Tangisan Siswa tak Terbendung
Hadapi UNBK, SMA N 1 Sungai Limau Gelar Muhasabah dan Zikir Bersama
Sungai Limau--Annisa akhirnya tak bisa menahan tangis. Matanya sampai merah mungkin akibat kebanyakan mengeluarkan air mata haru. Dia dan pelajar SMA N 1 Sungai Limau lainnya juga banyak yang menangis saat mengikuti muhasabah dan zikir bersama, Kamis (6/4) dalam rangka menghadapi Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) yang akan dilakukan Senin depan.
H. Darmon, anggota Komisi V DPRD Sumatera Barat yang memberikan materi muhasabah serta memimpin zikir bersama itu tak tangung-tanggung memberikan materi. "Generasi Islam mendatang harus bangkit. Jadikan cacian dan cemoohan orang lain di kampung sebagai pelecut untuk belajar yang lebih tinggi lagi," kata politikus PAN itu.
Hari ini, dan setelah UNBK, kata Darmon, semua adik-adik akan meninggalkan sekolah ini. Silahkan tentukan nasib Anda semua dengan memilih perguruan tinggi yang sesuai kemampuan. "Jangan jadikan kemiskinan orangtua untuk penghalang tidak melanjutkan kuliah. Melainkan jadikan sebagai penyemangat perjuangan," ungkapnya.
Kunci sukses, kata Darmon, harus rajin dan banyak melakukan ibadah, berdoa, berzikir. "Sebagai manusia biasa kita semua tak terlepas dari noda dan dosa. Dosa kepada guru, orangtua, teman dan lain sebagainya. Untuk ini, setiba di rumah bersimpuhlah di hadapan orangtua untuk mintak ampun dan mohon dimaafkan," anjuran Darmon.
"Ibadah mantap dan akhlak elok jadikan sebagai prestasi," ungkapnya. Darmon mengaku, untuk melanjutkan studinya ke MAN Koto Baru dan IAIN Imam Bonjol Padang banyak menempuh tantangan dan rintangan. Dia pernah dan lama jadi garin dan guru mengaji di masjid dan surau.
Darmon yang yatim sejak kecil itu sama sekali tak menjadikan kemiskinan untuk tidak bersekolah. "Saya ingin berbagi pengalaman, bahwa tidak semua orang miskin itu kandas dalam menggapai cita-cita. Saya mungkin satu dari ribuan contoh dalam hal ini," sebutnya.
Untuk ini, Darmon mengajak semua peserta muhasabah yang merupakan siswa kelas III SMA itu untuk terus berjuang. Jangan sampai putus sekolah sampai di SMA ini. Harus ada yang ke UI, UGM, IPB, ITB, UNP, Unand, dan perguruan tinggi lainnya.
Kepala SMA N 1 Sungai Limau, Kabupaten Padang Pariaman, Zulkaham berharap muhasabah ini upaya terakhir dalam menghadapi UNBK. Sebab, UNBK masing-masing siswa beda soal. Tak mungkin bisa mencontek. Harus mengandalkan kemampuan siswa itu sendiri. Dan lagi, UNBK kali ini merupakan perdana di sekolah ini.
"Ada sembilan lokal yang akan ikut ujian akhir tersebut," kata dia. Zulkaham minta, melalui muhasabah dan zikir bersama ini mampu menjadikan nilai-nilai agama jadi kuat dalam diri anak-anak didiknya. (501)
Kamis, 06 April 2017
Rabu, 05 April 2017
Zikir Membuat Hidup Tenang dan Damai
Zikir Membuat Hidup Tenang dan Damai
Padang Pariaman--Majelis Zikir Istiqamah Syattariyah (Mazis) Kabupaten Padang Pariaman melaksanakan zikir bersama di Surau Lereang, Korong Kampuang Tangah, Nagari Kurai Taji, Kecamatan Nan Sabaris, Selasa malam lalu.
Kegiatan zikir bersama tersebut diselenggarakan sekali sebulan yang diikuti sebanyak 845 orang jemaah. Menurut Ketua Umum Mazis Kabupaten Padang Pariaman, Syafri Tuanku Imam Sutan Sari Alam, sebelum zikir dilaksanakan, terlebih dahulu diadakan tausiah. Arti zikir secara harfiah adalah mengingat Allah. Zikrillah diambil dari dua kata, zikir (mengingat, menyebut, berdoa) dan Allah. Zikir menyimpan manfaat, hikmah, keutamaan dan kekuatan.
"Mazis Padang Pariaman sudah mengadakan kegiatan zikir sejak tahun 2005. Kegiatan zikir diadakan di nagari dan di kecamatan yang ada di Kabupaten Padang Pariaman," kata dia.
Dalam pengajianya, Syafri Tuanku Imam mengatakan, bagi umat yang selalu berzikir kepada Allah SWT akan senantiasa diberikan kemudahan di segala urusan, maupun urusan dunia dan akhirat. Sungguh beruntung kaum muslimin yang selalu berzikir kepada Allah SWT.
"Secara tidak langsung orang yang selalu tekun berzikir adalah gambaran orang-orang yang selalu ingat pada kebesaran Allah SWT, mengakui keagungan-Nya dan menyadari bahwa dirinya dan dunia ini merupakan ciptaan Allah sehingga apapun yang dilakukannya semata-mata karena izin Allah SWT," papar Syafri Tuanku Imam.
Ia juga mengatakan, tujuan hidup manusia adalah menemukan Tuhannya, karena itu, banyak orang yang kemudian ingin menempuh hakikat melalui tarekat (jalan). Zikir adalah bagian dari jalan untuk menuju Allah.
"Sejatinya kehidupan adalah Allah maka setiap manusia yang selalu ingat dan sadar akan Allah, hidupnya akan tenteram dan damai," terangnya. (501)
Padang Pariaman--Majelis Zikir Istiqamah Syattariyah (Mazis) Kabupaten Padang Pariaman melaksanakan zikir bersama di Surau Lereang, Korong Kampuang Tangah, Nagari Kurai Taji, Kecamatan Nan Sabaris, Selasa malam lalu.
Kegiatan zikir bersama tersebut diselenggarakan sekali sebulan yang diikuti sebanyak 845 orang jemaah. Menurut Ketua Umum Mazis Kabupaten Padang Pariaman, Syafri Tuanku Imam Sutan Sari Alam, sebelum zikir dilaksanakan, terlebih dahulu diadakan tausiah. Arti zikir secara harfiah adalah mengingat Allah. Zikrillah diambil dari dua kata, zikir (mengingat, menyebut, berdoa) dan Allah. Zikir menyimpan manfaat, hikmah, keutamaan dan kekuatan.
"Mazis Padang Pariaman sudah mengadakan kegiatan zikir sejak tahun 2005. Kegiatan zikir diadakan di nagari dan di kecamatan yang ada di Kabupaten Padang Pariaman," kata dia.
Dalam pengajianya, Syafri Tuanku Imam mengatakan, bagi umat yang selalu berzikir kepada Allah SWT akan senantiasa diberikan kemudahan di segala urusan, maupun urusan dunia dan akhirat. Sungguh beruntung kaum muslimin yang selalu berzikir kepada Allah SWT.
"Secara tidak langsung orang yang selalu tekun berzikir adalah gambaran orang-orang yang selalu ingat pada kebesaran Allah SWT, mengakui keagungan-Nya dan menyadari bahwa dirinya dan dunia ini merupakan ciptaan Allah sehingga apapun yang dilakukannya semata-mata karena izin Allah SWT," papar Syafri Tuanku Imam.
Ia juga mengatakan, tujuan hidup manusia adalah menemukan Tuhannya, karena itu, banyak orang yang kemudian ingin menempuh hakikat melalui tarekat (jalan). Zikir adalah bagian dari jalan untuk menuju Allah.
"Sejatinya kehidupan adalah Allah maka setiap manusia yang selalu ingat dan sadar akan Allah, hidupnya akan tenteram dan damai," terangnya. (501)
Sabtu, 01 April 2017
Hindari Bencana dengan Menjauhi Maksiat
Hindari Bencana Dengan Menjauhi Maksiat
Pariaman--Pengembangan pariwisata yang diwarnai oleh perbuatan maksiat di sepanjang pantai Tiram, Kecamatan Ulakan Tapakis hingga perbatasan Ketaping, Kecamatan Batang Anai, Padang Pariaman perlu diwaspadai. Jangan sampai maksiat yang berkembang dikawasan tersebut malah mengundang bencana alam.
Wakil Sekretaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Padang Pariaman, Amiruddin Tuanku Majolelo, Senin (27/6) merasa prihatin dengan banyaknya pondok setengah tertutup dibangun yang disediakan untuk pengunjung muda-mudi yang lagi dimabuk nafsu dengan melakukan perbuatan tidak senonoh.
"Dari pengamatan kita di lapangan, sepasang remaja laki-laki dan perempuan tanpa malu-malu saling berangkulan, berpelukkan dan bahkan mungkin berciuman di pondok yang sudah disediakan oleh pemilik warung di kawasan tersebut. Pemandangan ini terutama bakal ramai di hari-hari libur sehingga kawasan tersebut berubah menjadi maksiat terselubung," kata Amiruddin.
Ironisnya lagi, kata dia, diantara pasangan itu ada pula yang memakai jilbab. Itu artinya gadis yang membawa simbol Islam dengan menutup auratnya, juga terjebak di kawasan demikian melakukan perbuatan yang dilarang agama dengan pacarnya.
Amiruddin melihat aparat pemerintah, seperti Satpol PP nyaris tidak melakukan razia di kawasan tersebut. Padahal, hingga kini belum ada pihak yang berani melakukan penertiban. Maraknya maksiat di kawasan tersebut harus ada penegak hukum yang melakukan penertibannya.
Kita hanya mengingatkan saja. "Belum dua tahun lalu kita dilanda bencana gempa 2009. Semuanya ketakutan bukan main. Salah satu penyebab bencana itu datang karena masyarakatnya sudah membiarkan maksiat berlangsung di depan matanya," ungkapnya.
Menurut Amiruddin, pengembangan kawasan wisata bukan harus diwarnai dengan sarana maksiat, yang berakibat pengunjung melakukan perbuatan tidak senonoh. Buat apa mengembangkan wisata dengan mendatangkan pengunjung yang berbuat maksiat. Sebab, masyarakat di sekitar kawasan itu harus menanggung bencana yang ditimpakan oleh Allah terhadap daerah maksiat. "Jangan undang bencana alam dengan lokalisasi perbuatan maksiat," ujarnya lagi.
Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Padang Pariaman, . Abdul Hadi Tuanku Rajo secara terpisah mengingatkan, belajar dari bencana yang pernah melanda berbagai daerah, itu sebagian besar titik-titik bencana, disinyalir tempat maksiat. Artinya, penduduk di kawasan wisata terlalu banyak melakukan kemungkaran kepada Allah, sehingga memberikan peringatan dalam bentuk bencana.
"Apalagi bencana itu ditimpakan kepada manusia memiliki makna teguran, ujian dan pembinasaan oleh Allah. Untuk itu, marilah kita jauhkan perbuatan maksiat. Apalagi menyediakan lokasi, dimana orang seenaknya berbuat maksiat. Khusus di kawasan pantai antara Tiram dengan Kataping itu memang perlu penertiban oleh aparat berwenang," tambah Abdul Hadi. (dam)
-------------------------------------------------------------------
IPNU Padang Gelar Lakmud
Padang, Singgalang
Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Cabang Kota Padang, Kamis-Jumat (23-24/6) mengadakan pengkaderan, berupa Latihan Kader Muda (Lakmud) di Kantor PWNU Sumatra Barat. Pengkaderan yang diikuti 25 peserta dari pengurus OSIS PPMTI Batang Kabung Padang.
Ketua Umum IPNU Cabang Padang, Pebriyaldi menyampaikan pengkaderan yang dilakukannya adalah sebuah bentuk pengabdian dan proses regenerasi bagi agama, dan bangsa, khususnya regenerasi tokoh Nahdlatul Ulama yang berhaluan Ahlusunnah wal Jama’ah. Selain itu kegiatan ini suatu bentuk penyelamatan pelajar dari tren pergaulan bebas masa sekarang, sek bebas dan pemakai obat-obat terlarang yang sudah biasa di kalangan pelajar.
Pada kesempatan itu, hadir juga Ketua Umum PMII Kota Padang, Habibullah, Ketua DPD KNPI Padang, Nisfan Jumadil, Ketua Gemasaba Kota Padang, Yonnarlis. Katanya lagi, sedikit banyak pengkaderan akan mampu membentuk pemuda dimasa yang akan datang, serta membawa perubahan kepada yang lebih baik. Sebab, pengkaderan sudah dilatih dan di kader, mulai dari bangku pelajaran dan juga teori. (dam)
-----------------------------------------------------------------
Jadikan Sepeda Santai Sebagai Ajang Promosi Pariwisata
Pariaman--Bupati Padang Pariaman, H. Ali Mukhni bersama Kapolres setempat, AKBP. Eko Nugrohohadi melepas peserta lomba sepeda santai, dalam rangka HUT Polri yang ke-65 di Pantai Tiram, Kecamatan Ulakan Tapakis, Minggu (26/6). Kegiatan itu diikuti lebih dari 500 peserta dari masyarakat, keluarga besar Polri dan aparatur Pemda yang memperebutkan sejumlah hadiah. Bupati dan Kapolres serta Perwira Polri juga mengikuti sepeda santai ini dengan rute sejauh 10 Km, yang mengitari Nagari Tapakis dan Pantai Tiram.
Menurut Kapolres Eko Nugrohadi, acara ini merupakan rangkaian dari beberapa kegiatan dalam rangka memperingati hajatan tahunan di Padang Pariaman. Lomba sepeda santai ini juga diadakan oleh seluruh Polres di Nusantara pada hari ini secara serentak. Tujuan diadakannya kegiatan ini, adalah untuk menunjukkan, bahwa Polisi selalu berada ditengah masyarakat dalam pelaksanaan tugas dan aktifitas kehidupan lainnya, seperti olahraga.
Bupati Ali Mukhni menekankan, acara ini sangat positif dan perlu dukungan semua pihak. Jika perlu kegiatan sepeda santai ini dilaksanakan setiap bulan, dalam rangka kerjasama antara jajaran kepolisian dengan Pemkab. "Untuk menggiatkan aktifitas, serta kecintaan masyarakat terhadap olahraga bersepeda. Tour de Singkarak beberapa waktu lalu telah meningkatkan minat masyarakat terhadap olahraga bersepeda. Tentu hal ini harus disambut baik dan disalurkan minat masyarakat tersebut dengan lomba, agar lebih bergairah lagi," ungkap Ali Mukhni.
Ali Mukhni mengatakan, diadakannya acara sepeda santai dilokasi wisata Pantai Tiram ini tentu akan membawa dampak positif dan peningkatan terhadap kunjungan wisatawan, sekaligus menambah promosi pariwisata. Pemkab mengucapkan terimakasih pada jajaran Kepolisian yang sudah ikut untuk mempromosikan wisata Padang Pariaman, khususnya Pantai Tiram. "Semoga acara sepeda santai berikutnya dilaksanakan dilokasi wisata lainnya, seperti Malibou Anai, Pantai Arta, Lubuk Bonta dan tempat wisata lainnya," tambahnya. (dam)
------------------------------------------------------------------
Goro Bulanan Terus Dapat Sambutan Antusias
Pariaman--Kegiatan gotong royong masyarakat di Nagari Malai V Suku, Kecamatan Batang Gasan, Padang Pariaman Sabtu, (25/6) diikuti langsung Bupati H. Ali Mukhni, Wakil Bupati, H. Damsuar Datuak Bandaro Putiah, dan Dandim 0308 Pariaman, Tatan Sugianton serta anggota DPRD dan aparatur Pemkab.
Lebih kurang 1000 masyarakat sejak pagi pukul 08.00 WIB telah membaur dengan aparat Pemda, TNI dan Polri untuk melaksanakan kegiatan bulanan tersebut, dengan sasaran pembersihan badan jalan, dan pengerasan jalan dengan sirtukil sepanjang 2000 meter, penggalian tali bandar serta pembuatan taman PKK.
Gotong royong diakhiri dengan jamuan makan siang bersama, dan badoncek untuk pembangunan Masjid Malai Tuo, tempat acara tersebut. Terkumpul dana sebanyak Rp8 juta lebih. Bupati Ali Mukhni menegaskan, kegiatan gotong royong ini merupakan agenda rutin bulanan Pemkab Padang Pariaman, dengan tema kegiatan, "sehari Bupati/Wakil Bupati dan aparatur bergotong royong bersama masyarakat".
"Walaupun acara pada hari ini masih berskala kecil, diharapkan kepada masyarakat dan Pemerintah Nagari untuk melanjutkannya dengan kegiatan yang sama, dalam skala lebih besar, yang tentunya menyentuh seluruh aspek kehidupan masyarakat itu sendiri. Agar kegiatan ini kembali membudaya dalam kehidupan masyarakat, dan acara ini dilakukan setiap bulan, yang digilir disetiap korong dalam nagari masing-masing," tegas Ali Mukni.
Menurut Wakil Bupati, Damsuar, acara ini merupakan pergiliran kegiatan yang ke-7, sejak dimulai pada bulan Januari 2011 lalu. "Target kita dalam tahun ini, secara bergiliran dapat dilaksanakan pada 12 nagari, di 12 kecamatan, dan kemudian pada tahun berikutnya dilaksanakan pada nagari lain, yang belum mendapat giliran. Disamping hasil pembangunan fisik dalam kegiatan ini, juga diharapkan adanya pancingan bagi masyarakat, dan perantau untuk melakukan swadaya dan berpartisipasi dalam membangun nagari yang lebih baik secara material maupun moril. (dam)
-------------------------------------------------------------------
-Soal Pakan Ikan
PT. Putra Minang Mandiri Siap Memenuhi Kebutuhan Petani
Kapalo Hilalang--Bupati Padang Pariaman, H. Ali Mukhni Minggu (26/6) meresmikan lounching hasil produksi pabrik pakan ikan PT. Putra Minang Mandiri di Korong Tarok, Nagari Kepalo Hilalang, Kecamatan 2 x 11 Kayutanam. Pabrik ini berdiri pada akhir Desember 2010, dan mulai produksi pada Januari 2011. Rata-rata hasil produksi pakan ikan ini setiap harinya mencapai tiga ton, dengan tenaga kerja 6 orang. Saat ini produksi baru dapat memenuhi kebutuhan lokal Sumatra Barat.
Dalam acara tersebut, hadir sesepuh Minang, Azwar Anas, Dinas Perikanan Provinsi, Kadis Perikanan Padang Pariaman, Camat 2 x 11 Kayutanam dan undangan lainnya.
Pemilik usaha, H. Chaidir Khatib Bandaro mengungkapkan, dibangunnya pabrik ini adalah untuk membantu masyarakat petani ikan. Sebab, usaha pelet ini memiliki sejumlah keunggulan, diantaranya, harga murah dari harga pasaran, pelet tidak mempunyai bahan pengawet, dan ramah lingkungan, usaha ini milik putra Minang dengan tujuan utamanya untuk membantu petani. Dia berharap, Pemkab Padang Pariaman dapat membantu pemasaran dan mempromosikan pada petani ikan produksi pakan ikan ini.
Sementara, Azwar Anas menilai sekaitan usaha ini sudah lama dilakukan, maka perlu disuport. Dulu Padang Pariaman, khususnya Kecamatan 2 x 11 Kayutanam adalah produksi ikan air tawar, tapi karena sulitnya sumber air akibat robohnya irigasi Sicaung 2, maka kolam ikan jadi kering dan usaha perikanan air tawar jadi mati di Tarok. "Padahal, kolam ikan ada setiap rumah. Disamping itu, karena sulit dan mahalnya pakan ikan, maka petani beralih usaha pada perkebunan karet," kata dia.
Azwar Anas pun berharap pada Pemkab untuk memperhatikan infrastruktur, sepeti jalan, jembatan dan irigasi, agar produksi masyarakat dapat ditingkatkan dan hasil produksi bisa dibawa keluar dengan cepat dan lancar. Untuk pemakaian pupuk dan pakan ikan, hendaknya ramah lingkungan atau bersifat organik. Hal itu dimaksudkan agar tanah lingkungan dan produksi terbebas dari bahan kimia yang sangat membahayakan.
"Padang Pariaman merupakan salah satu dari lima daerah di Sumatra Barat sebagai kawasan Minapolitan. Tentu sangat tepat keberadaan pabrik pelet ikan. Selama ini pabrik pelet belum ada di Sumbar. Inilah pabrik pertama," ekspos Dinas Perikanan Sumbar.
Bupati Ali Mukhni menyampaikan ucapan terima kasih pada Chaidir Khatib Bandaro yang telah menggagas dan mendirikan pabrik pakan ikan tersebut. "Upaya ini merupakan bentuk perhatian dan kemudahan terhadap masyarakat petani ikan, dalam penyediaan pelet pakan ikan. Pemerintah daerah akan mendukung sepenuhnya pengembangan usaha ini, termasuk mempromosikannya pada masyarakat petani ikan. Disamping itu, Pemda akan memberikan perhatian khusus pada usaha perikanan ini, mulai dari pembibitan, pakan ikan dan pemasaran hasil produksi. Termasuk pemenuhan kebutuhan infrasruktur lainnya," ungkap Ali Mukhni.
"Kebutuhan pelet pakan ikan untuk daerah Maninjau, Kabupaten Agam setiap bulannya mencapai 4200 ton. Selama ini kebutuhan tersebut didatangkan dari Medan, Sumatra Utara," sebut Datuak Syafri, salah seorang petani tambak ikan dari Maninjau yang pada waktu lounching itu langsung membeli pelet sebanyak dua ton, serta terlibat dalam kontrak kerjasama dengan pabrik dimaksud. (dam)
-------------------------------------------------------------------
-Lewat Dana PNPM
Masyarakat Koto Dalam Bangun Gedung TK dan PAUD
Padang Sago--Lewat dana Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM), pihak Kenagarian Koto Dalam, Kecamatan Padang Sago, Padang Pariaman mendirikan satu unit bangunan yang diperuntukkan buat lembaga pendidikan TK dan PAUD. Peletakkan batu pertama pembangunannya dilakukan langsung Camat setempat, Azminur Minggu pekan lalu.
Kepada Singgalang, Rabu (29/6) Camat Azminur menilai sudah saatnya ada sebuah lembaga pendidikan yang mengurusi anak usia dini. Hal itu dimaksudkan, agar tingkat kecerdasan masyarakat terus meningkat, seiring dengan kemajuan yang terus terjadi dibelahan dunia ini. "Bangunan ini sampai selesai bakal menghabiskan dana sebesar Rp100 juta. Dan itu telah dibuat lewat rencana anggaran yang tepat," kata dia yang didampingi Walinagari Koto Dalam, Darwis.
Pembangunan gedung TK dan PAUD yang terletak di Korong Kampuang Lambah itu, bakal menjadi aset nagari, dan dikelola oleh nagari, untuk kemajuan masyarakat nagari itu sendiri. "Semua program PNPM yang telah dan sedang dijalankan di Padang Sago, baik berupa bangunan fisik, maupun dalam bentuk simpan pinjam perempuan, berjalan cukup baik," ungkap Azminur.
Menurut dia, untuk tahun ini, Kecamatan Padang Sago mendapatkan bantuan dana PNPM yang cukup besar lagi dalam pemberdayaan masyarakat, yang jumlahnya mencapai Rp3 miliyar. "Ini tentunya menjadi kebanggaan tersendiri, dalam memberdayakan masyarakat yang lebih mantap lagi kedepannya. Kita berharap, semua program yang akan dijalankan lewat dana demikian, bisa dilakukan secara profesional, dan bisa dipertanggungjawabkan dengan baik dan benar," ujarnya. (dam)
-------------------------------------------------------------------
-DDS Serahkan Bantuan Air Bersih
Masyarakat Koto Baru Terbebas dari Kesulitan Air
Padang Sago--Sebanyak 160 Kepala Keluarga (KK) atau sekitar 500 jiwa lebih masyarakat Korong Tungka Kampuang Panyalai, Kenagarian Koto Baru, Kecamatan Padang Sago, Padang Pariaman, kini mulai lega. Selama ini mereka merasa susah naik bukit turun gunung, untuk mendapatkan air dalam keperluan sehari, saat ini hal itu sudah tidak lagi.
Senin (27/6), Dompet Dhuafa Singgalang (DDS) meresmikan keberadaan air bersih, yang dibangun langsung oleh lembaga itu beberapa waktu lalu. Program bantuan berupa air untuk kehidupan itu memang sangat dibutuhkan masyarakat Tungka Kampuang Panyalai tersebut. Peresmian ditandai dengan pembukaan papan selubung yang dilakukan Asisten II Setdakab Padang Pariaman, Irwan Datuak Nando yang mewakili Bupati Ali Mukhni. Hadir juga Camat Padang Sago, Azminur, Walinagari Koto Baru, Agus Salim Datuak Ryk. Basa, Walinagari Koto Dalam, Darwis, tokoh muda Padang Pariaman, Yul Rahmat.
Branch Manager DDS, Musfi Yendra menyebutkan, DDS banyak punya program yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat miskin. Lembaga zakat ini hanya sebagai memfasilitasi, yang menghimpun langsung dana dari berbagai komponen masyarakat.
Menurut dia, pascagempa DDS banyak melakukan program di Padang Pariaman. Mulai dari rehab rekon sarana umum, seperti sekolah, surau dan masjid, maupun pendampingan, sampai kepada program pemberdayaan ekonomi masyarakat itu sendiri. "Bantuan air untuk kehidupan ini merupakan langkah awal buat kita melangkah kedepannya lagi untuk berbagai program, dalam rangka penguatan masyarakat," ujarnya.
Disisi lain, General Manager Dompet Dhuafa Pusat, Bambang Suherman berharap, lewat bantuan ini kesedihan dan kesusahan masyarakat selama ini terhadap air, bisa berubah menjadi tersenyum dan nyaman. "Kedepan, kita tidak ingin lagi mendengar adanya masyarakat yang merasa kekurangan air, ditengah daerah yang terkenal dengan curah hujan yang sangat tinggi," ujarnya.
"Untuk saat ini, ada 20 titik bantuan air untuk kehidupan yang diberikan Dompet Dhuafa diseluruh nusantara ini. Kita juga berharap, adanya sumbangsih masyarakat, agar hal ini betul-betul bermanfaat," ungkap Bambang.
Asisten II Setdakab, Irwan bersama tokoh masyarakat Koto Baru, Tuanku Afredison menyampaikan penghargaan yang tinggi kepada DDS, yang telah memberikan yang terbaik ditengah masyarakat yang memang membutuhkan hal ini. "Kepada masyarakat kita minta untuk merawat bak air ini dengan baik. Apalagi keberadaannya dibelakang pos ronda. Kalau masih terjadi kerusakan, ini sudah keterlaluan namanya," kata mereka.
Beasiswa Smart Ekselensia DDS
Sebelumnya, DDS mengiringi tiga murid SDN 09 Kecamatan Ulakan Tapakis, masing-masing Afdal Kurnia, Afdal Firman, dan Riki Amrizal, untuk dilepas oleh Bupati Ali Mukhni, karena hari ini mereka diberangkatkan ke Parung, Bogor untuk melanjutkan studinya, lewat program beasiswa smart eselensia dari DDS.
Pada kesempatan itu ikut melepas mereka, Ketua Komisi I DPRD Padang Pariaman, Bagindo Yohanes Wempi, Sekretaris PCNU Padang Pariaman, Yul Rahmat, Kepala sekolah dan guru serta orangtua anak demikian.
Kepada anak tersebut, Bupati Ali Mukhni berpesan, agar jangan sampai lupa untuk mendirikan shalat dan membaca Quran. Kepada orangtuanya, sekaitan telah dibantu semua kebutuhan anak, maka teruslah berdoa, agar anak-anak ini bisa melanjutkan pendidikan di luar negeri nantinya. Disamping itu, Ali Mukhni juga memberikan uang kepada masing-masing anak sebanyak Rp500 ribu, buat beli cendol dijalan. (dam)
Pariaman--Pengembangan pariwisata yang diwarnai oleh perbuatan maksiat di sepanjang pantai Tiram, Kecamatan Ulakan Tapakis hingga perbatasan Ketaping, Kecamatan Batang Anai, Padang Pariaman perlu diwaspadai. Jangan sampai maksiat yang berkembang dikawasan tersebut malah mengundang bencana alam.
Wakil Sekretaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Padang Pariaman, Amiruddin Tuanku Majolelo, Senin (27/6) merasa prihatin dengan banyaknya pondok setengah tertutup dibangun yang disediakan untuk pengunjung muda-mudi yang lagi dimabuk nafsu dengan melakukan perbuatan tidak senonoh.
"Dari pengamatan kita di lapangan, sepasang remaja laki-laki dan perempuan tanpa malu-malu saling berangkulan, berpelukkan dan bahkan mungkin berciuman di pondok yang sudah disediakan oleh pemilik warung di kawasan tersebut. Pemandangan ini terutama bakal ramai di hari-hari libur sehingga kawasan tersebut berubah menjadi maksiat terselubung," kata Amiruddin.
Ironisnya lagi, kata dia, diantara pasangan itu ada pula yang memakai jilbab. Itu artinya gadis yang membawa simbol Islam dengan menutup auratnya, juga terjebak di kawasan demikian melakukan perbuatan yang dilarang agama dengan pacarnya.
Amiruddin melihat aparat pemerintah, seperti Satpol PP nyaris tidak melakukan razia di kawasan tersebut. Padahal, hingga kini belum ada pihak yang berani melakukan penertiban. Maraknya maksiat di kawasan tersebut harus ada penegak hukum yang melakukan penertibannya.
Kita hanya mengingatkan saja. "Belum dua tahun lalu kita dilanda bencana gempa 2009. Semuanya ketakutan bukan main. Salah satu penyebab bencana itu datang karena masyarakatnya sudah membiarkan maksiat berlangsung di depan matanya," ungkapnya.
Menurut Amiruddin, pengembangan kawasan wisata bukan harus diwarnai dengan sarana maksiat, yang berakibat pengunjung melakukan perbuatan tidak senonoh. Buat apa mengembangkan wisata dengan mendatangkan pengunjung yang berbuat maksiat. Sebab, masyarakat di sekitar kawasan itu harus menanggung bencana yang ditimpakan oleh Allah terhadap daerah maksiat. "Jangan undang bencana alam dengan lokalisasi perbuatan maksiat," ujarnya lagi.
Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Padang Pariaman, . Abdul Hadi Tuanku Rajo secara terpisah mengingatkan, belajar dari bencana yang pernah melanda berbagai daerah, itu sebagian besar titik-titik bencana, disinyalir tempat maksiat. Artinya, penduduk di kawasan wisata terlalu banyak melakukan kemungkaran kepada Allah, sehingga memberikan peringatan dalam bentuk bencana.
"Apalagi bencana itu ditimpakan kepada manusia memiliki makna teguran, ujian dan pembinasaan oleh Allah. Untuk itu, marilah kita jauhkan perbuatan maksiat. Apalagi menyediakan lokasi, dimana orang seenaknya berbuat maksiat. Khusus di kawasan pantai antara Tiram dengan Kataping itu memang perlu penertiban oleh aparat berwenang," tambah Abdul Hadi. (dam)
-------------------------------------------------------------------
IPNU Padang Gelar Lakmud
Padang, Singgalang
Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Cabang Kota Padang, Kamis-Jumat (23-24/6) mengadakan pengkaderan, berupa Latihan Kader Muda (Lakmud) di Kantor PWNU Sumatra Barat. Pengkaderan yang diikuti 25 peserta dari pengurus OSIS PPMTI Batang Kabung Padang.
Ketua Umum IPNU Cabang Padang, Pebriyaldi menyampaikan pengkaderan yang dilakukannya adalah sebuah bentuk pengabdian dan proses regenerasi bagi agama, dan bangsa, khususnya regenerasi tokoh Nahdlatul Ulama yang berhaluan Ahlusunnah wal Jama’ah. Selain itu kegiatan ini suatu bentuk penyelamatan pelajar dari tren pergaulan bebas masa sekarang, sek bebas dan pemakai obat-obat terlarang yang sudah biasa di kalangan pelajar.
Pada kesempatan itu, hadir juga Ketua Umum PMII Kota Padang, Habibullah, Ketua DPD KNPI Padang, Nisfan Jumadil, Ketua Gemasaba Kota Padang, Yonnarlis. Katanya lagi, sedikit banyak pengkaderan akan mampu membentuk pemuda dimasa yang akan datang, serta membawa perubahan kepada yang lebih baik. Sebab, pengkaderan sudah dilatih dan di kader, mulai dari bangku pelajaran dan juga teori. (dam)
-----------------------------------------------------------------
Jadikan Sepeda Santai Sebagai Ajang Promosi Pariwisata
Pariaman--Bupati Padang Pariaman, H. Ali Mukhni bersama Kapolres setempat, AKBP. Eko Nugrohohadi melepas peserta lomba sepeda santai, dalam rangka HUT Polri yang ke-65 di Pantai Tiram, Kecamatan Ulakan Tapakis, Minggu (26/6). Kegiatan itu diikuti lebih dari 500 peserta dari masyarakat, keluarga besar Polri dan aparatur Pemda yang memperebutkan sejumlah hadiah. Bupati dan Kapolres serta Perwira Polri juga mengikuti sepeda santai ini dengan rute sejauh 10 Km, yang mengitari Nagari Tapakis dan Pantai Tiram.
Menurut Kapolres Eko Nugrohadi, acara ini merupakan rangkaian dari beberapa kegiatan dalam rangka memperingati hajatan tahunan di Padang Pariaman. Lomba sepeda santai ini juga diadakan oleh seluruh Polres di Nusantara pada hari ini secara serentak. Tujuan diadakannya kegiatan ini, adalah untuk menunjukkan, bahwa Polisi selalu berada ditengah masyarakat dalam pelaksanaan tugas dan aktifitas kehidupan lainnya, seperti olahraga.
Bupati Ali Mukhni menekankan, acara ini sangat positif dan perlu dukungan semua pihak. Jika perlu kegiatan sepeda santai ini dilaksanakan setiap bulan, dalam rangka kerjasama antara jajaran kepolisian dengan Pemkab. "Untuk menggiatkan aktifitas, serta kecintaan masyarakat terhadap olahraga bersepeda. Tour de Singkarak beberapa waktu lalu telah meningkatkan minat masyarakat terhadap olahraga bersepeda. Tentu hal ini harus disambut baik dan disalurkan minat masyarakat tersebut dengan lomba, agar lebih bergairah lagi," ungkap Ali Mukhni.
Ali Mukhni mengatakan, diadakannya acara sepeda santai dilokasi wisata Pantai Tiram ini tentu akan membawa dampak positif dan peningkatan terhadap kunjungan wisatawan, sekaligus menambah promosi pariwisata. Pemkab mengucapkan terimakasih pada jajaran Kepolisian yang sudah ikut untuk mempromosikan wisata Padang Pariaman, khususnya Pantai Tiram. "Semoga acara sepeda santai berikutnya dilaksanakan dilokasi wisata lainnya, seperti Malibou Anai, Pantai Arta, Lubuk Bonta dan tempat wisata lainnya," tambahnya. (dam)
------------------------------------------------------------------
Goro Bulanan Terus Dapat Sambutan Antusias
Pariaman--Kegiatan gotong royong masyarakat di Nagari Malai V Suku, Kecamatan Batang Gasan, Padang Pariaman Sabtu, (25/6) diikuti langsung Bupati H. Ali Mukhni, Wakil Bupati, H. Damsuar Datuak Bandaro Putiah, dan Dandim 0308 Pariaman, Tatan Sugianton serta anggota DPRD dan aparatur Pemkab.
Lebih kurang 1000 masyarakat sejak pagi pukul 08.00 WIB telah membaur dengan aparat Pemda, TNI dan Polri untuk melaksanakan kegiatan bulanan tersebut, dengan sasaran pembersihan badan jalan, dan pengerasan jalan dengan sirtukil sepanjang 2000 meter, penggalian tali bandar serta pembuatan taman PKK.
Gotong royong diakhiri dengan jamuan makan siang bersama, dan badoncek untuk pembangunan Masjid Malai Tuo, tempat acara tersebut. Terkumpul dana sebanyak Rp8 juta lebih. Bupati Ali Mukhni menegaskan, kegiatan gotong royong ini merupakan agenda rutin bulanan Pemkab Padang Pariaman, dengan tema kegiatan, "sehari Bupati/Wakil Bupati dan aparatur bergotong royong bersama masyarakat".
"Walaupun acara pada hari ini masih berskala kecil, diharapkan kepada masyarakat dan Pemerintah Nagari untuk melanjutkannya dengan kegiatan yang sama, dalam skala lebih besar, yang tentunya menyentuh seluruh aspek kehidupan masyarakat itu sendiri. Agar kegiatan ini kembali membudaya dalam kehidupan masyarakat, dan acara ini dilakukan setiap bulan, yang digilir disetiap korong dalam nagari masing-masing," tegas Ali Mukni.
Menurut Wakil Bupati, Damsuar, acara ini merupakan pergiliran kegiatan yang ke-7, sejak dimulai pada bulan Januari 2011 lalu. "Target kita dalam tahun ini, secara bergiliran dapat dilaksanakan pada 12 nagari, di 12 kecamatan, dan kemudian pada tahun berikutnya dilaksanakan pada nagari lain, yang belum mendapat giliran. Disamping hasil pembangunan fisik dalam kegiatan ini, juga diharapkan adanya pancingan bagi masyarakat, dan perantau untuk melakukan swadaya dan berpartisipasi dalam membangun nagari yang lebih baik secara material maupun moril. (dam)
-------------------------------------------------------------------
-Soal Pakan Ikan
PT. Putra Minang Mandiri Siap Memenuhi Kebutuhan Petani
Kapalo Hilalang--Bupati Padang Pariaman, H. Ali Mukhni Minggu (26/6) meresmikan lounching hasil produksi pabrik pakan ikan PT. Putra Minang Mandiri di Korong Tarok, Nagari Kepalo Hilalang, Kecamatan 2 x 11 Kayutanam. Pabrik ini berdiri pada akhir Desember 2010, dan mulai produksi pada Januari 2011. Rata-rata hasil produksi pakan ikan ini setiap harinya mencapai tiga ton, dengan tenaga kerja 6 orang. Saat ini produksi baru dapat memenuhi kebutuhan lokal Sumatra Barat.
Dalam acara tersebut, hadir sesepuh Minang, Azwar Anas, Dinas Perikanan Provinsi, Kadis Perikanan Padang Pariaman, Camat 2 x 11 Kayutanam dan undangan lainnya.
Pemilik usaha, H. Chaidir Khatib Bandaro mengungkapkan, dibangunnya pabrik ini adalah untuk membantu masyarakat petani ikan. Sebab, usaha pelet ini memiliki sejumlah keunggulan, diantaranya, harga murah dari harga pasaran, pelet tidak mempunyai bahan pengawet, dan ramah lingkungan, usaha ini milik putra Minang dengan tujuan utamanya untuk membantu petani. Dia berharap, Pemkab Padang Pariaman dapat membantu pemasaran dan mempromosikan pada petani ikan produksi pakan ikan ini.
Sementara, Azwar Anas menilai sekaitan usaha ini sudah lama dilakukan, maka perlu disuport. Dulu Padang Pariaman, khususnya Kecamatan 2 x 11 Kayutanam adalah produksi ikan air tawar, tapi karena sulitnya sumber air akibat robohnya irigasi Sicaung 2, maka kolam ikan jadi kering dan usaha perikanan air tawar jadi mati di Tarok. "Padahal, kolam ikan ada setiap rumah. Disamping itu, karena sulit dan mahalnya pakan ikan, maka petani beralih usaha pada perkebunan karet," kata dia.
Azwar Anas pun berharap pada Pemkab untuk memperhatikan infrastruktur, sepeti jalan, jembatan dan irigasi, agar produksi masyarakat dapat ditingkatkan dan hasil produksi bisa dibawa keluar dengan cepat dan lancar. Untuk pemakaian pupuk dan pakan ikan, hendaknya ramah lingkungan atau bersifat organik. Hal itu dimaksudkan agar tanah lingkungan dan produksi terbebas dari bahan kimia yang sangat membahayakan.
"Padang Pariaman merupakan salah satu dari lima daerah di Sumatra Barat sebagai kawasan Minapolitan. Tentu sangat tepat keberadaan pabrik pelet ikan. Selama ini pabrik pelet belum ada di Sumbar. Inilah pabrik pertama," ekspos Dinas Perikanan Sumbar.
Bupati Ali Mukhni menyampaikan ucapan terima kasih pada Chaidir Khatib Bandaro yang telah menggagas dan mendirikan pabrik pakan ikan tersebut. "Upaya ini merupakan bentuk perhatian dan kemudahan terhadap masyarakat petani ikan, dalam penyediaan pelet pakan ikan. Pemerintah daerah akan mendukung sepenuhnya pengembangan usaha ini, termasuk mempromosikannya pada masyarakat petani ikan. Disamping itu, Pemda akan memberikan perhatian khusus pada usaha perikanan ini, mulai dari pembibitan, pakan ikan dan pemasaran hasil produksi. Termasuk pemenuhan kebutuhan infrasruktur lainnya," ungkap Ali Mukhni.
"Kebutuhan pelet pakan ikan untuk daerah Maninjau, Kabupaten Agam setiap bulannya mencapai 4200 ton. Selama ini kebutuhan tersebut didatangkan dari Medan, Sumatra Utara," sebut Datuak Syafri, salah seorang petani tambak ikan dari Maninjau yang pada waktu lounching itu langsung membeli pelet sebanyak dua ton, serta terlibat dalam kontrak kerjasama dengan pabrik dimaksud. (dam)
-------------------------------------------------------------------
-Lewat Dana PNPM
Masyarakat Koto Dalam Bangun Gedung TK dan PAUD
Padang Sago--Lewat dana Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM), pihak Kenagarian Koto Dalam, Kecamatan Padang Sago, Padang Pariaman mendirikan satu unit bangunan yang diperuntukkan buat lembaga pendidikan TK dan PAUD. Peletakkan batu pertama pembangunannya dilakukan langsung Camat setempat, Azminur Minggu pekan lalu.
Kepada Singgalang, Rabu (29/6) Camat Azminur menilai sudah saatnya ada sebuah lembaga pendidikan yang mengurusi anak usia dini. Hal itu dimaksudkan, agar tingkat kecerdasan masyarakat terus meningkat, seiring dengan kemajuan yang terus terjadi dibelahan dunia ini. "Bangunan ini sampai selesai bakal menghabiskan dana sebesar Rp100 juta. Dan itu telah dibuat lewat rencana anggaran yang tepat," kata dia yang didampingi Walinagari Koto Dalam, Darwis.
Pembangunan gedung TK dan PAUD yang terletak di Korong Kampuang Lambah itu, bakal menjadi aset nagari, dan dikelola oleh nagari, untuk kemajuan masyarakat nagari itu sendiri. "Semua program PNPM yang telah dan sedang dijalankan di Padang Sago, baik berupa bangunan fisik, maupun dalam bentuk simpan pinjam perempuan, berjalan cukup baik," ungkap Azminur.
Menurut dia, untuk tahun ini, Kecamatan Padang Sago mendapatkan bantuan dana PNPM yang cukup besar lagi dalam pemberdayaan masyarakat, yang jumlahnya mencapai Rp3 miliyar. "Ini tentunya menjadi kebanggaan tersendiri, dalam memberdayakan masyarakat yang lebih mantap lagi kedepannya. Kita berharap, semua program yang akan dijalankan lewat dana demikian, bisa dilakukan secara profesional, dan bisa dipertanggungjawabkan dengan baik dan benar," ujarnya. (dam)
-------------------------------------------------------------------
-DDS Serahkan Bantuan Air Bersih
Masyarakat Koto Baru Terbebas dari Kesulitan Air
Padang Sago--Sebanyak 160 Kepala Keluarga (KK) atau sekitar 500 jiwa lebih masyarakat Korong Tungka Kampuang Panyalai, Kenagarian Koto Baru, Kecamatan Padang Sago, Padang Pariaman, kini mulai lega. Selama ini mereka merasa susah naik bukit turun gunung, untuk mendapatkan air dalam keperluan sehari, saat ini hal itu sudah tidak lagi.
Senin (27/6), Dompet Dhuafa Singgalang (DDS) meresmikan keberadaan air bersih, yang dibangun langsung oleh lembaga itu beberapa waktu lalu. Program bantuan berupa air untuk kehidupan itu memang sangat dibutuhkan masyarakat Tungka Kampuang Panyalai tersebut. Peresmian ditandai dengan pembukaan papan selubung yang dilakukan Asisten II Setdakab Padang Pariaman, Irwan Datuak Nando yang mewakili Bupati Ali Mukhni. Hadir juga Camat Padang Sago, Azminur, Walinagari Koto Baru, Agus Salim Datuak Ryk. Basa, Walinagari Koto Dalam, Darwis, tokoh muda Padang Pariaman, Yul Rahmat.
Branch Manager DDS, Musfi Yendra menyebutkan, DDS banyak punya program yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat miskin. Lembaga zakat ini hanya sebagai memfasilitasi, yang menghimpun langsung dana dari berbagai komponen masyarakat.
Menurut dia, pascagempa DDS banyak melakukan program di Padang Pariaman. Mulai dari rehab rekon sarana umum, seperti sekolah, surau dan masjid, maupun pendampingan, sampai kepada program pemberdayaan ekonomi masyarakat itu sendiri. "Bantuan air untuk kehidupan ini merupakan langkah awal buat kita melangkah kedepannya lagi untuk berbagai program, dalam rangka penguatan masyarakat," ujarnya.
Disisi lain, General Manager Dompet Dhuafa Pusat, Bambang Suherman berharap, lewat bantuan ini kesedihan dan kesusahan masyarakat selama ini terhadap air, bisa berubah menjadi tersenyum dan nyaman. "Kedepan, kita tidak ingin lagi mendengar adanya masyarakat yang merasa kekurangan air, ditengah daerah yang terkenal dengan curah hujan yang sangat tinggi," ujarnya.
"Untuk saat ini, ada 20 titik bantuan air untuk kehidupan yang diberikan Dompet Dhuafa diseluruh nusantara ini. Kita juga berharap, adanya sumbangsih masyarakat, agar hal ini betul-betul bermanfaat," ungkap Bambang.
Asisten II Setdakab, Irwan bersama tokoh masyarakat Koto Baru, Tuanku Afredison menyampaikan penghargaan yang tinggi kepada DDS, yang telah memberikan yang terbaik ditengah masyarakat yang memang membutuhkan hal ini. "Kepada masyarakat kita minta untuk merawat bak air ini dengan baik. Apalagi keberadaannya dibelakang pos ronda. Kalau masih terjadi kerusakan, ini sudah keterlaluan namanya," kata mereka.
Beasiswa Smart Ekselensia DDS
Sebelumnya, DDS mengiringi tiga murid SDN 09 Kecamatan Ulakan Tapakis, masing-masing Afdal Kurnia, Afdal Firman, dan Riki Amrizal, untuk dilepas oleh Bupati Ali Mukhni, karena hari ini mereka diberangkatkan ke Parung, Bogor untuk melanjutkan studinya, lewat program beasiswa smart eselensia dari DDS.
Pada kesempatan itu ikut melepas mereka, Ketua Komisi I DPRD Padang Pariaman, Bagindo Yohanes Wempi, Sekretaris PCNU Padang Pariaman, Yul Rahmat, Kepala sekolah dan guru serta orangtua anak demikian.
Kepada anak tersebut, Bupati Ali Mukhni berpesan, agar jangan sampai lupa untuk mendirikan shalat dan membaca Quran. Kepada orangtuanya, sekaitan telah dibantu semua kebutuhan anak, maka teruslah berdoa, agar anak-anak ini bisa melanjutkan pendidikan di luar negeri nantinya. Disamping itu, Ali Mukhni juga memberikan uang kepada masing-masing anak sebanyak Rp500 ribu, buat beli cendol dijalan. (dam)
Bupati Ali Mukhni Serahkan LKPD 2016 Pejabat Dilarang Keluar Daerah Selama Pemeriksaan BPK RI
Bupati Ali Mukhni Serahkan LKPD 2016
Pejabat Dilarang Keluar Daerah Selama Pemeriksaan BPK RI
Padang Pariaman--Kabupaten Padang Pariaman menjadi daerah ke-7 di Sumbar yang menyerahkan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) tahun 2016 tepat waktu.
LKPD tersebut diserahkan langsung oleh Bupati Padang Pariaman Ali Mukhni kepada Kepala Badan Pemeriksa Keuangan (BPK-RI) Perwakilan Sumbar, Eliza di aula BPK, Padang, Kamis (30/3) lalu.
Ali Mukhni menyerahkan LKPD, terdiri dari laporan realisasi anggaran, laporan arus kKas, neraca dan catatan atas laporan keuangan. Sesuai ketentuan, bahwa LKPD diserahkan paling lambat tiga bulan setelah tahun anggaran berakhir.
Ditambahkannya, tahun lalu Padang Pariaman meraih Opini Wajar Tanpa Pengeculian (WTP) atas Laporan Hasil Pemeriksaan Keuangan tahun 2015. Ia berharap kembali mempertahankan Opini WTP sebagai bentuk kepatuhan terhadap pengelolaan keuangan negara.
"Alhamdulillah, laporan keuangan disusun semakin lebih baik setiap tahunnya. Semoga meraih hasil terbaik yang diharapkan masyarakat, yaitu Opini WTP Murni," kata Ali Mukhni.
Sementara itu, Ketua BPK-P RI Sumbar Eliza mengatakan, LKPD yang diserahkan tersebut akan dilakukan pemeriksaan terhadap dokumen-dokumen, wawancara dengan pejabat terkait dan melakukan cek fisik ke lapangan.
"LKPD ditindaklanjuti dengan pemeriksaan oleh tim selama 40 hari. Kita harap jika ada tim kami yang konfirmasi agar ditanggapi segera," kata Eliza.
Menindaklanjuti saran Kepala BPK tersebut, Bupati Ali Mukhni perintahkan bahwa selama pemeriksaan berlangsung oleh tim dari BPK, maka seluruh pejabat terkait agar kooperatif, tidak ada yang keluar daerah, dan sekiranya ada permintaan cuti agar dibatasi.
"Saya minta Kepala SKPD dan instansi terkait agar kooperatif selama pemeriksaan, tidak ada yang keluar daerah. Dan cuti bila alasan penting saja," kata bupati yang meraih penghargaan dari Menteri Keuangan pada 2016 yang lalu itu.
Pada acara tersebut juga dihadiri Sekda Jonpriadi, Kepala BPKD Hanibal, Inspektur Syafriwal, Kepala PMPTP Hendra Aswara, Irban Mardalena Umar, Kabid Aset Mardi serta beberapa APIP dari Inspektorat. (501)
Pejabat Dilarang Keluar Daerah Selama Pemeriksaan BPK RI
Padang Pariaman--Kabupaten Padang Pariaman menjadi daerah ke-7 di Sumbar yang menyerahkan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) tahun 2016 tepat waktu.
LKPD tersebut diserahkan langsung oleh Bupati Padang Pariaman Ali Mukhni kepada Kepala Badan Pemeriksa Keuangan (BPK-RI) Perwakilan Sumbar, Eliza di aula BPK, Padang, Kamis (30/3) lalu.
Ali Mukhni menyerahkan LKPD, terdiri dari laporan realisasi anggaran, laporan arus kKas, neraca dan catatan atas laporan keuangan. Sesuai ketentuan, bahwa LKPD diserahkan paling lambat tiga bulan setelah tahun anggaran berakhir.
Ditambahkannya, tahun lalu Padang Pariaman meraih Opini Wajar Tanpa Pengeculian (WTP) atas Laporan Hasil Pemeriksaan Keuangan tahun 2015. Ia berharap kembali mempertahankan Opini WTP sebagai bentuk kepatuhan terhadap pengelolaan keuangan negara.
"Alhamdulillah, laporan keuangan disusun semakin lebih baik setiap tahunnya. Semoga meraih hasil terbaik yang diharapkan masyarakat, yaitu Opini WTP Murni," kata Ali Mukhni.
Sementara itu, Ketua BPK-P RI Sumbar Eliza mengatakan, LKPD yang diserahkan tersebut akan dilakukan pemeriksaan terhadap dokumen-dokumen, wawancara dengan pejabat terkait dan melakukan cek fisik ke lapangan.
"LKPD ditindaklanjuti dengan pemeriksaan oleh tim selama 40 hari. Kita harap jika ada tim kami yang konfirmasi agar ditanggapi segera," kata Eliza.
Menindaklanjuti saran Kepala BPK tersebut, Bupati Ali Mukhni perintahkan bahwa selama pemeriksaan berlangsung oleh tim dari BPK, maka seluruh pejabat terkait agar kooperatif, tidak ada yang keluar daerah, dan sekiranya ada permintaan cuti agar dibatasi.
"Saya minta Kepala SKPD dan instansi terkait agar kooperatif selama pemeriksaan, tidak ada yang keluar daerah. Dan cuti bila alasan penting saja," kata bupati yang meraih penghargaan dari Menteri Keuangan pada 2016 yang lalu itu.
Pada acara tersebut juga dihadiri Sekda Jonpriadi, Kepala BPKD Hanibal, Inspektur Syafriwal, Kepala PMPTP Hendra Aswara, Irban Mardalena Umar, Kabid Aset Mardi serta beberapa APIP dari Inspektorat. (501)
Ali Mukhni Ingin Alumni UNP Jadi Gubernur Sumbar
Ali Mukhni Ingin Alumni UNP Jadi Gubernur Sumbar
Padang Pariaman--Kehadiran Bupati Ali Mukhni pada pelaksanaan wisuda ke-108 Universitas Negeri Padang (UNP) disambut antusias oleh civitas akademika dan ribuan wisudawan serta orang tua.
Bersama Rektor UNP serta Guru Besar, Bupati Ali Mukhni memasuki gelanggang Olahraga dengan khidmat.
Rektor UNP, Prof. Ganefri menyampaikan bahwa pelaksanaan wisuda UNP diselenggarakan sebanyak tiga kali, mulai tanggal 24 hingga 26 Maret di tempat yang sama. "Alhamdulillah, wisuda kali ini kita kedatangan alumni istimewa, Bupati Padang Pariaman, Ali Mukhni," kata Rektor UNP Periode 2016-2020 itu.
Dikatakannya, bahwa kehadiran Ali Mukhni sebagai momentum untuk berbagi informasi sekaligus pemantapan pengembangan Kampus UNP di Kayutanam. Adapun lahan yang disediakan seluas 150 hektare.
Bupati Ali Mukhni mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Rektor UNP dan civitas akademika untuk menjalin silaturahmi sesama alamamater. Kesempatan bersilaturahmi dan bertatap muka dengan Rektor, Guru Besar, Dekan, Dosen serta mahasiswa sudah direncanakannya sejak lama.
Diceritakannya, 37 tahun yang lalu, di tempat yang sama, ia diwisuda menjadi sarjana. Kemudian diangkat menjadi pegawai negeri di Bengkulu. Kemudian kembali lagi ke Sumatera Barat.
"Dari seorang guru menjadi bupati. Semoga ini bisa memotivasi adik-adik yang saya cintai dan banggakan," kata Bupati Ali Mukhni.
Dikatakannya, alumni UNP sudah banyak meraih sukses dalam dan luar negeri. Ada yang sudah jadi direktur, komisaris, motivator, atlit, pengusaha, bupati bahkan walikota. Namun yang menjadi gubernur belum ada, dan ia berharap akan lahir Gubernur Sumbar dari alumni UNP nantinya.
"Semoga dengan Ridho Allah SWT, tercatat dalam sejarah ada alumni UNP yang kita cintai dan banggakan menjadi Gubernur Sumbar mendatang," ujar bupati dua periode yang disambut tepuk tangan dan acungan jempol dari wisudawan dan orang tua.
Kepada ribuan Wisudawan, peraih Satya Lencana Pembangunan dari Presiden RI itu berpesan agar tidak bercita-cita menjadi PNS. Namun mulailah bertekad dan berinovasi untuk menjadi seorang enterprenuer atau pengusaha. Kuncinya kemauan, kerja keras dan kejujuran.
"Kuncinya, selalu mendekatkan diri kepada Allah SWT," ujar bupati yang juga Ketua DPW PAN Sumbar itu. Selaku pelopor anti narkoba, Ali Mukhni berpesan kepada seluruh mahasiswa UNP maupun alumni, agar tidak terlibat penyalahgunaan narkoba. Narkoba harus diberantas karena merusak generasi penerus bangsa.
"Narkoba adalah musuh utama bangsa. Jadi, jika ada mahasiswa UNP yang terlibat narkoba, saya minta Bapak Rektor untuk memberhentikannya," kata Ketua BNK Padang Pariaman periode 2005-2010 itu.
Terkait pengembangan kampus UNP, Bupati Ali Mukhni telah menyiapkan lahan seluas 697 hektare untuk pembangunan pendidikan terpadu di Tarok, Nagari Kapalo Hilalang, Kecamatan 2x11 Kayutanam. Lahan tersebut berstatus tanah vervonding (tanah negara) yang penggunaanya menjadi kewenangan kepala daerah.
"Ada lima kampus, satu rumah sakit, satu balai diklat akan didirikan di Tarok. Untuk UNP kita sediakan lahan 150 hektare. Gratis," kata Ali Mukhni. Adapun lima kampus tersebut; ISI Padang Panjang, Politeknik Negeri Padang, UNP, STIT Syekh Burhanuddin, dan Universitas Bisnis Internasional. (501)
Padang Pariaman--Kehadiran Bupati Ali Mukhni pada pelaksanaan wisuda ke-108 Universitas Negeri Padang (UNP) disambut antusias oleh civitas akademika dan ribuan wisudawan serta orang tua.
Bersama Rektor UNP serta Guru Besar, Bupati Ali Mukhni memasuki gelanggang Olahraga dengan khidmat.
Rektor UNP, Prof. Ganefri menyampaikan bahwa pelaksanaan wisuda UNP diselenggarakan sebanyak tiga kali, mulai tanggal 24 hingga 26 Maret di tempat yang sama. "Alhamdulillah, wisuda kali ini kita kedatangan alumni istimewa, Bupati Padang Pariaman, Ali Mukhni," kata Rektor UNP Periode 2016-2020 itu.
Dikatakannya, bahwa kehadiran Ali Mukhni sebagai momentum untuk berbagi informasi sekaligus pemantapan pengembangan Kampus UNP di Kayutanam. Adapun lahan yang disediakan seluas 150 hektare.
Bupati Ali Mukhni mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Rektor UNP dan civitas akademika untuk menjalin silaturahmi sesama alamamater. Kesempatan bersilaturahmi dan bertatap muka dengan Rektor, Guru Besar, Dekan, Dosen serta mahasiswa sudah direncanakannya sejak lama.
Diceritakannya, 37 tahun yang lalu, di tempat yang sama, ia diwisuda menjadi sarjana. Kemudian diangkat menjadi pegawai negeri di Bengkulu. Kemudian kembali lagi ke Sumatera Barat.
"Dari seorang guru menjadi bupati. Semoga ini bisa memotivasi adik-adik yang saya cintai dan banggakan," kata Bupati Ali Mukhni.
Dikatakannya, alumni UNP sudah banyak meraih sukses dalam dan luar negeri. Ada yang sudah jadi direktur, komisaris, motivator, atlit, pengusaha, bupati bahkan walikota. Namun yang menjadi gubernur belum ada, dan ia berharap akan lahir Gubernur Sumbar dari alumni UNP nantinya.
"Semoga dengan Ridho Allah SWT, tercatat dalam sejarah ada alumni UNP yang kita cintai dan banggakan menjadi Gubernur Sumbar mendatang," ujar bupati dua periode yang disambut tepuk tangan dan acungan jempol dari wisudawan dan orang tua.
Kepada ribuan Wisudawan, peraih Satya Lencana Pembangunan dari Presiden RI itu berpesan agar tidak bercita-cita menjadi PNS. Namun mulailah bertekad dan berinovasi untuk menjadi seorang enterprenuer atau pengusaha. Kuncinya kemauan, kerja keras dan kejujuran.
"Kuncinya, selalu mendekatkan diri kepada Allah SWT," ujar bupati yang juga Ketua DPW PAN Sumbar itu. Selaku pelopor anti narkoba, Ali Mukhni berpesan kepada seluruh mahasiswa UNP maupun alumni, agar tidak terlibat penyalahgunaan narkoba. Narkoba harus diberantas karena merusak generasi penerus bangsa.
"Narkoba adalah musuh utama bangsa. Jadi, jika ada mahasiswa UNP yang terlibat narkoba, saya minta Bapak Rektor untuk memberhentikannya," kata Ketua BNK Padang Pariaman periode 2005-2010 itu.
Terkait pengembangan kampus UNP, Bupati Ali Mukhni telah menyiapkan lahan seluas 697 hektare untuk pembangunan pendidikan terpadu di Tarok, Nagari Kapalo Hilalang, Kecamatan 2x11 Kayutanam. Lahan tersebut berstatus tanah vervonding (tanah negara) yang penggunaanya menjadi kewenangan kepala daerah.
"Ada lima kampus, satu rumah sakit, satu balai diklat akan didirikan di Tarok. Untuk UNP kita sediakan lahan 150 hektare. Gratis," kata Ali Mukhni. Adapun lima kampus tersebut; ISI Padang Panjang, Politeknik Negeri Padang, UNP, STIT Syekh Burhanuddin, dan Universitas Bisnis Internasional. (501)
Peringati 14 Hari Wafatnya Hasyim Muzadi Ribuan Santri Pesantren Nurul Yaqin Gelar Zikir Bersama
Peringati 14 Hari Wafatnya Hasyim Muzadi
Ribuan Santri Pesantren Nurul Yaqin Gelar Zikir Bersama
Enam Lingkung--Sekitar 1.500 orang santri dan majelis guru Pondok Pesantren Nurul Yaqin Ringan-Ringan, Pakandangan, Kabupaten Padang Pariaman menggelar zikir, tahlilan bersama dan tablig akbar memperingati 14 hari wafatnya KH. Hasyim Muzadi, Kamis malam lalu di halaman Rusunawa pondok pesantren setempat.
Selain santri dari Pesantren Nurul Yaqin, zikir juga dihadiri majelis guru, serta santri dari cabang-cabang Nurul Yaqin, seperti dari Pesantren Istiqamah Nurul Yaqin Lubuk ALung, Nurul Yaqin Gadur, Nurul Yaqin Al-Hikmah Sungai Bais, Nurul Yaqin Aswaja, Nurul Yaqin Salahuddin dan Nurul Yaqin Sadaniah.
Menurut Kepala Sekretariat Pesantren Nurul Yaqin, Imalatunil Khaira, keluarga besar Pesantren Nurul Yaqin turut berduka cita atas wafatnya mantan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH. Hasyim Muzadi. Karena beliau pernah mengunjungi pesantren ini pada pertengahan Januari 2015 lalu.
"Saat mengunjungi Pesantren Nurul Yaqin, beliau memberikan pencerahan yang amat berkesan bagi kami," kata dia. Selain itu, katanya, melihat sosok dan pemikiran beliau, pimpinan Pesantren Nurul Yaqin Ringan-Ringan menganugerahkan gelar kehormatan, yakni Tuanku Imam Nahdhiyin. Pemberian gelar kehormatan ini merupakan yang pertama dilakukan di Pondok Pesantren Nurul Yaqin,” kata Imalatul Khaira menambahkan.
Kepala Madrasah Aliyah Pesantren Nurul Yaqin, Asraful Anam Tuanku Bagindo Batuah menambahkan, alasan mengadakan kegiatan ini juga melihat perjuangan dakwah yang dilakukan oleh KH. Hasyim Muzadi. Dakwahnya berlandasan ahlussunnah waljamaah, yang sama dengan dengan perjuangan yang dilakukan oleh pesantren ini. Beliau tokoh yang mumpuni dalam berdakwah baik berskala nasional maupun internasional. (501)
Ribuan Santri Pesantren Nurul Yaqin Gelar Zikir Bersama
Enam Lingkung--Sekitar 1.500 orang santri dan majelis guru Pondok Pesantren Nurul Yaqin Ringan-Ringan, Pakandangan, Kabupaten Padang Pariaman menggelar zikir, tahlilan bersama dan tablig akbar memperingati 14 hari wafatnya KH. Hasyim Muzadi, Kamis malam lalu di halaman Rusunawa pondok pesantren setempat.
Selain santri dari Pesantren Nurul Yaqin, zikir juga dihadiri majelis guru, serta santri dari cabang-cabang Nurul Yaqin, seperti dari Pesantren Istiqamah Nurul Yaqin Lubuk ALung, Nurul Yaqin Gadur, Nurul Yaqin Al-Hikmah Sungai Bais, Nurul Yaqin Aswaja, Nurul Yaqin Salahuddin dan Nurul Yaqin Sadaniah.
Menurut Kepala Sekretariat Pesantren Nurul Yaqin, Imalatunil Khaira, keluarga besar Pesantren Nurul Yaqin turut berduka cita atas wafatnya mantan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH. Hasyim Muzadi. Karena beliau pernah mengunjungi pesantren ini pada pertengahan Januari 2015 lalu.
"Saat mengunjungi Pesantren Nurul Yaqin, beliau memberikan pencerahan yang amat berkesan bagi kami," kata dia. Selain itu, katanya, melihat sosok dan pemikiran beliau, pimpinan Pesantren Nurul Yaqin Ringan-Ringan menganugerahkan gelar kehormatan, yakni Tuanku Imam Nahdhiyin. Pemberian gelar kehormatan ini merupakan yang pertama dilakukan di Pondok Pesantren Nurul Yaqin,” kata Imalatul Khaira menambahkan.
Kepala Madrasah Aliyah Pesantren Nurul Yaqin, Asraful Anam Tuanku Bagindo Batuah menambahkan, alasan mengadakan kegiatan ini juga melihat perjuangan dakwah yang dilakukan oleh KH. Hasyim Muzadi. Dakwahnya berlandasan ahlussunnah waljamaah, yang sama dengan dengan perjuangan yang dilakukan oleh pesantren ini. Beliau tokoh yang mumpuni dalam berdakwah baik berskala nasional maupun internasional. (501)
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Ingin Tradisi Silek Padang Pariaman Masuk dalam Pelajaran Muatan Lokal
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Ingin
Tradisi Silek Padang Pariaman Masuk dalam Pelajaran Muatan Lokal
Padang Pariaman--Silek merupakan warisan tradisi urang awak yang harus dapat tempat di tengah masyarakat. Pemerintah harus pula memberikan ruang tersendiri untuk hal ini, agar perjalanan silek tidak terseok-seok.
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Padang Pariaman memandang, tradisi silek yang sudah menjadi dunia olahraga itu harus masuk dalam kurikulum muatan lokal anak didik daerah itu. "Sebagai kekuatan lokal, silek ini harus masuk dalam mata pelajaran anak-anak," kata Kabid Kebudayaan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan daerah itu, Khairil Anwar pada Singgalang, Jumat lalu.
Khairil Anwar bersama Kasi Sejarah dan Tradisi, Ade Ferizon, Kasi Cagar Budaya dan Permusiuman, Nila Ulfaini menjelaskan, bahwa lewat sosialisasi dan revitalisasi silek khas Padang Pariaman yang diadakannya beberapa waktu merupakan momentum kebangkitan silek kembali di tengah masyarakat.
"Pasang surut silek di tengah masyarakat, tentunya tak terlepas dari partisipasi pemerintah itu sendiri dalam melihat arti penting silek itu berkembang," kata Khairil Anwar.
Pihaknya telah mendata semua perguruan silek yang ada di daerah itu. "Ada sekitar 16 perguruan silek di Padang Pariaman. Itu yang telah melengkapi persyaratan wadah tempat berkumpulnya secara hukum. Sebenarnya, perguruan ini sangat banyak di daerah ini," ujarnya.
Menurut Khairil Anwar, di samping sosialisasi dan revitalisasi, pihaknya juga melakukan rekaman silek dan tambua tassa secara visualisasi. "Ini kita maksudkan adalah untuk pelestarian budaya, terintegrasinya hal itu dengan dunia pendidikan, dan yang tak kalah penting itu adalah ingin memperlihatkan perkembangan silek Padang Pariaman ke dunia luar," ungkapnya.
Dia yakin, kalau masing-masing perguruan silek yang ada itu aktif melakukan latihan akan berdampak positif tersendiri bagi perekonomian masyarakat itu sendiri. "Lihatlah. Pada saat Perguruan Silek Bugih Lamo di Limau Puruik, Kecamatan V Koto Timur melakukan latihan, itu lapau yang ada di sekitar tempat acarnya hidup, dan ramai oleh masyarakat yang menyaksikan hal demikian," ujarnya. (501)
Tradisi Silek Padang Pariaman Masuk dalam Pelajaran Muatan Lokal
Padang Pariaman--Silek merupakan warisan tradisi urang awak yang harus dapat tempat di tengah masyarakat. Pemerintah harus pula memberikan ruang tersendiri untuk hal ini, agar perjalanan silek tidak terseok-seok.
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Padang Pariaman memandang, tradisi silek yang sudah menjadi dunia olahraga itu harus masuk dalam kurikulum muatan lokal anak didik daerah itu. "Sebagai kekuatan lokal, silek ini harus masuk dalam mata pelajaran anak-anak," kata Kabid Kebudayaan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan daerah itu, Khairil Anwar pada Singgalang, Jumat lalu.
Khairil Anwar bersama Kasi Sejarah dan Tradisi, Ade Ferizon, Kasi Cagar Budaya dan Permusiuman, Nila Ulfaini menjelaskan, bahwa lewat sosialisasi dan revitalisasi silek khas Padang Pariaman yang diadakannya beberapa waktu merupakan momentum kebangkitan silek kembali di tengah masyarakat.
"Pasang surut silek di tengah masyarakat, tentunya tak terlepas dari partisipasi pemerintah itu sendiri dalam melihat arti penting silek itu berkembang," kata Khairil Anwar.
Pihaknya telah mendata semua perguruan silek yang ada di daerah itu. "Ada sekitar 16 perguruan silek di Padang Pariaman. Itu yang telah melengkapi persyaratan wadah tempat berkumpulnya secara hukum. Sebenarnya, perguruan ini sangat banyak di daerah ini," ujarnya.
Menurut Khairil Anwar, di samping sosialisasi dan revitalisasi, pihaknya juga melakukan rekaman silek dan tambua tassa secara visualisasi. "Ini kita maksudkan adalah untuk pelestarian budaya, terintegrasinya hal itu dengan dunia pendidikan, dan yang tak kalah penting itu adalah ingin memperlihatkan perkembangan silek Padang Pariaman ke dunia luar," ungkapnya.
Dia yakin, kalau masing-masing perguruan silek yang ada itu aktif melakukan latihan akan berdampak positif tersendiri bagi perekonomian masyarakat itu sendiri. "Lihatlah. Pada saat Perguruan Silek Bugih Lamo di Limau Puruik, Kecamatan V Koto Timur melakukan latihan, itu lapau yang ada di sekitar tempat acarnya hidup, dan ramai oleh masyarakat yang menyaksikan hal demikian," ujarnya. (501)
Langganan:
Postingan (Atom)




