Ansor Minta Kadernya Tingkatkan Kemampuan Hadapi Persaingan Global
Padang Pariaman--Kader Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Padang Pariaman diminta terus meningkatkan kemampuan dirinya dalam menghadapi tantangan ke depan yang semakin berat. Persaingan global, suka tidak suka, mau tidak mau, semakin mempengaruhi kehidupan masyarakat mendatang.
Ketua Pimpinan Cabang (PC) GP Ansor Kabupaten Padang Pariaman; Zeki Aliwardana mengungkapkan hal itu pada halal bi halal keluarga besar Ansor, Selasa (4/7) malam di Pauh Kambar. Halal bi halal dihadiri puluhan orang dari pengurus PC, PAC, kader Ansor di daerah itu, mantan Ketua PC PMII Kota Pariaman; Jupmaidi Ilham, mantan Ketua Senat STIT Syekh Burhanuddin Pariaman; M.Danil Kharlis.
Menurut Zeki Aliwardana, kegiatan halal bi halal ini bertujuan meningkatkan silaturrahmi sesama kader. Dengan terus terjalinnya silaturrahmi ini dapat mendorong peningkatan kemampuan masing-masing kader.
"Melalui forum ini kita saling bertukar pikiran dan informasi terkini," kata dia. Kader-kader yang merasa masih kekurangan kemampuan dalam berkiprah di tengah masyarakat dapat saling berbagi dengan kader yang sudah duluan terjun dalam kehidupan bermasyarakat.
Menurut Zeki, kader Ansor memang disiapkan untuk berkiprah di tengah masyarakat. Terutama dalam membentengi paham Islam berhaluan Ahlussunnah Waljamaah yang mayoritas dianut oleh masyarakat Kabupaten Padang Pariaman.
"Dengan munculnya berbagai gerakan dan paham agama yang belum tentu sesuai dengan paham Islam berhaluan Ahlussunnah Waljamaah yang mayoritas dianut oleh masyarakat Kabupaten Padang Pariaman tersebut, maka kehadiran Ansor sangat dibutuhkan," kata Zeki menambahkan.
Dibagian lain, Zeki juga menambahkan, untuk memperkuat tradisi paham keagamaan tersebut, dalam bulan ini Ansor Padang Pariaman menggelar wisata ziarah ke makam para ulama yang menyebarkan paham Islam berhaluan Ahlussunnah Waljamaah di Minangkabau. Ziarah ini penting dilakukan sebagai bentuk penghormatan kepada para ulama pendahulu yang sudah berjasa menyebarkan paham Islam berhaluan Ahlussunnah Waljamaah di Sumatera Barat.
"Hal ini juga menunjukkan bahwa Ansor tetap menjaga tradisi keagamaan yang mayoritas dianut di daerah ini. Untuk itu kami mengajak generasi muda yang menjaga tradisi ziarah ini bersama Ansor mengikuti wisata ziarah ke makam ulama yang dimulai dari makam Syekh Burhanuddin di Ulakan," kata Zeki. (501)
Rabu, 05 Juli 2017
Selasa, 04 Juli 2017
Mengangkat Honorer Jadi PNS Harus Perhatikan Beberapa Aturan Perundang-undangan yang Berlaku
Mengangkat Honorer Jadi PNS Harus Perhatikan Beberapa Aturan Perundang-undangan yang Berlaku
Sintuak--Bupati Padang Pariaman Ali Mukhni menyerahkan dana insentif kepada guru-guru honor, operator komputer dan penjaga sekolah untuk Wilayah IV yang meliputi Kecamatan Lubuk Alung, Batang Anai dan Sintuak Toboh Gadang. Penyerahan dana insentif tersebut berlangsung di SMPN 1 Kecamatan Sintuak Toboh Gadang (Sintoga), Sabtu (1/7).
Bupati Ali Mukhni meminta para guru honor, operator dan penjaga sekolah agar jangan melihat besaran nilai dana insentif itu, tetapi lihatlah ini sebagai salah satu wujud kepedulian Pemkab Padang Pariaman terhadap pengabdian guru honor, operator dan penjaga sekolah di daerah ini.
Ia mengharapkan, semoga ke depan guru-guru honor, operator dan penjaga sekolah semakin bersemangat dalam bekerja. "Dengan demikian, mutu pendidikan kita akan semakin bagus," ujar Ali Mukhni.
Terkait permintaan guru-guru honorer agar dapat diangkat sebagai pegawai negeri sipil (PNS), Kepala Bagian Humas dan Protokol Setdakab Padang Pariaman Andri Satria Masri menjelaskan, pada dasarnya Pemkab Padang Pariaman sangat ingin mengangkat guru honorer menjadi PNS karena memang dibutuhkan.
Namun, lanjut dia, mengangkat honorer menjadi PNS harus memperhatikan beberapa aturan perundang-undangan yang berlaku, misalnya UU Nomor 5 tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN). Banyak aturan di sana yang harus dipertimbangkan. Belum lagi ketersediaan anggaran, kesesuaian mata pelajaran yang dibutuhkan, moratorium pengangkatan PNS oleh Menpan RB dan lain-lain.
"Semua itu menjadi pertimbangan yang harus diperhatikan oleh bupati dan jajarannya di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan," ujarnya.
Andri mengungkapkan, ia mendapat informasi dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan serta Badan Kepegawaian dan Pendayagunaan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) tentang bagaimana mereka bersama bupati dan wakil bupati mencari cara dan upaya agar guru-guru honorer untuk dijadikan PNS.
"Mohon doa dari bapak dan ibu guru honorer agar usaha dan upaya tersebut membuahkan hasil tanpa melanggar UU yang berlaku," harap Andri. (501)
Sintuak--Bupati Padang Pariaman Ali Mukhni menyerahkan dana insentif kepada guru-guru honor, operator komputer dan penjaga sekolah untuk Wilayah IV yang meliputi Kecamatan Lubuk Alung, Batang Anai dan Sintuak Toboh Gadang. Penyerahan dana insentif tersebut berlangsung di SMPN 1 Kecamatan Sintuak Toboh Gadang (Sintoga), Sabtu (1/7).
Bupati Ali Mukhni meminta para guru honor, operator dan penjaga sekolah agar jangan melihat besaran nilai dana insentif itu, tetapi lihatlah ini sebagai salah satu wujud kepedulian Pemkab Padang Pariaman terhadap pengabdian guru honor, operator dan penjaga sekolah di daerah ini.
Ia mengharapkan, semoga ke depan guru-guru honor, operator dan penjaga sekolah semakin bersemangat dalam bekerja. "Dengan demikian, mutu pendidikan kita akan semakin bagus," ujar Ali Mukhni.
Terkait permintaan guru-guru honorer agar dapat diangkat sebagai pegawai negeri sipil (PNS), Kepala Bagian Humas dan Protokol Setdakab Padang Pariaman Andri Satria Masri menjelaskan, pada dasarnya Pemkab Padang Pariaman sangat ingin mengangkat guru honorer menjadi PNS karena memang dibutuhkan.
Namun, lanjut dia, mengangkat honorer menjadi PNS harus memperhatikan beberapa aturan perundang-undangan yang berlaku, misalnya UU Nomor 5 tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN). Banyak aturan di sana yang harus dipertimbangkan. Belum lagi ketersediaan anggaran, kesesuaian mata pelajaran yang dibutuhkan, moratorium pengangkatan PNS oleh Menpan RB dan lain-lain.
"Semua itu menjadi pertimbangan yang harus diperhatikan oleh bupati dan jajarannya di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan," ujarnya.
Andri mengungkapkan, ia mendapat informasi dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan serta Badan Kepegawaian dan Pendayagunaan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) tentang bagaimana mereka bersama bupati dan wakil bupati mencari cara dan upaya agar guru-guru honorer untuk dijadikan PNS.
"Mohon doa dari bapak dan ibu guru honorer agar usaha dan upaya tersebut membuahkan hasil tanpa melanggar UU yang berlaku," harap Andri. (501)
Gubernur Irwan Prayitno Dukunga Pembangunan Kawasan Tarok City
Gubernur Irwan Prayitno Dukunga Pembangunan Kawasan Tarok City
Parit Malintang--Pada hari pertama masuk kerja usai libur panjang pasca hari Raya Idul Fitri, Senin (3/7) Bupati Ali Mukhni mengunjungi Gubernur Sumbar Irwan Prayitno di Gubenuran, Padang. Turut serta Kepala Bappeda Ali Amran, Kepala DPMPTP Hendra Aswara, Kepala PUPR Budi Mulia dan Kabag Humas Protokol Andri Satria Masri.
"Alhamdulillah, hari pertama masuk kantor, kita gunakan bersilaturahmi dengan Bapak Gubernur sekaligus melaporkan pengembangan kawasan Tarok City sebagai Kawasan Pendidikan Terpadu (KPT)," kata Bupati Ali Mukhni.
Orang nomor satu di Padang Pariaman itu juga mohon kehadiran Gubernur dalam acara penandatanganan MoU antara Pemkab Padang Pariaman dengan Lembaga Adminstrasi Negara (LAN RI).
"Jadi tindak-lanjut pertemuan kita dengan LAN akhir Juni lalu, disepakati dengan penandatangan MoU, Selasa (4/7) di Kantor Gubernur," terang alumni Harvard Kennedy School di Amerika Serikat itu.
Mengenai jalan, tambahnya, bahwa pada bulan puasa sudah tuntas pembukaan akses masuk sebagai bentuk keseriusan Pemkab Padang Pariaman. Status lahan pun telah clear and clean seluas 697 hektare yang merupakan tanah negara di mana kewenangannya berada di tangan kepala daerah.
"Tadi Pak Gubernur kaget bahwa kita sudah buka jalan selebar 75 meter, sepanjang dua kilometer, bahkan mobil sedan pun sudah bisa melintas. Kita berharap Diklat LAN sudah di bangun tahun ini," ujar Bupati yang dikenal akrab dengan Gubenur itu.
Gubernur Irwan Prayitno menyatakan dukungannya terhadap kawasan Tarok City dengan pembangunan kawasan pendidikan. Ia yakin Tarok City akan menjelma sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru di Sumbar. "Kita apresiasi Pak Ali Mukhni yang terus berinovasi membangun daerah. Dulu sukses bangun Diklat Pelayaran, MAN IC, Asrama Haji dan lainnya. Sekarang sudah viral pembangunan Tarok City," kata Irwan.
Sebagaimana diketahui, Tarok City sebagai lokasi pembangunan Kampus UNP, Politenik Negeri Padang, ISI Padang Panjang, UIN Imam Bonjol, Diklat LAN, Diklat Kejagung, Diklat BPN, Perkantoran dan lainnya. (501)
Parit Malintang--Pada hari pertama masuk kerja usai libur panjang pasca hari Raya Idul Fitri, Senin (3/7) Bupati Ali Mukhni mengunjungi Gubernur Sumbar Irwan Prayitno di Gubenuran, Padang. Turut serta Kepala Bappeda Ali Amran, Kepala DPMPTP Hendra Aswara, Kepala PUPR Budi Mulia dan Kabag Humas Protokol Andri Satria Masri.
"Alhamdulillah, hari pertama masuk kantor, kita gunakan bersilaturahmi dengan Bapak Gubernur sekaligus melaporkan pengembangan kawasan Tarok City sebagai Kawasan Pendidikan Terpadu (KPT)," kata Bupati Ali Mukhni.
Orang nomor satu di Padang Pariaman itu juga mohon kehadiran Gubernur dalam acara penandatanganan MoU antara Pemkab Padang Pariaman dengan Lembaga Adminstrasi Negara (LAN RI).
"Jadi tindak-lanjut pertemuan kita dengan LAN akhir Juni lalu, disepakati dengan penandatangan MoU, Selasa (4/7) di Kantor Gubernur," terang alumni Harvard Kennedy School di Amerika Serikat itu.
Mengenai jalan, tambahnya, bahwa pada bulan puasa sudah tuntas pembukaan akses masuk sebagai bentuk keseriusan Pemkab Padang Pariaman. Status lahan pun telah clear and clean seluas 697 hektare yang merupakan tanah negara di mana kewenangannya berada di tangan kepala daerah.
"Tadi Pak Gubernur kaget bahwa kita sudah buka jalan selebar 75 meter, sepanjang dua kilometer, bahkan mobil sedan pun sudah bisa melintas. Kita berharap Diklat LAN sudah di bangun tahun ini," ujar Bupati yang dikenal akrab dengan Gubenur itu.
Gubernur Irwan Prayitno menyatakan dukungannya terhadap kawasan Tarok City dengan pembangunan kawasan pendidikan. Ia yakin Tarok City akan menjelma sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru di Sumbar. "Kita apresiasi Pak Ali Mukhni yang terus berinovasi membangun daerah. Dulu sukses bangun Diklat Pelayaran, MAN IC, Asrama Haji dan lainnya. Sekarang sudah viral pembangunan Tarok City," kata Irwan.
Sebagaimana diketahui, Tarok City sebagai lokasi pembangunan Kampus UNP, Politenik Negeri Padang, ISI Padang Panjang, UIN Imam Bonjol, Diklat LAN, Diklat Kejagung, Diklat BPN, Perkantoran dan lainnya. (501)
Minggu, 02 Juli 2017
Berharap Sumbar Jadi Tuan Rumah Jambore Nasional PTK PNFI
Berharap Sumbar Jadi Tuan Rumah Jambore Nasional PTK PNFI
Pariaman--Sekaitan akan diadakannya jambore Pendidik dan Tenaga Kependidikian (PTK) Pendidikan Anak Usia Dini Non Formal dan Informal (PAUDNI) 2011, tingkat Sumbar di Pariaman, maka dilakukan sosialisasi tentang hal itu selama dua hari, pada 26-27 Mei di Basko Hotel, Padang
Menurut Ruswan Tanjung, selaku Ketua panitia kegiatan, sosialisasi tersebut dihadiri oleh Kabid PNFI dan Kepala SKB kabuaten/kota se-Sumatra Barat. Hal itu penting dilakukan, mengingat banyaknya jenis lomba yang akan dilombakan pada jambore demikian. Sebelumnya, juga telah dilakukan sosialisasi kepada 42 juri dari 14 jenis lomba, yang pada waktu itu dipimpin langsung oleh Prof. H. Jamaris Jamna, selaku Ketua Tim juri jambore tingkat Sumbar.
"Untuk memudahkan tim juri dalam melaksanakan tugasnya, diharapkan masing-masing kabupaten/kota sudah harus menyerahkan kelengkapan makalahnya, baik Lomba Karya Nyata (LKN) dan Lomba Karya Tulis (LKT), dua hari sebelum kegiatan jambore. Apabila ada daerah yang terlambat dari hari yang dimaksud, maka makalahnya tidak akan diterima panitia," kata Ruswan Tanjung pada Serambi Pos, Kamis (19/5) di Pariaman.
Selama ini, kata Ruswan Tanjung, makalah itu hanya diserahkan pada saat perlombaan berlangsung, sehingga sang juri mendapatkan kesulitan dalam melakukan penilaian, untuk melahirkan juara yang berkualitas yang akan berlaga nantinya pada jambore tingkat nasional. "Untuk itulah pentingnya sosialisasi ini dilakukan dikalangan Kabid PNFI dan seluruh Kepala SKB yang ada, sekaligus mempermantap kesiapan peserta utusan kabupaten/kota nantinya," ujarnya.
Katanya lagi, yang akan memberikan materi pada sosialisasi tersebut, adalah Prof. H. Jamaris Jamna, Kabit PNFI Dinas Pendidikan Provinsi Sumatra Barat, Kepala Dinas Pendidikan, Syamsulrizal, dan utusan dari Direktorat PTK PAUDI Kementerian Pendidikan Nasional RI.
Ruswan Tanjung mengharapkan, seluruh pihak terkait untuk bisa menghadiri sosialisasi dimaksud. "Kita ingin sukses dalam melakukan jambore ini, yang tentunya sangat berharap pada jambore tingkat nasional kedepannya bisa pula diadakan di Sumatra Barat ini. Dalam sejarahnya, daerah ini belum pernah menjadi tuan rumah pada jambore nasional tersebut," sebutnya. (009)
Pariaman--Sekaitan akan diadakannya jambore Pendidik dan Tenaga Kependidikian (PTK) Pendidikan Anak Usia Dini Non Formal dan Informal (PAUDNI) 2011, tingkat Sumbar di Pariaman, maka dilakukan sosialisasi tentang hal itu selama dua hari, pada 26-27 Mei di Basko Hotel, Padang
Menurut Ruswan Tanjung, selaku Ketua panitia kegiatan, sosialisasi tersebut dihadiri oleh Kabid PNFI dan Kepala SKB kabuaten/kota se-Sumatra Barat. Hal itu penting dilakukan, mengingat banyaknya jenis lomba yang akan dilombakan pada jambore demikian. Sebelumnya, juga telah dilakukan sosialisasi kepada 42 juri dari 14 jenis lomba, yang pada waktu itu dipimpin langsung oleh Prof. H. Jamaris Jamna, selaku Ketua Tim juri jambore tingkat Sumbar.
"Untuk memudahkan tim juri dalam melaksanakan tugasnya, diharapkan masing-masing kabupaten/kota sudah harus menyerahkan kelengkapan makalahnya, baik Lomba Karya Nyata (LKN) dan Lomba Karya Tulis (LKT), dua hari sebelum kegiatan jambore. Apabila ada daerah yang terlambat dari hari yang dimaksud, maka makalahnya tidak akan diterima panitia," kata Ruswan Tanjung pada Serambi Pos, Kamis (19/5) di Pariaman.
Selama ini, kata Ruswan Tanjung, makalah itu hanya diserahkan pada saat perlombaan berlangsung, sehingga sang juri mendapatkan kesulitan dalam melakukan penilaian, untuk melahirkan juara yang berkualitas yang akan berlaga nantinya pada jambore tingkat nasional. "Untuk itulah pentingnya sosialisasi ini dilakukan dikalangan Kabid PNFI dan seluruh Kepala SKB yang ada, sekaligus mempermantap kesiapan peserta utusan kabupaten/kota nantinya," ujarnya.
Katanya lagi, yang akan memberikan materi pada sosialisasi tersebut, adalah Prof. H. Jamaris Jamna, Kabit PNFI Dinas Pendidikan Provinsi Sumatra Barat, Kepala Dinas Pendidikan, Syamsulrizal, dan utusan dari Direktorat PTK PAUDI Kementerian Pendidikan Nasional RI.
Ruswan Tanjung mengharapkan, seluruh pihak terkait untuk bisa menghadiri sosialisasi dimaksud. "Kita ingin sukses dalam melakukan jambore ini, yang tentunya sangat berharap pada jambore tingkat nasional kedepannya bisa pula diadakan di Sumatra Barat ini. Dalam sejarahnya, daerah ini belum pernah menjadi tuan rumah pada jambore nasional tersebut," sebutnya. (009)
Dengan Kondisi Seadaanya Pesta Pantai Arta Tetap Dilaksanakan
Dengan Kondisi Seadaanya Pesta Pantai Arta Tetap Dilaksanakan
Sungai Limau--Pantai Arta Sugai Limau kembali menggeliat. Ini dapat dilihat telah ramainya pedagang yang sedang memasang tenda-tenda untuk berjualan di sekitar pantai.
Menurut Panitia Pelaksana Pesta Pantai Arta tahun 2017 Syafruddin, yang seharai-hari sebagai Pimpinan UPK Kecamatan Sungai Limau menyatakan, penyelenggaaraan pesta pantai ini adalah ageda rutin tahunan semenjak 1981 sampai sekarang, yang dilaksanakan sehari setelah shalat Idul Fitri, berangsung selama satu minggu, dari 26 Juni hingga 2 Juli.
Syafruddin menambahkan, bahwa pelaksanaan pesta pantai ini haruslah diberikan sokongan oleh Pemkab Padang Pariaman, terutama perbaikan sarana dan prasarana seperti jalan, gerbang, jalan pendestrian, pemasangan baronjong di muara sungai dan penataan lainnya.
"Sehingga pengunjung yang datang akan betah berlama-lama di tempat ini," kata dia. Karena Pantai Arta ini adalah pantai yang melegenda dan bisa menjadi icon pariwisata Padang Pariaman. Pantai ini telah ada lagunya. Pemerintah tinggal sedikit memberikan sentuhan, maka jadilah pantai ini, tukuknya Syafruddin.
Dia mengatakan, jika mau melihat ramainya Pantai Arta ini boleh lihat dua hari setelah shalai Id.
Sementara itu tokoh muda Padang Pariaman Zainal Effendi yang juga putra asli Sungai Limau menyebutkan, Pantai Arta ini bisa menjadi penggerak perekonomian anak nagari. "Kita berharap perhatian khusus dari pemerintah untuk menatanya," harapnya.
Secara terpisah, Sekcam Kecamatan Sungai Limau Anton Wira Tanjung menyatakan, Pantai Arta ini memang perlu pembenahan. "Kita dari pemerintahan telah mengirim surat permohonan pembuatan masterplan Pantai Arta, serta telah menyerahkan surat penyerahan tanah oleh masyarakat kepada pemerintah agar lokasi itu diperbaiki sarana dan prasarananya kepada Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Padang pariaman," kata dia.
Bahkan, lanjut Anton Wira Tanjung, dalam usulan Musrenbang kecamatan juga telah dimasukan. Pola pengelolaanya ada dua metode yang dapat diterapkan. Pertama adalah pengelolaanya oleh pemerintah nagari melalui Bumnag dengan mekanisme memperhatikan masyarakat setempat.
Atau kedua dengan metode pengelolaan secara profesional oleh pemerintah dan ditata dengan sebaik-baiknya dengan icon tersendiri serta diterbitkan retribusinya. "Sebenarnya intinya yang kita harapkan adalah modal. Jangan sampai potensi yang ada kita buang percuma. Kita khawatir nanti segmen pasar kita (Pantai Artha) di ambil alih oleh Pantai Tiku yang cukup intens diperhatikan Pemkab Agam saat ini," tambah Sekcam. (501)
Sungai Limau--Pantai Arta Sugai Limau kembali menggeliat. Ini dapat dilihat telah ramainya pedagang yang sedang memasang tenda-tenda untuk berjualan di sekitar pantai.
Menurut Panitia Pelaksana Pesta Pantai Arta tahun 2017 Syafruddin, yang seharai-hari sebagai Pimpinan UPK Kecamatan Sungai Limau menyatakan, penyelenggaaraan pesta pantai ini adalah ageda rutin tahunan semenjak 1981 sampai sekarang, yang dilaksanakan sehari setelah shalat Idul Fitri, berangsung selama satu minggu, dari 26 Juni hingga 2 Juli.
Syafruddin menambahkan, bahwa pelaksanaan pesta pantai ini haruslah diberikan sokongan oleh Pemkab Padang Pariaman, terutama perbaikan sarana dan prasarana seperti jalan, gerbang, jalan pendestrian, pemasangan baronjong di muara sungai dan penataan lainnya.
"Sehingga pengunjung yang datang akan betah berlama-lama di tempat ini," kata dia. Karena Pantai Arta ini adalah pantai yang melegenda dan bisa menjadi icon pariwisata Padang Pariaman. Pantai ini telah ada lagunya. Pemerintah tinggal sedikit memberikan sentuhan, maka jadilah pantai ini, tukuknya Syafruddin.
Dia mengatakan, jika mau melihat ramainya Pantai Arta ini boleh lihat dua hari setelah shalai Id.
Sementara itu tokoh muda Padang Pariaman Zainal Effendi yang juga putra asli Sungai Limau menyebutkan, Pantai Arta ini bisa menjadi penggerak perekonomian anak nagari. "Kita berharap perhatian khusus dari pemerintah untuk menatanya," harapnya.
Secara terpisah, Sekcam Kecamatan Sungai Limau Anton Wira Tanjung menyatakan, Pantai Arta ini memang perlu pembenahan. "Kita dari pemerintahan telah mengirim surat permohonan pembuatan masterplan Pantai Arta, serta telah menyerahkan surat penyerahan tanah oleh masyarakat kepada pemerintah agar lokasi itu diperbaiki sarana dan prasarananya kepada Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Padang pariaman," kata dia.
Bahkan, lanjut Anton Wira Tanjung, dalam usulan Musrenbang kecamatan juga telah dimasukan. Pola pengelolaanya ada dua metode yang dapat diterapkan. Pertama adalah pengelolaanya oleh pemerintah nagari melalui Bumnag dengan mekanisme memperhatikan masyarakat setempat.
Atau kedua dengan metode pengelolaan secara profesional oleh pemerintah dan ditata dengan sebaik-baiknya dengan icon tersendiri serta diterbitkan retribusinya. "Sebenarnya intinya yang kita harapkan adalah modal. Jangan sampai potensi yang ada kita buang percuma. Kita khawatir nanti segmen pasar kita (Pantai Artha) di ambil alih oleh Pantai Tiku yang cukup intens diperhatikan Pemkab Agam saat ini," tambah Sekcam. (501)
PMII Harus Lakukan Kegiatan yang Bermanfaat di Lingkungannya
PMII Harus Lakukan Kegiatan yang Bermanfaat di Lingkungannya
Pariaman--Kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) harus dekat dengan masyarakat di lingkungannya, dengan melakukan kegiatan yang bermanfaat. Kehadiran kader PMII harus dirasakan oleh masyarakat itu sendiri.
Hal itu diungkapkan Penerima Mandat Pembentukan PMII Kota Pariaman Armaidi Tanjung saat menerima kunjungan silaturrahmi Pengurus Komisariat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PK PMII) Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Syekh Burhanuddin (STIT SB) Pariaman, Rabu (28/6) di kediamannya Korong Palembayan, Nagari Sintuak, Kabupaten Padang Pariaman. Rombongan dikomandoi mantan Ketua Senat STIT SB Danil Kharlis, didampingi Sekretaris Umum PK PMII STIT SB Pariaman Mulya Rizki, Ketua Kopri PK PMII Yerida Lelita dan belasan kader PMII dari STIT SB Kota Pariaman.
Menurut Armaidi Tanjung, kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat di lingkungannya mulai dari hal-hal kecil yang selama ini mungkin belum terpikirkan oleh orang lain. Lihat potensi nagari/desa masing-masing yang mungkin bisa dikembangkan. "Sekecil apa pun kegiatan yang bermanfaat, harus dimulai untuk melangkah ke masa depan yang lebih baik," kata Armaidi Tanjung menambahkan.
Terkait dengan bersilaturrahmi, kader PMII harus terus menjaga dan melestarikan nilai-nilai silaturrahmi dengan para seniornya. Terutama di hari lebaran untuk meningkatkan persaudaraan sesama umat beragama Islam, kata Armaidi Tanjung.
Sementara itu, mantan Ketua Senat STIT SB Danil Kharlis menyebutkan, kegiatan bersilaturahmi sekaligus pergi berlebaran ke rumah ayahanda Armaidi Tanjung dan dan rekan-rekan lainnya. "Momen lebaran ini memang kita manfaatkan untuk bersilaturrahmi ke rumah masing-masing. Sehingga tidak hanya kenal di kampus dan organisasi saja, tapi juga mengetahui tempat tinggal dan keluarga dari masing-masing kader," kata Kharlis yang juga Sekretaris Bamus Nagari Tandikek Utara ini. (501)
Pariaman--Kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) harus dekat dengan masyarakat di lingkungannya, dengan melakukan kegiatan yang bermanfaat. Kehadiran kader PMII harus dirasakan oleh masyarakat itu sendiri.
Hal itu diungkapkan Penerima Mandat Pembentukan PMII Kota Pariaman Armaidi Tanjung saat menerima kunjungan silaturrahmi Pengurus Komisariat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PK PMII) Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Syekh Burhanuddin (STIT SB) Pariaman, Rabu (28/6) di kediamannya Korong Palembayan, Nagari Sintuak, Kabupaten Padang Pariaman. Rombongan dikomandoi mantan Ketua Senat STIT SB Danil Kharlis, didampingi Sekretaris Umum PK PMII STIT SB Pariaman Mulya Rizki, Ketua Kopri PK PMII Yerida Lelita dan belasan kader PMII dari STIT SB Kota Pariaman.
Menurut Armaidi Tanjung, kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat di lingkungannya mulai dari hal-hal kecil yang selama ini mungkin belum terpikirkan oleh orang lain. Lihat potensi nagari/desa masing-masing yang mungkin bisa dikembangkan. "Sekecil apa pun kegiatan yang bermanfaat, harus dimulai untuk melangkah ke masa depan yang lebih baik," kata Armaidi Tanjung menambahkan.
Terkait dengan bersilaturrahmi, kader PMII harus terus menjaga dan melestarikan nilai-nilai silaturrahmi dengan para seniornya. Terutama di hari lebaran untuk meningkatkan persaudaraan sesama umat beragama Islam, kata Armaidi Tanjung.
Sementara itu, mantan Ketua Senat STIT SB Danil Kharlis menyebutkan, kegiatan bersilaturahmi sekaligus pergi berlebaran ke rumah ayahanda Armaidi Tanjung dan dan rekan-rekan lainnya. "Momen lebaran ini memang kita manfaatkan untuk bersilaturrahmi ke rumah masing-masing. Sehingga tidak hanya kenal di kampus dan organisasi saja, tapi juga mengetahui tempat tinggal dan keluarga dari masing-masing kader," kata Kharlis yang juga Sekretaris Bamus Nagari Tandikek Utara ini. (501)
30 Orang Anak Yatim Kampuang Kalawi dapat Santunan
30 Orang Anak Yatim Kampuang Kalawi dapat Santunan
Lubuk Alung--Sudah menjadi tradisi tahunan oleh masyarakat Korong Kampuang Kalawi, Nagari Pasie Laweh Lubuk Alung, Kabupaten Padang Pariaman menyantuni anak yatim setiap akhir Ramadhan atau menjelang lebaran Idul Fitri.
Walikorong Kampuang Kalawi Khaidir menyebutkan, tahun ini ada 30 orang anak yatim atau piatu di korong itu yang diberikan santunan. "Uang santunan ini kita ambilkan dari kontak infaq yang dijalankan setiap pekannya di Masjid Taqwa Kampuang Kalawi," kata dia.
Khaidir bersama Ketua Pengurus Masjid Taqwa Burhanuddin menjelaskan, masing-masing anak dapat santunan sebesar Rp200 ribu. "Alhamdulillah, untuk Nagari Pasie Laweh dari sekian banyak masjid, hanya Masjid Taqwa ini yang rutin memberikan hak anak yatim setiap tahunnya," ungkapnya.
"Paling tidak, kita ikut meringankan beban anak yatim dalam menghadapi lebaran, dimana kebutuhan setiap orang cukup tinggi," ujarnya. Khaidir berpesan agar uang itu dapat digunakan untuk hal-hal yang bermanfaat.
Dia berharap, tahun depan jumlahnya bisa lebih banyak lagi. Kepada anak yatim atau piatu yang menerima bantuan, dia menginginkan supaya terus melakukan kewajiban dalam beragama. "Jangan tinggalkan shalat dan puasa. Terus sekolah untuk mencapai cita-cita nantinya," harapnya.
Anak yatim atau piatu yang disantuni itu pada umumnya banyak ditinggal pergi oleh ayahnya yang telah meninggal dunia. Menurut Khaidir, hal ini adalah tanggungjawab bersama dalam membesarkannya serta meneruskan pendidikannya.
Kepada semua masyarakat Kampuang Kalawi, Kahidir selaku walikorong menyampaikan terima kasihnya atas partisipasi yang diberikan setiap hari, terutama Jumat untuk mengisi kontak infaq bagi anak yatim demikian. (501)
Lubuk Alung--Sudah menjadi tradisi tahunan oleh masyarakat Korong Kampuang Kalawi, Nagari Pasie Laweh Lubuk Alung, Kabupaten Padang Pariaman menyantuni anak yatim setiap akhir Ramadhan atau menjelang lebaran Idul Fitri.
Walikorong Kampuang Kalawi Khaidir menyebutkan, tahun ini ada 30 orang anak yatim atau piatu di korong itu yang diberikan santunan. "Uang santunan ini kita ambilkan dari kontak infaq yang dijalankan setiap pekannya di Masjid Taqwa Kampuang Kalawi," kata dia.
Khaidir bersama Ketua Pengurus Masjid Taqwa Burhanuddin menjelaskan, masing-masing anak dapat santunan sebesar Rp200 ribu. "Alhamdulillah, untuk Nagari Pasie Laweh dari sekian banyak masjid, hanya Masjid Taqwa ini yang rutin memberikan hak anak yatim setiap tahunnya," ungkapnya.
"Paling tidak, kita ikut meringankan beban anak yatim dalam menghadapi lebaran, dimana kebutuhan setiap orang cukup tinggi," ujarnya. Khaidir berpesan agar uang itu dapat digunakan untuk hal-hal yang bermanfaat.
Dia berharap, tahun depan jumlahnya bisa lebih banyak lagi. Kepada anak yatim atau piatu yang menerima bantuan, dia menginginkan supaya terus melakukan kewajiban dalam beragama. "Jangan tinggalkan shalat dan puasa. Terus sekolah untuk mencapai cita-cita nantinya," harapnya.
Anak yatim atau piatu yang disantuni itu pada umumnya banyak ditinggal pergi oleh ayahnya yang telah meninggal dunia. Menurut Khaidir, hal ini adalah tanggungjawab bersama dalam membesarkannya serta meneruskan pendidikannya.
Kepada semua masyarakat Kampuang Kalawi, Kahidir selaku walikorong menyampaikan terima kasihnya atas partisipasi yang diberikan setiap hari, terutama Jumat untuk mengisi kontak infaq bagi anak yatim demikian. (501)
Langganan:
Postingan (Atom)






