Wakili Sumbar
Empat Santri Nurul Yaqin Ikut Pospenas Banten
Padang Pariaman--Empat orang santri Pondok Pesantren Nurul Yaqin, Ringan-Ringan, Nagari Pakandangan, Kabupaten Padang Pariama mewakili Sumatera Barat dalam ajang Pekan Olaharaga dan Seni Nasional (Pospenas), yang akan berlangsung di Provinsi Banten, Oktober mendatang.
Keempat santri itu; Abdul Latif, Dedi Fernando (Futsal), Okta Zahri Almalik (Tenis Meja), dan Tata Handika (Takraw). Mereka dinyatakan lulus ke tingkat nasional, setelah berhasil juara tingkat Sumbar mewakili Padang Pariaman.
Kasubag TU Kemenag Padang Pariaman, Tuanku Syafrizal kepada Singgalang menyebutkan, hal ini sebuah anugerah bagi daerah ini dalam ajang nasional nantinya. "Kini, keempat orang santri demikian giat mengikuti latihan berkala yang diadakan Kanwil Kemenag Sumbar," ujar Syafrizal.
Pihaknya berharap, keempat santri itu mampu memberikan yang terbaik dalam Pospenas tersebut. "Disamping mengejar prestasi, tentunya kehadiran santri itu bisa pula membangun hubungan silaturrahim antar santri seluruh Indonesia nantinya," kata dia.
Dia minta keempat santri itu untuk terus latihan. Baik latihan yang diadakan di Kanwil Kemenag Sumbar, maupun latihan sendiri di pesantrennya. Sebab, yang namanya tingkat nasional akan banyak saingan terberat dari daerah lainnya.
"Jadikan Pospenas ini ajang membangun minat dan bakat para santri di bidang olahraga dan seni," pinta Syafrizal. Santri, di samping mampu bersaing membaca kitab kuning, juga harus kuat berolahraga dan berkreasi lewat seni dan budaya," ujarnya. (501)
Senin, 05 September 2016
Bersama Alumni SMP Padang Sago Luncurkan Program Gerakan Pagi Mengaji
Bersama Alumni
SMP Padang Sago Luncurkan Program Gerakan Pagi Mengaji
Padang Sago--Pagi mengaji. Ini program yang ditawarkan alumni SMEP/SMP N 1 Kecamatan Padang Sago, Kabupaten Padang Pariaman, Senin (5/9) di sekolah setempat. Gerakatan itu dibarengi dengan pemberian bantuan berupa Alquran sebanyak 305 eksemplar.
Dr. Syahril Ali yang mewakili alumni menyebutkan, bahwa nilai-nilai agamais semakin menipis di kalangan anak muda dan remaja saat ini. "Pagi mengaji ini jangan hanya sebagai simbol. Harus ada aplikasinya setiap hari atau waktu belajar. Paling tidak, luangkan waktu lima hingga sepuluh menit setiap pagi," kata Syahril Ali.
Syahril Ali mengajak Pemkab Padang Pariaman dan SMP N 1 Padang Sago untuk mewujudkan siswa sekolah ini jadi panutan di tengah masyarakat. "Saatnya pemerintah memberikan penghargaan kepada siswa yang mampu baca tulis Alquran dengan baik. Apalagi yang hafidz kitab suci tersebut," kata dia.
"Sekarang fenomena kristenisasi terhadap urang awak di Jakarta lumayan gencar," kata Syahril Ali. Nah, program pagi mengaji merupakan bagian dari pembendungan dari arus demikian. Termasuk juga untuk menghidari agar jangan para siswa ini terjebak dalam kenakalan remaja dan narkoba.
Kepala SMP N 1 Padang Sago Yulimardi bersama Ketua Komite, H. Ismael menyampaikan terima kasih atas kepedulian alumni sekolah tersebut dalam membentuk nilai-nilai spritual para siswa. "Alhamdulillah, sekolah ini masuk 25 besar di Padang Pariaman," ujarnya.
Menurut mereka, alumni SMP ini ada yang jadi dosen, pimpinan bank pemerintah dan swasta. Juga ada yang jadi anggota dewan terhormat. "Kami berharap, fasilitas sekolah seperti pagar, dan perbaikan gedung bisa dicarikan solusinya oleh alumni," ungkapnya.
Staf Ahli Bupati Padang Pariaman, Taslim yang mewakili Bupati Ali Mukhni menyambut baik program demikian. "Jangan biarkan kitab suci yang pakai terjemahan ini terletak di pustaka. Biarkanlah Alquran ini punah karena sering dan acap dipakai atau dibaca," kata Taslim.
Taslim minta semua semua orangtua siswa dan pihak sekolah untuk selalu bekerjasama dalam membangun mental para siswa ini. "Di sekolah hanya sedikit waktu bagi siswa. Mereka lebih banyak di lingkungan keluarga dan masyarakat. Untuk inilah pentingnya saling bekerjasama, agar program ini tidak hanya sekedar diluncurkan," harapnya. (501)
SMP Padang Sago Luncurkan Program Gerakan Pagi Mengaji
Padang Sago--Pagi mengaji. Ini program yang ditawarkan alumni SMEP/SMP N 1 Kecamatan Padang Sago, Kabupaten Padang Pariaman, Senin (5/9) di sekolah setempat. Gerakatan itu dibarengi dengan pemberian bantuan berupa Alquran sebanyak 305 eksemplar.
Dr. Syahril Ali yang mewakili alumni menyebutkan, bahwa nilai-nilai agamais semakin menipis di kalangan anak muda dan remaja saat ini. "Pagi mengaji ini jangan hanya sebagai simbol. Harus ada aplikasinya setiap hari atau waktu belajar. Paling tidak, luangkan waktu lima hingga sepuluh menit setiap pagi," kata Syahril Ali.
Syahril Ali mengajak Pemkab Padang Pariaman dan SMP N 1 Padang Sago untuk mewujudkan siswa sekolah ini jadi panutan di tengah masyarakat. "Saatnya pemerintah memberikan penghargaan kepada siswa yang mampu baca tulis Alquran dengan baik. Apalagi yang hafidz kitab suci tersebut," kata dia.
"Sekarang fenomena kristenisasi terhadap urang awak di Jakarta lumayan gencar," kata Syahril Ali. Nah, program pagi mengaji merupakan bagian dari pembendungan dari arus demikian. Termasuk juga untuk menghidari agar jangan para siswa ini terjebak dalam kenakalan remaja dan narkoba.
Kepala SMP N 1 Padang Sago Yulimardi bersama Ketua Komite, H. Ismael menyampaikan terima kasih atas kepedulian alumni sekolah tersebut dalam membentuk nilai-nilai spritual para siswa. "Alhamdulillah, sekolah ini masuk 25 besar di Padang Pariaman," ujarnya.
Menurut mereka, alumni SMP ini ada yang jadi dosen, pimpinan bank pemerintah dan swasta. Juga ada yang jadi anggota dewan terhormat. "Kami berharap, fasilitas sekolah seperti pagar, dan perbaikan gedung bisa dicarikan solusinya oleh alumni," ungkapnya.
Staf Ahli Bupati Padang Pariaman, Taslim yang mewakili Bupati Ali Mukhni menyambut baik program demikian. "Jangan biarkan kitab suci yang pakai terjemahan ini terletak di pustaka. Biarkanlah Alquran ini punah karena sering dan acap dipakai atau dibaca," kata Taslim.
Taslim minta semua semua orangtua siswa dan pihak sekolah untuk selalu bekerjasama dalam membangun mental para siswa ini. "Di sekolah hanya sedikit waktu bagi siswa. Mereka lebih banyak di lingkungan keluarga dan masyarakat. Untuk inilah pentingnya saling bekerjasama, agar program ini tidak hanya sekedar diluncurkan," harapnya. (501)
Bupati Ali Mukhni Sampaikan Terima Kasih Masyarakat
Ke Kesultanan Oman
Bupati Ali Mukhni Sampaikan Terima Kasih Masyarakat
Parit Malintang--Masyarakat Padang Pariaman mengucapkan rasa syukur dan terima kasih atas bantuan pascagempa 2009 yang diberikan oleh Kesultanan Oman. Bantuan tersebut sangat berarti bagi masyarakat yang sedang ditimpa musibah kala itu.
Hal tersebut disampaikan Bupati Ali Mukhni ketika menemui sekaligus menyerahkan piagam penghargaan kepada Kesultananan Oman melalui Duta Besar Oman untuk Indonesia di Jakarta.
"Kesultanan Oman sudah menjadi saudara dekat masyarakat Padang Pariaman. Masyarakat sangat berterima kasih atas bantuan gempa 2009 yang lalu, baik moril dan materil," kata Bupati Ali Mukhni di Parit Malintang, Selasa (6/9).
Ditambahkannya, bahwa bantuan Kesultanan Oman juga diwujudkan dalam pembangunan perumahan yang diberi nama "Oman Village" di Nagari Sikucur, Kecamatan V Koto Kampuang Dalam. Rumah yang dibangun kembali itu sebelumnya hancur akibat gempa 7,9 SR tahun 2009. Di kawasan yang menghabiskan dana sekitar Rp20 miliar itu juga dibangun sebuah mesjid yang megah, bangunan laga-laga, jembatan dan lain sebagainya.
"Bantuan ini sangat berarti bagi masyarakat," kata Ali Mukhni yang didampingi Kabag Humas Hendra Aswara. Orang nomor satu di Padang Pariaman itu mengaku, ketika menemui Dubes Oman dia juga menyampaikan aspirasi masyarakat agar Kesultanan Oman turut membantu pembangunan Masjid Raya Padang Pariaman yang berada di komplek Ibukota Kabupaten di Parit Malintang. Sesuai rencana, banguan masjid yang sekaligus rest area itu akan menelan dana Rp80 miliar.
"Kita sudah serahkan proposalnya. Insya Allah, Kesultanan Oman bersedia membantu. Kita doakan saja," kata alumni Harvard Kennedy School di Amerika Serikat itu. (501)
Bupati Ali Mukhni Sampaikan Terima Kasih Masyarakat
Parit Malintang--Masyarakat Padang Pariaman mengucapkan rasa syukur dan terima kasih atas bantuan pascagempa 2009 yang diberikan oleh Kesultanan Oman. Bantuan tersebut sangat berarti bagi masyarakat yang sedang ditimpa musibah kala itu.
Hal tersebut disampaikan Bupati Ali Mukhni ketika menemui sekaligus menyerahkan piagam penghargaan kepada Kesultananan Oman melalui Duta Besar Oman untuk Indonesia di Jakarta.
"Kesultanan Oman sudah menjadi saudara dekat masyarakat Padang Pariaman. Masyarakat sangat berterima kasih atas bantuan gempa 2009 yang lalu, baik moril dan materil," kata Bupati Ali Mukhni di Parit Malintang, Selasa (6/9).
Ditambahkannya, bahwa bantuan Kesultanan Oman juga diwujudkan dalam pembangunan perumahan yang diberi nama "Oman Village" di Nagari Sikucur, Kecamatan V Koto Kampuang Dalam. Rumah yang dibangun kembali itu sebelumnya hancur akibat gempa 7,9 SR tahun 2009. Di kawasan yang menghabiskan dana sekitar Rp20 miliar itu juga dibangun sebuah mesjid yang megah, bangunan laga-laga, jembatan dan lain sebagainya.
"Bantuan ini sangat berarti bagi masyarakat," kata Ali Mukhni yang didampingi Kabag Humas Hendra Aswara. Orang nomor satu di Padang Pariaman itu mengaku, ketika menemui Dubes Oman dia juga menyampaikan aspirasi masyarakat agar Kesultanan Oman turut membantu pembangunan Masjid Raya Padang Pariaman yang berada di komplek Ibukota Kabupaten di Parit Malintang. Sesuai rencana, banguan masjid yang sekaligus rest area itu akan menelan dana Rp80 miliar.
"Kita sudah serahkan proposalnya. Insya Allah, Kesultanan Oman bersedia membantu. Kita doakan saja," kata alumni Harvard Kennedy School di Amerika Serikat itu. (501)
Minggu, 04 September 2016
Padang Pariaman Punya Akademi Komunitas
Padang Pariaman Punya Akademi Komunitas
Sungai Limau--Dirjen Kelembagaan IPTEK dan Perguruan Tinggi Kemenristek, Patdono Suwignjo, Wakil Bupati Padang Pariaman Suhatri Bur dan Wakil Ketua DPRD, Januar Bakri letakan batu pertama pembangunan kampus Akademi Komunitas UNP, Kamis (1/9) pagi.
Kampus Akademi Komunitas UNP Padang Pariaman di bangun di lahan yang dihibahkan alm Hj Umi Kalsum di Korong Sungai Sirah, Nagari Pilubang, Kecamatan Sungai Limau yang nantinya akan membuka bidang studi Teknik Eletronika dan Perhotelan.
Wabup Suhatri Bur mengatakan, pembangunan kampus akademi komunitas merupakan bentuk dukungan dan komitmen Pemda memajukan sektor pendidikan. "Melalui kerjasama dengan seluruh pihak, langkah ini menjadi awal upaya tersebut," kata Suhatri Bur.
Dikatakannya, dipilihnya Nagari Pilubang sebagai lokasi pembangunan kampus ini tidak terlepas dari keinginan pemerataan pembangunan dan perekonomian di wilayah Padang Pariaman. Selain itu, posisi Nagari Pilubang yang terletak di bagian utara, serta dekat dengan beberapa kabupaten lain di Sumatera Barat, menjadikan kampus ini nantinya idola bagi tamatan SMA.
"Nanti putra terbaik lulusan SMA tidak jauh-jauh lagi untuk kuliah. Bagi yang berada di kabupaten bagian utara Sumatera Barat akan lebih dekat jika ngampus di sini," urainya. Selain pembangunan infrastruktur pendidikan, seperti sekolah, kampus dan Diklat, sebagai bentuk komitmen Padang Pariaman mencapai visi cerdas, Pemda bersama Baznas juga menyalurkan beasiswa kepada siswa dan mahasiswa seluruh tingkatakan. Langkah itu merupakan upaya peningkatan SDM melalui pendidikan.
Tokoh masyarakat Pilubang Tri Suryadi mengatakan, pembangunan kampus tersebut akan memberikan "multi effect" bagi nagari Pilubang dan kawasan sekitar. Pembangunan kampus akan merangsang tumbuhnya peluang ekonomi baru. Dengan adanya kampus ini akan di ikuti dengan kebutuhan fasilitas penunjang, seperti rumah kos mahasiswa, rumah makan, toko ATK dan peluang ekonomi lain.
Tri Suryadi yang anggota DPRD Padang Pariaman asal Partai Gerindra itu mengusulkan agar Dirjen DIKTI membuka program studi bidang kelautan dan perikanan. "Daerah kita adalah daerah pesisir. Salah satu potensinya, kemaritiman. Tentu kita harapkan agar bidang kelautan dan perikanan bisa diadakan," ulasnya. (501)
Sungai Limau--Dirjen Kelembagaan IPTEK dan Perguruan Tinggi Kemenristek, Patdono Suwignjo, Wakil Bupati Padang Pariaman Suhatri Bur dan Wakil Ketua DPRD, Januar Bakri letakan batu pertama pembangunan kampus Akademi Komunitas UNP, Kamis (1/9) pagi.
Kampus Akademi Komunitas UNP Padang Pariaman di bangun di lahan yang dihibahkan alm Hj Umi Kalsum di Korong Sungai Sirah, Nagari Pilubang, Kecamatan Sungai Limau yang nantinya akan membuka bidang studi Teknik Eletronika dan Perhotelan.
Wabup Suhatri Bur mengatakan, pembangunan kampus akademi komunitas merupakan bentuk dukungan dan komitmen Pemda memajukan sektor pendidikan. "Melalui kerjasama dengan seluruh pihak, langkah ini menjadi awal upaya tersebut," kata Suhatri Bur.
Dikatakannya, dipilihnya Nagari Pilubang sebagai lokasi pembangunan kampus ini tidak terlepas dari keinginan pemerataan pembangunan dan perekonomian di wilayah Padang Pariaman. Selain itu, posisi Nagari Pilubang yang terletak di bagian utara, serta dekat dengan beberapa kabupaten lain di Sumatera Barat, menjadikan kampus ini nantinya idola bagi tamatan SMA.
"Nanti putra terbaik lulusan SMA tidak jauh-jauh lagi untuk kuliah. Bagi yang berada di kabupaten bagian utara Sumatera Barat akan lebih dekat jika ngampus di sini," urainya. Selain pembangunan infrastruktur pendidikan, seperti sekolah, kampus dan Diklat, sebagai bentuk komitmen Padang Pariaman mencapai visi cerdas, Pemda bersama Baznas juga menyalurkan beasiswa kepada siswa dan mahasiswa seluruh tingkatakan. Langkah itu merupakan upaya peningkatan SDM melalui pendidikan.
Tokoh masyarakat Pilubang Tri Suryadi mengatakan, pembangunan kampus tersebut akan memberikan "multi effect" bagi nagari Pilubang dan kawasan sekitar. Pembangunan kampus akan merangsang tumbuhnya peluang ekonomi baru. Dengan adanya kampus ini akan di ikuti dengan kebutuhan fasilitas penunjang, seperti rumah kos mahasiswa, rumah makan, toko ATK dan peluang ekonomi lain.
Tri Suryadi yang anggota DPRD Padang Pariaman asal Partai Gerindra itu mengusulkan agar Dirjen DIKTI membuka program studi bidang kelautan dan perikanan. "Daerah kita adalah daerah pesisir. Salah satu potensinya, kemaritiman. Tentu kita harapkan agar bidang kelautan dan perikanan bisa diadakan," ulasnya. (501)
Segera Lakukan Pembenahan Kedalam, Bekerja Dengan Sepenuh Hati
-Armen Jabat Plt Sekdako Pariaman
Segera Lakukan Pembenahan Kedalam, Bekerja Dengan Sepenuh Hati
Pariaman--Lewat proses panjang, Ir. Armen, M.M akhirnya menjabat sebagai Plt. Sekdako Pariaman, sekaitan Sekdako Drs. Asril Nur memasuki masa pensiun. Serah terima jabatan tersebut berlangsung Rabu pekan lalu diruangan kerja Sekdako tersebut. Armen, yang masih menjabat sebagai Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Pariaman itu dengan sepenuh hati mulai melakukan tugas-tugasnya, yang berhubungan dengan Sekdako demikian.
Melalui Kasubag Kemitraan Humas Setdako Pariaman, Batrizal, Armen yang telah malang melintang diberbagai jabatan strategis itu bertekat melanjutkan apa yang telah dirintis oleh Sekdako Asril Nur. "Bekerja sesuai aturan yang ada, melakukan inovasi merupakan hal yang mutlak dilaksanakan. Terima kasih pada Asri Nur yang telah banyak memberikan masukan, sebelum saya memulai aktivitas di Sekdako ini. Luar biasa masukan yang dia berikan, yang intinya bagaimana perjalanan sekretariat daerah berjalan dengan baik dan benar," ujar Armen suami dari Nur Afni, B. Sc itu.
Menurut Armen, putra kelahiran Bukittinggi pada 1958 itu, koordinasi dengan seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) sangat diperlukan, dalam melakukan kerja yang sesuai dengan visi misi Kota Pariaman. Dengan demikian, lahirlah perbaikan sistem pekerjaan, terutama administrasi yang baik. "Saya minta dukungan semua stakeholders yang ada di Kota Pariaman, dalam melanjutkan apa yang telah banyak digariskan Sekdako Asril Nur dulunya. Begitu juga pada keluar tercita, istri, Nur Afni dan anak-anak, Reza Yulianof, Seila Oktarianda, Shafira Khairani dan Sitti Nurhaliza, mohon dukungan sepenuh hati dalam melakukan kerja yang sangat berat ini," harap Armen.
Armen, yang memulai karir PNS-nya pada 1990 di Kanwil Perindustrian Sumatra Barat dan masuk ke Kota Pariaman pada September 2006 itu, melihat pembenahan yang segera dilakukan, adalah pembenahan kedalam. "Kemudian, kegiatan yang sangat mendesak itu, adalah HUT Kota Pariaman yang ke-8, Tour de Singkarak, anggaran perupahan dan LKPJ walikota. Bersama walikota, saya siap dengan segala keterbatas," ungkapnya.
Walikota Pariaman, Drs. H. Mukhlis Rahman minta pada Plt Sekdako, Armen untuk bersungguh-sungguh dalam bekerja. "Seorang Sekda perlu ketegasan, dalam menjalankan kebijaksanaan pimpinan. Selanjutnya, memberikan pelayanan kepada masyarakat secara baik dan benar, mendisiplinkan diri sebagai seorang PNS, sehingga kalau ada teguran pimpinan, harus dianggap positif, dan jangan dianggap sebagai hukuman, tapi jadikan sebagai pembelajaran. Dalam bekerja perlu efisiensi, sehingga berjalan dengan sistematis dan efektif," tegas Wako Mukhlis. (dam)
Segera Lakukan Pembenahan Kedalam, Bekerja Dengan Sepenuh Hati
Pariaman--Lewat proses panjang, Ir. Armen, M.M akhirnya menjabat sebagai Plt. Sekdako Pariaman, sekaitan Sekdako Drs. Asril Nur memasuki masa pensiun. Serah terima jabatan tersebut berlangsung Rabu pekan lalu diruangan kerja Sekdako tersebut. Armen, yang masih menjabat sebagai Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Pariaman itu dengan sepenuh hati mulai melakukan tugas-tugasnya, yang berhubungan dengan Sekdako demikian.
Melalui Kasubag Kemitraan Humas Setdako Pariaman, Batrizal, Armen yang telah malang melintang diberbagai jabatan strategis itu bertekat melanjutkan apa yang telah dirintis oleh Sekdako Asril Nur. "Bekerja sesuai aturan yang ada, melakukan inovasi merupakan hal yang mutlak dilaksanakan. Terima kasih pada Asri Nur yang telah banyak memberikan masukan, sebelum saya memulai aktivitas di Sekdako ini. Luar biasa masukan yang dia berikan, yang intinya bagaimana perjalanan sekretariat daerah berjalan dengan baik dan benar," ujar Armen suami dari Nur Afni, B. Sc itu.
Menurut Armen, putra kelahiran Bukittinggi pada 1958 itu, koordinasi dengan seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) sangat diperlukan, dalam melakukan kerja yang sesuai dengan visi misi Kota Pariaman. Dengan demikian, lahirlah perbaikan sistem pekerjaan, terutama administrasi yang baik. "Saya minta dukungan semua stakeholders yang ada di Kota Pariaman, dalam melanjutkan apa yang telah banyak digariskan Sekdako Asril Nur dulunya. Begitu juga pada keluar tercita, istri, Nur Afni dan anak-anak, Reza Yulianof, Seila Oktarianda, Shafira Khairani dan Sitti Nurhaliza, mohon dukungan sepenuh hati dalam melakukan kerja yang sangat berat ini," harap Armen.
Armen, yang memulai karir PNS-nya pada 1990 di Kanwil Perindustrian Sumatra Barat dan masuk ke Kota Pariaman pada September 2006 itu, melihat pembenahan yang segera dilakukan, adalah pembenahan kedalam. "Kemudian, kegiatan yang sangat mendesak itu, adalah HUT Kota Pariaman yang ke-8, Tour de Singkarak, anggaran perupahan dan LKPJ walikota. Bersama walikota, saya siap dengan segala keterbatas," ungkapnya.
Walikota Pariaman, Drs. H. Mukhlis Rahman minta pada Plt Sekdako, Armen untuk bersungguh-sungguh dalam bekerja. "Seorang Sekda perlu ketegasan, dalam menjalankan kebijaksanaan pimpinan. Selanjutnya, memberikan pelayanan kepada masyarakat secara baik dan benar, mendisiplinkan diri sebagai seorang PNS, sehingga kalau ada teguran pimpinan, harus dianggap positif, dan jangan dianggap sebagai hukuman, tapi jadikan sebagai pembelajaran. Dalam bekerja perlu efisiensi, sehingga berjalan dengan sistematis dan efektif," tegas Wako Mukhlis. (dam)
Keunggulan Padang Pariaman tak Ada di Daerah Lain
Zaidin Bakri Jadi Pejabat Walinagari Tandikek
Patamuan--Zaidin Bakri, pegawai Kantor Camat Patamuan resmi menjadi Pejabat Walinagari Tandikek. Dia dilantik Senin lalu oleh Camat Patamuan, Zaldi Arnas di kantor walinagari setempat.
Pelantikan Pejabat Walinagari Zaidin Bakri itu merupakan mengisi kekosong, karena Walinagari Tandikek, Zahidin telah habis masa jabatannya, dan tentunya sekalian melanjutkan estafet kepemimpinan di nagari tersebut.
Bupati Padang Pariaman melalui Staf Ahli Zahirman mengucapkan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada Zahidin yang telah sukses menjalankan roda pemerintah di Nagari Tandikek selama enam tahun. "Di bawah kepemimpinan Zahidin, banyak perkembangan pembangunan yang terjadi," kata Zahirman.
"Kepada penjabat Walinagari Zaidin Bakri, semoga dapat menjalankan amanah yang dipercayakan Pemkab Padang Pariaman," ujar Zaihirman lagi. Dia yakin dan percaya, Zaidin Bakri dapat melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya.
Zaidin Bakri adalah Aparatur Sipil Negara (ASN) kecamatan yang ditugaskan menjadi penjabat Walinagari hingga terpilihnya Walinagari defenitif. Kemudian Zaidin Bakri juga putra Nagari Tandikek yang mengerti betul dengan kondisi nagari yang dipimpinnya.
Camat Patamuan Zaldi Arnas menghimbau seluruh masyarakat Nagari Tandikek untuk mendukung penjabat Walinagari, yang kini dipercayakan kepada Zahidin Bakri. "Kami yakin dan percaya, Zaidin Bakri mampu menjalankan roda pemerintahan hingga terpilihnya walinagari defenitif nantinya," ucap Zaldi Arnas. (501)
-------------------------------------------------------
Wagub Nasrul Abit
Keunggulan Padang Pariaman tak Ada di Daerah Lain
Padang Pariaman--Pemkab Padang Pariaman telah menyediakan lahan seluas 697 hektare untuk pembangunan strategis, khususnya sektor pendidikan tinggi. Lahan yang berlokasi di dekat kawasan objek wisata Nagari Kapalo Hilalang, Kecamatan 2x11 Kayutanam itu diberikan tanpa ganti rugi.
Hal tersebut diungkapkan Bupati Padang Pariaman Ali Mukhni, ketika menjadi nara sumber pada workshop pengembangan pendidikan tinggi vocational berbasis teknopark, di Padang Senin lalu.
Menurut Ali Mukhni, tanah seluas 50 hektare disediakan untuk pembangunan Kampus Politeknik Negeri Padang (PNP), 50 hektare untuk Kampus Institut Negeri Padang dan 50 hektare untuk Rumah Sakit Vertikal. "Lokasi tanah tersebut sudah dikunjungi Direkur Politeknik dan Rektor ISI. Bahkan Komisi IX DPR RI juga mau bangun rumah sakit di sana. Semua lahan disediakan tanpa ganti rugi," ulas Ali Mukhni.
Ali Mukhni menegaskan, daerahnya layak dikatakan sebagai pusat pendidikan di Sumbar. Berbagai mega proyek infrastruktur pendidikan bernilai ratusan miliar telah beroperasional. Seperti BP2IP, Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendikia dan Akademi Komunitas.
Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit mendukung pembangunan kampus PNP di Kecamatan 2x11 Kayutanam. Ia minta bupati beserta dinas terkait segera mengurus sertifikat tanah ke Badan Pertanahan Nasional, kemudian diserahkan ke Kemenristek Dikti.
Nasrul Abit memuji kelihaian Bupati Ali Mukhni dalan memanfaatkan dana pusat untuk diletakkan di daerahnya. "Padang Pariaman memiliki keunggulan yang tidak dimiliki daerah lain, yaitu keberadaan Bandara Internasional Minangkabau (BIM), dan masih luasnya lahan untuk pembangunan. Sedangkan di Kota Padang lahan sangat terbatas dan di Pesisir Selatan dikelillingi hutan lindung," ujar dia. (501)
Patamuan--Zaidin Bakri, pegawai Kantor Camat Patamuan resmi menjadi Pejabat Walinagari Tandikek. Dia dilantik Senin lalu oleh Camat Patamuan, Zaldi Arnas di kantor walinagari setempat.
Pelantikan Pejabat Walinagari Zaidin Bakri itu merupakan mengisi kekosong, karena Walinagari Tandikek, Zahidin telah habis masa jabatannya, dan tentunya sekalian melanjutkan estafet kepemimpinan di nagari tersebut.
Bupati Padang Pariaman melalui Staf Ahli Zahirman mengucapkan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada Zahidin yang telah sukses menjalankan roda pemerintah di Nagari Tandikek selama enam tahun. "Di bawah kepemimpinan Zahidin, banyak perkembangan pembangunan yang terjadi," kata Zahirman.
"Kepada penjabat Walinagari Zaidin Bakri, semoga dapat menjalankan amanah yang dipercayakan Pemkab Padang Pariaman," ujar Zaihirman lagi. Dia yakin dan percaya, Zaidin Bakri dapat melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya.
Zaidin Bakri adalah Aparatur Sipil Negara (ASN) kecamatan yang ditugaskan menjadi penjabat Walinagari hingga terpilihnya Walinagari defenitif. Kemudian Zaidin Bakri juga putra Nagari Tandikek yang mengerti betul dengan kondisi nagari yang dipimpinnya.
Camat Patamuan Zaldi Arnas menghimbau seluruh masyarakat Nagari Tandikek untuk mendukung penjabat Walinagari, yang kini dipercayakan kepada Zahidin Bakri. "Kami yakin dan percaya, Zaidin Bakri mampu menjalankan roda pemerintahan hingga terpilihnya walinagari defenitif nantinya," ucap Zaldi Arnas. (501)
-------------------------------------------------------
Wagub Nasrul Abit
Keunggulan Padang Pariaman tak Ada di Daerah Lain
Padang Pariaman--Pemkab Padang Pariaman telah menyediakan lahan seluas 697 hektare untuk pembangunan strategis, khususnya sektor pendidikan tinggi. Lahan yang berlokasi di dekat kawasan objek wisata Nagari Kapalo Hilalang, Kecamatan 2x11 Kayutanam itu diberikan tanpa ganti rugi.
Hal tersebut diungkapkan Bupati Padang Pariaman Ali Mukhni, ketika menjadi nara sumber pada workshop pengembangan pendidikan tinggi vocational berbasis teknopark, di Padang Senin lalu.
Menurut Ali Mukhni, tanah seluas 50 hektare disediakan untuk pembangunan Kampus Politeknik Negeri Padang (PNP), 50 hektare untuk Kampus Institut Negeri Padang dan 50 hektare untuk Rumah Sakit Vertikal. "Lokasi tanah tersebut sudah dikunjungi Direkur Politeknik dan Rektor ISI. Bahkan Komisi IX DPR RI juga mau bangun rumah sakit di sana. Semua lahan disediakan tanpa ganti rugi," ulas Ali Mukhni.
Ali Mukhni menegaskan, daerahnya layak dikatakan sebagai pusat pendidikan di Sumbar. Berbagai mega proyek infrastruktur pendidikan bernilai ratusan miliar telah beroperasional. Seperti BP2IP, Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendikia dan Akademi Komunitas.
Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit mendukung pembangunan kampus PNP di Kecamatan 2x11 Kayutanam. Ia minta bupati beserta dinas terkait segera mengurus sertifikat tanah ke Badan Pertanahan Nasional, kemudian diserahkan ke Kemenristek Dikti.
Nasrul Abit memuji kelihaian Bupati Ali Mukhni dalan memanfaatkan dana pusat untuk diletakkan di daerahnya. "Padang Pariaman memiliki keunggulan yang tidak dimiliki daerah lain, yaitu keberadaan Bandara Internasional Minangkabau (BIM), dan masih luasnya lahan untuk pembangunan. Sedangkan di Kota Padang lahan sangat terbatas dan di Pesisir Selatan dikelillingi hutan lindung," ujar dia. (501)
Kamis, 01 September 2016
Ranperda Susunan Perangkat Daerah Harus Tuntas Jelang Pembahasan APBD 2017
Ranperda Susunan Perangkat Daerah Harus Tuntas Jelang Pembahasan APBD 2017
Padang Pariaman--Pemkab bersama DPRD Padang Pariaman tengah bekerja keras untuk mengebut penyelesaian 10 Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda), yang memang sangat urgen dalam kebijakan daerah. Ke-10 Ranperda tersebut antara lain; Kawasan Tanpa Rokok (KTR), retribusi pelayanan kesehatan Puskesmas, pencegahan dan penanggulangan bahaya kebakaran, pembentukan dan susunan perangkat daerah, perubahan Perda nomor 21 tahun 2012 tentang retribusi pengendalian menara telekomunikasi, perubahan kedua atas Perda nomor 8 tahun 2012 tentang retribusi pemakaian kekayaan daerah, penyelenggaraan perlindungan anak, penyelenggaraan bantuan hukum, pemberdayaan nelayan kecil dan usaha pembudidayaan ikan, serta Ranperda tentang pengelolaan barang milik daerah.
"Ke-10 Ranperda bertujuan untuk pelayanan masyarakat dan peningkatan PAD," kata Wabup Suhatri Bur di aula DPRD, Rabu (31/8). Dikatakannya, Ranperda tersebut sudah disampaikan pada nota penjelasannya dalam sidang minggu lalu.
Ia berharap, ke-10 Ranperda itu selesai dengan waktu yang tidak terlalu lama karena sudah menjadi kebutuhan daerah. Beberapa Ranperda juga sangat berkaitan dengan peningkatan pendapatan daerah. Contohnya, Ranperda retribusi pelayanan kesehatan Puskesmas dan perubahan terhadap Perda retribusi pemakaian kekayaan daerah.
"Ya, kita memang tengah fokus terhadap upaya peningkatan pendapatan daerah," ujar dia. Tentu ini juga harus dilaksanakan dengan hati-hati karena pendapatan yang berasal dari rtribusi pada awalnya akan mendapat respon negatif dari masyarakat. Namun nanti, kata Suhatri Bur, perlahan maysarakat akan mengerti betapa pentingnya retribusi mereka terhadap peningkatan pendapatan daerah yang akan bermuara pada peningkatan kemampuan daerah untuk pembangunan.
Khusus Ranperda tentang pembentukan dan susunan perangkat daerah, kata Suhatri Bur, mesti rampung sebelum pembahasan APBD 2017, karena anggaran disusun berdasarkan perangkat daerah yang baru dibentuk. Kemudian juga direncanakan mengisi jabatan masing-masing SKPD.
"Alhamdulillah, DPRD komit untuk membahas 10 Ranperda agar segera menjadi Perda. Bahkan Sabtu dan Minggu, anggota dewan kita masih rapat di kantornya," kata mantan Ketua KPU Padang Pariaman itu. (501)
Padang Pariaman--Pemkab bersama DPRD Padang Pariaman tengah bekerja keras untuk mengebut penyelesaian 10 Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda), yang memang sangat urgen dalam kebijakan daerah. Ke-10 Ranperda tersebut antara lain; Kawasan Tanpa Rokok (KTR), retribusi pelayanan kesehatan Puskesmas, pencegahan dan penanggulangan bahaya kebakaran, pembentukan dan susunan perangkat daerah, perubahan Perda nomor 21 tahun 2012 tentang retribusi pengendalian menara telekomunikasi, perubahan kedua atas Perda nomor 8 tahun 2012 tentang retribusi pemakaian kekayaan daerah, penyelenggaraan perlindungan anak, penyelenggaraan bantuan hukum, pemberdayaan nelayan kecil dan usaha pembudidayaan ikan, serta Ranperda tentang pengelolaan barang milik daerah.
"Ke-10 Ranperda bertujuan untuk pelayanan masyarakat dan peningkatan PAD," kata Wabup Suhatri Bur di aula DPRD, Rabu (31/8). Dikatakannya, Ranperda tersebut sudah disampaikan pada nota penjelasannya dalam sidang minggu lalu.
Ia berharap, ke-10 Ranperda itu selesai dengan waktu yang tidak terlalu lama karena sudah menjadi kebutuhan daerah. Beberapa Ranperda juga sangat berkaitan dengan peningkatan pendapatan daerah. Contohnya, Ranperda retribusi pelayanan kesehatan Puskesmas dan perubahan terhadap Perda retribusi pemakaian kekayaan daerah.
"Ya, kita memang tengah fokus terhadap upaya peningkatan pendapatan daerah," ujar dia. Tentu ini juga harus dilaksanakan dengan hati-hati karena pendapatan yang berasal dari rtribusi pada awalnya akan mendapat respon negatif dari masyarakat. Namun nanti, kata Suhatri Bur, perlahan maysarakat akan mengerti betapa pentingnya retribusi mereka terhadap peningkatan pendapatan daerah yang akan bermuara pada peningkatan kemampuan daerah untuk pembangunan.
Khusus Ranperda tentang pembentukan dan susunan perangkat daerah, kata Suhatri Bur, mesti rampung sebelum pembahasan APBD 2017, karena anggaran disusun berdasarkan perangkat daerah yang baru dibentuk. Kemudian juga direncanakan mengisi jabatan masing-masing SKPD.
"Alhamdulillah, DPRD komit untuk membahas 10 Ranperda agar segera menjadi Perda. Bahkan Sabtu dan Minggu, anggota dewan kita masih rapat di kantornya," kata mantan Ketua KPU Padang Pariaman itu. (501)
Langganan:
Postingan (Atom)




