Selasa, 14 Maret 2017

1.094 Santri Ikuti Wisuda Iqra' dan Khatam Quran Gabungan IGM Lubuk Alung

1.094 Santri Ikuti Wisuda Iqra' dan Khatam Quran Gabungan IGM Lubuk Alung

Lubuk Alung--Ikatan Guru Mengaji (IGM) Kecamatan Lubuk Alung, Kabupaten Padang Pariaman, Minggu lalu menggelar wisuda iqra' dan khatam Quran gabungan bagi santri dan santriwati yang ada di sembilan nagari yang ada di kecamatan tersebut.
    Ketua IGM Kecamatan Lubuk Alung, Hendri Dunan menyebutkan, khatam Quran kali ini diikuti 1.094 santri. Khatam dipusatkan di Nagari Sikabu. Ini dilakukan di bagian timur Lubuk Alung itu, agar tidak mengganggu arus lalu lintas di jalan raya Padang - Bukittinggi, seperti yang diadakan tahun lalu.
    Dia menyebutkan, bahwa sebelum ini khatam selalu dilakukan di pusat Lubuk Alung, tepatnya di Masjid Baiturrahmah dan Masjid Raya Mujahidin. Sehingga saat momen pawai, membuat jalan lintas Padang - Bukittinggi macet total. "Seluruh perguruan TPA dan MDA di Nagari Pungguang Kasiak, Lubuk Alung, Aie Tajun, Pasie Laweh, Singguliang, Sikabu, Balah Hilia, Sungai Abang dan Nagari Salibutan ikut khatam," ungkapnya.
    "Sebelum khatam, seluruh santri telah mengikuti serangkaian ujian di TPA/TPSA dan MDA masing-masing. Dan peserta khatam merupakan para santri yang telah lulus ujian demikian," kata dia.
    Suatu kebanggaan bagi IGM, kata Hendri Dunan, bahwa setiap tahun dilakukan acara ini, selalu diikuti oleh santri yang hampir dua ribu orang. Sungguh sebuah kekuatan yang luar biasa tentunya dalam kemajuan pendidikan ilmu Quran di tengah masyarakat.
    Rangkaian khatam, ujarnya lagi, di samping penyerahan ijazah secara simbolis, acara lainnya, seperti pawai takruf berkeliling Nagari Sikabu juga ikut mewarnai jalannya khatam yang dilakukan sekali dalam setahun itu.
    "Kita juga mnampilkan sejumlah kesenian yang bernafaskan Islam, yang merupakan karya seni dari santri dan santriwati itu sendiri. Ini dimaksudkan, agar kreativitas para santri bisa tumbuh dan berkembang dengan segala dinamikanya," ujar Hendri Dunan. (501)

Minggu, 12 Maret 2017

Niniak Mamak Harus Menyelesaikan Masalah, Bukan Sumber Masalah

Ulama Jangan Jadi Sumber Ketimpangan Masyarakat

Lubuk Alung--Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Padang Pariaman, Abdul Hadi Tuanku Rajo mengajak seluruh ulama untuk bisa memposisikan dirinya sebagaimana mestinya, dan tidak larut dalam berbagai hal yang menyembabkan ketimpangan ditengah masyarakat. Walau bagaimanapun, ulama adalah panutan, dan harus mampu memberikan contoh yang baik bagi masyarakatnya sendiri.
    Pernyataan demikian disampaikan Abdul Hadi, Selasa (22/8) saat buka puasa bersama seluruh pengurus NU daerah itu di pondok baselo Lubuk Idai, Pungguang Kasiak Lubuk Alung. Hadir pada kesempatan itu sejumlah pimpinan pondok pesantren, serta sejumlah ulama muda daerah tersebut.
    Menurut dia, kegiatan buka puasa ini dilakukan untuk meningkatkan rasa silaturrahim diantara sesama ulama. "Akibat berbagai intrik politik yang dimainkan sejumlah elite politik daerah bekas gempa itu, banyak juga ulama yang larut, bahkan terlibat langsung secara politik praktis. Kini, saatnya kita tunjukkan kepada seluruh masyarakat, bahwa ulama adalah suluah bendang ditengah masyarakat," katanya.
    Sementara, Pimpinan Pondok Pesantren Jamiatul Mukminin Sintuak, Kecamatan Sintuak Toboh Gadang, Buya Azwar Tuanku Sidi yang diminta memberikan tausiah berharap banyak kepada ulama muda untuk bisa memberikan yang terbaik. "Kini, berbagai pengaruh telah meracuni kehidupan masyarakat. Dan tak terkecuali racun itu juga menjangkiti para ulama itu sendiri," kata Buya Azwar.
    Buya Azwar melihat, perkembangan zaman yang terjadi saat ini semakin mengurangi ulama. "Para ulama yang tua-tua, kapai tampaik batanyo, kapulang tampaik baburito, telah banyak yang mendahului kita semua. Boleh dikatakan, ulama yang ada saat ini di Padang Pariaman hampir sama besar, dan nyaris tidak punya pengaruh apapun lagi ditengah masyarakat. Untuk itu, saatnya kita bersatu, memperkuat kelompok kita," kata dia.
    Dulu, kata Buya Azwar, para ulama tempat mengadu para umara, atau para pemimpin. Kini, hal itu nyaris hilang. Bahkan, yang terjadi sebaliknya. Ulama banyak yang tidak lagi sebagai kekuatan ditengah masyarakat. "Lewat organisasi besar NU ini, kita perkuat barisan ulama untuk terus berjuang, menegakkan amar makruf dan nahi mungkar. Mari kita saling topang menopang kekuatan untuk membangun masyarakat, sesuai peran dan fungsi kita ditengah masyarakat itu sendiri," ajaknya. (dam)
-------------------------------------------------------------------

-Bahrum Ryk. Rajo Sampono
Niniak Mamak Harus Menyelesaikan Masalah, Bukan Sumber Masalah

Ketaping--Semangat kebersamaan diantara niniak mamak, atau yang lebih dikenal di Kenagarian Ulakan, Tapakis, Kecamatan Ulakan Tapakis dan Kenagarian Ketaping, Kecamatan Batang Anai, Padang Pariaman sebagai rajo yang 10, terus bergelora. Hingga Selasa (22/8) malam, mereka telah 11 kali mengunjungi masjid dan surau yang ada di tiga kenagarian dimaksud, untuk melakukan kegiatan Tim Safari Ramadhan (TSR).
    Mereka yang 10 itu, empat rajo memegang ulayat di Kenagarian Ulakan, yakni Ryk. Amai Said, Ryk. Rajo Sulaiman, Ryk. Rajo Dahulu, dan Ryk. Rajo Mangkuto. Sementara, di ulayat Kenagarian Tapakis dipegang oleh lima rajo, Ryk. Tan Basa, Ryk. Majo Basa, Ryk. Malako, Ryk. Malakewi, dan Ryk. Katuah. Dan Ryk. Rajo Sampono, satu-satunya rajo di Ketaping. Mereka yang 10 itu sejak dulu selalu bersatu. Hingga kini masih terkenal diantara mereka, adat nan saincek, pusako nan sabuah, rimbo nan satumpak.
    Selasa malam kemarin, sungguh menjadi sebuah pemadangan yang elok. Betapa tidak, disamping dihadiri seluruh rajo tersebut, kegiatan TSR yang mereka lakukan di Masjid Raya Marantiah, Ketaping itu mendapat sambutan antusias. Merekapun agaknya telah bersepakat, untuk mendahulukan Bahrum Ryk. Rajo Sampono, sebagai juru bicara mereka, terhadap berbagai hal yang menjadi persoalan dalam wilayah nagari yang tiga tersebut.
    Rajo sampono, yang selama ini dikenal sebagai seorang rajo yang vokal pun tidak menyia-nyiakan hal itu. Dia dengan gagahkan tampil, memberikan ceramah menyangkut soal adat istiadat, serta peranturan nagari lainnya, yang berlaku di Tapakis, Ketaping dan Ulakan. "Kesan selama ini rajo yang 10 ada kesalah-pahaman. Itu opini yang berkembang ditengah masyarakat. Dengan saya katakan, bahwa hal itu salah. Soal rajonya, sejak dari dulu hingga kini, tidak pernah berselisih paham. Cuma, yang terjadi itu dikalangan oknum-oknumnya, sehingga timbullah opini tersebut," kata pemegang ulayat Ketaping ini.
    "Kalau tidak bisa menyelesaikan persoalan, silakan saja berhenti jadi niniak mamak. Sebab, fungsi dari seorang niniak mamak, adalah mampu menyelesaikan persoalan, dan bukan menjadi titik persoalan keberadaan seorang niniak mamak demikian. Kita selaku rajo di Minangkabau ini beda halnya dengan rajo didaerah lainnya. Kita tidak punya istana. Yang ada cuma, rajo baalam laweh bapadang lapang," kata dia.
    Rajo Sampono bersama rajo lainnya bakal melakukan reformasi terhadap para bawahannya, yang lebih dikenal dengan kapalo mudo dan niniak mamak lainnya yang memegang seluruh suku yang ada dalam kenagarian. "Mereka semua harus berfungsi, sebagaimana mestinya. Peraturan nagari yang telah ditetapkan di tiga nagari itu, sepanjang belum dicabut, tetap berlaku sebagaimana mestinya," tegas Rajo Sampono.
    Ketua KAN Ulakan masih tetap
    Kepada Ketua LKAAM Kabupaten Padang Pariaman dan LKAAM Provinsi Sumatra Barat, Rajo Sampono minta untuk ikut mendukung, apa-apa yang telah menjadi keputusan rajo yang 10 tersebut. "Soal KAN Kenagarian Ulakan, yang hingga kini masih dipegang oleh Sudirman Ryk. Rajo Mangkuto, masih tetap utuh, dan belum ada musyawarah tentang perombakannya. Kalau ada pihak-pihak lain yang mengatasnamakan KAN Ulakan selain dari yang bersangkutan, maka hal itu tidak benar, dan tidak sah sama sekali," tegasnya.
    Sebelumnya, Ketua TSR, AKP. Syamsul Bahri merasa senang dan bangga melihat kondisi yang terjadi dikalangan niniak mamat tersebut. Apalagi kekompakan ini terjadi saat nilai-nilai adat mulai terkena virus. "Saatnya kita selaku masyarakat memberikan dukungan penuh. Sebab, yang dilakukan para petinggi kita ini, adalah untuk kemaslahatan sanak kemanakannya juga," katanya.
    Syamsul Bahri mengajak walinagari yang tiga bersama walikorongnya untuk bisa membuat pernyataan sikap. Sebab, antara niniak mamak dan pemerintahan mesti bersatu dalam membangun masyarakat yang seutuhnya. Nah, para rajo yang 10, yang sudah terkenal sebagai yang memegang kekuasaan adat di tiga nagarai ini telah memulai sesuatu yang baik, maka harus diiringi oleh pemerintahannya. (dam)

Wabup Suhatri Bur Bamus Nagari tak Boleh Terlibat Partai Politik

Wabup Suhatri Bur
Bamus Nagari tak Boleh Terlibat Partai Politik

Lubuk Alung--Wakil Bupati Padang Pariaman, Suhatri Bur menekankan pentingnya peran Badan Musyawarah (Bamus) dalam setiap nagari. Bamus adalah wakil rakyat yang memiliki andil dalam mengontrol kinerja walinagari.
    "Tugas pokok yang harus dijalankan Bamus sesuai amanat undang-undang nomor 6 tahun 2014 tentang desa," kata dia, saat melantik Bamus nagari dalam Kecamatan Lubuk Alung, Jumat lalu.
    Ia mengatakan, tugas pertama bagaimana membuat batas wilayah dan peta wilayah. Sebab, batas wilayah akan bisa memicu selisih paham antara satu nagari dengan nagari lainnya. "Jangan sampai anak cucu kita tidak tahu batas wilayah nagari, dan jangan sampai ada yang memisahkan tapal batas antar nagari," kata Suhatri Bur.
    Kemudian, katanya lagi, Bamus menampung dan menyalurkan aspirasi masyarakat serta membahas dan mensahkan peraturan nagari (Perna). "Bamus diharapkan bersinergi dengan walinagari. Apa yang menjadi keinginan masyarakat dapat terwujud dengan baik. Bersama walinagari menyatukan visi misi agar tercipta Perna yang membawa kesejahteraan bagi masyarakat," ungkapnya.
    Sesuai undang-undan, ujar Suhatri Bur, Bamus tidak diperbolehkan menjadi pengurus partai politik. Oleh karenanya ia berharap kepada seluruh Bamus nagari dalam Kecamatan Lubuk Alung untuk tidak berkecimpung dalam dunia perpolitikan.
    Dr. Irwandi Sulin Datuak Gadang, tokoh masyarakat Lubuk Alung mengatakan, Bamus punya peran besar, menentukan arah kebijakan nagari dan menyampaikan harapan masyarakat. Ia berharap, dengan adanya pemekaran nagari, persatuan dan kesatuan Lubuk Alung tetap terjaga. Lubuk Alung mempunyai potensi yang tidak dimiliki oleh nagari lain. Lubuk Alung memiliki sumber daya manusia dan sumber daya alam yang melimpah.
    Irwandi mengajak semua masyarakat Lubuk Alung untuk mendukung program pembangunan yang telah diselenggarakan oleh Pemkab Padang Pariaman. "Mari kita dukung program pembangunan, dan sekaligus membangun Lubuk Alung dengan konsep kebersamaan, memaksimalkan potensi yang ada, seperti pariwisata bisa kita kembangkan dengan baik. Apabila semua ini terwujud, maka akan mendatangkan multiflier effek terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat Lubuk Alung," jelas mantan Rektor Universitas Tamansiswa, Padang ini.
    Saat ini Lubuk Alung memiliki tiga perguruan tinggi; STKIP, Akbid dan STIKES. Di bidang pariwisata, Lubuk Alung menyimpan begitu banyak objek wisata yang mengundang decak kagum wisatawan yang berkunjung. Serta dibangunnya Main Stadion untuk pembukaan Porprov Sumbar 2018. (501)

Tamc Bagas Ikuti Open Tournament Taekwondo di Medan

Tamc Bagas Ikuti Open Tournament Taekwondo di Medan

Padang Pariaman--Sejumlah atlit taekwondo yang tergabung dalam Dojang Taekwondo Tamc Bagas, Kecamatan Batang Gasan, Kabupaten Padang Pariaman mengikuti Open Tournament Taekwondo di Kota Medan, Sumatera Utara, Sabtu dan Minggu (18-19/3) mendatang.
    Manager Dojang Taekwondo Tamc Bagas, H. Ali Akbar kepada Singgalang menjelaskan, bahwa turnamen yang akan diikuti tim ini merupakan sebuah momen yang sangat luar biasa. Apalagi, informasi dari panitia yang diterimanya, kejuaraan tersebut juga akan diikuti oleh atlit taekwondo luar negeri.
    Katanya, ada delapan pemain yang akan ikut. Mereka telah mengikuti serangkaian latihan yang diadakan secara berkesinambungan. Para atlit tersebut; Miftahul Jannah, Qawiyu Mulawarman, Mahfiratul Husna, Aresa Ananda Utami, Farel Fernando Basri, Vella Anesya Yolanda, Deswati Soleha Putri, M. Nopriansyah, Kevin Raditia Pratama.
    "Kita berangkat dari Batang Gasan menuju Medan, Rabu (15/3) lewat jalan darat," kata Ali Akbar. Pihaknya telah mengurus semua kelengkapan atlit yang diperlukan selama mengikuti turnamen.
    Termasuk juga dukungan dari Pengurus Cabang (Pengcab) Taekwondo Indonesia Kabupaten Padang Pariaman beserta KONI. "Kita ingin tambil baik dan memuaskan nantinya. Untuk ini, mohon dukungan Pemkab Padang Pariaman beserta seluruh masyarakat ranah dan rantau, sehingga bisa membawa prestasi ke daerah," ujar dia.
    Melalui turnamen ini, Ali Akbar bersama tim pelatih dan offecial ingin memberikan yang terbaik buat Padang Pariaman. Di samping berharap prestasi yang memuaskan dalam kejuaraan tersebut, pihaknya juga sekalian mematang para atlit ini dalam menghadapi Porprov Sumbar tahun depan, yang daerah ini menjadi tuan rumah.
    "Alhamdulillah, sebelum ini kita juga mengikuti kejuaraan di berbagai daerah di Sumbar. Dan hasilnya, lumayan. Hampir semua atlit yang dikirim meraih juara," katanya. (501)

Di Nagari Koto Baru 90 Rumah Masyarakat Butuh Sentuhan Air Bersih

Di Nagari Koto Baru
90 Rumah Masyarakat Butuh Sentuhan Air Bersih

Padang Sago--Hasil Musrenbang Nagari Koto Baru, Kecamatan Padang Sago, Kabupaten Padang Pariaman beberapa waktu lalu memutuskan, bahwa keberadaan sanitasi untuk Korong Solok Pintu Gabang masih menjadi isu hangat yang harus diperjuangkan oleh nagari itu.
    "Solok Pintu Gabang merupakan korong tertinggi. Dan ketinggiannya dari permukaan laut mencapai 300 meter, sehingga sangat sulit dapat air kalau dibuat sumur," kata Walinagari Koto Baru, H. Zulhendrayani pada Singgalang, Minggu kemarin.
    Menurut dia, keinginan akan air bersih melalui PDAM ini telah lama diusulkan ke Pemkab Padang Pariaman. "Ada sekitar 90 rumah masyarakat yang butuh sentuhan air bersih di korong itu," katanya.
    Di samping itu, katanya lagi, pihaknya juga telah mengusulkan kelanjutan pembangunan jalan Kampuang Cubadak ke Nagari Puncuruyuang, jalan Kapuah menuju Mandiangin, Nagari Ambung Kapur Sungai Sariak. Selanjutnya, sambungan aspal jalan ke Ujuang Gunuang, Nagari Sungai Sariak, yakni di Tungka Kampuang Panyalai.
    "Yang tak kalah pentingnya, adalah pembangunan jembatan Lubuak Tano, yang telah masuk APBD Padang Pariaman tahun ini," ujar Zulhendrayani yang juga Wakil Ketua Forum Walinagari Kabupaten Padang Pariaman ini.
    Zulhendrayani menyebutkan, bahwa semua hasil Musrenbang nagari ini telah disampaikan ke Kecamatan Padang Sago, dan selanjutnya tentu menjadi bahan pertimbangan oleh Pemkab Padang Pariaman nantinya dalam Musrenbang kabupaten. (501)

Tindaklanjut Kick Off Meeting Seluruh Perizinan Dibawah Kendali DPMPTP Padang Pariaman

Tindaklanjut Kick Off Meeting
Seluruh Perizinan Dibawah Kendali DPMPTP Padang Pariaman

Padang Pariaman--Pemkab Padang Pariaman telah melimpahkan seluruh penyelengaraan perizinan dan non perizinan kepada Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu dan Perindustrian (DPMPTP). Hal itu telah dituangkan dalam Peraturan Bupati Nomor 4 Tahun 2017 yang berisikan sebanyak 124 Perizinan dan enam Non Perizinan yang dibawah kendali Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP).
    "Mulai 2017 ini, semua perizinan sudah ditangani oleh PTSP. Tidak ada lagi izin yang dikeluarkan oleh bupati maupun OPD lain," kata Bupati Ali Mukhni didampingi Sekretaris Daerah Jonpriadi, Senin (13/3).
    Orang nomor satu di Padang Pariaman itu mengatakan, pelimpahan kewenangan tersebut untuk menidaklanjuti Kick Off Meeting dengan KPK serta instruksi dari Menteri Dalam Negeri  RI. Hal ini bertujuan untuk mempercepat pelayanan dan memberikan kemudahan kepada masyarakat maupun calon investor.
    "PTSP sebagai pintu masuk dan keluar setiap perizinan. Jadi para investor jangan ragu lagi berinvestasi di Padang Pariaman," kata peraih Investment Award 2011 itu.
    Selanjutnya, ia meminta DPMPTP segera menyusun Standar Operasional Prosedur (SOP) untuk proses administasi setiap izin. Dalam SOP diberi kejelasan alur proses izin masuk hingga keluar, berapa lama prosesnya, biaya dan ketentuan lain sesuai peraturan yang berlaku.
    "Saya sudah dapat laporan dari Kadis, bahwa SOP sudah proses. Insya Alah akhir Maret ditargetkan selesai," ujar alumni Harvard Keneddy School di Amerika Serikat itu.
    Kadis PMPTP Hendra Aswara membenarkan, bahwa Perbup pelimpahan wewenang terkait perizinan dan non perizinan telah ditandatangani oleh bupati. "Nanti akan ada sosialisasi Perbup dan SOP perizinan kepada jajaran OPD," kata mantan Kabag Humas itu.
    Saat ini, kata Hendra, juga telah disusun tim teknis yang nantinya akan bekerjasama dengan DPMPTP dalam survey lapangan hingga pemberian rekomendasi sebelum izin dikeluarkan oleh PTSP. "Tim teknis inilah yang akan di-BKO-kan ke PTSP agar proses perizinan bisa cepat, mudah dan efektif," ujar Hendra Aswara, pria kelahiran 26 September 1981 itu.
    Untuk memberimkan kenyamanan masyarakat, Hendra berencana merehab ruang pelayanan yang lebih luas, full Ac seperti pelayanan di Bank. Pelayanan berbasis online dengan aplikasi SIPPADU. Jika tak ada aral yang melintang, pelayanan akan dillounching bulan depan.
    "Ruangan Kepala Dinas yang semula saya tempati, akan dijadikan ruang pelayanan. Begitu komitmen kita untuk melayani masyarakat sesuai arahan Bupati Ali Mukhni," ujar alumni STPDN angkatan XI ini. (501)

Sabtu, 11 Maret 2017

Eksis LPK Global Praktek yang Membuat Seseorang Jadi Sempurna

KNPI Padang Pariaman Gelar Open Turnamen Futsal

Kampung Dalam--Sebanyak 20 klub tim futsal se-Sumatra Barat ikut ambil bagian pada open turnamen futsal bergengsi yang diadakan oleh DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Padang Pariaman, di lapangan futsal Padang Manih, Kenagarian campago, Kecamatan V Koto Kampung Dalam. Kegiatan tersebut dimulai Rabu (18/5) lalu, yang dibuka secara resmi oleh Kepada Dinas Pendidikan setempat, Bahari.
    Menurut Vifner, Sekretaris DPD KNPI Padang Pariaman, kegiatan ini dialakukan guna menyalurkan bakat dan minat generasi muda, khusus dibidang futsal. Masing-masing klub membeli iset dengan harga Rp200 ribu setiap insetnya. Pertandingan dilakukan dengan sitem gugur.
    Pada pembukaan Rabu lalu, berlangsung antara DPD KNPI Padang Pariaman dengan KNPI Kota Pariaman sebagai eksebisi dari pertandingan berikutnya. Momen demikian, KNPI kabupaten sempat mempermalukan KNPI Kota Pariaman dengan skor 5-2.
    "Kita ingin, anak muda tidak sekedar bergelut dengan berbagai aktivitas. Namun, juga mampu menjadi pelopor dari dunia olahraga itu sendiri. Disamping itu, pertandingan ini juga ajang silaturrahim dengan seluruh kaula muda yang ada di Sumatra Barat, lewat olahraga," kata anggota KPU Padang Pariaman ini. (dam)
----------------------------------------------------------------

-Sosialsasi Jambore PTK PAUDI
Kedepan Sumbar Harus Mampu Jadi Tuan Rumah Jambore Nasional

Pariaman--Sekaitan akan diadakannya jambore Pendidik dan Tenaga Kependidikian (PTK) Pendidikan Anak Usia Dini Non Formal dan Informal (PAUDNI) 2011, tingkat Sumbar di Pariaman, maka dilakukan sosialisasi tentang hal itu selama dua hari, pada 26-27 Mei di Basko Hotel, Padang
    Menurut Ruswan Tanjung, selaku Ketua panitia kegiatan, sosialisasi tersebut dihadiri oleh Kabid PNFI dan Kepala SKB kabuaten/kota se-Sumatra Barat. Hal itu penting dilakukan, mengingat banyaknya jenis lomba yang akan dilombakan pada jambore demikian. Sebelumnya, juga telah dilakukan sosialisasi kepada 42 juri dari 14 jenis lomba, yang pada waktu itu dipimpin langsung oleh Prof. H. Jamaris Jamna, selaku Ketua Tim juri jambore tingkat Sumbar.
    "Untuk memudahkan tim juri dalam melaksanakan tugasnya, diharapkan masing-masing kabupaten/kota sudah harus menyerahkan kelengkapan makalahnya, baik Lomba Karya Nyata (LKN) dan Lomba Karya Tulis (LKT), dua hari sebelum kegiatan jambore. Apabila ada daerah yang terlambat dari hari yang dimaksud, maka makalahnya tidak akan diterima panitia," kata Ruswan Tanjung pada Singgalang, Kamis (19/5) di Pariaman.
    Selama ini, kata Ruswan Tanjung, makalah itu hanya diserahkan pada saat perlombaan berlangsung, sehingga sang juri mendapatkan kesulitan dalam melakukan penilaian, untuk melahirkan juara yang berkualitas yang akan berlaga nantinya pada jambore tingkat nasional. "Untuk itulah pentingnya sosialisasi ini dilakukan dikalangan Kabid PNFI dan seluruh Kepala SKB yang ada, sekaligus mempermantap kesiapan peserta utusan kabupaten/kota nantinya," ujarnya.
    Katanya lagi, yang akan memberikan materi pada sosialisasi tersebut, adalah Prof. H. Jamaris Jamna, Kabit PNFI Dinas Pendidikan Provinsi Sumatra Barat, Kepala Dinas Pendidikan, Syamsulrizal, dan utusan dari Direktorat PTK PAUDI Kementerian Pendidikan Nasional RI.
    Ruswan Tanjung mengharapkan, seluruh pihak terkait untuk bisa menghadiri sosialisasi dimaksud. "Kita ingin sukses dalam melakukan jambore ini, yang tentunya sangat berharap pada jambore tingkat nasional kedepannya bisa pula diadakan di Sumatra Barat ini. Dalam sejarahnya, daerah ini belum pernah menjadi tuan rumah pada jambore nasional tersebut," sebutnya. (dam)
-------------------------------------------------------------------

-Eksis LPK Global
Praktek yang Membuat Seseorang Jadi Sempurna

Lubuk Alung--Dalam rangka having fun with english, Lembaga Pelatihan dan Kursus (LPK) Global Education Centre, Lubuk Alung, Padang Pariaman menggelar tour wisata ke Bukit Kandih, Kota Sawahlunto, Selasa lalu, yang dikuti sekitar 75 peserta, instruktur, serta pembina yang tergabung dalam lembaga tersebut.
    Pimpinan LPK Global, Armanto yang didampingi dewan pembinanya, Ruswan Tanjung mengharapkan kepada peserta untuk dapat mempraktekkan pelajaran yang telah diterimanya di lembaga itu, practice make be perfect (praktek yang membuat seseorang menjadi sempurna). "Kegiatan ini sekaligus untuk memberikan suasana baru bagi para peserta, karena telah mengikuti ujian," ujarnya.
    Menurut Armanto, peserta yang ikut tersebut, setelah sukses ikut pada tingkat satu ini, diberikan kebebasan diantara boleh melanjutkan kejenjang yang lebih tinggi dilembaga ini, dan juga dibolehkan melanjutkan kelembaga lainnya, yang pada intinya tentu menambah wawasan dan tingkat pendidikan dari peserta itu sendiri.
    Untuk itu pulalah, lanjut Armanto, lembaga yang dia pimpin itu menerapkan 80 persen praktek dan 20 persen teori. Hal itu dilakukan, mengingat ilmu yang diajarkan itu berkembang dengan baik dan benar, untuk menuju masa depan peserta itu sendiri.
    Disamping itu, katanya lagi, LPK Global ini sangat konsen dengan prestasi seorang siswa di sekolahnya. Meskipun hidup dibawah garis kemiskinan, LPK memberikan kemudahan selama belajar dilembaga tersebut. "Sasaran kita, anak-anak yang telah selesai di lembaga ini, bisa bekerja dan mandiri, menuju masa depan yang sukses," sebutnya. (dam)