Dari APBD Padang Pariaman Lewat Anggota Dewan Jalan Balah Aie Diaspal Burda
VII Koto--Jalan tanah yang selama ini agak jadi kendala bagi masyarakat pengguna, terutama saat musim hujan sebentar lagi selesai diaspal burda. Terletak di Simpang Asam Rawan Tulang, Nagari Balah Aie, Kecamatan VII Koto Sungai Sariak, merupakan pokok pikiran (Pokir) anggota dewan Padang Pariaman asal VII Koto Sungai Sariak, Bastian Desa Putra.
Jalan yang panjangnya mencapai 350 meter itu dibiayai oleh APBD Padang Pariaman lewat anggota dewan, Bastian Desa Putra. "Alhamdulillah, anggarannya mencapai Rp200 juta. Tentunya, keberadaan jalan ini akan memacu laju perekonomian masyarakat Balah Aie itu sendiri," kata anggota DPRD dari Hanura ini.
Pengaspalan yang sama dengan di Simpang Asam Rawan Tulang, juga dilakukan di Pincuran Sonsang, Nagari Balah Aie Timur. Tepatnya dari Pincuran Sonsang ke TK Model yang terletak di Limpato. Namun, di sini panjangnya hanya 273 meter, tetapi anggarannya sama, yakni Rp200 juta, juga APBD Padang Pariaman, lewat Pokir Bastian Desa Putra.
Topik Hidayat, Pimpinan Kontraktor yang mengerjakan pengaspalan jalan demikian menilai dalam beberapa hari kedepan jalan itu akan selesai. "Sebagian ada yang pasangan, seperti di jalan Pincuran Sonsang. Makanya, nila nominal anggarannya jadi sama dengan yang di Simpang Asam Rawan Tulang," kata Topik Hidayat, Minggu (3/9) kemarin.
Menurut dia, kebutuhan akan pengaspalan jalan itu memang sudah lama jadi impian masyarakat. Sebab, saat jalan tanah ini sangat menyulitkan bagi masyarakat melewatinya karena banyak lumpur.
"Buktinya, banyak dukungan dari masyarakat Balah Aie secara keseluruhan akan kesuksesan pengaspalan tersebut," kata Topik Hidayat yang Wakil Ketua DPD PAN Padang Pariaman ini.
Bagi Topik Hidayat, dukungan masyarakat menjadi kesenangan tersendiri dalam mengerjakan proyek itu. "Apalagi, Balah Aie ini termasuk wilayah yang dinilai abu-abu dulunya saat Pilkada 2015. Tetapi, Pemkab Padang Pariaman dibawah kendali Bupati Ali Mukhni dan Wabup Suhatri Bur cukup serius menanganinya," ujarnya.
Jadi, kata Topik Hidayat, kalah dalam Pilkada di Balah Aie tak membuat Ali Mukhni - Suhatri Bur berang ke nagari itu. Tentunya, sebuah sikap kesatria yang amat luar biasa, sehingga pembangunan disamaratakan di seluruh nagari di daerah ini. (501)
Minggu, 03 September 2017
Sabtu, 02 September 2017
Wabup Suhatri Bur Serahkan Bantuan Korban Kebakaran IV Koto Aua Malintang
Wabup Suhatri Bur Serahkan Bantuan Korban Kebakaran IV Koto Aua Malintang
Aua Malintang--Di bawah guyuran hujan yang sangat lebat, Senin lalu Wabup Suhatri Bur menyerahkan bantuan kepada 11 orang korban kebakaran yang terjadi sehari sebelumnya di Nagari III Koto Aua Malintang Selatan, Kecamatan IV Koto Aua Malintang.
Bantuan yang berasal dari Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kabupaten Padang Pariaman, Paket Sosial Korban Bencana Alam (PSKBA) Provinsi Sumbar dan Baznas Padang Pariaman itu diserahkan kepada perwakilan korban, disaksikan Kepala Dinsos P3A, Herman, Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil M. Fadhly, Kabag Humas dan Protokol Andri Satria Masri, Kabid Kebencanaan BPBD M. Hanif, Camat IV Koto Aua Malintang Vemi Tulalo, Ketua Baznas Padang Pariaman Syamsuardi Surma, Kapolsek IV Koto Aua Malintang, Wali Nagari III Koto Aur Malintang Selatan Edi Kosasih dan tokoh masyarakat setempat.
Wabup Suhatri Bur mengajak semua korban kebakaran untuk tetap bersyukur kepada Allah SWT apa pun kondisi yang sedang dialami. "Dalam kondisi apa pun, jangan lupa untuk tetap bersyukur kepada Allah SWT atas rahmat dan karunia-Nya yang selalu dicurahkan kepada kita," kata mantan Ketua Baznas Padang Pariaman tersebut.
"Musibah atau bencana sudah ada dalam rencana-Nya. Tinggal kita menarik hikmah dari kejadian yang melanda kita. Anggap itu ujian karena Allah sayang kepada kita," kata Suhatri Bur.
"Untuk merasakan kesulitan bapak ibu korban kebakaran serta ikut berduka, Pemkab Padang Pariaman menyerahkan bantuan darurat agar kebutuhan sehari-hari tidak jadi persoalan," kata mantan Ketua KPU Padang Pariaman itu.
Bantuan dari Dinsos P3A Padang Pariaman untuk masing-masing korban penghuni rumah terdiri dari beras 20 kilogram, gula pasir 1 kilogram, kopi 1/4 kilogram, mie instan 1 dus, teh celup 1 kotak, minyak goreng 1 liter, kain panjang 2 helai dan kain sarung 2 helai.
Sementara itu, bantuan dari PKSBA untuk masing-masing korban terdiri dari 13 item barang, antara lain lauk pauk empat paket, pakaian anak, kebutuhan khusus, tenda gulung, matras, rantang 2 susun, sodet, centong nasi, panci serba guna dan kain selimut.
Dari Baznas Padang Pariaman, bantuan berupa uang tunai sebesar Rp3,5 juta yang dibagi antara penghuni dengan pemilik rumah. Bagi pemilik rumah mendapat Rp1,5 juta sementara penghuni Rp2,5 juta. Bagi pemilik rumah sekaligus penghuni mendapat seluruhnya.
Sebelumnya, perantau yang selalu berzakat di kampung halamannya, H. Sagi telah lebih dulu membantu uang tunai sebesar Rp3 juta per korban. (501)
Aua Malintang--Di bawah guyuran hujan yang sangat lebat, Senin lalu Wabup Suhatri Bur menyerahkan bantuan kepada 11 orang korban kebakaran yang terjadi sehari sebelumnya di Nagari III Koto Aua Malintang Selatan, Kecamatan IV Koto Aua Malintang.
Bantuan yang berasal dari Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kabupaten Padang Pariaman, Paket Sosial Korban Bencana Alam (PSKBA) Provinsi Sumbar dan Baznas Padang Pariaman itu diserahkan kepada perwakilan korban, disaksikan Kepala Dinsos P3A, Herman, Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil M. Fadhly, Kabag Humas dan Protokol Andri Satria Masri, Kabid Kebencanaan BPBD M. Hanif, Camat IV Koto Aua Malintang Vemi Tulalo, Ketua Baznas Padang Pariaman Syamsuardi Surma, Kapolsek IV Koto Aua Malintang, Wali Nagari III Koto Aur Malintang Selatan Edi Kosasih dan tokoh masyarakat setempat.
Wabup Suhatri Bur mengajak semua korban kebakaran untuk tetap bersyukur kepada Allah SWT apa pun kondisi yang sedang dialami. "Dalam kondisi apa pun, jangan lupa untuk tetap bersyukur kepada Allah SWT atas rahmat dan karunia-Nya yang selalu dicurahkan kepada kita," kata mantan Ketua Baznas Padang Pariaman tersebut.
"Musibah atau bencana sudah ada dalam rencana-Nya. Tinggal kita menarik hikmah dari kejadian yang melanda kita. Anggap itu ujian karena Allah sayang kepada kita," kata Suhatri Bur.
"Untuk merasakan kesulitan bapak ibu korban kebakaran serta ikut berduka, Pemkab Padang Pariaman menyerahkan bantuan darurat agar kebutuhan sehari-hari tidak jadi persoalan," kata mantan Ketua KPU Padang Pariaman itu.
Bantuan dari Dinsos P3A Padang Pariaman untuk masing-masing korban penghuni rumah terdiri dari beras 20 kilogram, gula pasir 1 kilogram, kopi 1/4 kilogram, mie instan 1 dus, teh celup 1 kotak, minyak goreng 1 liter, kain panjang 2 helai dan kain sarung 2 helai.
Sementara itu, bantuan dari PKSBA untuk masing-masing korban terdiri dari 13 item barang, antara lain lauk pauk empat paket, pakaian anak, kebutuhan khusus, tenda gulung, matras, rantang 2 susun, sodet, centong nasi, panci serba guna dan kain selimut.
Dari Baznas Padang Pariaman, bantuan berupa uang tunai sebesar Rp3,5 juta yang dibagi antara penghuni dengan pemilik rumah. Bagi pemilik rumah mendapat Rp1,5 juta sementara penghuni Rp2,5 juta. Bagi pemilik rumah sekaligus penghuni mendapat seluruhnya.
Sebelumnya, perantau yang selalu berzakat di kampung halamannya, H. Sagi telah lebih dulu membantu uang tunai sebesar Rp3 juta per korban. (501)
Ansor Padang Pariaman Datangi Korban Meninggal Dunia Karena Gempa
Ansor Padang Pariaman Datangi Korban Meninggal Dunia Karena Gempa
VII Koto--Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Padang Pariaman datangi keluarga korban gempa yang terjadi Jumat (1/9) dini hari di Korong Kampuang Surau, Nagari Lurah Ampalu, Kecamatan VII Koto Sungai Sariak. Korban mahasiswa STIE Sumbar semester 3 bernama Nerfi Dewi Yanti (21).
Ketua PC Gerakan Pemuda Ansor Padang Pariaman Zeki Aliwardana yang datang, Sabtu (2/9), ke rumah duka, menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban. "Ansor turut berduka dengan peristiwa yang menimpa Nerfi," kata Zeki yang didampingi Sekretarisnya Alva Anwar dan pengurus lainnya.
Laporan dari Kasatkorcab Banser Ansor Padang Pariaman Muhammad Zulfadly yang disampaikan pihak keluarga, korban Nerfi (21) meninggal dunia usai gempa terjadi. Sebagaimana dirasakan masyarakat di Padang Pariaman, Jumat pukul 00:06:54 WIB terjadi gempa yang berpusat di Lintang Selatan 99.66 bujur timur di kedalaman 10 km. Ketika gempa terjadi, Nerfi berusaha membuka pintu rumahnya untuk menyelamatkan diri. Sial baginya, Saat lari melewati pintu, lehernya terkena gagang pemuka pintu yang cukup fatal. Beberapa menit kemudian Nerfi langsung meninggal dunia.
Korban Nerfi merupakan keponakan Walinagari Lurah Ampalu Syofyan, anak dari M. Nur dan Surniyati. Dari empat orang anak M. Nur dan Surniyati, tiga di antaranya meninggal dalam kondisi yang mengenaskan, kecelakaan. Termasuk Nerfi.
Menurut Zeki Aliwardana, peristiwa ini terjadi salah satu disebabkan kurangnya sosialisasi kepada masyarakat bagaimana cara menghadapi tanggap bencana, khususnya gempa yang sering melanda wilayah Kabupaten Padang Pariaman. Daerah ini rawan akan bencana gempa bumi.
"Kejadian ini dipicu karena tidak tahu apa yang harus dilakukan ketika gempa sedang berlangsung," kata Walinagari Lurah Ampalu Syofyan menambahkan. (501)
VII Koto--Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Padang Pariaman datangi keluarga korban gempa yang terjadi Jumat (1/9) dini hari di Korong Kampuang Surau, Nagari Lurah Ampalu, Kecamatan VII Koto Sungai Sariak. Korban mahasiswa STIE Sumbar semester 3 bernama Nerfi Dewi Yanti (21).
Ketua PC Gerakan Pemuda Ansor Padang Pariaman Zeki Aliwardana yang datang, Sabtu (2/9), ke rumah duka, menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban. "Ansor turut berduka dengan peristiwa yang menimpa Nerfi," kata Zeki yang didampingi Sekretarisnya Alva Anwar dan pengurus lainnya.
Laporan dari Kasatkorcab Banser Ansor Padang Pariaman Muhammad Zulfadly yang disampaikan pihak keluarga, korban Nerfi (21) meninggal dunia usai gempa terjadi. Sebagaimana dirasakan masyarakat di Padang Pariaman, Jumat pukul 00:06:54 WIB terjadi gempa yang berpusat di Lintang Selatan 99.66 bujur timur di kedalaman 10 km. Ketika gempa terjadi, Nerfi berusaha membuka pintu rumahnya untuk menyelamatkan diri. Sial baginya, Saat lari melewati pintu, lehernya terkena gagang pemuka pintu yang cukup fatal. Beberapa menit kemudian Nerfi langsung meninggal dunia.
Korban Nerfi merupakan keponakan Walinagari Lurah Ampalu Syofyan, anak dari M. Nur dan Surniyati. Dari empat orang anak M. Nur dan Surniyati, tiga di antaranya meninggal dalam kondisi yang mengenaskan, kecelakaan. Termasuk Nerfi.
Menurut Zeki Aliwardana, peristiwa ini terjadi salah satu disebabkan kurangnya sosialisasi kepada masyarakat bagaimana cara menghadapi tanggap bencana, khususnya gempa yang sering melanda wilayah Kabupaten Padang Pariaman. Daerah ini rawan akan bencana gempa bumi.
"Kejadian ini dipicu karena tidak tahu apa yang harus dilakukan ketika gempa sedang berlangsung," kata Walinagari Lurah Ampalu Syofyan menambahkan. (501)
DPMPTP Padang Pariaman Terapkan Izin Secara Online
DPMPTP Padang Pariaman Terapkan Izin Secara Online
Padang Pariaman--Menindaklanjuti aksi percepatan pemberantasan korupsi yang digagas oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu dan Perindustrian (DPMPTP) Padang Pariaman telah melaksanakan rencana aksi yang dimulai sejak awal tahun lalu.
Hal tersebut disampaikan Kadis PMPTP Hendra Aswara di ruang kerjanya, Pariaman, Selasa lalu. Terbukti telah diterbitkan Peraturan Bupati (Perbup) Padang Pariaman Nomor 4 tahun 2017 tentang Pelimpahan Kewenangan di Perizinan dan Non Perizinan kepada perangkat daerah yang menyelenggarakan urusan pemerintahan bidang penanaman modal.
Adapun jumlah izin dan non perizinan yang sudah dilimpahkan adalah sebayak 122 jenis izin, dan enam jenis non perizinan. Dengan keluarnya Perbup tersebut, maka semua jenis perizinan dan non perizinan yang ada pada dinas terkait, sudah dilimpahkan kepada DPMPTP sejak 1 Maret lalu.
Kemudian, dilanjutkan dengan penerbitan Surat Keputusan (SK) Kepala DPMPTP nomor 06 tahun 2017 tentang standar operasional prosedur teknis pelayanan perizinan tanggal 06 April lalu.
"Jadi, SOP memuat persyaratan jangka waktu pelayanan dan biaya yang sesuai aturan yang berlaku," ujar salah seorang Kepala Dinas termuda di Sumbar itu.
Pelayanan perizinan dan non perizinan satu pintu yang berbasis elektronik sudah diterapkan melalui aplikasi pelayanan peizinan SIPPADU (Sistem Informasi Pelayanan Perizinan Terpadu). Yang sudah dilakukan soft launchingnya pada Mei 2017.
Melalui aplikasi ini sudah dapat dialakukan secara online sebanyak 30 jenis izin. Aplikasi ini juga sudah memiliki barcode, sehingga akan lebih memberikan keamanan terhadap backup data izin yang keluar.
Aplikasi juga bisa melihat lamanya proses penerbitan izin. Aplikasi juga memiliki traking proses izin, sehingga masyarakat bisa melihat izin yang mereka ajukan sedang dalam proses atau sudah selesai dan tinggal di ambil.
"Aplikasi ini sesuai dengan janji kita dengan KPK di Bukittinggi April lalu, dimana kita akan menerapkan izin secara online sebnayak 35 izin. Alhamdulillah, sudah terealisasi sebanyak 30 izin dan sisanya sedang dalam proses," ujar pria kelahiran 26 September 1981 ini.
Terkait dengan aksi B08 (Bulan Aguatus) Bidang PTSP pada DPMPTP akan melakukan louncing penerapan SIPPADU. Namun, karena kondisi kantor yang masih dalam rehab dan perbaikan sehingga belum bisa direalisasikan.
Menurutnya, hal itu telah diusulkan kepada Dinas Kominfo untuk melakukan grand louncing dari seluruh aplikasi yang ada untuk diterapkan pada satu tempat dan waktu bersamaan, seperti aplikasi E-Budggeting, E-Planing, E-TPP dan SIPPADU. (501)
Padang Pariaman--Menindaklanjuti aksi percepatan pemberantasan korupsi yang digagas oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu dan Perindustrian (DPMPTP) Padang Pariaman telah melaksanakan rencana aksi yang dimulai sejak awal tahun lalu.
Hal tersebut disampaikan Kadis PMPTP Hendra Aswara di ruang kerjanya, Pariaman, Selasa lalu. Terbukti telah diterbitkan Peraturan Bupati (Perbup) Padang Pariaman Nomor 4 tahun 2017 tentang Pelimpahan Kewenangan di Perizinan dan Non Perizinan kepada perangkat daerah yang menyelenggarakan urusan pemerintahan bidang penanaman modal.
Adapun jumlah izin dan non perizinan yang sudah dilimpahkan adalah sebayak 122 jenis izin, dan enam jenis non perizinan. Dengan keluarnya Perbup tersebut, maka semua jenis perizinan dan non perizinan yang ada pada dinas terkait, sudah dilimpahkan kepada DPMPTP sejak 1 Maret lalu.
Kemudian, dilanjutkan dengan penerbitan Surat Keputusan (SK) Kepala DPMPTP nomor 06 tahun 2017 tentang standar operasional prosedur teknis pelayanan perizinan tanggal 06 April lalu.
"Jadi, SOP memuat persyaratan jangka waktu pelayanan dan biaya yang sesuai aturan yang berlaku," ujar salah seorang Kepala Dinas termuda di Sumbar itu.
Pelayanan perizinan dan non perizinan satu pintu yang berbasis elektronik sudah diterapkan melalui aplikasi pelayanan peizinan SIPPADU (Sistem Informasi Pelayanan Perizinan Terpadu). Yang sudah dilakukan soft launchingnya pada Mei 2017.
Melalui aplikasi ini sudah dapat dialakukan secara online sebanyak 30 jenis izin. Aplikasi ini juga sudah memiliki barcode, sehingga akan lebih memberikan keamanan terhadap backup data izin yang keluar.
Aplikasi juga bisa melihat lamanya proses penerbitan izin. Aplikasi juga memiliki traking proses izin, sehingga masyarakat bisa melihat izin yang mereka ajukan sedang dalam proses atau sudah selesai dan tinggal di ambil.
"Aplikasi ini sesuai dengan janji kita dengan KPK di Bukittinggi April lalu, dimana kita akan menerapkan izin secara online sebnayak 35 izin. Alhamdulillah, sudah terealisasi sebanyak 30 izin dan sisanya sedang dalam proses," ujar pria kelahiran 26 September 1981 ini.
Terkait dengan aksi B08 (Bulan Aguatus) Bidang PTSP pada DPMPTP akan melakukan louncing penerapan SIPPADU. Namun, karena kondisi kantor yang masih dalam rehab dan perbaikan sehingga belum bisa direalisasikan.
Menurutnya, hal itu telah diusulkan kepada Dinas Kominfo untuk melakukan grand louncing dari seluruh aplikasi yang ada untuk diterapkan pada satu tempat dan waktu bersamaan, seperti aplikasi E-Budggeting, E-Planing, E-TPP dan SIPPADU. (501)
70 Hektare Kawasan Industri Padang Pariaman Sedang Dikembangkan
70 Hektare Kawasan Industri Padang Pariaman Sedang Dikembangkan
Padang Pariaman--Menteri Perindustrian RI Airlangga Hartarto mendorong Pemerintah Kabupaten dan Kota se-Sumbar untuk menggerakan sektor industri baik sumber daya manusia dan teknologinya.
Ia juga memberikan apresiasi pada daerah yang telah aktif membina Industri Kecil Menengah (IKM) produk unggulan seperti pangan, makanan ringan, sulaman dan kerajinan lainnya.
"Sumbar punya potensi besar sebagai tumbuhnya IKM karena juga tujuan wisata dunia," kata Airlangga dalam acara penyerahan bantuan mesin las dan alat bordir yang bersamaan dengan wisuda SMK, SMAK dan SMTI Padang di UPI Convention Center, Padang, Sabtu lalu.
Guna mendukung eksisnya IKM, Kemenperinnya telah membangun sentra-sentra yang dibiayai sepenuhnya oleh dana pusat. Seperti tahun ini pembangunan sentra IKM rendang di Kota Payakumbuh dan tahun depan direncanakan sentra IKM coklat di Padang Pariaman.
Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu dan Perindustrian (DPMPTP) Padang Pariaman, Hendra Aswara mengatakan perhatian Kementerian Perindustrian RI sangat tinggi. Terbukti usulan DAK daerah ini telah diproses dan direncanakan dianggarkan pada APBN 2018.
"Alhamdulillah, Bapak Menteri mendukung dua usulan DAK dari Padang Pariaman," kata Hendra Aswara usai menerima bantaun mesin las untuk tujuh IKM.
Pada Tahun 2018 nanti, kata Hendra, Kabupaten Padang Pariaman akan mendapatkan Dana Alokasi Khusus (DAK) dari Pemerintah Pusat. DAK tersebut terdiri dari dua kegiatan yaitu pengembangan kawasan peruntukan industri di Nagari Kasang, Kecamatan Batang Anai dan pembangunan sentra IKM coklat di Malibou Anai, Kecamatan 2x11 Kayutanam.
"Insya allah, kedua kegiatan tersebut tahun ini sudah selesai masterplannya," kata jebolan STPDN itu.
Dijelaskannya, untuk Sentra IKM coklat telah diajukan usulan DAK sebesar Rp18 miliar. Direncanakan pembangunan fisik dimulai pada awal 2018 mendatang. Sentra IKM Coklat seluas lima hektare itu nantinya sebagai kawasan terpadu dari hulu ke hilir tanaman coklat. Mulai dari kebun percontohan, pengolahan, kemasan dan pemasaran. Wisawatan pecinta coklat bisa melihat langsung proses tanam hingga membeli produk coklat sambil menikmati kesejukan alam Malibou.
"Sentra IKM coklat ini satu-satunya di Sumbar yang lokasinya sangat strategis, di pinggir jalan nasional Padang - Bukittinggi, kawasan rest area Malibou Anai. Kita optimis akan menjadi destinasi wisata unggulan Ranah Minang ke depan," kata Hendra Aswara yang pernah meraih peringkat satu Keterbukaan Informasi Publik (KIP) tingkat Sumbar itu.
Sementara, pengembangan kawasan industri Padang Pariaman yang berdekatan dengan Padang Industrial Park, saat ini sedang pendataan sertifikat lahan oleh perangkat nagari dan korong. Kawasan industri seluas 70 hektare tersebut telah dimulai sejak 2008 yang lalu, namun sempat tertunda.
"Kita fokus tumbuhkan industri, karena ingin membuka lapangan kerja yang seluas-luasnya bagi masyarakat untuk mengurangi pengangguran dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi," ujar mantan Kabag Humas itu. (501)
Padang Pariaman--Menteri Perindustrian RI Airlangga Hartarto mendorong Pemerintah Kabupaten dan Kota se-Sumbar untuk menggerakan sektor industri baik sumber daya manusia dan teknologinya.
Ia juga memberikan apresiasi pada daerah yang telah aktif membina Industri Kecil Menengah (IKM) produk unggulan seperti pangan, makanan ringan, sulaman dan kerajinan lainnya.
"Sumbar punya potensi besar sebagai tumbuhnya IKM karena juga tujuan wisata dunia," kata Airlangga dalam acara penyerahan bantuan mesin las dan alat bordir yang bersamaan dengan wisuda SMK, SMAK dan SMTI Padang di UPI Convention Center, Padang, Sabtu lalu.
Guna mendukung eksisnya IKM, Kemenperinnya telah membangun sentra-sentra yang dibiayai sepenuhnya oleh dana pusat. Seperti tahun ini pembangunan sentra IKM rendang di Kota Payakumbuh dan tahun depan direncanakan sentra IKM coklat di Padang Pariaman.
Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu dan Perindustrian (DPMPTP) Padang Pariaman, Hendra Aswara mengatakan perhatian Kementerian Perindustrian RI sangat tinggi. Terbukti usulan DAK daerah ini telah diproses dan direncanakan dianggarkan pada APBN 2018.
"Alhamdulillah, Bapak Menteri mendukung dua usulan DAK dari Padang Pariaman," kata Hendra Aswara usai menerima bantaun mesin las untuk tujuh IKM.
Pada Tahun 2018 nanti, kata Hendra, Kabupaten Padang Pariaman akan mendapatkan Dana Alokasi Khusus (DAK) dari Pemerintah Pusat. DAK tersebut terdiri dari dua kegiatan yaitu pengembangan kawasan peruntukan industri di Nagari Kasang, Kecamatan Batang Anai dan pembangunan sentra IKM coklat di Malibou Anai, Kecamatan 2x11 Kayutanam.
"Insya allah, kedua kegiatan tersebut tahun ini sudah selesai masterplannya," kata jebolan STPDN itu.
Dijelaskannya, untuk Sentra IKM coklat telah diajukan usulan DAK sebesar Rp18 miliar. Direncanakan pembangunan fisik dimulai pada awal 2018 mendatang. Sentra IKM Coklat seluas lima hektare itu nantinya sebagai kawasan terpadu dari hulu ke hilir tanaman coklat. Mulai dari kebun percontohan, pengolahan, kemasan dan pemasaran. Wisawatan pecinta coklat bisa melihat langsung proses tanam hingga membeli produk coklat sambil menikmati kesejukan alam Malibou.
"Sentra IKM coklat ini satu-satunya di Sumbar yang lokasinya sangat strategis, di pinggir jalan nasional Padang - Bukittinggi, kawasan rest area Malibou Anai. Kita optimis akan menjadi destinasi wisata unggulan Ranah Minang ke depan," kata Hendra Aswara yang pernah meraih peringkat satu Keterbukaan Informasi Publik (KIP) tingkat Sumbar itu.
Sementara, pengembangan kawasan industri Padang Pariaman yang berdekatan dengan Padang Industrial Park, saat ini sedang pendataan sertifikat lahan oleh perangkat nagari dan korong. Kawasan industri seluas 70 hektare tersebut telah dimulai sejak 2008 yang lalu, namun sempat tertunda.
"Kita fokus tumbuhkan industri, karena ingin membuka lapangan kerja yang seluas-luasnya bagi masyarakat untuk mengurangi pengangguran dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi," ujar mantan Kabag Humas itu. (501)
Pembangunan Kembali Masjid Raya Tapakis Dimulai
Pembangunan Kembali Masjid Raya Tapakis Dimulai
Padang Pariaman--Masjid Raya Tapakis, Kecamatan Ulakan Tapakis, Padang Pariaman termasuk masjid tertua di daerah itu. Berusia sekitar 100 tahun. Punah akibat gempa 2009 lalu, Jumat lalu dimulai lagi pembangunannya, yang batu pertamanya langsung diletakkan Bupati Ali Mukhni.
"Mudah-mudahan modal yang sudah terkumpul oleh panitia masjid senilai Rp177 juta, dapat melanjutkan pembangunan rumah ibadah. Kita lihat, tidak ada masjid yang tidak selesai, asalkan masyarakat mau bekerjasama dan bergotong royong dalam menyelesaikannya," kata Ali Mukhni.
Bupati Ali Mukhni mengharapkan semua masyarakat Tapakis, untuk selalu bersyukur kepada Yang Maha Kuasa. Sebab, dengan bersyukur, Tuhan berjanji akan menambah nikmat yang sudah ada.
Menyangkut Pemilu 9 April, Ali Mukhni minta semua pihak untuk berpartisipasi, datang ke TPS, memberikan hak suara sesuai keinginan masing-masing.
"Menyangkut Padang Pariaman sebagai daerah bencana, diharapkan masyarakat selalu waspada, bukan menakut-nakuti masyarakat. Bagaimana masyarakat selalu waspada. Upaya kita tidak lain adalah meningkatkan keimanan ketakwaan dan jauhkan dari perbuatan-perbuatan yang dilarang agama, perbanyaklah sedekah," ujarnya.
Ketua panitia pembangunan masjid, Mukhlis Muhammad mengatakan, dari 14 korong di Nagari Tapakis hanya satu masjid yang ada. Itupun mengalami kerusakan akibat gempa. (525)
Pol PP Pariaman Jaring 27 Bangunan tak Pakai IMB
Pariaman--Sebanyak 27 bangunan di Kota Pariaman tidak memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB) dari pemerintah setempat. Padahal, Perda nomor 08 tahun 2000 daerah itu telah mengatur hal demikian.
Kasus sebanyak itu ditemukan jajaran Satpol PP Kota Pariaman, yang melakukan razia selama dua hari belakangan. Razia dipimpin langsung komanda Pol PP, Yota Balad ke seluruh wilayah dalam Kota Tabuik tersebut.
Yota Balad melalui Kasi Linmas Pol PP kota itu, Batrizal kepada Singgalang menyebutkan, kasus yang ditemuinya, ada yang belum ber IMB. Ada pula yang sudah mengurus IMB, tapi tak dipasang plang mereknya karena memang tidak diberikan oleh instansi terkait.
"Dan ada pula masyarakat yang membangun itu tidak tahu menahu dengan IMB. Kemudian, merasa berat karena diminta petugas IMB membayar Rp300 ribu, sehingga tak diurusnya. Terhadap kasus itu, tindakan yang diberikan sesuai pula dengan aturan yang berlaku dalam Perda tersebut," kata Batrizal.
Untuk ini, Batrizal mengharapkan instansi terkait, yakni Dinas Pelayanan Terpadu Kota Pariaman harus lebih gencar lagi melakukan sosialisasi terhadap hal demikian. Sebab, sebagian besar kasus yang ditemui dilapangan; pemahaman tentang pentingnya IMB itu benar yang belum diketahui masyarakat yang tengah membangun. (525)
Keteladanan Syekh Muhammad Yatim Nyaris Terlupakan
Patamuan--Tidak jauh dari Pasar Tandikek, tepatnya di Sipinang, Syekh Muhammad Yatim dimakamkan pada tahun 1951. Ulama besar yang terkenal hebat dizamannya itu nyaris terlupakan. Namun, belum sepi dari pengunjung wisata ziarah, terutama dari kalangan masyarakat yang bertalian dengan pengajian yang dikembangkan ulama yang lahir tahun 1868 M itu.
Syekh Muhammad Yatim punya banyak nama yang sangat mashur dan populer. Karena lama mendidik dan memimpin Pesantren Luhur Kalampaian, Ampalu Tinggi, orang Tandikek menyebut dia Ungku Ampalu. Sedangkan masyarakat Ampalu menyebutnya sebagai Ungku Mudiak Padang. Sebab, nama lain dari Tandikek adalah Mudiak Padang.
Menurut Koten Tuanku Bandaro, Syekh Muhammad Yatim telah melahirkan banyak ulama besar dan hebat pula. Sebut saja Syekh Musa Tapakis, Syekh H. Ibrahim Ambung Kapur, Tuanku Shaliah Kiramaik, Tuanku Sidi Talue, Tuanku Shaliah Pengka Lubuk Pandan, ayah Syekh Ali Imran Hasan Ringan-Ringan, dan banyak lagi ulama lainnya.
"Masa dulu dia termasuk orang hartawan, punya sawah dan harta yang banyak. Istrinya empat. Punya kendaraan kuda. Zaman itu orang yang punya kuda hanya bisa dihitung dengan jari, saking mewahnya kendaraan demikian. Syekh Muhammad Yatim pulang kampung ke Sipinang sekitar tiga tahun menjelang ajalnya datang," ujar Koten, saat menerima kunjungan Masrizal, Wakil Ketua Komisi I DPRD Padang Pariaman yang saat ini calon anggota DPRD Sumbar, Rabu kemarin.
Cerita Koten, Syekh Muhammad Yatim awalnya menuntut ilmu ke Syekh Talawi. Dari situ berlanjut ke Syekh Sumani, Syekh Kenari, Syekh Cupak, Syekh Talang, dan Syekh Tuan Kadhi Padang Ganting, Tanah Datar. "Semua jejak perjalanan spritual yang dilakukan Syekh Muhammad Yatim, termasuk makam muridnya sudah kita rancahi kembali," ujar Koten.
Masrizal menginginkan adanya pengharagaan terhadap ulama itu. Apalagi pertalian dan karyanya sangat besar sekali ditengah masyarakat Padang Pariaman dan Sumatera Barat di zamannya. Dia tidak sekedar ulama ahli kitab. Tetapi mampu memberikan keteladanan kepada banyak orang, yang dimulai dari dirinya sendiri.
"Sedangkan sejumlah makam muridnya saja sudah berlabel cagar budaya. Seperti makam Tuanku Shaliah Kiramaik Sungai Sariak. Tentu sangat salah, dan kurang adap kita kalau makam beliau tidak atau belum dijadikan sebagai cagar budaya yang ditetapkan negara," ujar Masrizal yang calon nomor urut dua dari PPP ini. (damanhuri)
Padang Pariaman--Masjid Raya Tapakis, Kecamatan Ulakan Tapakis, Padang Pariaman termasuk masjid tertua di daerah itu. Berusia sekitar 100 tahun. Punah akibat gempa 2009 lalu, Jumat lalu dimulai lagi pembangunannya, yang batu pertamanya langsung diletakkan Bupati Ali Mukhni.
"Mudah-mudahan modal yang sudah terkumpul oleh panitia masjid senilai Rp177 juta, dapat melanjutkan pembangunan rumah ibadah. Kita lihat, tidak ada masjid yang tidak selesai, asalkan masyarakat mau bekerjasama dan bergotong royong dalam menyelesaikannya," kata Ali Mukhni.
Bupati Ali Mukhni mengharapkan semua masyarakat Tapakis, untuk selalu bersyukur kepada Yang Maha Kuasa. Sebab, dengan bersyukur, Tuhan berjanji akan menambah nikmat yang sudah ada.
Menyangkut Pemilu 9 April, Ali Mukhni minta semua pihak untuk berpartisipasi, datang ke TPS, memberikan hak suara sesuai keinginan masing-masing.
"Menyangkut Padang Pariaman sebagai daerah bencana, diharapkan masyarakat selalu waspada, bukan menakut-nakuti masyarakat. Bagaimana masyarakat selalu waspada. Upaya kita tidak lain adalah meningkatkan keimanan ketakwaan dan jauhkan dari perbuatan-perbuatan yang dilarang agama, perbanyaklah sedekah," ujarnya.
Ketua panitia pembangunan masjid, Mukhlis Muhammad mengatakan, dari 14 korong di Nagari Tapakis hanya satu masjid yang ada. Itupun mengalami kerusakan akibat gempa. (525)
Pol PP Pariaman Jaring 27 Bangunan tak Pakai IMB
Pariaman--Sebanyak 27 bangunan di Kota Pariaman tidak memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB) dari pemerintah setempat. Padahal, Perda nomor 08 tahun 2000 daerah itu telah mengatur hal demikian.
Kasus sebanyak itu ditemukan jajaran Satpol PP Kota Pariaman, yang melakukan razia selama dua hari belakangan. Razia dipimpin langsung komanda Pol PP, Yota Balad ke seluruh wilayah dalam Kota Tabuik tersebut.
Yota Balad melalui Kasi Linmas Pol PP kota itu, Batrizal kepada Singgalang menyebutkan, kasus yang ditemuinya, ada yang belum ber IMB. Ada pula yang sudah mengurus IMB, tapi tak dipasang plang mereknya karena memang tidak diberikan oleh instansi terkait.
"Dan ada pula masyarakat yang membangun itu tidak tahu menahu dengan IMB. Kemudian, merasa berat karena diminta petugas IMB membayar Rp300 ribu, sehingga tak diurusnya. Terhadap kasus itu, tindakan yang diberikan sesuai pula dengan aturan yang berlaku dalam Perda tersebut," kata Batrizal.
Untuk ini, Batrizal mengharapkan instansi terkait, yakni Dinas Pelayanan Terpadu Kota Pariaman harus lebih gencar lagi melakukan sosialisasi terhadap hal demikian. Sebab, sebagian besar kasus yang ditemui dilapangan; pemahaman tentang pentingnya IMB itu benar yang belum diketahui masyarakat yang tengah membangun. (525)
Keteladanan Syekh Muhammad Yatim Nyaris Terlupakan
Patamuan--Tidak jauh dari Pasar Tandikek, tepatnya di Sipinang, Syekh Muhammad Yatim dimakamkan pada tahun 1951. Ulama besar yang terkenal hebat dizamannya itu nyaris terlupakan. Namun, belum sepi dari pengunjung wisata ziarah, terutama dari kalangan masyarakat yang bertalian dengan pengajian yang dikembangkan ulama yang lahir tahun 1868 M itu.
Syekh Muhammad Yatim punya banyak nama yang sangat mashur dan populer. Karena lama mendidik dan memimpin Pesantren Luhur Kalampaian, Ampalu Tinggi, orang Tandikek menyebut dia Ungku Ampalu. Sedangkan masyarakat Ampalu menyebutnya sebagai Ungku Mudiak Padang. Sebab, nama lain dari Tandikek adalah Mudiak Padang.
Menurut Koten Tuanku Bandaro, Syekh Muhammad Yatim telah melahirkan banyak ulama besar dan hebat pula. Sebut saja Syekh Musa Tapakis, Syekh H. Ibrahim Ambung Kapur, Tuanku Shaliah Kiramaik, Tuanku Sidi Talue, Tuanku Shaliah Pengka Lubuk Pandan, ayah Syekh Ali Imran Hasan Ringan-Ringan, dan banyak lagi ulama lainnya.
"Masa dulu dia termasuk orang hartawan, punya sawah dan harta yang banyak. Istrinya empat. Punya kendaraan kuda. Zaman itu orang yang punya kuda hanya bisa dihitung dengan jari, saking mewahnya kendaraan demikian. Syekh Muhammad Yatim pulang kampung ke Sipinang sekitar tiga tahun menjelang ajalnya datang," ujar Koten, saat menerima kunjungan Masrizal, Wakil Ketua Komisi I DPRD Padang Pariaman yang saat ini calon anggota DPRD Sumbar, Rabu kemarin.
Cerita Koten, Syekh Muhammad Yatim awalnya menuntut ilmu ke Syekh Talawi. Dari situ berlanjut ke Syekh Sumani, Syekh Kenari, Syekh Cupak, Syekh Talang, dan Syekh Tuan Kadhi Padang Ganting, Tanah Datar. "Semua jejak perjalanan spritual yang dilakukan Syekh Muhammad Yatim, termasuk makam muridnya sudah kita rancahi kembali," ujar Koten.
Masrizal menginginkan adanya pengharagaan terhadap ulama itu. Apalagi pertalian dan karyanya sangat besar sekali ditengah masyarakat Padang Pariaman dan Sumatera Barat di zamannya. Dia tidak sekedar ulama ahli kitab. Tetapi mampu memberikan keteladanan kepada banyak orang, yang dimulai dari dirinya sendiri.
"Sedangkan sejumlah makam muridnya saja sudah berlabel cagar budaya. Seperti makam Tuanku Shaliah Kiramaik Sungai Sariak. Tentu sangat salah, dan kurang adap kita kalau makam beliau tidak atau belum dijadikan sebagai cagar budaya yang ditetapkan negara," ujar Masrizal yang calon nomor urut dua dari PPP ini. (damanhuri)
Palam SMAN 2 Padang Berkurban Empat Sapi di Lubuk Minturun
Palam SMAN 2 Padang Berkurban Empat Sapi di Lubuk Minturun
Padang--Kebersamaan merajut silaturrahim dengan latar kenangan masa-masa bersekolah ternyata membuahkan dampak sosial yang besar. Hal ini dibuktikan oleh Persaudaran Alumni Lapan Ampek (Palam) Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 2 Padang. Lapan Ampek (bahasa Minang – red) adalah tahun 1984, saat mereka tamat sekolah.
Berkat kebersamaan yang terjalin, Palam SMAN 2 Padang memotong empat sapi kurban untuk masyarakat di Kawasan Sungai Lareh, Lubuk Minturun, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Sabtu (2/9). Pelaksanaan kurban mereka pusatkan di Mushalla An-Nur.
Ketua Umum Palam SMAN 2 Padang Edward Mias Datuak Rajo Nando mengemukakan, keempat sapi merupakan kurban 22 anggota. Rinciannya, tiga sapi merupakan kurban 21 anggota dan seorang anggota lainnya berkurban seekor sapi.
Pimpinan Kantor Konsultan Pajak Edward dan Rekan di Dharmawangsa, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, ini mengaku sengaja pulang ke Padang guna bergabung dengan teman-teman sesama anggota Palam SMAN 2 Padang. Anggota yang ikut hadir tak hanya yang ikut berkurban.
Didampingi Ketua Komisariat Kota Padang Nurdan, Edward menyebutkan, Alumni SMAN 2 Padang tamatan 1984 berjumlah sekitar 400 orang. Mereka terdiri dari enam lokal Jurusan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), tiga lokal Jurusan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) dan satu lokal Jurusan Bahasa.
"Kami semua menyatu dalam semangat persaudaraan tanpa terhalang oleh sekat pangkat, jabatan dan status sosial, ekonomi," ujar Anggota Palam, Ade Anshari Dria dan Yudel Wasia menambahkan.
Menurutnya, daging ke-4 sapi kurban dibagikan kepada masyarakat yang berhak menerima dengan menyebar 280 kupon. Setiap sapi untuk 70 kupon dengan target setiap penerima mendapat minimal satu kilogram daging. Selain itu, panitia juga memberikan uang tunai Rp25 ribu kepada setiap penerima daging kurban. Uang itu dimaksudkan untuk pembeli bumbu pemasak daging.
Palam SMAN 2 Padang juga menggelar acara doa dan makan bersama usai shalat Zuhur di Mushalla An-Nur. Hidangan sekaligus tempat makan mereka gelar di atas karpet beralas daun pisang di teras mushalla.
Untuk keperluan pemotongan daging, Palam memakai dan membayar jasa beberapa tukang setempat yang ahli dalam pemotongan daging. Hal itu dimaksudkan supaya setiap penerima memperoleh daging secara proporsional. Sedangkan penyembelihan hewan kurban dilakukan langsung oleh Edward Mias.
"Kegiatan berkurban ini dilaksanakan Palam sudah yang ketujuh kali di berbagai lokasi. Jumlah sapi kurban setiap tahun berkisar empat hingga delapan ekor," cetus Edward Mias.
Tidak hanya berkurban, Palam SMAN 2 Padang juga melaksanakan brbagai kegiatan sosial untuk anggota dan masyarakat. Di antaranya sunatan massal secara periodik serta membantu biaya pendidikan anak-anak anggota yang sudah wafat dan berekonomi lemah.
Menurut Ketua Tim Bantuan Sosial Palam SMAN 2 Padang, Zuhendra, sejak awal tahun 2016 besaran bantuan pendidikan untuk masing-masing tingkatan dinaikkan Rp50.000 perbulan. Untuk SD, SMP / MTs dan SMA / SMK masing-masing menjadi Rp250 ribu, Rp300 ribu dan Rp350 ribu perbulan.
"Jumlah tersebut dengan pertimbangan sekolah negeri tidak ada SPP. Bantuan dimaksudkan untuk pembelian buku dan keperluan sekolah lainnya. Dana dikirimkan setiap tiga bulan," ujar Zuhendra yang bekerja di BRI Sungai Penuh itu.
Sedangkan anak-anak yang sudah kuliah, lanjut dia, dibantu Rp1,2 juta sebagai SPP / semester. Jumlah ini mengacu pada SPP Unand, ditambah uang buku Rp250 ribu / bulan.
"Dana untuk periode Juli – September 2017 sudah dikirim kepada masing-masing ananda asuh," katanya lagi. (501)
Padang--Kebersamaan merajut silaturrahim dengan latar kenangan masa-masa bersekolah ternyata membuahkan dampak sosial yang besar. Hal ini dibuktikan oleh Persaudaran Alumni Lapan Ampek (Palam) Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 2 Padang. Lapan Ampek (bahasa Minang – red) adalah tahun 1984, saat mereka tamat sekolah.
Berkat kebersamaan yang terjalin, Palam SMAN 2 Padang memotong empat sapi kurban untuk masyarakat di Kawasan Sungai Lareh, Lubuk Minturun, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Sabtu (2/9). Pelaksanaan kurban mereka pusatkan di Mushalla An-Nur.
Ketua Umum Palam SMAN 2 Padang Edward Mias Datuak Rajo Nando mengemukakan, keempat sapi merupakan kurban 22 anggota. Rinciannya, tiga sapi merupakan kurban 21 anggota dan seorang anggota lainnya berkurban seekor sapi.
Pimpinan Kantor Konsultan Pajak Edward dan Rekan di Dharmawangsa, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, ini mengaku sengaja pulang ke Padang guna bergabung dengan teman-teman sesama anggota Palam SMAN 2 Padang. Anggota yang ikut hadir tak hanya yang ikut berkurban.
Didampingi Ketua Komisariat Kota Padang Nurdan, Edward menyebutkan, Alumni SMAN 2 Padang tamatan 1984 berjumlah sekitar 400 orang. Mereka terdiri dari enam lokal Jurusan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), tiga lokal Jurusan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) dan satu lokal Jurusan Bahasa.
"Kami semua menyatu dalam semangat persaudaraan tanpa terhalang oleh sekat pangkat, jabatan dan status sosial, ekonomi," ujar Anggota Palam, Ade Anshari Dria dan Yudel Wasia menambahkan.
Menurutnya, daging ke-4 sapi kurban dibagikan kepada masyarakat yang berhak menerima dengan menyebar 280 kupon. Setiap sapi untuk 70 kupon dengan target setiap penerima mendapat minimal satu kilogram daging. Selain itu, panitia juga memberikan uang tunai Rp25 ribu kepada setiap penerima daging kurban. Uang itu dimaksudkan untuk pembeli bumbu pemasak daging.
Palam SMAN 2 Padang juga menggelar acara doa dan makan bersama usai shalat Zuhur di Mushalla An-Nur. Hidangan sekaligus tempat makan mereka gelar di atas karpet beralas daun pisang di teras mushalla.
Untuk keperluan pemotongan daging, Palam memakai dan membayar jasa beberapa tukang setempat yang ahli dalam pemotongan daging. Hal itu dimaksudkan supaya setiap penerima memperoleh daging secara proporsional. Sedangkan penyembelihan hewan kurban dilakukan langsung oleh Edward Mias.
"Kegiatan berkurban ini dilaksanakan Palam sudah yang ketujuh kali di berbagai lokasi. Jumlah sapi kurban setiap tahun berkisar empat hingga delapan ekor," cetus Edward Mias.
Tidak hanya berkurban, Palam SMAN 2 Padang juga melaksanakan brbagai kegiatan sosial untuk anggota dan masyarakat. Di antaranya sunatan massal secara periodik serta membantu biaya pendidikan anak-anak anggota yang sudah wafat dan berekonomi lemah.
Menurut Ketua Tim Bantuan Sosial Palam SMAN 2 Padang, Zuhendra, sejak awal tahun 2016 besaran bantuan pendidikan untuk masing-masing tingkatan dinaikkan Rp50.000 perbulan. Untuk SD, SMP / MTs dan SMA / SMK masing-masing menjadi Rp250 ribu, Rp300 ribu dan Rp350 ribu perbulan.
"Jumlah tersebut dengan pertimbangan sekolah negeri tidak ada SPP. Bantuan dimaksudkan untuk pembelian buku dan keperluan sekolah lainnya. Dana dikirimkan setiap tiga bulan," ujar Zuhendra yang bekerja di BRI Sungai Penuh itu.
Sedangkan anak-anak yang sudah kuliah, lanjut dia, dibantu Rp1,2 juta sebagai SPP / semester. Jumlah ini mengacu pada SPP Unand, ditambah uang buku Rp250 ribu / bulan.
"Dana untuk periode Juli – September 2017 sudah dikirim kepada masing-masing ananda asuh," katanya lagi. (501)
Langganan:
Postingan (Atom)






