Selamatkan Masyarakat dari Berbagai Penyakit Lubuk Alung Dapat Program Sanimas IDB
Lubuk Alung--Kecamatan Lubuk Alung dapat empat program Sanimas Islamic Development Bank (IDB) Pemkab Padang Pariaman. Program tahun anggaran 2017 itu diserahkan kepada masyarakat awal tahun ini di Lembaga Keswadayaan Masyarakat (LKM) Berkah Jaya, Korong Ambacang, Nagari Pungguang Kasiak Lubuk Alung.
Camat Lubuk Alung Imran Rafi'i kepada Singgalang menyebutkan, selain di Ambacang, pembangunan yang sama juga dilakukan di Kampuang Tangah, Kampuang Baru, Nagari Pungguang Kasiak dan satu lagi di Nagari Aie Tajun Lubuk Alung.
"Saninas IDB berupa pembuangan kotoran masyarakat, baik dari hasil buang air kecil maupun buang air besar, akan menjadi nilai lebih di tengah masyarakat," kata dia, Minggu (7/1) kemarin di Lubuk Alung.
Menurut dia, dulu, masyarakat membuang kotorannya ke kolam ikan atau tebat yang ada di belakang rumahnya, yang tentunya menimbulkan bau yang tidak enak, dan pada akhirnya melahirkan dan menyebarkan penyakit. Sekarang, dengan Saninas IDB semua masyarakat di korong itu bisa memanfaatkannya, dan juga tidak lagi menimbulkan bau yang kurang sedap.
Kemudian, kata Imran, hasil program Sanimas IDB ini juga menjadi arena permainan bagi perempuan dan anak-anak. "Nah, ini tentunya menjadi trik tersendiri dalam mengembangkan hiburan masyarakat," kata dia.
"Terima kasih Pemkab Padang Pariaman yang telah melakukan hal ini. Hasil pembangunan ival komunal Sanimas IDB ini akan melindungi masyarakat dari berbagai penyakit," ungkapnya.
Katanya lagi, satu proyek ini nilainya mencapai Rp225 juta. "Kita berharap, tahun ini juga akan ada pembangunan yang sama di korong lainnya yang memang membutuhkan hal demikian," harapnya. (501)
Sabtu, 06 Januari 2018
Untuk Kesuksesan TdS di Padang Pariaman Anggota Dewan Minta Hentikan Pungutan Terhadap Sekolah
Komi Chaniago Naik Tingkat
Apa yang Bisa Nantinya Kita Angkut ke Piaman
Pariaman--Berhasil terpilih jadi anggota DPRD Sumbar pada Pileg April lalu, Komi Chaniago agaknya representasi dari Dapil I Padang Pariaman. Betapa tidak, hanya dia satu-satu tokoh dari utara daerah itu yang berhasil.
Dari tujuh anggota dewan Sumbar di Dapil II (Padang Pariaman dan Kota Pariaman) Ketua DPC PBB inilah yang paling beruntung. Hebatnya, hasil Pileg tak satupun kursi PBB di DPRD Padang Pariaman, tapi Komi Chaniago mampu dapat kursi nomor lima untuk DPRD Sumbar. Dari 19 ribuan suara PBB di dua daerah itu untuk Sumbar, 5.600 an merupakan perolehan suara pribadi pria kelahiran Sungai Limau pada 1967 yang sudah dua periode duduk di DPRD Padang Pariaman itu.
Kepada Singgalang, kemarin, Komi Chaniago tak membuat janji apapun jua dengan masyarakat konstituennya. "Sebagai orang baru pertama kali akan duduk di DPRD Sumbar, tentu kita coba dulu melihat apa pula permainannya. Ada ndak bedanya dengan saat saya dua periode di dewan Padang Pariaman," kata dia.
Komi Chaniago memulai karir politiknya dari bawah. Reformasi yang melahirkan 48 partai politik 1999, termasuk PBB di dalamnya, Komi telah berkecimpung sebagai Wakil Sekretaris DPAC PBB Kecamatan Sungai Limau. Karirnya terus naik. Habis itu, Komi diminta memperkuat pengurus DPC PBB daerah itu dengan jabatan wakil ketua. Setelah itu, Komi Chaniago dua kali menjabat sekretari DPC PBB, sebelum menjabat Ketua DPC PBB saat ini. Masuknya Komi ke PBB, disamping terinspirasi oleh ayahnya; Sidi Dinur yang panatik Masyumi zaman dulu, juga dilatari bagusnya partai itu dilihatnya. Kemudian berkesan karena pidato politik Yusril Ihza Mahendra.
Selama di DPRD Padang Pariaman, Komi dinilai sukses memimpin partai berazaskan Islam demikian. Pemilu 2004, PBB dapat empat kursi, termasuk dirinya. Namun, Pemilu 2009, kursi PBB hanya tinggal dua; dia dan Dirri Uzzulam. Pileg April, meski tak dapat kursi di Padang Pariaman, dan hanya tiga kursi di DPRD Kota Pariaman, PBB mampu mengantarkan Komi Chaniago ke Jalan Khatib Sulaiman, Padang. "Apa yang bisa kita bawa ke Piaman, dan memungkinkan untuk dikebangkan, ya kita angkut dari Sumbar," katanya. (525)
---------------------------------------
Kesuksesan TdS di Padang Pariaman
Dinas Pendidikan Bantah Melakukan Pungutan Terhadap Sekolah
Pariaman--Kepala Dinas Pendidikan Padang Pariaman Mulyadi membantah, kalau pihaknya meminta semua kepala sekolah beriyur untuk kesuksesan Tour de Singkarak (TdS).
Sebelumnya, beredar informasi dilingkungan Pendidikan daerah itu di jejaring sosial facebook, bahwa Kadis Pendidikan Padang Pariaman meminta uang kepada kepala sekolah SD, SMP, SMA untuk pelaksanaan TdS. Untuk Kepala SD Rp500 ribu, Kepala SMP Rp2,5 juta, Kepala SMA Rp3,5 juta, dengan ancaman kalau tidak mau membayar, kepala sekolah tersebut akan dinonjobkan.
"Tidak benar. Yang ada hanya sumbangan sukarela, yang besarannya tak ditentukan, seperti yang di sebarkan dalam jejaring sosial facebook itu. Sebagai bagian dari SKPD, kita tengah membuat banyak hal untuk kemantapan TdS, yang pembukaannya di Padang Pariaman," kata Mulyadi.
Mulai dari membuat taman bunga, dan peragaan lainnya. "Biasalah, Padang Pariaman terkenal dengan budaya badoncek. Kita hanya sifatnya memberikan himbauan, agar sekolah dan pihak yang terkait dengan pendidikan, bisa mengumpulkan dana dengan jumlah yang tak dipatok," ungkap Mulyadi.
Mulyadi menambahkan, bagi yang berkenan, ya ditampung, dan bagi sekolah yang tak mau, juga tidak jadi soal. Tidak ada sanksi apapun yang akan diberikan kepada sekolah yang melanggar himbauan demikian.
Namanya sukarela, ya berapa terkumpulnya saja. "Yang jelas, sebagai bagian dari Pemkab Padang Pariaman kita ingin pula sato sakaki dalam helat internasional ini," tegas Mulyadi. (525)
-------------------------------------------------------
Tidak Ada Kepastian Hukum di Sumbar
Rainal Aswin Bersama Kuasa Hukumnya Minta Fatwa MA
Pariaman--Terkait tidak adanya kepastian hukum terhadap oknum caleg DPRD Kota Pariaman dari Partai Golkar, berinisial MM yang diduga melakukan pelanggaran administrasi, Rainal Aswin akhirnya minta fatwa hukum ke Mahkamah Agung RI.
Melalui kuasa hukumnya Alwis Ilyas, surat permintaan fatwa hukum dengan nomor 04/ADV-BH/ALS/V/2014 tertanggal 12 Mei 2014, dilakukan setelah Rainal Aswin tidak mendapat kepastian hukum dari Polres Pariaman dan Polda Sumbar.
Kepada sejumlah wartawan, Senin kemarin di Pariaman Alwis Ilyas dan Rainal Aswin menjelaskan, seolah-olah ada apanya antara oknum MM dengan Paswaslu dan KPU. "Masak orang lain yang memeriksa kesehatan untuk persyaratan caleg, bisa diatasnamakan dengan MM," kata mereka.
Upaya minta fatwa demikian, merupakan sudah yang tertinggi dilakukan Rainal Aswin bersama kuasa hukumnya Alwis Ilyas. "Kalau fatwa Mahkamah Agung RI menyebutkan MM bersalah, dan harus menjalani hukum sesuai ketentuan, maka para penegak hukum di Sumbar ini harus legowo," tegas Alwis.
Rainal Aswin mengaku, pihaknya dalam perjuangan kebenaran ini sudah dapat dukungan penuh dari caleg lainnya dilingkungan internal Partai Golkar itu sendiri. "Ini kita lakukan, agar pada Pemilu mendatang, para caleg tidak lagi bisa melakukan kesalahan serupa. Sebab, bila caleg telah terpilih, dia merupakan wakil rakyat yang harus memperjuangkan rakyat, bukan membohongi rakyat dan publik," ungkapnya.
Surat yang dikirim ke Mahkamah Agung RI itu, juga ditembuskannya ke Kejaksaan Agung RI, Kapolri, Ketua KPU RI, Bawaslu RI, Pengadilan Tinggi Sumbar, Kejati Sumbar, Kapolda Sumbar, Dekan Fakultas Hukum Unand Padang, Bawaslu, KPU Sumbar, LBH Padang, Pengadilan Negeri Pariaman, Kejari Pariaman, Kapolres Pariaman dan Padang Pariaman, KPU dan Panwaslu Pariaman. (525)
----------------------------------------------
Untuk Kesuksesan TdS di Padang Pariaman
Anggota Dewan Minta Hentikan Pungutan Terhadap Sekolah
Pariaman--Dua anggota DPRD Padang Pariaman, Bujang Pandawa (Golkar) dan Komi Chaniago (PBB) mempertanyakan kebijakan Pemkab, dalam hal ini Dinas Pendidikan yang membebani pihak sekolah dengan iyuran, untuk kesuksesan Tour de Singkarak (TdS).
Selaku wakil masyarakat, Bujang Pandawa dan Komi Chaniago baru saja mendapat keluhan dari sejumlah kepala sekolah, tentang beratnya beban demikian. "Itu tidak ada payung hukumnya. Harus dihentikan. Bagi sekolah yang telah membayar, Dinas Pendidikan harus mengembalikannya," tegas mereka pada Singgalang, kemarin.
"TdS hanyalah sebuah sow yang tidak ada sama sekali pengaruhnya terhadap peningkatan kunjungan wisatawan ke daerah kita. Lihatlah. TdS itu kan tiap tahun diadakan. Apa dampak positifnya? Jadi, tidak sepantasnya Bupati Ali Mukhni melakukan kebijakan demikian, demi hanya sebuah nama," kata anggota Komisi I dan II DPRD Padang Pariaman itu.
Menurut mereka, kebijakan pemberlakuan iyuran Rp500 ribu setiap SD, Rp2,5 juta SMP, dan Rp3,5 juta SMA, adalah dijadikannya sekolah sebagai sapi perahan, hanya untuk sebuah popularitas. Bayangkan saja, berapa banyaknya semua sekolah itu, dan berapa pula uang yang tersedot, tapi dengan cara paksaan.
"Kalau hal itu tetap dilajutkan menjelang hajatan TdS tersebut, kami selaku anggota dewan memperkarakannya. Kami merasa kasihan, ada keluhan dari beberapa kepala sekolah yang menghubungi kami," ungkapnya.
Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan Padang Pariaman Mulyadi membantah tundingan iyuran demikian. "Yang ada hanya imbauan bagi sekolah, terkait sumbangsih kita untuk TdS. Dan lagi, tidak ada patokannya. Hanya sebagai badoncek saja," kata Mulyadi.
Sejumlah kepala sekolah yang sempat dimintai keterangannya, mengakui adanya sumbangan sebanyak itu. "Kami kemarin rapat memutuskan itu di UPTD kecamatan. Memang, uang sebanyak itu sangat terlalu berat, dan sangat memberatkan," kata seorang kepala sekolah yang enggan ditulis namanya. (525)
-----------------------------------------------------------
Rusmaini Ikuti Diklat Tingkat Lanjutan di Solo
Diharapkan IGTKI Padang Pariaman Bisa Masuk APBD
Pariaman--Sekretaris Ikatan Guru Taman Kanak-kanak Indonesia Persatuan Guru Republik Indonesia (IGTKI-PGRI) Kabupaten Padang Pariaman, Rusmaini dipercaya mengikuti koordinasi dan singkronisasi pelaksanaan Diklat berjenjang tingkat lanjutan.
Acara yang diadakan di Solo, Jawa Tengah pada 21-23 Mei itu, satu-satunya Rusmaini yang dari Sumbar, dari 60 orang peserta di seluruh Indonesia. Tentunya, sebuah prestasi yang sangat luar biasa bagi Kepala TK Wadesma Pauh Kambar, Kecamatan Nan Sabaris tersebut.
Kepada Singgalang dari Solo, Rusmaini menyebutkan, bahwa peserta yang ikut itu, disamping perwakilan IGTKI PGRI, ada juga yang dari Himpaudi. Koordinasi demikian, terkait dana bantuan yang akan dikelola untuk melakukan Diklat tingkat dasar di daerah nantinya.
Menurut dia, materi yang diterimanya selama tiga hari tersebut; kebijakan Direktur Pembina PTK-PAUDNI, strategi pembinaan, peningkatan kompetensi PTK-PAUD, struktur materi Diklat berjenjang lanjutan.
Selanjutnya; evaluasi hasil penilaian proposal, dan perbaikan data, serta dokumen yang berkaitan dengan dana. Kemudian, pertanggungjawaban dana dan tekhnis dana bantuan, serta menandatangani kerjasama antara PPTK-PAUDNI dengan Asosiasi lembaga penerima bantuan.
"Jadi, besaran dana bantuan tersebut sebanyak Rp70 juta, untuk melatih guru TK minimal 50 orang di Padang Pariaman. Ada yang menjadi kekurangan kita di daerah ini bila dibandingkan dengan daerah lainnya, dimana daerah lain IGTKI-nya bisa dianggarkan dalam APBD," ujar Rusmaini.
Sementara, lanjutnya, di Padang Pariaman IGTKI belum ada dianggarkan. "Kita ingin, adanya anggaran demikian dalam APBD nantinya, sehingga dari minimal 50 orang guru TK yang akan kita uji kompetensinya, bisa ditambah lagi," harapnya. (525)
---------------------------------------------
Dihantam Mobil
Kantor Walinagari Lubuk Alung Rusak Parah
Lubuk Alung--Kantor Walinagari Lubuk Alung, Kabupaten Padang Pariaman rusak parah akibat dihantam mobil L 300, Rabu malam kemarin. Mobil dari arah Padang tujuan Bukittinggi ini, diperkirakan dalam kecepatan yang sangat tinggi. Namun, tidak ada korban jiwa dalam kejadian demikian.
Yardi, Sekretaris Walinagari Lubuk Alung yang datang ke lokasi, saat kejadian itu langsung melaporkan peristiwa itu ke polisi. Apalagi, kantor walinagari ini bersebelahan dengan kantor Satlantas Padang Pariaman.
Sekitar pukul 24.00 Wib, mobil selesai di evakuasi dan langsung di derek ke Satlantas. Sementara, sopir mobil dengan nomor polisi BA 9928 LU mengalami luka, dan malam itu juga langsung diangkut ke Puskesmas Lubuk Alung, yang terletak di Sungai Abang oleh dua rekannya.
Yardi bersama petugas nagari lainnya, Landi Efendi melihat kecepatan mobil yang rencanya akan menjemput batubata ini lumayan kencang. "Bayangkan, dia arah Padang, saat kecelakaan, depan mobilnya bisa berbalik arah ke Padang lagi," kata Yardi.
"Disamping menabrak sebuah pohon mahoni, yang langsung tumbang, mobil juga menabrak pohon kelapa, sebelum memunahkan tras kantor walinagari. Saat ini, kami belum bisa bekerja, selain dari membersihkan bekas tumpukan akibat kecelakaan demikian," kata Yardi. (525)
------------------------------------------------------------
Malang Benar Nasib Marnis
Tiga Bulan tak Bisa Menggerakkan Badan
Lubuk Alung--Lengkap sudah penderitaan yang dialami Marnis. Ibu tua berusia sekitar 63 tahun ini telah tiga bulan lebih tidak dapat menggerakkan badannya sejak jatuh lagi untuk yang kedua kalinya. Punya tiga orang anak, tapi tak seorangpun yang di kampung. Semua anaknya tinggal dan hidup di rantau orang, mengadu nasib. Sehari-hari, Marnis di temani Dinda, cucunya yang saat ini duduk di kelas enam SD.
Menurut ahli urut, Marnis mengalami pecah tulang pangkal paha. Di usianya yang semakin menua, ditambah hidup miskin pula, Marnis hanya pasrah. Setiap hari Marnis diantarkan nasi buat dimakannya oleh tetangganya, Niyuk yang hidup miskin pula.
Dinda, cucunya Marnis menceritakan kalau buang air neneknya kadang-kadang bercampur darah. Dinda yang hanya seorang bocah terpaksa harus bekerja keras membersihkan neneknya setiap hari. Sementara, ayah dan ibu Dinda yang merupakan anak menantu oleh Marnis, dari pada pulang kampung melihat orangtuanya, mendingan dikirim saja uang, kalaupun ada pula duit.
Dalam merawat neneknya, Dinda merasa iba melihat punggung neneknya yang menempel dengan alas tidurnya, saking tidak atau susahnya sang nenek untuk bergerak. Dinda pun tak dapat berbuat banyak. Bocah segedek Dinda memang belum banyak yang pandai dalam mengurus apa saja, apalagi membereskan seorang nenek. Namun, ia tabah dan sabar melakukannya saban waktu.
Untunglah Niyuk, seorang tetangga Marnis yang merasa iba melihat nasib malang yang dialami Marnis. Tinggal di Rimbo Panjang, Korong Sungai Abang, Lubuk Alung, Kabupaten Padang Pariaman, Marnis sudah tidak tahu harus berbuat apa untuk kesembuhannya.
Niyuk hanya seorang ibu rumah tangga, yang sehari-hari juga bekerja sebagai pengambil upahan dari mencuci pakaian orang-orang berada dalam kampung Lubuk Alung. Kadang dapat upahan, kadang tidak. Namun, dari pekerjaan demikian dia masih sempat berbagi dengan Marnis, semampunya pula dalam memberi makan tiap hari. (damanhuri)
Apa yang Bisa Nantinya Kita Angkut ke Piaman
Pariaman--Berhasil terpilih jadi anggota DPRD Sumbar pada Pileg April lalu, Komi Chaniago agaknya representasi dari Dapil I Padang Pariaman. Betapa tidak, hanya dia satu-satu tokoh dari utara daerah itu yang berhasil.
Dari tujuh anggota dewan Sumbar di Dapil II (Padang Pariaman dan Kota Pariaman) Ketua DPC PBB inilah yang paling beruntung. Hebatnya, hasil Pileg tak satupun kursi PBB di DPRD Padang Pariaman, tapi Komi Chaniago mampu dapat kursi nomor lima untuk DPRD Sumbar. Dari 19 ribuan suara PBB di dua daerah itu untuk Sumbar, 5.600 an merupakan perolehan suara pribadi pria kelahiran Sungai Limau pada 1967 yang sudah dua periode duduk di DPRD Padang Pariaman itu.
Kepada Singgalang, kemarin, Komi Chaniago tak membuat janji apapun jua dengan masyarakat konstituennya. "Sebagai orang baru pertama kali akan duduk di DPRD Sumbar, tentu kita coba dulu melihat apa pula permainannya. Ada ndak bedanya dengan saat saya dua periode di dewan Padang Pariaman," kata dia.
Komi Chaniago memulai karir politiknya dari bawah. Reformasi yang melahirkan 48 partai politik 1999, termasuk PBB di dalamnya, Komi telah berkecimpung sebagai Wakil Sekretaris DPAC PBB Kecamatan Sungai Limau. Karirnya terus naik. Habis itu, Komi diminta memperkuat pengurus DPC PBB daerah itu dengan jabatan wakil ketua. Setelah itu, Komi Chaniago dua kali menjabat sekretari DPC PBB, sebelum menjabat Ketua DPC PBB saat ini. Masuknya Komi ke PBB, disamping terinspirasi oleh ayahnya; Sidi Dinur yang panatik Masyumi zaman dulu, juga dilatari bagusnya partai itu dilihatnya. Kemudian berkesan karena pidato politik Yusril Ihza Mahendra.
Selama di DPRD Padang Pariaman, Komi dinilai sukses memimpin partai berazaskan Islam demikian. Pemilu 2004, PBB dapat empat kursi, termasuk dirinya. Namun, Pemilu 2009, kursi PBB hanya tinggal dua; dia dan Dirri Uzzulam. Pileg April, meski tak dapat kursi di Padang Pariaman, dan hanya tiga kursi di DPRD Kota Pariaman, PBB mampu mengantarkan Komi Chaniago ke Jalan Khatib Sulaiman, Padang. "Apa yang bisa kita bawa ke Piaman, dan memungkinkan untuk dikebangkan, ya kita angkut dari Sumbar," katanya. (525)
---------------------------------------
Kesuksesan TdS di Padang Pariaman
Dinas Pendidikan Bantah Melakukan Pungutan Terhadap Sekolah
Pariaman--Kepala Dinas Pendidikan Padang Pariaman Mulyadi membantah, kalau pihaknya meminta semua kepala sekolah beriyur untuk kesuksesan Tour de Singkarak (TdS).
Sebelumnya, beredar informasi dilingkungan Pendidikan daerah itu di jejaring sosial facebook, bahwa Kadis Pendidikan Padang Pariaman meminta uang kepada kepala sekolah SD, SMP, SMA untuk pelaksanaan TdS. Untuk Kepala SD Rp500 ribu, Kepala SMP Rp2,5 juta, Kepala SMA Rp3,5 juta, dengan ancaman kalau tidak mau membayar, kepala sekolah tersebut akan dinonjobkan.
"Tidak benar. Yang ada hanya sumbangan sukarela, yang besarannya tak ditentukan, seperti yang di sebarkan dalam jejaring sosial facebook itu. Sebagai bagian dari SKPD, kita tengah membuat banyak hal untuk kemantapan TdS, yang pembukaannya di Padang Pariaman," kata Mulyadi.
Mulai dari membuat taman bunga, dan peragaan lainnya. "Biasalah, Padang Pariaman terkenal dengan budaya badoncek. Kita hanya sifatnya memberikan himbauan, agar sekolah dan pihak yang terkait dengan pendidikan, bisa mengumpulkan dana dengan jumlah yang tak dipatok," ungkap Mulyadi.
Mulyadi menambahkan, bagi yang berkenan, ya ditampung, dan bagi sekolah yang tak mau, juga tidak jadi soal. Tidak ada sanksi apapun yang akan diberikan kepada sekolah yang melanggar himbauan demikian.
Namanya sukarela, ya berapa terkumpulnya saja. "Yang jelas, sebagai bagian dari Pemkab Padang Pariaman kita ingin pula sato sakaki dalam helat internasional ini," tegas Mulyadi. (525)
-------------------------------------------------------
Tidak Ada Kepastian Hukum di Sumbar
Rainal Aswin Bersama Kuasa Hukumnya Minta Fatwa MA
Pariaman--Terkait tidak adanya kepastian hukum terhadap oknum caleg DPRD Kota Pariaman dari Partai Golkar, berinisial MM yang diduga melakukan pelanggaran administrasi, Rainal Aswin akhirnya minta fatwa hukum ke Mahkamah Agung RI.
Melalui kuasa hukumnya Alwis Ilyas, surat permintaan fatwa hukum dengan nomor 04/ADV-BH/ALS/V/2014 tertanggal 12 Mei 2014, dilakukan setelah Rainal Aswin tidak mendapat kepastian hukum dari Polres Pariaman dan Polda Sumbar.
Kepada sejumlah wartawan, Senin kemarin di Pariaman Alwis Ilyas dan Rainal Aswin menjelaskan, seolah-olah ada apanya antara oknum MM dengan Paswaslu dan KPU. "Masak orang lain yang memeriksa kesehatan untuk persyaratan caleg, bisa diatasnamakan dengan MM," kata mereka.
Upaya minta fatwa demikian, merupakan sudah yang tertinggi dilakukan Rainal Aswin bersama kuasa hukumnya Alwis Ilyas. "Kalau fatwa Mahkamah Agung RI menyebutkan MM bersalah, dan harus menjalani hukum sesuai ketentuan, maka para penegak hukum di Sumbar ini harus legowo," tegas Alwis.
Rainal Aswin mengaku, pihaknya dalam perjuangan kebenaran ini sudah dapat dukungan penuh dari caleg lainnya dilingkungan internal Partai Golkar itu sendiri. "Ini kita lakukan, agar pada Pemilu mendatang, para caleg tidak lagi bisa melakukan kesalahan serupa. Sebab, bila caleg telah terpilih, dia merupakan wakil rakyat yang harus memperjuangkan rakyat, bukan membohongi rakyat dan publik," ungkapnya.
Surat yang dikirim ke Mahkamah Agung RI itu, juga ditembuskannya ke Kejaksaan Agung RI, Kapolri, Ketua KPU RI, Bawaslu RI, Pengadilan Tinggi Sumbar, Kejati Sumbar, Kapolda Sumbar, Dekan Fakultas Hukum Unand Padang, Bawaslu, KPU Sumbar, LBH Padang, Pengadilan Negeri Pariaman, Kejari Pariaman, Kapolres Pariaman dan Padang Pariaman, KPU dan Panwaslu Pariaman. (525)
----------------------------------------------
Untuk Kesuksesan TdS di Padang Pariaman
Anggota Dewan Minta Hentikan Pungutan Terhadap Sekolah
Pariaman--Dua anggota DPRD Padang Pariaman, Bujang Pandawa (Golkar) dan Komi Chaniago (PBB) mempertanyakan kebijakan Pemkab, dalam hal ini Dinas Pendidikan yang membebani pihak sekolah dengan iyuran, untuk kesuksesan Tour de Singkarak (TdS).
Selaku wakil masyarakat, Bujang Pandawa dan Komi Chaniago baru saja mendapat keluhan dari sejumlah kepala sekolah, tentang beratnya beban demikian. "Itu tidak ada payung hukumnya. Harus dihentikan. Bagi sekolah yang telah membayar, Dinas Pendidikan harus mengembalikannya," tegas mereka pada Singgalang, kemarin.
"TdS hanyalah sebuah sow yang tidak ada sama sekali pengaruhnya terhadap peningkatan kunjungan wisatawan ke daerah kita. Lihatlah. TdS itu kan tiap tahun diadakan. Apa dampak positifnya? Jadi, tidak sepantasnya Bupati Ali Mukhni melakukan kebijakan demikian, demi hanya sebuah nama," kata anggota Komisi I dan II DPRD Padang Pariaman itu.
Menurut mereka, kebijakan pemberlakuan iyuran Rp500 ribu setiap SD, Rp2,5 juta SMP, dan Rp3,5 juta SMA, adalah dijadikannya sekolah sebagai sapi perahan, hanya untuk sebuah popularitas. Bayangkan saja, berapa banyaknya semua sekolah itu, dan berapa pula uang yang tersedot, tapi dengan cara paksaan.
"Kalau hal itu tetap dilajutkan menjelang hajatan TdS tersebut, kami selaku anggota dewan memperkarakannya. Kami merasa kasihan, ada keluhan dari beberapa kepala sekolah yang menghubungi kami," ungkapnya.
Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan Padang Pariaman Mulyadi membantah tundingan iyuran demikian. "Yang ada hanya imbauan bagi sekolah, terkait sumbangsih kita untuk TdS. Dan lagi, tidak ada patokannya. Hanya sebagai badoncek saja," kata Mulyadi.
Sejumlah kepala sekolah yang sempat dimintai keterangannya, mengakui adanya sumbangan sebanyak itu. "Kami kemarin rapat memutuskan itu di UPTD kecamatan. Memang, uang sebanyak itu sangat terlalu berat, dan sangat memberatkan," kata seorang kepala sekolah yang enggan ditulis namanya. (525)
-----------------------------------------------------------
Rusmaini Ikuti Diklat Tingkat Lanjutan di Solo
Diharapkan IGTKI Padang Pariaman Bisa Masuk APBD
Pariaman--Sekretaris Ikatan Guru Taman Kanak-kanak Indonesia Persatuan Guru Republik Indonesia (IGTKI-PGRI) Kabupaten Padang Pariaman, Rusmaini dipercaya mengikuti koordinasi dan singkronisasi pelaksanaan Diklat berjenjang tingkat lanjutan.
Acara yang diadakan di Solo, Jawa Tengah pada 21-23 Mei itu, satu-satunya Rusmaini yang dari Sumbar, dari 60 orang peserta di seluruh Indonesia. Tentunya, sebuah prestasi yang sangat luar biasa bagi Kepala TK Wadesma Pauh Kambar, Kecamatan Nan Sabaris tersebut.
Kepada Singgalang dari Solo, Rusmaini menyebutkan, bahwa peserta yang ikut itu, disamping perwakilan IGTKI PGRI, ada juga yang dari Himpaudi. Koordinasi demikian, terkait dana bantuan yang akan dikelola untuk melakukan Diklat tingkat dasar di daerah nantinya.
Menurut dia, materi yang diterimanya selama tiga hari tersebut; kebijakan Direktur Pembina PTK-PAUDNI, strategi pembinaan, peningkatan kompetensi PTK-PAUD, struktur materi Diklat berjenjang lanjutan.
Selanjutnya; evaluasi hasil penilaian proposal, dan perbaikan data, serta dokumen yang berkaitan dengan dana. Kemudian, pertanggungjawaban dana dan tekhnis dana bantuan, serta menandatangani kerjasama antara PPTK-PAUDNI dengan Asosiasi lembaga penerima bantuan.
"Jadi, besaran dana bantuan tersebut sebanyak Rp70 juta, untuk melatih guru TK minimal 50 orang di Padang Pariaman. Ada yang menjadi kekurangan kita di daerah ini bila dibandingkan dengan daerah lainnya, dimana daerah lain IGTKI-nya bisa dianggarkan dalam APBD," ujar Rusmaini.
Sementara, lanjutnya, di Padang Pariaman IGTKI belum ada dianggarkan. "Kita ingin, adanya anggaran demikian dalam APBD nantinya, sehingga dari minimal 50 orang guru TK yang akan kita uji kompetensinya, bisa ditambah lagi," harapnya. (525)
---------------------------------------------
Dihantam Mobil
Kantor Walinagari Lubuk Alung Rusak Parah
Lubuk Alung--Kantor Walinagari Lubuk Alung, Kabupaten Padang Pariaman rusak parah akibat dihantam mobil L 300, Rabu malam kemarin. Mobil dari arah Padang tujuan Bukittinggi ini, diperkirakan dalam kecepatan yang sangat tinggi. Namun, tidak ada korban jiwa dalam kejadian demikian.
Yardi, Sekretaris Walinagari Lubuk Alung yang datang ke lokasi, saat kejadian itu langsung melaporkan peristiwa itu ke polisi. Apalagi, kantor walinagari ini bersebelahan dengan kantor Satlantas Padang Pariaman.
Sekitar pukul 24.00 Wib, mobil selesai di evakuasi dan langsung di derek ke Satlantas. Sementara, sopir mobil dengan nomor polisi BA 9928 LU mengalami luka, dan malam itu juga langsung diangkut ke Puskesmas Lubuk Alung, yang terletak di Sungai Abang oleh dua rekannya.
Yardi bersama petugas nagari lainnya, Landi Efendi melihat kecepatan mobil yang rencanya akan menjemput batubata ini lumayan kencang. "Bayangkan, dia arah Padang, saat kecelakaan, depan mobilnya bisa berbalik arah ke Padang lagi," kata Yardi.
"Disamping menabrak sebuah pohon mahoni, yang langsung tumbang, mobil juga menabrak pohon kelapa, sebelum memunahkan tras kantor walinagari. Saat ini, kami belum bisa bekerja, selain dari membersihkan bekas tumpukan akibat kecelakaan demikian," kata Yardi. (525)
------------------------------------------------------------
Malang Benar Nasib Marnis
Tiga Bulan tak Bisa Menggerakkan Badan
Lubuk Alung--Lengkap sudah penderitaan yang dialami Marnis. Ibu tua berusia sekitar 63 tahun ini telah tiga bulan lebih tidak dapat menggerakkan badannya sejak jatuh lagi untuk yang kedua kalinya. Punya tiga orang anak, tapi tak seorangpun yang di kampung. Semua anaknya tinggal dan hidup di rantau orang, mengadu nasib. Sehari-hari, Marnis di temani Dinda, cucunya yang saat ini duduk di kelas enam SD.
Menurut ahli urut, Marnis mengalami pecah tulang pangkal paha. Di usianya yang semakin menua, ditambah hidup miskin pula, Marnis hanya pasrah. Setiap hari Marnis diantarkan nasi buat dimakannya oleh tetangganya, Niyuk yang hidup miskin pula.
Dinda, cucunya Marnis menceritakan kalau buang air neneknya kadang-kadang bercampur darah. Dinda yang hanya seorang bocah terpaksa harus bekerja keras membersihkan neneknya setiap hari. Sementara, ayah dan ibu Dinda yang merupakan anak menantu oleh Marnis, dari pada pulang kampung melihat orangtuanya, mendingan dikirim saja uang, kalaupun ada pula duit.
Dalam merawat neneknya, Dinda merasa iba melihat punggung neneknya yang menempel dengan alas tidurnya, saking tidak atau susahnya sang nenek untuk bergerak. Dinda pun tak dapat berbuat banyak. Bocah segedek Dinda memang belum banyak yang pandai dalam mengurus apa saja, apalagi membereskan seorang nenek. Namun, ia tabah dan sabar melakukannya saban waktu.
Untunglah Niyuk, seorang tetangga Marnis yang merasa iba melihat nasib malang yang dialami Marnis. Tinggal di Rimbo Panjang, Korong Sungai Abang, Lubuk Alung, Kabupaten Padang Pariaman, Marnis sudah tidak tahu harus berbuat apa untuk kesembuhannya.
Niyuk hanya seorang ibu rumah tangga, yang sehari-hari juga bekerja sebagai pengambil upahan dari mencuci pakaian orang-orang berada dalam kampung Lubuk Alung. Kadang dapat upahan, kadang tidak. Namun, dari pekerjaan demikian dia masih sempat berbagi dengan Marnis, semampunya pula dalam memberi makan tiap hari. (damanhuri)
Jauhkan Sekolah dari Paham Radikalisme Guru Harus Lebih Dahulu Mengamalkan Nilai Karakter
VII Koto--Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) Kabupaten Padang Pariaman gelar lomba berprestasi antar guru PAI, Jumat (5/1) lalu di TK/SD Model, Limpato, Kecamatan VII Koto Sungai Sariak.
Peserta yang merupakan utusan Asosiasi Guru PAI 17 kecamatan yang ada di daerah itu mengikuti lomba hafidz Quran, pidato, khutbah Jumat, dan diakhiri dengan debat persoalan kilafiyah yang terjadi di tengah masyarakat.
Seperti yang dilaporkan Nasrul Ilyas, Ketua Asosiasi Guru PAI Padang Pariaman, jumlah guru agama di daerah ini mencapai 5.000 an. Sekitar 3.000 an telah berhasil jadi PNS. "Namun demikian, yang belum PNS tak merasa rendah diri. Kita selalu berbaur dalam berbagai hal dan momen yang berhubungan dengan guru agama," kata dia.
Menurut Nasrul Ilyas, acara besar yang merupakan perdana dilakukan asosiasi ini adalah memeriahkan momen Hari Amal Bakhti (HAB) ke-72 Kementerian Agama. "Debat masalah kilafiyah bukanlah untuk mencari benar atau salahnya amalan seseorang di tengah masyarakat. Melainkan untuk menambah dan meningkatkan wawasan para guru agama," ungkapnya.
Sebab, kata dia, yang akan diperdebatkan itu adalah persoalan qunut pada shalat Subuh, mengaji di rumah orang yang sudah meninggal dunia. "Kita ingin, para guru PAI cerdas, dan bisa dilihat oleh anak didiknya dalam soal pengembangan wawasan keagamaan," sebutnya.
Kepala Kemenag Padang Pariaman, H. Helmi menyebutkan pentingnya nilai-nilai karakter tertanam dalam jiwa dan sanubari para guru. "Sebelum kita menanamkan karakter pada murid, harus kita lebih dahulu punya karakter," tegasnya.
Helmi melihat, peran guru PAI di tengah masyarakat lumayan besar. Memang, dalam konsep dakwah, sebelum diajarkan ke orang lain, yang mengajarkannya harus lebih dulu mengamalkannya.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Padang Pariaman, Rahmang menyebutkan, bahwa guru adalah orang terdepan dalam perubahan masa depan bangsa ini. Untuk itu, guru agama punya peran strategis dalam menyuarakan sekolah anti kekerasan, pergaulan bebas, menjauhi paham radikalisme dan jauh dari narkoba.
Menurut Rahmang, Bupati Ali Mukhni punya mimpi besar dalam soal pendidikan. Secara berangsur-angsur, mimpi besar demikian mulai dan akan terwujud. "Tahun ini, tiga lembaga pendidikan perguruan tinggi siap memulai pembangunan fisiknya di Korong Tarok, Nagari Kapalo Hilalang," ungkapnya.
Dia berharap, para guru agama yang tergabung dalam Asosiasi Guru PAI Padang Pariaman memberikan dukungan moril, agar mimpi besar itu terlaksana dengan baik. "Guru adalah orang hebat dan akan melahirkan orang hebat pula," sebut Rahmang.
Kabid Pakis Kanwil Kemenag Sumatera Barat, Kardinal memberikan apresiasi kepada seluruh guru PAI yang telah ikut memberikan kontribusi besar terhadap kemajuan dan syi'arnya agama Islam itu sendiri. "Jadikan lomba ini sebagai penyambung tali silaturrahim, dan memutus jarak antara guru honor dengan guru PNS," harapnya. (501)
Peserta yang merupakan utusan Asosiasi Guru PAI 17 kecamatan yang ada di daerah itu mengikuti lomba hafidz Quran, pidato, khutbah Jumat, dan diakhiri dengan debat persoalan kilafiyah yang terjadi di tengah masyarakat.
Seperti yang dilaporkan Nasrul Ilyas, Ketua Asosiasi Guru PAI Padang Pariaman, jumlah guru agama di daerah ini mencapai 5.000 an. Sekitar 3.000 an telah berhasil jadi PNS. "Namun demikian, yang belum PNS tak merasa rendah diri. Kita selalu berbaur dalam berbagai hal dan momen yang berhubungan dengan guru agama," kata dia.
Menurut Nasrul Ilyas, acara besar yang merupakan perdana dilakukan asosiasi ini adalah memeriahkan momen Hari Amal Bakhti (HAB) ke-72 Kementerian Agama. "Debat masalah kilafiyah bukanlah untuk mencari benar atau salahnya amalan seseorang di tengah masyarakat. Melainkan untuk menambah dan meningkatkan wawasan para guru agama," ungkapnya.
Sebab, kata dia, yang akan diperdebatkan itu adalah persoalan qunut pada shalat Subuh, mengaji di rumah orang yang sudah meninggal dunia. "Kita ingin, para guru PAI cerdas, dan bisa dilihat oleh anak didiknya dalam soal pengembangan wawasan keagamaan," sebutnya.
Kepala Kemenag Padang Pariaman, H. Helmi menyebutkan pentingnya nilai-nilai karakter tertanam dalam jiwa dan sanubari para guru. "Sebelum kita menanamkan karakter pada murid, harus kita lebih dahulu punya karakter," tegasnya.
Helmi melihat, peran guru PAI di tengah masyarakat lumayan besar. Memang, dalam konsep dakwah, sebelum diajarkan ke orang lain, yang mengajarkannya harus lebih dulu mengamalkannya.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Padang Pariaman, Rahmang menyebutkan, bahwa guru adalah orang terdepan dalam perubahan masa depan bangsa ini. Untuk itu, guru agama punya peran strategis dalam menyuarakan sekolah anti kekerasan, pergaulan bebas, menjauhi paham radikalisme dan jauh dari narkoba.
Menurut Rahmang, Bupati Ali Mukhni punya mimpi besar dalam soal pendidikan. Secara berangsur-angsur, mimpi besar demikian mulai dan akan terwujud. "Tahun ini, tiga lembaga pendidikan perguruan tinggi siap memulai pembangunan fisiknya di Korong Tarok, Nagari Kapalo Hilalang," ungkapnya.
Dia berharap, para guru agama yang tergabung dalam Asosiasi Guru PAI Padang Pariaman memberikan dukungan moril, agar mimpi besar itu terlaksana dengan baik. "Guru adalah orang hebat dan akan melahirkan orang hebat pula," sebut Rahmang.
Kabid Pakis Kanwil Kemenag Sumatera Barat, Kardinal memberikan apresiasi kepada seluruh guru PAI yang telah ikut memberikan kontribusi besar terhadap kemajuan dan syi'arnya agama Islam itu sendiri. "Jadikan lomba ini sebagai penyambung tali silaturrahim, dan memutus jarak antara guru honor dengan guru PNS," harapnya. (501)
Selasa, 02 Januari 2018
Masih Ada Perangkat Nagari Membuat Laporan Keuangan Secara Manual
Masih Ada Perangkat Nagari Membuat Laporan Keuangan Secara Manual
Padang Pariaman--Menyikapi lahirnya undang-undang nomor 6 tahun 2014, tentang Pemerintahan Desa, Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP), dan Pemkab Padang Pariaman melakukan survey kesiapan desa, dalam menyongsong implementasi peraturan tersebut. Yang menjadi lokus; Kantor Walinagari Lubuk Alung, dalam survei yang dilakukan, Kamis (4/12) tersebut.
Direktur Pengawasan Penyelenggaraan Keuangan Daerah Wiayah III, Sri Penny Ratnasari mengatakan, survey ini penting untuk mengetahui sejauhmana kesiapan daerah, baik SDM, sarana prasarana dan perangkat pendukung lainnya.
"Tujuan kami kesini untuk survey kesiapan desa atau nagari dalam menyongsong implementasi UU Nomor 6 tahun 2014. Saya kira masih banyak yang perlu dibenahi untuk pengelolaan keuangan, sesuai ketentuan yang berlaku," kata pejabat BPKP tersebut.
Sri Penny menjelaskan, masih ada perangkat desa yang menggunakan laporan keuangan secara manual. Ini dikarenakan masalah sumber daya manusia yang kurang, terbatasnya sarana dan kurangnya pelatihan bagi aparatur desa. Ia khawatir, implementasi UU tersebut akan menjerat aparatur nagari ke ranah hukum.
"Jadi yang perlu disiapkan, adalah sumber daya manusia. Setelah itu, lengkapi sarana penunjang seperti komputer, laptop dan bila perlu ada jaringan internet. Yang tak kalah penting, adakan pelatihan mengenai pengelolaan keuangan bagi aparatur nagari secara kontinyu," kata Sri.
Menanggapi masukan dari BPKP tersebut, Bupati Ali Mukhni mengatakan, untuk menyonsong UU nomor 6 tahun 2014, pihaknya telah melakukan berbagai strategi dan persiapan. Diantaranya, memprioritaskan pengangkatan tenaga akuntansi pada penerimaan CPNS tahun 2014. Dimana dari 36 formasi, hampir separuhnya diisi oleh tenaga akuntasi yang terdiri dari enam orang S-1 Akuntasi, dan 10 orang dari D-III Akuntasi.
Bupati Ali Mukhni juga membuat inovasi dan terobosan, membantu perangkat nagari dalam pengelolaan keuangan yang disebut Akuntan Masuk Nagari. Artinya, tenaga akuntansi yang ada di intansinya akan melakukan pembinaan ke nagari-nagari. Ia berharap, dengan program tersebut akan mengurangi kesalahan dalam pertanggungjawaban keuangan nagari.
"Insya allah, kita membuat inovasi dalam pelayanan pengelolaan keuangan daerah. Saya kira, ini pertama kali di Sumbar. Dengan tujuan untuk mewujudkan pengelolaan keuangan yang bersih dan semangat good govenance dan clean govenrment," kata Bupati Ali Mukhni yang meraih opini Wajar Tanpa Pengeculian (WTP) dari BPK itu.
Ali Mukhni berharap, dengan adanya survey kesiapan daerah ini, akan memacu pemerintah daerah dalam akselerasi pengelolaan keungan daerah, sehingga tidak ada perangkat nagari yang berhadapan dengan pihak penegak hukum. (525)
--------------------------------------------------------
Bupati Trenggalek Doakan Ali Mukhni Kembali Pimpin Padang Pariaman
Padang Pariaman--Setelah dikunjungi Ketua Tim penggerak PKK Sumbar, Pemkab Padang Pariaman menerima kunjungan kerja Bupati Trenggalek, Jawa Timur beserta rombongan yang diterima langsung Bupati Ali Mukhni di ruang kerjanya, Kamis (4/12) lalu.
Bupati Trenggalek, Mulyadi mengatakan bahwa kunjungan kerjanya ke Padang Pariaman untuk bertukar pikiran mengenai penanggulangan bencana dan pembangunan infrastruktur. "Kami menilai, Padang Pariaman berhasil dalam pengelolaan bencana, dan saat ini dijadikan sebagai pusat pembangunan mega proyek di Sumatera Barat," kata Bupati Mulyadi.
Selain itu, ia tertarik datang dan melihat langsung Padang Pariaman, karena daerah ini dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di Sumbar. Padahal Padang Pariaman daerah terparah pascagempa 2009 lalu. Tentunya dibutuhkan kepala daerah yang benar-benar bekerja ekstra dan melakukan inovasi disegala bidang. Disamping itu diperlukan kepala daerah yang jago lobi sehingga kegiatan mega proyek dapat ditarik ke daerah. Tentunya pekerjaan itu tidak mudah dan tidak ada pula sekolahnya. Namun perlu kegigihan dan semangat pantang menyerah, manfaatkan potensi perantau dan disertai doa seluruh masyarakat.
Setelah berdiskusi cukup lama bersama Bupati Ali Mukhni, ia mengaku banyak menerima masukan dan saran dalam membangun daerah. Pesatnya pembangunan Padang Pariaman berkat tangan dingin dan kerja keras Bupati Ali Mukhni.
"Pak Bupati Ali Mukhni mirip sama Pakde Karwo, Gubernur Jatim. Orangnya suka humor, rendah hati, pekerja keras dan religius. Saya baru kali ini bertemu, tapi langsung akrab. Masyarakat Padang Pariaman sangat beruntung memiliki pemimpin seperti beliau. Saya berdoa, Pak Ali Mukhni terpilih kembali menjadi bupati untuk periode yang kedua," kata pria yang memasuki periode kedua sebagai Bupati Trenggalek itu.
Bupati Ali Mukhni mengatakan, program dan kegiatan pemerintah daerah berjalan lancar karena adanya dukungan dari DPRD, perantau dan masyarakat. Ia mengaku, hanya seorang manusia lemah, tidak punya kekuatan apapun. Hanya ridho Allah yang menjadi penyemangat dalam berbuat yang terbaik bagi masyarakat.
"Kita bekerja, bekerja dan bekerja untuk masyarakat. Kalau masalah maju atau tidak, kita lihat nanti," kata Bupati Ali Mukhni yang juga Ketua LSM Pekat Indoensia Bersatu itu.
Usai berdiskusi diruang kerjanya, Bupati Ali Mukhni mengajak Bupati Trenggalek Mulyadi untuk melihat kebun binatang mini dan refleksi area di kawasan ibukota kabupaten di Parit Malintang. (525)
--------------------------------------------
Tekad Bupati Ali Mukhni
Menjadikan Masjid Agung Syekh Burhanuddin Termegah di Sumbar
Padang Pariaman--Kabupaten Padang Pariaman siap jadi tuan rumah MTQ Tingkat Provinsi Sumatera Barat tahun 2017 mendatang. Hal tersebut disampaikan Bupati Ali Mukhni pada wirid rutin di Masjid Agung Syekh Burhanudin, Ulakan, Jumat (5/12) lalu.
"Dengan mengucapkan bismilahhirahmanirrahim, Padang Pariaman siap menjadi tuan rumah MTQ tingkat Sumbar tahun 2017 mendatang. Mohon doa seluruh aparatur, serta dukungan masyarakat ranah dan rantau," kata Bupati Ali Mukhni yang juga Ketua Umum LPTQ Padang Pariaman itu.
Ia berencana menjadikan Masjid Agung Syekh Burhanuddin sebagai lokasi utama pelaksanaan MTQ tersebut. Saat ini masjid itu terlihat megah dan memiliki disain interior yang mewah. Dibawah kepempimpinannya, Ali Mukhni bertekad menjadikan masjid tersebut yang termegah di Sumbar.
Ali Mukhni mengatakan, Masjid Agung saat ini dalam proses finishing, yaitu pengecatan bangunan dan pengecatan gobah warna kuning emas. Disamping itu, juga dipasang lampu hias didalam masjid dan lampu sorot di luar masjid.
Ia yakin, pada tahun 2015 seluruh pembangunan Masjid Agung telah selesai 100 persen. Termasuk pembuatan taman, perpustakaan dan sarana pendukung lainnya. "Saya bercita-cita menjadikan masjid ini menjadi mesjid yang termegah di Sumbar. Insya Allah tahun 2015, bangunan fisik telah selesai 100 persen," kata dia.
Semuanya terwujud, adanya kebersamaan dengan DPRD serta doa dan dukungan masyarakat ranah dan rantau. Pada kesempatan itu, ia juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh donatur yang turut membantu pembangunan masjid yang dilettakan batu pertamanya oleh Alm. Taufik Kiemas (Suami mantan Presiden Megawati Soekarnoputri) pada tahun 2004. Tak lupa ia ucapkan terima kasih kepada PT. Semen Padang dan PT. Angkasa Pura II atas sumbangan lampu hias yang mewah untuk didalam mesjid. Masjid Agung terletak di Nagari Ulakan, tepatnya di komplek makam Syekh Burhanuddin, yang merupakan ulama besar, dan orang pertama mengembangkan ajaran Islam di Minangkabau. (525)
----------------------------------------------------------
Iddarussalam Dikukuhkan Jadi Pengurus Masjid Raya Ringan-Ringan
Padang Pariaman--Korong Ringan-Ringan, Nagari Pakandangan, Kecamatan Enam Lingkung menggelar wirid bulanan, serta pengangkatan pengurus Masjid Raya Ringan-Ringan, Sabtu (6/12) lalu.
"Acara ini digelar, dalam rangka menambah wawasan agama Islam serta siarnya agama, dan pengukuhan pengurus masjid periode 2014-2019 di korong ini," ucap Wakil Ketua I dan Wakil II pengurus masjid, Iddarussalam Tuanku Sutan dan Muslim Tuanku Bagindo.
Iddarussalam yang juga kepala BKD Padang Pariaman ini menyebutkan, acara ini sangat penting sekali artinya bagi perkembangan dan kemajuan Korong Ringan-Ringan. Sebab, sebelum ini aktifitas korong belum jalan. Pengurus bertekat, untuk menyemarakkan korong ini.
"Acara ini diawali shalat Isya terlebih dahulu. Kemudian dilanjutkan dengan wirid bulanan, menghadirkan ustaz M. Ilyas, dan pengukuhan pengurus masjid periode 2014-2019," tambah Iddarusalam.
Sementara, Walikorong Ringan-Ringan Hasan Basri berharap kepada pengurus saat ini, untuk memajukan masjid kedepan. Hal ini berdasarkan keputusan rapat bersama, yang harus pula dijalankan pengurus. (525)
Padang Pariaman--Menyikapi lahirnya undang-undang nomor 6 tahun 2014, tentang Pemerintahan Desa, Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP), dan Pemkab Padang Pariaman melakukan survey kesiapan desa, dalam menyongsong implementasi peraturan tersebut. Yang menjadi lokus; Kantor Walinagari Lubuk Alung, dalam survei yang dilakukan, Kamis (4/12) tersebut.
Direktur Pengawasan Penyelenggaraan Keuangan Daerah Wiayah III, Sri Penny Ratnasari mengatakan, survey ini penting untuk mengetahui sejauhmana kesiapan daerah, baik SDM, sarana prasarana dan perangkat pendukung lainnya.
"Tujuan kami kesini untuk survey kesiapan desa atau nagari dalam menyongsong implementasi UU Nomor 6 tahun 2014. Saya kira masih banyak yang perlu dibenahi untuk pengelolaan keuangan, sesuai ketentuan yang berlaku," kata pejabat BPKP tersebut.
Sri Penny menjelaskan, masih ada perangkat desa yang menggunakan laporan keuangan secara manual. Ini dikarenakan masalah sumber daya manusia yang kurang, terbatasnya sarana dan kurangnya pelatihan bagi aparatur desa. Ia khawatir, implementasi UU tersebut akan menjerat aparatur nagari ke ranah hukum.
"Jadi yang perlu disiapkan, adalah sumber daya manusia. Setelah itu, lengkapi sarana penunjang seperti komputer, laptop dan bila perlu ada jaringan internet. Yang tak kalah penting, adakan pelatihan mengenai pengelolaan keuangan bagi aparatur nagari secara kontinyu," kata Sri.
Menanggapi masukan dari BPKP tersebut, Bupati Ali Mukhni mengatakan, untuk menyonsong UU nomor 6 tahun 2014, pihaknya telah melakukan berbagai strategi dan persiapan. Diantaranya, memprioritaskan pengangkatan tenaga akuntansi pada penerimaan CPNS tahun 2014. Dimana dari 36 formasi, hampir separuhnya diisi oleh tenaga akuntasi yang terdiri dari enam orang S-1 Akuntasi, dan 10 orang dari D-III Akuntasi.
Bupati Ali Mukhni juga membuat inovasi dan terobosan, membantu perangkat nagari dalam pengelolaan keuangan yang disebut Akuntan Masuk Nagari. Artinya, tenaga akuntansi yang ada di intansinya akan melakukan pembinaan ke nagari-nagari. Ia berharap, dengan program tersebut akan mengurangi kesalahan dalam pertanggungjawaban keuangan nagari.
"Insya allah, kita membuat inovasi dalam pelayanan pengelolaan keuangan daerah. Saya kira, ini pertama kali di Sumbar. Dengan tujuan untuk mewujudkan pengelolaan keuangan yang bersih dan semangat good govenance dan clean govenrment," kata Bupati Ali Mukhni yang meraih opini Wajar Tanpa Pengeculian (WTP) dari BPK itu.
Ali Mukhni berharap, dengan adanya survey kesiapan daerah ini, akan memacu pemerintah daerah dalam akselerasi pengelolaan keungan daerah, sehingga tidak ada perangkat nagari yang berhadapan dengan pihak penegak hukum. (525)
--------------------------------------------------------
Bupati Trenggalek Doakan Ali Mukhni Kembali Pimpin Padang Pariaman
Padang Pariaman--Setelah dikunjungi Ketua Tim penggerak PKK Sumbar, Pemkab Padang Pariaman menerima kunjungan kerja Bupati Trenggalek, Jawa Timur beserta rombongan yang diterima langsung Bupati Ali Mukhni di ruang kerjanya, Kamis (4/12) lalu.
Bupati Trenggalek, Mulyadi mengatakan bahwa kunjungan kerjanya ke Padang Pariaman untuk bertukar pikiran mengenai penanggulangan bencana dan pembangunan infrastruktur. "Kami menilai, Padang Pariaman berhasil dalam pengelolaan bencana, dan saat ini dijadikan sebagai pusat pembangunan mega proyek di Sumatera Barat," kata Bupati Mulyadi.
Selain itu, ia tertarik datang dan melihat langsung Padang Pariaman, karena daerah ini dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di Sumbar. Padahal Padang Pariaman daerah terparah pascagempa 2009 lalu. Tentunya dibutuhkan kepala daerah yang benar-benar bekerja ekstra dan melakukan inovasi disegala bidang. Disamping itu diperlukan kepala daerah yang jago lobi sehingga kegiatan mega proyek dapat ditarik ke daerah. Tentunya pekerjaan itu tidak mudah dan tidak ada pula sekolahnya. Namun perlu kegigihan dan semangat pantang menyerah, manfaatkan potensi perantau dan disertai doa seluruh masyarakat.
Setelah berdiskusi cukup lama bersama Bupati Ali Mukhni, ia mengaku banyak menerima masukan dan saran dalam membangun daerah. Pesatnya pembangunan Padang Pariaman berkat tangan dingin dan kerja keras Bupati Ali Mukhni.
"Pak Bupati Ali Mukhni mirip sama Pakde Karwo, Gubernur Jatim. Orangnya suka humor, rendah hati, pekerja keras dan religius. Saya baru kali ini bertemu, tapi langsung akrab. Masyarakat Padang Pariaman sangat beruntung memiliki pemimpin seperti beliau. Saya berdoa, Pak Ali Mukhni terpilih kembali menjadi bupati untuk periode yang kedua," kata pria yang memasuki periode kedua sebagai Bupati Trenggalek itu.
Bupati Ali Mukhni mengatakan, program dan kegiatan pemerintah daerah berjalan lancar karena adanya dukungan dari DPRD, perantau dan masyarakat. Ia mengaku, hanya seorang manusia lemah, tidak punya kekuatan apapun. Hanya ridho Allah yang menjadi penyemangat dalam berbuat yang terbaik bagi masyarakat.
"Kita bekerja, bekerja dan bekerja untuk masyarakat. Kalau masalah maju atau tidak, kita lihat nanti," kata Bupati Ali Mukhni yang juga Ketua LSM Pekat Indoensia Bersatu itu.
Usai berdiskusi diruang kerjanya, Bupati Ali Mukhni mengajak Bupati Trenggalek Mulyadi untuk melihat kebun binatang mini dan refleksi area di kawasan ibukota kabupaten di Parit Malintang. (525)
--------------------------------------------
Tekad Bupati Ali Mukhni
Menjadikan Masjid Agung Syekh Burhanuddin Termegah di Sumbar
Padang Pariaman--Kabupaten Padang Pariaman siap jadi tuan rumah MTQ Tingkat Provinsi Sumatera Barat tahun 2017 mendatang. Hal tersebut disampaikan Bupati Ali Mukhni pada wirid rutin di Masjid Agung Syekh Burhanudin, Ulakan, Jumat (5/12) lalu.
"Dengan mengucapkan bismilahhirahmanirrahim, Padang Pariaman siap menjadi tuan rumah MTQ tingkat Sumbar tahun 2017 mendatang. Mohon doa seluruh aparatur, serta dukungan masyarakat ranah dan rantau," kata Bupati Ali Mukhni yang juga Ketua Umum LPTQ Padang Pariaman itu.
Ia berencana menjadikan Masjid Agung Syekh Burhanuddin sebagai lokasi utama pelaksanaan MTQ tersebut. Saat ini masjid itu terlihat megah dan memiliki disain interior yang mewah. Dibawah kepempimpinannya, Ali Mukhni bertekad menjadikan masjid tersebut yang termegah di Sumbar.
Ali Mukhni mengatakan, Masjid Agung saat ini dalam proses finishing, yaitu pengecatan bangunan dan pengecatan gobah warna kuning emas. Disamping itu, juga dipasang lampu hias didalam masjid dan lampu sorot di luar masjid.
Ia yakin, pada tahun 2015 seluruh pembangunan Masjid Agung telah selesai 100 persen. Termasuk pembuatan taman, perpustakaan dan sarana pendukung lainnya. "Saya bercita-cita menjadikan masjid ini menjadi mesjid yang termegah di Sumbar. Insya Allah tahun 2015, bangunan fisik telah selesai 100 persen," kata dia.
Semuanya terwujud, adanya kebersamaan dengan DPRD serta doa dan dukungan masyarakat ranah dan rantau. Pada kesempatan itu, ia juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh donatur yang turut membantu pembangunan masjid yang dilettakan batu pertamanya oleh Alm. Taufik Kiemas (Suami mantan Presiden Megawati Soekarnoputri) pada tahun 2004. Tak lupa ia ucapkan terima kasih kepada PT. Semen Padang dan PT. Angkasa Pura II atas sumbangan lampu hias yang mewah untuk didalam mesjid. Masjid Agung terletak di Nagari Ulakan, tepatnya di komplek makam Syekh Burhanuddin, yang merupakan ulama besar, dan orang pertama mengembangkan ajaran Islam di Minangkabau. (525)
----------------------------------------------------------
Iddarussalam Dikukuhkan Jadi Pengurus Masjid Raya Ringan-Ringan
Padang Pariaman--Korong Ringan-Ringan, Nagari Pakandangan, Kecamatan Enam Lingkung menggelar wirid bulanan, serta pengangkatan pengurus Masjid Raya Ringan-Ringan, Sabtu (6/12) lalu.
"Acara ini digelar, dalam rangka menambah wawasan agama Islam serta siarnya agama, dan pengukuhan pengurus masjid periode 2014-2019 di korong ini," ucap Wakil Ketua I dan Wakil II pengurus masjid, Iddarussalam Tuanku Sutan dan Muslim Tuanku Bagindo.
Iddarussalam yang juga kepala BKD Padang Pariaman ini menyebutkan, acara ini sangat penting sekali artinya bagi perkembangan dan kemajuan Korong Ringan-Ringan. Sebab, sebelum ini aktifitas korong belum jalan. Pengurus bertekat, untuk menyemarakkan korong ini.
"Acara ini diawali shalat Isya terlebih dahulu. Kemudian dilanjutkan dengan wirid bulanan, menghadirkan ustaz M. Ilyas, dan pengukuhan pengurus masjid periode 2014-2019," tambah Iddarusalam.
Sementara, Walikorong Ringan-Ringan Hasan Basri berharap kepada pengurus saat ini, untuk memajukan masjid kedepan. Hal ini berdasarkan keputusan rapat bersama, yang harus pula dijalankan pengurus. (525)
Terdapat 10 OPD Serapan Anggarannya Rendah di Padang Pariaman
Parit Malintang--Mengawali hari pertama kerja tahun anggaran 2018, selepas apel gabungan, Bupati Padang Pariaman Ali Mukhni pimpin langsung rapat evaluasi kinerja tahun 2017 dengan jajarannya di ruang rapat Sekretariat Daerah di IKK, Parit Malintang, Selasa (2/1).
Rapat evaluasi dihadiri Wakil Bupati Padang Pariaman Suhatri Bur dan seluruh Kepala OPD, Kepala Bagian dan beberapa pejabat eselon III di lingkungan Pemkab Padang Pariaman.
Di awal rapat, Bupati Ali Mukhni langsung menyorot sepuluh OPD yang realisasi anggarannya di bawah tahun 2016. Sepuluh OPD itu adalah Dinas Kearsipan dan Perpustakaan, Kantor Kesbangpol, Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Dinas Pengendalian Penduduk dan KB, Dinas Perdagangan Tenaga Kerja Koperasi dan UKM, Sekretariat DPRD, Dinas Kesehatan (di luar JKN), BPBD, Dinas Lingkungan Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (di luar dana BOS).
Bupati memperingatkan kesepuluh OPD tersebut bahwa hasil menjadi patokan yang esensial untuk menilai kinerja OPD. Kecuali Dinas Lingkungan Hidup yang diakui Ali Mukhni mengetahui benar kenapa serapan anggarannya rendah dibanding tahun sebelumnya.
"Saya tau persis kenapa serapan anggaran Dinas Lingkungan Hidup rendah, karena faktor di luar kendali kita seperti penggantian lahan yang terimbas pembangunan tidak bisa kita desak sesuai jadwal dan rencana yang kita tetapkan," jelas Ali Mukhni.
Selanjutnya Ali Mukhni menjelaskan aturan baru, terkait penggunaan dan pengelolaan Dana Alokasi Khusus (DAK) 2018 yang berbeda dari tahun sebelumnya. "Jika tidak terealisir sampai bulan Juli maka pembiayaannya dibebankan ke APBD masing-masing atau melalui Dana Alokasi Umum (DAU)," ingat Ali Mukhni, bupati dua periode itu.
Untuk itu, Bupati Ali Mukhni yang Ketua DPW PAN Sumbar ini menyarankan, minggu ini proyek yang dibiayai DAK segera ditenderkan melalui Bagian LPBJ. Dia pun memerintahkan Sekda untuk mengedarkan surat tentang percepatan pelelangan proyek yang dibiayai DAK.
Ali Mukhni berharap, pada akhir Januari, kegiatan fisik sudah bisa dilaksanakan. "Target kita, November 2018 tidak ada lagi kegiatan fisik. Sebab November sampai Desember cuaca tidak mendukung kegiatan fisik," kata dia.
Dia berharap, APBD 2018 dapat diserap 100 persen. Ini sesuai dengan instruksi bapak Presiden RI yang selalu mengingatkan soal serapan ini. Kalau serapan anggaran itu tinggi berarti uang negara benar-benar terserap dan dirasakan masyarakat.
Kemudian, katanya, DAU yang sifatnya lanjutan juga sudah bisa dilelang bersamaan dengan DAK. Contoh rumah dinas bupati, masjid raya, dan lain-lain.
Sementara itu, Kepala BPKD Hanibal melaporkan bahwa total serapan anggaran Pemkab Padang Pariaman tahun 2017 mencapai target yang ditetapkan bupati sebesar 97 persen. (501)
Rapat evaluasi dihadiri Wakil Bupati Padang Pariaman Suhatri Bur dan seluruh Kepala OPD, Kepala Bagian dan beberapa pejabat eselon III di lingkungan Pemkab Padang Pariaman.
Di awal rapat, Bupati Ali Mukhni langsung menyorot sepuluh OPD yang realisasi anggarannya di bawah tahun 2016. Sepuluh OPD itu adalah Dinas Kearsipan dan Perpustakaan, Kantor Kesbangpol, Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Dinas Pengendalian Penduduk dan KB, Dinas Perdagangan Tenaga Kerja Koperasi dan UKM, Sekretariat DPRD, Dinas Kesehatan (di luar JKN), BPBD, Dinas Lingkungan Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (di luar dana BOS).
Bupati memperingatkan kesepuluh OPD tersebut bahwa hasil menjadi patokan yang esensial untuk menilai kinerja OPD. Kecuali Dinas Lingkungan Hidup yang diakui Ali Mukhni mengetahui benar kenapa serapan anggarannya rendah dibanding tahun sebelumnya.
"Saya tau persis kenapa serapan anggaran Dinas Lingkungan Hidup rendah, karena faktor di luar kendali kita seperti penggantian lahan yang terimbas pembangunan tidak bisa kita desak sesuai jadwal dan rencana yang kita tetapkan," jelas Ali Mukhni.
Selanjutnya Ali Mukhni menjelaskan aturan baru, terkait penggunaan dan pengelolaan Dana Alokasi Khusus (DAK) 2018 yang berbeda dari tahun sebelumnya. "Jika tidak terealisir sampai bulan Juli maka pembiayaannya dibebankan ke APBD masing-masing atau melalui Dana Alokasi Umum (DAU)," ingat Ali Mukhni, bupati dua periode itu.
Untuk itu, Bupati Ali Mukhni yang Ketua DPW PAN Sumbar ini menyarankan, minggu ini proyek yang dibiayai DAK segera ditenderkan melalui Bagian LPBJ. Dia pun memerintahkan Sekda untuk mengedarkan surat tentang percepatan pelelangan proyek yang dibiayai DAK.
Ali Mukhni berharap, pada akhir Januari, kegiatan fisik sudah bisa dilaksanakan. "Target kita, November 2018 tidak ada lagi kegiatan fisik. Sebab November sampai Desember cuaca tidak mendukung kegiatan fisik," kata dia.
Dia berharap, APBD 2018 dapat diserap 100 persen. Ini sesuai dengan instruksi bapak Presiden RI yang selalu mengingatkan soal serapan ini. Kalau serapan anggaran itu tinggi berarti uang negara benar-benar terserap dan dirasakan masyarakat.
Kemudian, katanya, DAU yang sifatnya lanjutan juga sudah bisa dilelang bersamaan dengan DAK. Contoh rumah dinas bupati, masjid raya, dan lain-lain.
Sementara itu, Kepala BPKD Hanibal melaporkan bahwa total serapan anggaran Pemkab Padang Pariaman tahun 2017 mencapai target yang ditetapkan bupati sebesar 97 persen. (501)
Senin, 01 Januari 2018
102 Santri Ikuti Khatam Quran dan Pekan Muharram
Sintuak--Sebanyak 102 santri dan santriwati se Kecamatan Sintuak Toboh Gadang, Padang Pariaman mengikuti upacara khatam Quran. Khatam yang dilakukan Ikatan Guru Mengaji (IGM) kecamatan, Minggu lalu itu, disamping penyerahan ijazah, juga dilakukan pawai takruf yang dimulai dari depan Kantor KUA sampai Masjid Al-Hasanatain, tempat khatam dipusatkan.
Syafril, Ketua IGM Kecamatan Sintuak Toboh Gadang bersama Penyuluh Agama Fungsional, Misjawati Zen menyebutkan, bahwa khatam kali ini diikuti 16 TPA/TPSA dan MDA, dari lebih sebanyak itu lembaga pendidikan surau di kecamatan ini. "Disamping acara khatam Quran gabungan, kita juga sekalian menggelar perayaan pekan Muharram," katanya.
Pawai dilepas langsung Kepala KUA kecamatan ini, Syafri Yendri. Sementara, penyerahan ijazah santri dilakukan Wabup Padang Pariaman, H. Damsuar Datuak Bandaro Putiah. "Alhamdulillah, meskipun tak dihadiri Camat Sintuak Toboh Gadang, acara khatam Quran dan perayaan pekan Muharram berlangsung meriah dan sukses. Semua orangtua satri juga ikut hadir melihat prosesi demikian," kata dia lagi.
Misjawati menambahkan, khatam Quran merupakan bagian terpenting oleh santri yang tengah menuntut ilmu di masjid dan surau. Dan itu bukanlah akhir dari perjalanan untuk mendalami ilmu Quran itu sendiri. Melainkan, khatam sebagai langkah awal untuk terus melanjutkan ke jenjang yang lebih tingginya.
Untuk itu, dia ingin semua TPA/TPSA dan MDA yang ada di Kecamatan Sintuak Toboh Gadang untuk bisa secara bersama-sama melakukan hal tersebut. "Dengan semakin banyaknya peserta yang ikut, tentu akan menambah gairah dan semangat para santri itu sendiri, sekaligus menampakkan semaraknya syiar agama Islam," ungkap Misjawati. (525)
----------------------------------------------
Syamsuardi Siap Melanjutkan Bengkalai Lama
Parit Malintang--Nagari Parit Malintang, Kecamatan Enam Lingkung adalah nagari yang telah lama jadi Ibukota Kabupaten (IKK) Padang Pariaman. Enam tahun sudah Syamsuardi memipin nagari itu dengan segala daya dan upaya, serta potensi nagari yang terus dikembangkannya. Dia ingin, semua pekerjaan rumah yang masih terbengkalai itu dituntaskan pada periode enam tahun kedepan.
Untuk ini, Syamsuardi telah menyatakan sikap dan komitmennya untuk kembali maju menjadi calon Walinagari Parit Malintang untuk periode yang akan datang. "Dorongan masyarakat, membuat saya meneruskan bengkalai ini. Sebab, masih banyak persoalan yang harus kita selesaikan di nagari ini," kata dia pada Singgalang, kemarin di Parit Malintang.
Syamsuardi yang saat ini masih menjabat Walinagari Parit Malintang melihat, nagari yang dia pimpin itu punya banyak potensi yang hingga sekarang belum sepenuhnya tergarap dengan maksimal. Kehadiran IKK di Korong Pasa Dama, jelas merubah banyak wajah Parit Malintang itu sendiri.
Menurut Syamsuardi, persoalan yang paling berat di Parit Malintang, adalah penyelesaian tanah IKK. "Kita ingin, semua masyarakat yang telah memberikan tanahnya untuk itu, merasa senang. Ada sekitar 30 hektare lagi yang harus dituntaskan, dari 100 hektare yang diperuntukkan untuk itu," kata dia.
"Alhamdulillah, semua persyaratan pencalonan telah diselesaikan dengan panitia pemilihan walinagari. Jumat ini, Bamus Nagari Parit Malintang melakukan rapat paripurna, menetapkan calon yang akan bertanding awal Desember mendatang," ujarnya.
Dia mohon dukungan moril dari seluruh masyarakat Parit Malintang untuk kesuksesan Pilwana demikian. "Suksesnya Pilwana, adalah kesuksesan masyarakat secara keseluruhan. Semua calon adalah putra dan tokoh masyarakat Parit Malintang," sebutnya. (525)
--------------------------------------------------------
Padang Pariaman
8 dari 17 Pengurus PK KNPI Telah Dilantik dan Dikukuhkan
Pariaman--DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Padang Pariaman terus melakukan konsolidasi organisasi. Pengurus Kecamatan (PK) KNPI yang telah habis masa berlakunya, langsung diperbaharui, sesuai tuntutan pemuda yang ada di kecamatan terkait.
"Alhamdulillah, sampai saat ini sebanyak delapan PK KNPI telah diperbaharui SK-nya, dan telah pula dilantik dan dikukuhkan. Yang delapan itu; PK KNPI Kecamatan Batang Anai, Sintuak Toboh Gadang, dan Lubuk Alung yang secara bersamaan dikukuhkan secara serentak di Lubuk Alung tiga hari yang lalu," kata Ketua DPd KNPI Padang Pariaman Vifner.
Kemudian lanjutnya, PK KNPI Kecamatan V Koto Kampuang Dalam dan Kecamatan V Koto Timur, dikukuhkan tanggal 8 November lalu di Kampuang Dalam. Rabu malam kemarin, tiga PK KNPI di Kecamatan VII Koto lama; Kecamatan Padang Sago, Patamuan dan VII Koto Sungai Sariak pun dilantik secara bersamaan di Patamuan.
Memurutnya, tinggal sembilan kecamatan lagi, yang PK KNPI-nya sedang dalam proses untuk dilantik. Semua SK-nya telah selesai. "Pokoknya, November ini, semua PK KNPI di 17 kecamatan telah selesai pelantikannya, sehingga konsolidasi berikutnya dilanjutkan pula," kata Vifner yang Ketua KPU Padang Pariaman ini.
Vifner minta partisipasi pemuda yang tergabung dalam PK KNPI di kecamatan Dapil I dan Dapil III, yang belum menentukan jadwal pelantikannya, untuk segera berkonsultasi dengan camat dan Muspika, serta OKP setempat. Sebab, target menyelesaikan semuanya pada bulan ini, harus terpenuhi dengan baik dan benar.
Dengan itu, kata Vifner, pada momen Musda KNPI Padang Pariaman nantinya, semua PK KNPI telah punya legalitas resmi, dan punya suara sah untuk menentukan sikapnya dalam melanjutkan estapet kepemimpinan KNPI daerah ini. (525)
-------------------------------------------------------------
Tiga Balon Walinagari Koto Baru
Padang Sago-- Panitia Pemilihan Walinagari (Pilwana) Koto Baru, Kecamatan Padang Sago, Kamis kemarin bersama Bamus menetapkan tiga nama calon walinagari satempat. Hasil ketetapan itulah yang akan diajukan ke Bupati Padang Pariaman melalui Bagian Pemerintahan Nagari untuk di-SK-kan sebagai calon.
Ketua Panitia Pilwana Koto Baru, Tuanku Afredison kepada Singgalang menyebutkan, ketiga nama itu; Budi Afridona, H. Zulhendra Yani, dan Zainuddin. "Insya Allah, sesuai agenda yang telah ditetapkan, Pilwana akan digelar akhir bulan ini juga," kata dia.
Nagari Koto Baru yang selama ini dipimpin Agus Salim Datuak Rangkayo Basa, baru saja menghabiskan masa tugasnya dua periode akhir Oktober lalu. Sebanyak 1.654 masyarakat pemilih di nagari itu akan menentukan masa depannya untuk enam tahun kedepan. Jumlah pemilih sebanyak itu tersebar dalam empat korong yang ada di nagari itu. Mulai dari Korong Tungka Kampuang Panyalai, Cubadak Tanah Runtuah, Solok Pintu Gabang, dan Korong Kapuah.
Afredison berharap, proses pengajuan SK dari Bupati Padang Pariaman Ali Mukhni tidak memakan waktu lama. Dan semoga saja, waktu pemilihan yang telah ditetapkan tanggal 30 November ini tidak ada perubahannya.
Selaku panitia, pihaknya ingin Pilwana berjalan sesuai harapan. Apalagi, tiga orang calon yang ditetapkan itu merupakan putra terbaik nagari ini, yang tentunya punya kemampuan untuk melanjutkan tongkat kepemimpinan di tengah masyarakat nagari.
"Apa yang dihasilkan nantinya, itulah yang terbaik buat masyarakat. Besar harapan, Pilwana yang akan dilakukan tersebut membawa angin perubahan nagari kearah yang lebih baik lagi," ujarnya. (525)
-----------------------------------------------------
Curah Hujan Semakin Tinggi
BPBD Padang Pariaman Terus Berpatroli
Pariaman--Meskipun musim hujan sejak beberapa hari belakangan ini tidak menimbulkan musibah, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Padang Pariaman tetap waspada, dan selalu melakukan patroli tiap malamnya.
Kepala BPBD Padang Pariaman Amiruddin kepada Singgalang, kemarin melihat dampak dari musim hujan yang senantiasa terjadi tiap hari, masih dianggap taraf normal. "Alhamdulillah, hanya luapan sungai secara biasa-biasa saja. Namun, tentu masyarakat kita minta tetap waspada," kata dia.
Seperti luapan Sungai Batang Tapakis yang sempat naik volumenya dari yang biasa. Begitu juga sungai besar lainnya; Batang Anai, Batang Nareh, Batang Mangoi, juga sedikit mengalami perubahan. Paling tidak, dari warna yang jernih, menjadi agak keruh.
Seperti diketahui, Padang Pariaman termasuk daerah yang paling rawan terhadap bencana. Mulai dari gempa bumi, longsor, angin puting beliung, kebakaran, dan sejumlah musibah lainnya.
Amiruddin bersama personilnya terus melakukan peantauan, dan berkeliling di wilayah tugasnya, memantau berbagai kemungkinan terburuk yang akan terjadi, akibat curah hujan yang semakin tinggi.
Hal itu dilakukannya, sesuai bidang tugas dan fungsinya selaku pengelola BPBD. Dia berharap, partisipasi masyarakat, bila terjadi hal-hal buruk untuk cepat-cepat diberitahu, agar bisa ditanggulangi dengan baik. (525)
------------------------------------------------------------
Ikut Apresiasi Tingkat Sumbar
IGTKI Padang Pariaman Kirim Utusan
Pariaman--Apresiasi Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) se Sumatera Barat yang diadakan Dinas Pendidikan Provinsi di Mifan, Padang Panjang, Senin-Rabu (17-19/11) diikuti lima lembaga PAUD di Padang Pariaman. Tentunya yang kelima PAUD itu, setelah dilakukan seleksi oleh Dinas Pendidikan Bidang PNFI daerah itu.
Sekretaris Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia (IGTKI) Padang Pariaman, Rusmaini kepada Singgalang menyebutkan, kelima lembaga yang ikut ambil bagian di Padang Pariaman itu; TK Pembina Parit Malintang, Kecamatan Enam Lingkung, TK Wadesma, Pauh Kambar, Kecamatan Nan Sabaris, TK Bundo Kanduang, Lubuk Alung, TK Sari Bulan, Sintuak, Kecamatan Sintuak Toboh Gadang, dan TK Kober Delima, komplek BIM, Kecamatan Batang Anai.
Selama acara apresiasi, anak-anak itu akan mengikuti lomba menggambar, baca surat pendek, lomba menari, menyanyi, dan lomba senam. "Persiapan untuk mengikuti hal itu telah dilakukan dengan berbagai upaya, termasuk latihan selama dua pekan yang diadakan di TK Pembina, Parit Malintang, dan TK Wadesma, Pauh Kambar," kata Rusmaini.
Menurutnya, selama mengikuti apresiasi demikian, semua peserta yang berjumlah lima anak itu didampingi IGKTI, Penilik PAUD, dan Pengawas TK Dinas Pendidikan Padang Pariaman. "Kita berharap, karena ini mempertaruhkan nama daerah, dukungan penuh dari pemerintah dan masyarakat," harapnya.
"Apresiasi tahun lalu, Padang Pariaman pernah meraih prestasi. Tentunya, lomba tahun ini, prestasi demikian bisa dipertahankan, dan ditingkatkan. Untuk itu, besar sekali harapan kami, doa dan dukungan moril dari semua masyarakat Padang Pariaman, agar peserta daerah ini tampil maksimal, dan membuahkan hasil yang memuaskan pula, sesuai harapan. (525)
--------------------------------------------------
Diikuti 2.000 Anak TK dan Kober
Peragaan Manasik Haji Paling Sukses yang Pernah Dilakukan IGTKI
Enam Lingkung--Peragaan manasik haji murid TK dan Kelompok Bermain (Kober) yang dilakukan Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia (IGTKI) Kabupaten Padang Pariaman, Kamis lalu di Lapangan Sepakbola Padang Bungo, Nagari Gadua, Kecamatan Enam Lingkung meriah dan sukses.
Menurut Sekretaris IGTKI Padang Pariaman, Rusmaini, acara itu diikuti sekitar 2.000 lebih anak TK dan Kober se Padang Pariaman. Semua anak-anak mengikuti apa yang menjadi kewajiban dalam manasik haji itu sendiri.
Katanya, IGKTI selalu mengadakan acara itu setiap tahunnya. Dan peragaan manasik Kamis lalu itu sudah yang ke-11 kali. Artinya, telah berjalan selama 11 tahun di Padang Pariaman. Dibuka langsung Bupati Padang Pariaman Ali Mukhni, Kepala Kemenag, Muspida, dan sejumlah Kepala SKPD dilingkungan Pemkab.
"Alhamdulillah, peragaan manasik haji kali ini terkesan paling meriah dari 10 kali yang telah diadakan sebelumnya. Sehingga, kekuatan lembaga pendidikan itu semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat," ungkap Rusmaini.
Rusmaini menyebutkan, setiap tahun peragaan manasik haji itu selalu digilirkan tempatnya. "Semua peralatan yang dibutuhkan dalam peragaan manasik demikian, telah dipunyai oleh IGTKI. Seperti Ka'bah yang dibuat dari triplek yang bisa dibongkar pasang, serta peralatan lainnya," sebutnya. (525)
Syafril, Ketua IGM Kecamatan Sintuak Toboh Gadang bersama Penyuluh Agama Fungsional, Misjawati Zen menyebutkan, bahwa khatam kali ini diikuti 16 TPA/TPSA dan MDA, dari lebih sebanyak itu lembaga pendidikan surau di kecamatan ini. "Disamping acara khatam Quran gabungan, kita juga sekalian menggelar perayaan pekan Muharram," katanya.
Pawai dilepas langsung Kepala KUA kecamatan ini, Syafri Yendri. Sementara, penyerahan ijazah santri dilakukan Wabup Padang Pariaman, H. Damsuar Datuak Bandaro Putiah. "Alhamdulillah, meskipun tak dihadiri Camat Sintuak Toboh Gadang, acara khatam Quran dan perayaan pekan Muharram berlangsung meriah dan sukses. Semua orangtua satri juga ikut hadir melihat prosesi demikian," kata dia lagi.
Misjawati menambahkan, khatam Quran merupakan bagian terpenting oleh santri yang tengah menuntut ilmu di masjid dan surau. Dan itu bukanlah akhir dari perjalanan untuk mendalami ilmu Quran itu sendiri. Melainkan, khatam sebagai langkah awal untuk terus melanjutkan ke jenjang yang lebih tingginya.
Untuk itu, dia ingin semua TPA/TPSA dan MDA yang ada di Kecamatan Sintuak Toboh Gadang untuk bisa secara bersama-sama melakukan hal tersebut. "Dengan semakin banyaknya peserta yang ikut, tentu akan menambah gairah dan semangat para santri itu sendiri, sekaligus menampakkan semaraknya syiar agama Islam," ungkap Misjawati. (525)
----------------------------------------------
Syamsuardi Siap Melanjutkan Bengkalai Lama
Parit Malintang--Nagari Parit Malintang, Kecamatan Enam Lingkung adalah nagari yang telah lama jadi Ibukota Kabupaten (IKK) Padang Pariaman. Enam tahun sudah Syamsuardi memipin nagari itu dengan segala daya dan upaya, serta potensi nagari yang terus dikembangkannya. Dia ingin, semua pekerjaan rumah yang masih terbengkalai itu dituntaskan pada periode enam tahun kedepan.
Untuk ini, Syamsuardi telah menyatakan sikap dan komitmennya untuk kembali maju menjadi calon Walinagari Parit Malintang untuk periode yang akan datang. "Dorongan masyarakat, membuat saya meneruskan bengkalai ini. Sebab, masih banyak persoalan yang harus kita selesaikan di nagari ini," kata dia pada Singgalang, kemarin di Parit Malintang.
Syamsuardi yang saat ini masih menjabat Walinagari Parit Malintang melihat, nagari yang dia pimpin itu punya banyak potensi yang hingga sekarang belum sepenuhnya tergarap dengan maksimal. Kehadiran IKK di Korong Pasa Dama, jelas merubah banyak wajah Parit Malintang itu sendiri.
Menurut Syamsuardi, persoalan yang paling berat di Parit Malintang, adalah penyelesaian tanah IKK. "Kita ingin, semua masyarakat yang telah memberikan tanahnya untuk itu, merasa senang. Ada sekitar 30 hektare lagi yang harus dituntaskan, dari 100 hektare yang diperuntukkan untuk itu," kata dia.
"Alhamdulillah, semua persyaratan pencalonan telah diselesaikan dengan panitia pemilihan walinagari. Jumat ini, Bamus Nagari Parit Malintang melakukan rapat paripurna, menetapkan calon yang akan bertanding awal Desember mendatang," ujarnya.
Dia mohon dukungan moril dari seluruh masyarakat Parit Malintang untuk kesuksesan Pilwana demikian. "Suksesnya Pilwana, adalah kesuksesan masyarakat secara keseluruhan. Semua calon adalah putra dan tokoh masyarakat Parit Malintang," sebutnya. (525)
--------------------------------------------------------
Padang Pariaman
8 dari 17 Pengurus PK KNPI Telah Dilantik dan Dikukuhkan
Pariaman--DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Padang Pariaman terus melakukan konsolidasi organisasi. Pengurus Kecamatan (PK) KNPI yang telah habis masa berlakunya, langsung diperbaharui, sesuai tuntutan pemuda yang ada di kecamatan terkait.
"Alhamdulillah, sampai saat ini sebanyak delapan PK KNPI telah diperbaharui SK-nya, dan telah pula dilantik dan dikukuhkan. Yang delapan itu; PK KNPI Kecamatan Batang Anai, Sintuak Toboh Gadang, dan Lubuk Alung yang secara bersamaan dikukuhkan secara serentak di Lubuk Alung tiga hari yang lalu," kata Ketua DPd KNPI Padang Pariaman Vifner.
Kemudian lanjutnya, PK KNPI Kecamatan V Koto Kampuang Dalam dan Kecamatan V Koto Timur, dikukuhkan tanggal 8 November lalu di Kampuang Dalam. Rabu malam kemarin, tiga PK KNPI di Kecamatan VII Koto lama; Kecamatan Padang Sago, Patamuan dan VII Koto Sungai Sariak pun dilantik secara bersamaan di Patamuan.
Memurutnya, tinggal sembilan kecamatan lagi, yang PK KNPI-nya sedang dalam proses untuk dilantik. Semua SK-nya telah selesai. "Pokoknya, November ini, semua PK KNPI di 17 kecamatan telah selesai pelantikannya, sehingga konsolidasi berikutnya dilanjutkan pula," kata Vifner yang Ketua KPU Padang Pariaman ini.
Vifner minta partisipasi pemuda yang tergabung dalam PK KNPI di kecamatan Dapil I dan Dapil III, yang belum menentukan jadwal pelantikannya, untuk segera berkonsultasi dengan camat dan Muspika, serta OKP setempat. Sebab, target menyelesaikan semuanya pada bulan ini, harus terpenuhi dengan baik dan benar.
Dengan itu, kata Vifner, pada momen Musda KNPI Padang Pariaman nantinya, semua PK KNPI telah punya legalitas resmi, dan punya suara sah untuk menentukan sikapnya dalam melanjutkan estapet kepemimpinan KNPI daerah ini. (525)
-------------------------------------------------------------
Tiga Balon Walinagari Koto Baru
Padang Sago-- Panitia Pemilihan Walinagari (Pilwana) Koto Baru, Kecamatan Padang Sago, Kamis kemarin bersama Bamus menetapkan tiga nama calon walinagari satempat. Hasil ketetapan itulah yang akan diajukan ke Bupati Padang Pariaman melalui Bagian Pemerintahan Nagari untuk di-SK-kan sebagai calon.
Ketua Panitia Pilwana Koto Baru, Tuanku Afredison kepada Singgalang menyebutkan, ketiga nama itu; Budi Afridona, H. Zulhendra Yani, dan Zainuddin. "Insya Allah, sesuai agenda yang telah ditetapkan, Pilwana akan digelar akhir bulan ini juga," kata dia.
Nagari Koto Baru yang selama ini dipimpin Agus Salim Datuak Rangkayo Basa, baru saja menghabiskan masa tugasnya dua periode akhir Oktober lalu. Sebanyak 1.654 masyarakat pemilih di nagari itu akan menentukan masa depannya untuk enam tahun kedepan. Jumlah pemilih sebanyak itu tersebar dalam empat korong yang ada di nagari itu. Mulai dari Korong Tungka Kampuang Panyalai, Cubadak Tanah Runtuah, Solok Pintu Gabang, dan Korong Kapuah.
Afredison berharap, proses pengajuan SK dari Bupati Padang Pariaman Ali Mukhni tidak memakan waktu lama. Dan semoga saja, waktu pemilihan yang telah ditetapkan tanggal 30 November ini tidak ada perubahannya.
Selaku panitia, pihaknya ingin Pilwana berjalan sesuai harapan. Apalagi, tiga orang calon yang ditetapkan itu merupakan putra terbaik nagari ini, yang tentunya punya kemampuan untuk melanjutkan tongkat kepemimpinan di tengah masyarakat nagari.
"Apa yang dihasilkan nantinya, itulah yang terbaik buat masyarakat. Besar harapan, Pilwana yang akan dilakukan tersebut membawa angin perubahan nagari kearah yang lebih baik lagi," ujarnya. (525)
-----------------------------------------------------
Curah Hujan Semakin Tinggi
BPBD Padang Pariaman Terus Berpatroli
Pariaman--Meskipun musim hujan sejak beberapa hari belakangan ini tidak menimbulkan musibah, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Padang Pariaman tetap waspada, dan selalu melakukan patroli tiap malamnya.
Kepala BPBD Padang Pariaman Amiruddin kepada Singgalang, kemarin melihat dampak dari musim hujan yang senantiasa terjadi tiap hari, masih dianggap taraf normal. "Alhamdulillah, hanya luapan sungai secara biasa-biasa saja. Namun, tentu masyarakat kita minta tetap waspada," kata dia.
Seperti luapan Sungai Batang Tapakis yang sempat naik volumenya dari yang biasa. Begitu juga sungai besar lainnya; Batang Anai, Batang Nareh, Batang Mangoi, juga sedikit mengalami perubahan. Paling tidak, dari warna yang jernih, menjadi agak keruh.
Seperti diketahui, Padang Pariaman termasuk daerah yang paling rawan terhadap bencana. Mulai dari gempa bumi, longsor, angin puting beliung, kebakaran, dan sejumlah musibah lainnya.
Amiruddin bersama personilnya terus melakukan peantauan, dan berkeliling di wilayah tugasnya, memantau berbagai kemungkinan terburuk yang akan terjadi, akibat curah hujan yang semakin tinggi.
Hal itu dilakukannya, sesuai bidang tugas dan fungsinya selaku pengelola BPBD. Dia berharap, partisipasi masyarakat, bila terjadi hal-hal buruk untuk cepat-cepat diberitahu, agar bisa ditanggulangi dengan baik. (525)
------------------------------------------------------------
Ikut Apresiasi Tingkat Sumbar
IGTKI Padang Pariaman Kirim Utusan
Pariaman--Apresiasi Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) se Sumatera Barat yang diadakan Dinas Pendidikan Provinsi di Mifan, Padang Panjang, Senin-Rabu (17-19/11) diikuti lima lembaga PAUD di Padang Pariaman. Tentunya yang kelima PAUD itu, setelah dilakukan seleksi oleh Dinas Pendidikan Bidang PNFI daerah itu.
Sekretaris Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia (IGTKI) Padang Pariaman, Rusmaini kepada Singgalang menyebutkan, kelima lembaga yang ikut ambil bagian di Padang Pariaman itu; TK Pembina Parit Malintang, Kecamatan Enam Lingkung, TK Wadesma, Pauh Kambar, Kecamatan Nan Sabaris, TK Bundo Kanduang, Lubuk Alung, TK Sari Bulan, Sintuak, Kecamatan Sintuak Toboh Gadang, dan TK Kober Delima, komplek BIM, Kecamatan Batang Anai.
Selama acara apresiasi, anak-anak itu akan mengikuti lomba menggambar, baca surat pendek, lomba menari, menyanyi, dan lomba senam. "Persiapan untuk mengikuti hal itu telah dilakukan dengan berbagai upaya, termasuk latihan selama dua pekan yang diadakan di TK Pembina, Parit Malintang, dan TK Wadesma, Pauh Kambar," kata Rusmaini.
Menurutnya, selama mengikuti apresiasi demikian, semua peserta yang berjumlah lima anak itu didampingi IGKTI, Penilik PAUD, dan Pengawas TK Dinas Pendidikan Padang Pariaman. "Kita berharap, karena ini mempertaruhkan nama daerah, dukungan penuh dari pemerintah dan masyarakat," harapnya.
"Apresiasi tahun lalu, Padang Pariaman pernah meraih prestasi. Tentunya, lomba tahun ini, prestasi demikian bisa dipertahankan, dan ditingkatkan. Untuk itu, besar sekali harapan kami, doa dan dukungan moril dari semua masyarakat Padang Pariaman, agar peserta daerah ini tampil maksimal, dan membuahkan hasil yang memuaskan pula, sesuai harapan. (525)
--------------------------------------------------
Diikuti 2.000 Anak TK dan Kober
Peragaan Manasik Haji Paling Sukses yang Pernah Dilakukan IGTKI
Enam Lingkung--Peragaan manasik haji murid TK dan Kelompok Bermain (Kober) yang dilakukan Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia (IGTKI) Kabupaten Padang Pariaman, Kamis lalu di Lapangan Sepakbola Padang Bungo, Nagari Gadua, Kecamatan Enam Lingkung meriah dan sukses.
Menurut Sekretaris IGTKI Padang Pariaman, Rusmaini, acara itu diikuti sekitar 2.000 lebih anak TK dan Kober se Padang Pariaman. Semua anak-anak mengikuti apa yang menjadi kewajiban dalam manasik haji itu sendiri.
Katanya, IGKTI selalu mengadakan acara itu setiap tahunnya. Dan peragaan manasik Kamis lalu itu sudah yang ke-11 kali. Artinya, telah berjalan selama 11 tahun di Padang Pariaman. Dibuka langsung Bupati Padang Pariaman Ali Mukhni, Kepala Kemenag, Muspida, dan sejumlah Kepala SKPD dilingkungan Pemkab.
"Alhamdulillah, peragaan manasik haji kali ini terkesan paling meriah dari 10 kali yang telah diadakan sebelumnya. Sehingga, kekuatan lembaga pendidikan itu semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat," ungkap Rusmaini.
Rusmaini menyebutkan, setiap tahun peragaan manasik haji itu selalu digilirkan tempatnya. "Semua peralatan yang dibutuhkan dalam peragaan manasik demikian, telah dipunyai oleh IGTKI. Seperti Ka'bah yang dibuat dari triplek yang bisa dibongkar pasang, serta peralatan lainnya," sebutnya. (525)
Dapat Lahan 65 Hektare di KPTTC UIN Imam Bonjol Berkelas Asia Tenggaran
Padang Pariaman--Libur tahun baru tidak menghentikan langkah Bupati Padang Pariaman Ali Mukhni dalam merampungkan rencana pembangunan Kawasan Pendidikan Terpadu Tarok City (KPTTC).
Tanggal 1 Januari 2018, bupati yang giat membangun Padang Pariaman itu berkunjung ke kampus II Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol Padang di Lubuk Lintah, Padang didampingi Kepala Dinas Lingkungan Hidup Perumahan Pemukiman dan Pertanahan, Kepala Bagian Humas dan Protokol dan Kasi Survey dan Pemetaan BPN Padang Pariaman Alferi Halyan.
Di UIN, rombongan bupati disambut Rektor, Wakil Rektor, Ketua Senat, Ketua LPM, Kabag Umum dan Kabag Humas.
Dalam suasana akrab dan kekeluargaan, Ali Mukhni menyampaikan perkembangan terakhir KPTTC di hadapan civitas akademika UIN Imam Bonjol. "Jalan masuk sudah kita datarkan dan keraskan selebar 75 meter sepanjang 500 meter," kata Ali Mukhni sambil memperlihatkan foto terkini KPTTC kepada Rektor Dr. Eka Putra Wirman.
Ali Mukhni juga menceritakan kedatangan rombongan UNP dan Politeknik Negeri Padang sebanyak 150 orang serta Ketua PDIP Sumbar yang juga anggota DPR RI Dapil Sumbar 1 ke KPTTC.
Dia kembali meyakinkan UIN Imam Bonjol bahwa KPTTC siap menjadi satu-satunya kawasan pendidikan terpadu di Sumbar bahkan di Indonesia. "Tidak ada yang perlu dikuatirkan di KPTTC. Semua dokumen dan legalitas formalnya clear and clean," jelas Ali Mukhni meyakinkan.
"Untuk penggantian lahan masyarakat yang terkena pelebaran akses jalan masuk sudah dianggarkan Rp4,5 miliar di APBD 2018," tambahnya lagi.
Bupati dua periode yang saat ini Ketua DPW PAN Sumbar itu menjelaskan, bahwa Pemkab Padang Pariaman tidak punya niat sedikitpun menyengsarakan masyarakatnya terkait lahan, tanaman dan bangunan yang terkena proyek pembangunan.
"Kalau saja rumput bisa diganti rugi, akan kami ganti rugi," kata Ali Mukhni lagi. Terkait permintaan pihak UIN terhadap SK Peruntukkan Lahan yang belum ada, peraih Satya Lencana Pembangunan itu menjelaskan bahwa SK akan segera diserahkan.
Menurut dia, ada perubahan luas peruntukkan untuk UNP dan Politeknik Negeri Padang serta UIN sendiri sehingga perlu dihitung kembali pembagian lahan. "Insya Allah dalam seminggu ini sudah siap dan kami antarkan ke UIN," jelas Ali Mukhni diamini Yuniswan.
Terkait dengan biaya pengurusan pengukuran dan sertifikat, Alferi menjelaskan bahwa awalnya BPN akan menggratiskan namun karena ada Surat Edaran Kepala BPN RI yang baru maka biaya pengukuran di atas lima hektare dikenai biaya. "Menurut keputusan bupati, UIN mendapat 65 hektare. Biaya pengukuran dan pensertifikatan kurang dari Rp100 juta," jelas Alferi.
Rektor UIN merasa senang dan bahagia dengan keseriusan dan tekad Bupati Ali Mukhni menyediakan lahan untuk UIN di KPTTC. "Ini anugerah yang sangat luar biasa. UIN akan menjadi kampus yang bertaraf internasional jika memiliki lahan seluas 65 hektare ditambah tiga kampus yang sudah ada di Kota Padang," ungkap Rektor muda itu.
Eka Putra Wirman menyampaikan terima kasihnya kepada bupati dan Pemkab Padang Pariaman yang telah mewujudkan cita-cita UIN menjadi universitas kelas Asia Tenggara. (501)
Tanggal 1 Januari 2018, bupati yang giat membangun Padang Pariaman itu berkunjung ke kampus II Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol Padang di Lubuk Lintah, Padang didampingi Kepala Dinas Lingkungan Hidup Perumahan Pemukiman dan Pertanahan, Kepala Bagian Humas dan Protokol dan Kasi Survey dan Pemetaan BPN Padang Pariaman Alferi Halyan.
Di UIN, rombongan bupati disambut Rektor, Wakil Rektor, Ketua Senat, Ketua LPM, Kabag Umum dan Kabag Humas.
Dalam suasana akrab dan kekeluargaan, Ali Mukhni menyampaikan perkembangan terakhir KPTTC di hadapan civitas akademika UIN Imam Bonjol. "Jalan masuk sudah kita datarkan dan keraskan selebar 75 meter sepanjang 500 meter," kata Ali Mukhni sambil memperlihatkan foto terkini KPTTC kepada Rektor Dr. Eka Putra Wirman.
Ali Mukhni juga menceritakan kedatangan rombongan UNP dan Politeknik Negeri Padang sebanyak 150 orang serta Ketua PDIP Sumbar yang juga anggota DPR RI Dapil Sumbar 1 ke KPTTC.
Dia kembali meyakinkan UIN Imam Bonjol bahwa KPTTC siap menjadi satu-satunya kawasan pendidikan terpadu di Sumbar bahkan di Indonesia. "Tidak ada yang perlu dikuatirkan di KPTTC. Semua dokumen dan legalitas formalnya clear and clean," jelas Ali Mukhni meyakinkan.
"Untuk penggantian lahan masyarakat yang terkena pelebaran akses jalan masuk sudah dianggarkan Rp4,5 miliar di APBD 2018," tambahnya lagi.
Bupati dua periode yang saat ini Ketua DPW PAN Sumbar itu menjelaskan, bahwa Pemkab Padang Pariaman tidak punya niat sedikitpun menyengsarakan masyarakatnya terkait lahan, tanaman dan bangunan yang terkena proyek pembangunan.
"Kalau saja rumput bisa diganti rugi, akan kami ganti rugi," kata Ali Mukhni lagi. Terkait permintaan pihak UIN terhadap SK Peruntukkan Lahan yang belum ada, peraih Satya Lencana Pembangunan itu menjelaskan bahwa SK akan segera diserahkan.
Menurut dia, ada perubahan luas peruntukkan untuk UNP dan Politeknik Negeri Padang serta UIN sendiri sehingga perlu dihitung kembali pembagian lahan. "Insya Allah dalam seminggu ini sudah siap dan kami antarkan ke UIN," jelas Ali Mukhni diamini Yuniswan.
Terkait dengan biaya pengurusan pengukuran dan sertifikat, Alferi menjelaskan bahwa awalnya BPN akan menggratiskan namun karena ada Surat Edaran Kepala BPN RI yang baru maka biaya pengukuran di atas lima hektare dikenai biaya. "Menurut keputusan bupati, UIN mendapat 65 hektare. Biaya pengukuran dan pensertifikatan kurang dari Rp100 juta," jelas Alferi.
Rektor UIN merasa senang dan bahagia dengan keseriusan dan tekad Bupati Ali Mukhni menyediakan lahan untuk UIN di KPTTC. "Ini anugerah yang sangat luar biasa. UIN akan menjadi kampus yang bertaraf internasional jika memiliki lahan seluas 65 hektare ditambah tiga kampus yang sudah ada di Kota Padang," ungkap Rektor muda itu.
Eka Putra Wirman menyampaikan terima kasihnya kepada bupati dan Pemkab Padang Pariaman yang telah mewujudkan cita-cita UIN menjadi universitas kelas Asia Tenggara. (501)
Langganan:
Postingan (Atom)



