Parit Malintang--Sekretaris Daerah Kabupaten Padang Pariaman Jonpriadi lantik sebanyak 102 Kepala Sekolah Dasar, Kamis lalu di Hall Kantor Bupati, Parit Malintang. Turut hadir mendampingi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Padang Pariaman, Rahmang dan Kepala BKPSDM, Armeyn Rangkuti.
Jonpriadi mengucapkan selamat kepada 102 Kepala SD yang baru saja dilantik dan diambil sumpahnya. "Pada hari ini, baru saja kita saksikan proses mutasi dan promosi untuk Kepala SD. Proses mutasi, rotasi, dan promosi ini adalah suatu tuntutan dalam sebuah organisasi di samping juga sebagai pembinaan bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS). Dan merupakan suatu hal yang biasa bagi seorang aparatur pemerintahan," kata Jonpriadi.
Sebagai sebuah keputusan, katanya, proses mutasi, rotasi dan promosi ini dilandasi dengan pertimbangan objektif dan pendekatan yang berorientasi pada capaian tujuan. Mantan Kepala Bappeda itu mengatakan, bahwa selama ini kesan ”buruk” wajah birokrasi Pemerintah Daerah di tengah masyarakat sepertinya tidak terelakkan lagi. Fenomena yang acap kali dijumpai, seperti SDM yang tidak berkualitas, tidak disiplin, semangat kerja dan kesadaran atas tugas serta tanggungjawab yang rendah.
"Masih tingginya budaya korupsi, kolusi dan nepotisme serta pemahaman yang rendah atas tugasnya sebagai pelayan publik, membuktikan kesan buruk wajah birokrasi kita saat ini," hematnya.
Kesan buruk tersebut, lanjutnya, juga terjadi di sekolah. Banyak masyarakat mengeluh dengan pelayanan guru-guru terhadap anak didiknya. Antara lain, beban pendidikan yang sangat berat dipindahkan ke pundak anak didik dan orang tua mereka di rumah, kurangnya kreativitas, inovasi dan terobosan yang dilakukan guru, banyaknya pungutan padahal sudah digratiskan, dan lainnya.
Jonpriadi melanjutkan, penyampaiannya bahwa empat hal yang dilakukan pemerintah dalam meningkatkan kualitas pendidikan, meningkatkan anggaran pada sektor pendidikan setiap tahunnya dan telah mencapai 24% dari anggaran APBD sesuai amanat UUD 1945. Kedua, berupaya memenuhi segala kebutuhan baik sarana dan prasarana maupun kebutuhan guru, meliputi pengangkatan guru baru (PNS), guru tidak tetap yang dibiayai pusat dan guru tidak tetap yang dibiayai daerah serta pembiayaan lainnya.
Ketiga pemerintah membebaskan biaya pendidikan dasar sembilan tahun, dan keempat sejak tahun 2009 lalu, pemerintah telah menetapkan wajib belajar dua belas tahun dan semua guru diwajibkan mengikuti pendidikan ke tingkat yang lebih tinggi untuk memenuhi standar kompetensi guru.
Ia juga menambahkan, peranan Kepala sekolah menjadi perpanjangan tangan Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman dalam meningkatkan kualitas pendidikan di daerah itu. "Apapun jabatan yang dimiliki saat ini merupakan amanah untuk diri dan menjadi nilai ibadah dalam kehidupan sehari hari, semoga amanah yang bapak ibu dapati dapat dipertanggungjawabkan," pesan Jonpriadi mengakhiri. (501)
Selasa, 09 Juli 2019
Minggu, 07 Juli 2019
Santri Nurul Yaqin Al Hidayah Ikuti Taqarrubun Nafsiyah Perdana
Sungai Sarik--Santri Pondok Pesantren Nurul Yaqin Al Hidayah harus memiliki cita-cita, meraih kesuksesan dalam kehidupan kelak. Belajar di pesantren tidak hanya menjadi tuanku/ustazhah semata, tapi belajar di pesantren juga bisa seperti anak sekolah umumnya kelak. Terbukti, tamatan pondok pesantren bisa jadi presiden, wakil presiden, menteri dan pejabat negara lainnya di Indonesia.
Demikian ditegaskan Pengurus Dewan Pendidikan Kota Pariaman Armaidi Tanjung, dihadapan santri Pondok Pesantren Nurul Yaqin Al Hidayah di Korong Kampung Bendang, Nagari Sungai Sariak, Kecamatan VII Koto Sungai Sariak, Kabupaten Padang Pariaman, Rabu lalu. Armaidi Tanjung tampil sebagai pemateri pada Taqarrubun Nafsiyah (masa pengenalan diri) santri di pesantren itu yang berlangsung hingga Kamis-nya.
Dikatakan Armaidi Tanjung, presiden Indonesia pernah dijabat oleh tamatan pesantren, yakni Presiden Abdurrahman Wahid. Pada Pemilu 2019 yang baru saja usai, terpilih Wakil Presiden KH. Ma’ruf Amin yang juga tamatan pesantren di Tebuireng Jombang. Begitu pula dari kalangan menteri dan pejabat negara lainnya banyak yang dari pesantren. “Untuk itu, santri/santriwati memiliki kesempatan yang sama dengan anak-anak lain meraih kesuksesan dan profesi dalam hidupnya. Tinggal lagi sejauh mana santri/santriwati serius dan bersungguh-sungguh dalam belajar,” kata Armaidi Tanjung penulis buku Anakku! Kenapa Harus Masuk Pesantren ini.
Menurut Armaidi, kesuksesan santri dalam kehidupannya kelak tidak semata hanya karena kecerdasan intelektual. Tapi juga ditentukan oleh kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritual. “Ketiga kecerdasan tersebut sangat menentukan kesuksesan dan keberhasilan seorang santri dalam meraih masa depan yang lebih baik. Mudah-mudahan 15 hingga 20 tahun ke depan, santri Nurul Yaqin Al Hidayah sudah menjadi orang-orang hebat di lingkungannya. Sesuai dengan cita-cita yang sudah disampaikan diawal penyampaian materi ini,” kata Armaidi.
Sebelumnya, para santri diminta menulis dan menyebutkan langsung nama, motivasi masuk pesantren dan cita-cita setelah tamat di pesantren. Para santri/santriwati menyebutkan cita-citanya ingin menjadi tuanku/ustazd/ustazdah, dokter, polisi (polwan), dosen, pedagang, pemain sepak bola, pengusaha, guru, wanita karir dan sebagainya. “Insya Allah cita-cita tersebut bisa tercapai dengan rajin belajar dan mengembangkan ketiga kecerdasan tersebut,” kata Armaidi menambahkan.
Ketua Yayasan Pesantren Nurul Yaqin Al Hidayah Nurdin Tuanku Sutan menyebutkan, peserta semua santri baru yang berjumlah 26 orang (13 laki-laki dan 13 wanita) merupakan santri pertama yang langsung mengikuti Taqarrubun Nafsiyah. Usai diresmikan Wakil Bupati Padang Pariaman Suhatri Bur beberapa hari lalu, langsung melaksanakan Taqarrubun Nafsiyah sebagai awal dimulainya proses belajar mengajar.
“Dari 26 santri, berasal dari Propinsi Riau, Batam Kepulauan Riau, Lubuk Basung, Lubuk Alung, Ulakan Tapakis dan Kecamatan VII Koto Padang Pariaman sendiri. Pendidikan yang diselenggarakan tingkat tsanawiyah dengan 7 orang guru,” tutur Nurdin.
Disebutkan, masing-masing guru adalah Anwar Hidayat Tuanku Qalida Ilmi, M. Andrian Tuanku Bagindo, Hendri Saputra Tuanku Sidi, M. Idris Tuanku Khalifah, Abdurrahim Tuanku Mudo, Nurani Ustazah, Aminah Ustazah, Syarifah Ustazah, Fitriyanti Ustazah. Sedangkan pimpinan pesantren dipercayakan kepada Ahmad Suhaimi Tuanku Sidi. (501)
Demikian ditegaskan Pengurus Dewan Pendidikan Kota Pariaman Armaidi Tanjung, dihadapan santri Pondok Pesantren Nurul Yaqin Al Hidayah di Korong Kampung Bendang, Nagari Sungai Sariak, Kecamatan VII Koto Sungai Sariak, Kabupaten Padang Pariaman, Rabu lalu. Armaidi Tanjung tampil sebagai pemateri pada Taqarrubun Nafsiyah (masa pengenalan diri) santri di pesantren itu yang berlangsung hingga Kamis-nya.
Dikatakan Armaidi Tanjung, presiden Indonesia pernah dijabat oleh tamatan pesantren, yakni Presiden Abdurrahman Wahid. Pada Pemilu 2019 yang baru saja usai, terpilih Wakil Presiden KH. Ma’ruf Amin yang juga tamatan pesantren di Tebuireng Jombang. Begitu pula dari kalangan menteri dan pejabat negara lainnya banyak yang dari pesantren. “Untuk itu, santri/santriwati memiliki kesempatan yang sama dengan anak-anak lain meraih kesuksesan dan profesi dalam hidupnya. Tinggal lagi sejauh mana santri/santriwati serius dan bersungguh-sungguh dalam belajar,” kata Armaidi Tanjung penulis buku Anakku! Kenapa Harus Masuk Pesantren ini.
Menurut Armaidi, kesuksesan santri dalam kehidupannya kelak tidak semata hanya karena kecerdasan intelektual. Tapi juga ditentukan oleh kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritual. “Ketiga kecerdasan tersebut sangat menentukan kesuksesan dan keberhasilan seorang santri dalam meraih masa depan yang lebih baik. Mudah-mudahan 15 hingga 20 tahun ke depan, santri Nurul Yaqin Al Hidayah sudah menjadi orang-orang hebat di lingkungannya. Sesuai dengan cita-cita yang sudah disampaikan diawal penyampaian materi ini,” kata Armaidi.
Sebelumnya, para santri diminta menulis dan menyebutkan langsung nama, motivasi masuk pesantren dan cita-cita setelah tamat di pesantren. Para santri/santriwati menyebutkan cita-citanya ingin menjadi tuanku/ustazd/ustazdah, dokter, polisi (polwan), dosen, pedagang, pemain sepak bola, pengusaha, guru, wanita karir dan sebagainya. “Insya Allah cita-cita tersebut bisa tercapai dengan rajin belajar dan mengembangkan ketiga kecerdasan tersebut,” kata Armaidi menambahkan.
Ketua Yayasan Pesantren Nurul Yaqin Al Hidayah Nurdin Tuanku Sutan menyebutkan, peserta semua santri baru yang berjumlah 26 orang (13 laki-laki dan 13 wanita) merupakan santri pertama yang langsung mengikuti Taqarrubun Nafsiyah. Usai diresmikan Wakil Bupati Padang Pariaman Suhatri Bur beberapa hari lalu, langsung melaksanakan Taqarrubun Nafsiyah sebagai awal dimulainya proses belajar mengajar.
“Dari 26 santri, berasal dari Propinsi Riau, Batam Kepulauan Riau, Lubuk Basung, Lubuk Alung, Ulakan Tapakis dan Kecamatan VII Koto Padang Pariaman sendiri. Pendidikan yang diselenggarakan tingkat tsanawiyah dengan 7 orang guru,” tutur Nurdin.
Disebutkan, masing-masing guru adalah Anwar Hidayat Tuanku Qalida Ilmi, M. Andrian Tuanku Bagindo, Hendri Saputra Tuanku Sidi, M. Idris Tuanku Khalifah, Abdurrahim Tuanku Mudo, Nurani Ustazah, Aminah Ustazah, Syarifah Ustazah, Fitriyanti Ustazah. Sedangkan pimpinan pesantren dipercayakan kepada Ahmad Suhaimi Tuanku Sidi. (501)
Tingkatkan Kualitas Kader, PMII Pariaman Gelar Ngojek
Pariaman--Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Kota Pariaman tingkatkan kualitas pengurus dan kader dengan menggelar Ngobrol Jenjang Kader (Ngojek). Dengan Ngojek pengetahuan dan pemahaman kader PMII Kota Pariaman tidak hanya diperoleh melalui Mapaba dan pelatihan kader selanjutnya, yakni pelatihan kader dasar (PKD), lanjut (PKL) dan nasional (PKN) saja.
Demikian diungkapkan Sekteraris PC PMII Kota Pariaman Mulya Rizki saat membuka Ngojek perdana, Sabtu (6/7) malam, di sekretariat PMII Kota Pariaman, Jalan M. Rasyid No. 45 Simpang Jagung Kota Pariaman. Menurut Rizki, Ngojek perdana ini menghadirkan narasumber Pendiri PMII Kota Pariaman Armaidi Tanjung dengan tema, “Tasawuf Sebagai Acuan Pergerakan Universal”. Ngojek dipandu Poni Irwanto Tuanku Bagindo Mangkuto. “Ke depan Ngojek rutin dilakukan secara berkala dengan pemateri dan tema yang berbeda,” kata Rizki menambahkan.
Sementara itu, Armaidi Tanjung dalam penyampaiannya mengatakan, kader yang berproses dalam PMII haruslah mempertimbangkan dan selalu menjadikan acuan tasawuf dalam setiap gerakannya. Artinya, kader PMII dalam setiap gerakannya diminta mengaju pada nilai-nilai yang dijalankan para penganut tasawuf. Sehingga kader PMII tersebut mampu menjadi kader yang memiliki sikap mental yang selalu memelihara kesucian diri, beribadah, hidup sederhana, rela berkorban untuk kebaikan dan selalu bersikap bijaksana. Sikap jiwa yang demikian itu pada hakikatnya adalah akhlak yang mulia.
“Sasaran tasawuf adalah akhlak dan budi pekerti yang baik berdasarkan kasih dan cinta kepada Allah. Oleh karena itu, maka ajaran tasawuf sangat mengutamakan adab/nilai cara, baik dalam berhubungan dengan sesama manusia, manusia berhubugan dengan Tuhan dan manusia berhubungan dengan alam. Tasawuf mengajarkan kepada manusia untuk selalu menjaga etika, adab, moral kepada Allah, manusia dan alam,” kata Armaidi Tanjung yang juga Pengurus Dewan Pendidikan Kota Pariaman ini.
Menurut Armaidi Tanjung, Islam mengatur bagaimana adab berhubungan dengan sesama manusia. Tidak hanya sesama muslim, tapi juga dengan non-muslim pun harus memiliki adab. “Ketika Nabi mendengar ada penduduk Madinah beragama Yahudi terbunuh, Nabi Muhammad segera memobilisasi dana masyarakat untuk kemudian diberikan kepada pihak keluarganya. “Barang siapa yang membunuh non-muslim, maka ia akan berhadapan dengan saya,” tegas beliau. Ini membuktikan bagaimana Nabi Muhammad Saw menjelaskan hubungan manusia sesama manusia tanpa mengenal agama maupun suku yang berbeda,” tutur Armaidi mengutip dalam sebuah kisah Nabi Muhammad Saw. saat berada di Madinah.
Kondisi sekarang memang jauh berbeda. Jangankan dengan non-muslim, sesama muslim saja terkadang saling caci-maki, bunuh-bunuhan, kafir-kafiran. Merasa benar sendiri. Apalagi selalu mengatasnamakan agama melakukan sesuatu, sekalipun yang dilakukannya sesungguhnya tidak sesuai dengan contoh tauladan yang diberikan Nabi Muhammad Saw.
“Hal itu wajar terjadi, karena memang umat muslim, terutama generasi muda, termasuk mahasiswa, sangat minim membaca sejarah kehidupan Nabi Muhammad Saw. Saya tanya, dari yang hadir ini berapa orang yang sudah membaca buku sejarah Nabi Muhammad Saw. yang 300 atau lebih halamannya. Kalau belum pernah baca, apalagi paham, wajar tak tahu bagaimana harus berhubungan dan bersikap terhadap orang yang berbeda, agama, suku, ras maupun kelompok,” tutur Armaidi, penulis buku, Anakku! Kenapa Harus Masuk Pesantren ini.
Untuk itu, kata Armaidi, sebagai generasi muda umat muslim dan kader PMII Kota Pariaman harus mulai membaca dan memahami perjuangan dakwah Nabi Muhammad Saw. Sekaligus mengaplikasikannya dalam kehidupan, kata Armaidi dihadapan sekitar 40-an orang pengurus dan kader PMII Kota Pariaman. (501)
Demikian diungkapkan Sekteraris PC PMII Kota Pariaman Mulya Rizki saat membuka Ngojek perdana, Sabtu (6/7) malam, di sekretariat PMII Kota Pariaman, Jalan M. Rasyid No. 45 Simpang Jagung Kota Pariaman. Menurut Rizki, Ngojek perdana ini menghadirkan narasumber Pendiri PMII Kota Pariaman Armaidi Tanjung dengan tema, “Tasawuf Sebagai Acuan Pergerakan Universal”. Ngojek dipandu Poni Irwanto Tuanku Bagindo Mangkuto. “Ke depan Ngojek rutin dilakukan secara berkala dengan pemateri dan tema yang berbeda,” kata Rizki menambahkan.
Sementara itu, Armaidi Tanjung dalam penyampaiannya mengatakan, kader yang berproses dalam PMII haruslah mempertimbangkan dan selalu menjadikan acuan tasawuf dalam setiap gerakannya. Artinya, kader PMII dalam setiap gerakannya diminta mengaju pada nilai-nilai yang dijalankan para penganut tasawuf. Sehingga kader PMII tersebut mampu menjadi kader yang memiliki sikap mental yang selalu memelihara kesucian diri, beribadah, hidup sederhana, rela berkorban untuk kebaikan dan selalu bersikap bijaksana. Sikap jiwa yang demikian itu pada hakikatnya adalah akhlak yang mulia.
“Sasaran tasawuf adalah akhlak dan budi pekerti yang baik berdasarkan kasih dan cinta kepada Allah. Oleh karena itu, maka ajaran tasawuf sangat mengutamakan adab/nilai cara, baik dalam berhubungan dengan sesama manusia, manusia berhubugan dengan Tuhan dan manusia berhubungan dengan alam. Tasawuf mengajarkan kepada manusia untuk selalu menjaga etika, adab, moral kepada Allah, manusia dan alam,” kata Armaidi Tanjung yang juga Pengurus Dewan Pendidikan Kota Pariaman ini.
Menurut Armaidi Tanjung, Islam mengatur bagaimana adab berhubungan dengan sesama manusia. Tidak hanya sesama muslim, tapi juga dengan non-muslim pun harus memiliki adab. “Ketika Nabi mendengar ada penduduk Madinah beragama Yahudi terbunuh, Nabi Muhammad segera memobilisasi dana masyarakat untuk kemudian diberikan kepada pihak keluarganya. “Barang siapa yang membunuh non-muslim, maka ia akan berhadapan dengan saya,” tegas beliau. Ini membuktikan bagaimana Nabi Muhammad Saw menjelaskan hubungan manusia sesama manusia tanpa mengenal agama maupun suku yang berbeda,” tutur Armaidi mengutip dalam sebuah kisah Nabi Muhammad Saw. saat berada di Madinah.
Kondisi sekarang memang jauh berbeda. Jangankan dengan non-muslim, sesama muslim saja terkadang saling caci-maki, bunuh-bunuhan, kafir-kafiran. Merasa benar sendiri. Apalagi selalu mengatasnamakan agama melakukan sesuatu, sekalipun yang dilakukannya sesungguhnya tidak sesuai dengan contoh tauladan yang diberikan Nabi Muhammad Saw.
“Hal itu wajar terjadi, karena memang umat muslim, terutama generasi muda, termasuk mahasiswa, sangat minim membaca sejarah kehidupan Nabi Muhammad Saw. Saya tanya, dari yang hadir ini berapa orang yang sudah membaca buku sejarah Nabi Muhammad Saw. yang 300 atau lebih halamannya. Kalau belum pernah baca, apalagi paham, wajar tak tahu bagaimana harus berhubungan dan bersikap terhadap orang yang berbeda, agama, suku, ras maupun kelompok,” tutur Armaidi, penulis buku, Anakku! Kenapa Harus Masuk Pesantren ini.
Untuk itu, kata Armaidi, sebagai generasi muda umat muslim dan kader PMII Kota Pariaman harus mulai membaca dan memahami perjuangan dakwah Nabi Muhammad Saw. Sekaligus mengaplikasikannya dalam kehidupan, kata Armaidi dihadapan sekitar 40-an orang pengurus dan kader PMII Kota Pariaman. (501)
Bupati Ali Mukhni Jadi Mentor Ujian Implementasi PIM II Dua Kadis-nya
Padang Pariaman--Bupati Padang Pariaman Ali Mukhni menghadiri ujian implementasi Proyek Perubahan Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tingkat II Angkatan III Tahun 2019 di Lembaga Adminstrasi Negara RI di Jakarta. Ada dua peserta dari Kabupaten Padang Pariaman yaitu Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kawasan Pemukiman dan Pertanahan Yuniswan dan Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Hnedra Aswara. Diklatpim dua ini merupakan Diklat yang wajib diikuti oleh seluruh pejabat eselon dua sebagai kompetensi menduduki Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT).
“Alhamdulillah, proyek perubahan kedua kadis Padangpariaman mendapat apresiasi oleh tim penguji. Semoga raih hasil terbaik dan bermanfaat untuk daerah dan masyarakat,” kata Bupati Ali Mukhni, Rabu lalu.
Ali Mukhni menjelaskan bahwa terdapat dua inovasi yang dilahirkan oleh kedua kadis tersebut yaitu Program pengentasan kemiskinan dan penanganan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial dengan membentuk Pusat Layanan Terpadu Penanganan Kemiskinan yang Cepat, Akurat, Responsif dan Efektif atau disingkat Please Care Papa. Kemudian, Inovasi Peningkatan Sistim Pelayanan Laboratorium di Kabupaten Padang Pariaman.
“Jadi saya kira ini bukan hanya proyek perubahan Kadis Sosial dan Kadis Lingkungan Hidup saja, tapi inovasi ini adalah program strategis daerah untuk kesejahteraan masyarakat,” kata alumni Lemhanas tahun 2012 itu.
Khusus inovasi Please Care Papa, kata Ali Mukhni, merupakan yang pertama di Sumatera Barat. Dimana penanganan kemiskinan dilakukan secara konfrehensif bersama seluruh stakeholders dengan tepat sasaran dan efektif. “Banyak daerah yang telah studi tiru dan berencana mereplika inovasi Please Care Papa, menunjukan bahwa OPD kita benar-benar serius bekerja untuk menekan angka kemiskinan,” ujar peraih Satya Lencana Pembangunan tersebut.
Sementara Erfi Muthmainah selaku penguji mengatakan bahwa kehadiran Bupati Padang Pariaman Ali Mukhni membuktikan keseriusan dan kepedulian Kepala Daerah meningkatan kompetensi sumberdaya aparatur di daerahnya. “Peserta dari Padangpariaman dapat memaparkan proyek perubahan dengan baik sebagai syarat dalam kelulusan DIklatpim dua ini,” kata Erfi.
Ia berharap inovasi terhadap proyek perubahan yang digagas bisa diterapkan secara terus-menerus dan dilakukan pengembangan ke arah yang lebih banik lagi.
Sementera Kepala DSP3A Hendra Aswara mengucapkan terima kasih kepada Bupati Padang Pariaman yang telah mendukung penuh terhadap inovasi yang diluncurkan pada sektor sosial, penganan kemiskinan serta perlindungan perempuan dan anak. “Alhmadulillah, kami berdua dari DinsosP3A dan Dinas Lingkungan telah selesai mengikuti Diklatpim dua, semoga ilmu yang didapat dapat diterapkan. Dan kami tetap berinovasi untuk kemudahan pelayanan kepada masyarakat,” ujar Hendra mengakhiri. (501)
“Alhamdulillah, proyek perubahan kedua kadis Padangpariaman mendapat apresiasi oleh tim penguji. Semoga raih hasil terbaik dan bermanfaat untuk daerah dan masyarakat,” kata Bupati Ali Mukhni, Rabu lalu.
Ali Mukhni menjelaskan bahwa terdapat dua inovasi yang dilahirkan oleh kedua kadis tersebut yaitu Program pengentasan kemiskinan dan penanganan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial dengan membentuk Pusat Layanan Terpadu Penanganan Kemiskinan yang Cepat, Akurat, Responsif dan Efektif atau disingkat Please Care Papa. Kemudian, Inovasi Peningkatan Sistim Pelayanan Laboratorium di Kabupaten Padang Pariaman.
“Jadi saya kira ini bukan hanya proyek perubahan Kadis Sosial dan Kadis Lingkungan Hidup saja, tapi inovasi ini adalah program strategis daerah untuk kesejahteraan masyarakat,” kata alumni Lemhanas tahun 2012 itu.
Khusus inovasi Please Care Papa, kata Ali Mukhni, merupakan yang pertama di Sumatera Barat. Dimana penanganan kemiskinan dilakukan secara konfrehensif bersama seluruh stakeholders dengan tepat sasaran dan efektif. “Banyak daerah yang telah studi tiru dan berencana mereplika inovasi Please Care Papa, menunjukan bahwa OPD kita benar-benar serius bekerja untuk menekan angka kemiskinan,” ujar peraih Satya Lencana Pembangunan tersebut.
Sementara Erfi Muthmainah selaku penguji mengatakan bahwa kehadiran Bupati Padang Pariaman Ali Mukhni membuktikan keseriusan dan kepedulian Kepala Daerah meningkatan kompetensi sumberdaya aparatur di daerahnya. “Peserta dari Padangpariaman dapat memaparkan proyek perubahan dengan baik sebagai syarat dalam kelulusan DIklatpim dua ini,” kata Erfi.
Ia berharap inovasi terhadap proyek perubahan yang digagas bisa diterapkan secara terus-menerus dan dilakukan pengembangan ke arah yang lebih banik lagi.
Sementera Kepala DSP3A Hendra Aswara mengucapkan terima kasih kepada Bupati Padang Pariaman yang telah mendukung penuh terhadap inovasi yang diluncurkan pada sektor sosial, penganan kemiskinan serta perlindungan perempuan dan anak. “Alhmadulillah, kami berdua dari DinsosP3A dan Dinas Lingkungan telah selesai mengikuti Diklatpim dua, semoga ilmu yang didapat dapat diterapkan. Dan kami tetap berinovasi untuk kemudahan pelayanan kepada masyarakat,” ujar Hendra mengakhiri. (501)
Tanpa Bantuan Pemkab 30 Ekor Babi Mati Terbunuh, PORBI Padang Pariaman Dinilai Sukses
Padang Pariaman--PORBI (Persatuan Olah Raga Buru Babi Indonesia) Kabupaten Padang Pariaman yang dinahkodai Kompol Maymuspi sukses melaksanakan kalender tahunan yang ketiga di 2019 ini, bertempat di Korong Kalampayan Hulu, Nagari Koto Tinggi Kuranji Hilir, Kecamatan Sungai Limau, Minggu, (7/7).
"Alek Porbi yang telah tersusun dalam kalender tahunan ini kita laksanakan tanpa adanya bantuan anggaran dana dari pihak kabupaten, dan hal ini telah berlangsung sejak beberapa tahun belakangan ini," ujar Kompol Maymuspi yang akrab disapa Epi Karuik ini lirih. Namun, pihaknya tetap semangat dalam membasmi hama babi yang meresahkan petani sembari memupuk tali silahturahmi serta existensi PORBI di tengah masyarakat Padang Pariaman.
Alek PORBI Kabupaten Padang Pariaman kali ini adalah edisi ketiga di tahun ini, dimana sebelumnya telah dilaksanakan di Parit Malintang dan Lubuk Alung. Sedangkan edisi keempat atau terakhir di tahun ini akan diadakan di Koto Dalam, Kecamatan Padang Sago tiga bulan kedepan.
Dalam kesempatan ini seperti biasanya, Ketua PORBI Padang Pariaman Kompol Maymuspi menyerahkan bantuan berupa baju seragam berburu serta uang lelah sebesar Rp2 juta kepada muncak setempat. "Ini adalah hal yang sama dan selalu kita serahkan bagi setiap wilayah yang menjadi tuan rumah PORBI kabupaten ini," bebernya.
Acara berlangsung meriah dan ramai, setidaknya sekitar 10.000 orang anggota PORBI dari berbagai daerah datang menghadiri alek buru babi ini, belum lagi para pedagang asongan, pedagang nasi dan lainnya nampak berbaur di tengah riuhnya suara "salak anjing" pemburu yang diselingi beberapa letusan bedil pertanda babi yang dicari telah ditemukan.
Dimulai dengan duduak di lapiak (berunding), yang dihadiri oleh muncak-muncak (pimpinan berburu) dari ke empat wilayah, niniak mamak, kapalo mudo, serta ketua dan sekretaris PORBI Kabupaten Padang Pariaman. "Di bawah tirai di lingkuang tabie di katangahkan carano basa baisi siriah jo pinang salangkoknyo". Prosesi adat ini dipimpin oleh Abdul Gani Arif Datuak Rangkayo Mudo, salah seorang niniak mamak di Kecamatan Sungai Limau.
Dalam buru babi kali ini, muncak Sungai Limau yang dikomandoi "Jebeh" mengambil areal di Sawah Liek, Koto Tinggi Kuranji Hilir serta berakhir di Karambie Tujuah ini mampu membunuh babi hutan sedikitnya 30 ekor, sedangkan satu ekor anjing pemburu dikabarkan mati dan puluhan diantaranya luka-luka akibat pergulatan dengan babi hutan sang hama.
"Semoga apa yang kita perbuat melalui komunitas hobi ini dapat bermanfaat bagi petani dan masyarakat sekitar, dan melimpahlah hendaknya hasil panen petani tanpa ada gangguan hama babi lagi," ungkapnya. (501)
"Alek Porbi yang telah tersusun dalam kalender tahunan ini kita laksanakan tanpa adanya bantuan anggaran dana dari pihak kabupaten, dan hal ini telah berlangsung sejak beberapa tahun belakangan ini," ujar Kompol Maymuspi yang akrab disapa Epi Karuik ini lirih. Namun, pihaknya tetap semangat dalam membasmi hama babi yang meresahkan petani sembari memupuk tali silahturahmi serta existensi PORBI di tengah masyarakat Padang Pariaman.
Alek PORBI Kabupaten Padang Pariaman kali ini adalah edisi ketiga di tahun ini, dimana sebelumnya telah dilaksanakan di Parit Malintang dan Lubuk Alung. Sedangkan edisi keempat atau terakhir di tahun ini akan diadakan di Koto Dalam, Kecamatan Padang Sago tiga bulan kedepan.
Dalam kesempatan ini seperti biasanya, Ketua PORBI Padang Pariaman Kompol Maymuspi menyerahkan bantuan berupa baju seragam berburu serta uang lelah sebesar Rp2 juta kepada muncak setempat. "Ini adalah hal yang sama dan selalu kita serahkan bagi setiap wilayah yang menjadi tuan rumah PORBI kabupaten ini," bebernya.
Acara berlangsung meriah dan ramai, setidaknya sekitar 10.000 orang anggota PORBI dari berbagai daerah datang menghadiri alek buru babi ini, belum lagi para pedagang asongan, pedagang nasi dan lainnya nampak berbaur di tengah riuhnya suara "salak anjing" pemburu yang diselingi beberapa letusan bedil pertanda babi yang dicari telah ditemukan.
Dimulai dengan duduak di lapiak (berunding), yang dihadiri oleh muncak-muncak (pimpinan berburu) dari ke empat wilayah, niniak mamak, kapalo mudo, serta ketua dan sekretaris PORBI Kabupaten Padang Pariaman. "Di bawah tirai di lingkuang tabie di katangahkan carano basa baisi siriah jo pinang salangkoknyo". Prosesi adat ini dipimpin oleh Abdul Gani Arif Datuak Rangkayo Mudo, salah seorang niniak mamak di Kecamatan Sungai Limau.
Dalam buru babi kali ini, muncak Sungai Limau yang dikomandoi "Jebeh" mengambil areal di Sawah Liek, Koto Tinggi Kuranji Hilir serta berakhir di Karambie Tujuah ini mampu membunuh babi hutan sedikitnya 30 ekor, sedangkan satu ekor anjing pemburu dikabarkan mati dan puluhan diantaranya luka-luka akibat pergulatan dengan babi hutan sang hama.
"Semoga apa yang kita perbuat melalui komunitas hobi ini dapat bermanfaat bagi petani dan masyarakat sekitar, dan melimpahlah hendaknya hasil panen petani tanpa ada gangguan hama babi lagi," ungkapnya. (501)
Senin, 01 Juli 2019
Berikan Layanan Terbaik Kadis PMPTP Perintahkan TIM LKPM Online Tingkatkan Kunjungan ke Pelaku Usaha
Padang Pariaman--Guna memberikan kemudahan berusaha kepada investor dan pelaku usaha, Kepala Dinas PMPTP Rudy Repenaldi Rilis, perintahkan Tim LKPM Online agar lebih intens melakukan kunjungan ke pelaku usaha yang wajib Lapor Kegiatan Penanaman Modalnya (LKPM) di Padang Pariaman.
Hal ini ditegaskan Rudy agar semua perusahaan yang wajib LKPM tidak lupa dengan kewajibannya, sekaligus melalui kewajiban ini dapat memantau pergerakan investasi di Padang Pariaman.
Ditambahkan Rudi, DPMPTP Padang Pariaman saat ini sedang gencar-gencarnya melakukan terobosan dalam bentuk inovasi pelayanan. Salah satunya adalah Klinik LKPM (Konsultasi Layanan Investasi dan Pendampingan Proses Pelaporan Kegiatan Penanaman Modal), yang telah dilaunching awal tahun ini, berdasarkan Keputusan Kepala DPMPTP Padang Pariaman Nomor: 46/KEP/DPMPTP/2018.
Selain itu, mantan Camat Enam Lingkung itu berharap kepada investor baik yang baru memulai usaha maupun yang melakukan perluasan usaha di Kabupaten Padang Pariaman agar mematuhi segala aturan dan mengurus segala perizinan yang wajib dipenuhi oleh investor sehingga investor aman dan nyaman berusaha.
Kepala Bidang Penanaman Modal Jon Eka Putra mengatakan, walaupun pada dasarnya mereka bisa melakukan pelaporan secara mandiri, namun pada kenyataanya sering terjadi keterlambatan malahan tidak melaporkan sama sekali LKPM Online nya, oleh karena itu DPMPTP hadir untuk mereka, dengan melakukan pendampingan sampai ke Pelayanan Prioritas.
“Kita akan bantu mereka mulai dari mendaftarkan akun (hak akses LKPM Online) sampai penyampaian laporan secara online, verifikasi laporan hingga memfasilitasi setiap permasalahan yang dihadapi perusahaan, kita ingin mereka rasakan kehadiran kita. Oleh karena itu Klinik LKPM salah satu solusi terbaik yang kita lakukan,” ungkap Jon Eka Putra.
Menurutnya, saat ini diaplikasi SPIPISE BKPM tercatat perusahaan yang wajib memberikan Laporan Perkembangan Penanaman Modal di Padang Pariaman berjumlah 31 perusahaan. "Sejauh ini sudah kita lakukan Pendampingan sebanyak 15 perusahaan dan sisanya menjadi tanggung jawab kita dan fokus utama Tim LKPM Online tahun ini, di samping perusahaan baru yang juga akan kita dampingi," katanya. (501)
Hal ini ditegaskan Rudy agar semua perusahaan yang wajib LKPM tidak lupa dengan kewajibannya, sekaligus melalui kewajiban ini dapat memantau pergerakan investasi di Padang Pariaman.
Ditambahkan Rudi, DPMPTP Padang Pariaman saat ini sedang gencar-gencarnya melakukan terobosan dalam bentuk inovasi pelayanan. Salah satunya adalah Klinik LKPM (Konsultasi Layanan Investasi dan Pendampingan Proses Pelaporan Kegiatan Penanaman Modal), yang telah dilaunching awal tahun ini, berdasarkan Keputusan Kepala DPMPTP Padang Pariaman Nomor: 46/KEP/DPMPTP/2018.
Selain itu, mantan Camat Enam Lingkung itu berharap kepada investor baik yang baru memulai usaha maupun yang melakukan perluasan usaha di Kabupaten Padang Pariaman agar mematuhi segala aturan dan mengurus segala perizinan yang wajib dipenuhi oleh investor sehingga investor aman dan nyaman berusaha.
Kepala Bidang Penanaman Modal Jon Eka Putra mengatakan, walaupun pada dasarnya mereka bisa melakukan pelaporan secara mandiri, namun pada kenyataanya sering terjadi keterlambatan malahan tidak melaporkan sama sekali LKPM Online nya, oleh karena itu DPMPTP hadir untuk mereka, dengan melakukan pendampingan sampai ke Pelayanan Prioritas.
“Kita akan bantu mereka mulai dari mendaftarkan akun (hak akses LKPM Online) sampai penyampaian laporan secara online, verifikasi laporan hingga memfasilitasi setiap permasalahan yang dihadapi perusahaan, kita ingin mereka rasakan kehadiran kita. Oleh karena itu Klinik LKPM salah satu solusi terbaik yang kita lakukan,” ungkap Jon Eka Putra.
Menurutnya, saat ini diaplikasi SPIPISE BKPM tercatat perusahaan yang wajib memberikan Laporan Perkembangan Penanaman Modal di Padang Pariaman berjumlah 31 perusahaan. "Sejauh ini sudah kita lakukan Pendampingan sebanyak 15 perusahaan dan sisanya menjadi tanggung jawab kita dan fokus utama Tim LKPM Online tahun ini, di samping perusahaan baru yang juga akan kita dampingi," katanya. (501)
153 CPNS Formasi Umum Ikuti Latsar Jadilah PNS dengan Bekal Kompetensi dan Profesional
Parit Malintang--Sekretaris Daerah Kabupaten Padang Pariaman Jonpriadi resmikan Pembukaan Pelatihan Dasar (Latsar) CPNS Golongan III dari Formasi Umum di lingkungan Pemkab setempat di Hall Kantor Bupati di Parit Malintang, Senin (1/7).
Pembukaan Latsar turut dihadiri Sekretaris BPSDM Provinsi Sumatera Barat Armizon Amran, Kabag Humas dan Protokol Andri Satria Masri, Kabid Diklat Tafdil, Kabid Mutasi Liza dan 153 peserta Latsar. Peserta Latsar adalah CPNS golongan III yang diangkat dari formasi umum pada penerimaan CPNS Pemkab Padang Pariaman tahun 2018 lalu sejumlah 153 orang. Peserta dibagi dalam empat angkatan, angkatan 3, 4, 5 dan 6.
Sekretaris Daerah Jonpriadi mengatakan, Latsar adalah pintu gerbang masuk yang akan membawa CPNS masuk ke lingkup PNS Padang Pariaman. "Setelah menerima SK CPNS maka Latsar CPNS menjadi satu dari persyaratan yang penting saudara ikuti, karena jika tidak diikuti atau saudara gagal dalam Latsar akan gagal menjadi PNS kelak," kata Jonpriadi.
"Untuk itu, manfaatkanlah momen Latsar ini dengan sebaik-baiknya, menimba ilmu sebanyak-banyaknya. Sekarang ini ekspektasi atau harapan masyarakat terhadap pelayanan pemerintah sangat tinggi," harap mantan Kepala Bappeda itu.
Menurut Jonpriadi, untuk dapat memenuhi harapan masyarakat tersebut, PNS dapat melakukan terobosan pelayana melalui inovasi pelayanan. "Kenapa kita harus berinovasi? Karena secara kuantitas kita masih kekurangan sampai 2000 PNS. Sementara, untuk merekrut PNS baru harus melalui regulasi pemerintah pusat. Untuk itulah, antisipasi kekurangan PNS bisa melalui inovasi pelayanan. Satu PNS diharapkan bisa melakukan tiga tugas PNS supaya kebutuhan masyarakat terpenuhi," katanya lagi.
Kata Jonpriadi, semua yang ada pada diri kita adalah titipan, amanah. Amanah berkonsekwensi pertanggungjawaban. Di sisi lain, menjadi PNS ada konsekwensi kewajiban dan larangan. "Maka, bekerjalah dengan baik, berpedoman pada yang baik dan meninggalkan kerja yang tidak baik," pungkasnya.
Pada kesempatan yang sama, Sekretaris BPSDM Sumbar Armizon Amran menyampaikan harapan yang sama kepada peserta Latsar. "Patut kiranya bapak ibu CPNS bersyukur telah diangkat sebagai CPNS dan akan mengikuti Latsar. Bapak ibu CPNS terpilih dari ribuan pelamar. Makanya kita patut bersyukur. Untuk itu diharapkan bapak ibu dapat mengikuti pelatihan sesuai aturan yang berlaku," ujar mantan pegawai Kecamatan Padang Sago itu.
"Lepaskan semua atribut yang melekat pada diri bapak ibu dan pakai atribut baru sebagai peserta Latsar, agar fokus dan konsentrasi mengikutinya," hematnya.
Dulu, katanya menyambung, Latsar ini namanya Diklat Prajabatan. Mindset dibentuk untuk siap-siap mendapatkan jabatan. Sekarang namanya Latsar, dilatih dengan pengetahuan dasar menjadi pelayan masyarakat bukan untuk dilayani masyarakat. "Jadilah PNS dengan bekal kompetensi dan profesional. Jangan berhenti menggali ilmu. Tingkatkan terus kualitas diri," katanya mengakhiri sambutan.
Dalam laporan panitia, Kepala BKPSDM Armeyn Rangkuti menyebut bahwa pelaksanaan Latsar sesuai dengan apa yang diamanatkan dalam Undang-Undang Aparatur Sipil Negara No. 5 Tahun 2014, dan Peraturan Pemerintah No. 11 Tahun 2017, yang menjelaskan bahwa CPNS akan menjalani masa percobaan maksimal 1 tahun dan wajib diberikan pelatihan dalam bentuk diklat prajabatan.
“Pelatihan dasar CPNS ini menggunakan Program On dan Off kampus selama 51 hari sehingga dapat mencapai tujuan yang ingin dicapai yakni menghasilkan CPNS yang bertawakal, berdedikasi, berkarakter dan professional dalam melayani masyarakat dengan penuh tanggung jawab,” kata mantan Kepala Bagian Perencanaan dan Keuangan itu. (501)
Pembukaan Latsar turut dihadiri Sekretaris BPSDM Provinsi Sumatera Barat Armizon Amran, Kabag Humas dan Protokol Andri Satria Masri, Kabid Diklat Tafdil, Kabid Mutasi Liza dan 153 peserta Latsar. Peserta Latsar adalah CPNS golongan III yang diangkat dari formasi umum pada penerimaan CPNS Pemkab Padang Pariaman tahun 2018 lalu sejumlah 153 orang. Peserta dibagi dalam empat angkatan, angkatan 3, 4, 5 dan 6.
Sekretaris Daerah Jonpriadi mengatakan, Latsar adalah pintu gerbang masuk yang akan membawa CPNS masuk ke lingkup PNS Padang Pariaman. "Setelah menerima SK CPNS maka Latsar CPNS menjadi satu dari persyaratan yang penting saudara ikuti, karena jika tidak diikuti atau saudara gagal dalam Latsar akan gagal menjadi PNS kelak," kata Jonpriadi.
"Untuk itu, manfaatkanlah momen Latsar ini dengan sebaik-baiknya, menimba ilmu sebanyak-banyaknya. Sekarang ini ekspektasi atau harapan masyarakat terhadap pelayanan pemerintah sangat tinggi," harap mantan Kepala Bappeda itu.
Menurut Jonpriadi, untuk dapat memenuhi harapan masyarakat tersebut, PNS dapat melakukan terobosan pelayana melalui inovasi pelayanan. "Kenapa kita harus berinovasi? Karena secara kuantitas kita masih kekurangan sampai 2000 PNS. Sementara, untuk merekrut PNS baru harus melalui regulasi pemerintah pusat. Untuk itulah, antisipasi kekurangan PNS bisa melalui inovasi pelayanan. Satu PNS diharapkan bisa melakukan tiga tugas PNS supaya kebutuhan masyarakat terpenuhi," katanya lagi.
Kata Jonpriadi, semua yang ada pada diri kita adalah titipan, amanah. Amanah berkonsekwensi pertanggungjawaban. Di sisi lain, menjadi PNS ada konsekwensi kewajiban dan larangan. "Maka, bekerjalah dengan baik, berpedoman pada yang baik dan meninggalkan kerja yang tidak baik," pungkasnya.
Pada kesempatan yang sama, Sekretaris BPSDM Sumbar Armizon Amran menyampaikan harapan yang sama kepada peserta Latsar. "Patut kiranya bapak ibu CPNS bersyukur telah diangkat sebagai CPNS dan akan mengikuti Latsar. Bapak ibu CPNS terpilih dari ribuan pelamar. Makanya kita patut bersyukur. Untuk itu diharapkan bapak ibu dapat mengikuti pelatihan sesuai aturan yang berlaku," ujar mantan pegawai Kecamatan Padang Sago itu.
"Lepaskan semua atribut yang melekat pada diri bapak ibu dan pakai atribut baru sebagai peserta Latsar, agar fokus dan konsentrasi mengikutinya," hematnya.
Dulu, katanya menyambung, Latsar ini namanya Diklat Prajabatan. Mindset dibentuk untuk siap-siap mendapatkan jabatan. Sekarang namanya Latsar, dilatih dengan pengetahuan dasar menjadi pelayan masyarakat bukan untuk dilayani masyarakat. "Jadilah PNS dengan bekal kompetensi dan profesional. Jangan berhenti menggali ilmu. Tingkatkan terus kualitas diri," katanya mengakhiri sambutan.
Dalam laporan panitia, Kepala BKPSDM Armeyn Rangkuti menyebut bahwa pelaksanaan Latsar sesuai dengan apa yang diamanatkan dalam Undang-Undang Aparatur Sipil Negara No. 5 Tahun 2014, dan Peraturan Pemerintah No. 11 Tahun 2017, yang menjelaskan bahwa CPNS akan menjalani masa percobaan maksimal 1 tahun dan wajib diberikan pelatihan dalam bentuk diklat prajabatan.
“Pelatihan dasar CPNS ini menggunakan Program On dan Off kampus selama 51 hari sehingga dapat mencapai tujuan yang ingin dicapai yakni menghasilkan CPNS yang bertawakal, berdedikasi, berkarakter dan professional dalam melayani masyarakat dengan penuh tanggung jawab,” kata mantan Kepala Bagian Perencanaan dan Keuangan itu. (501)
Langganan:
Postingan (Atom)






