Minggu, 28 Agustus 2016

Ribuan Masyarakat Pariaman Ikuti Lomba Marathon Piala Bergilir Edison TRD

Ribuan Masyarakat Pariaman Ikuti Lomba Marathon Piala Bergilir Edison TRD

Pariaman--Lomba Marathon 10 K 2016 Piaman memperebutkan piala bergilir Edison TRD serta sejumlah uang tunai, Minggu (28/8) kemaren berlansung meriah, diikuti hampir seribu peserta dari Padang Pariaman, Kota Pariaman dan juga Kota Padang.
    Kapolres Pariaman AKBP Rico Junalsi dalam sepatah kata menjelang pelepasan lomba mengajak seluruh masyarakat, terutama generasi muda agar menggiatkan kegiatan olahraga.
    "Lewat olahraga, kegiatan-kegiatan negatif seperti terlibat dengan penyalahgunaan narkoba, miras, dan penyakit masyarakat lainnya, bisa diantisipasi," kata Rico yang juga putra Pariaman.
    Edison TRD kepada sejumlah wartawan didampingi Ketua Panitia Pelaksana Bayu menyebutkan, kegiatan ini sempat vakum selama lima tahun. Dulu kegiatan yang sama dihelat pemuda setempat dengan sponsor Abang Pramuka, pengusaha konveksi di Bengkulu yang merupakan putra Nareh.
    "Setelah vakum, pemuda Nareh kembali berkeinginan menggelar hajatan positif dan bermanfaat ini. Dalam proses yang relatif singkat, sekitar 1 minggu saja, kegiatan ini bisa kita helat dan alhamduliillah berlansung meriah," kata Edison TRD, mantan anggota DPRD dan Ketua Forum Kota Sehat Pariaman yang kini Ketua DPC Hanura Kota Pariaman yang diminta masyarakat Nareh untuk ikut maju dalam pemilihan Walikota Pariaman mendatantg.
    Peserta yang mayoritas berusia remaja dalam kegiaqtan ini menempuh rute Nareh,-Simpang Apa, Tanjuang Saba-Cubadak Aia-asiak Putiah-Sintuak-Padang Biriak-biriak-Nareh. Di garis finis, peserta disambut Wakil Walikota Pariaman Genius Umar.
    Genius Umar mengharapkan agar kegiatan ini bisa dijadikan agenda rutin tahunan oleh generasi muda Nareh dan difasilitasi oleh stake holder Pemko Pariaman seperti Dinas Pariwisata, Dinas Pendidikan Pemuda Olahraga dan KONI.
    Ali Riando Putra dari SMK 3 Pariaman, merupakan peserta yang berhak atas tropi bergilir Edison TRD dan tabanas sebesar Rp 2,5 juta. Kemudian disusul M Haviz, M Ihdal dan Riko, ketiganya berasal dari Pesantren Arsilah Padang. (501)

Rabu, 24 Agustus 2016

Sungai Janiah Longsor, Akses Jalan Putus Total

Pasca Gempa, Murid PAUD Azzahrah Ma’arif Bertambah

Patamuan--Bencana gempa yang melanda Padang Pariaman tidak selalu membawa kehancuran semangat belajar anak-anak di Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Setidaknya apa yang dialami PAUD Azzahrah Ma’arif  Lubuk Punggai, Nagari Sungai Durian, Kecamatan Patamuan dapat dijadikan sebuah contoh, betapa usai peristiwa naas itu justru muridnya bertambah.
    Menunurut Kepala Sekolah PAUD Azzahrah Ma’arif Lubuk Punggai, Betri Eliza awal berdiri jumlah muridnya sebanyak 13 orang. Tapi kini meningkat menjadi 23 orang. “Peningkatan jumlah murid tersebut disebabkan kepercayaan masyarakat kepada PAUD Azzahrah Ma’arif mulai muncul. Selama ini masyarakat menganggap PAUD sebelah mata. Hanya pandai-pandai pengelola dan guru saja, ”kata Betri Minggu (8/11) kemarin.
    Dikatakan, PAUD Azzahrah Ma’arif didirikan Januari 2009. Pasca gempa, beberapa lembaga dan organisasi datang ke PAUD sembari memberikan bantuan alat peraga edukatif. Lembaga tersebut datang ke PAUD menunjukkan perhatiannya terhadap dunia pendidikan di usia dini.
    “Dengan adanya bantuan dan perhatian dari  HIMPAUDI misalnya yang mengunjungi PAUD
Azzahrah Ma’arif pasca gempa, masyarakat mulai berpikir. Ternyata PAUD ini benar-benar lembaga pendidikan yang diakui. Sehingga orangtua yang memiliki anak usia pra-sekolah dasar, merasa simpatik untuk mengantarkan anaknya ke PAUD, ”kata Betri didampingi rekan guru lain Jasniati.  
    Menurut Betri, selama ini PAUD Ma'arif dibina langsung Sekretaris PW Lembaga Pendidikan Ma'arif NU Sumatra Barat Drs. Amiruddin Tuanku Majolelo dan Bagindo Armaidi Tanjung. "Walaupun berjalan dengan apa adanya, masyarakat sudah mulai menyadari akan pentingnya pendidikan anak di usia dini," kata Betri menambahkan.
    Adanya bantuan tenda dan peralatan untuk mendukung proses belajar di PAUD ini, semakin menambah kepercayaan masyarakat terhadap PAUD Azzahrah Ma’arif. “Kami berharap Pemerintah Daerah Padang Pariaman, khususnya Dinas Pendidikan memperhatikan pula PAUD Azzahrah Ma’arif ini, ”kata Betri mahasiswa STIT Syekh Burhanuddin Pariaman ini. (dam)
----------------------------------------------------------------------------------
-Musim Hujan Terus Melanda
Sungai Janiah Longsor, Akses Jalan Putus Total

Kampung Dalam--Akibat hujan yang terjadi, Jumat (6/11) malam terjadi longsor di Korong Sungai
Janiah, Kenagarian Sikucua, Kecamatan V Koto Kampung Dalam, Padang Pariaman. Akibatnya jalan
menuju Gunuang Tigo, yang melewati jalan tersebut putus total. Tak heran, berbagai aksespun terputus. Sekitar, 3.000 kepala keluarga kembali terisolasi, lantaran akses jalan terputus tersebut.
    Nasirman Chan, salah seorang pemuka masyarakat setempat melihat longsor tersebut, akibat curah hujan yang memang akhir-akhir ini cukup tinggi, sehingga mengakibatkan tebing yang telah retak itu longsor. "Kini, akses bantuan yang diberikan berbagai pihak menuju Gunuang Tigo, sebagai daerah terparah, yang melewati jalan Sungai Janiah, tak lagi berfungsi. Ada sekitar 10 meter, panjang jalan yang tertimbun longsor, "katanya menjawab Singgalang Sabtu (7/11) lalu.
    Menurut Nasirman timbunan yang telah menggunung itu butuh alat berat. "Untuk itu saya berharap pada Pemkab Padang Pariaman secepatnya memperbaiki jalan tersebut. Begitu juga pihak NGO yang peduli terhadap hal itu, sehingga akses jalan kembali normal. Kan kasihan juga masyarakat yang diatas yang memang masih mengharapkan bantuan, sementara akses jalan menuju kesana terputus, "harapnya.
    "Alhamdulillah longsor yang terjadi malam itu tidak ada yang membawa korban. Selaku masyarakat yang tinggal di lokasi yang sangat berbahaya ini juga selalu waspa. Sebab, ancaman longsor terus menghantui kediaman masyarakat. Ya, itulah resiko, kalau tinggal di sebuah kampung yang sekelilingnya dipenuhi bukit-bukit, yang suatu ketika longsor bisa terjadi, "katanya. (dam)
------------------------------------------------------------------------------
-Dari CBDRM NU
Sebanyak 500 Paket Berupa Family Kits dan Skhool Kits Untuk Masyarakat

Sungai Limau--Aksi simpatik yang dilakukan Community Based Disaster Risk Managemen Project
Nahdlatul Ulama (CBDRM NU), terus mendapat sambutan antusias dari masyarakat. Sepanjang Sabtu (7/11) lalu, lembaga kemanusiaan yang bernaung di bawah Pengurus Besar Nahdlatu Ulama
(PBNU) itu membagikan family kits (alat-alat rumah tangga) dan skhool kits (tas yang dilengkkapi dengan peralatan sekolah) di Kenagarian Pilubang dan Kuranji Hilie, Kecamatan Sungai Limau, Padang Pariaman.
    Menurut Firdaus, SS, tim CBDRM NU Sumbar, pemberian paket itu mencapai 250 paket family kits dan 250 skhool kits. Jadi pemberian itu sesuai data yang diberikan tim CBDR NU yang telah ditunjuk untuk wilayah tersebut. "Kita berharap, semua peralatan, baik untuk kelengkapan sekolah SD dan TK, maupun kelengkapan rumah tangga, hendaknya bisa dimanfaatkan dengan baik, "katanya.
    Disamping itu, kata Firdaus, pada waktu bersamaan pihaknya juga melakukan pengobatan gratis di Salibutan, Lubuk Alung dan Ulakan, Kecamatan Ulakan Tapakis. Aksi yang berlangsung selama sehari penuh itu cukup mendapat sambutan antusias dari masyarakat. "Tidak kurang dari 500 masyarakat di masing-masing tempat hadir dan dapat pengobatan secara cuma-cuma, "katanya.
    Pasca tanggap darurat, nampaknya yang mencemaskan masyarakat adalah mulainya terjangkit berbagai penyakit. Terutama dikalangan orangtua dan anak-anak. Untuk itu CBDRM NU, akan terus melakukan aksi tersebut. Permintaan akan pengobatan gratis terus bermunculan diberbagai nagari. Namun, lantaran keterbatasan tenaga, maka terpaksa agendanya disesuaikan. Yang jelas CBDRM NU terus melakukan aksi tersebut setiap hari, yang kegiatannya di tentukan oleh tim yang ada di masing-masing wilayah dalam Padang Pariaman, kata Firdaus yang juga Sekretaris PWNU Sumbar itu.
    CBDRM NU, kata Firdaus juga mengajak masyarakat Padang Pariaman untuk terus bangkit,
bersama budaya dan kepercayaan yang telah berkembang ditengah masyarakat itu sendiri. Untuk
itulah CBDRM NU, dalam melakukan aksinya, selalu melibatkan masyarakat setempat, sehingga
apa yang diberikan itu betul-betul membawa berkah tersendiri. (dam) 
  

   

Semangat Kemadirian Piaman Belum Terkalahkan

-Semangat Kemadirian Piaman Belum Terkalahkan
Perlu Komunikasi Lokal, Dalam Menyalurkan Bantuan

Pariaman--Semangat kemandirian masyarakat Piaman dan Minangkabau pada umumnya, dalam soal membangun tidak perlu diragukan lagi. Barangkali belum ada tandingannya, soal kehebatan pembangunan yang dilakukan masyarakat Piaman. Buktinya, betapa banyak masyarakat, yang rumahnya hancur akibat gempa, dengan perlahan-lahan mereka coba bangkit.
    Zulbahri, S.H, salah seorang praktisi hukum di Pariaman melihat semangat kemandirian masyarakat Piaman sampai kini masih sangat kuat. "Lihat sajalah, sejak mulai gempa terjadi, betapa Sumatra Barat jadi heboh, lantaran ribuan masyarakat Piaman yang ada di sejumlah perantauan yang pulang kampung. Mereka tidak sekedar pulang, tapi telah menyatakan komitmen yang kuat untuk membangun kembali kampung yang sangat mereka cintai ini, "kata Zulbahri, Jumat (6/11).
    Jadi kalau ada pihak lain yang melihat bahwa semangat kemadirian rang Piaman atau Minangkabau, bakal hilang setelah relawan banyak itu pergi, itu sebuah persepsi yang salah. "Memang, kalau kita berkeliling kampung, ada kesan bahwa relawan yang datang dari berbagai lembaga, itu bekerja tanpa adanya dukungan dari masyarakat itu sendiri. Tapi itu tidak semua. Hanya dalam jumlah yang sangat sedikit, "kata mantan Wakil Ketua DPRD Padang Pariaman itu.
    "Saya melihat masyarakat Minang, sangat jauh beda dengan masyarakat Aceh, misalnya. Memang dari kultur antara Piaman dan  Aceh banyak persamaannya, tapi kalau soal semangat kemadirian, Piaman barangkali belum ada tandingannya. Saya telah banyak melihat, betapa masyarak itu sendiri yang memulai pembangunan rumahnya kembali. Banyak kok, bahkan mereka yang tidak menghiraukan sama sekali bantuan yang masuk juga banyak terlihat, "katanya.
    Cuman, lantaran musibah yang meluluhlantakkan pada akhir September lalu itu, kata Zulbahri, jauh diluar dugaan banyak orang. Sehingga, banyak mental masyarakat yang ikut tergoncang. Betapa tidak, mereka yang kebanyakan membangun rumahnya dulu, dengan cara julo-julo dan secara berangsur-angsur, selesailah pembangunan rumah. "Tidak seperti masyarakat daerah lain, yang dalam tempo tiga bulan bisa menyelesaikan sebuah rumah. Untuk itu pembangunan mental masyarakat adalah prioritas pertama, ketimbang membangun rumah sebagai tempat tinggal, "katanya.
    Sementara, Ketua Tanfidziyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Padang Pariaman, Rahmat Tuanku Sulaiman, S. Sos, M.M melihat semangat kemandirian masyarakat Piaman sangat tinggi. Kalaupun ada, yang menurut penilaian banyak pihak semangat masyarakat kurang, itu ada faktor internal dan eksternal.
    Menjawab Singgalang, Jumat (6/11) Rahmat menilai faktor eksternal itu adalah, tidak adanya komunikasi dari sejumlah lembaga yang mau mendharmabaktikan kemampuannya di daerah ini. Sehingga apa yang dilakukan pihak asing terhadap bantuan rumah, misalnya, itu hanya hasil disain mereka. Tidak ada komunikasi lokal yang dilakukan, sehingga masyarakat pun jadi bingung.
    "Kita sangat menginginkan adanya komunikasi lokal tersebut dalam memberdayakan masyarakat itu sendiri. Sebab, dengan banyak bantuan rumah, tanpa melibatkan masyarakat, maka yang terjadi, ya itu tadi, kebanyakan masyarakat hanya menunggu. Malah ada yang sengaja untuk membiarkan rumahnya yang roboh, mereka masih setia tinggal ditempat apa adanya, sembari berharap bantuan rumah tersebut, "kata Rahmat.
    Alangkah naifnya masyarakat Minang, lanjut Rahmat, yang selama ini terkenal mandiri, mampu bangkit dengan kaki sendiri, gara-gara bantuan yang datang silih berganti, membuat semangat masyarakat tambah berkurang. "Jadi bantuan memang dibutuhkan. Namun, komunikasi lokal akan sangat lebih penting, sehingga mampu bersinergi antara masyarakat dan sejumlah lembaga bantuan, "katanya. (dam)
  
   

Ratusan Masyarakat Pasie Laweh Berdemo ke Lubuk Alung

-Tuntutan Pemekaran Nagari
Ratusan Masyarakat Pasie Laweh Berdemo ke Lubuk Alung

Lubuk Alung--Sekitar 300 masyarakat Korong Pasie Laweh, Kenagarian Lubuk Alung, Kecamatan Lubuk Alung, Padang Pariaman, Rabu (4/11) melakukan demonstrasi ke kantor walinagari setempat. Kendatipun Walinagari Lubuk Alung, Jon Sarli Datuak Marajo sedang tidak berada di tempat, aksi unjuk rasa masyarakat tetap berlangsung aman, tertib dibawah pengawalan ketat sejumlah personil aparat Kapolres Padang Pariaman dan Satpol PP.
    Koordinator demo, Firna Usman yang didamping Walikorong Pasie Laweh, Jamuir dalam orasinya minta pihak Nagari Lubuk Alung secepatnya melakukan pemekaran terhadap Pasie Laweh, agar bisa jadi nagari yang setara dengan nagari lainya. "Tuntutan ini didasarkan, lantaran aspirasi yang disampaikan selama ini tidak pernah digubris, sehingga kami terpaksa melakukan unjuk rasa ini, "katanya.
    Kemudian, tolong segera lantik Pejabat sementara (Pjs) Walinagari Lubuk Alung. Hal
itu mengingat sang walinagari Jon Sarli sudah tidak layak lagi memimpin nagari ini.
Masyarakat merasa telah dibodohi oleh walinagarinya sendiri. Jangan lagi beri masyarakat
dengan janji-janji manis, tapi tidak ada hasilnya sama sekali. "Sekali lagi hanya pemekaran Pasie laweh yang kami inginkan, bukan janji yang tak pasti, "ancamnya.
    Aksi demo yang berlangsung sekitar dua jam itu cukup menyita perhatian banyak orang. Maklum, kantor walinagari setempat berapa ditengah-tengah komunitas keramaian, yakni pasar, sehingga sempat memacetkan arus lalu lintas. Baik jalur Padang-Bukittinggi, maupun jalur Lubuk Alung Pariaman. Masyarakat sengaja datang dengan menggunakan sejumlah mobil bak terbuka, dengan memajang sejumlah poster.
    Walikorong pasie Laweh, Jamuir kepada sejumlah wartawan mengatakan, bahwa pihaknya sengaja memberikan tenggang waktu selama 10 hari kedepan kepada pihak Nagari Lubuk Alung, dalam menyikapi tuntutan tersebut. "Sendainya, selama waktu ultimatum tersebut, apa yang diinginkan masyarakat tidak ada realisasinya, maka kami akan melakukan demo ke kantor bupati dengan jumlah yang lebih banyak lagi, "gertaknya.
    Sementara, Ketua Badan Musyawarah (Bamus) Nagari Lubuk Alung, Rahmat Tuanku
Sulaiman, S. Sos, M.M yang menerima langsung kehadiran masyarakat Pasie Laweh berjanji akan menerima dan menyalurkan apa yang telah disampaikan masyarakat, sesuai dengan tugas dan fungsi dari Bamus itu sendiri.
    "Semuanya kita tampung. Nanti mana yang harus ditangani Bamus, dan mana pula yang harus secepatnya di plow up oleh Pemkab Padang Pariaman. sebab, kalaulah menyakut soal pemekaran, nanti korelasinya dengan walinagari, terus ke Pemkab. Pihak itulah yang akan bertanggung jawab penuh terhadap keberadaan sebuah nagari baru, "kata Rahmat.
    Menurut Rahmat, tuntutan adanya pemekaran ini telah lama sebenarnya. Bahkan, tidak
Pasie Laweh saja yang berkeinginan untuk dimekarkan. Termasuk juga Pungguang Kasiak, Aie Tajun dan Sikabu. Aspirasinya semua telah lama masuk ke Bamus, namun sampai kini belum ada kepastian yang jelas.
    Bamus, lanjut Rahmat, segera memanggil walinagari, guna membicarakan ini secepat
mungkin. Sebab, ini sesuatu yang sangat krusial. Perlu ditanggapi dengan cepat, tepat.
"Bamus menilai, Lubuk Alung yang sama besarnya dengan kecamatan, sudah selayaknya
dimekarkan, sehingga ada sejumlah nagari dalam wilayah Lubuk Alung ini. Dengan hanya satu nagari selama ini, itu sangat merugikan sekali dari segi alokasi anggaran daerah, "katanya.
    Namun, demikian, tegas Rahmat, masalah ini secepatnya dicarikan solusi terbaiknya.
"Kita tidak ingin tuntutan masyarakat kali ini, tidak membuahkan hasil yang sesuai dengan
keinginan bersama. (dam)
---------------------------------------------------------------------
-Di Padang Pariaman
CBDRM NU Berikan Pengobatan Gratis dan Paket Rumah Tangga

VII Koto--Ratusan Masyarakat Korong Sikilia, Kenagarian Lurah Ampalu dan masyarakat Korong
Apa, Kenagarian Lareh Nan Panjang, Kecamatan VII Koto Sungai Sariak, Padang Pariaman mendapatkan pengobatan gratis dan paket alat-alat rumah tangga dari Community Based Diaster Risk Managemen Projec Nahdlatul Ulama (CBDRM NU), yang bekerjasama dengan Autralia Governmet. Tak heran, masyarakat yang kebanyakan para orangtua serta anak-anaknya, Rabu (4/11) merasa senang. Pengobatan langsung ditangani oleh tenaga profesional.
    Program Manager CBDRM NU, Ir. Avianto Muhtadi, M.M menyebutkan, bahwa hal ini adalah wujud nyata dari sebuah kerjasama yang baik antara CBDRM NU dengan Australia Governmet, yang dibangun sejak 2006 lalu. Kerjasama tersebut langsung bersama Ketua Umum PBNU. KH. Hasyim Muzadi, sebagai induk dari CBDRM NU.
    "Kita melihat dari kerja yang telah dilakukan selama ini di Padang Pariaman
khususnya, dan Sumbar pada umumnya, maka kebangkitan masyarakat itu sudah mulai nampak. Kita yakin, masyarakat disini akan lebih cepat bangkit dari musibah, ketimbang daerah lain. Apalagi, kegiatan yang diadakan CBDRM NU ini banyak melalui budaya dan keyakinan yang berkembang ditengah masyarakat itu sendiri, "katanya.
    Menurut Avianto, disamping memberikan pengobatan gratis, pihaknya juga membagikan
paket peralatan rumah tangga, sebanyak 120 paket untuk dua korong tersebut. Paket, disamping kelengkapan rumah tangga, yang terdiri dari kelengkapan dapur, juga ada kelengkapan wanita dan anak-anak.
    Sementara, Acting Direktur Auastralia Government, Piter Baxter memberikan apresiasi
yang sangat tinggi kepada CBDRM NU, dan masyarakat yang telah memanfaatkan momen itu dengan baik. "Kerjasama ini akan terus berlanjut, terutama dalam penanganan musibah atau bencana. Terima kasih kepada masyarakat yang telah dengan senang hati mau memanfaatkan momen yang sangat tepat ini, terutama dalam pemulihan kesehatan. Sebab, pascagempa banyak masyarakat mengalami gangguan kesehatan, terutama masyarakat yang masih tinggal ditenda-tenda darurat, "katanya.
    Ketua NU Padang Pariaman Rahmat Tuanku Sulaiman, S. Sos. M.M, melihat hal itu sebuah langkah-langkah kongkrit yang dilakukan CBDRM NU. Selama ini NU hanya terkesan sebagai objek. Kini, ditengah musibah yang telah memporakporandakan daerah ini, justru NU tampil dengan paradigmanya, yakni sebagai subjek.
    Bupati Padang Pariaman, H. Muslim Kasim yang hadir saat itu menyampaikan terima
kasih kepada CBDRM NU yang telah mampu berbuat ditengah masyarakat daerah ini, yang memang sangat membutuhkan berbagai bantuan. Apalagi, bantuan yang diberikan CBDRM NU ini, sangat luar biasa kualitasnya. "Semoga saja kerjasama yang baik ini terus berlanjut, sehingga masyarakat Padang Pariaman betul-betul pulih dan bangkit seperti sedia kala, "katanya. (dam)
   

AA Gim Berikan Tausiah di Toboh Gadang dan Ulakan

PMII Pariaman Bahas Isu Kristenisasi
       
Pariaman--Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Pariaman dan Padang Pariaman sangat menyayangkan adanya pihak yang memanfaatkan kondisi korban bencana gempa dengan misi agama. Semua pihak diminta untuk arif dan saling menahan diri agar tidak menjadi masalah baru.
    Sekretaris PC PMII Pariaman Ory Satifa Sya'ban kepada Singgalang, Selasa (3/11)
kemarin menyebutkan, menanggapi isu kristenisasi di Padang Pariaman pascagempa. "Saya sangat menyayangkan hal itu bisa terjadi. Saya kira ini adalah kelalaian kita bersama dalam menjaga umat, "kata Ory mahasiswa STIT Syekh Burhannuddin Pariaman ini.
    Dikatakannya, kita sadar bahwa ketika tertimpa bencana, masyarakat sedang kalut
menghadapi musibah yang menimpanya. Rumah hancur, keluarga yang jadi korban, harta yang yang musnah sia-sia.
    Dalam kondisi itu, kita tidak pernah selektif dalam menerima bantuan dari berbagai
pihak. Yang terpikirkan oleh masyarakat kita, ada bantuan ya harus diterima. Tanpa
memikirkan dan mencari tahu bantuan itu dari siapa, bervisi dan misi apa. Yang penting bagi masyarakat ada bantuan diterima agar dapat mengatasi masalah kebutuhan sehari-hari yang sangat mendesak.
    Disinilah pihak berkopenten berperan seharusnya, seperti MUI, Departemen agama dan
perguruan tinggi Islam serta elemen masyarakat lainnya, katanya.
PMII mengupayakan agar berita ini dapat ditanggapi segera, dicari kebenarannya dan dicarikan solusi atas permasalahan yang terjadi.
    "Kami menghawatirkan bencana Sumbar ini menjadi hikmah tersendiri bagi pihak yang
mau mengkristenkan Minangkabau, "tambah Ory. PMII  Pariaman sekarang sedang membahas berita ini. Mencari tahu tentang video yang beredar di tengah masyarakat, tentang aksi pengkristenan. "Kebetulan salah satu anggota PMII memiliki video tersebut. Kita amati, dan dicarikan kebenaran serta  sumber video tersebut," kata Ory lagi. (dam)
---------------------------------------

-Ribuan Masyarakat Tampak Hadir
AA Gim Berikan Tausiah di Toboh Gadang dan Ulakan

Toboh Gadang--Musibah gempa akhir September lalu, yang telah meluluhlantakkan bumi Padang Pariaman, terserah mau dibawa kemana. Artinya, dalam menyikapi bencana itu, terserah masyarakat yang menerimanya. Mau dibawa nangis, senyum, sedih juga bisa. Bahkan untuk meningkatkan keimanan juga sangat tepat.
    Itulah ucapan santun yang keluar dari mulut KH. Abdullah Gimnastiyar, ketika acara silaturrahim dan tausiah dengan masyarakat Kenagarian Toboh Gadang, Kecamatan Sintuak Toboh Gadang, Padang Pariaman, Senin (2/11) malam di Masjid Raya Toboh Gadang.
    Menurut AA Gim, panggilan akrap pimpinan pondok pesantren Darut Tauhid Bandung, Jawa Barat itu, ada lima hal yang harus dilakukan ketika menghadapi musibah. Pertama, keikhlasan hati untuk menghadapi yang tidak diingini dan segala sesuatu yang diingini sekalipun. Nah, inilah yang jadi persoalan selama ini. Kita, selaku makhluk Allah Swt cenderung hanya ikhlas ketika menerima sesuatu yang diingini.
    Sementara, ketika datang hal yang tidak diingini justru kita banyak mengeluh, dan bahkan sampai strer. Soal rumah roboh, hancur sebenarnya harus diikhlaskan. Betapa tidak, barang itu telah hancur duluan. Toh, saat kita lahir tidak satupun yang kita bawa. Kini terjadi kehancuran tempat tinggal, ya ikhlas terus, katanya.
    Kedua, hidup harus ridha. Artinya, kita semua, termasuk bumi, langit dan isinya merupakan milik-Nya. Mau Dia apakan, ya terserah Dia lah. Sama dengan ketika kita merasa memiliki sesuatu, seperti motor misalnya. Mau kita apakan motor itu, ya terserah. Mau dipakai, disimpan ya sesuka yang punyalah. Ketiga, jangan mempersulit diri. Kecanggihan zaman, telah membuat banyak orang terlalu menyayangi sesuatu yang kadang tidak ada manfaatnya dalam beragama.
    Sesuatu hal, kata AA Gim, kalau terlalu kita cintai, maka kejauhan hal itu juga semakin nampak. Dan lagi, setiap sesuatu pasti ada akhirnya. Termasuk musibah yang baru saja dialami masyarakat. "Mari kita belajar terus agar mencintai Yang Maha Kuasa, yang nantinya punya otoritas tersendiri dalam menentukan nasib umat-Nya, "harapnya.
    Keempat, evaluasi diri. Bencana yang didatangkan Tuhan, pasti punya hikmah tersendiri. Namun, kebanyakan manusia tidak mengetahui hal itu. "Saatnya kita lakukan evaluasi diri. Yang selama ini suka mencari kesalahan dan kekurangan orang lain, nah kini bagaimana kesalahan dan kekurangan yang ada dalam diri kita dikoreksi dengan sepenuh hati, sehingga mampu bertaubat dengan baik dan benar. Terakhir, Hanya Allah lah satu-satunya tempat bermohon dan berlindung.
    Kehadiran uastad kondang itu cukup mendapat sambutan antusias dari masyarakat. Tak heran disamping pejabat penting, seperti camat, walinagari, sejumlah anggota dewan dan ribuan masyarakat malam itu nampak sesak memadati halaman masjid yang tengah direnovasi itu.
    AA Gim bersama tim relawan Darud Tauhid terus melakukan safari dakwah di Padang Pariaman ini. Kini, Selasa (3/11) acara yang sama juga dilangsungkan di komplek MAS Persada Ulakan, Kecamatan Ulakan Tapakis. Ribuan masyarakat Ulakan Tapakis dan sekitarnya juga tampak memadati halaman sekolah yang didirikan H. Sidi Dahlan Djamal itu. (dam)

Ratusan Masyarakat Datangi Kantor Bupati

-DPRD Padang Pariaman Ikut Prihatin
Pemkab Harus Segera Panggil Camat dan Walinagari

Pariaman--Anggota Komisi I DPRD Padang Pariaman, Drs. Rosman ikut prihatin melihat masyarakat yang melakukan unjuk rasa, terkait masalah bantuan Uang Lauk Pauk (ULP) untuk masyarakat korban gempa di daerah itu. Pasalnya, bantuan yang seharusnya diberikan kepada masyarakat secara transparan, justru disebagian besar nagari, banyak terjadi kong-kalingkong.
    Kepada Singgalang, Senin (2/11) di Pariaman, Rosman yang juga Sekretaris Fraksi Bersatu itu minta aparat kepolisian serta aparat penegak hukum lainnya, untuk segera menindak walikorong yang melakukan penyelewengan bantuan gempa tersebut. "Ini persoalan yang sangat krusial, perlu tindakan tegas dari Pemkab, terhadap bawahannya, seperti camat, walinagari dan walikorong, "katanya.
    Rosman melihat penyelewengan bantuan ULP, tidak hanya terjadi di Pilubang, Sungai Limau. Tetapi hampir diseluruh nagari punuya masalah tersendiri. "Ada apa sebenarnya dengan aparat dibawah ? Kalau soal korban gempa, barangkali semua rakyat Padang Pariaman boleh dikatakan sebagai korban gempa, "tegas Rosman.
    Menurut Rosman, tidak zamannya lagi aparat pemerintah melakukan penyelewengan bantuan. "Inilah akibat dari membodohi rakyat. Kini rakyat sudah cerdas. Banyak tahu soal informasi, sehingga pemimpin ditingkat bawah harus berjelas-jelas, dalam soal bantuan apapun, "katanya.
    Ketua Sementara DPRD Padang Pariaman, Eri Zulfian, S. Pt mengaku telah menyampaikan kepada bupati, agar dalam pendistribusian bantuan dilakukan dengan tepat, transparan, sehingga masyarakat merasa tidak dirugikan.
    Kepada Singgalang, Senin (2/11) di Pariaman, Eri Zulfian minta kepada Pemkab, untuk segera memanggil para camat dan walinagari se-Padang Pariaman, guna memberikan laporan tentang bantuan ULP tersebut. Sebab, diawal-awal tidak ada juklak-juknis yang jelas dari Pemkab, terhadap aparat dibawah, dalam menyalurkan bantuan tersebut, sehingga terkesan aparat itu membagikan hanya dengan seenak perutnya saja.
    Selaku wakil masyarakat, Eri Zulfian mengaku sangat banyak menerima masukan dari masyarakat, terkait masalah bantuan ULP, yang tidak ada kejelasan dari Pemkab. "Ini sangat kita sayangkan. Masak gara-gara bantuan masyarakat melakukan unjuk rasa. Apa kata orang luar nantinya, ketika menyaksikan adanya masyarakat Padang Pariaman yang diterlantarkan oleh pemerintahnya, "kata Eri Zulfian. (dam)
----------------------------------------------------
-Soal Bencana
LKAAM Terkesan Hanya Menerima

Pariaman--Tokoh masyarakat Kenagarian Ketaping, Kecamatan Batang Anai, Padang Pariaman, Bahrum Ryk. Rajo Sampono sangat menyayangkan tindakan Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Padang Pariaman dalam masalah menyikapi korban gempa di daerah itu. Ada kesan, bahwa LKAAM hanya menerima. Tidak mau turun dan mencari informasi yang sebenarnya, tentang kondisi sanak kemenakan.
    Demikian antara lain statemen yang disampaikan Rajo Sampono, Senin (2/11) di pendopo bupati, dalam acara Padang Pariaman bangkit, yang dihadiri sejumlah pejabat penting, tokoh masyarakat didaerah itu.
    Rajo Sampono melihat, niniak mamak merupakan jabatan yang tidak ada batasannya, seperti jabatan bupati, anggota dewan serta jabatan lainya. Niniak mamak memangku jabatan seumur hidupnya. Dia punya tanggung jawab penuh terhadap nasib sanak kemenakannya.
    Nah, pascagempa hal itu yang tidak ada sama sekali yang dilakukan LKAAM. Sampai-sampai aqidah sanak kemenakan kini sedang terancam, ulah bantuan yang datang dengan imingan kristenisasi. "Kan ironis namanya. Masak, LKAAM sebuah organisasi yang didalamnya berkumpul para niniak mamak, tetapi tidak ada sama sekali kebijakan yang jelas, selain dari hanya menunggu dari sang bupati, yang notabene Ketua LKAAM Padang Pariaman, "katanya dengan nada berapi-api.
    Niniak mamak punya tanggung jawab moral, terhadap kelangsungan hidup sanak kemenakannya. Untuk itu perlu kebijakan yang jelas dari LKAAM, tetang hal itu. "Apalagi masalah bantuan Uang Lauk Pauk (ULP) yang banyak menimbulkan polemik tersendiri dari sanak kemenakan, "kata Rajo Ketaping itu.
    Pada acara yang dipandu Sekdakap Padang Pariaman, Yuen Karnova, S.E itu, Kepala Kandepag Padang Pariaman, Drs. H. Taslim Mukhtar mengajak semua pihak di daerah itu bangkit, yang dimulai dari diri sendiri. Kemudian yang tidak kalah pentingnya, bagaimana kembali menghidupkan masjid dan surau. Meskipun banyak surau yang telah rusak, bahkan hancur, yang namanya kegiatan keagamaan jangan sampai hancur pula.
    Musibah gempa, kata Taslim Mukhtar, tidak akan datang begitu saja, tanpa adanya permulaan dari masyarakat manusia itu sendiri. Hal inilah yang perlu dibangkitkan lagi. Semangat mencari kesalahan apa selama ini yang pernah dilakukan. Lalu memulai lembaran baru, guna menatap masa depan yang lebih baik lagi.
    Sebagai sebuah instansi keagamaan, Kandepag Padang Pariaman telah melakukan berbagai kegiatan, terkait pemulihan mental, dan jiwa masyarakat itu sendiri. Kegiatan demikian, nampaknya perlu kerjasama semua pihak, agar pihak lain yang pada akhirnya menghancur aqidah masyarakat bisa terbendungi dengan baik, katanya.(dam)
------------------------------------------------
-Gara-gara Bantuan ULP
Ratusan Masyarakat Datangi Kantor Bupati

Pariaman--Akibat tidak adanya kejelasan yang pasti, tentang bantuan Uang Lauk Pauk (ULP), Senin (2/11) ratusan masyarakat Korong Duku, Kenagarian Pilubang, Kecamatan Sungai Limau, Padang Pariaman mendatangi kantor bupati setempat. Dalam unjuk rasa tersebut, mereka minta ketegasan Pemkab, terhadap aparat dibawah yang membagikan ULP tersebut.
    Yuridis, pimpinan masyarakat pendemo, yang sekaligus salah seorang tokoh masyarakat Duku, melihat ada keganjilan tentang kuitansi yang ditandatangi masyarakat. Ada dua kuitansi yang ditekan, untuk pembayaran 6 hari, yang masyarakat menerima ada yang per rumah rusak berat dan ada pula yang per jiwa. Sementara, aparat dibawah hanya langsung membagikan, tanpa adanya kejelasan yang pasti.
    Kemudian, lanjut Yuridis, kejelasan ULP, dari dan sampai tanggal berapa, tidak pernah ada kejelasan itu. Sementara, didaerah lain, telah selesai tahap I, II dan bahkan tahap III-nya. "Kami melihat kesalahan itu terletak pada Pemkab Padang Pariaman yang tidak menjelaskan pada bawahannya, dalam pembagian ULP tersebut.
    Aksi protes yang juga diikuti puluhan kaum perempuan yang menyertakan anak-anak kecil itu berlangsung sekitar dua jam. Mereka diterima, Syamsuardi Surma, S. Sos, selaku pejabat Pemkab yang tengah piket saat itu. Mereka datang dengan menggunakan sejumlah mobil bak terbuka. Ditengah panasnya trik matahari, para ibu-ibu yang mengendong anaknya yang masih bayi, tidak merasa kepanasan. "Inikan soal perut. Ndak bisa ditawar-tawar, perlu adanya ketegasan dari pemerintah, terhadap rakyatnya, "kata mereka. (dam)
   

Selasa, 23 Agustus 2016

Alkamarrahim Raih Peringkat Sembilan Besar Tingkat Nasional

Kategori Juru Pengairan
Alkamarrahim Raih Peringkat Sembilan Besar Tingkat Nasional

Parit Malintang--Juru Pengairan Dinas PU Kabupaten Padang Pariaman, Alkamarrahim raih peringkat sembilan Petugas Operasi dan Pemeliharaan Irigasi tingkat nasional, sebagai wakil Provinsi Sumatera Barat, dalam pemilihan petugas operasi dan pemeliharaan irigasi tingkat nasional untuk kategori juru pengairan di Banjarmasin beberapa waktu lalu.
    Alkamarrahim terpilih untuk mewakili Provinsi Sumatera Barat, setelah berhasil mendapatkan peringkat pertama dalam pemilihan petugas OP kategori juru tingkat Sumbar yang diselenggarakan Dinas PSDA, melalui serangkaian seleksi, baik berupa presentasi dan penilaian lapangan pada Mei lalu.     Secara keseluruhan diikuti 26 provinsi. Dalam lomba ini Alkamarrahim didampingi tim official, yaitu Kasi Irigasi, Sungai dan Waduk; Fafdal Andrianos dan Kepala UPT OPPJJP wilayah III yang merupakan atasan langsung Alkamarrahim, yaitu Hasan Basri.
    Setelah melakukan presentasi dihadapan dewan juri yang merupakan pakar OP Irigasi di Indonesia, Alkamarrahim belum berhasil menembus posisi lima besar yang selanjutnya akan dilakukan penilaian lapangan. Alkamarrahim berada di posisi sembilan dengan total nilai presentasi 383,78. Posisi lima besar diraih Jawa Timur dengan nilai 455.45, Jawa Tengah 444.45, Jawa Barat 426.08, Sulawesi Tengah 422.15, Lampung 420.98.
    Menyikapi hasil yang diperoleh Alkamarrahim ini, Plh. Kepala Dinas PU, Budi Mulya menyampaikan rasa bangga dan bahagia atas raihan juru pengairan Padang Pariaman sebagai juru pengairan nasional di posisi sembilan.
    Menurut Budi, posisi sembilan ini merupakan suatu prestasi yang sudah memuaskan bagi Padang Pariaman, mengingat bahwa saingan di tingkat nasional adalah provinsi yang kinerja Operasi dan pemeliharaan sudah berjalan sangat bagus, dan Padang Pariaman masih jauh ketinggalan.
    Dia menyampaikan, OP irigasi ini sangat penting dalam upaya memenuhi kebutuhan air irigasi untuk masyarakat, dan juru pengairan adalah ujung tombak pelaksanaan OP irigasi di lapangan, sehingga lomba ini juga sangat penting dalam rangka memotivasi pelaksanaan tugasnya di lapangan. (501)
------------------------------------------------------

Jangan Ada Sejengkal Lahan Pun yang Terlantar

Lubuk Alung--Komitmen Padang Pariaman menjadi lumbung pangan nasional merupakan program unggulan kepemimpinan Bupati Ali Mukhni. Ini terbukti dengan surplus produksi beras yang melampui kebutuhan daerah hingga tiga kali lipat sejak beberapa tahun terakhir. Padahal kabupaten dan kota lain baru tahap memulai program swasembada beras.
    "Kita pakai motto Semen Padang, sudah melakukan ketika yang lain masih memikirkan. Artinya, ketika daerah lain baru mencanangkan swasembada beras, Padang Pariaman sudah lebih dulu berhasil bahkan surplus," kata Bupati Ali Mukhni ketika penandatangan nota kesepahaman dengan Universitas Andalas (Unand) di persawahan Nagari Aie Tajun, Kecamatan Lubuk Alung.
    Ali Mukhni menyebutkan, Padang Pariaman berhasil memproduksi gabah hingga 270 ribu ton pada tahun 2015. Jika dijadikan beras maka totalnya menjadi 173 ribu ton. Sedangkan kebutuhan beras lokal hanya 53 ribu ton untuk 546 ribu jiwa masyarakat.
    "Artinya beras kita sudah dinikmati masyarakat kabupaten dan provinsi luar Sumbar. Kita jamin rasanya lebih enak," cetus Bupati yang meraih Penghargaan Ketahanan Pangan dari Presiden RI itu.
    Dia tidak bosan-bosannya mengingatkan agar masyarakat memanfaatkan lahan terlantar menjadi lahan produktif pertanian. "Jangan ada satu jengkal tanahpun yang tidak dimanfaatkan untuk kemakmuran Padang Pariaman," pinta Ali Mukhni.
    Sedangkan Rektor Unand Tafdil Husni mengaku bangga dengan capaian kinerja Bupati Ali Mukhni, khususnya di bidang pertanian. Untuk itu, Unand sebagai lembaga penelitian dan pengembangan mendukung Padang Pariaman bersinergi menggelorakan inovasi teknologi tepat guna pertanian untuk mewujudkan ketahanan pangan. (501)