Sabtu, 09 Maret 2019

DSP3A Bantu Korban Kebakaran V Koto Timur

Padang Pariaman--Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman melalui Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DSP3A) memberikan bantuan logistik dan perlengkapan rumah tangga kepada korban kebakaran di dua kecamatan yaitu V Koto Timur dan IV Koto Aur Malintang. 
Korban kebakaran yaitu Jamunar (61) beralamat di Korong Jawi-jawi Nagari Balai Baiak Malai III Koto Kec  IV Koto Aur Malintang dan Madar (60) Korong Kampung Tanjung Nagari Gunung Padang Alai, Kecamatan V Koto Timur. Kebakaran terjadi pada bulan lalu dan menghanguskan rumah serta kerugian lainnya.
Menurut Kepala DSP3A Hendra Aswara bantuan tersebut sebagai bentuk nyata kepedulian Pemkab Padang Pariaman kepada masyarakat yang terkena musibah. "Kami memberikan bantuan kepada dua keluarga yang menjadi korban kebakaran. Sesuai arahan bupati yang cepat tanggap membantu warga yang terkena musibah," ujar Hendra, di Pariaman, Jumat lalu.
Bantuan yang diserahkan kepada dua keluarga tersebut yaitu Kasur, perlengkapan dapur, mie instan, family kid, paket lauk pauk, biskuit makanan anak, tenda gukung dan food ware. "Diharapkan adanya bantuan ini dapat meringankan beban keluarga Ibu Jamunar dan Ibu Madar," kata Hendra didampingi Kasi Perlindungan sosial korban bencana sosial Doni Efriadi.
Hendra berharap selalu berhati-hati agar tidak terjadi kebakaran seperti mematikan kompor dan pastikan listrik sudah dimatikan ketika keluar rumah. (501)

APBD Padang Pariaman Diharapkan Mampu Mengakomodir Pemenuhan Kabupaten Layak Anak

Padang Pariaman--Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DSP3A) Kabupaten Padang Pariaman mengadakan rapat koordinasi dengan Forum Anak dalam menyerap aspirasi anak-anak untuk program dan kegiatan tahun 2020. 
Rakor dihadiri oleh puluhan anak dari kecamatan se-Padang Pariaman dan dihadiri langsung oleh Kepala DSP3A Hendra Aswara, Kabid Perlindungan Anak Rina Novianti beserta jajaran. Dalam rakor tersebut, direkomendasikan agar APBD Kabupaten Padang Pariaman 2020 untuk pemenuhan hak-hak anak menuju Kabupaten Layak Anak. 
"Sudah saatnya APBD Padangpariaman fokus terhadap Sumber Daya Manusia untuk meningkatkan bakat dan prestasi anak. Terima kasih Pak Kadis telah melibatkan kami dalam pembahasan APBD 2020," ujar Ketua Forum Anak Adrian di Aula DSP3A, Pariaman, Jumat (1/3). Adanya sarana olahraga, seni, budaya, perpustakaan dan kebutuhan anak lainnya tentu akan menumbuhkan bakat anak sejak dini.
Ditambahkannya, bahwa saat dirinya dan beberapa teman mencoba menghidupkan kembali permainan anak-anak tempo dulu. Seperti permainan congkak, kelereng, dan lain sebagainya. Karena saat ini permainan tersebut sudah mulai hilang dan cenderung beralih ke game online atau menggunakan smartphone. 
Sementara Kepala DSP3A Hendra Aswara memuji keberanian forum anak dalam mengemukakan pendapat dan usulan terkait APBD 2020. Diakuinya bahwa saat ini memang anggaran fokus untuk infrastruktur.
Ke depan, Hendra berharap APBD dapat mengakomodir usulan-usulan forum anak yang disampaikan pada forum RKPD beberapa hari yang lalu. Diantaranya usulan tersebut yaitu menyediakan Fasilitas “Pusat Kreatifitas Anak” (taman baca, tempat bermain dan olah raga) di setiap Kecamatan (Konsep Cekkeng Nursery), tersedianya fasilitas Bus Sekolah gratis terutama di daerah-daerah pelosok, perbaikan/peningkatan kualitas sarana dan prasarana pendidikan, peningkatan kualitas sarana dan prasarana kesehatan yang ramah anak, perbaikan sarana dan prasarana jalan dan jembatan, ketersediaan fasilitas pengelolaan sampah di setiap kecamatan, ketersediaan sekretariat Forum Anak Kecamatan dan tersedianya Sekolah khusus/ pendidikan inklusi bagi penyandang disabilitas di setiap kecamatan.
"Insya allah, saat ini juga membentuk forum anak tingkat kecamatan. Nanti juga kita sertakan pembahasan musrenbang kecamatan," ujar Kadis berprestasi tingkat nasional itu. (501)

Beni Rinaldi Terpilih Jadi Ketua Karang Taruna Sintuak Jaya

Sintuak--Beni Rinaldi terpilih menjadi Ketua Karang Taruna Sintuak Jaya, Nagari Sintuak, Kecamatan Sintuak Toboh Gadang, Kabupaten Padang Pariaman. Beni terpilih setelah pemilihan pengurus Karang Taruna berlangsung di Kantor Walinagari setempat, Senin lalu.
Pemilihan Pengurus Karang Taruna Nagari Sintuak tersebut dihadiri Walinagari Sintuak Anasril Nazar, pemuda Sintuak, Walikorong se-Nagari Sintuak dan undangan lainnya. Pengurus Karang Taruna periode 2019-2021 ini juga disepakati sebagai Sekretaris; Reski Indra Pernanda dan Bendara; Atika Zulia Rahmi.
Beni Rinaldi, pemuda Sintuak kelahiran Duri 27 Desember 1991. Beni juga tercatat sebagai Wakil Sekretaris PC GP Ansor Kabupaten Padang Pariaman dan Sekretaris LPM Nagari Sintuak Periode 2015-2021. Sebelum menjabat Ketua Karang Taruna Sintuak Jaya, Beni sudah dipercaya menjabat Sekretaris dan Bendahara di Karang Taruna Sintuak Jaya.
Sedangkan pengalaman kerjanya; PPHP Nagari Sintuak 2015-2018, pendamping lokal desa Kecamatan Lubuk Alung Program P3MD, kader teknis PNPM-MP 2013 Kecamatan Sintuak Toboh Gadang.
Sedangkan Reski Indra Parnanda, pemuda kelahiran Padang 11 Mei 1992. Pengalaman organisasinya anggota Bidang Keolahragaan OSI MAN Lubuk Alung (2007), Ketua Bidang Olahraga MAN Lubuk ALung 2008, Ketua Bidang Olahraga Kepemudaan Masyarakat Korong Batang Tapakis Sintuak, Sekretaris I Perkemi Kabupaten Padang Pariaman.
Reski juga memiliki prestasi di bidang olahraga. Seperti perempat final cabor Kempo Porprov XI Sumbar tahun 2010 di Kota Sawahlunto, medali perak Kejurda Dispora cabor Kempo tahun 2010 di Kota Padang, perempat final cabor Kempo Porprov XII Sumbar tahun 2012 di Kabupaten 50 Kota dan medali perunggu Porprov XIII Sumbar di Kabupaten Dharmasraya.
Sedangkan bendaharanya Atika Zulia Rahmi, kelahiran Lubuk Alung 24 Januari 1993. Pengalaman kerjanya di Yayasan Masyarakat Sehat Sejahtera dan Puskesmas Lubuk Alung.
“Dengan komposisi pengurus yang baru ini, kita berharap Karang Taruna Sintuak Jaya bisa lebih eksis lagi. Dukungan semua pihak sangat penting sehingga kehadiran Karang Taruna ini bisa bermanfaat bagi pemuda Nagari Sintuak,” kata Beni Rinaldi menambahkan. (501)

Suksesnya KB di Padang Pariaman Berdampak Secara Nasional

Enam Lingkung--Sekretaris Utama Badan Koordinasi Keluarga Berencana (Sestama BKKBN) Republik Indonesia, H. Nofrijal secara terbuka mengakui peran Kabupaten Padang Pariaman dalam menyukseskan program KB di Indonesia.
Hal itu disampaikannya dalam kata sambutannya mengunjungi Kampung KB Pandan Puti Kencana Korong Balah Aia, Nagari Koto Tinggi, Kecamatan Enam Lingkung, Senin lalu. Peninjauan itu dilakukan Sestama bersama BKKBN Prov. Sumbar dan personel TNI Kodim 0308/Pariaman dalam rangkaian kegiatan Pencanangan TNI Manunggal KB Kesehatan Tingkat Nasional Tahun 2019 di Pantai Kata Kota Pariaman pagi hari sebelumnya.
"Kalau Padang Pariaman sukses program KB-nya, akan berpengaruh ke seluruh Indonesia. Karena apa? Karena banyak warga Padang Pariaman itu yang merantau. Sehingga, jika penduduk Padang Pariaman pertumbuhannya terkendali, sedikit yang pergi merantau," kata putra X Koto, Kab. Tanah Datar itu disambut tawa geli tamu undangan.
Lebih lanjut mantan Kepala Perwakilan BKKBN Sumbar itu mengapresiasi Bupati Padang Pariaman Ali Mukhni yang sangat mendukung program KB di Padang Pariaman dan Sumatera Barat. "Kami mengapresiasi usaha Bupati mendukung program KB. Kampung KB Tanjung Puti Sari ini adalah Kampung KB Model di Padang Pariaman," puji mantan pegawai Pemkab Padang Pariaman itu.
"Sekarang di Indonesia sudah terbentuk 15.000 kampung KB. Kampung KB ini miniatur pelayanan KB dan pelayanan dasar lainnya di tingkat korong atau desa," kata ayah dari dua orang putra ini.
Nofrijal mengatakan bahwa dari kampung muncul kerinduan. Kerinduan terhadap suasana kekeluargaan yang kuat dan kental. Di Kampung ada partisipasi dan gotong royong. Ada lokal wisdom yang membuat warga saling tolong menolong. Nofrijal pun menjelaskan filosofi Kampung KB yang dibangun dengan 5 fondasi dasar, yaitu; manajemen data/rumah data. Suatu saat harus ada data digital (Rumah Dataku atau Rumah Data Kependudukan),
layanan dasar (adminduk, dan lainnya), pembangunan/pemberdayaan masyarakat (posyandu, PAUD, pembinaan remaja, UPPKS), ada pembangunan infrastruktur (ekonomi, lingkungan), gotong royong (Jumat bersih, merawat rumah ibadah).
"Kami mengajak tokoh masyarakat untuk memberikan saran kritikan pembangunan di kampung KB dan program KB secara umum," tutupnya mengakhiri.
Sementara itu Bupati Padang Pariaman Ali Mukhni menjelaskan kemajuan program dan pembangunan pengendalian pendudukan dan KB. "Kampung KB sudah terbentuk 22 buah dari 103 nagari dalam rentang 3 tahun ini. Sudah banyak manfaat yang diperoleh keberadaan Kampung KB ini. Antara lain menekan pertumbuhan penduduk hingga mencapai 0,5% per tahun," papar Ali Mukhni.
Selain itu, sambungnya, dapat meningkatkan kepesertaan akseptor KB aktif mencapai 65,2%, dari 42.764 akseptor aktif. "Kemajuan pembangunan program KB ini didukung oleh lintas intansi terutama TNI, Penyuluh KB dan Kesehatan, OPD serta masyarakat," puji Ali Mukhni. Kemajuan pembangunan KB pun mendapat apresiasi dari Presiden RI dimana tahun 2013 Bupati Padang Pariaman mendapat penghargaan Satya Wira Karya Kencana, Dandim 0308/Pariaman mendapatkan Manggala Karya Kencana disusul Ketua TP-PKK Rena Ali Mukhni mendapatkan Satya Wira Karya Kencana rahun 2016. (501)

17.473 KK Penerima KPM di Padang Pariaman

Lubuk Alung--Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DSP3A) Padang Pariaman, Hendra Aswara memverifikasi dan validasi Basis Data Terpadu (BDT) untuk penerima bantuan pemerintah. BDT tersebut sebagai acuan dalam pemberian segala jenis bantuan seperti Program Keluarga Harapan (PKH), Penerima Bantuan Iuran (PBI), beras sejahtera, Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dan lain sebagainya.
"Kita sudah kirimkan surat kepada camat dan walinagari pada akhir tahun lalu. Tahun ini kita akan turun ke lapangan bersama yang terkait sehingga mendapatkan data yang lebih tepat," ujar Hendra Aswara saat menghadiri Praktek Belajar Lapangan Angkatan III BPPKS Regional Sumatera di Masjid Muqarabin, Nagari Aia Tajun, Kecamatan Lubuk Alung, Jumat lalu.
Dikatakannya, bahwa jumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) sampai tahun ini sebanyak 17.473 KK se-Padang Pariaman. Data tersebut akan diverifikasi dan validasi bekerjasama dengan perangkat nagari, pilar-pilar kesejahteraan sosial dan masyarakat. "Kita juga buka layanan pengaduan 081211775776 untuk menerima laporan masyarakat," kata Hendra Aswara.
Hendra mengatakan, bahwa komitmen Padang Pariaman sangat tinggi dalam mendukung keberadaan pendamping PKH. Tahun ini telah dianggarkan dana sebesar Rp500 juta untuk tambahan insentif kepada seluruh pendamping PKH. "Di Padang Pariaman terdapat 71 orang pendamping PKH. Kita berikan insentif Rp400 - Rp600 ribu setiap bulannya kepada Koordinator, Operator dan Pendamping Kecamatan," ujarnya.
Sementara Kepala Bidang Pelindungan Jaminan Sosial, Aprizondi melaporkan bahwa praktek lapangan angkatan ke-3 dilaksanakan selama lima hari mulai tanggal 8 hingga 13 Maret yang dipusatkan di Kecamatan Lubuk Alung. Adapun jumlah peserta PBL sebanyak 120 orang dari Provinsi Aceh hingga Jambi.
"Selamat mengaplikasikan ilmu yang telah didapat selama pendidikan dan jaga kesehatan selama PBL," kata Aprizondi. Acara tersebut dihadiri oleh Camat Lubuk Alung Ali Amri, Walinagari Aia Tajun Sahribul Rahmat, dan walikorong setempat, Korwil PKH Sumbar, Korkab dan seluruh pendamping PKH Kecamatan. (501)

Panti Al Kautsar Dapat Bantuan Sosial

Lubuk Pandan--Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DSP3A Kabupaten Padang Pariaman Hendra Aswara serahkan bantuan logistik kepada Panti Asuhan. Bantuan tersebut sebagai penunjang operasional kebutuhan sehari-hari penghuni panti.
"Sesuai arahan Bapak Bupati, hingga saat ini kita sudah serahkan bantuan pangan kepada tujuh panti asuhan di Padang Pariaman. Semoga bisa membantu operasional panti asuhan," ujar Hendra Aswara saat menyerahkan bantuan logistik ke Panti Al Kautsar, Nagari Lubuk Pandan, Kecamatan 2x11 Enam Lingkung, Jum'at lalu.
Adapun tujuh panti asuhan tersebut, yaitu Amal Bakti Sicincin, Budi Lubuk Alung, Mukharamah Pauh kambar, Umatulyakin VII Koto, Mutiara Budi Lubuk Alung, Bhakti Lubuk Alung dan Alkausar Lubuk Pandan.
Hendra mengatakan, bantuan yang diserahkan yaitu beras, telur, minyak goreng, sarden, susu, mie instan dan lainnya. Diharapkan bantuan dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya.
Sementara Ketua Yayasan Al Kautsar H. Iryos mengucapkan terima kasih atas perhatian pemerintah kepada anak-anak panti asuhan. Dia mengaku memiliki 41 anak asuh yang terdiri 22 tinggal di Panti dan 19 orang lagi tinggal bersama keluarganya. Panti ini telah dibangun pada tahun 2015 berkat kebersamaan masyarakat dan donatur.
"Alhamdulillah, kepedulian pemda padang pariaman kepada panti asuhan sangat tinggi. Bantuan ini sangat berarti untuk kebutuhan sehari-hari," kata Haji Iryos.
Ke depan, tambahnya, ia berharap akses masuk ke panti asuhan Al kautsar agar di aspal atau dirabat beton. Karena jalan yang ada saat ini masih tanah sehingga becek ketika hari hujan. "Melalui pak kadis, kami mohon agar diprioritaskan jalan menuju Panti sepanjang 100 meter agar lebih nyaman," ujarnya mengakhiri. (501)

DSP3A Padang Pariaman Bangun Karakter Anak Lewat Capacity Building

Padang Pariaman--Ketua Tim Penggerak PKK Padang Pariaman, Hj. Rena Ali Mukhni membuka secara resmi acara Capacity Building Forum Anak di Minang Fantasi, Padang Panjang, Rabu lalu.
Dalam sambutanya, Rena Ali Mukhni mengapresiasi kegiatan yang diselenggarakan oleh Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DSP3A) Kabupaten Padang Pariaman itu. "Kegiatan ini sebagai ajang silaturahim sekaligus pendidikan karakter bagi anak-anak kita. Saya harap acara ini dilakukan secara rutin setiap tahunnya," ujar Rena yang didampingi Ibu Reni Hendra Aswara.
Kegiatan capacity Building, kata Rena, sebagai bentuk komitmen daerah untuk mewujudkan kabupaten layak anak. Artinya anak-anak di Padang Pariaman harus merasa nyaman di sekolah, lingkungan keluarga dan bermasyarakat.
Sementara Kepala DSP3A Hendra Aswara melaporkan, kegiatan Capacity Building berlangsung selama dua hari di Mifan Park, Kota Padang Panjang. Acara diikuti 40 orang anak dari sekolah-sekolah se-Padang Pariaman. Temanya; "Melalui Pertemuan Forum Anak Mari Kita Jadikan Diri Kita sebagai Pelopor dan Pelapor Anti Kejahatan Seksual dan Kekerasan Terhadap Anak".
Adapun narasumber, yaitu Bupati Padang Pariaman, Ketua TP PKK, Ruang Anak Dunia (Ruandu) Sumbar dan DSP3A Padang Pariaman. "Tujuannya mewujudkan generasi muda yang kreatif, melestarikan permainan anak nagari, anti kekerasan seksual, anti pornografi, anti LGBT dan perilaku yang tidak sesuai norma," kata Kadis termuda ini.
Sementara Ketua Forum Anak Adrian memuji terobosan DSP3A yang peduli terhadap pembangunan kapasitas generasi muda. Artinya, APBD Padang Pariaman telah fokus sumber daya manusia untuk meningkatkan bakat dan prestasi anak. "Terima kasih Pak Bupati, Ibu Bupati dan Pak Kadis yang telah mengagendakan acara ini setiap tahunnya. Kita anak-anak Padang Pariaman merasa diperhatikan dan dilibatkan dalam program pemerintahan," ujar Adrian. (501)