Kayutanam--Turnamen sepakbola antar korong se Nagari Anduriang adalah ajang silahturahmi dan penyaluran bakat sepakbola anak nagari demi terbentuknya jiwa-jiwa sportif yang taat aturan.
"Pertandingan yang tersaji masih menumpang di lapangan INS Kayutanam. Sukses berkat kerja keras dan keseriusan seluruh panitia," kata Hardi Candra yang juga Ketua Bagian Humas dan Sekretaris Karang Taruna Amanbasa Nagari Anduriang.
Menurut dia, iven sekali setahun yang ditaja karang taruna terbaik se Kabupaten Padang Pariaman dan terbaik ke-3 se Provinsi Sumbar pada tahun 2017 ini mengadopsi sistem pertandingan dengan pemain asli anak korong menurut jalur ke ibuan serta KTP atau KK dan Akte yang menjadi pembuktiannya.
Alhamdulillah, kata dia, jiwa-jiwa yang sportif telah mulai tampak sejak iven ini dimulai sejak tiga tahun lalu. Ketegangan antar pemain dan pendukung kini telah berganti dengan saling merangkul dan tersenyum bahagia seusai pertandingan, sesuai dengan tajuk acara, "merekat silahturahmi dengan olahraga".
Ratusan pendukung masing-masing korong, ujar Candra, tampak larut dalam euforia badunsanak. Dalam sepakbola mereka dipertemukan dan merajut kembali tali silahturahmi sesama anak nagari. Silahturahmi yang tersaji di lapangan menumpang di luar nagarinya sendiri.
Selaku anak nagari, Hardi Candra berharap, semoga di tahun 2019 dan di Iven yang ke-5 Amanbasa Cup dapat melaksanakannya di lapangan Nagari Anduriang.
"Semoga pejabat nagari dan segala unsurnya, serta niniak mamak dapat duduk bersama dalam mencari solusi yang tepat guna untuk mewujudkan impian generasi muda memiliki lapangan sepakbola sendiri dalam Nagari Anduriang," ungkapnya.
Katanya lagi, dengan telah berjalannya kegiatan Amanbasa Cup selama empat tahun berturut-turut, tentu patut dicarikan solusi terbaiknya, bagaimana sebuah lapangan, mandiri, di nagari sendiri bisa hadir. "Ini butuh kebersamaan. Suara dari seluruh anak muda tidak cukup, kalau tidak ada sokongan dari perantau, dan anak nagari lainnya," sebutnya. (501)
Minggu, 02 September 2018
Sabtu, 01 September 2018
Tingkatkan Mutu Pendidikan SMK Maritim Nusantara Gelar IHT
Sungai Limau--Wujudkan implementasi kurikulum 2013, SMK Maritim Nusantara Sungai Limau, Kabupaten Padang Pariaman gelar In House Training (IHT). Berlangsung Jumat lalu, acara yang juga sekalian untuk peningkatan mutu pendidikan di jajaran SMK/SMA itu menghadirkan narasumber Cecep Trisnaldi, dari Widyiaswara, Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Provinsi Sumatera Barat.
Kepala SMK Maritim Nusantara, Roza Marlina kepada Singgalang menyebutkan, IHT itu melibatkan tujuh SMA/SMK yang ada di Padang Pariaman dan satu dari Kabupaten Agam. Masing-masing sekolah mengirim lima utusannya. IHT gratis, dan tidak dipungut bayaran. "Sengaja SMK ini jadi tuan rumah, karena ingin sekalian promosi dan memperkenalkan sekolah ini di kalangan rekan sejawatnya," kata Roza.
"Inti dari kurikulum 2013, adalah pendidikan karakter. Jadi, guru terlebih dulu diajarkan soal itu, sebelum menerapkannya di kalangan anak didik," ujar dia.
Roza Marlina bersama Ketua Yayasan yang menaungi SMK Maritim Nusantara, AS Edi menilai, persoalan sekarang adalah banyak bersinggungan dengan moral dan etika. Kenakalan remaja yang berbuah pergaulan bebas dan maraknya narkoba di kalangan anak muda dan pelajar, tentu menjadi beban moral oleh guru dalam mengantisipasinya.
Menurut Roza, sekolah yang ikut IHT itu, di samping SMK Maritim Nusantara yang sekaligus sebagai tuan rumah, juga ikut SMAN 1 dan 2 Sungai Limau, SMAN 1 Batang Gasan, SMAN 1 Sungai Geringging, SMKN 1 IV Koto Aua Malintang, SMKN 1 Sungai Limau, dan SMK Plus Pesantren Tanjung Mutriara, Kabupaten Agam.
AS Edi menambahkan, SMK Maritim Nusantara sengaja diciptakan sebagai sekolah yang berbasis pesantren. Akan selalu siap dengan berbagai kegiatan positif yang dilakukan secara bersama, yang melibatkan banyak sekolah lainnya yang seangkatan. "Guru adalah insan yang menjadi tauladan yang akan ditiru oleh anak asuhnya. Untuk itu, guru harus orang pertama yang memiliki karakter itu sendiri," kata dia.
Bagi SMK Maritim Nusantara, IHT ini sebuah kehormatan yang amat luar biasa. Peserta di samping dapat ilmu pengetahuan, juga sekalian bisa menikmati indahnya pemandangan di lokasi SMK ini. "SMK ini sengaja dibangun di atas ketinggian, sehingga mata bebas memandang ke bagian bawahnya yang tampak menghijau oleh luasnya lautan," ungkapnya. (501)
Kepala SMK Maritim Nusantara, Roza Marlina kepada Singgalang menyebutkan, IHT itu melibatkan tujuh SMA/SMK yang ada di Padang Pariaman dan satu dari Kabupaten Agam. Masing-masing sekolah mengirim lima utusannya. IHT gratis, dan tidak dipungut bayaran. "Sengaja SMK ini jadi tuan rumah, karena ingin sekalian promosi dan memperkenalkan sekolah ini di kalangan rekan sejawatnya," kata Roza.
"Inti dari kurikulum 2013, adalah pendidikan karakter. Jadi, guru terlebih dulu diajarkan soal itu, sebelum menerapkannya di kalangan anak didik," ujar dia.
Roza Marlina bersama Ketua Yayasan yang menaungi SMK Maritim Nusantara, AS Edi menilai, persoalan sekarang adalah banyak bersinggungan dengan moral dan etika. Kenakalan remaja yang berbuah pergaulan bebas dan maraknya narkoba di kalangan anak muda dan pelajar, tentu menjadi beban moral oleh guru dalam mengantisipasinya.
Menurut Roza, sekolah yang ikut IHT itu, di samping SMK Maritim Nusantara yang sekaligus sebagai tuan rumah, juga ikut SMAN 1 dan 2 Sungai Limau, SMAN 1 Batang Gasan, SMAN 1 Sungai Geringging, SMKN 1 IV Koto Aua Malintang, SMKN 1 Sungai Limau, dan SMK Plus Pesantren Tanjung Mutriara, Kabupaten Agam.
AS Edi menambahkan, SMK Maritim Nusantara sengaja diciptakan sebagai sekolah yang berbasis pesantren. Akan selalu siap dengan berbagai kegiatan positif yang dilakukan secara bersama, yang melibatkan banyak sekolah lainnya yang seangkatan. "Guru adalah insan yang menjadi tauladan yang akan ditiru oleh anak asuhnya. Untuk itu, guru harus orang pertama yang memiliki karakter itu sendiri," kata dia.
Bagi SMK Maritim Nusantara, IHT ini sebuah kehormatan yang amat luar biasa. Peserta di samping dapat ilmu pengetahuan, juga sekalian bisa menikmati indahnya pemandangan di lokasi SMK ini. "SMK ini sengaja dibangun di atas ketinggian, sehingga mata bebas memandang ke bagian bawahnya yang tampak menghijau oleh luasnya lautan," ungkapnya. (501)
Di III Koto Aua Malintang Selatan Goro Aparat Nagari Sekali Seminggu Labuah Sampik tak Lagi Sepi dan Rimba
Aua Malintang--Jajaran Pemerintahan Nagari III Koto Aua Malintang Selatan, Kecamatan IV Koto Aua Malintang, Padang Pariaman aktif melakukan gotong royong (goro) tiap Rabu. Itu dilakukan, sekaitan banyaknya fasilitas dan sarana umum yang mesti diperbaiki secara bersama. Langsung dikomandoi Walinagari Edi Kusasih.
Rabu lalu, goro yang juga diikuti Bhabinkamtibmas, serta walikorong itu membersihkan jalur jalan Labuah Sampik. Jalur Aua Malintang - Lubuk Basung, Kabupaten Agam itu sudah lama tak dibersihkan, sehingga terlihat merimba. "Alhamdulillah, berkat kerjasama seluruh aparatur nagari, Labuah Sampik yang rimba, sudah bersih," kata Walinagari III Koto Aua Malintang Selatan Edi Kusasih.
Edi Kusasih bersama Sekretarisnya, Armontoni menyebutkan, Labuah Sampik di Aur Malintang sangat terkenal sampai ke mana-mana. Walau sepi dan lengang, dengan goro rutin ini masyarakat yang melewati jalur ini dari dan ke Lubuk Basung sudah aman. "Tentu hal ini bagian dari aksis sosial kemasyarakatan yang harus terus dilakukan di tengah masyarakat," ungkapnya.
Armontoni menambahkan, kegiatan goro sekali seminggu ini telah berlangsung sejak nagari ini dipimpin Walinagari Edi Kusasih. Hanya saja, kegiatannya belum melibatkan masyarakat. Sekarang baru sebagai aksi dari seluruh aparat nagari serta kadang-kadang juga diikuti Bhabin, dan sebagian tokoh masyarakat.
"Di samping membersihkan sarana umum, goro juga sekalian menjalin silaturrahim serta membahas berbagai persoalan yang sedang terjadi di tengah masyarakat secara non formal," ujar Armontoni.
Insya Allah, kata dia lagi, di masa yang akan datang goro ini akan melibatkan masyarakat dan anak nagari. Sebab, kegiatan ini selalu dipergilirkan di seluruh korong yang ada di III Koto Aua Malintang Selatan. Dengan ini pula, rasanya tidak ada pekerjaan yang berat. Semua bisa diatasi dengan kebersamaan. (501)
Rabu lalu, goro yang juga diikuti Bhabinkamtibmas, serta walikorong itu membersihkan jalur jalan Labuah Sampik. Jalur Aua Malintang - Lubuk Basung, Kabupaten Agam itu sudah lama tak dibersihkan, sehingga terlihat merimba. "Alhamdulillah, berkat kerjasama seluruh aparatur nagari, Labuah Sampik yang rimba, sudah bersih," kata Walinagari III Koto Aua Malintang Selatan Edi Kusasih.
Edi Kusasih bersama Sekretarisnya, Armontoni menyebutkan, Labuah Sampik di Aur Malintang sangat terkenal sampai ke mana-mana. Walau sepi dan lengang, dengan goro rutin ini masyarakat yang melewati jalur ini dari dan ke Lubuk Basung sudah aman. "Tentu hal ini bagian dari aksis sosial kemasyarakatan yang harus terus dilakukan di tengah masyarakat," ungkapnya.
Armontoni menambahkan, kegiatan goro sekali seminggu ini telah berlangsung sejak nagari ini dipimpin Walinagari Edi Kusasih. Hanya saja, kegiatannya belum melibatkan masyarakat. Sekarang baru sebagai aksi dari seluruh aparat nagari serta kadang-kadang juga diikuti Bhabin, dan sebagian tokoh masyarakat.
"Di samping membersihkan sarana umum, goro juga sekalian menjalin silaturrahim serta membahas berbagai persoalan yang sedang terjadi di tengah masyarakat secara non formal," ujar Armontoni.
Insya Allah, kata dia lagi, di masa yang akan datang goro ini akan melibatkan masyarakat dan anak nagari. Sebab, kegiatan ini selalu dipergilirkan di seluruh korong yang ada di III Koto Aua Malintang Selatan. Dengan ini pula, rasanya tidak ada pekerjaan yang berat. Semua bisa diatasi dengan kebersamaan. (501)
Jelajah Nusantara I Dapat Sambutan Aksi Menantang Kwarcab Pramuka Padang Pariaman Jalan Kaki ke Medan
Padang Pariaman--Kedatangan peserta Jelajah Nusantara I 2018 Kwartir Cabang 0305 Gerakan Pramuka Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat dalam bentuk long march dan jalan kaki dari Padang Pariaman ke Kota Medan, Sumatera Utara selalu mendapat sambutan hangat dari aparatur dan pemerintah setempat di setiap tempat yang disinggahi.
Menurut Dewiwarman, Ketua Harian Kwartir Cabang 0305 Gerakan Pramuka Kabupaten Padang Pariaman yang memimpin lansung kegiatan Jelajah Nusantara I, Jelajah Nusantara merupakan agenda kegiatan Kwarcab yang direkomendasikan oleh Rapat Kerja Cabang (Rakercab) April lalu. Kegiatan ini dilakukan dalam bentuk jalan kaki dari Sungai Limau, Padang Pariaman menuju Kota Medan.
"Peserta Jelajah Nusantara dilepas secara resmi oleh Wakil Bupati Padang Pariaman Suhatri Bur Datuak Putiah selesai upacara peringatan HUT RI 17 Agustus lalu", tutur Dewiwarman. Sementara kegiatan jalan kaki dimulai 18 Agustus. Start dari Sungai Limau. Malam pertama menginap di Tiku, Kabupaten Agam.
Berlanjut ke Bawan Kabupaten Agam. Selanjutnya Simpang Empat, Air Bangis dan Air Balam, Kabupaten Pasaman Barat. Terus melanjutkan perjalanan ke Kecamatan Batang Natal, Jembatan Merah, Panyabungan dan Siabu, Kabupaten Mandahiling Natal, Kota Padang Sidempuan, Sipirok, Balige, Tarutung, Parapat, Pematang Siantar, Tebing Tinggi, Deli Serdang dan finish di Lapangan Merdeka Kota Medan, Sumatera Utara, Jumat (31/8).
Menurut Dewiwarman yang juga anggota Komisi I DPRD Padang Pariaman ini, kegiatan Jelajah Nusantara ini diikuti 29 peserta yang dia pimpin lansung. Sedangkan peserta lainnya terdiri dari pengurus dan andalan cabang, yaitu Rendra Mahesa Kibsky, sebagai Wakil Ketua Kontingen, Serda Suardi K, dari Saka Wira Kartika Kodim 0308/Pariaman sebagai pembina pendamping putera, Mawarni, sebagai pembina pendamping puteri. Anggota DKC Padang Pariaman lima orang, yaitu Andre Rahmat PP, Ade Syuriani, Annisa Ummi Khairi, Doni Prima Wendi, Nico Perdian Saputra dan 14 Pramuka Penegak dari Dewan Kerja Ranting dan Gugus Depan SMA, SMK dan MA se-Kabupaten Padang Pariaman.
Kata Dewiwarman, Jelajah Nusantara merupakan kegiatan baru yang dilaksanakan Kwartir Cabang 0305 Gerakan Pramuka Padang Pariaman di tahun 2018 ini. "Insha Allah kalau didukung oleh Pengurus Kwarcab dan direkomendasikan forum Rapat Kerja Cabang, kegiatan ini kita laksanakan lagi tahun 2020 mendatang," tuturnya.
Jalan kaki dalam jelajah nusantara ini mendapat sambutan hangat dari berbagai pihak, terutama pihak yang disinggahi. "Terbukti pimpinan instansi yang kami singgahi baik pengurus mesjid, walinagari, Koramil, Polsek dan Camat maupun Kwartir Cabang Gerakan Pramuka menawarkan dan menyediakan tempat untuk istirahat dan tidur peserta," ungkapnya.
"Ini belum lagi sambutan hangat masyarakat yang kami jumpai sepanjang perjalanan. Ada yang memberikan makanan dan minuman ringan dan ada juga yang memberikan uang. Pokoknya asyik bana," ujar Dewiwarman, anggota Komisi I DPRD Padang Pariaman dari Partai PPP itu. Sedangkan jalan kaki setiap harinya, kata Dwi, dimulai pukul 08.00 WIB pagi dan berakhir pukul 05.00 WIB sore, dengan jarak tempuh rata-rata 60 kilometer per harinya. (501)
Menurut Dewiwarman, Ketua Harian Kwartir Cabang 0305 Gerakan Pramuka Kabupaten Padang Pariaman yang memimpin lansung kegiatan Jelajah Nusantara I, Jelajah Nusantara merupakan agenda kegiatan Kwarcab yang direkomendasikan oleh Rapat Kerja Cabang (Rakercab) April lalu. Kegiatan ini dilakukan dalam bentuk jalan kaki dari Sungai Limau, Padang Pariaman menuju Kota Medan.
"Peserta Jelajah Nusantara dilepas secara resmi oleh Wakil Bupati Padang Pariaman Suhatri Bur Datuak Putiah selesai upacara peringatan HUT RI 17 Agustus lalu", tutur Dewiwarman. Sementara kegiatan jalan kaki dimulai 18 Agustus. Start dari Sungai Limau. Malam pertama menginap di Tiku, Kabupaten Agam.
Berlanjut ke Bawan Kabupaten Agam. Selanjutnya Simpang Empat, Air Bangis dan Air Balam, Kabupaten Pasaman Barat. Terus melanjutkan perjalanan ke Kecamatan Batang Natal, Jembatan Merah, Panyabungan dan Siabu, Kabupaten Mandahiling Natal, Kota Padang Sidempuan, Sipirok, Balige, Tarutung, Parapat, Pematang Siantar, Tebing Tinggi, Deli Serdang dan finish di Lapangan Merdeka Kota Medan, Sumatera Utara, Jumat (31/8).
Menurut Dewiwarman yang juga anggota Komisi I DPRD Padang Pariaman ini, kegiatan Jelajah Nusantara ini diikuti 29 peserta yang dia pimpin lansung. Sedangkan peserta lainnya terdiri dari pengurus dan andalan cabang, yaitu Rendra Mahesa Kibsky, sebagai Wakil Ketua Kontingen, Serda Suardi K, dari Saka Wira Kartika Kodim 0308/Pariaman sebagai pembina pendamping putera, Mawarni, sebagai pembina pendamping puteri. Anggota DKC Padang Pariaman lima orang, yaitu Andre Rahmat PP, Ade Syuriani, Annisa Ummi Khairi, Doni Prima Wendi, Nico Perdian Saputra dan 14 Pramuka Penegak dari Dewan Kerja Ranting dan Gugus Depan SMA, SMK dan MA se-Kabupaten Padang Pariaman.
Kata Dewiwarman, Jelajah Nusantara merupakan kegiatan baru yang dilaksanakan Kwartir Cabang 0305 Gerakan Pramuka Padang Pariaman di tahun 2018 ini. "Insha Allah kalau didukung oleh Pengurus Kwarcab dan direkomendasikan forum Rapat Kerja Cabang, kegiatan ini kita laksanakan lagi tahun 2020 mendatang," tuturnya.
Jalan kaki dalam jelajah nusantara ini mendapat sambutan hangat dari berbagai pihak, terutama pihak yang disinggahi. "Terbukti pimpinan instansi yang kami singgahi baik pengurus mesjid, walinagari, Koramil, Polsek dan Camat maupun Kwartir Cabang Gerakan Pramuka menawarkan dan menyediakan tempat untuk istirahat dan tidur peserta," ungkapnya.
"Ini belum lagi sambutan hangat masyarakat yang kami jumpai sepanjang perjalanan. Ada yang memberikan makanan dan minuman ringan dan ada juga yang memberikan uang. Pokoknya asyik bana," ujar Dewiwarman, anggota Komisi I DPRD Padang Pariaman dari Partai PPP itu. Sedangkan jalan kaki setiap harinya, kata Dwi, dimulai pukul 08.00 WIB pagi dan berakhir pukul 05.00 WIB sore, dengan jarak tempuh rata-rata 60 kilometer per harinya. (501)
Mahasiswa STIT Syekh Burhanuddin Harus Sebarkan Wawasan Kebangsaan Empat Pilar
Pariaman--Wawasan kebangsaan negara Indonesia harus ditanamkan sejak dini terhadap mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Syekh Burhanuddin Pariaman. Hal ini penting dilakukan agar mahasiswa jangan sampai tidak memahami wawasan kebangsaan yang meliputi empat pilar, yakni Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Bhinneka Tunggal Ika.
Demikian diungkapkan Ketua Yayasan Islamic Centre Syekh Burhanuddin (YICSY) Pariaman Martias Mahyuddin, Sabtu (1/9/2018) mengawal pelaksanaan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) STIT Syekh Burhanuddin. Pembukaan PBAK dilaksanakan Pgs. Ketua STIT SB M. Yusuf, dihadiri seluruh mahasiswa baru STIT tahun ajaran 2018/2019. PBAK berlangsung selama dua hari, hingga Minggu (2/9/2018).
Menurut Martias, empat pilar kebangsaan tersebut masing-masing adalah Pancasila sebagai ideologi negara Indonesia, UUD 45 sebagai konstitusi negara Indonesia, NKRI bentuk negara Indonesia dan Bhinneka Tunggal Ika semboyan negara Indonesia. Mahasiswa harus terus menyebarkan dan mengajarkan wawasan kebangsaan tersebut ke tengah masyarakat.
“Para pendahulu bangsa ini sudah merumuskan empat pilar tersebut melalui pengkajian yang mendalam dan sesuai dengan kondisi masyarakat Indonesia. Mahasiswa STIT jangan terkecoh dengan pihak tertentu yang ingin merongrong empat pilar tersebut,” kata Martias Mahyuddin, mantan Walikota Administratif Pariaman ini.
Dikatakan Martias, mahasiswa STIT juga harus memiliki wawasan kampus. Di mana wawasan kampus mencakup kampus yang berwawasan manajemen, kampus berbasis masyarakat yang berinteraksi dengan lingkungannya, dan yayasan sebagai induk dari perguruan tinggi tersebut. “Sukses tidaknya sebuah perguruan tinggi, sangat ditentukan oleh ketiga hal tersebut. Kampus harus dikelola dengan manajemen yang baik, memperhatikan lingkungan dan dikelola oleh yayasan yang professional,” kata Martias.
Martias juga menegaskan, setiap mahasiswa baru yang masuk ke STIT harus berniat untuk meraih sukses. Sekali jadi mahasiswa STIT, tetap STIT. Jangan STIT dijadikan kampus transit. Belum tamat di STIT, keluar dan pindak ke kampus lain. “Hingga kini sudah sekitar 5.000 sarjana STIT bertebaran di tengah masyarakat. Mereka ada yang bekerja di KUA, Kementerian Agama, di instansi pemerintah, di pesantren, dan lain sebagainya,” ujar Martias.
Ketua Senat Mahasiswa STIT SB Rio Putra menyebutkan, jumlah mahasiswa baru yang mengikuti PBAK sebanyak 106 orang. Narasumber yang tampil Ketua yayasan, Ketua STIT, Ketua Prodi PAI dan Prodi PGRA. “Sedangkan dari Senat Mahasiswa STIT menjelaskan peran dan fungsi senat mahasiswa dalam menunjang proses perkuliahan,” kata Rio.
Rio Putra juga berharap peserta PBAK bisa lebih kenal dengan kampus. Dalam perkuliahan nantinya, mahasiswa tidak hanya menjalani kuliah di ruang kelas, namun juga aktif di bidang kegiatan kemahasiswaan yang ada di lingkungan kampus STIT ini. (501)
Demikian diungkapkan Ketua Yayasan Islamic Centre Syekh Burhanuddin (YICSY) Pariaman Martias Mahyuddin, Sabtu (1/9/2018) mengawal pelaksanaan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) STIT Syekh Burhanuddin. Pembukaan PBAK dilaksanakan Pgs. Ketua STIT SB M. Yusuf, dihadiri seluruh mahasiswa baru STIT tahun ajaran 2018/2019. PBAK berlangsung selama dua hari, hingga Minggu (2/9/2018).
Menurut Martias, empat pilar kebangsaan tersebut masing-masing adalah Pancasila sebagai ideologi negara Indonesia, UUD 45 sebagai konstitusi negara Indonesia, NKRI bentuk negara Indonesia dan Bhinneka Tunggal Ika semboyan negara Indonesia. Mahasiswa harus terus menyebarkan dan mengajarkan wawasan kebangsaan tersebut ke tengah masyarakat.
“Para pendahulu bangsa ini sudah merumuskan empat pilar tersebut melalui pengkajian yang mendalam dan sesuai dengan kondisi masyarakat Indonesia. Mahasiswa STIT jangan terkecoh dengan pihak tertentu yang ingin merongrong empat pilar tersebut,” kata Martias Mahyuddin, mantan Walikota Administratif Pariaman ini.
Dikatakan Martias, mahasiswa STIT juga harus memiliki wawasan kampus. Di mana wawasan kampus mencakup kampus yang berwawasan manajemen, kampus berbasis masyarakat yang berinteraksi dengan lingkungannya, dan yayasan sebagai induk dari perguruan tinggi tersebut. “Sukses tidaknya sebuah perguruan tinggi, sangat ditentukan oleh ketiga hal tersebut. Kampus harus dikelola dengan manajemen yang baik, memperhatikan lingkungan dan dikelola oleh yayasan yang professional,” kata Martias.
Martias juga menegaskan, setiap mahasiswa baru yang masuk ke STIT harus berniat untuk meraih sukses. Sekali jadi mahasiswa STIT, tetap STIT. Jangan STIT dijadikan kampus transit. Belum tamat di STIT, keluar dan pindak ke kampus lain. “Hingga kini sudah sekitar 5.000 sarjana STIT bertebaran di tengah masyarakat. Mereka ada yang bekerja di KUA, Kementerian Agama, di instansi pemerintah, di pesantren, dan lain sebagainya,” ujar Martias.
Ketua Senat Mahasiswa STIT SB Rio Putra menyebutkan, jumlah mahasiswa baru yang mengikuti PBAK sebanyak 106 orang. Narasumber yang tampil Ketua yayasan, Ketua STIT, Ketua Prodi PAI dan Prodi PGRA. “Sedangkan dari Senat Mahasiswa STIT menjelaskan peran dan fungsi senat mahasiswa dalam menunjang proses perkuliahan,” kata Rio.
Rio Putra juga berharap peserta PBAK bisa lebih kenal dengan kampus. Dalam perkuliahan nantinya, mahasiswa tidak hanya menjalani kuliah di ruang kelas, namun juga aktif di bidang kegiatan kemahasiswaan yang ada di lingkungan kampus STIT ini. (501)
Soal AJEP dan SEJATI DPMPTSP Pasbar Belajar ke DPMPTP Padang Pariaman
Padang Pariaman--Dinas Penanaman Modal Penanaman Modal dan Perindustrian (DPMPTP) Kabupaten Padang Pariaman menerima studi tiru dari Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar).
Rombongan dari Pasbar dipimpin oleh oleh Kabid Pengawasan dan Pengendalian Bujang Yuhendri, dan didampingi Kepala Seksi dan beberapa orang staf. Sementara yang menerima kunjungan tim studi tiru Pasbar, yaitu Kabid Perizinan dan Non Perizinan Heri Sugianto dan Kabid Penanaman Modal Jon Eka Putra.
“Kunjungan ini kami lakukan dalam rangka sharing informasi karena DPMPTP Padang Pariaman adalah yang terbaik di Sumbar," kata Bujang Yuhendri, di Ruang Konsultasi DPMPTP, Pariaman, Rabu (29/8) lalu.
Inovasi yang fenomenal, kata Bujang, Sejati Jadi Gratis (SEJATI) dan Antar Jemput Perizinan (AJEP PAPA) layak ditiru dan diterapkan untuk percepatan layanan. Kedua Inovasi tersebut telah sukses dilakukan di DPMPTP Padang Pariaman dan diapresiasi Pemprov Sumbar dan masyarakat Padang Pariaman. "Inovasi AJEP bisa juga kami terapkan di Pasbar. Manfaatnya bisa langsung dirasakan masyarakat," ujarnya.
Sementara Kabid Perizinan dan Non Perizinan Heri Sugianto membenarkan bahwa masyarakat sangat semakin mudah dalam mengurus administrasi perizinan. Inovasi SEJATI dan AJEP menegaskan pelayanan yang cepat, syarat mudah, transparan dan berbasis teknologi informasi.
Dijelaskannya, bahwa Paket pelayanan SEJATI (Sehari Jadi Gratis) terhadap beberapa jenis izin, yaitu SIUP, TDP. IUJK, SI Praktek, TDG, PIRT. Dan Ivovasi pelayanan perizinan langsung di tempat yang dikenal dengan AJEP-PAPA (antar jemput Perizinan Padang Pariaman, yang memanjakan masyarakat dengan menjemput dan mengantar perizinan mereka.
Ke depan, kata Heri, AJEP akan dikembangkan dengan membangun aplikasi yang berbasis GPS (Global Positioning System) seperti Go-jek, Grab atau sejenisnya. "Jadi masyarakat banyak pilihan. Bisa hubungi AJEP di 08116607788 dan memakai aplikasi Go-Ajep," ujar Heri, pria yang murah senyum itu.
Hal senada diungkapkan Kabid Penanaman Modal Jon Eka Putra. "yang paling penting adalah memberikan pelayanan yang ikhlas tanpa batas, berikan pemahaman dan jelaskan langkah dan prosedur yang tidak berbelit-belit dan setelah itu mereka pulang dengan senyuman," sebutnya.
Fasilitas juga dilengkapi, seperti kacamata baca, kursi roda, kursi tunggu dilengkapi cas telepon genggam, ruang arsip, ruang laktasi, ruang anak dan map gratis. "Itu sebenarnya yang perlu dijual dalam pelayanan," ungkap Jon Eka Putra. (501)
Rombongan dari Pasbar dipimpin oleh oleh Kabid Pengawasan dan Pengendalian Bujang Yuhendri, dan didampingi Kepala Seksi dan beberapa orang staf. Sementara yang menerima kunjungan tim studi tiru Pasbar, yaitu Kabid Perizinan dan Non Perizinan Heri Sugianto dan Kabid Penanaman Modal Jon Eka Putra.
“Kunjungan ini kami lakukan dalam rangka sharing informasi karena DPMPTP Padang Pariaman adalah yang terbaik di Sumbar," kata Bujang Yuhendri, di Ruang Konsultasi DPMPTP, Pariaman, Rabu (29/8) lalu.
Inovasi yang fenomenal, kata Bujang, Sejati Jadi Gratis (SEJATI) dan Antar Jemput Perizinan (AJEP PAPA) layak ditiru dan diterapkan untuk percepatan layanan. Kedua Inovasi tersebut telah sukses dilakukan di DPMPTP Padang Pariaman dan diapresiasi Pemprov Sumbar dan masyarakat Padang Pariaman. "Inovasi AJEP bisa juga kami terapkan di Pasbar. Manfaatnya bisa langsung dirasakan masyarakat," ujarnya.
Sementara Kabid Perizinan dan Non Perizinan Heri Sugianto membenarkan bahwa masyarakat sangat semakin mudah dalam mengurus administrasi perizinan. Inovasi SEJATI dan AJEP menegaskan pelayanan yang cepat, syarat mudah, transparan dan berbasis teknologi informasi.
Dijelaskannya, bahwa Paket pelayanan SEJATI (Sehari Jadi Gratis) terhadap beberapa jenis izin, yaitu SIUP, TDP. IUJK, SI Praktek, TDG, PIRT. Dan Ivovasi pelayanan perizinan langsung di tempat yang dikenal dengan AJEP-PAPA (antar jemput Perizinan Padang Pariaman, yang memanjakan masyarakat dengan menjemput dan mengantar perizinan mereka.
Ke depan, kata Heri, AJEP akan dikembangkan dengan membangun aplikasi yang berbasis GPS (Global Positioning System) seperti Go-jek, Grab atau sejenisnya. "Jadi masyarakat banyak pilihan. Bisa hubungi AJEP di 08116607788 dan memakai aplikasi Go-Ajep," ujar Heri, pria yang murah senyum itu.
Hal senada diungkapkan Kabid Penanaman Modal Jon Eka Putra. "yang paling penting adalah memberikan pelayanan yang ikhlas tanpa batas, berikan pemahaman dan jelaskan langkah dan prosedur yang tidak berbelit-belit dan setelah itu mereka pulang dengan senyuman," sebutnya.
Fasilitas juga dilengkapi, seperti kacamata baca, kursi roda, kursi tunggu dilengkapi cas telepon genggam, ruang arsip, ruang laktasi, ruang anak dan map gratis. "Itu sebenarnya yang perlu dijual dalam pelayanan," ungkap Jon Eka Putra. (501)
Amanbasa Cup IV Berakhir Porpas Fc Asampulau Pertahankan Gelar Juara
Kayutanam--Pertandingan puncak Amanbasa Cup IV tersaji di lapangan INS Kayutanam, Jumat (31/8) petang, mempertemukan juara bertahan kesebelasan Korong Asampulau (Porpas Fc) versus Tim Ibukota Nagari Anduriang, kesebelasan Korong Lubuak Napa. Porpas Fc yang tampil dengan kostum kebanggaannya; biru-biru, sementara Lubuak Napa dengan kostum putih-hitam tampak sama-sama siap berlaga di partai puncak ini.
Baru beberapa menit sejak pluit ditiup Ari, wasit kebanggaan Korong Lubuak Aur, Anduriang yang memimpin partai puncak ini dibunyikan, kedua kesebelasan telah jual beli serangan dengan sengitnya. Pergerakan Rizaldo Alfaro dan Amaik yang ditopang Aceng dan Wahyu beberapa kali memanjakan Fajri Marta dan Yoga di lini depan untuk mengancam gawang Lubuak Napa yang dikawal Fajri. Beruntung kokohnya tembok pertahanan Lubuak Napa yang dikawal sang wali korong, Danny Milanisty, Ar Ridho Shiamul Hamdan, Taufik dan Arizon Putra Sikumbang dapat menjinakkan serangan Porpas Fc itu.
Sesekali serangan balik Lubuak Napa yang dimotori Hakim Jolah dan Ardi serta pergerakan lincah Ahmad Dusri juga membuat dada pendukung Porpas FC berdegub kencang. Beruntung tenangnya pertahanan Porpas FC yang dikomandoi Joni Neville, sang kapten dapat membuat gawang Rifki aman.
Di pertengahan babak pertama, Hakim sempat memberi harapan kepada Lubuak Napa melalui sepakan bebas berjarak 35 meter. Bola menukik melaju kencang ke dalam gawang itu dapat ditepis dengan baik oleh Rifki. Di menit 38, kembali Hakim melakukan tendangan bebas berpagar dari jarak yang sama setelah Ahmad dijatuhkan oleh Wahyu. Kali ini tepisan Rifki diselamatkan oleh tiang gawang, skor masih bertahan 0-0.
Berawal dari lemparan ke dalam untuk Porpas FC, Inyiak melayangkan umpan jauh kepada Fajri Marta. Umpan tarik fajri kepada Rizaldo harus dipatahkan oleh Aji dengan pelanggaran. Tendangan bebas berpagar dari jarak 30 meter yang dieksekusi Aldo menjadi petaka bagi Lubuak Napa, bola melengkung cantik ke dalam gawang yang membuat kiper Fajri mati langkah, 1-0 Porpas Asampulau memimpin.
Di babak kedua, Lubuak Napa menarik Rian dan Arizon untuk memasukan Fikri dan Adek demi menambah daya gedor. Fikri pemain yang memiliki kecepatan lari ini diharapkan mampu memecahkan kebuntuan dan menghasilkan gol penyeimbang, namun pertahanan Porpas FC dan kesigapan kipernya sulit ditembus oleh pemain Lubuak Napa.
selang beberapa saat, diawali dari kesalahan umpan dari Adek yang dapat dimanfaatkan Fajri Marta dengan baik. Melalui sepakan berputarnya dari sepertiga lapangan, Fajri Marta berhasil menggandakan keunggulan Porpas FC menjadi 2-0. Pendukung Asampulau yang hadirpun bersorak girang.
Di penggujung babak kedua, kelelahan sudah mulai melanda para pemain, konsentrasipun berkurang, kemelut di lapangan tengah membuat Pito harus melanggar Aziz yang baru masuk. Tendangan bebas yang diambil Aziz sendiri pun meluncur deras ke dalam gawang Fajri, 3-0 Asampulau lagi-lagi memimpin. Gol aziz itu sekaligus menjadi gol penutup di laga ini. Asampulau pun menjadi kampiun untuk kedua kalinya secara beruntun pada momen Amanbasa Cup.
Acara Closing Ceremony Amanbasa Cup IV dihadiri Walinagari Anduriang, Syawiruddin dan Ketua Karang Taruna Amanbasa Nagari Anduriang Luki Permensyah Tuanku Bagindo, serta ribuan warga Nagari Anduriang, Kayutanam yang memadati Gelora INS. "Semoga ini menjadi turnamen terakhir yang kita selenggarakan di Nagari tetangga. Tahun depan harus di nagari sendiri. Artinya, lapangan yang rancak tersedia di Anduriang," ungkap Hardi Candra, sang Ketua Panitia. (501)
Baru beberapa menit sejak pluit ditiup Ari, wasit kebanggaan Korong Lubuak Aur, Anduriang yang memimpin partai puncak ini dibunyikan, kedua kesebelasan telah jual beli serangan dengan sengitnya. Pergerakan Rizaldo Alfaro dan Amaik yang ditopang Aceng dan Wahyu beberapa kali memanjakan Fajri Marta dan Yoga di lini depan untuk mengancam gawang Lubuak Napa yang dikawal Fajri. Beruntung kokohnya tembok pertahanan Lubuak Napa yang dikawal sang wali korong, Danny Milanisty, Ar Ridho Shiamul Hamdan, Taufik dan Arizon Putra Sikumbang dapat menjinakkan serangan Porpas Fc itu.
Sesekali serangan balik Lubuak Napa yang dimotori Hakim Jolah dan Ardi serta pergerakan lincah Ahmad Dusri juga membuat dada pendukung Porpas FC berdegub kencang. Beruntung tenangnya pertahanan Porpas FC yang dikomandoi Joni Neville, sang kapten dapat membuat gawang Rifki aman.
Di pertengahan babak pertama, Hakim sempat memberi harapan kepada Lubuak Napa melalui sepakan bebas berjarak 35 meter. Bola menukik melaju kencang ke dalam gawang itu dapat ditepis dengan baik oleh Rifki. Di menit 38, kembali Hakim melakukan tendangan bebas berpagar dari jarak yang sama setelah Ahmad dijatuhkan oleh Wahyu. Kali ini tepisan Rifki diselamatkan oleh tiang gawang, skor masih bertahan 0-0.
Berawal dari lemparan ke dalam untuk Porpas FC, Inyiak melayangkan umpan jauh kepada Fajri Marta. Umpan tarik fajri kepada Rizaldo harus dipatahkan oleh Aji dengan pelanggaran. Tendangan bebas berpagar dari jarak 30 meter yang dieksekusi Aldo menjadi petaka bagi Lubuak Napa, bola melengkung cantik ke dalam gawang yang membuat kiper Fajri mati langkah, 1-0 Porpas Asampulau memimpin.
Di babak kedua, Lubuak Napa menarik Rian dan Arizon untuk memasukan Fikri dan Adek demi menambah daya gedor. Fikri pemain yang memiliki kecepatan lari ini diharapkan mampu memecahkan kebuntuan dan menghasilkan gol penyeimbang, namun pertahanan Porpas FC dan kesigapan kipernya sulit ditembus oleh pemain Lubuak Napa.
selang beberapa saat, diawali dari kesalahan umpan dari Adek yang dapat dimanfaatkan Fajri Marta dengan baik. Melalui sepakan berputarnya dari sepertiga lapangan, Fajri Marta berhasil menggandakan keunggulan Porpas FC menjadi 2-0. Pendukung Asampulau yang hadirpun bersorak girang.
Di penggujung babak kedua, kelelahan sudah mulai melanda para pemain, konsentrasipun berkurang, kemelut di lapangan tengah membuat Pito harus melanggar Aziz yang baru masuk. Tendangan bebas yang diambil Aziz sendiri pun meluncur deras ke dalam gawang Fajri, 3-0 Asampulau lagi-lagi memimpin. Gol aziz itu sekaligus menjadi gol penutup di laga ini. Asampulau pun menjadi kampiun untuk kedua kalinya secara beruntun pada momen Amanbasa Cup.
Acara Closing Ceremony Amanbasa Cup IV dihadiri Walinagari Anduriang, Syawiruddin dan Ketua Karang Taruna Amanbasa Nagari Anduriang Luki Permensyah Tuanku Bagindo, serta ribuan warga Nagari Anduriang, Kayutanam yang memadati Gelora INS. "Semoga ini menjadi turnamen terakhir yang kita selenggarakan di Nagari tetangga. Tahun depan harus di nagari sendiri. Artinya, lapangan yang rancak tersedia di Anduriang," ungkap Hardi Candra, sang Ketua Panitia. (501)
Langganan:
Postingan (Atom)






