Minggu, 11 September 2016

DPRD Pesisir Selatan Bertandang ke Dinas PU Padang Pariaman

-Seminar PKDP Tentang Kriteria Calon Bupati
Salah Pilih Calon Bupati, 20 Tahun Dampak Kedepannya

Pariaman--Kepedulian urang awak yang berdomisili dirantau yang tergabung dalam Persatuan Keluarga Daerah Piaman (PKDP), terhadap kampung halaman cukup siknifikan. DPP PKDP selalu memantau apa yang tengah berkembang di ranah. Tidak sekedar itu, PKDP yang satu-satunya organisasi urang awak yang telah punya legalitas, serta terdaftar di Departemen Dalam Negeri itu ikut memberikan kontribusi positif terhadap perbaikan Padang Pariaman dan Kota Pariaman.
    Sabtu (3/4) organisasi itu menggelar seminar kriteria kepala daerah yang akan memimpin Padang Pariaman lima tahun mendatang. Kegiatan tersebut sekaligus dalam rangka sosialisasi, sekaitan telah ditetapkannya kriteria calon bupati oleh tim tujuh DPP PKDP itu sendiri. Tak heran, antusias peserta rang rantau dari berbagai daerah, seperti Jakarta, Bandung, Jambi dan seluruh PKDP yang ada di kabupaten/kota di Sumbar, ikut ambil bagian dalam masalah tersebut.
    Sekdakab Padang Pariaman, H. Yuen Karnova, S.E yang mewakili bupati Muslim Kasim, melihat kegiatan tersebut, sungguh sesuatu kepeduian yang sangat tinggi dari dunsanak yang ada dirantau, terhadap kampung halaman. "Kita ingin, lewat sejumlah rangkaian kegiatan yang telah dan akan dilakukan PKDP, terkait masalah masa depan Padang Pariaman, hendaknya mampu terwujud dengan baik. Kondisi daerah pascabencana akhir September lalu, Pilkada merupakan langkah awal dari membangkitkan masyarakat itu sendiri," katanya.
    "Bagaimana pun juga, perbaikan daerah tidak bisa dilepaskan dari masukan semua pihak yang ada, tak terkecuali dari PKDP itu sendiri. Kita patut berbangga dengan adanya kepedulian yang sangat tinggi dari rantau. Mari kita manfaatkan momen yang sangat tepat ini, dalam melangkah kedepannya, dalam menentukan pilihan terhadap siapa yang akan memimpin kita lima tahun mendatang," ujarnya.
    Ketua Umum DPP PKDP, Suhatmansyah Is kepada sejumlah wartawan menjelaskan, bahwa kegiatan yang telah dipersiapkan sejak jauh hari ini merupakan bagian dari program kerja DPP PKDP itu sendiri. "Kita ingin adanya informasi timbal balik, antara ranah dan rantau. Hanya dengan hubungan itulah kesejahteraan masyarakat bisa kita capai dengan baik. Tanpa ada informasi demikian, sehebat apapun program yang dijalankan Pemkab Padang Pariaman tidak akan berjalan dengan sendirinya," ujarnya.
    Suhatmansyah yang didampingi pengurus DPP PKDP lainnya, H. Armai Arif, H. Muhamein Zein Chaniago, H. Musri Zahari, H. Aulia R Putera tetap akan menyelamatkan ibu kabupaten yang telah ditetapkan. "Meskipun saat penetapan ibu kabupaten di Parit Malintang, Kecamatan Enam Lingkung itu penuh dengan tanda tanya, yang saat itu PKDP bersikap abu-abu, namun hal itu tidak mungkin dibiarkan berlama-lama. Kita ingin kala itu, masyarakat Padang Pariaman yang ada dibagian utara, yang kalau mereka buat kabupaten sendiri juga bisa, sangat tidak ingin itu terjadi," katanya.
    Untuk itulah, lanjut Suhatmansyah, langkah-langkah yang dilakukan PKDP yang bekerjasama dengan berbagai LSM yang ada di ranah ini, menjadi titik awal dari kebangkitan bersama. "Kita tidak ingin gagal dalam masalah bupati kedepan. Sebab, kalau demikian yang terjadi, maka 20 tahun masyarakat yang akan menanggung akibatnya. Bencana yang baru saja meluluh-lantakkan kampung halaman, merupakan cambuk yang sangat berat terhadap bupati mendatang," kata Suhatmansyah.
    "Sebagai organisasi yang kuat diseluruh perantauan, kita harus terlibat dalam masalah Pilkada 30 Juni nanti. Kriteria calon bupati yang tujuh itu, yakni sikap dan ketaqwaan, kepemimpinan dan integritas, dukungan dan kekayaan, visi dan inovasi, kewirausahaan dan jaringan, serta komunikasi dan kecerdasan terus disosialisasikan diseluruh lapisan masyarakat Padang Pariaman," sebut Suhatmansyah.
    Disamping itu, kata Suhatmansyah, kriteria itu juga akan diberikan kepada seluruh calon bupati nantinya. Artinya, visi misi yang dibuat seluruh calon harus mampu bersinergi dengan kriteria yang telah ditetapkan DPP PKDP. Setelah seluruh calon ditetapkan pihak KPU, PKDP akan melanjutkan dengan kegiatan debat kandidat. "Kita minta kepada seluruh pihak dikampung halaman untuk selalu mengawasi perjalanan calon bupati nantinya, dalam mengkampanyekan dirinya ditengah masyarakat," ungkapnya.
    Acara yang cukup besar dan punya arti tersendiri itu sangat disayangkan, tidak semua kandidat bupati yang menghadirinya. Cuman Sudirman Gani, M. Yusuf dan Sarbaini yang tampak hadir dan larut dalam bernostalgia dengan berbagai komponon rantau yang hadir saat itu. (dam)
-------------------------------------------------------------------------
-Rosman Ketua DPD PPRN Devenitif
Bersama PPP dan PKS, PPRN Dukung Yobana Samial-Dasril

Pariaman--Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Peduli Rakyat Nasional (PPRN), dibawah kendali Amelia A Yani dan Drs. Maludin Sitorus sebagai Ketua Umum dan Sekretaris Jenderal nampaknya tidak main-main dalam masalah loyalitas dan integritas kadernya yang ada di daerah. Berdasarkan Surat Keputusan (SK) dengan nomor 148/A.I/DPP-PPRN/SK-DPD/III/2010, tertanggal 26 Maret 2010 tentang susunan pengurus DPD PPRN Padang Pariaman devenitif, bola panas itu berada ditangan Rosman.
    Drs. Rosman yang sebelumnya sebagai Plt Ketua DPD PPRN, lewat SK tersebut, Rosman yang juga anggota Komisi I DPRD Padang Pariaman itu bersama Hilman H, A. Md dan Marsedes Amir secara resmi telah menjadi Ketua, Sekretaris dan Bendahara partai tersebut. "Alhamdulillah kita telah diberikan mandat penuh untuk terus berbuat di Padang Pariaman, sesuai dengan garis perjuangan partai yang telah ditetapkan lewat Munas PPRN belum lama ini," kata Rosman dan Hilman Sabtu (3/4) di Lubuk Alung.
    "Sesuai petunjuk SK dan arahan DPP PPRN, maka SK tersebut juga telah kita berikan pada DPW PPRN Sumbar di Padang, DPRD, KPUD Padang Pariaman serta seluruh DPC PPRN yang ada di 17 kecamatan dalam daerah ini. Hal itu kita lakukan, agar kekuatan partai tetap utuh, sebagaimana mestinya," ujar Rosman.
    Rosman melihat konsolidasi langkah awal, sejak SK itu terbit telah dilakukan dengan semaksimal mungkin. "Termasuk juga konsolidasi, terkait dukungan terhadap calon bupati lima tahun mendatang, kita juga telah tetapkan lewat pleno partai, bahwa dukungan tersebut akan diberikan kepada pasangan Yobana Samial-Dasril, yang sebentar lagi akan didaftarkan ke KPU," katanya.
    "Kita ingin lewat momen Pilkada yang telah diambang pintu ini menjadi titik awal bagi masyarakat, dalam melihat arti penting siapa yang berhak menjadi pemimpinnya. Untuk itulah pilihan DPD PPRN Padang Pariaman kita jatuhkan kepada pasangan Yobana Samial-Dasril. Sebab, pasangan tersebut merupakan dua kader muda, punya intelektual dan jaringan yang luas terhadap perbaikan daerah ini lima tahun mendatang," tambah Rosman lagi.
    Menurut Rosman, konsolidasi dikalangan internal usai Pilkada akan berlanjut dengan berbagai kegiatan yang bertujuan untuk memperbaharui seluruh kepengurusan. Mulai dari pengurus kabupaten hingga pengurus ranting ditingkat korong yang ada di Padang Pariaman. (dam)
----------------------------------------------------

DPRD Pesisir Selatan Bertandang ke Dinas PU Padang Pariaman

Padang Pariaman--Dinilai berhasil melakukan pengendalian dan normalisasi sungai, Komisi III DPRD Kabupaten Pesisir Selatan lakukan kunjungan kerja ke Dinas Pekerjaan Umum Padang Pariaman, Kamis lalu.
    Kunker diikuti sebanyak 13 anggota DPRD Kabupaten Pesisir Selatan, di dampingi tiga orang dari Sekretariat DPRD. Kedatangannya disambut Plt. Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA), Arman bersama Kasi Irigasi, Sungai dan Waduk, Fafdal Andrianos dan beberapa orang staf Bidang SDA.
    Di hadapan anggota DPRD Pessel, Kabid SDA memaparkan tentang sungai yang ada di Padang Pariaman, serta cara pengelolaannya. "Sungai di Padang Pariaman semuanya berjumlah 11 buah dengan total panjangnya mencapai 277,6 kilometer," jelas Arman.
    Arman juga memaparkan tentang kondisi sungai dan fungsinya terhadap irigasi dan pengairan sawah di Padang Pariaman.
    Anggota DPRD Pesisir Selatan Welly Hendra, menanyakan bagaimana trik dari Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Padang Pariaman dalam upaya pengendalian dan normalisasi sungai-sungai tersebut?
    Mendapat pertanyaan itu, Fafdal Andrianos menjelaskan bahwa untuk meningkatkan kondisi sungai, selain menggunakan APBD juga diusahakan mendapatkan dana dari pusat di antaranya melalui kegiatan WISMP.
    Melalui kunker ini, anggota Komisi III DPRD Kabupaten Pesisir Selatan juga menimba ilmu mengenai trik untuk mendapatkan dana dari pemerintah pusat.
    Arman dan Fafdal menyarankan agar sebelum mengajukan permintaan dana ke Provinsi maupun ke Pemerintah Pusat sebaiknya disiapkan dulu DED mengenai normalisasi maupun peningkatan sungai tersebut. (501)

Gugat Soal Ketidakadilan Terhadap Perempuan, Tampilan Seniman Padang Pariaman Memukau

Gugat Soal Ketidakadilan Terhadap Perempuan, Tampilan Seniman Padang Pariaman Memukau

Padang Pariaman--Seniman muda Padang Pariaman kembali unjuk gigi setelah sebelumnya berhasil menggugah para Dubes negara tetangga lewat penampilan "Basafa" di TMII Jakarta. Kali ini, tim Sanggar Wayoik binaan Disporbudpar daerah itu berhasil mengukir prestasi di ajang Festival Seni Pertunjukan Sumatera Barat dengan menyabet gelar terbaik kategori pemain, Senin lalu.
    Dalam festival yang ditutup malam kemaren, peserta dituntut untuk menampilkan karya yang berbasis legenda daerah masing-masing. Dan, tim Sanggar Wayoik mengangkat kisah Siti
Baheram.
    "Karena yang dituntut di sini adalah kreatifitas kita dalam mengolah legenda menjadi sajian baru yang sesuai dengan perkembangan zaman, maka kisah tragis Siti Baheram tidak kami tampilkan bulat-bulat seperti cerita rakyat biasanya," kata Haris selaku sutradara.
    Kisah Siti Baheram, lanjutnya, pada awalnya menceritakan bagaimana si Juki demi judi menghabisi wanita baik yang telah menolongnya yakni Baheram. Namun, dalam kisah yang ditampilkan selama 20 menit malam itu, seniman Padang Piaman justru memperlihatkan situasi dimana Baheram bangkit dari kuburnya, mengadili sendiri si Juki, bahkan hakim yang dulu mengadili Juki.
    "Di sini kami ingin mengangkat pesan bahwa sampai sekarang jaminan keamanan terhadap perempuan masih sangat lemah di negeri ini. Apalagi di Sumatera Barat yang notabene memiliki adat yang memuliakan perempuan, perhatian terhadap keamanan perempuan masih juga lemah," katanya.
    Bundo kanduang, sebagai sosok paling tinggi dalam trah keluarga Minang, justru jadi objek paling empuk di mata penjahat. Sementara, penegak hukum tak dapat berbuat apa-apa untuk memastikan keamanan mereka. Inilah yang dicoba "digugat" lewat kisah Siti Baheram versi seniman Piaman kali ini.
    Sementara, pemerhati seni pertunjukan, Dr Yusril yang juga menjadi juri malam itu menilai karya-karya yang ditampilkan para peserta sangat inovatif walau masih banyak yang serba tanggung di sana-sininya. Khusus untuk karya Siti Baheram dari Padanga Pariaman, Yusril menilai secara konsep sudah cukup memberi tawaran kebaruan.
    Kadisporbudpar Padang Pariaman Sahrial mengatakan, pembinaan sejumlah sanggar untuk bergabung dalam satu tim pertunjukan memang sedang marak di lakukan oleh pihaknya saat ini. "Tujuannya untuk membina silaturahmi dan kekompakan antar para senior di masing-masing sanggar. Inilah tim tank kita yang akan kita kedepankan pada sejumlah even seperti festival ini," sebutnya. Sementara itu, kegiatan pertunjukan yang secara bergilir ditampilkan di sejumlah objek wisata juga tetap dilaksanakan.
    Ade Novalia dari bidang seni budaya mengatakan, persiapan pertunjukan Siti Baheram sendiri penuh dengan keterbatasan, terutama soal anggaran. "Tapi, meski hanya mengandalkan sedikit anggaran yang ada pada bidang seni budaya, Alhamdulillah semangat adik-adik ini tidak putus. Bahkan mereka berhasil pulang dengan membawa kemenangan. Mereka luar biasa," katanya memuji.
    Bupati Padang Pariaman Ali Mukhni mengucapkan selamat dan mengaku bangga terhadap tim yang terdiri dari 24 orang seniman muda tersebut. "Ini adalah kabar gembira yang sangat melegakan kita. Prestasi anak-anak ini akan kita apresiasi," kata Ali Mukhni. Apresiasi yang dimaksud, diawali dengan menjamu seluruh tim dalam sebuah perjamuan khusus. (501)

Peserta Diklat Pendamping PKH Harus Ikut Menanggulangi Kemiskinan

Peserta Diklat Pendamping PKH Harus Ikut Menanggulangi Kemiskinan

Pariaman--Bupati Padang Pariaman Ali Mukhni melalui Kepala Dinas Sosial dan Tenaga Gusnawati, menerima secara resmi peserta praktek belajar lapangan pendamping Program Keluarga Harapan (PKH).
    Gusnawati menyatakan, PKH yang telah berjalan di Kabupaten Padang Pariaman merupakan program lanjutan dari program sistem jaminan sosial dengan pemberian bantuan tunai kepada Rumah Tangga Miskin (RTM), yang memenuhi persyaratan dan mematuhi komitmen.
    PKH merupakan salah satu program nasional penanggulangan kemiskinan dan sekaligus menjadi program prioritas daerah di Kabupaten Padang Pariaman. Sampai saat ini dana bantuan PKH telah terealisasi sebanyak Rp21.801.406.500,- dari 2013 sampai dengan 2016 di Padang Pariaman.
    "Kabupaten Padang Pariaman sangat terbantu dengan adanya program pengentasan kemiskinan berasal dari dana APBN Kementerian Sosial RI, dan diharapkan mempercepat penurunan angka kemiskinan," jelas Gusnawati.
    Menurut laporan Kepala Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial Regional I Sumatera di Padang yang diwakili Kepala Bidang Penyelenggaraan Diklat dan Kerjasama, Afrinaldi, tujuan pelaksanaan praktek belajar lapangan pendamping PKH, adalah untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan peserta Diklat dalam menerapkan ilmunya di kelas, dengan di lapangan, melakukan validasi, verifikasi dan pemutahiran data peserta PKH.     Praktek ini diarahkan pada pengalaman materi melalui studi wawancara/pengamatan, observasi, studi dokumentasi bagaimana pelaksanaan pendampingan PKH yang sesungguhnya.
Menyiapkan peserta Diklat untuk menjadi pendamping penanggulangan kemiskinan, bukan saja pendamping PKH, tetapi menjadi pendamping penanganan kemiskinan.
    "Peserta kegiatan ini sebanyak 125 orang terdiri dari 103 dari Provinsi Sumatera Utara dan 23 orang dari Sumatera Selatan," papar Afrinaldi. (501)
-------------------------------------------

Di Lubuk Alung
Tim Gabungan Amankan Dua Unit Exacavator Penambangan Illegal

Lubuk Alung--Setelah rapat koordinasi tim, Kasat Pol PP Provinsi Sumatera Barat, Nazwir beserta anggota tim melakukan pengawasan, serta monitoring terhadap kegiatan Galian C di wilayah Kabupaten Padang Pariaman, Senin lalu.
    Kasat Pol PP Kabupaten Padang Pariaman M. Taufik yang saat itu ikut serta dalam kegiatan PAM kedatangan RI 2 segera bergerak bersama beberapa orang personil Satpol PP Padang Pariaman menuju lokasi bersama tim dari Provinsi.
    Tim yang terdiri dari Pol PP Provinsi Sumbar, Dinas ESDM, anggota DPRD Endarmy dari Komisi IV, serta Dinas Koperindag dan ESDM Padang Pariaman menemukan dua unit mesin excavator serta beberapa truk pengangkut bahan Galian C yang sedang melakukan kegiatan penambangan di Balah Hilia, Kecamatan Lubuk Alung.
    Seluruh operator mesin, serta para elfer mesin berhamburan melarikan diri. Pada saat kejadian tersebut, Endarmy menghubungi Wakapolda Sumbar dan Kasat Pol PP segera menghubungi Kapolres Padang Pariaman yang kemudian mengutus Kasat Reskrimnya.
    Dua unit excavator tersebut langsung dijaga oleh anggota Polres serta anggota Pol PP Padang Pariaman, dan rencananya pada Rabu besok ke dua unit excavator tersebut akan dibawa ke Polres Padang Pariaman sebagai barang sitaan atas perbuatan kegiatan penambangan ilegal, dan akan di proses sesuai dengan aturan yang berlaku. (501)

Persoalan Ganti Rugi Lahan Jalan Lingkar Duku - Sicincin Tuntas

Ali Mukhni Lapor ke Wapres Jusuf Kalla
Persoalan Ganti Rugi Lahan Jalan Lingkar Duku - Sicincin Tuntas

Padang Pariaman--Kedatangan Wakil Presiden RI Muhammad Jusuf Kalla ke Sumatera Barat, tidak disia-siakan oleh Bupati Ali Mukhni untuk kelanjutan program strategis di Kabupaten Padang Pariaman.
    Pada kesempatan itu, Gubernur Sumbar Irwan Prayitno dan Bupati Ali Mukhni  melaporkan pembangunan infrastruktur yang bersumber dari dana APBN cukup banyak di Padang Pariaman. Antara Lain, pembangunan BP2IP, MAN Insan Cendikia, Asrama Haji, Pelabuhan, Jalan Lingkar Duku-Sicincin, Kawasan Industri Terpadu dan lain sebagainya.
    "Tadi saya lapor kepada Bapak Wapres, kondisi terakhir pembangunan mega poyek di Padang Pariaman. Saya juga ucapkan terima kasih dan salam masyarakat atas dukungan Bapak Wapres," kata Bupati Ali Mukhni sesaat menjelang keberangkatan Rombongan Wapres RI ke Jakarta di Ruang VIP, BIM, Selasa (6/9).
    Orang nomor di Padang  Pariaman itu memohon percepatan dan penganggaran secara multiyears mega proyek tersebut agar segera dinikmati oleh masyarakat, dan tentunya akan menggerakkan ekonomi masyarakat.
    "Kita tahu mega proyek ini butuh biaya besar, triliunan rupiah. Semoga cepat selesai dan merubah wajah Sumatera Barat," kata Ali Mukhni didampingi Kabag Humas Hendra Aswara.
    Terkait dengan kelanjutan pembanguna jalan lingkar Duku - Sicincin, kata Ali Mukhni, pembebasan lahannya sudah tuntas. Untuk itu butuh dana Rp80 miliar untuk pengaspalan jalan yang sudah diajukan oleh Kementerian Pekerjaan Umum.
    "Masyarakat berharap Jalan Lingkar Duku-Sicincin segera diaspal," kata periah Satya Lencana Pembangunan itu. (501)

Masyarakat Harus Proaktif Melaporkan Tindakan Pejabat Padang Pariaman

Masyarakat Harus Proaktif Melaporkan Tindakan Pejabat Padang Pariaman

Padang Pariaman--Bupati Padang Pariaman Ali Mukhni meminta masyarakat untuk melaporkan penyelenggaraan pelayanan publik di daerah itu. Masyarakat bisa memanfaatkan layanan SMS dengan nomor 08116942000. Adanya layanan pengaduan masyarakat ini sebagai bentuk komitmen jajarannya, dalam mendukung keterbukaan informasi publik sesuai amanat Undang-undang nomor 14 tahun 2008.
    "Masyarakat bebas menyampaikan keluhan, saran atau apresiasi terhadap layanan publik di Padang Pariaman. Kirim pengaduan SMS ke 08116942000. Insya Allah, SMS-nya langsung masuk ke hp saya dan kita tindak-lanjuti," kata Bupati Ali Mukhni yang didampingi Kadis Dukcapil M. Fadhly di Batang Anai, Kamis (8/9).
    Dikatakannya, bahwa layanan SMS itu sudah berjalan sejak dua tahun terakhir. Bertujuan agar masyarakat bisa langsung mengajukan pertanyaan mengenai pelayanan publik atau peristiwa yang sedang terjadi di daerahnya. Seperti mekanisme perekaman e-KTP, informasi mengenai jalan rusak, laporan pungutan liar oknum penyelenggara negara, laporan balita gizi buruk, pengaduan etika pejabat dan lain sebagainya.
    "Tidak ada yang perlu ditutup-tutupi. Masyarakat berhak mendapatkan pelayanan terbaik karena kita bukan pejabat, tapi pelayan masyarakat," kata alumni Lemhanas tahun 2012 itu.
    Orang nomor satu di Padang Pariaman itu meminta jajarannya agar menindak-lanjuti setiap SMS atau pengaduan yang masuk. Jika perlu tindak langsung ke lapangan agar memiliki data yang valid.
    "Jajaran SKPD harus cepat tanggap terhadap pengaduan masyarakat. Jangan cuek saja, itu tak baik," kata  Bupati yang digadang-gadang sebagai Calon Gubernur Sumbar mendatang itu. (501)

Selasa, 06 September 2016

Ali Mukhni Dukungan Perantau dalam Pembangunan Amat Dibutuhkan

Ali Mukhni
Dukungan Perantau dalam Pembangunan Amat Dibutuhkan

Padang Pariaman--Dihadapan sekitar 600 perantau yang tergabung dalam Ikatan Korong Simpang Katapiang (IKSK), Nagari Katapiang, Kecamatan Batang Anai, Bupati Ali Mukhni pesankan agar perantau mendorong pembangunan di kampung halaman.
    Dikatakannya, keberadaan Bandara Internasional Minangkabau (BIM) menjadikan Nagari Katapiang sebagai pintu gerbang kunjungan wisatawan di Sumatera Barat, sehingga perlu dukungan semua pihak untuk menjadi tuan rumah yang baik.
    "Atas nama pemerintah, kami ucapkan terima kasih kepada anak Nagari Katapiang baik yang berada di rantau maupun di kampung halaman, untuk bahu-membahu, menjalin komunikasi yang intens, membantu pemerintah daerah melaksanakan pembangunan, terutama dalam pembebasan lahan," kata Bupati Ali Mukhni saat menghadiri silaturahmi IKSK di Pantai Ancol, Jakarta, Minggu (4/9) lalu.
    Orang nomor satu di Padang Pariaman itu juga mengekspos berbagai pembangunan dan perkembangan terbaru, dalam beberapa tahun terakhir, khususnya di Kecamatan Batang Anai. Mulai dari pembangunan asrama haji yang bernilai Rp800 miliar seluas 10 hektare, pembangunan jalur kereta api Duku - BIM yang segera beroperasional tahun ini, kemudian pembangunan Puskesmas Katapiang senilai Rp4 miliar serta rencana pembangunan stadion Semen Padang.
    "Seluruh pembangunan itu untuk meningkatkan economi dan kesejahteraan masyarakat," ujar Ali Mukhni yang didampingi Kadisdukcapil M. Fadhly.
    Anggota Komisi IX DPR RI Jhon Kenedi Azis yang turut hadir pada kesempatan itu juga berharap, agar semua pihak khususnya di Katapiang memanfaatkan program pembangunan yang saat ini sangat banyak di Padang Pariaman.
    "Kami di DPR RI akan terus memfasilitasi semua perencanaan yang akan di bangun di Padang Pariaman. Berbagai kunjungan untuk melihat peluang sudah kita lakukan dan aspirasi ini akan kita bawa ke tingkat pusat", ungkap dia.
    Syahrul Datuak Lung yang juga turut hadir pada acara tersebut mengharapkan, agar masyarakat membuka diri terhadap perkembangan pembangunan yang pesat di daerah sekitar bandara, khususnya Nagari Katapiang.
    "Pembangunan di Padang Pariaman tidak mungkin kita lakukan sendiri. Perlu dukungan perantau. Oleh sebab itu, silaturahmi antara perantau dengan anak nagari di Katapiang harus terus di bangun untuk mendukung program pemerintah daerah," ungkap Datuak Lung, anggota DPRD dari Fraksi Partai Golkar, anak nagari Katapiang itu. (501)

Peringatan Tujuh Tahun Gempa 2009 Mazis Padang Pariaman Jadi Pemandu Zikir Bersama

Peringatan Tujuh Tahun Gempa 2009
Mazis Padang Pariaman Jadi Pemandu Zikir Bersama

Padang Pariaman--Majelis Zikir Istiqamah Syattariyah (Mazis) Kabupaten Padang Pariaman yang aktif melakukan kegiatan spritual keagamaan, akhir bulan ini diminta sebagai pemandu jalannya zikir dalam peringatan tujuh tahun gempa bumi 2009.
    "Alhamdulillah, tiap pekan kita mempersiapkan tim yang akan memandu jalannya zikir bersama yang akan diadakan di Masjid Jannatus Salam, Sungai Buluah, Kecamatan Batang Anai," kata Syafri Tuanku Imam Sutan Sari Alam, Rabu kemarin.
    Menurut dia, ditunjuknya Mazis sebagai pemandu acara itu oleh Pemkab Padang Pariaman, dalam hal ini Bagian Kesra, adalah sebuah momen untuk menunjukkan pada masyarakat, bahwa organisasi ini aktif melakukan zikir.
    Bersama jajaran Kemenag Padang Pariaman, kata Syafri, dia terus mematangkan format acara demikian. Sebab, momen tahunan ini harus jadi catatan oleh masyarakat daerah ini, agar selamat dari mara bahaya atau musibah yang datang tidak pakai pemberitahuan.
    "Kita harus belajar dari musibah besar tahun 2009 silam," ujar dia lagi. Untuk ini, dia mengajak semua anak muda, para pengurus dan anggota majelis taklim dan kelompok masyarakat lainnya untuk bersama-sama meramaikan acara tersebut.
    Bagi Syafri dan pengurus Mazis lainnya, kegiatan zikir harus jadi pakaian dalam hidup ini. "Hanya dengan berzikirlah hati kita jadi tenteram, segala bentuk bala dan musibah bisa menjauh dari kehidupan kita," ungkapnya. (501)