Lubuk Alung--Pos Inseminasi Buatan (IB) adalah tempat untuk melayani kawin suntik ternak sapi dan kerbau. Khusus untuk Kecamatan Lubuk Alung, Pos IB terletak di Nagari Pungguang Kasiak, bersebelahan dengan Balai Penyuluhan Kecamatan Lubuk Alung.
Bagi peternak yang ingin mengawinkan ternak sapi yang telah menunjukkan tanda- tanda minta kawin dapat membawa langsung ke Pos IB atau menelepon petugas untuk datang ke kandang sapi peternak.
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Padang Pariaman Bustanil Arifin mengemukakan hal itu melalui Bidang (Kabid) Pembibitan dan Produksi Zulkhailismansewaktu mengunjungi Pos IB Lubuk Alung, Minggu lalu.
Tanda-tanda tersebut, kata Zulkhailisman, antara lain sering melenguh, nafsu makan berkurang hari itu, menaiki sapi lain atau diam ketika dinaiki sapi lain, mengeluarkan lendir bening serta kemaluannya memperlihatkan tanda sembab, hangat, merah.
Kedatangan Zulkhailisman disambut Petugas IB Kecamatan Lubuk Alung Syaipul Ahmad dan Irvan Aulia. Kedua petugas ini menyatakan siap melayani IB dan stand-by 24 jam asal ada peternak yang melaporkan sapinya minta kawin, akan segera datang untuk melakukan kawin suntik.
Pada kesempatan itu Syaipul melaporkan, populasi sapi di Kecamatan Lubuk Alung mencapai 3.000 ekor lebih, di antaranya betina produktif 1.000 ekor lebih. Dalam Upsus Siwab (Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting) tahun 2018 ini Kecamatan Lubuk Alung mendapat target 1.000 ekor sapi betina produktif untuk di-IB secara gratis. Target tersebut hampir 10 persen dari target Upsus Siwab Padang Pariaman 11.472 ekor. (501)
Senin, 08 Januari 2018
Di Padang Pariaman Hari Pertama Pendaftaran Balon Walinagari tak Banyak yang Datang
Padang Pariaman--Hari pertama masa pendaftaran Bakal Calon (Balon) Walinagari, Senin (8/1) ke panitia Pilwana di 74 nagari di Padang Pariaman ternyata tak seorang Balon yang datang mengantarkan permohonannya untuk ikut bertanding dalam Pilwana serentak April nanti.
"Mungkin karena masa pendaftaran agak panjang, yakni dari tanggal 8 hingga 16 Januari ini, maka Balon lebih memilih bertenang-tenang saja," kata Sutan Yardi, Ketua Panitia Pilwana Nagari Lubuk Alung.
Jadi, kata dia, pada hari petama belum ada yang masuk dan mendaftar. Namun, sebelumnya ada tokoh yang bertanya tentang persyaratan yang harus mereka bawa ke meja panitia.
Dan itu pula, lanjut Yardi, pada awal-awal pendaftaran ini panitia bukanya hanya saat jam kerja. "Masa terakhir penerimaan berkas Balon, baru kita buka sampai pukul 24.00 WIB," ujarnya.
Hal yang sama juga disebutkan Hendri Dunan, Ketua Panitia Pilwana Nagari Balah Hilia. "Dari info yang beredar, yang akan ikut Pilwana ada empat sampai lima orang nanti. Tetapi yang pastinya, tentu kita tunggu siapa yang akan mengajukan calon," kata dia.
Untuk Kecamatan Lubuk Alung, sembilan nagari yang ada, semuanya ikut Pilwana serentak tersebut. Kesembilan nagari demikian; Lubuk Alung, Balah Hilia, Pasie Laweh, Sikabu, Pungguang Kasiak, Salibutan, Sungai Abang, Singguliang, dan Aie Tajun.
Sama dengan Kecamatan Lubuk Alung, di Nagari Toboh Gadang Barat, Kecamatan Sintuak Toboh Gadang pada hari pertama juga belum ada Balon yang datang ke panitia Pilwana.
"Insya Allah, hari ini, Selasa ada kemungkinan Balon yang datang mengambil formulir," kata Pejabat Walinagari Toboh Gadang Barat, Mirza Harmadi.
Menurut dia, berapapun calon yang akan maju tak masalah. Panitia akan menerima semua anak nagari yang berkeinginan untuk maju. "Dari informasi yang beredar itu akan ada lima Balon yang akan maju nantinya," ungkap Mirza Harmadi.
Di Nagari Lurah Ampalu, Kecamatan VII Koto Sungai Sariak, hari pertama masa pendaftaran, datang seorang Balon Walinagari, Zulkifli, yang saat ini menjabat Walikorong Kampuang Surau.
"Rencananya, hari ini, Selasa (9/1) mantan Walinagari Lurah Ampalu, Syofyan akan datang untuk mengambil formulir yang telah disedikan panitia," kata Kasril, Pejabat Walinagari Lurah Ampalu.
Sebagai Pejabat Walinagari, Kasril punya tanggungjawab moral untuk menyukseskan jalannya Pilwana di nagarinya. (501)
"Mungkin karena masa pendaftaran agak panjang, yakni dari tanggal 8 hingga 16 Januari ini, maka Balon lebih memilih bertenang-tenang saja," kata Sutan Yardi, Ketua Panitia Pilwana Nagari Lubuk Alung.
Jadi, kata dia, pada hari petama belum ada yang masuk dan mendaftar. Namun, sebelumnya ada tokoh yang bertanya tentang persyaratan yang harus mereka bawa ke meja panitia.
Dan itu pula, lanjut Yardi, pada awal-awal pendaftaran ini panitia bukanya hanya saat jam kerja. "Masa terakhir penerimaan berkas Balon, baru kita buka sampai pukul 24.00 WIB," ujarnya.
Hal yang sama juga disebutkan Hendri Dunan, Ketua Panitia Pilwana Nagari Balah Hilia. "Dari info yang beredar, yang akan ikut Pilwana ada empat sampai lima orang nanti. Tetapi yang pastinya, tentu kita tunggu siapa yang akan mengajukan calon," kata dia.
Untuk Kecamatan Lubuk Alung, sembilan nagari yang ada, semuanya ikut Pilwana serentak tersebut. Kesembilan nagari demikian; Lubuk Alung, Balah Hilia, Pasie Laweh, Sikabu, Pungguang Kasiak, Salibutan, Sungai Abang, Singguliang, dan Aie Tajun.
Sama dengan Kecamatan Lubuk Alung, di Nagari Toboh Gadang Barat, Kecamatan Sintuak Toboh Gadang pada hari pertama juga belum ada Balon yang datang ke panitia Pilwana.
"Insya Allah, hari ini, Selasa ada kemungkinan Balon yang datang mengambil formulir," kata Pejabat Walinagari Toboh Gadang Barat, Mirza Harmadi.
Menurut dia, berapapun calon yang akan maju tak masalah. Panitia akan menerima semua anak nagari yang berkeinginan untuk maju. "Dari informasi yang beredar itu akan ada lima Balon yang akan maju nantinya," ungkap Mirza Harmadi.
Di Nagari Lurah Ampalu, Kecamatan VII Koto Sungai Sariak, hari pertama masa pendaftaran, datang seorang Balon Walinagari, Zulkifli, yang saat ini menjabat Walikorong Kampuang Surau.
"Rencananya, hari ini, Selasa (9/1) mantan Walinagari Lurah Ampalu, Syofyan akan datang untuk mengambil formulir yang telah disedikan panitia," kata Kasril, Pejabat Walinagari Lurah Ampalu.
Sebagai Pejabat Walinagari, Kasril punya tanggungjawab moral untuk menyukseskan jalannya Pilwana di nagarinya. (501)
Minggu, 07 Januari 2018
Tarok City Akan Merubah Wajah Sumatera Barat
Tarok City Akan Merubah Wajah Sumatera Barat
Kapalo Hillang--Kawasan Pendidikan Terpadu Tarok City (KPTTC) sangat fenomenal sebagai lokasi tempat "bersatunya" pembangunan perguruan tinggi di Sumatera Barat. Sejumlah tokoh nasional dan Sumbar berkunjung dan melihat langsung lokasi yang berada di pinggir jalan nasional Padang - Bukittinggi itu.
Baru-baru ini juga hadir, Rektor UNP Ganefri, Ketua KNPI Sumbar Defika Yufiandra dan Pemimpin Redaksi Harian Singgalang Khairul Jasmi. Sebelumya juga berkunjung Rektor UIN Imam Bonjol Eka Putra Wirman dalam rangka penyerahan tanah seluas 55 hektare.
"Kita tahu, Pak Bupati sangat gencar dan fokus untuk pembangunan Tarok. Saya pun tergerak untuk melihat langsung apa benar Tarok City itu. Alhamdulillah, saya sudah berada di sini," kata Pemred Singgalang KJ bersama Rektor UNP Ganefri di Tarok City, Kapalo Hilalang, Kecamatan 2x11 Kayutanam, Kamis (4/1).
Sebagai warga Sumbar, kata KJ, selayaknya kita mendukung akan kesungguhan seorang kepala daerah dalam membangun. Karena adanya pembangunan berarti meningkat pula kesejahteraan masyarakat. Pembangunan Tarok City adalah contoh nyata perjuangan Bupati Padang Pariaman Ali Mukhni untuk memajukan daerahnya.
"Saya kira ini bukan halusinasi. Ini nyata. Jangan biarkan Pak Bupati berjuang sendirian, kita bantu dengan doa," kata KJ yang juga satu alumni dengan Bupati Ali Mukhni di UNP.
Dihadapan Rektor UNP, Bupati Ali Mukhni mengekspos bahwa saat ini jalan masuk telah dilaksanakan pengerasan jalan selebar 75 meter, panjang 500 meter yang terdiri dua jalur. Tahun ini direncanakan aspal hotmix untuk satu jalur terlebih dahulu dengan dana Rp20 miliar.
"Alhamdulillah, bersyukur kita kepada Allah SWT, mendapat dukungan dari Rektor UNP, KNPI Sumbar dan media untuk pembangunan Kawasan Tarok City," kata Bupati Ali Mukhni mengawali sambutannya.
Dikatakannya, bahwa Kawasan Tarok City seluas 697 hektare merupakan tanah negara. Semua dokumen dan legalitas formalnya clear and clean. Kemudian kesesuaian tata ruang sudah diakomodir pada revisi RTRW oleh Dinas PUPR.
Terkait pembebasan jalan masuk sudah dianggarkan Rp4,5 miliar di APBD 2018 dan telah mendapat persetujuna di oleh masyarakat. "Persis di jalan masuk kita buat pula gerbang yang megah," ujar peraih Satya Lencana Pembangunan itu.
Ali Mukhni mengaku telah melaporkan kepada Gubernur Sumbar terhadap perkembangan Tarok City. Ia berharap dukungan seluruh pihak ranah dan rantau, maka pembangunan Tarok City dapat terwujud dan merubah wajah Sumatera Barat. (501)
Kapalo Hillang--Kawasan Pendidikan Terpadu Tarok City (KPTTC) sangat fenomenal sebagai lokasi tempat "bersatunya" pembangunan perguruan tinggi di Sumatera Barat. Sejumlah tokoh nasional dan Sumbar berkunjung dan melihat langsung lokasi yang berada di pinggir jalan nasional Padang - Bukittinggi itu.
Baru-baru ini juga hadir, Rektor UNP Ganefri, Ketua KNPI Sumbar Defika Yufiandra dan Pemimpin Redaksi Harian Singgalang Khairul Jasmi. Sebelumya juga berkunjung Rektor UIN Imam Bonjol Eka Putra Wirman dalam rangka penyerahan tanah seluas 55 hektare.
"Kita tahu, Pak Bupati sangat gencar dan fokus untuk pembangunan Tarok. Saya pun tergerak untuk melihat langsung apa benar Tarok City itu. Alhamdulillah, saya sudah berada di sini," kata Pemred Singgalang KJ bersama Rektor UNP Ganefri di Tarok City, Kapalo Hilalang, Kecamatan 2x11 Kayutanam, Kamis (4/1).
Sebagai warga Sumbar, kata KJ, selayaknya kita mendukung akan kesungguhan seorang kepala daerah dalam membangun. Karena adanya pembangunan berarti meningkat pula kesejahteraan masyarakat. Pembangunan Tarok City adalah contoh nyata perjuangan Bupati Padang Pariaman Ali Mukhni untuk memajukan daerahnya.
"Saya kira ini bukan halusinasi. Ini nyata. Jangan biarkan Pak Bupati berjuang sendirian, kita bantu dengan doa," kata KJ yang juga satu alumni dengan Bupati Ali Mukhni di UNP.
Dihadapan Rektor UNP, Bupati Ali Mukhni mengekspos bahwa saat ini jalan masuk telah dilaksanakan pengerasan jalan selebar 75 meter, panjang 500 meter yang terdiri dua jalur. Tahun ini direncanakan aspal hotmix untuk satu jalur terlebih dahulu dengan dana Rp20 miliar.
"Alhamdulillah, bersyukur kita kepada Allah SWT, mendapat dukungan dari Rektor UNP, KNPI Sumbar dan media untuk pembangunan Kawasan Tarok City," kata Bupati Ali Mukhni mengawali sambutannya.
Dikatakannya, bahwa Kawasan Tarok City seluas 697 hektare merupakan tanah negara. Semua dokumen dan legalitas formalnya clear and clean. Kemudian kesesuaian tata ruang sudah diakomodir pada revisi RTRW oleh Dinas PUPR.
Terkait pembebasan jalan masuk sudah dianggarkan Rp4,5 miliar di APBD 2018 dan telah mendapat persetujuna di oleh masyarakat. "Persis di jalan masuk kita buat pula gerbang yang megah," ujar peraih Satya Lencana Pembangunan itu.
Ali Mukhni mengaku telah melaporkan kepada Gubernur Sumbar terhadap perkembangan Tarok City. Ia berharap dukungan seluruh pihak ranah dan rantau, maka pembangunan Tarok City dapat terwujud dan merubah wajah Sumatera Barat. (501)
Jembatan Cimpua Pasa Duyan - Sungai Ibua Selesai Jadikan Penyambung Tali Silaturrahim Selesaikan Perpecahan
VII Koto--Pembangunan jembatan yang menghubungkan Cimpua Pasa Duyan, Nagari Lareh Nan Panjang Sungai Sariak dengan Sungai Ibua, Nagari Sungai Sariak, Kecamatan VII Koto Sungai Sariak, Padang Pariaman selesai dan telah dimanfaatkan oleh masyarakat sejak beberapa hari lalu.
Namun, pihak kontraktor sepertinya masih meninggalkan persoalan dengan masyarakat Cimpua Pasa Duyan, terutama anak mudanya. Tentu hal ini harus diselesaikan, agar tidak menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat itu sendiri.
"Kami menyampaikan terima kasih banyak kepada Endarmy, anggota DPRD Sumatera Barat, karena begitu peduli dengan kampung ini, dengan menyalurkan pokok pikirannya (Pokir) lewat pembangunan kembali jembatan ini," kata Feri Naldo, Ketua Pemuda Cimpua Pasa Duyan, Minggu (7/1) kemarin.
Feri yang didampingi Agus Salim Rasyid, tokoh masyarakat setempat dan sejumlah pemuda lainnya merasa senang atas pembangunan jembatan demikian. "Penantian yang cukup lama, dan alhamdulillah akhirnya bisa dinikmati oleh masyarakat," ungkapnya.
Namun, katanya, tidak enak bagi masyarakat lantaran anak muda Cimpua Pasa Duyan dituduh mengambil besi leger oleh pihak yang mengerjakan jembatan ini. "beratnya besi itu minta ampun, dan itu sangat tidak mungkin kami lakukan. Tetapi, tuduhan tersebut telah menyebar luas ke seantero Padang Pariaman," kata Feri.
"Selama pekerjaan berlangsung, kami tak pernah minta ini dan itu. Hanya saja, karena ada pelaksanaan Maulid Nabi Muhammad SAW di surau, dan ini satu-satunya jalan, kami minta tolong cepat diselesaikan," ulas feri lagi.
Feri bersama seluruh jajaran pemuda Cimpua Pasa Duyan ingin persoalan yang kurang mengenakkan itu cepat diselesaikan. "Kita tidak ingin kegaduhan akibat kue pembangunan ini. Untuk itu, pihak pengelola proyek segera memulihkan nama baik pemuda kampung ini," harapnya.
"Yang kami selamatkan hanya besi leger bekas jembatan yang rusak. Dan lagi, besi itu kami ambil secara bersama untuk digunakan untuk pembuatan balai pemuda di tepi jembatan itu," sebutnya. Dan lagi, besi lama itu merupakan buah perjuangan yang tua-tua dulunya dalam membangun jembatan ini pada era 1970 an dulu, yang mana pembangunannya dikerjakan secara gotong royong.
Endarmy, anggota Komisi V DPRD Sumbar dari Partai Nasdem saat dihubungi merasa senang atas selesainya pembangunan jembatan yang bersumber dari Pokirnya senilai Rp140 juta tersebut. "Semoga jembatan itu berguna bagi masyarakat dalam menyambung tali silaturrahim, dan bukan untuk perpecahan. Saya akan penuhi undangan masyarakat Cimpua Pasa Duyan untuk datang ke sana," ujar dia. (501)
Namun, pihak kontraktor sepertinya masih meninggalkan persoalan dengan masyarakat Cimpua Pasa Duyan, terutama anak mudanya. Tentu hal ini harus diselesaikan, agar tidak menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat itu sendiri.
"Kami menyampaikan terima kasih banyak kepada Endarmy, anggota DPRD Sumatera Barat, karena begitu peduli dengan kampung ini, dengan menyalurkan pokok pikirannya (Pokir) lewat pembangunan kembali jembatan ini," kata Feri Naldo, Ketua Pemuda Cimpua Pasa Duyan, Minggu (7/1) kemarin.
Feri yang didampingi Agus Salim Rasyid, tokoh masyarakat setempat dan sejumlah pemuda lainnya merasa senang atas pembangunan jembatan demikian. "Penantian yang cukup lama, dan alhamdulillah akhirnya bisa dinikmati oleh masyarakat," ungkapnya.
Namun, katanya, tidak enak bagi masyarakat lantaran anak muda Cimpua Pasa Duyan dituduh mengambil besi leger oleh pihak yang mengerjakan jembatan ini. "beratnya besi itu minta ampun, dan itu sangat tidak mungkin kami lakukan. Tetapi, tuduhan tersebut telah menyebar luas ke seantero Padang Pariaman," kata Feri.
"Selama pekerjaan berlangsung, kami tak pernah minta ini dan itu. Hanya saja, karena ada pelaksanaan Maulid Nabi Muhammad SAW di surau, dan ini satu-satunya jalan, kami minta tolong cepat diselesaikan," ulas feri lagi.
Feri bersama seluruh jajaran pemuda Cimpua Pasa Duyan ingin persoalan yang kurang mengenakkan itu cepat diselesaikan. "Kita tidak ingin kegaduhan akibat kue pembangunan ini. Untuk itu, pihak pengelola proyek segera memulihkan nama baik pemuda kampung ini," harapnya.
"Yang kami selamatkan hanya besi leger bekas jembatan yang rusak. Dan lagi, besi itu kami ambil secara bersama untuk digunakan untuk pembuatan balai pemuda di tepi jembatan itu," sebutnya. Dan lagi, besi lama itu merupakan buah perjuangan yang tua-tua dulunya dalam membangun jembatan ini pada era 1970 an dulu, yang mana pembangunannya dikerjakan secara gotong royong.
Endarmy, anggota Komisi V DPRD Sumbar dari Partai Nasdem saat dihubungi merasa senang atas selesainya pembangunan jembatan yang bersumber dari Pokirnya senilai Rp140 juta tersebut. "Semoga jembatan itu berguna bagi masyarakat dalam menyambung tali silaturrahim, dan bukan untuk perpecahan. Saya akan penuhi undangan masyarakat Cimpua Pasa Duyan untuk datang ke sana," ujar dia. (501)
Lomba Berprestasi Guru PAI Jangan Mengkafirkan Orang yang Tidak Sepaham dengan Kita
VII Koto--Mengikuti berbagai lomba bagi pelajar tentu menjadi hal yang biasa. Tetapi ikut sejumlah lomba antar guru akan menjadi luar biasa. Ini kesan yang terlihat sepanjang Jumat dan Sabtu (6-7/1) lalu di TK/SD Model Limpato, Kecamatan VII Koto Sungai Sariak.
"Lomba kita akhiri dengan debat," kata Nasrul Ilyas, Ketua Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) Padang Pariaman. Lomba berprestasi, di antaranya hafidz Quran, pidato, khutbah Jumat, dan lain sebagainya khusus untuk guru PAI yang tergabung dalam Asosiasi Guru PAI di 17 kecamatan yang ada di Padang Pariaman.
Nasrul Ilyas bersama Suardi Aminsyah Koto, panitia lainnya menjelaskan, keasyikan acara terlihat saat debat berlangsung, Sabtu. "Kita bentuk kelompok yang pro dan kelompok yang kontra, sehingga perdebatan yang menyangkut masalah problematika masyarakat dalam kesehariannya beragama menjadi suguhan yang hangat," kata Suardi.
"Antara tahlil dan tahlillan juga menjadi ajang yang menghangatkan," ungkapnya. Intinya, kata dia, jalan ndak pemikiran guru agama dalam menjabarkan hal ini di tengah anak asuhannya di sekolah.
Sebab, lanjut Suardi, inti dari debat itu mengasah nalar pemikiran guru dalam menghadapi berbagai persoalan di kalangan anak didiknya. "Berbekalkan moderator oleh Suhendrizal, Kasi PAI Kemenag Padang Pariaman yang pintar memaikan acara demikian, debat bertambah panas," jelas Suardi, yang juga seorang juri dalam lomba berprestasi tersebut.
Namun demikian, katanya lagi, setelah selesai antara guru itu tidak boleh yang merasa sakit hati. Mereka kembali berangkulan, dan bergaul seperti biasanya. "Semua lomba yang telah dilakukan, hasilnya akan diumumkan beberapa hari lagi, bersamaan dengan pelantikan pengurus Asosiasi Guru PAI Kabupaten Padang Pariaman," tambang Nasrul Ilyas.
Menurut Suardi Aminsyah, tradisi tahlil saat beribadah dan tahlillan saat acara dalam rumah masyarakat cukup berkembang di tengah masyarakat Padang Pariaman. Namun, sebagian masyarakat juga tidak mentradisikan hal demikian. "Yang jelas, bagi guru PAI hal ini harus dijadikan cambuk dan pelecut semangat dalam berhadapan dengan anak didik dan masyarakat," ungkapnya.
"Debat yang kita lakukan bukan untuk memecah belah masyarakat yang pro dan yang kontra," ungkapnya. Masalah kilafiyah, tidak akan pernah selesainya sampai akhir zaman. Intinya, jangan mudah mengkafirkan orang lain, menghujat atau menyalahkan paham dan tradisi yang berjalan, sepanjang itu tidak ada larangannya. (501)
"Lomba kita akhiri dengan debat," kata Nasrul Ilyas, Ketua Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) Padang Pariaman. Lomba berprestasi, di antaranya hafidz Quran, pidato, khutbah Jumat, dan lain sebagainya khusus untuk guru PAI yang tergabung dalam Asosiasi Guru PAI di 17 kecamatan yang ada di Padang Pariaman.
Nasrul Ilyas bersama Suardi Aminsyah Koto, panitia lainnya menjelaskan, keasyikan acara terlihat saat debat berlangsung, Sabtu. "Kita bentuk kelompok yang pro dan kelompok yang kontra, sehingga perdebatan yang menyangkut masalah problematika masyarakat dalam kesehariannya beragama menjadi suguhan yang hangat," kata Suardi.
"Antara tahlil dan tahlillan juga menjadi ajang yang menghangatkan," ungkapnya. Intinya, kata dia, jalan ndak pemikiran guru agama dalam menjabarkan hal ini di tengah anak asuhannya di sekolah.
Sebab, lanjut Suardi, inti dari debat itu mengasah nalar pemikiran guru dalam menghadapi berbagai persoalan di kalangan anak didiknya. "Berbekalkan moderator oleh Suhendrizal, Kasi PAI Kemenag Padang Pariaman yang pintar memaikan acara demikian, debat bertambah panas," jelas Suardi, yang juga seorang juri dalam lomba berprestasi tersebut.
Namun demikian, katanya lagi, setelah selesai antara guru itu tidak boleh yang merasa sakit hati. Mereka kembali berangkulan, dan bergaul seperti biasanya. "Semua lomba yang telah dilakukan, hasilnya akan diumumkan beberapa hari lagi, bersamaan dengan pelantikan pengurus Asosiasi Guru PAI Kabupaten Padang Pariaman," tambang Nasrul Ilyas.
Menurut Suardi Aminsyah, tradisi tahlil saat beribadah dan tahlillan saat acara dalam rumah masyarakat cukup berkembang di tengah masyarakat Padang Pariaman. Namun, sebagian masyarakat juga tidak mentradisikan hal demikian. "Yang jelas, bagi guru PAI hal ini harus dijadikan cambuk dan pelecut semangat dalam berhadapan dengan anak didik dan masyarakat," ungkapnya.
"Debat yang kita lakukan bukan untuk memecah belah masyarakat yang pro dan yang kontra," ungkapnya. Masalah kilafiyah, tidak akan pernah selesainya sampai akhir zaman. Intinya, jangan mudah mengkafirkan orang lain, menghujat atau menyalahkan paham dan tradisi yang berjalan, sepanjang itu tidak ada larangannya. (501)
Rp820 Juta ADD untuk Pembangunan Fisik di Lubuk Alung
Lubuk Alung--Sebanyak Rp820 juta lebih Alokasi Dana Desa (ADD) yang bersumber dari pusat untuk Nagari Lubuk Alung, Kabupaten Padang Pariaman tahun lalu digunakan untuk pembangunan fisik, berupa jalan rabat beton, jembatan, drainase, talut dan pembangunan lainnya.
Menurut Andri Septian, Tim Pengelola Kegiatan (TPK) Nagari Lubuk Alung, di antara pembangunan yang bersumber dari ADD demikian, drainase dari Koto Buruak ke Singguliang sepanjang 179 meter dengan dana Rp141 juta.
Kemudian, kata dia, drainase di belakang Bukik Lubuk Alung sepanjang 87 meter dengan nilai Rp48 juta, drainase di Kayu Gadang senilai Rp87 juta, jalan rabat beton di Asam Jawa dengan nilai Rp48 juta. Selanjutnya, jalan rabat beton menuju kantor walinagari senilai Rp32 juta.
"Pembukaan dan pengerasan jalan Koto Buruak Mudiak sepanjang 187 meter dengan dana Rp87 juta juga bersumber dari ADD," kata Alex, sapaan akrap Andri Septian. Kemudian, kata dia lagi, pembuatan jalan baru di Korong Padang Baru sepanjang 200 meter dengan anggaran Rp87 juta.
"Tahun lalu itu, kita juga membuat talut di Surantiah sepanjang 46 meter secara timbal balik dengan tinggi 1,8 meter dengan dana Rp75 juta," katanya. Di Surantiah, pihaknya juga membangun jembatan plat duker yang memakan anggaran Rp19 juta.
Sedangkan pembangunan kubah makam Tuanku Lubuk Alung, katanya, menelan biaya sebanyak Rp29 juta. Sedangkan pembangunan irigasi di Gantiang sepanjang 89 meter dengan total anggaran Rp82 juta juga telah selesai dan dinikmati oleh masyarakat.
Menurutnya, semua pembangunan demikian tentu untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Masyarakat petani di Gantiang yang selama ini susah dapat air sawah, kini alhamdulillah, telah punya sarana irigasi.
Begitu juga pembangunan talut di surantiah, yang intinya untuk mengantisipasi terjadinya banjir dan hantaman sungai. "Dengan selesainya semua pembangunan tersebut, kita berharap masyarakat Lubuk Alung bisa berkembang dan terus meningkat perekonomiannya," harapnya. (501)
Menurut Andri Septian, Tim Pengelola Kegiatan (TPK) Nagari Lubuk Alung, di antara pembangunan yang bersumber dari ADD demikian, drainase dari Koto Buruak ke Singguliang sepanjang 179 meter dengan dana Rp141 juta.
Kemudian, kata dia, drainase di belakang Bukik Lubuk Alung sepanjang 87 meter dengan nilai Rp48 juta, drainase di Kayu Gadang senilai Rp87 juta, jalan rabat beton di Asam Jawa dengan nilai Rp48 juta. Selanjutnya, jalan rabat beton menuju kantor walinagari senilai Rp32 juta.
"Pembukaan dan pengerasan jalan Koto Buruak Mudiak sepanjang 187 meter dengan dana Rp87 juta juga bersumber dari ADD," kata Alex, sapaan akrap Andri Septian. Kemudian, kata dia lagi, pembuatan jalan baru di Korong Padang Baru sepanjang 200 meter dengan anggaran Rp87 juta.
"Tahun lalu itu, kita juga membuat talut di Surantiah sepanjang 46 meter secara timbal balik dengan tinggi 1,8 meter dengan dana Rp75 juta," katanya. Di Surantiah, pihaknya juga membangun jembatan plat duker yang memakan anggaran Rp19 juta.
Sedangkan pembangunan kubah makam Tuanku Lubuk Alung, katanya, menelan biaya sebanyak Rp29 juta. Sedangkan pembangunan irigasi di Gantiang sepanjang 89 meter dengan total anggaran Rp82 juta juga telah selesai dan dinikmati oleh masyarakat.
Menurutnya, semua pembangunan demikian tentu untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Masyarakat petani di Gantiang yang selama ini susah dapat air sawah, kini alhamdulillah, telah punya sarana irigasi.
Begitu juga pembangunan talut di surantiah, yang intinya untuk mengantisipasi terjadinya banjir dan hantaman sungai. "Dengan selesainya semua pembangunan tersebut, kita berharap masyarakat Lubuk Alung bisa berkembang dan terus meningkat perekonomiannya," harapnya. (501)
Sabtu, 06 Januari 2018
Empat Pejabat Walinagari di Lubuk Alung Tuntas Dilantik Jelang 10 Januari
Lubuk Alung--Purna Irwan dilantik jadi Pejabat Walinagari Aie Tajun Lubuk Alung oleh Camat Imran Rafi'i, akhir tahun lalu. Dia menggantikan Syamsulrizal yang telah habis masa jabatannya di nagari itu. Sedangkan Mulyadi, Rabu (10/1) akan dilantik jadi Pejabat Walinagari Pungguang Kasiak, yang insya Allah bersamaan dengan pelantikan Roni untuk Pejabat Walinagari Pasie Laweh.
Camat Lubuk Alung Imran Rafi'i kepada Singgalang, Minggu (7/1) kemarin menyebutkan, empat nagari di kecamatan Lubuk Alung yang habis masa jabatan walinagari, hanya Sikabu yang belum jelas kepastiannya, siapa yang akan ditempatkan di situ. Sedangkan untuk tiga lagi, yakni Pungguang Kasiak, Pasie Laweh, dan Aie Tajun telah oke.
"Untuk Sikabu dan Pungguang Kasiak tanggal 10 dan 11 Januari ini jabatan walinagarinya berakhir. Ya, kalau belum ada pejabat walinagari, kita jadikan pelaksana harian (Plh) yang langsung dijabat oleh Seknag-nya," kata dia.
Menurut Imran, pelantikan Pejabat Walinagari ini tentunya untuk meminimalisir jalannya pelaksanaan Pilwana serentak di nagari tersebut, yang akan dilakukan pada April tahun ini.
Camat Imran ingin, proses pengajuan nama calon pejabat walinagari untuk Sikabu tak berlarut-larut, dan tidak menimbulkan persoalan rumit di antara petinggi nagari demikian. "Untuk Pasie Laweh sekarang masih pakai Plh, yang langsung Seknag-nya memegang, lantaran belum dilantik pejabat walinagarinya," ujar Imran.
Kepada pejabat walinagari yang telah dan akan dilatik itu, Imran minta untuk segera melakukan tugas pokok dan fungsinya di tengah masyarakat. Apalagi, pekerjaan berat Pilwana serentak sudah di depan mata yang harus disukseskan. Dan seorang pejabat walinagari punya tanggungjawab moral untuk menyukseskan ini.
"Rangkul semua tokoh masyarakat, agar perjalanan roda pemerintahan sesuai aturan yang berlaku," harapnya. (501)
Camat Lubuk Alung Imran Rafi'i kepada Singgalang, Minggu (7/1) kemarin menyebutkan, empat nagari di kecamatan Lubuk Alung yang habis masa jabatan walinagari, hanya Sikabu yang belum jelas kepastiannya, siapa yang akan ditempatkan di situ. Sedangkan untuk tiga lagi, yakni Pungguang Kasiak, Pasie Laweh, dan Aie Tajun telah oke.
"Untuk Sikabu dan Pungguang Kasiak tanggal 10 dan 11 Januari ini jabatan walinagarinya berakhir. Ya, kalau belum ada pejabat walinagari, kita jadikan pelaksana harian (Plh) yang langsung dijabat oleh Seknag-nya," kata dia.
Menurut Imran, pelantikan Pejabat Walinagari ini tentunya untuk meminimalisir jalannya pelaksanaan Pilwana serentak di nagari tersebut, yang akan dilakukan pada April tahun ini.
Camat Imran ingin, proses pengajuan nama calon pejabat walinagari untuk Sikabu tak berlarut-larut, dan tidak menimbulkan persoalan rumit di antara petinggi nagari demikian. "Untuk Pasie Laweh sekarang masih pakai Plh, yang langsung Seknag-nya memegang, lantaran belum dilantik pejabat walinagarinya," ujar Imran.
Kepada pejabat walinagari yang telah dan akan dilatik itu, Imran minta untuk segera melakukan tugas pokok dan fungsinya di tengah masyarakat. Apalagi, pekerjaan berat Pilwana serentak sudah di depan mata yang harus disukseskan. Dan seorang pejabat walinagari punya tanggungjawab moral untuk menyukseskan ini.
"Rangkul semua tokoh masyarakat, agar perjalanan roda pemerintahan sesuai aturan yang berlaku," harapnya. (501)
Langganan:
Postingan (Atom)





