Ratusan Massa Hadiri Deklarasi Yobana-Ril
Lebih Baik Memulai Sesuatu, Sebelum yang Lain Menyuruh Kita
Lubuk Alung---Semakin dekat pelaksanaan Pilkada Padang Pariaman, maka semakin banyak pula dukungan untuk pasangan calon bupati/wakil bupati lima tahun mendatang, H. Yobana Samial, S.H-Dasril, S. Pd, M.M. Betapa tidak, Minggu (16/5) malam ratusan masyarakat Padang Pariaman, baik simpatisan partai pendukung, maupun dari kalangan niniak mamak, alim ulama, bundo kanduang dan generasi muda hadir di posko utama pasangan yang dipopulerkan dengan jargon Yobana-Ril, terbukti lebih peduli itu, di Korong Pasa Kandang, Kenagarian Lubuk Alung, Padang Pariaman.
Malam itu sungguh menjadi malam yang penuh dengan nilai-nilai sejarah yang tinggi, untuk menghadapi masa depan daerah yang telah porak-poranda akibat gempa akhir September lalu. Acara yang dikemas dengan deklarasi dan peresmian posko utama itu, menjadi momen tersendiri bagi banyak orang yang hadir dan larut malam itu. Malam itu pula, secara resmi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Padang Pariaman yang selama ini tergabung dalam pasangan YUZA, dengan jantan Ketua DPC PKB, Usman Fond bersama Ketua DPW PKB Sumbar, Ir. H. Hendrino, M. Sc menyatakan komitmennya untuk siap memenangkan pasangan Yobana-Ril.
Begitu juga Ketua DPC Partai Indonesia Sejahtera (PIS) Padang Pariaman, Kamaluddin tampak bersemangat sekali untuk siap bekerja 24 jam, demi kemenangan pasangan yang memang sangat dekat dengan masyarakat daerah ini, terutama masyarakat korban gempa. Disamping itu Ketua DPD Partai Peduli Rakyat Nasional (PPRN) Padang Pariaman, Drs. Rosman bersama Sekretarisnya, Hilman H, A. Md tampak sibuk menyambut ratusan tamu yang hadir. Politisi perempuan Partai Golkar Padang Pariaman, Ali Yuni, S.E yang juga istri Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) setempat, Drs. Sudirman juga larut dalam kegembiraan dan sangat komit untuk mengayunkan langkah kedepan, demi kemenangan pasangan itu pada 30 Juni nanti. Pasa Kandang malam itu sungguh menjadi saksi sejarah yang tidak mudah dilupakan. Sebuah rumah yang cukup besar, dulunya adalah tempat calon wakil bupati, Dasril bersama keluarganya melakukan pembinaan terhadap anak-anak pra sekolah. Mulai dari play group hingga Taman Kanak-Kanak (TK) yang dikembangkan Dasril selama bertahun-tahun dirumah itu dulunya.
Ketua tim kampanye Yobana-Ril, terbukti lebih peduli, Bagindo Yohanes Wempi, S. Pt merasa senang dan bahagia sekali, melihat antusiasnya masyarakat yang hadir. "Sungguh ini sebuah perjuangan dakwah yang sangat tinggi. Ditengah persiapan yang tidak begitu matang dan penuh dengan terburu-buru, lantaran padatnya jadwal dari pasangan ini bersama masyarakat, namun kehadiran kita untuk siap bekerja melakukan pemenangan Yobana-Ril tidak berkurang sama sekali. Mulai saat ini dan kedepannya, kita buktikan kepada masyarakat banyak, bahwa posko ini tidak sekedar tempat. Tetapi lebih dari itu, dirumah yang sangat sederhana ini kita berdiskusi, bercerita untuk masa depan Padang Pariaman yang jauh lebih baik lagi, dibawah pimpinan Yobana-Ril," kata Yohanes yang juga Ketua DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Padang Pariaman ini.
Yohanes Wempi, sang anggota Komisi II DPRD Padang Pariaman ini melihat pasangan yang dia dukung, sungguh pasangan yang sangat serasi, dan tepat untuk kebangkitan kembali daerah ini dimasa depan. Keduanya adalah perpaduan antara utara dan selatan Padang Pariaman. "Yobana Samial dikenal sebagai putra Sungai Limau, merupakan bagian utara daerah ini, yang telah lama berbuat ditengah masyarakat lewat berbagai lembaga donor yang dia bawa kekampung ini. Sementara Dasril, kader PKS yang telah lama beraktivitas dan berdomisili di Lubuk Alung. Kiprahnya ditengah masyarakat kampung ini sudah tidak diragukan lagi," kata Yohanes.
Sementara Erwin Bahar Datuak Sinaro Sati, yang merupakan satu diantara sekian tokoh masyarakat Lubuk Alung dalam sambutannya, banyak menitipkan sejumlah persoalan yang berhubungan dengan kehidupan adat, pendidikan dan agama ditengah masyarakat, terutama dikalangan generasi muda Padang Pariaman, yang akhir-akhir ini mulai luntur dan tereliminasi oleh tradisi dan adat luar.
"Kedepan, bagaimana nilai-nilai adat dan tradisi bisa dikembangkan dikalangan anak muda. Baik hal itu kita memulai sebelum orang lain menyuruh kita. Hal itu bisa dikembangkan dilembaga manapun. Apalagi dilembaga pendidikan. Sebab, pascagempa yang telah banyak merusak inprastruktur sekolah, juga sedikit merusak semangat pelaku pendidikan itu sendiri. Beda halnya dengan masyarakat kaisar, Jepang ketika negaranya hancur akibat gempa. Pertama kali yang ditanyakan adalah, masih bisakah kita melanjutkan pendidikan. Persoalan demikian, merupakan satu diantara sekian banyak persoalan yang harus dituntaskan pasangan calon bupati/wakil bupati dengan nomor urut lima ini bersama masyarakat nantinya," kata Erwin Bahar.
Sementara Yobana Samial mengajak masyarakat untuk memilih pemimpin yang dilandasi dengan objektivitas. Bukan subjektivitas. "Artinya, penilaian yang akan kita jatuhkan sebelum memilih, adalah berdasarkan pertimbangan objektif, terhadap perbuatan dan perlakukan dari calon pemimpin itu sendiri. Saya sungguh merasa terenyuh, ketika seorang wartawan bertanya pada Mendagri RI, Gamawan Fauzi tentang majunya saya jadi calon bupati di Padang Pariaman. kata Gamawan Fauzi, saya harus banyak belajar dari seorang Yobana Samial. Dia sangat hormat pada orangtua. Ketika dia pulang kampung, pertama kali yang dia lihat adalah orangtuanya," ujar Gamawan pada wartawan dimaksud, yang diulang lagi oleh Yobana Samial.
Menurut Yobana Samial, putra kelahiran Jakarta 45 tahun yang silam itu, dukungan dari kalangan ulama Padang Pariaman sungguh sebuah dukungan moral yang tidak bisa dinilai dengan apapun. "Lewat komitmen saya yang akan melanjutkan perjuangan Syekh Burhanuddin Ulakan, dan mengembangkan kehidupan surau bersama ulama yang jauh lebih baik dimasa yang akan datang, dengan spontan para ulama yang dimotori H. Zubir Tuanku Kuniang, pimpinan pondok pesantren Darul Ikhlas, Sarang Gagak, Pakandangan bersama ratusan ulama lainnya, siap untuk bersama Yobana-Ril. Terima kasih banyak guru-guruku. Yakin dan percayalah, kita akan tetap bersama dan bersama untuk kebaikan Padang Pariaman yang Islami," ungkap Yobana Samial. (dam)
Minggu, 01 Mei 2016
Tim V Koto Kampuang Dalam Buka Peluang Lolos Babak Delapan Besar
Turnamen IGC Putaran Final Tingkat Sumbar
Tim V Koto Kampuang Dalam Buka Peluang Lolos Babak Delapan Besar
Padang Pariaman--Tim Kecamatan V Koto Kampuang Dalam melanjutkan trend positif dalam turnamen Irman Gusman Cup (IGC) 2016 putaran final. Melakoni laga kedua di Grup A, tim harapan Kabupaten Padang Pariaman ini berhasil menghempaskan perlawanan Kecamatan Pulau Punjung, Kabupaten Dharmasraya dengan skor meyakinkan, 3-1, Minggu (1/5) petang.
Bermain dalam cuaca panas, V Koto Kampuang Dalam mendominasi permainan sejak menit-menit awal. Gol pembuka kemenangan kecamatan ini tercipta melalui tendangan pinalti oleh Suherbi Perdana, pada menit 11. Berawal dari hands ball pemain belakang Pulau Punjung di kotak terlarang.
Tidak puas dengan satu gol, Kampuang Dalam menambah intensitas serangannya. Hal itu membuahkan hasil dengan terciptanya gol kedua lewat sundulan mematikan; Novi Yendra pada menit 32 memanfaatkan sepak pojok Rafikal Ilma yang berhasil memperdaya penjaga gawang Pulau Punjung.
Landi Efendi, Sekretaris Askap PSSI Padang Pariaman mencatat, Kampuang Dalam berhasil menambah gol melalui serangan balik cepat di awal babak kedua yang dilesakkan oleh Al Rahman pada menit 47, memanfaatkan umpan manis saudara kembarnya Al Rahim.
"Pasca gol ketiga ini, kedua tim mulai kehabisan stamina. Itu terlihat dengan menurunnya tempo permainan kedua tim," kata dia. Tim Pulau Punjung akhirnya berhasil mendapatkan gol hiburan pada menit 79 melalui Andika Finando dan juga menjadi gol terakhir yang tercipta pada pertandingan ini.
Dengan tambahan tiga poin ini, V Koto Kampuang Dalam mengumpulkan poin enam dan berpeluang besar lolos ke babak delapan besar IGC tingkat Sumbar tersebut.
Kalahkan perwakilan Kota Solok
Sebelumnya, Sabtu (30/4) petang di lapangan PSTS Tabing, Padang tim V Koto Kampuang Dalam mengawali kiprah mereka dengan meyakinkan. Dalam laga perdana mereka berhasil mencukur tim Kecamatan Lubuk Sikarah, Kota Solok dengan skor 4 - 0. Tim Kampuang Dalam bermain dengan penuh percaya diri. Gol pertama dicetak babak pertama melalui tendangan pinalti pada menit 36, berawal dari pelanggaran pemain belakang Lubuk Sikarah terhadap striker Kampung Dalam Rafikal Ilma. Suherbi Perdana yang menjadi algojo berhasil melaksanakan tugasnya.
Memasuki babak kedua, V Koto Kampung Dalam semakin meningkatkan kualitas serangan mereka. Berkali-kali peluang berhasil mereka ciptakan dan membuahkan hasil pada menit ke-55 oleh Novi Yandra yang menggandakan kedudukan lewat gol cantik setelah kontrol didada memanfaatkan umpan dari sayap.
Unggul dua gol, V Koto Kampuang Dalam semakin berambisi menambah gol. Hingga akhirnya gol kembali tercipta oleh Suherbi Perdana pada menit 74. Keunggulan V Koto Kampuang Dalam akhirnya ditutup oleh gol Windra Ade Putra pada menit 80. (501)
Tim V Koto Kampuang Dalam Buka Peluang Lolos Babak Delapan Besar
Padang Pariaman--Tim Kecamatan V Koto Kampuang Dalam melanjutkan trend positif dalam turnamen Irman Gusman Cup (IGC) 2016 putaran final. Melakoni laga kedua di Grup A, tim harapan Kabupaten Padang Pariaman ini berhasil menghempaskan perlawanan Kecamatan Pulau Punjung, Kabupaten Dharmasraya dengan skor meyakinkan, 3-1, Minggu (1/5) petang.
Bermain dalam cuaca panas, V Koto Kampuang Dalam mendominasi permainan sejak menit-menit awal. Gol pembuka kemenangan kecamatan ini tercipta melalui tendangan pinalti oleh Suherbi Perdana, pada menit 11. Berawal dari hands ball pemain belakang Pulau Punjung di kotak terlarang.
Tidak puas dengan satu gol, Kampuang Dalam menambah intensitas serangannya. Hal itu membuahkan hasil dengan terciptanya gol kedua lewat sundulan mematikan; Novi Yendra pada menit 32 memanfaatkan sepak pojok Rafikal Ilma yang berhasil memperdaya penjaga gawang Pulau Punjung.
Landi Efendi, Sekretaris Askap PSSI Padang Pariaman mencatat, Kampuang Dalam berhasil menambah gol melalui serangan balik cepat di awal babak kedua yang dilesakkan oleh Al Rahman pada menit 47, memanfaatkan umpan manis saudara kembarnya Al Rahim.
"Pasca gol ketiga ini, kedua tim mulai kehabisan stamina. Itu terlihat dengan menurunnya tempo permainan kedua tim," kata dia. Tim Pulau Punjung akhirnya berhasil mendapatkan gol hiburan pada menit 79 melalui Andika Finando dan juga menjadi gol terakhir yang tercipta pada pertandingan ini.
Dengan tambahan tiga poin ini, V Koto Kampuang Dalam mengumpulkan poin enam dan berpeluang besar lolos ke babak delapan besar IGC tingkat Sumbar tersebut.
Kalahkan perwakilan Kota Solok
Sebelumnya, Sabtu (30/4) petang di lapangan PSTS Tabing, Padang tim V Koto Kampuang Dalam mengawali kiprah mereka dengan meyakinkan. Dalam laga perdana mereka berhasil mencukur tim Kecamatan Lubuk Sikarah, Kota Solok dengan skor 4 - 0. Tim Kampuang Dalam bermain dengan penuh percaya diri. Gol pertama dicetak babak pertama melalui tendangan pinalti pada menit 36, berawal dari pelanggaran pemain belakang Lubuk Sikarah terhadap striker Kampung Dalam Rafikal Ilma. Suherbi Perdana yang menjadi algojo berhasil melaksanakan tugasnya.
Memasuki babak kedua, V Koto Kampung Dalam semakin meningkatkan kualitas serangan mereka. Berkali-kali peluang berhasil mereka ciptakan dan membuahkan hasil pada menit ke-55 oleh Novi Yandra yang menggandakan kedudukan lewat gol cantik setelah kontrol didada memanfaatkan umpan dari sayap.
Unggul dua gol, V Koto Kampuang Dalam semakin berambisi menambah gol. Hingga akhirnya gol kembali tercipta oleh Suherbi Perdana pada menit 74. Keunggulan V Koto Kampuang Dalam akhirnya ditutup oleh gol Windra Ade Putra pada menit 80. (501)
Zul Hendra, Pencari Kayu Bakar Hilang di Hutan Lembah Anai
Zul Hendra, Pencari Kayu Bakar Hilang di Hutan Lembah Anai
Kayutanam--Sejak Rabu (20/5) pagi hingga saat ini, Zul Hendra belum pulang ke rumahnya. Pria berusia 32 tahun ini diduga hilang dalam rimba Nagari Guguak, Kecamatan 2x11 Kayutanam, Padang Pariaman. BPBD daerah itu yang dapat kabar, langsung menerjunkan tim SAR, TRC-nya. Namun, belum juga bertemu.
Menurut Kepala BPBD Padang Pariaman Amiruddin, disamping tim SAR dan TRC dari daerah ini, juga ada bantuan dari TRC BPBD Kota Padang. Zul Hendra mencari kayu dalam hutan Guguak yang berbatasan langsung dengan hutan lindung di Lembah Anai.
Zul Hendra yang warga Padang Lapai, Nagari Guguak itu menurut masyarakat di sana mempunyai sedikit kelainan. "Istilah kampungnya, dia agak pandir sedikit. Istrinya bisu, dan telah punya dua orang anak. Memang, Zul Hendra mempunyai kebiasaan mencari kayu bakar untuk dijualnya kepada orang yang mau membeli," cerita sejumlah masyarakat Padang Lapai.
Dan, nampak usaha mencari kayu bakar adalah bagian dari mencari nafkah hidup oleh Zul Hendra. Dia mencari kayu tidak saja untuk kedai nasi yang ada di sekitar Nagari Guguak demikian. Tetapi, bagi siapa saja warga Padang Lapai yang menanak nasi dengan kayu bakar, boleh membeli kayu bakar ke dia.
Awalnya, kata masyarakat, Zul Hendra berangkat ke hutan empat orang. Lalu, di tengah jalan istirahat, lantaran lelah barangkali. Melihat rimba, seorang dari yang empat itu memilih pulang. Yang dua orang lagi plus Zul Hendra meneruskan perjalanannya ke rimba. Mungkin sekitar Lembah Anai yang hampir mendekati Padang Panjang.
"Namun, tanpa sepengetahuan Zul Hendra, dua temannya itu memilih juga untuk balik kanan, meninggalkan Zul Hendra tanpa ada pesan, dan tanpa mengetahui dimana pula Zul Hendra saat ini. Karena saat ditanya, mereka itu tidak tahu sama sekali," ungkap masyarakat.
Hujan lebat yang melanda Nagari Guguak, Kamis kemarin tampak tak menyurutkan tim BPBD Padang Pariaman dan Kota Padang, ditambah ambulan Partai Gerindra Padang Pariaman untuk melakukan kerjanya mencari korban Zul Hendra. (501)
Kayutanam--Sejak Rabu (20/5) pagi hingga saat ini, Zul Hendra belum pulang ke rumahnya. Pria berusia 32 tahun ini diduga hilang dalam rimba Nagari Guguak, Kecamatan 2x11 Kayutanam, Padang Pariaman. BPBD daerah itu yang dapat kabar, langsung menerjunkan tim SAR, TRC-nya. Namun, belum juga bertemu.
Menurut Kepala BPBD Padang Pariaman Amiruddin, disamping tim SAR dan TRC dari daerah ini, juga ada bantuan dari TRC BPBD Kota Padang. Zul Hendra mencari kayu dalam hutan Guguak yang berbatasan langsung dengan hutan lindung di Lembah Anai.
Zul Hendra yang warga Padang Lapai, Nagari Guguak itu menurut masyarakat di sana mempunyai sedikit kelainan. "Istilah kampungnya, dia agak pandir sedikit. Istrinya bisu, dan telah punya dua orang anak. Memang, Zul Hendra mempunyai kebiasaan mencari kayu bakar untuk dijualnya kepada orang yang mau membeli," cerita sejumlah masyarakat Padang Lapai.
Dan, nampak usaha mencari kayu bakar adalah bagian dari mencari nafkah hidup oleh Zul Hendra. Dia mencari kayu tidak saja untuk kedai nasi yang ada di sekitar Nagari Guguak demikian. Tetapi, bagi siapa saja warga Padang Lapai yang menanak nasi dengan kayu bakar, boleh membeli kayu bakar ke dia.
Awalnya, kata masyarakat, Zul Hendra berangkat ke hutan empat orang. Lalu, di tengah jalan istirahat, lantaran lelah barangkali. Melihat rimba, seorang dari yang empat itu memilih pulang. Yang dua orang lagi plus Zul Hendra meneruskan perjalanannya ke rimba. Mungkin sekitar Lembah Anai yang hampir mendekati Padang Panjang.
"Namun, tanpa sepengetahuan Zul Hendra, dua temannya itu memilih juga untuk balik kanan, meninggalkan Zul Hendra tanpa ada pesan, dan tanpa mengetahui dimana pula Zul Hendra saat ini. Karena saat ditanya, mereka itu tidak tahu sama sekali," ungkap masyarakat.
Hujan lebat yang melanda Nagari Guguak, Kamis kemarin tampak tak menyurutkan tim BPBD Padang Pariaman dan Kota Padang, ditambah ambulan Partai Gerindra Padang Pariaman untuk melakukan kerjanya mencari korban Zul Hendra. (501)
DPC Gerindra Padang Pariaman Diminta Solid dan Bentuk Pansel
Jelang Hasil Revitalisasi Terbit
DPC Gerindra Padang Pariaman Diminta Solid dan Bentuk Pansel
Kayutanam--Jelang keluarnya hasil revitalisasi kepengurusan DPC Partai Gerindra Padang Pariaman, pengurus diminta untuk merangkul semua kader dan simpatisan partai. Jangan sampai ada yang merasa tertinggal, dan ditinggalkan. Mereka itu aset yang susah untuk merekrutnya.
Ketua Dewan Pembina DPD Partai Gerindra Sumatera Barat, Zulkifli Jailani dan Korwil Gerindra Sumbar untuk Padang Pariaman dan Kota Pariaman, JJ Datuak Gadang menyampaikan hal itu, Kamis (21/5) dihadapan 14 PAC dan pengurus DPC Gerindra Padang Pariaman, di kediaman JJ Datuak Gadang, di Korong Padang Lapai, Nagari Guguak, Kecamatan 2x11 Kayutnama.
Kepada Topik Hidayat yang menjadi pimpinan pertemuan bersama Yumardi Datuak Rangkayo Mudo, Zulkifli Jailani minta untuk terus melakukan pertemuan. Hal itu dimaksudkan, adalah upaya dalam pembenahan partai yang sudah dapat berkembang dengan baik itu.
"Pertemuan atau rapat partai tak mesti harus ada ketua. Sebab, dalam AD/ART Gerindra, ada namanya rapat mingguan, bulanan, dan rapat pengurus lengkap. Di DPD Gerindra sudah ada Panitia Seleksi Calon Kepala Daerah (Pansel). Untuk itu, di DPC Padang Pariaman Topik Hidayat pun diminta secepatnya menyiapkan, sekaligus membentuk Pansel demikian," kata Zulkifli Jailani yang mantan Ketua DPD Gerindra Sumbar ini.
Irwan Datuak Jolong Aso, mantan Ketua DPC Gerindra Padang Pariaman dan Asril, sesepuh Gerindra minta kejelasan status kepengurusan. Sebab, ibarat kendaraan kalau tidak ada SIM tentu susah untuk dijalankan. Untuk itu, legalitas ini harus secepatnya terbit, sehingga eksistensi Gerindra dalam mengusung calon kepala daerah tidak diragukan.
Sementara, Topik Hidayat menjelaskan, bahwa proses revitalisasi kepengurusan DPC Gerindra Padang Pariaman hanya menunggu penetapan DPP Gerindra yang saat ini dikomandoi langsung oleh Prabowo Subianto. "Insya Allah, kita terus berjalan dan bergerak. Kader yang di PAC jangan ragu dan bimbang dalam soal itu. Hanya menunggu waktu tentang hasil revitalisasi tersebut," ujar Topik Hidayat.
Menurut Topik Hidayat, dalam waktu dekat, sesuai informasi dari DPD Gerindra Sumbar, akan ada tim dari DPP Gerindra yang dipimpin FX. Arief Poyuono untuk membenahi DPC Gerindra se Sumatera Barat. "PAC kita minta siap, dan berikan informasi yang sebenarnya tentang kondisi kekinian yang terjadi di tubuh DPC Gerindra daerah ini. (501)
DPC Gerindra Padang Pariaman Diminta Solid dan Bentuk Pansel
Kayutanam--Jelang keluarnya hasil revitalisasi kepengurusan DPC Partai Gerindra Padang Pariaman, pengurus diminta untuk merangkul semua kader dan simpatisan partai. Jangan sampai ada yang merasa tertinggal, dan ditinggalkan. Mereka itu aset yang susah untuk merekrutnya.
Ketua Dewan Pembina DPD Partai Gerindra Sumatera Barat, Zulkifli Jailani dan Korwil Gerindra Sumbar untuk Padang Pariaman dan Kota Pariaman, JJ Datuak Gadang menyampaikan hal itu, Kamis (21/5) dihadapan 14 PAC dan pengurus DPC Gerindra Padang Pariaman, di kediaman JJ Datuak Gadang, di Korong Padang Lapai, Nagari Guguak, Kecamatan 2x11 Kayutnama.
Kepada Topik Hidayat yang menjadi pimpinan pertemuan bersama Yumardi Datuak Rangkayo Mudo, Zulkifli Jailani minta untuk terus melakukan pertemuan. Hal itu dimaksudkan, adalah upaya dalam pembenahan partai yang sudah dapat berkembang dengan baik itu.
"Pertemuan atau rapat partai tak mesti harus ada ketua. Sebab, dalam AD/ART Gerindra, ada namanya rapat mingguan, bulanan, dan rapat pengurus lengkap. Di DPD Gerindra sudah ada Panitia Seleksi Calon Kepala Daerah (Pansel). Untuk itu, di DPC Padang Pariaman Topik Hidayat pun diminta secepatnya menyiapkan, sekaligus membentuk Pansel demikian," kata Zulkifli Jailani yang mantan Ketua DPD Gerindra Sumbar ini.
Irwan Datuak Jolong Aso, mantan Ketua DPC Gerindra Padang Pariaman dan Asril, sesepuh Gerindra minta kejelasan status kepengurusan. Sebab, ibarat kendaraan kalau tidak ada SIM tentu susah untuk dijalankan. Untuk itu, legalitas ini harus secepatnya terbit, sehingga eksistensi Gerindra dalam mengusung calon kepala daerah tidak diragukan.
Sementara, Topik Hidayat menjelaskan, bahwa proses revitalisasi kepengurusan DPC Gerindra Padang Pariaman hanya menunggu penetapan DPP Gerindra yang saat ini dikomandoi langsung oleh Prabowo Subianto. "Insya Allah, kita terus berjalan dan bergerak. Kader yang di PAC jangan ragu dan bimbang dalam soal itu. Hanya menunggu waktu tentang hasil revitalisasi tersebut," ujar Topik Hidayat.
Menurut Topik Hidayat, dalam waktu dekat, sesuai informasi dari DPD Gerindra Sumbar, akan ada tim dari DPP Gerindra yang dipimpin FX. Arief Poyuono untuk membenahi DPC Gerindra se Sumatera Barat. "PAC kita minta siap, dan berikan informasi yang sebenarnya tentang kondisi kekinian yang terjadi di tubuh DPC Gerindra daerah ini. (501)
14 PAC Gerindra Padang Pariaman Sandingkan Ali Mukhni dengan JJ Datuak Gadang
Politik Pilkada Semakin Berlari
14 PAC Gerindra Padang Pariaman Sandingkan Ali Mukhni dengan JJ Datuak Gadang
Kayutanam--Sebanyak 14 Pimpinan Anak Cabang (PAC) Partai Gerindra di Kabupaten Padang Pariaman, sepakat menyandingkan Ali Mukhni dengan Jasma Juni Datuak Gadang sebagai calon bupati dan wakil bupati untuk periode lima tahun mendatang.
Dukungan moril secara terang-terangan itu, langsung disampaikan oleh 14 dari 17 PAC Gerindra yang ada di Padang Pariaman, di kediaman JJ - begitu Jasma Juni senang disapa banyak orang, di Korong Padang Lapai, Nagari Guguak, Kecamatan 2x11 Kayutanam. Pertemuan itu dihadiri pula Ketua Dewan Pembina Gerindra Sumatera Barat, Zulkifli Jailani.
Topik Hidayat, petinggi Gerindra Padang Pariaman yang menjembatani pertemuan antara PAC dengan anggota DPRD Sumbar itu menilai, JJ Datuak Gadang adalah kader Gerindra yang pantas untuk diusung mendampingi Bupati Ali Mukhni dalam Pilkada yang sudah di depan mata ini. "Sangat banyak alasan, kenapa JJ Datuak Gadang yang harus kita majukan," kata Topik Hidayat yang disambut tepuk tangan oleh kader partai yang didirikan Prabowo Subianto ini, seraya menyebut setuju dengan serentak.
"JJ Datuak Gadang yang kini duduk di Komisi V DPRD Sumatera Barat ini, sudah sama kita ketahui. Dua kali ikut Pilkada di kampungnya sendiri, Padang Pariaman. Pernah jadi Caleg DPR RI dari Sumbar II, dan sempat jadi Ketua DPC Partai Gerindra Padang Pariaman yang saat ini menjabat Korwil DPD Gerindra Sumbar untuk wilayah Padang Pariaman dan Kota Pariaman," sebut Topik Hidayat dengan senangnya.
Ditambah lagi, lanjut Topik Hidayat, JJ Datuak Gadang latar belakangnya adalah prajurit. Lama berkiprah di CPM, yang tentunya siap untuk jadi pemimpin, dan siap pula menjadi yang dipimpin. Apalagi, sekarang dia juga seorang niniak mamak dalam kaumnya sendiri, yang tidak diragukan lagi kematangannya dalam soal seluk-beluk adat istiadat di Padang Pariaman ini.
JJ Datuak Gadang merasa tersanjung atas dukungan tersebut. "Sampai April kemarin, saya tidak pernah berpikir untuk maju di Padang Pariaman. Demikian itu, tentu karena telah belajar banyak dari dua kali Pilkada yang saya ikuti, yang belum membuahkan hasil. Dan dukungan kali ini, sebuah apresiasi yang sangat luar biasa saya rasakan," kata dia.
"Sebagai seorang yang bermental prajurit, saya siap ditugaskan, siap ditempatkan dimana saja, dan kapan saja, sekaligus tentu siap jadi pemimpin dan dipimpin. Sebenarnya, siapa diantara tokoh kita yang akan jadi bupati dan wakil bupati sudah ada. Hanya saja kita yang tidak mengetahui rahasia Tuhan tersebut. Disinilah saya merasa bersyukur, atas dukungan ini," ujarnya terharu. (501)
14 PAC Gerindra Padang Pariaman Sandingkan Ali Mukhni dengan JJ Datuak Gadang
Kayutanam--Sebanyak 14 Pimpinan Anak Cabang (PAC) Partai Gerindra di Kabupaten Padang Pariaman, sepakat menyandingkan Ali Mukhni dengan Jasma Juni Datuak Gadang sebagai calon bupati dan wakil bupati untuk periode lima tahun mendatang.
Dukungan moril secara terang-terangan itu, langsung disampaikan oleh 14 dari 17 PAC Gerindra yang ada di Padang Pariaman, di kediaman JJ - begitu Jasma Juni senang disapa banyak orang, di Korong Padang Lapai, Nagari Guguak, Kecamatan 2x11 Kayutanam. Pertemuan itu dihadiri pula Ketua Dewan Pembina Gerindra Sumatera Barat, Zulkifli Jailani.
Topik Hidayat, petinggi Gerindra Padang Pariaman yang menjembatani pertemuan antara PAC dengan anggota DPRD Sumbar itu menilai, JJ Datuak Gadang adalah kader Gerindra yang pantas untuk diusung mendampingi Bupati Ali Mukhni dalam Pilkada yang sudah di depan mata ini. "Sangat banyak alasan, kenapa JJ Datuak Gadang yang harus kita majukan," kata Topik Hidayat yang disambut tepuk tangan oleh kader partai yang didirikan Prabowo Subianto ini, seraya menyebut setuju dengan serentak.
"JJ Datuak Gadang yang kini duduk di Komisi V DPRD Sumatera Barat ini, sudah sama kita ketahui. Dua kali ikut Pilkada di kampungnya sendiri, Padang Pariaman. Pernah jadi Caleg DPR RI dari Sumbar II, dan sempat jadi Ketua DPC Partai Gerindra Padang Pariaman yang saat ini menjabat Korwil DPD Gerindra Sumbar untuk wilayah Padang Pariaman dan Kota Pariaman," sebut Topik Hidayat dengan senangnya.
Ditambah lagi, lanjut Topik Hidayat, JJ Datuak Gadang latar belakangnya adalah prajurit. Lama berkiprah di CPM, yang tentunya siap untuk jadi pemimpin, dan siap pula menjadi yang dipimpin. Apalagi, sekarang dia juga seorang niniak mamak dalam kaumnya sendiri, yang tidak diragukan lagi kematangannya dalam soal seluk-beluk adat istiadat di Padang Pariaman ini.
JJ Datuak Gadang merasa tersanjung atas dukungan tersebut. "Sampai April kemarin, saya tidak pernah berpikir untuk maju di Padang Pariaman. Demikian itu, tentu karena telah belajar banyak dari dua kali Pilkada yang saya ikuti, yang belum membuahkan hasil. Dan dukungan kali ini, sebuah apresiasi yang sangat luar biasa saya rasakan," kata dia.
"Sebagai seorang yang bermental prajurit, saya siap ditugaskan, siap ditempatkan dimana saja, dan kapan saja, sekaligus tentu siap jadi pemimpin dan dipimpin. Sebenarnya, siapa diantara tokoh kita yang akan jadi bupati dan wakil bupati sudah ada. Hanya saja kita yang tidak mengetahui rahasia Tuhan tersebut. Disinilah saya merasa bersyukur, atas dukungan ini," ujarnya terharu. (501)
Belum Ada Jaminan Tiket PDI-P Untuk Mendukung Damsuar
Meskipun Seorang Kader
Belum Ada Jaminan Tiket PDI-P Untuk Mendukung Damsuar
Pariaman--Koalisi Partai Demokrat, PDI Perjuangan, PAN, dan PKPI di Padang Pariaman semakin oke. Dan kemungkinan duet Damsuar Datuak Bandaro Putiah - Januar Bakri akan melanju di koaliasi ini, juga semakin kuat. Namun, segala kemungkinan tentu saja berubah pada detik-detik terakhir.
Januar Bakri, petinggi DPC Partai Demokrat yang saat ini jadi Wakil Ketua DPRD Padang Pariaman kepada Singgalang, Kamis kemarin menyebutkan, sampai sekarang koalisi empat partai demikian belum berubah.
"Kita masih tetap komit dengan visi misi yang telah dirintis empat partai tersebut, untuk memenangkan Pilkada 9 Desember mendatang. Dan sepertinya, itu juga akan berlanjut ke KPU nantinya," ujar Januar Bakri.
Januar Bakri melihat, perubahan politik di internal Demokrat Padang Pariaman yang menempatkan Wiriya Fansuri sebagai Plt Ketua DPC tidak akan merubah konsep yang disepakati dulunya. "Plt itu hanya melanjutkan, apa yang sudah ditetapkan dulu. Sebab, konsep yang dibuat sangat bagus. Termasuk pengajuan pasangan Damsuar - Januar Bakri," kata dia.
Sementara, Joni Amir Datuak Malano, Bendahara DPD PDI Perjuangan Sumatera Barat menilai belum ada yang final dalam masalah demikian. "Secara perseorangan, PDI Perjuangan baru saja mengajukan bakal calon ke DPP PDI Perjuangan di Jakarta. Kita tidak bisa memutuskan, apa jadi Damsuar yang akan dimajukan atau tidaknya," kata dia.
Joni Amir mengaku, bahwa dari sekian banyak bakal calon yang mendaftar di PDI Perjuangan Padang Pariaman, Damsuar termasuk kader, lantaran menjabat Wakil Ketua Bidang Komunikasi Politik di DPD PDI Perjuangan Sumbar. "Tapi, kader seperti itu tidak ada jaminan akan mulus melangkah lewat kendaraan partai yang terkenal dengan sebutan 'partai wong cilik' ini," ujarnya. (501)
Belum Ada Jaminan Tiket PDI-P Untuk Mendukung Damsuar
Pariaman--Koalisi Partai Demokrat, PDI Perjuangan, PAN, dan PKPI di Padang Pariaman semakin oke. Dan kemungkinan duet Damsuar Datuak Bandaro Putiah - Januar Bakri akan melanju di koaliasi ini, juga semakin kuat. Namun, segala kemungkinan tentu saja berubah pada detik-detik terakhir.
Januar Bakri, petinggi DPC Partai Demokrat yang saat ini jadi Wakil Ketua DPRD Padang Pariaman kepada Singgalang, Kamis kemarin menyebutkan, sampai sekarang koalisi empat partai demikian belum berubah.
"Kita masih tetap komit dengan visi misi yang telah dirintis empat partai tersebut, untuk memenangkan Pilkada 9 Desember mendatang. Dan sepertinya, itu juga akan berlanjut ke KPU nantinya," ujar Januar Bakri.
Januar Bakri melihat, perubahan politik di internal Demokrat Padang Pariaman yang menempatkan Wiriya Fansuri sebagai Plt Ketua DPC tidak akan merubah konsep yang disepakati dulunya. "Plt itu hanya melanjutkan, apa yang sudah ditetapkan dulu. Sebab, konsep yang dibuat sangat bagus. Termasuk pengajuan pasangan Damsuar - Januar Bakri," kata dia.
Sementara, Joni Amir Datuak Malano, Bendahara DPD PDI Perjuangan Sumatera Barat menilai belum ada yang final dalam masalah demikian. "Secara perseorangan, PDI Perjuangan baru saja mengajukan bakal calon ke DPP PDI Perjuangan di Jakarta. Kita tidak bisa memutuskan, apa jadi Damsuar yang akan dimajukan atau tidaknya," kata dia.
Joni Amir mengaku, bahwa dari sekian banyak bakal calon yang mendaftar di PDI Perjuangan Padang Pariaman, Damsuar termasuk kader, lantaran menjabat Wakil Ketua Bidang Komunikasi Politik di DPD PDI Perjuangan Sumbar. "Tapi, kader seperti itu tidak ada jaminan akan mulus melangkah lewat kendaraan partai yang terkenal dengan sebutan 'partai wong cilik' ini," ujarnya. (501)
Peta Politik Pilkada Padang Pariaman Bakal Berubah Pesat
Darmon Jawab Kegelisahan Dapil IV
Peta Politik Pilkada Padang Pariaman Bakal Berubah Pesat
Lubuk Alung--Lubuk Alung, umumnya wilayah Dapil IV yang meliputi; Kecamatan Sintuak Toboh Gadang, Batang Anai, dan Kecamatan Lubuk Alung nampaknya tak ingin ketinggalan dalam momen Pilkada 9 Desember mendatang. Salah satu dari masyarakatnya harus masuk dalam tampuk kekuasaan daerah Padang Pariaman. Kalau bisa bupati, mengapa harus wakil?
Walinagari Pasie Laweh Lubuk Alung, Adnan menilai Dapil IV itu punya potensi besar, yang jauh lebih hebat bila dibandingkan dengan wilayah lainnya di daerah ini. Namun, sayangnya hingga saat ini masih belum mau menonjolkan diri, seperti para tokoh yang berasal di Dapil II Padang Pariaman.
"Kita yakin, kalau ada saja yang maju jadi calon bupati di Dapil IV ini, peta politik akan jauh berubahnya. Sebab, yang menonjol saat ini; Ali Mukhni, Damsuar Datuak Bandaro Putiah, dan Refrizal berasal dari Dapil II. Untuk mengimbangi demikian, harus tampil yang dari Dapil IV ini, sehingga suasana bisa berubah," kata dia.
Menurut Ajo - begitu Wali Adnan akrap disapa banyak orang, tokoh seperti Darmon yang saat ini anggota DPRD Sumatera Barat punya naluri politik yang tajam untuk maju. Apalagi, Darmon pernah dua kali di DPRD Padang Pariaman. "Kita ingin, dia maju menjawab kegelisahan masyarakat Dapil IV yang ingin 'merebut' tampuk kekuasaabn yang selama ini belum pernah ada tokoh daerah ini yang jadi bupati," ujarnya.
Hal yang sama juga dikemukakan Topik Hidayat. Politikus Partai Gerindra Padang Pariaman ini memandang Darmon adalah tokoh muda yang tepat untuk itu. "Banyak tokoh yang dijaring dulunya melalui Lubuk Alung baiyo-iyo menyonsong Pilkada Padang Pariaman, baru Azminur, mantan Camat Lubuk Alung yang memberanikan dirinya untuk tampil kedepan. Sayang, peluang Azminur untuk bisa dapat kendaraan belum ada jaminannya sampai kini," kata Topik.
"Nah, Darmon punya yang namanya partai politik. Meskipun tak jadi ketua partai, tokoh muda Muhammadiyah ini sangat dekat dengan Ketum PAN Zulkifli Hasan. Tentu sebuah langkah maju untuk bisa meraih kendaraan politik, untuk meraih jabatan politik pula nantinya," kata dia.
Darmon sendiri kepada Singgalang menyerahkan sepenuh keinginan masyarakat. "Menjadi calon bupati tentu tidak bisa disamakan dengan jadi caleg saat Pileg tahun lalu. Harus ada perhitungan yang matang. Tapi yang jelas, dukungan moral dari tokoh masyarakat, merupakan modal dasar yang harus jadi pertimbangan untuk melangkah," kata dia. (501)
Peta Politik Pilkada Padang Pariaman Bakal Berubah Pesat
Lubuk Alung--Lubuk Alung, umumnya wilayah Dapil IV yang meliputi; Kecamatan Sintuak Toboh Gadang, Batang Anai, dan Kecamatan Lubuk Alung nampaknya tak ingin ketinggalan dalam momen Pilkada 9 Desember mendatang. Salah satu dari masyarakatnya harus masuk dalam tampuk kekuasaan daerah Padang Pariaman. Kalau bisa bupati, mengapa harus wakil?
Walinagari Pasie Laweh Lubuk Alung, Adnan menilai Dapil IV itu punya potensi besar, yang jauh lebih hebat bila dibandingkan dengan wilayah lainnya di daerah ini. Namun, sayangnya hingga saat ini masih belum mau menonjolkan diri, seperti para tokoh yang berasal di Dapil II Padang Pariaman.
"Kita yakin, kalau ada saja yang maju jadi calon bupati di Dapil IV ini, peta politik akan jauh berubahnya. Sebab, yang menonjol saat ini; Ali Mukhni, Damsuar Datuak Bandaro Putiah, dan Refrizal berasal dari Dapil II. Untuk mengimbangi demikian, harus tampil yang dari Dapil IV ini, sehingga suasana bisa berubah," kata dia.
Menurut Ajo - begitu Wali Adnan akrap disapa banyak orang, tokoh seperti Darmon yang saat ini anggota DPRD Sumatera Barat punya naluri politik yang tajam untuk maju. Apalagi, Darmon pernah dua kali di DPRD Padang Pariaman. "Kita ingin, dia maju menjawab kegelisahan masyarakat Dapil IV yang ingin 'merebut' tampuk kekuasaabn yang selama ini belum pernah ada tokoh daerah ini yang jadi bupati," ujarnya.
Hal yang sama juga dikemukakan Topik Hidayat. Politikus Partai Gerindra Padang Pariaman ini memandang Darmon adalah tokoh muda yang tepat untuk itu. "Banyak tokoh yang dijaring dulunya melalui Lubuk Alung baiyo-iyo menyonsong Pilkada Padang Pariaman, baru Azminur, mantan Camat Lubuk Alung yang memberanikan dirinya untuk tampil kedepan. Sayang, peluang Azminur untuk bisa dapat kendaraan belum ada jaminannya sampai kini," kata Topik.
"Nah, Darmon punya yang namanya partai politik. Meskipun tak jadi ketua partai, tokoh muda Muhammadiyah ini sangat dekat dengan Ketum PAN Zulkifli Hasan. Tentu sebuah langkah maju untuk bisa meraih kendaraan politik, untuk meraih jabatan politik pula nantinya," kata dia.
Darmon sendiri kepada Singgalang menyerahkan sepenuh keinginan masyarakat. "Menjadi calon bupati tentu tidak bisa disamakan dengan jadi caleg saat Pileg tahun lalu. Harus ada perhitungan yang matang. Tapi yang jelas, dukungan moral dari tokoh masyarakat, merupakan modal dasar yang harus jadi pertimbangan untuk melangkah," kata dia. (501)
Langganan:
Postingan (Atom)

