Madrsaha di Padang Pariaman.
Dalam pencabutan dua buah hadiah sepeda, masing-masing diraih oleh Syafral Abdi, Kepala KUA Kecamatan Batang Gasan dan Adrizal, Pengawas RA/BA. Sedangkan dua hadiah voucher diraih oleh MG. Husni Nasution, Kepala MIN Kampuang Dadok, serta Febriyandi, Satpam Kemenag, serta banyak hadiah lainnya yang bertaburan. (525)
---------------------------------------------
Wakil Ketua DPRD Sumbar Leonardy Harmainy
Disediakan Beasiswa Untuk Madrasah Belajar ke Luar Negeri
Padang Pariaman--Keluarga besar MTsN Tandiket, Kabupaten Padang Pariaman mengadakan kegiatan pagelaran pentas seni, Sabtu lalu. Acara ini dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Amal Bhakti (HAB) ke-68 tahun 2014. Hadir pada acara tersebut Kepala Kemenag, H. Masrican Tuanku Marajo Basa, Wakil Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat, H. Leonardy Harmainy, Camat Patamuan, Komite Madrasah, para tokoh masyarakat Patamuan dan VII Sungai Sariak, serta para orangtua siswa MTsN Tandiket.
Kepala Kemenag, Masrican mengatakan saat ini pembangunan di Padang Pariaman sedang berjalan pesat. Sebanyak tiga buah bangunan sekolah berkualitas tinggi. Tentunya hal itu akan semakin memajukan Madrasah di wilayah ini.
"Semoga lembaga keagamaan di Padang Pariaman maju dan berkembang, mendapat tempat dihati masyarakat. Kedepan, bagaimana kita bisa menjaga lembaga ini, memajukannya bersama wali murid dan masyarakat," kata dia.
Menurut Masrican, untuk memajukan lembaga keagamaan di Padang Pariaman salah satunya adalah melengkapi sarana dan prasarana. Disamping itu, diharapkan kepada masyarakat untuk membuat permohonan dan proposal demi terpenuhinya kebutuhan Madrasah.
Katanya lagi, untuk tahun ini akan ada pembangunan MAN Insan Cendikia yang terletak di Kecamatan Sintuak Toboh Gadang. Semoga ini terwujud sesuai dengan harapan masyarakat Padang Pariaman. Disamping memotifasi masyarakat untuk mendidrikan Madrasah minimal untuk satu nagari ada satu Madrasah.
Wakil Ketua DPRD Sumbar Leonardy Harmainy mengucapkan terima kasih kepada Kepala MTSN Tandiket, Muzakar yang telah menyerahkan tanahnya untuk pembangunan MTsN, sekaligus memotifasi masyarakat dan guru untuk memajukan pendidikan berkarakter atau budi pekerti.
"Saat ini DPRD Sumbar menyediakan dana pendidikan ke luar negeri bagi lulusan MAN dengan penguasaan bahasa Arab dan Inggris, serta bisa menghafal Quran minimal sembilan juz," katanya. (525)
--------------------------------------
Pertama di Padang Pariaman
IGTKI Batang Anai Gelar MTQ Antar Guru TK
Batang Anai, Singgalang
Pertama di Kabupaten Padang Pariaman MTQ guru Taman Kanak-kanak se-Kecamatan Batang Anai digelar. Luar biasa, pesertanya pun antusias. Peserta terdiri dari 16 sekolah TK yang ada di kecamatan yang berbatasan dengan Kota Padang itu. Masing-masing sekolah wajib mengirim qori dan qoriahnya. Ini merupakan kelender tetap di Kecamatan Batang Anai. Dan tentunya acara itu terlaksana atas dukungan penuh Camat Syofrion dengan tropy berngilirnya.
Ketua panitia pelaksana, Zuleha didampingi Vivi Marlina menyatakan, adapun yang akan dinilai dewan juri; Tajwid, Adab dan Irama. Acara ini berlangsung sehari penuh. Diharapkan mampu memberikan yang terbaik, buat guru TK dalam menumbuh-kembangkan bacaan kitab suci yang jadi pegangan hidup tersebut.
Camat Batang Anai, Syofrion M sangat bangga dengan IGTKI yang sudah mampu mengangkat acara yang bukan saja untuk kepentingan dunia, tetapi juga ibadah kepada Allah. Seorang guru hendaknya memberikan contoh teladan.
"Bagaimana murid akan gemar membaca Quran, sementara ibuk gurunya tidak bisa baca Quran. Maka, kami Camat dan Muspika mendukung program MTQ guru TK ini dan nantinya akan kita minta UPTD Pendidikan juga melakukan MTQ guru SD se-Kecamatan Batang Anai," katanya. (525)
------------------------------------
Rodi Terpilih Jadi Ketum PC PMII Kabupaten Padangpariaman
Lubuk Alung--Rodi Indra Saputra terpilih menjadi Ketua Umum Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Kabupaten Padang Pariaman periode 2014-2014 pada Konferensi Cabang (Konfercab) ke-IV yang berlangsung Rabu (8/1). Pemilihan berlangsung hingga Kamis dini hari pukul 00.00 WIB, di aula KPNG Lubuk Alung.
Rodi Indra Saputra mahasiswa semester 5 jurusan Bahasa Indonesia STIKIP YDP Lubuk ALung ini berhasil meraih suara 25, mengalahkan pesaingnya Rahmi Novia Martin yang meraih 22 suara. Selanjutnya, tim formatur yang terdiri dari Rodi, Betri Murdiana (Ketum demisioner), Rahmi Novia Martin, Syamsul Bahri dan Zalman Antoni melengkapi kepengurusan PC PMII Kabupaten Padangpariaman.
Konfercab diawali dengan diskusi kebangsaan itu dibuka Bupati Padangpariaman Ali Mukhni. Dalam sambutannya, Ali Mukhni mengharapkan adanya kerjasama PMII dengan Pemerintah Kabupaten Padangpariaman dalam membangun masyarakat Padangpariaman. Sebagai bagian dari masyarakat Padangpariaman, kader PMII tentu punya andil dalam menyukseskan berbagai program pembangunan.
“Pemerintah Kabupaten Padangpariaman pun punya perhatian khusus terhadap mahasiswa, termasuk PMII. Karena mahasiswa memiliki andil untuk menyukseskan pembangunan yang akan dilaksanakan,” kata Bupati Ali Mukni.
Tampil sebagai pemateri dalam diskusi kebangsaan itu adalah Ketua Komisi III DPRD Sumbar Yulman Hadi, Sekretaris KNPI Provinsi Sumatera Barat Wirya Fansuri dan Ketum Pengurus Koordinator Cabang (PKC) PMII Sumatera Barat Afriendi Sikumbang. Diskusi kebangsaan bertemakan, mengevaluasi kepemimpinan demokrasi 2013 dan proyeksi 2014. Diskusi dihadiri sekitar 70 orang mahasiswa tersebut dinilai mampu membangkitkan semangat kebangsaan mahasiswa yang selama ini tidak banyak memahami kebangsaan Indonesia yang penuh dengan aneka ragam.
Rodi Indah Saputra usai terpilih, Kamis (9/1/2014), menyebutkan tekadnya sebagai Ketua Umum PMII di Padangpariaman adalah membesarkan PMII ke kampus-kampus yang ada di Kabupaten Padangpariaman. “Kami menyadari untuk membesarkan PMII harus ada kerjasama dengan pihak lain, termasuk kerjasama dengan masyarakat yang mendukung nilai-nilai kejuangan,” kata Roni mantan Sekjen BEM STIKIP YDB Lubuk Alung. (525)
--------------------------------------------
Diawali Dengan Badoncek
Puskesmas Sungai Sariak Bangun Mushalla
VII Koto--Puskesmas Sungai Sariak, Kecamatan VII Koto Sungai Sariak, Kabupaten Padang Pariaman membangun Mushalla, karena selama ini semua staf dan pasien harus pergi keluar pekarangan Puskesmas untuk melakukan ibadah. Apalagi Puskesmas ini terbuka selama 24 jam untuk melayani masyarakat.
"Kalau dimalam hari, pasien dan keluarga yang menunggu pasien sangat susah untuk keluar. Mushalla berada jauh dari lokasi Puskesmas. Kalau mushalla sudah ada tentu sangat memudahkan untuk melaksanakan ibadah," ujar Kepala Puskesmas Sungai Sariak, Dr. Hj. Novita Agus, Kamis (9/1).
Dia menjelaskan, mushalla ini dibangun atas partisipasi kawan-kawan staf yang bekerja di Puskesmas ini. Saking semangatnya kawan itu, langsung dikumpulkan dana secara badoncek. Bahkan ada yang menyumbangkan batu bata dan semen. Sampai selesai mushalla yang berukuran 6x6 meter ini akan menghabiskan anggaran sebesar Rp207 juta.
Dengan mendirikan mushalla di lokasi Puskesmas ini akan lebih mengundang masyarakat untuk memanfaatkannya untuk beribadah. Penggunaannya tidak terbatas oleh staf Puskesmas saja. Apalagi tempatnya lebih strategis, tentu fungsinya lebih maksimal, serta dapat dimanfaatkan oleh masyarakat luas untuk meningkatkan iman dan takwa.
Selain untuk shalat berjamaah, katanya, mushalla ini juga untuk acara pengajian atau majelis taklim. Serta berbagai keperluan lainnya. "Sekarang ini baru siap pondasinya. Untuk itu, atas nama penitia pembangunan, kita sangat mengharapkan bantuan donatur, baik pemerintah maupun masyarakat lainnya. Dana yang terkumpul saat ini baru Rp75 juta," harap Novita Agus.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Padang Pariaman, Zunirman mengatakan dari sekian banyak Puskesmas yang ada di daerah ini, baru Puskesmas Sungai Sariak yang mempunyai mushalla. "Saya sangat bangga kepada Puskesmas Sungai Sariak ini, mau menyumbangkan uang untuk membuat mushalla, dan mushalla ini sangat membantu staf dalam melaksanakan ibadah, serta bisa dimanfaatkan oleh masyarakat sekitarnya. Dan terima kasih juga kepada donatur yang telah menyumbang, semoga amal kebaikan diterima oleh Allah SWT," ujar Zunirman. (525)
300 Warga Sungai Kasikan Terima Kartu Asuransi Gratis
Patamuan--Sebanyak 300 orang masyarakat Sungai Kasikan, Nagari Tandikek, Kecamatan Patamuan, Padang Pariaman, Selasa malam lalu antusias menerima kartu asuransi gratis dari Hanura melalui Aljufri, caleg DPRD Provinsi Sumatera Barat Dapil II, Padang Pariaman dan Kota Pariaman nomor urut dua, Ali Anas, caleg DPRD Kabupaten Padang Pariaman Dapil II, yang saat ini duduk sebagai anggota DPRD, dan Afrizal, juga caleg Hanura untuk daerah itu di Dapil III. Aljufri yang juga Ketua VII Hipmi Provinsi Sumbar itu mengatakan, kartu asuransi kader penggerak Hanura ini bebas dimiliki oleh siapa saja. Terlebih kepada kader penggerak Partai Hanura itu sendiri.
Dengan memiliki kartu ini, kata Ketua FKPM Padang Pariaman ini, warga akan terlindungi apabila sewaktu-waktu terkena musibah seperti meninggal akibat kecelakaan, atau meninggal karena sakit. Bagi pemilik kartu yang meninggal dunia karena sakit, ahli warisnya menerima santunan sebesar Rp1 juta. Sedangkan yang meninggal akibat kecelakaaan, akan menerima santunan sebesar Rp9 juta. proses klaim paling lama tiga minggu.
Nursida, Bendahara Majelis Taklim Sungai Kasikan merasa bersyukur dan mengucapkan terima kasih dengan kedatangan Aljufri dan Ali Anas yang telah memberi kartu asuransi kepada warga masyarakat.
"Selama ini, untuk ikut asuransi harus mengeluarkan biaya untuk membayar premi. Dengan adanya asuransi ini masyarakat sangat terbantu dalam mendapatkan kartu asuransi secara gratis," katanya.
Hal yang sama juga disampaikan Datuak Rajo Nando, salah seorang tokoh masyarakat Sungai Kasikan. Menurutnya kehadiran Aljufri dan Ali Anas disambut dengan luar biasa. "Kami mendoakan, semoga Bapak Aljufri dan Bapak Ali Anas sukses dalam menghadapi Pileg tanggal 9 April nanti, dan tentunya mampu meraih impian menjadi wakil rakyat yang terhormat di Sumatera Barat dan Padang Pariaman," harapnya. (525)
----------------------------------------------------
Kemenag Padang Pariaman
Peringatan HAB ke-68 Ditandai Dengan Gerak Jalan Berhadian
Padang Pariaman--Keluarga besar Kementerian Agama Kabupaten Padang Pariaman mengadakan kegiatan gerak jalan jantung sehat, dalam rangka memperingati dan memeriahkan Hari Amal Bhakti (HAB) ke-68 tahun 2014. Acaranya berlangsung Rabu (8/1), star dari Kankemenag dan berputar dalam Kata Pariaman.
Acara ini diikuti kurang lebih 250 orang peserta yang terdiri dari pejabat dan pegawai pada Kemenag, serta pejabat KUA kecamatan, Kepala Madrasah serta Pengawas PAI dilingkungan Kemenag.
Kepala Kemenag Padang Pariaman, H. Masrican Tuanku Marajo Basa mengatakan, disamping telah mengikuti gerak jalan kerukunan umat beragama di Padang beberapa waktu lalu, namun tidak menyurutkan semangat peserta untuk memeriahkan gerak jalan di kabupaaten. "Ini tentunya demi kicintaan kita pada lembaga," kata dia.
Sekaligus melepas peserta gerak jalan yang langsung diikuti Kankemenag, Kasubag TU, Kasi-kasi serta diikuti pula oleh pejabat lainnya, dan para peserta.
Selesai gerak jalan, para peserta dihibur dengan penampilan Givo Saputra yang telah mengharumkan nama Keluarga besar Kementerian Agama Padang Pariaman sebagai juara I lomba bintang qasidah tingkat nasional di Samarinda, Kalimantar Timur bulan Desember yang lalu.
Disamping itu, juga dilakukan penarikan pencabutan hadiah doorprize bagi para peserta yang disumbangkan oleh Bank Nagari Pariaman satu buah sepeda, Bank Nagari Lubuk Alung satu buah sepeda, Bank Syari’ah Mandiri Cabang Pariaman dua voucher masing-masing Rp500 ribu, sumbangan rekanan, serta sumbangan dari kepala KUA dan Madrsaha di Padang Pariaman.
Dalam pencabutan dua buah hadiah sepeda, masing-masing diraih oleh Syafral Abdi, Kepala KUA Kecamatan Batang Gasan dan Adrizal, Pengawas RA/BA. Sedangkan dua hadiah voucher diraih oleh MG. Husni Nasution, Kepala MIN Kampuang Dadok, serta Febriyandi, Satpam Kemenag, serta banyak hadiah lainnya yang bertaburan. (525)
---------------------------------------------
Wakil Ketua DPRD Sumbar Leonardy Harmainy
Disediakan Beasiswa Untuk Madrasah Belajar ke Luar Negeri
Padang Pariaman--Keluarga besar MTsN Tandiket, Kabupaten Padang Pariaman mengadakan kegiatan pagelaran pentas seni, Sabtu lalu. Acara ini dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Amal Bhakti (HAB) ke-68 tahun 2014. Hadir pada acara tersebut Kepala Kemenag, H. Masrican Tuanku Marajo Basa, Wakil Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat, H. Leonardy Harmainy, Camat Patamuan, Komite Madrasah, para tokoh masyarakat Patamuan dan VII Sungai Sariak, serta para orangtua siswa MTsN Tandiket.
Kepala Kemenag, Masrican mengatakan saat ini pembangunan di Padang Pariaman sedang berjalan pesat. Sebanyak tiga buah bangunan sekolah berkualitas tinggi. Tentunya hal itu akan semakin memajukan Madrasah di wilayah ini.
"Semoga lembaga keagamaan di Padang Pariaman maju dan berkembang, mendapat tempat dihati masyarakat. Kedepan, bagaimana kita bisa menjaga lembaga ini, memajukannya bersama wali murid dan masyarakat," kata dia.
Menurut Masrican, untuk memajukan lembaga keagamaan di Padang Pariaman salah satunya adalah melengkapi sarana dan prasarana. Disamping itu, diharapkan kepada masyarakat untuk membuat permohonan dan proposal demi terpenuhinya kebutuhan Madrasah.
Katanya lagi, untuk tahun ini akan ada pembangunan MAN Insan Cendikia yang terletak di Kecamatan Sintuak Toboh Gadang. Semoga ini terwujud sesuai dengan harapan masyarakat Padang Pariaman. Disamping memotifasi masyarakat untuk mendidrikan Madrasah minimal untuk satu nagari ada satu Madrasah.
Wakil Ketua DPRD Sumbar Leonardy Harmainy mengucapkan terima kasih kepada Kepala MTSN Tandiket, Muzakar yang telah menyerahkan tanahnya untuk pembangunan MTsN, sekaligus memotifasi masyarakat dan guru untuk memajukan pendidikan berkarakter atau budi pekerti.
"Saat ini DPRD Sumbar menyediakan dana pendidikan ke luar negeri bagi lulusan MAN dengan penguasaan bahasa Arab dan Inggris, serta bisa menghafal Quran minimal sembilan juz," katanya. (525)
--------------------------------------
Pertama di Padang Pariaman
IGTKI Batang Anai Gelar MTQ Antar Guru TK
Batang Anai, Singgalang
Pertama di Kabupaten Padang Pariaman MTQ guru Taman Kanak-kanak se-Kecamatan Batang Anai digelar. Luar biasa, pesertanya pun antusias. Peserta terdiri dari 16 sekolah TK yang ada di kecamatan yang berbatasan dengan Kota Padang itu. Masing-masing sekolah wajib mengirim qori dan qoriahnya. Ini merupakan kelender tetap di Kecamatan Batang Anai. Dan tentunya acara itu terlaksana atas dukungan penuh Camat Syofrion dengan tropy berngilirnya.
Ketua panitia pelaksana, Zuleha didampingi Vivi Marlina menyatakan, adapun yang akan dinilai dewan juri; Tajwid, Adab dan Irama. Acara ini berlangsung sehari penuh. Diharapkan mampu memberikan yang terbaik, buat guru TK dalam menumbuh-kembangkan bacaan kitab suci yang jadi pegangan hidup tersebut.
Camat Batang Anai, Syofrion M sangat bangga dengan IGTKI yang sudah mampu mengangkat acara yang bukan saja untuk kepentingan dunia, tetapi juga ibadah kepada Allah. Seorang guru hendaknya memberikan contoh teladan.
"Bagaimana murid akan gemar membaca Quran, sementara ibuk gurunya tidak bisa baca Quran. Maka, kami Camat dan Muspika mendukung program MTQ guru TK ini dan nantinya akan kita minta UPTD Pendidikan juga melakukan MTQ guru SD se-Kecamatan Batang Anai," katanya. (525)
------------------------------------
Rodi Terpilih Jadi Ketum PC PMII Kabupaten Padangpariaman
Lubuk Alung--Rodi Indra Saputra terpilih menjadi Ketua Umum Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Kabupaten Padang Pariaman periode 2014-2014 pada Konferensi Cabang (Konfercab) ke-IV yang berlangsung Rabu (8/1). Pemilihan berlangsung hingga Kamis dini hari pukul 00.00 WIB, di aula KPNG Lubuk Alung.
Rodi Indra Saputra mahasiswa semester 5 jurusan Bahasa Indonesia STIKIP YDP Lubuk ALung ini berhasil meraih suara 25, mengalahkan pesaingnya Rahmi Novia Martin yang meraih 22 suara. Selanjutnya, tim formatur yang terdiri dari Rodi, Betri Murdiana (Ketum demisioner), Rahmi Novia Martin, Syamsul Bahri dan Zalman Antoni melengkapi kepengurusan PC PMII Kabupaten Padangpariaman.
Konfercab diawali dengan diskusi kebangsaan itu dibuka Bupati Padangpariaman Ali Mukhni. Dalam sambutannya, Ali Mukhni mengharapkan adanya kerjasama PMII dengan Pemerintah Kabupaten Padangpariaman dalam membangun masyarakat Padangpariaman. Sebagai bagian dari masyarakat Padangpariaman, kader PMII tentu punya andil dalam menyukseskan berbagai program pembangunan.
“Pemerintah Kabupaten Padangpariaman pun punya perhatian khusus terhadap mahasiswa, termasuk PMII. Karena mahasiswa memiliki andil untuk menyukseskan pembangunan yang akan dilaksanakan,” kata Bupati Ali Mukni.
Tampil sebagai pemateri dalam diskusi kebangsaan itu adalah Ketua Komisi III DPRD Sumbar Yulman Hadi, Sekretaris KNPI Provinsi Sumatera Barat Wirya Fansuri dan Ketum Pengurus Koordinator Cabang (PKC) PMII Sumatera Barat Afriendi Sikumbang. Diskusi kebangsaan bertemakan, mengevaluasi kepemimpinan demokrasi 2013 dan proyeksi 2014. Diskusi dihadiri sekitar 70 orang mahasiswa tersebut dinilai mampu membangkitkan semangat kebangsaan mahasiswa yang selama ini tidak banyak memahami kebangsaan Indonesia yang penuh dengan aneka ragam.
Rodi Indah Saputra usai terpilih, Kamis (9/1/2014), menyebutkan tekadnya sebagai Ketua Umum PMII di Padangpariaman adalah membesarkan PMII ke kampus-kampus yang ada di Kabupaten Padangpariaman. “Kami menyadari untuk membesarkan PMII harus ada kerjasama dengan pihak lain, termasuk kerjasama dengan masyarakat yang mendukung nilai-nilai kejuangan,” kata Roni mantan Sekjen BEM STIKIP YDB Lubuk Alung. (525)
--------------------------------------------
Diawali Dengan Badoncek
Puskesmas Sungai Sariak Bangun Mushalla
VII Koto--Puskesmas Sungai Sariak, Kecamatan VII Koto Sungai Sariak, Kabupaten Padang Pariaman membangun Mushalla, karena selama ini semua staf dan pasien harus pergi keluar pekarangan Puskesmas untuk melakukan ibadah. Apalagi Puskesmas ini terbuka selama 24 jam untuk melayani masyarakat.
"Kalau dimalam hari, pasien dan keluarga yang menunggu pasien sangat susah untuk keluar. Mushalla berada jauh dari lokasi Puskesmas. Kalau mushalla sudah ada tentu sangat memudahkan untuk melaksanakan ibadah," ujar Kepala Puskesmas Sungai Sariak, Dr. Hj. Novita Agus, Kamis (9/1).
Dia menjelaskan, mushalla ini dibangun atas partisipasi kawan-kawan staf yang bekerja di Puskesmas ini. Saking semangatnya kawan itu, langsung dikumpulkan dana secara badoncek. Bahkan ada yang menyumbangkan batu bata dan semen. Sampai selesai mushalla yang berukuran 6x6 meter ini akan menghabiskan anggaran sebesar Rp207 juta.
Dengan mendirikan mushalla di lokasi Puskesmas ini akan lebih mengundang masyarakat untuk memanfaatkannya untuk beribadah. Penggunaannya tidak terbatas oleh staf Puskesmas saja. Apalagi tempatnya lebih strategis, tentu fungsinya lebih maksimal, serta dapat dimanfaatkan oleh masyarakat luas untuk meningkatkan iman dan takwa.
Selain untuk shalat berjamaah, katanya, mushalla ini juga untuk acara pengajian atau majelis taklim. Serta berbagai keperluan lainnya. "Sekarang ini baru siap pondasinya. Untuk itu, atas nama penitia pembangunan, kita sangat mengharapkan bantuan donatur, baik pemerintah maupun masyarakat lainnya. Dana yang terkumpul saat ini baru Rp75 juta," harap Novita Agus.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Padang Pariaman, Zunirman mengatakan dari sekian banyak Puskesmas yang ada di daerah ini, baru Puskesmas Sungai Sariak yang mempunyai mushalla. "Saya sangat bangga kepada Puskesmas Sungai Sariak ini, mau menyumbangkan uang untuk membuat mushalla, dan mushalla ini sangat membantu staf dalam melaksanakan ibadah, serta bisa dimanfaatkan oleh masyarakat sekitarnya. Dan terima kasih juga kepada donatur yang telah menyumbang, semoga amal kebaikan diterima oleh Allah SWT," ujar Zunirman. (525)
Hendra Aswara Terima Reward Investasi Meningkat Pesat di Padang Pariaman
Hendra Aswara Terima Reward
Investasi Meningkat Pesat di Padang Pariaman
Parit Malintang--Pemkab Padang Pariaman memberikan penghargaan kepada empat orang Aparatur Sifil Negara (ASN) yang berprestasi dan memiliki inovasi dalam menjalankan tugas dan fungsinya.
Keempat ASN tersebut; Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu dan Peridustrian (DPMPTP) Hendra Aswara, Plt. Kadis Pekerjaan Umum Budi Mulia, Kabag Umum Eli Marni dan Kabag Pengadaan Barang/Jasa Deni Irwan.
Penghargaan diserahkan langsung Bupati Ali Mukhni didampingi Wabup Suhatri Bur usai upacara kemerdekaan RI di halaman Kantor Bupati di Parit Malintang, Kamis (17/8) lalu.
"Jadikan penghargaan ini sebagai bahan bakar, sebagai penyemangat, untuk terus berinovasi dan bekerja untuk kepentingan masyarakat," ujar Bupati Ali Mukhni sambil menepuk bahu Kadis PMPTP Hendra Aswara.
Bupati Ali Mukhni mengatakan, keempat ASN tersebut setelah dilakukan evaluasi kinerja dan target menunjukkan hasil yang membanggakan.
Pertama pada DPMPTP telah melaksanakan perizinan online sehingga menumbuhkan nilai investasi. Tahun 2017 ini, target investasi yang dibebankan Pemprov Sumbar kepada Pemkab Padang Pariaman sebesar Rp47 miliar. Namun pada Agustus telah tercapai Rp168 miliar. Artinya investasi meningkat hampir empat kali lipat dari target provinsi.
"Investasi meningkat pesat, artinya, kita berikan pelayanan perizinan yang mudah, transparan dan tanpa pungli. Jadi investor merasa nyaman berbisnis di Padang Pariaman," ujar alumni Harvard KennedySchool di Amerika Serikat itu.
Kedua, Dinas Pekerjaan Umum dinilai berhasil dalam penyerapan anggaran fisik tertinggi di Sumbar sebesar 98,57 persen pada 2016. Artinya, seluruh pekerjaan fisik berhasil dituntaskan dan telah dinikmati masyarakat.
"Kia ingin prestasi serupa dipertahankan pada tahun ini. Pembangunan jalan, jembatan, irigasi dan gedung tetap menjadi prioritas," ungkap Ali Mukhni, bupati peraih Satya Lencana Pembangunan dari Presiden RI itu.
Ketiga, Bagin Umum layak diapresiasi dalam penataan ruangan kantor bupati yang berbasis lingkungan. Mulai dari pintu masuk, lobby hingga aula terjaga kebersihannya. Kemudian berkomitmen menjadikan kantor bupati sebagai kawasan tanpa asap rokok.
Keempat, Bagian PBJ dinilai berhasil dalam percepatan proses tender dimana lelang dimulai diawal Januari. Sehingga pekerjaan bisa segera dimulai dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi. "Bahkan tahun ini sebelum lebaran sudh ada proyek yang telah PHO. Jadi tender lebih awal sangat berdampak positif untuk ekonomi masyarakat," ujarnya.
Sementara Kadis PMPTP Hendra Aswara mengaku tidak menyangka akan diberikn reward oleh orang nomor satu di Padang Pariaman. "Kami ucapkan terima kasih pada Bapak Bupati. Penghargaan ini dipersembahkan untuk seluruh personil DPMPTP. Dengan kerja bersama, kita berikan best service untuk masyarakat," kata jebolan STPDN Jatinangor itu. (501)
Investasi Meningkat Pesat di Padang Pariaman
Parit Malintang--Pemkab Padang Pariaman memberikan penghargaan kepada empat orang Aparatur Sifil Negara (ASN) yang berprestasi dan memiliki inovasi dalam menjalankan tugas dan fungsinya.
Keempat ASN tersebut; Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu dan Peridustrian (DPMPTP) Hendra Aswara, Plt. Kadis Pekerjaan Umum Budi Mulia, Kabag Umum Eli Marni dan Kabag Pengadaan Barang/Jasa Deni Irwan.
Penghargaan diserahkan langsung Bupati Ali Mukhni didampingi Wabup Suhatri Bur usai upacara kemerdekaan RI di halaman Kantor Bupati di Parit Malintang, Kamis (17/8) lalu.
"Jadikan penghargaan ini sebagai bahan bakar, sebagai penyemangat, untuk terus berinovasi dan bekerja untuk kepentingan masyarakat," ujar Bupati Ali Mukhni sambil menepuk bahu Kadis PMPTP Hendra Aswara.
Bupati Ali Mukhni mengatakan, keempat ASN tersebut setelah dilakukan evaluasi kinerja dan target menunjukkan hasil yang membanggakan.
Pertama pada DPMPTP telah melaksanakan perizinan online sehingga menumbuhkan nilai investasi. Tahun 2017 ini, target investasi yang dibebankan Pemprov Sumbar kepada Pemkab Padang Pariaman sebesar Rp47 miliar. Namun pada Agustus telah tercapai Rp168 miliar. Artinya investasi meningkat hampir empat kali lipat dari target provinsi.
"Investasi meningkat pesat, artinya, kita berikan pelayanan perizinan yang mudah, transparan dan tanpa pungli. Jadi investor merasa nyaman berbisnis di Padang Pariaman," ujar alumni Harvard KennedySchool di Amerika Serikat itu.
Kedua, Dinas Pekerjaan Umum dinilai berhasil dalam penyerapan anggaran fisik tertinggi di Sumbar sebesar 98,57 persen pada 2016. Artinya, seluruh pekerjaan fisik berhasil dituntaskan dan telah dinikmati masyarakat.
"Kia ingin prestasi serupa dipertahankan pada tahun ini. Pembangunan jalan, jembatan, irigasi dan gedung tetap menjadi prioritas," ungkap Ali Mukhni, bupati peraih Satya Lencana Pembangunan dari Presiden RI itu.
Ketiga, Bagin Umum layak diapresiasi dalam penataan ruangan kantor bupati yang berbasis lingkungan. Mulai dari pintu masuk, lobby hingga aula terjaga kebersihannya. Kemudian berkomitmen menjadikan kantor bupati sebagai kawasan tanpa asap rokok.
Keempat, Bagian PBJ dinilai berhasil dalam percepatan proses tender dimana lelang dimulai diawal Januari. Sehingga pekerjaan bisa segera dimulai dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi. "Bahkan tahun ini sebelum lebaran sudh ada proyek yang telah PHO. Jadi tender lebih awal sangat berdampak positif untuk ekonomi masyarakat," ujarnya.
Sementara Kadis PMPTP Hendra Aswara mengaku tidak menyangka akan diberikn reward oleh orang nomor satu di Padang Pariaman. "Kami ucapkan terima kasih pada Bapak Bupati. Penghargaan ini dipersembahkan untuk seluruh personil DPMPTP. Dengan kerja bersama, kita berikan best service untuk masyarakat," kata jebolan STPDN Jatinangor itu. (501)
Labai Burhan Pejuang 45 yang tak Pernah Menerima Pensiun Veteran
Labai Burhan
Pejuang 45 yang tak Pernah Menerima Pensiun Veteran
Padang Pariaman--Kurangnya perhatian masyarakat terhadap pemasangan bendera merah putih di halaman rumah, perkantoran dan gedung lainnya dalam peringatan HUT Kemerdekaan ke-72 tahun ini membuat pejuang kemerdekaan RI sangat prihatin. Kami berjuang mengusir bangsa penjajah Belanda dengan tetesan darah berwarna merah. Ribuan pejuang bercucuran darah hingga tewas akibat serangan tentara Belanda.
Demikian diungkapkan salah seorang pejuang Kemerdekaan RI 1945 di Kabupaten Padang Pariaman, Labai Burhan, Jumat lalu, di kediamannya kepada Ketua Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Padang Pariaman, Zeki Aliwardana yang mengunjunginya dalam suasana peringatan HUT RI. Burhan yang ditemani isterinya, Rabaani, kini tinggal di Korong Badinah, Nagari Lareh Nan Panjang Barat, Kecamatan VII Koto Sungai Sariak.
Menurut Burhan, betapa sedihnya menyaksikan generasi sekarang yang seakan tidak menghargai apa yang sudah dilakukan para pejuang kemerdekaan terdahulu. Mereka harus berhadapan dengan bedil, senjata mortir dan tank tentara Belanda yang ingin menguasai Indonesia kembali.
"Nyawa mereka dipertaruhkan. Tapi hari ini dengan memasang bendera merah putih sebagai simbol bangsa Indonesia di hari peringatan kemerdekaan tersebut, terlihat banyak yang tidak memasang. Hendaknya ini perlu menjadi perhatian para pemimpin di masyarakat,” kata Burhan.
Burhan juga menceritakan perjuangannya pada perang kemerdekaan. Suatu hari Komandan Pleton Abdulllah PO di Pakandangan menyuruhkannya menjeput peluru ke Sicincin. Dengan seorang teman, Burhan berangkat ke Sicincin. Dalam perjalanan bertemu dengan 12 orang pasukan Belanda.
"Kami sangat kuatir jika tentara Belanda menghunuskan senapan, pasti tewas. Agar tidak menarik perhatian tentara, tetap berjalan tanpa menunjukkan akan melakukan perlawanan. Nasib baik, tentara Belanda tidak melakukan penempakan,” kata Burhan yang kini sudah berumur 100 tahun. Karena alasan naik haji tahun 2007, tahun kelahirannya terpaksa dimajukan menjadi 15 April 1929 di KTP.
Menurut Burhan, meski turut berjuang membela dan mempertahankan kemerdekaan RI, dirinya tidak pernah menerima pensiun sebagai veteran. Dulu memang ada yang mau mengurusnya. Namun hingga kini tidak ada hasilnya. Sedangkan teman-teman dan anggota sesama pejuang di Pleton 142 sudah lama wafat.
"Komandan Pleton Datuak Borong dan Wakilnya Buyung Gili, keduanya dari nagari Lubuk Pandan. Bahkan ada pula yang mau mengurus status veterannya, tapi dimintai sejumlah emas sebagai imbalannya. Akhirnya hingga kini tak jelas,” kata Burhan yang memiliki 4 isteri dan 18 orang anak.
Ketua Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Padang Pariaman Zeki Aliwardana mengakui, rendahnya perhatian masyarakat terhadap pemasangan bendera merah putih menunjukan rendahnya pemahaman nilai-nilai nasionalisme dan perjuangan meraih kemerdekaan Indonesia. Generasi muda semakin tidak akrab dengan nilai-nilai nasionalisme dan kebangsaan.
"Apalagi derasnya arus melalui media sosial, televisi dan media internet yang tidak sebanding dengan penyebaran nilai-nilai nasionalisme dan kebangsaan tersebut. Sinetron atau tayangan di televisi yang banyak digandrung masyarakat, terlihat lebih banyak tidak menumbuhkan nilai-nilai semangat nasionalisme dan kebangsaan," kata Zeki.
Menurut Zeki, harus ditanamkan sejak dini nilai-nilai nasionalisme dan kebangsaan kepada anak-anak bangsa. Sekolah dan lembaga pendidikan memiliki peran penting dalam menumbuhkan nilai-nilai nasionalisme dan kebangsaan. (501)
Pejuang 45 yang tak Pernah Menerima Pensiun Veteran
Padang Pariaman--Kurangnya perhatian masyarakat terhadap pemasangan bendera merah putih di halaman rumah, perkantoran dan gedung lainnya dalam peringatan HUT Kemerdekaan ke-72 tahun ini membuat pejuang kemerdekaan RI sangat prihatin. Kami berjuang mengusir bangsa penjajah Belanda dengan tetesan darah berwarna merah. Ribuan pejuang bercucuran darah hingga tewas akibat serangan tentara Belanda.
Demikian diungkapkan salah seorang pejuang Kemerdekaan RI 1945 di Kabupaten Padang Pariaman, Labai Burhan, Jumat lalu, di kediamannya kepada Ketua Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Padang Pariaman, Zeki Aliwardana yang mengunjunginya dalam suasana peringatan HUT RI. Burhan yang ditemani isterinya, Rabaani, kini tinggal di Korong Badinah, Nagari Lareh Nan Panjang Barat, Kecamatan VII Koto Sungai Sariak.
Menurut Burhan, betapa sedihnya menyaksikan generasi sekarang yang seakan tidak menghargai apa yang sudah dilakukan para pejuang kemerdekaan terdahulu. Mereka harus berhadapan dengan bedil, senjata mortir dan tank tentara Belanda yang ingin menguasai Indonesia kembali.
"Nyawa mereka dipertaruhkan. Tapi hari ini dengan memasang bendera merah putih sebagai simbol bangsa Indonesia di hari peringatan kemerdekaan tersebut, terlihat banyak yang tidak memasang. Hendaknya ini perlu menjadi perhatian para pemimpin di masyarakat,” kata Burhan.
Burhan juga menceritakan perjuangannya pada perang kemerdekaan. Suatu hari Komandan Pleton Abdulllah PO di Pakandangan menyuruhkannya menjeput peluru ke Sicincin. Dengan seorang teman, Burhan berangkat ke Sicincin. Dalam perjalanan bertemu dengan 12 orang pasukan Belanda.
"Kami sangat kuatir jika tentara Belanda menghunuskan senapan, pasti tewas. Agar tidak menarik perhatian tentara, tetap berjalan tanpa menunjukkan akan melakukan perlawanan. Nasib baik, tentara Belanda tidak melakukan penempakan,” kata Burhan yang kini sudah berumur 100 tahun. Karena alasan naik haji tahun 2007, tahun kelahirannya terpaksa dimajukan menjadi 15 April 1929 di KTP.
Menurut Burhan, meski turut berjuang membela dan mempertahankan kemerdekaan RI, dirinya tidak pernah menerima pensiun sebagai veteran. Dulu memang ada yang mau mengurusnya. Namun hingga kini tidak ada hasilnya. Sedangkan teman-teman dan anggota sesama pejuang di Pleton 142 sudah lama wafat.
"Komandan Pleton Datuak Borong dan Wakilnya Buyung Gili, keduanya dari nagari Lubuk Pandan. Bahkan ada pula yang mau mengurus status veterannya, tapi dimintai sejumlah emas sebagai imbalannya. Akhirnya hingga kini tak jelas,” kata Burhan yang memiliki 4 isteri dan 18 orang anak.
Ketua Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Padang Pariaman Zeki Aliwardana mengakui, rendahnya perhatian masyarakat terhadap pemasangan bendera merah putih menunjukan rendahnya pemahaman nilai-nilai nasionalisme dan perjuangan meraih kemerdekaan Indonesia. Generasi muda semakin tidak akrab dengan nilai-nilai nasionalisme dan kebangsaan.
"Apalagi derasnya arus melalui media sosial, televisi dan media internet yang tidak sebanding dengan penyebaran nilai-nilai nasionalisme dan kebangsaan tersebut. Sinetron atau tayangan di televisi yang banyak digandrung masyarakat, terlihat lebih banyak tidak menumbuhkan nilai-nilai semangat nasionalisme dan kebangsaan," kata Zeki.
Menurut Zeki, harus ditanamkan sejak dini nilai-nilai nasionalisme dan kebangsaan kepada anak-anak bangsa. Sekolah dan lembaga pendidikan memiliki peran penting dalam menumbuhkan nilai-nilai nasionalisme dan kebangsaan. (501)
Langganan:
Postingan (Atom)





