Senin, 29 Agustus 2016

Walinagari Lubuk Alung Jadi Pembicara Sosialisasi Tapera Lewat FGD Kemeterian PUPR

Walinagari Lubuk Alung Jadi Pembicara Sosialisasi Tapera Lewat FGD Kemeterian PUPR

Bukittinggi--Walinagari Lubuk Alung, Kabupaten Padang Pariaman, Harry Subrata, Senin (29/8) dapat kehormatan jadi pembicara dalam Fokus Group Discussion (FGD), soal Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera), yang diadakan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat RI, di Grand Rocky Hotel, Bukittinggi.
    Acara yang diadakan sehari itu, ikut sebagai peserta walinagari dan tokoh masyarakat Tiku, Kabupaten Agam, Dinas PU Provinsi Sumatera Barat, Kota Bukittinggi, dan Kota Padang Panjang.
    Bagi Harry Subrata, konsep Tapera sebenarnya sudah lama adanya di Padang Pariaman yang terkenal dengan julo-julo. Mulai dari julo-julo semen, padi, emas dan julo-julo lainnya yang hingga kini eksis di daerah tersebut.
    "Namun, julo-julo yang selama ini berkemnag di tengah masyarakat Padang Pariaman dalam mewujudkan rumah, belum punya legalitas formal," kata dia. Menurut Harry Subrata, tidak ada pekerjaan yang berat dengan berkembangkan kelompok-kelompok kecil yang hampir di seluruh perkampungan daerah itu.
    Kementerian PUPR menyampaikan, bahwa sosialisasi Tapera melalui FGD ini akan berlanjut. "Kapan perlu gerankan nasional julo-julo kita luncurkan untuk memantapkan jalannya Tapera ini," kata mereka.
    Sebab, konsep yang dibawa Tapera sebenarnya hampir sama jalannya dengan kegiatan julo-julo di Padang Pariaman dan Lubuk Alung, yakni azaz gotong royong dan kebersamaan, dari dan oleh masyarakat itu sendiri. (501)

Perilaku Masyarakat yang Berisiko Terhadap Kesehatan Masih Banyak

Di Padang Pariaman
Perilaku Masyarakat yang Berisiko Terhadap Kesehatan Masih Banyak

Padang Pariaman--Masih banyak perilaku masyarakat yang perlu pembenahan bersama terkait dengan membangun pola pikir dalam menjaga kesehatan lingkungan, baik kebiasaan jamban yang tidak memenuhi kesehatan, kebiasaan membuang sampah di sembarang tempat dan belum adanya pemilahan jenis sampah hingga prilaku tidak sehat lainya.
    Hal itu diungkapkan Wakil Bupati Padang Pariaman Suhatri Bur saat membuka konsultasi Publik Program Percepatan Sanitasi Permukiman (PPSP), dalam rangka menghimpun aspirasi dari kecamatan dan nagari, di Hal IKK Parit Malintang, Senin (29/08).
    Suhatri Bur menyampaikan, melalui studi Environmental Health Risk Assessment (EHRA) kebiasaan lama yang kurang tepat dalam menjaga kesehatan lingkungan dan kesehatan pribadi bisa mulai berubah. Sehingga tingkat kesehatan masayarakat semakin meningkat.
    "Masih banyak perilaku masyarakat yang berisiko bagi kesehatan mereka sendiri dan lingkungannya," kata dia. Oleh karena itu, melalui studi EHRA ini semua masyarakat Kabupaten Padang Pariaman memulai perilaku yang higienis, seperti BAB pada tempatnya, cuci tangan pakai sabun, pengelolaan air minum rumah tangga, pengelolaan sampah rumah tangga, pengelolaan limbah rumah tangga.
    Ketua Pokja Sanitasi Kabupaten Padang Pariaman, Jonpriadi mengatakan, setiap minggu pihaknya melakukan rapat monitoring dan evaluasi. Dan telah pula menyelesaikan pemetaan profil sanitasi, yang meliputi sub sektor air limbah domestik, persampahan, drainase lingkungan serta perilaku hidup bersih dan sehat sesuai program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM).
    "Melalui konsultasi publik ini, kita tinggal menghimpun masukan dan penyempurnaan untuk menghasilkan study dan melahirkan rekomendasi yang akan kita lakukan untuk menyusun buku putih sanitasi dan strategi sanitasi," ujarnya.
    Kabid Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinas Kesehatan Kabupaten Padang Pariaman, Jasneli melaporkan tujuan studi EHRA adalah memberikan advokasi kepada pemangku kepentingan dan masyarakat, akan pentingnya layanan sanitasi, mendapatkan gambaran kondisi fasilitas sanitasi dan perilaku yang berisiko terhadap kesehatan lingkungan, menyediakan informasi dasar yang valid. (501)

IGTKI Sumbar Berbagi Dalam Suasana Haru dan Gembira Bersama Lansia

-HUT ke-60 IGTKI
IGTKI Sumbar Berbagi Dalam Suasana Haru dan Gembira Bersama Lansia

Sicincin--Menyemarakkan suasana HUT Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia Persatuan Guru Republik Indonesia (IGTKI-PGRI) yang ke 60, IGTKI Sumatra Barat melakukan berbagai rangkaian kegiatan yang sangat menyentuh dunia pendidikan itu sendiri. Yang tidak kalah serunya, Senin (3/5) IGTKI ikut berbagi bersama penghuni Panti Sosial Tresna Werda Sabai Nan Aluih (TWSNA), Kenagarian Sicincin, Kecamatan 2 x 11 Enam Lingkung, Padang Pariaman.
    Suasana haru dan gembira terlihat saat rombongan IGTKI Sumbar yang dipimpin Hj. Nurhayati itu ikut berbaur bersama para Lansia yang berjumlah sekitar 100 lebih penghuni. Hebatnya lagi, para Lansia yang datang dari berbagai daerah di Sumbar ini, ternyata punya potensi besar semasa mudanya, yang hingga kini masih bisa ditampilkan. Seperti terlihat dengan santainya para Lansia itu ketika bernyanyi, membaca puisi dihadapan tamu yang datang. Suara mereka masih bagus. Saking serunya, sampai-sampai Ketua IGTKI Nurhayati ikut terenyuh melihat nasib para Lansia tersebut.
    Menurut Nurhayati, kunjungan sekaligus sedikit memberikan bantuan buat penghuni dan pengasuh panti ini, merupakan rangkaian dari HUT ke 60 IGTKI yang jatuh bulan ini. "Kehidupan panti sosial ini jauh lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. Kita pernah berkunjung ditahun 1990 an, yang keadaan panti saat itu belum seperti saat ini. Kini, tampak kegairahan yang cukup membuat penghuni betah dan merasa senang selama tinggal di panti ini," katanya.
    "Semua kita bakal menempuh usia, yang kini telah dinikmati para penghuni panti ini. Sadar ataupun tidak, kita juga akan seperti bapak dan ibu yang kini menikmati sisa-sisa umurnya di lingkungan ini. Untuk itu IGTKI merasakan betul, betapa pentingnya saling berbagi serta ikut merasakan penderitaan, yang kini tengah dialami para Lansia di panti ini," ujar Nurhayati lagi.
    Pada kegiatan yang juga dihadiri Ketua IGTKI Padang Pariaman, Hafreni Syam itu, Nurhayati mengajak semua pihak untuk bisa berbuat untuk para Lansia, yang merasa asing di panti ini. "Kendatipun pihak panti terus melakukan berbagai program yang bertujuan, bagaimana penghuni panti merasa diperhatikan, namun yang namanya tinggal jauh dari keluarga tetap saja merasa terasing. Paling tidak, dengan adanya kegiatan saling berbagi ini, sedikit penghuni panti merasa terbantu," kata Nurhayati.
    Bantuan berupa uang tunai dan makanan itu berjumlah sekitar Rp3 juta, yang diserahkan Nurhayati kepada penghuni panti. "Jangan lihat jumlahnya, tapi pandanglah rasa kepedulian terhadap sesama," harap Nurhayati.
    Sementara Kepala Panti Tresna Werda Sabai Nan Aluih, Dra. Eka Ishardjiati menyampaikan terima kasih atas kepedulian IGTKI terhadap para Lansia di panti ini. "Dilihat saja, para ibu dan bapak serta keluarga besar panti merasa senang dan bahagia. Ini ditambah lagi bantuan," katanya.
    "Panti yang didirikan pada 1976 ini selalu memberikan yang terbaik buat penghuninya. Semua penghuni selalu diberdayakan, sesuai potensi yang dimilikinya. Mulai sari senam otak, bergoyang bersama, senam kesegaran hingga melakukan gontong royong setiap minggunya. Semua itu kita lakukan, agar penghuni panti, yang memang para Lansia tidak mengalami pikun. Biar badan sakit, tapi kondisi tidak boleh pikun, sehingga menjelang ajal datang mereka bisa mengenal diri serta Tuhan," kata Eka.
    Disamping itu, lanjut Eka, para Lansia juga dibimbing untuk melakukan zikir dan doa bersama setiap waktunya. "Artinya, semua potensi yang dimiliki para penghuni tetap disalurkan dengan baik dan benar," ujar Eka. (dam)

Minggu, 28 Agustus 2016

124 Imam, Garin, Pendidik PAUD dan Guru Mengaji Terima Honor

Dalam Nagari Lubuk Alung
124 Imam, Garin, Pendidik PAUD dan Guru Mengaji Terima Honor

Lubuk Alung--Sebanyak 124 orang imam, garin, guru TPA/TPSA dan MDA serta guru PAUD dalam Nagari Lubuk Alung, Kabupaten Padang Pariaman, Jumat (26/8) lalu menerima honor dari pemerintahan nagari setempat. Sebelumnya, pihak nagari itu juga memberikan honor kader Posyandu sebanyak 155 orang.
    Pemberian honor yang dialukan di kantor baru walinagari setempat, Bukik Lubuk Alung, Koto Buruak ini memberikan kesan tersendiri oleh yang menerima. Meskipun para penerima honor yang melakukan tugas mulya itu diayani apa adanya, mereka tetap antusia. Menerima honor selama tujuh bulan, yang setpa bulannya Rp100 ribu.
    Walinagari Lubuk Alung Harry Subrata menyampaikan, bahwa honor yang diberikan kepada mereka yang melakukan tugas yang berhubungan dengan agama dan kemasyarakatan tersebut berasal dari dana desa, yang diberikan pemerintah pusat ke Nagari Lubuk Alung.
    Harry Subrata bersama Kaur Kesra-nya Yardi berharap, honor yang diberikan agak terlambat itu mampu memberikan yang terbaik. "Jangan lihat jumlahnya. Tetapi pandanglah kepedulian pemerintah kepada kita dalam meningkatkan kesejahteraan," ungkapnya.
    Yardi menambahkan, total anggaran yang dikeluarkan untuk biaya honor ini mencapai Rp151 juta lebih. "Alhamdulillah, honor yang selama ini diambil di kantor bupati, saat ini bisa kita selesaikan di nagari sendiri. Kita berharap, untuk masa yang akan datang honor ini bisa bertambah jumlahnya," harapnya.
    Kepala KUA Lubuk Alung Syafral Abdi yang mewakili Muspika setempat mengingatkan pentingnya para pemangku kepentingan, seperti imam, garain, guru TPA/TPSA dan MDA untuk terus memfungsikan surau dahn masjid sebagaimana biasanya. "Meskipun honor yang kita terima tidak sebanding dengan pengabdian yang kita lakukan, tetap saja beban berat menguatkan fungsi masjid dan surau terletak di diri kita masing-masing," katanya.
    Syafral Abdi yang didampingi Sondra Mulya, wakil Camat Lubuk Alung itu membeberkan peristiwa yang selama ini terjadi di tengah masyarakat, terutama di kalangan aktivis masjid dan surau. Bahwa setiap kali ada pendataan imam masjid atau guru mengaji yang berhubungan dengan honor, maka jumlahnya semakin banyak saja.
    "Hal-hal yang seperti ini perlu kita luruskan kembali," pinta Syafral Abdi. Dia ingin, Lubuk Alung yang telah berhasil juara umum MTQ kabupaten tahun lalu, bisa kemabli mempertahankan pada MTQ kabupaten bulan depan di Kecamatan Batang Gasan. Tentunya, hal demikian butuh kerjasama yang kuat dari guru mengaji. (501)

Harapan Masyarakat Pada Ali Mukhni Jangan Biarkan Ketaping Tertinggal

-Harapan Masyarakat Pada Ali Mukhni
Jangan Biarkan Ketaping Tertinggal

Ketaping--Luar biasa. Agaknya ini kesan yang timbul ditengah masyarakat Kenagarian Ketaping, Kecamatan Batang Anai, Padang Pariaman ketika melihat kondisi nagarinya yang semakin tertinggal, dari nagari lainnya dalam memacu berbagai pembangunan didaerah tersebut. 10 Tahun kepemimpinan Muslim Kasim di Padang Pariaman, tidak sedikitpun kemajuan yang bisa dibanggakan di nagari itu.
    Anggota Komisi I DPRD Padang Pariaman asal Ketaping, Bagindo Rosman Jumat (20/8) lalu saat buka bersama dikediamannya, Batang Sariak dengan berbagai tokoh masyarakat setempat dan wakil bupati, H. Ali MUkhni merasakan betul, betapa jalan-jalan yang ada di Ketaping hanya jalan swadaya masyarakat. "Kendatipun Bandara Internasional Minangkabau (BIM) beroperasi di Ketaping, tetapi masyarakatnya hanya melihat dan menyaksikan saja. Sementara, nagari lain terus maju dan berkembang," katanya.
    Menurutnya, kedepan hal ini harus menjadi catatan tersendiri bagi Ali Mukhni, sebagai calon bupati yang akan memimpin Padang Pariaman lima tahun kedepannya. "Kita tidak ingin nagari yang jadi gerbangnya Sumatra Barat ini, justru masih tertinggal disegala bidang. Hingga kini, sebagian besar sawah-sawah masyarakat masih banyak yang dialiri dengan tadah hujan, lantaran belum adanya irigasi. Tak heran, masyarakat turun kesawah manakala musim hujan datang. Namun, kalau musim kemarau melanda kampung tersebut, sawah itu bagaikan lahan tidur," ujar Ketua DPD PPRN Padang Pariaman ini.
    Begitu juga, tegas Rosman, pembangunan SMK Batang Anai yang rencananya bakal dibangun di Ketaping ini, belum juga direalisasikan dengan baik. Pemkab Padang Pariaman harus bertegas-tegas dalam masalah demikian, terutama bidang pertanahan, sehingga proyek itu bisa dilanjutkan dalam melihat arti penting dunia pendidikan dikampung itu. "Kita ingin, nagari yang menjadi pintu gerbangnya Minangkabau ini, juga maju sehingga bisa mengimbangi ketika pihak luar atau para investor menginjakkan kakinya di Ketaping, merasakan betul betapa Sumbar sebuah daerah yang layak untuk berinvestasi," ungkap Rosman.
    Pada pertemuan dalam buka bersama, sekaligus pelaksanaan arisan persatuan Suku Sikubang Ketaping yang dihadiri walinagari setempat, Yulisman, sejumlah walikorong dalam kenagarian tersebut, serta sejumlah tokoh masyarakat itu juga disampaikan oleh Rosman bersama masyarakat, bahwa dia bersama masyarakat yang hadir menyatakan komitmennya untuk memenangkan Ali Mukhni-Damsuar pada Pilkada putaran kedua 22 September yang akan datang.
    Ali Mukhni, lanjut Rosman, adalah pemimpin yang dinilai layak untuk mengendalikan Padang Pariaman lima tahun kedepan. Betapa tidak, disamping dikenal dengan santun, merakyat, dia juga seorang tokoh yang sangat dekat dengan masyarakat. "Apapun kegiatan yang dilakukan masyarakat, Ali Mukhni selalu hadir dan bertatap muka dengan masyarakat. Apakah itu dalam bentuk alek baiak dan alek buruak, seperti kematian misalnya, dia tetap hadir.
    Sementara, Ali Mukhni tidak ingin memberikan janji-janji kepada masyarakat Ketaping. "Memang, Kecamatan Batang Anai dan Kecamatan Lubuk Alung adalah dua kecamatan yang harus dipacu pertumbuhannya. Ketika orang lain mau datang ke Sumbar ini, pertama kali yang dia lihat adalah Batang Anai dan Lubuk Alung. Untuk itu, pemerintah mendatang harus memberikan skala prioritas terhadap kedua kecamatan dimaksud, dalam melihat Padang Pariaman yang lebih baik lagi," katanya.
    Disamping itu, Ali Mukhni juga menghimbau kepada masyarakat dan pemuda untuk kembali mengaktifkan pos ronda malam. Sebab, menjelang suasana lebaran banyak hal-hal yang mesti menjadi perhatian bersama. "Cukup banyak peristiwa kehilangan ternak masyarakat dan lainnya, lantaran tidak adanya pos ronda dalam kampung tersebut. "Yang tidak kalah pentingnya, adalah kebersamaan dari segenap masyarakat Ketaping untuk menyukseskan pesta Pilkada putaran kedua nanti. Bagi yang punya hak pilih harus datang ke TPS, untuk memberikan haknya sebagai warga masyarakat yang baik," harap Ali Mukhni. (dam)
---------------------------------------------------------------------------------------

Menanamkan Nilai Karakter, Lewat Pesantren Ramadhan

Sintuak--Pesantren Ramadhan tahun ini yang diselenggarakan di Masjid Nurul Iman, Korong Palembayan, Kenagarian Sintuak, Kecamatan Sintuak Toboh Gadang, Padang Pariaman cukup punya arti tersendiri bagi masyarakat setempat. Hal itu terbukti, betapa anak-anak dan orangtua  dalam kampung itu bersemangat sekali dalam mengikuti kegiatan yang pertama kali diadakan di masjid tersebut, sejak program pesantren Ramadhan digulirkan oleh Pemkab setempat beberapa tahun yang silam.
    Menurut Zeki Aliwardana, Sekretaris pelaksana pesantren Ramadhan, kegiatan itu sungguh berkesan dalam menyemarakkan suasana bulan yang penuh berkah itu. "Para orangtua yang selama ini tidak pernah bangun Subuh, kini semuanya, terutama yang punya anak harus bangun Subuh, untuk Shalat Subuh berjamaah, sekaligus mengantarkan anaknya ke masjid," ujar Zeki Minggu, (22/8).
    Zeki bersama panitia lainnya, memang sengaja memulai waktu pelaksanaan pesantren itu usai Shalat Subuh, hingga Shalat Zuhur. "Kini, Alhamdulillah semua kegiatan mendapat sambutan dari masyarakat. Pesantren Ramadhan yang sedang berjalan, tinggal lagi program untuk pelajar SMA yang ada di kampung itu. Terakhir nantinya, kita lakukan muhasabah yang diikuti seluruh peserta yang berjumlah 100 santri lebih itu. Mengingat, muhasabah atau introspeksi diri, melihat kedepannya dampak yang ditimbulkan terhadap karakter dari peserta pesantren Ramadhan itu sendiri," katanya.
    "Kita berharap, nilai-nilai yang telah diberikan oleh sejumlah pemateri selama kegiatan ini, mampu memberikan warna terhadap masa depan anak. Sebab, selama kegiatan berlangsung peserta diajarkan berbagai disiplin ilmu keagamaan, seperti akhalkul kharimah, peningkatan keimanan, dan lain sebagainya. Persoalan yang melilit selama ini dikalangan remaja kita seperti narkoba, pergaulan bebas, serta persoalan lainnya, hendaknya mampu menjawab hal itu semua, lewat sentuhan pesantren Ramadhan ini," ungkap Zeki.
    Untuk lebih memaknai dan melekatnya semua materi yang telah diajarkan tersebut, pihak panitia juga menggelar berbagai perlombaan, terkait bidang materi yang diberikan. "Hal itu mengingat, betapa materi yang pada hakikatnya untuk memotivasi remaja dan pelajar itu mampu memberikan yang terbaik terhadap masa depan anak," tambahnya. (dam)
------------------------------------------------------------------------------------------

-Agenda Tahunan H. Sagi
Ribuan Masyarakat Aur Malintang Terima Zakat

Aur Malintang--Sejak dari pagi hingga malam hari, Minggu (22/8) pasar Aur Malintang, Kecamatan IV Koto Aur Malintang, Padang Pariaman penuh sesak oleh ribuan masyarakat setempat yang antrian menerima zakat dari H. Sagi, saudagar kaya dan terkenal di kampung itu. Tidak tanggung-tanggung, Rp5-6 miliar setiap tahunnya sang saudagar emas di Jakarta tersebut membagikan zakatnya di Aur Malintang, kampung halamannya sendiri.
    Kepada sejumlah wartawan H. Sagi menjelaskan, bahwa kegiatan tersebut dilakukannya sejak tahun 1978. Pembagian zakat ini tidak saja di Aur Malintang saja. Tetapi banyak kampung lain, seperti Sungai Limau, Sungai Geringging, bahkan di lura Padang Pariaman dia juga membagikan hak fakir miskin tersebut. Baginya, melihat kedatangan banyak orang yang sangat ikhlas menerima apa yang diberikannya itu, menjadi sebuah kebanggaan tersendiri, dalam menunaikan kewajiban dalam beragama.
    "Dulu, pembagian zakat itu dilakukan di Masjid Istiqamah. Namun, sejak masjid itu dihancurkan gempa tahun lalu, maka terpaksalah banyak masyarakat yang berdesakkan dilokasi rumah yang memang sedikit agak sempit dari masjid. Mekanisme pembagian diatur oleh panitia yang telah dibentuk sejak awal, yakni adanya kupon yang harus dibawa untuk mengambil zakat dimaksud. Namun, yang tidak pakai kupon juga berlaku, terutama bagi anak-anak dan keluarga dekat," katanya.
    Begitu juga, pembagiannya tidak semua merata. Jatah setiap yang menerima berpariasi, sesuai dengan tingkat perekonomian masyarakat itu sendiri. Mulai dari Rp40 ribu, hingga ada yang menerima Rp1 juta. "Kita ingin, lewat pembagian zakat ini, hendaknya mampu meringankan beban masyarakat, yang memang banyak membutuhkan uluran tangan dari orang lain. Apalagi pascagempa, masyarakat merasakan betul, betapa tingkat ekonomi masyarakat juga ikut merosot," ujar H. Sagi.
    Sementara, Wakil Bupati Padang Pariaman, H. Ali Mukhni yang hadir pada momen tersebut melihat hal itu sebuah potensi kampung yang harus dikembangkan kearah yang lebih baik lagi. "Ini bukti nyata dari kepulian dari seorang H. Sagi, terhadap nasib masyarakat Padang Pariaman. Kita ingin, terlahir H. Sagi-H. Sagi lain untuk melanjutkan kegiatan keagamaan yang bernilai sosial tinggi ini," harap Ali Mukhni.
    Ali Mukhni tahu betul, betapa masyarakat Padang Pariaman yang berada di perantauan lainnya masih banyak lagi yang punya kekayaan yang seperti H. Sagi ini. Tetapi, lantaran yang bersangkutan sudah lama tidak pulang kampung, sehingga tidak lagi punya akses untuk mensejahterakan masyarakat dikampungnya, lewat momen seperti ini. "Kedepan, Pemkab akan mewujudkan sebuah lembaga yang mengatur hal tersebut, sehingga potensi urang awak yang berada dirantau, merasa terakomodir," kata Ali Mukhni.
    "Kita hakkul yaqin, apabila zakat dari pengusaha sukses asal Padang Pariaman dikelola dengan baik, punya manajemen profesional, transparan, jelas akan berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat itu sendiri. Kita telah jalin komunikasi dengan seluruh perantau daerah ini dimanapun mereka berada, untuk memberikan yang terbaik buat perbaikan kampung halaman," ungkap Ali Mukhni. (dam)

Rotary International Serahkan Bangunan SDN 14 Patamuan

-Dibangun Dengan Biaya Rp600 Juta Lebih
Rotary International Serahkan Bangunan SDN 14 Patamuan

Tandikek--Sekolah Dasar (SD) Negeri 14 Kecamatan Patamuan, Padang Pariaman yang tertimbun akibat gempa dan longsor akhir September tahun lalu, kini telah usai dibangun kembali. Sekolah yang terletak di Korong Pulau Aie, Kenagarian Tandikek itu dibangun oleh Rotary International dengan biaya sekitar Rp600 juta lebih. Senin kemarin RI District 3.400 Rotary International Indonesia, Thomas Aquinas langsung menyerahkan sekolah dimaksud kepada Pemkab setempat yang diterima Waka Polres Padang Pariaman, Kompol. Syahrial Nazar.
    Hadir pada kesempatan tersebut, sejumlah tokoh masyarakat, Walikorong Pulau Aie, Rivai Marlaut, Wakil Pimpinan Umum Harian Singgalang, H. Darlis Syofyan, SH, kru BiTV, Camat Patamuan serta Muspika dan seluruh Kepala SD se-Kecamatan Patamuan.
    Menurut Thomas Aquinas, pembangunan sekolah ini terlaksana, tentu dengan kerjasama yang baik dengan tokoh masyarakat Pulau Aie, yang ikhlas menyerahkan tanahnya, untuk pembangunan sekolah yang ramah bencana ini. "Sekolah yang kita bangun selama 2,5 bulan ini banyak memanfaatkan para tukang kampung ini. Bangunan ini cukup kuat dan dibangun dengan konstruksi ramah bencana," katanya.
    "Bangunan sekolah sebanyak tiga lokal ini juga segera diisi dengan mobiler baru. Kita ingin anak-anak serta guru yang setia mengajar selalu betah dan senang memakai sarana ini. Atas partisipasi semua pihak, baik tokoh masyarakat, para pemuda dan pelaku pendidikan di sekolah ini, kita berikan apresiasi serta penghargaan yang tinggi. Semoga bangunan ini bermanfaat untuk masa depan anak-anak kampung ini," ungkapnya.
    Bupati Padang Pariaman, Muslim Kasim yang diwakili Waka Polres setempat, Syahrial Nazar mengajak masyarakat Pulau Aie, serta seluruh guru, orangtua murid untuk selalu bersyukur pada Yang Maha Kuasa, atas bantuan yang diberikan Rotary ini. "Semoga bangunan ini terus dilanjutkan hingga dengan lokal yang cukup, sehingga seluruh murid bisa ditampung dengan sempurna," katanya.
    "Kita ingin dari sekolah ini terlahir para pemimpin yang mumpuni demi masa depan Padang Pariaman dan bangsa ini. Untuk itu, lewat bangunan yang cukup megah dan menyenangkan ini, para guru punya tanggungjawab moral untuk memajukan pendidikan di sekolah ini, sehingga kelak impian untuk mewujudkan kader-kader pemimpin bisa terlaksana dengan baik," kata Syahrial Nazar.
    Disamping itu, Syahrial Nazar juga mengajak masyarakat untuk terus bangkit dan keluar dari musibah gempa yang telah cukup lama berlalu. "Mari kita perbuat apa yang bisa dilakukan, demi perbaikan kehidupan dimasa yang akan datang. Kebangkitan kembali masyarakat terletak dari kemauan kita semua. Kedepan, semoga terlahir Munir-Munir lain, yang dengan ikhlas dan senang menyerahkan tanah untuk pembangunan fasilitas sekolah ini. Apalagi, fasilitas umum lainnya, seperti surau masih banyak yang harus dibangun kembali," katanya.
    Sementara Camat Patamuan, Nurdinah dan Kasi Pendidikan TK/SD Dinas Pendidikan Padang Pariaman, Hj. Nuraisyah menyampaikan terima kasih yang tak terhingga-hingganya pada Rotary International yang telah membangun kembali sekolah yang memang telah ditelan longsor pada akhir September lalu. "Tanpa ada bantuan gedung sekolah ini, mungkin hingga kini anak-anak masih sekolah di ruangan darurat, yang dibangun pascagempa," katanya.
    "Kepada guru bersama anak-anak, rawatlah sekolah ini dengan baik. Sebab, merawat jauh lebih berat ketimbang membangunnya. Insya Allah bangunan lokal ini akan ditambah langsung oleh Rotary kedepannya," ujarnya. (dam)
-----------------------------------------------------------------------------------

-DPD PPRN Zulkifli Kecewa
Uang Kontribusi Partai Belum Juga Dicairkan YUZA

Pariaman--Satu-persatu pimpinan partai politik di Padang Pariaman yang mengusung pasangan HM. Yusuf, S.H, M.H-H. Zamzamil, S.T mulai merasa kecewa lantaran uang kontribusi untuk partai yang telah dijanjikan pasangan itu belum juga diberikannya. Mungkinkah hal itu semacam batu sandungan bagi pasangan yang telah dipopulerkan dengan sebutan YUZA itu, untuk melengkapi persaingan pada 30 Juni nanti ? Entahlah.
    Adalah Zulkifli, Ketua DPD Partai Peduli Rakyat Nasional (PPRN) Padang Pariaman yang ikut tergabung dalam Koalisi Maju Bersama (KMB) yang komit untuk memenangkan YUZA pada Pilkada nanti, yang merasa dipermainkan oleh pasangan tersebut. "Saya hanya diberi ceks kosong alias tidak bisa dicairkan. Ceks yang dua lembar, masing-masing Rp50 juta dan Rp25 juta di Bank Tabungan Negara (BTN) Pekanbaru itu, sama sekali tidak bisa dicairkan," kata Zulkifli kemarin di Pariaman.
    Menurut Zulkifli, ceks yang diberikan saat pendaftaran di KPU pada 2 April lalu itu, merupakan kompensasi YUZA terhadap PPRN, sebagai partai yang ikut mengusungnya. "Persoalan itu telah saya ajukan ke pengacara saya, Yon Efri, S.H, yang selanjutnya siap diproses secara hukum. Sebab, hal seperti itu sangat tidak etis dilakukan seorang pasangan calon, yang telah menyatakan komitmennya terhadap uang kontribusi tersebut," kata Zulkifli.
    "Proses hukum yang saya tempuh, merupakan ketegasan yang saya sampaikan pada kader PPRN yang ada di tingkat kabupaten dan kecamatan hingga kepengurusan yang ada di nagari. Sebab, para kader tersebut menganggap saya mansur alias makan surang, yang kenyataannya tidak ada sama sekali," ungkap Zulkifli.
    Sementara, M. Yusuf ketika dihubungi justru melakukan serangan balik pada Zulkifli. "Telah cukup banyak uang yang saya berikan pada Zulkifli dengan PPRN-nya. Malah saya yang dia permainkan dengan membawa ceks saya lari," katanya. (dam)
------------------------------------------------------------------------
-Menangkan EndangIrzal-Asrul Syukur
BBI Pariaman Lakukan Kerja Keras

Pariaman--Bintang Baru Indonesia (BBI) Kota Pariaman segera hadir di Kota Tabuik itu. Organisasi yang sangat siap untuk memenangkan pasangan calon gubernur/wakil gubernur Endang Irzal-Asrul Syukur itu, dalam waktu dekat ini akan dideklarasikan dihadapan masyarakat banyak.
    Pemegang mandat BBI Kota Pariaman, Zainil Fajri, S. Ag kepada Singgalang Senin kemarin melihat sosok Endang Irzal, adalah sosok yang paling tepat untuk memimpin ranah Minang lima tahun mendatang. Dia seorang pemimpin yang sangat peduli terhadap ekonomi kerakyatan. "Kita tahu, persoalan yang paling butuh diperbaiki pascagempa adalah pembangunan ekonomi kerakyatan yang ikut porak-poranda. Nah, disinilah kita melihat figur dari seorang Endang Irzal, sang mantan Direktur PT Semen Padang tersebut," kata Zainil yang juga Sekretaris Partai Penegak Demokrasi Indonesia (PPDI) Padang Pariaman itu.
    Zainil Fajri, putra kelahiran Sungai Laban, Kecamatan Nan Sabaris, Padang Pariaman itu mengaku, bahwa persiapan untuk deklarasi BBI bersama Endang Irzal nantinya, sudah hampir rampung. "Kita ingin, momen deklarasi mampu nantinya menghadirkan masyarakat banyak, yang memang sangat merindukan sosok pemimpin yang betul-betul komit dengan perekonomian masyarakat, seperti Endang Irzal tersebut," ujar Zainil.
    "Kendatipun wadah untuk mencapai tujuan belum resmi, kita tetap melakukan konsolidasi di seantero Kota Pariaman dan Kabupaten Padang Pariaman. Alhamdulillah, dari rangkaian konsolidasi yang kita lakukan, cukup mendapat sambutan positif ditengah masyarakat. Sebab, masyarakat betul-betul ingin perubahan Minangkabau kearah yang jauh laebih baik lagi," katanya. (dam)
------------------------------------------------------------------------------------------
-DPD PPRN Rosman Terus Berjuang
Tinjau Kembali Keputusan KPU dan Segera Tanggalkan Atribut PPRN di YUZA

Pariaman--Kendatipun DPD Partai Peduli Rakyat Nasional (PPRN) Padang Pariaman pimpinan Drs. Rosman telah dinyatakan sebagai partai yang tidak berhak ikut mencalonkan kepala daerah pada Pilkada 30 Juni nanti oleh KPU setempat, Rosman tidak tinggal diam begitu saja. Sebab, anggota Komisi I DPRD Padang Pariaman itu merasa yakin tengah berada dipihak yang benar. Punya kekuatan hukum yang bisa dipertanggungjawabkan.
    Kepada Singgalang, Senin kemjarin Rosman bersama Sekretarisnya, Hilman H, A. Md mengaku telah memberikan klarifikasi terhadap KPU, terkait DPD PPRN yang sah menurut hukum, yang selanjutnya berhak mengusung calon kepala daerah. "Lewat surat dengan nomor 13/DPD-PPRN/Pd.Prm/V-2010 tertanggal 10 Mei 2010, kita telah memberikan surat pada KPU, yang intinya minta pada KPU untuk segera meninjau kembali surat nomor 163/KPU-PP-003.435002/IV/2010 tertanggal 27 April 2010, tentang verifikasi administrasi dan faktual calon bupati dan wakil bupati tahun ini, yang telah menyatakan DPD PPRN pimpinan Rosman dan Hilman tidak memenuhi syarat untuk mengusun calon," kata Rosman.
    Menurut Rosman, DPP PPRN dibawah pimpinan Amelia A Yani sebagai Ketua Umum dan Drs. Maludin Sitorus, M.M, M. BA sebagai Sekjend, telah menyakan ketegasannya, terkait DPD PPRN Padang Pariaman. Surat klarifikasi dengan nomor 265/A.1/DPP-PPRN/C/V/2010 tertanggal 6 Mei 2010 itu dengan tegas menyatakan, bahwa DPD PPRN yang sah adalah PPRN yang dipimpin Rosman dan Himlan. "DPP PPRN sejak 1 maret 2010, juga telah menyatakan, bahwa Zulkifli tidak lagi berhak mengatasnamakan PPRN Padang Pariaman. Kalau yang bersangkutan masih menamakan dirinya dalam lingkungan PPRN, itu semua diluar tanggungjawab DPP PPRN itu sendiri," ujar Rosman.
    "Dengan demikian, DPD PPRN yang selama ini dibawa oleh Zulkifli untuk mengusung pasangan HM. Yusuf-Zamzamil, sama sekali tidak sah, dan tidak disetujui oleh DPP PPRN, lantaran yang bersangkutan bukan lagi Ketua DPD PPRN Padang Pariaman. Segala atribut yang dia pakai untuk memenangkan pasangan YUZA itu harus segera dicabut dan ditanggalkan dalam waktu dekat ini. Semua itu telah kita laporkan pada pihak terkait, seperti Kesabngpol dan Linmas, Kapolres Kota dan Kabupaten, bupati, Panwas Pilkada Padang Pariaman," tegas Rosman lagi. (dam)

Hasil Muscab Yusrizal dan Sutan Yardi Pimpin Muhammadiyah Lubuk Alung

Hasil Muscab
Yusrizal dan Sutan Yardi Pimpin Muhammadiyah Lubuk Alung

Lubuk Alung--Musyawarah Cabang (Muscab) Muhammadiyah Kecamatan Lubuk Alung, Kabupaten Padang Pariaman, Minggu (28/8) di Masjid Almunawarah Muhammadiyah, Jambak menghasilkan sembilan orang Pimpinan Cabang yang akan menjalankan roda organisasi Islam tersebut untuk masa bakti 2015 - 2020.
    Ke sembilan orang tersebut, Yusrizal, Zulfahmi, Sutan Yardi, Jasni Hardi, H. Jasman, Darnis, H. Azwar, Landi Efendi, dan Harry Jasman Jamil. Dalam musyawarah mufakat ke sembilan orang demikian menghasilkan; Ketua; Yusrizal, Wakil Ketua; Zulfahmi, Sekretaris; Sutan Yardi, Bendahara; Jasni Hardi. Sedangkan yang empat lagi sebagai anggota Pimpinan Cabang Muhammadiyah Lubuk Alung.
    Hasil Muscab mengamanatkan kepada semua Pimpinan Cabang Muhammadiyah yang telah ditetapkan untuk melanjutkan tongkat estapet, menyebarkan panji-panji Islam berkemajuan yang telah menjadi jargon Muhammadiyah sejak dari pusat hingga ke tingkat yang paling bawah.
    "Kita berharap dukungan dari semua pihak, agar perjalan roda organisasi bisa lebih baik lagi kedepannya," kata Yardi, Sekretaris Pimpinan Cabang Muhammadiyah yang baru ditetapkan, yang juga Kaur Kesra Nagari Lubuk Alung tersebut.
    Bersama Hilman, mantan Sekretaris Muhammadiyah Lubuk Alung yang kini salah seorang Pimpinan Daerah Muhammadiyah Padang Pariaman itu, Yardi ingin semua amal usaha oragnisasi ini yang ada di wilayah kerjanya bisa berjalan dengan baik, yang tentunya bisa menopang kemajuan secara bersama pula. (501)